Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi Berdasarkan Status Gizi dan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMP Gatra Desa Kohod Kabupaten Tangerang Yulia Wahyuni; Siti Hanifah; Sari Indah Permata; Ernalinda Rosya; Ety Nurhayati; Widia Sari
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.12647

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikis, dan psikososial. Salah satu masalah yang terjadi pada remaja ialah status gizi kurang dengan siklus menstruasi yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi makro dan mikro berdasarkan status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Gatra. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswi kelas VII, VIII, dan IX menggunakan teknik total sampling. Uji statistik yang digunakan ialah uji t-test independent. Hasil Uji perbedaan asupan karbohidrat berdasarkan status gizi normal dan tidak normal didapatkan p 0.037, asupan protein p 0.177, asupan lemak p 0.030, asupan kalsium p 0.024, asupan magnesium p 0.080, dan asupan zat besi p 0.269. Hasil uji perbedaan asupan karbohidrat berdasarkan siklus menstruasi normal dan tidak normal didapatkan p 0.057, asupan protein p 0.190, asupan lemak p 0.452, asupan kalsium p 0.861, asupan magnesium p 0.0624, dan asupan zat besi p 0.890. Berdasarkan hasil uji perbedaan tersebut asupan karbohidrat, lemak dan kalsium berdasarkan status gizi normal dan tidak normal memiliki nilai p 0.05, artinya ada perbedaan asupan karbohidrat, lemak dan kalsium berdasarkan status gizi normal dan tidak normal. Hasil uji perbedaan asupan makro dan mikro berdasarkan siklus menstruasi normal dan tidak normal memiliki nilai p 0.05, artinya tidak ada perbedaan asupan asupan zat gizi makro dan mikro berdasarkan siklus menstruasi normal dan tidak normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KONSUMSI CAIRAN DAN STATUS GIZI DENGAN STATUS HIDRASI PADA KURIR EKSPEDISI Fitri Kurniawati; Laras Sitoayu; Vitria Melani; Rachmanida Nuzrina; Yulia Wahyuni
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6428

Abstract

Background: Hydration results from body fluids balance, while dehydration results from body fluids imbalance. Dehydration can result from losing too much water, not drinking enough or both of these things. There are certain job who has  special needs for fluids especially who works in hot environments.Objective: To determine the relationship between knowledge, fluid intake and nutritional status with hydration status in expedition couriers.Methods: A cross-sectional design with 44 expedition couriers as the research subject. Knowledge of fluids were obtained using a questionnaire, fluid intake were obtained by interview using repeated 24-h food recall, nutritional status were obtained by using BMI and the hydration status were obtained by urine specific gravity using urinalysis reagent strips. The data was processed and analyzed using Pearson correlation test.Results: Most of the respondents had sufficient knowledge (59.1%). The average fluid intake of the respondents were 2562 mL. Most of the respondents had normal nutritional status (45.4%). Almost half of respondents has pre-dehydration (45.5%). There  were arelationship between knowledge of fluids and hydration status (p=0,0001, r=-0,514), also between fluid intake and hydration status (p=0,0001, r=-0,685). There is no relationship between nutritional status and hydration status (p=0,337, r=0,148).Conclusion: Fluid intake and hydration status on expedition couriers are still not as expected, even though expedition couriers have sufficient knowledge. 
Kecukupan Gizi, Pengetahuan, dan Anemia Ibu Hamil Eugidia Mayang Ghiffari; Harna Harna; Dudung Angkasa; Yulia Wahyuni; Lintang Purwara
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i1.186

Abstract

Selama masa kehamilan, terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin menuju masa kelahiran. Salah satu masalah gizi yang sering terjadi selama kehamilan adalah anemia. Menurut data Riskesdas tahun 2013 prevalensi anemia kehamilan sebesar 37,1% dan mengalami peningkatan pada 2018 menjadi 48,9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat kecukupan gizi (protein, zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C) dan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan melibatkan 50 ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk sebagai responden dengan pengambilan sample melalui teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan menggunakan alternatif fisher’s exact test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 4% ibu hamil mengalami anemia . Sebagian besar memiliki tingkat asupan zat besi, asam folat, dan vitamin C yang kurang, serta tingkat pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil yang cukup. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan gizi (protein, zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C) dengan kejadian anemia (pvalue>0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia (p=1,000) . Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan gizi dan tingkat pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebaiknya memperhatikan kecukupan zat gizi yang baik selama kehamilan (protein, zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C), serta menambah pengetahuan mengenai anemia untuk mencegah kejadian anemia.
EFEKTIFITAS PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI KONSUMSI CAIRAN PADA REMAJA DI SMPN 220 JAKARTA BARAT Prita Dhyani Swamilaksita; Yulia Wahyuni
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 1 NOMOR 1 MARET 2017 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.579 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v1i1.1037

