Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Implementasi Penggunaan Dana Desa dalam Rangka Peningkatan Gizi Balita terhadap Pencegahan Stunting di Kampung Nusei, Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Mohamad Emin Refideso; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Sarce Makaba; Novita Medyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58098

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan Dana Desa merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendukung program peningkatan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi penggunaan Dana Desa dalam peningkatan gizi balita di Kampung Nusei Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif berdasarkan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas aparat kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan gizi balita telah menjadi prioritas pembangunan kampung dan didukung oleh alokasi Dana Desa, tenaga kesehatan, serta kader posyandu. Program dilaksanakan melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan balita. Program memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Namun, penguatan kapasitas kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program
Dukungan Sosial Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Mahasiswa Kesehatan Kota Jayapura: Social Support of Covid-19 Prevention Health Student in Jayapura Fajrin Violita; Muhammad Akbar Nurdin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.256 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1810

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 telah menjadi pandemi yang menyerang segala usia. Protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga program vaksinasi telah digencarkan sebagai langkah pencegahan penyakit menular ini. Semakin baik penerapan protokol kesehatan maka dapat saling melindungi dari penularan virus korona tersebut. Dukungan sosial dimasa pandemi Covid-19 menjadi pendorong dalam penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai penularan virus korona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial berupa dukungan keluarga dan teman terhadap perilaku pencegahan Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Jayapura pada bulan Januari-Juli 2021 dengan total sampel 311 mahasiswa kesehatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi secara online oleh responden. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menemukan sebanyak 195 mahasiswa (62,7%) memiliki perilaku pencegahan Covid-19 yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan dukungan keluarga (p= 0,023) dan dukungan teman (p=0,001) memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan di Kota Jayapura. Kesimpulan: Dukungan sosial berupa dukungan keluarga dan teman sangat penting untuk mendorong dan meningkatkan perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa kesehatan.
Potensi Paparan Media Sosial pada Gejala Hiperaktivitas Remaja di Kota Jayapura Asriati Asriati; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Helen Try Juniasti; Natalia Paskawati Adimuntja; Fajrin Violita; Muhammad Akbar Nurdin; Maria Papuana Natalia Mayabubun; Marlessy Christina Taa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22236

Abstract

ABSTRACT Social media use (SMU) among children and adolescents has increased since the Covid-19 pandemic. SMU can become addictive and is related to the emergence of health problems, such as symptoms of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This study aims to determine the relationship of SMU among adolescents in Jayapura to the risk of attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). This was a cross-sectional survey in August 2024. The samples in this study were from 301 adolescents aged 15-19 years at SMAN 2 Jayapura. Data analysis using the Pearson correlation test. Most respondents were female (50,8%), and most respondents parent jobs were Civil Servants (38,9%). A total of 46 people (15.28%) of respondents had ADHD symptoms, women were more likely to show ADHD symptoms (18,2%), and as many as 33 people (10.96%) of adolescents who experienced social media addiction were in the severe category. The correlation between social media addiction and ADHD symptoms is positive with a moderate correlation strength (r = 0.5419; p-value 0.000), so there is a significant relationship between social media addiction and the incidence of ADHD. Adolescents who experience increased social media addiction also experience increased ADHD symptoms. Appropriate management and policies are needed in the prevention and control of social media usde and ADHD in children and adolescents. Parents and schools should pay more attention to adolescents with internet and social media addiction, and ADHD symptoms should be carefully evaluated. Keywords: Social Media, ADHD, Adolescents.  ABSTRAK Penggunaan media sosial (SMU) di antara anak-anak dan remaja telah meningkat sejak pandemi Covid-19. SMU dapat menjadi adiktif dan terkait dengan munculnya masalah kesehatan, seperti gejala gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan penggunaan media sosial di kalangan remaja di Jayapura dengan risiko ADHD. Penelitian ini adalah survei cross-sectional pada Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 301 remaja berusia 15-19 tahun di SMAN 2 Jayapura. Analisis Data menggunakan uji Korelasi Pearson. Sebagian besar responden adalah perempuan (50,8%), dan sebagian besar responden pekerjaan orang tua adalah pegawai negeri sipil (38,9%). Sebanyak 46 orang (15,28%) responden mengalami gejala ADHD, remaja perempuan lebih cenderung menunjukkan gejala ADHD (18,2%), dan sebanyak 33 orang (10,96%) remaja yang mengalami kecanduan media sosial ada di kategori berat. Korelasi antara kecanduan media sosial dan gejala ADHD positif dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,5419; p-value 0,000), sehingga ada hubungan yang signifikan antara kecanduan media sosial dan kejadian ADHD. Remaja yang mengalami peningkatan kecanduan media sosial juga mengalami peningkatan gejala ADHD. Manajemen dan kebijakan yang tepat diperlukan dalam pencegahan dan kontrol penggunaan media sosial dan risiko ADHD pada anak -anak dan remaja. Orang tua dan sekolah harus lebih memperhatikan remaja dengan kecanduan internet dan media sosial, dan gejala ADHD harus dievaluasi dengan cermat. Kata Kunci: Media Sosial, ADHD, Remaja.
Pendampingan Peningkatan Kompetensi Kelompok Kerja Guru PJOK melalui Workshop Peraturan Pertandingan Karate dan Gizi Atlet di Jayapura Ipa Sari Kardi; Muhammad Akbar Nurdin; Andi Syaiful; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i4.6860

Abstract

This community service programme was implemented in response to the need to enhance the competence of physical education teachers at the primary school level in developing karate skills among Papuan students. The Primary School Physical Education Teachers' Working Group (KKG) is a strategic forum for optimising the pedagogical and technical abilities of teachers in coaching young karate athletes who can compete in the National Student Sports Olympics (O2SN). The Papuan government aspires to revive the glory of Papuan sports, both domestically and internationally. The objective of this PKM is to improve the professional competence of elementary school PJOK teachers in Papua in coaching karate to achieve optimal performance at O2SN. This community service programme has successfully achieved its main objective of optimising the competence of the Papuan KKG PJOK SD in karate development. This community service programme utilised the Community-Based Participatory Research (CBPR) method. Significant improvements were observed in athletes' nutritional knowledge (77.4%), karate competition regulation competencies (89.6%), and teacher motivation levels (82.1%), which were categorised as high. Based on the results of this community service, it is hoped that Physical Education teachers will implement their knowledge and skills in coaching and preparing students for the O2SN Karate Sports competition.
Analysis Of Factors Associated With Employee Performance At The Health Office Of Southwest Papua Province In 2026 Linda Margared Antaribaba; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Dolfinus Bouway
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.872

Abstract

This study aims to analyze factors associated with employee performance at the Health Office of Southwest Papua Province in 2026. This research used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all employees totaling 97 respondents, selected using a total sampling technique. Data were collected using structured questionnaires based on each research variable. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-square test, and multivariate analysis using logistic regression. The results showed that most respondents had good performance (61.9%), good leadership (57.7%), high work motivation (60.8%), good competence (63.9%), and a supportive work environment (59.8%). However, the majority of respondents experienced a heavy workload (53.6%). Bivariate analysis revealed significant relationships between leadership (p=0.003), work motivation (p=0.001), competence (p=0.002), work environment (p=0.003), and workload (p=0.004) with employee performance. The multivariate analysis indicated that work motivation was the most dominant factor associated with employee performance, with an Odds Ratio (OR) of 3.35. This implies that employees with high work motivation are more likely to have good performance compared to those with low motivation. In conclusion, all independent variables were significantly related to employee performance, with work motivation as the most dominant factor. It is recommended to improve employee motivation through incentives, career development, and better workload management.
Factors influencing clean and healthy lifestyle behavior (PHBS) on the educational personnel of Cenderawasih University in 2025 Steny Persilla Geetruida Korwa; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding; Wahyuti Wahyuti
Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Vol. 3 No. 1 (2025): February
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jomaps.v3i1.2844

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the effects of knowledge, attitudes, actions, facilities, leadership support, and work environment on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) among education personnel at Cenderawasih University. Research methodology: The location of the study was at Cenderawasih University, in all Education Personnel in each section at Cenderawasih University totaling 243. The sample in this study used the Lemeshow formula. Stratified random sampling technique of employees totaling 165 employees. Analysis Methodusing Univariate analysis, Bivariate analysis, and Multivariate analysis. Results: The results show that attitudes, actions, facilities, and leadership support significantly influence PHBS at Cenderawasih University, while knowledge and work environment do not. Conclusions: In general, simultaneously; knowledge, attitudes, actions, infrastructure, leadership support, and work environment influence the implementation of clean and healthy living behavior at Cenderawasih University Limitations: This study focuses only on education personnel at Cenderawasih University, limiting generalizability to other institutions. Its cross-sectional design cannot assess causality, and concentrating on six variables may exclude other determinants. Self-reported data also pose response bias. Contribution: This study enriches PHBS literature by offering empirical evidence from Eastern Indonesia. It shows attitudes, actions, infrastructure, and leadership support as key factors, while knowledge and work environment are less influential. Practically, it guides universities to strengthen leadership, improve facilities, and design interventions that promote sustainable PHBS practices.
EDUKASI PENCEGAHAN MALARIA MELALUI GAMES EDUKATIF PADA ANAK USIA SEKOLAH Natalia Paskawati Adimuntja; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Muhammad Akbar Nurdin; Dyvano Mars Rezki Bangalino; Margaretha Falentine Rumlaklak; Melvy Lisandra Rego
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29086

Abstract

Abstrak: Tingkat penularan (endemisitas) malaria di Kampung Kayo Batu berada pada tingkat III angka API > 100%. Akibatnya anak-anak di Rumah Belajar Harvard Kampung Kayo Batu berisiko menderita malaria. Tujuan pengabdian untuk meningkat softskill dan hardskill anak terkait upaya pencegahan malaria. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan melalui games edukatif ular tangga dan poster. Mitra kegiatan yaitu anak-anak di Rumah Belajar Harvard Kampung Kayo Batu berjumlah 50 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pre dan post test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Kegiatan pengabdian telah terlaksana dengan baik, mayoritas anak-anak mengetahui bahwa nyamuk adalah satu-satunya vector penyebab malaria. Namun masih banyak anak yang belum memahami tentang malaria dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan hati (40.0%) dan perilaku nyamuk malaria yang aktif menggigit pada malam hari (64.0%), serta terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan peserta kegiatan edukasi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan menggunakan bantuan media permainan edukatif ular tangga dan poster. Nilai rata-rata sebelum edukasi adalah 8,28 meningkat menjadi 9,76 setelah edukasi.Abstract: The level of malaria transmission (endemicity) in Kayo Batu Village is at level III with API > 100%. As a result, children at the Harvard Learning House in Kayo Batu Village are at risk of suffering from malaria. The purpose of community service is to improve children's soft skills and hard skills related to malaria prevention efforts. The form of activity carried out is counseling through educational games of snakes and ladders and posters. The activity partners are children at the Harvard Kampung Kayo Batu Learning House totaling 50 people. The activity evaluation uses a pre- and post-test questionnaire consisting of 10 questions. The community service activity has been carried out well, the majority of children know that mosquitoes are the only vector that causes malaria. However, there are still many children who do not understand that malaria can cause brain and liver dysfunction (40.0%) and the behavior of malaria mosquitoes that actively bite at night (64.0%), and there is an increase in the average knowledge of educational activity participants before and after education is carried out with the counseling method using the help of educational games of snakes and ladders and posters. The average value before education was 8.28, increasing to 9.76 after education.
EDUKASI PERENCANAAN USIA MENIKAH DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PEDESAAN MELALUI MEDIA FILM Lisda Oktavia Madu Pamangin; Helen Try Juniasti; Asriati Asriati; Muhammad Akbar Nurdin; Christin Debora Nabuasa; Wilda Wijayani Pamangin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30139

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini dan kehamilan pada remaja dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti nilai social budaya yang masih sangat kuat, serta pengetahuan dan persepsi yang masih kurang tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan edukasi kepada remaja tentang perencanaan usia menikah dan kesehatan reproduksi, sehingga terjadi peningkatan pemahaman kepada remaja pedesaan. Pemberian edukasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan media film. Sasaran dalam kegiatan ini yakni remaja di MAN Jayapura sebanyak 30 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dan persepsi tentang kesehatan reproduksi remaja, sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner. Indikator keberhasilan kegiatan terlihat dari peningkatan nilai rata-rata skor pengetahuan dan persepsi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa media film mampu meningkatkan skor pengetahuan menjadi 79.8% dari skor total dan skor persepsi remaja tentang kesehatan reproduksi menjadi 88.9% dari skor total.Abstract: Early marriage and pregnancy in adolescents can occur due to various factors, such as socio-cultural values that are still very strong, as well as knowledge and perceptions that are still lacking about reproductive health. This community service activity aims to provide education to adolescents about planning for marriage age and reproductive health, so that there is an increase in understanding for rural adolescents. Education is provided in the form of counseling using film media. The target of this activity is adolescents at MAN Jayapura as many as 30 people. Evaluation of the activity is carried out by measuring knowledge and perceptions about adolescent reproductive health, before and after counseling using a questionnaire. The indicator of the success of the activity can be seen from the increase in the average score of knowledge and perception. The results of this activity show that film media is able to increase the knowledge score to 79.8% of the total score and the adolescent perception score about reproductive health to 88.9% of the total score.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Mutu Dokumentasi Rekam Medis di RSUD Paniai Rasmawati Rasmawati; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.60958

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting keberhasilan sistem kesehatan, salah satunya ditunjang oleh rekam medis sebagai sumber informasi pasien, sarana komunikasi antar tenaga kesehatan, dasar pengambilan keputusan klinis, evaluasi pelayanan, serta bukti hukum. Namun, praktik pengisian rekam medis di lapangan masih belum optimal sehingga menurunkan kualitas dokumentasi dan berpotensi menimbulkan masalah tanggung gugat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu dokumentasi rekam medis di RSUD Paniai. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional ini melibatkan 35 tenaga kesehatan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi dokumentasi, dengan analisis menggunakan uji chi-square, rasio prevalensi, serta regresi logistik biner. Hasil menunjukkan variabel usia, masa kerja, pengetahuan, motivasi, sikap, koordinasi tim, dan kepatuhan berhubungan signifikan dengan mutu dokumentasi. Analisis multivariat menegaskan motivasi tenaga kesehatan sebagai faktor paling dominan (p=0,001; OR=67,5; CI95% 5,099–86,330). Temuan ini menekankan perlunya peningkatan motivasi, kepatuhan, dan koordinasi tim untuk memperbaiki mutu dokumentasi rekam medis serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Paniai.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Linda Margared Antaribaba; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Yacob Ruru; Septevanus Rantetoding; Dolfinus Yufu Bouway
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61207

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam keberhasilan organisasi kesehatan. Kinerja pegawai yang baik berperan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi dan pelaksanaan program kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi kerja, kompetensi, lingkungan kerja, dan beban kerja dengan kinerja pegawai serta mengidentifikasi faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 97 pegawai dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kinerja baik (73,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p<0,001), kompetensi (p<0,001), lingkungan kerja (p<0,001), dan beban kerja (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai, sedangkan motivasi kerja tidak berhubungan signifikan (p=0,380). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lingkungan kerja merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja pegawai (OR = 27,565; 95% CI = 5,951–127,680). Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kompetensi pegawai perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Co-Authors A. Arsunan Arsin Adimuntja, Natalia Paskawati Afdal Kasimur Afelya, Titi Iswanti Agung Sutiono Pontoh Agus Zainur Agus Zainuri Agus Zainuri Alfisanatin Almung, Winsi Andi Arsunan Arsin Andi Syaiful Andimuntja, Natalia Paskawati Arif Anwar Arinda, Yosi Duwita Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Arius Togodly Asmawati Asmawati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Bouway, Dolfinus Y. Christin Debora Nabuasa Citra Kumala Dewi Dolfinus Bouway Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dolfinus Yufu Bouway Dyvano Mars Rezki Bangalino Elpira Asmin Fransina Alfonsina Izaac Haposan Simatupang Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juniasti Helen Try Juniasti Hursepuny, Ivanachela Ida Merry Rumanasen Inriyanti Assa Ipa Sari Kardi Irma Sari Ayu Br. Sipahutar Junalia Muhammad Kartika Sri Dewi Batubara Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Korwa, Steny Persilla Geetruida Linda Margared Antaribaba Linda Margared Antaribaba Lisda Oktavia Madu Pamangin Luh Pitriyanti Maidin, Wahyuti Malik Malik Mamoribo, Sherly Novita Margaretha Falentine Rumlaklak Maria Papuana Natalia Mayabubun Marlessy Christina Taa Martapina Anggai Martapina Anggai Maturbongs, Margaretha Rosari Melvy Lisandra Rego Mesri Kartika Mina Blandina Ayomi Mohamad Emin Refideso Mona Safitri Fatiah Muhammad I Made Annafi Arianto Nabuasa, Christin Debora Nasruddin Nasruddin Netty Tengko Allo Rerung Novita Mediati Novita Mediati Novita Medyati Novita Medyati Novita Medyati Nurmalisa Gita Savitri Orpa Mayung Allo Pariaribo, Konstantina M. Pariaribo, Konstantina Marthina Paula Nancy Lefaan Rahmadona Rahmadona Rantetoding, Septevanus Rasmawati Rasmawati REGINA RUMBIAK Riani Parende Ridwan Mochtar Thaha Ririn Andriani Ibrahim Ristina Rosauli Harianja Rosmin M Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin Mariati Tingginehe Rosmin Tingginehe Samuel Piter Irab Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Sarce Makaba Semuel Piter Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Septevanus Rantetoding Steny Persilla Geetruida Korwa Sude, Ellen Vinardya Sulistiyana Sulistiyana Surio Arrang Bua Togodly, Arius Tuturop, Katarina L. Violita, Fajrin Vonny Mais Numberi Wahyuti Wahyuti Wahyuti Wahyuti, Wahyuti Wilda Wijayani Pamangin Wilma Florencia Woapari, Beery I. S Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yacob Ruru Yane Tambing Yufuai, Agustina Regina Yulius Sarungu Yulius Sarungu Paiting Zul Fikar Ahmad