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah gizi pada remaja adalah kurangnya konsumsi air sehingga rentan mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh banyaknya aktifitas fisik yang menguras tenaga dan juga cairan tubuh. penyebab kurangnya konsumsi cairan adalah kurangnya pengetahuan terhadap fungsi cairan bagi tubuh. Tidak efektifnya pendidikan gizi pada remaja berdampak pada pengetahuan yang kurang pula sehingga menyebabkan perilaku makan dan minum yang salah. Oleh sebab itu, salah satu kewajiban setiap perguruan tinggi adalah menyelenggarakan kegiatan pengabdian msyarakat, yang pada kegiatan ini bertujuan utuk memberikan informasi mengenai manfaat konsumsi cairan pada remaja, meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan remaja mengenai konsumsi cairan, serta mengetahui efektifitas media permainan monopoli terhadap terjadinyaperubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap konsumsi cairan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi menggunakan media permainan monopoli dengan sasarannya yaitu remaja di SMPN 220 Jakarta Barat. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi perubahan dan peningkatan pada pengetahuan, sikap, dan tindakan konsumsi cairan pada remaja sebelum dan sesudah kegiatan permainan monopoli sehingga dapat disimpulkan bahwa media permainan monopoli merupakan media yang efektif sebagai media pembelajaran pada usia remaja. Kata Kunci: Konsumsi Cairan, Sosialisasi Gizi, Media Edukasi Gizi, Permainan Monopoli ABSTRACT One of the problems in adolescents nutrition is the lack of water consumption, so that susceptible to dehydration caused by the amount of physical activity is strenuous and bodily fluids. The the lack of fluid intake causes the lack of knowledge on the function of body fluids. Ineffectiveness of nutrition education in adolescents impact the lack of knowledge is also causing to bad eating and drinking behavior. Therefore, one of the obligations of each college is organizing community service activities. The aim of this activity weeks to provide information about the benefits of fluid intake in adolescents, to improve knowledge, attitude, and practice regarding the liquid consumption in adolencents, and determine the effectiveness of media monopoly game against changes in knowledge, attitudes, and actions toward adolescent consumption of fluids. The method used in this activity is socialization using media monopoly game with the target is students in SMPN 220 Jakarta Barat. The results of this activity are changes and increased knowledge, attitudes, and practice in fluid consumption of adolescents before and after the game of monopoly activities, so that it can be concluded that monopoly game is an effective media as a learning media in adolescents. Keywords: Fluid consumption, Nutritional Counseling, Media of Nutrition
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN MAKAN BAYI ANAK (PMBA) DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI KURANG (WASTING) PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS PORIS PLAWAD Laras Sitoayu; Helmi Imelda; Lintang Purwara Dewanti; Yulia Wahyuni
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.2.1-11

Abstract

ABSTRAKStatus Gizi kurang (Wasting) adalah kondisi berat badan balita yang tidak sepadan dengan tinggi badannya. Biasanya terjadi karena penurunan berat badan drastis akibat tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi harian balita dan biasanya disertai dengan satu atau lebih penyakit.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian makan pada bayi anak (PMBA) dan penyakit infeksi dengan gizi kurang (wasting) pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Metode Penelitian cross sectional dengan Perhitungan sampel berdasarkan rumus sampling uji 2 proporsi sehingga diperoleh  jumlah sampel sebanyak 100 orang sampel, menggunakan purposive sampling dengan kriteria balita berusia 6-24 bulan. Dilakukan uji statisik Chi-Square untuk mengetahui hubungan riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif, riwayat masih disusui ASI, praktik pemberian MP-ASI dan penyakit infeksi. Hasil : status gizi kurang (wasting) berhubungan dengan riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif , dan penyakit infeksi (p ≤ 0,05). Simpulan : riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif , dan penyakit infeksi memiliki hubungan dengan status gizi kurang pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Perlu adanya edukasi di masyarakat tentang 1000 HPK dan praktik Pemberian MP-ASI pada balita.  ABSTRACTmalnutrition status (wasting) is a condition  of toodlers’ weight  that disproportionate with their height.  Usually occurs due to extreme weight loss due to insufficient daily nutritional needs of toodlers and usually accompanied by one or more diseases. The aim of this study was to determine the correlation between the history of feeding in infants (PMBA) and infectious diseases. With malnutrition (wasting) in children 6-24 months of age at Poris Plawad Health Center.  The research method is cross sectional with the calculation of the sample based on tha 2 proportion test sampling formulain order to obtain a total sample of 100 people, using purposive sampling criteria with children 6-24 months of age. Chi-Square statistical test were carried out to determine the correlations between history of IMD, history of exclusive breastfeeding , and infectious diseases (p≤0.05). Conclusion: history of IMD, history of exclusive breastfeeding , and infectious diseases have a correlation with malnutrition status in children 6-24 months of age at Poris Plawad Health Centre. There need to be education in community about 1000 HPK and the practice .of providing complementary foods for toddlers. 
PERBEDAAN IMT, HEMOGLOBIN, ALBUMIN, UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH (DATA SEKUNDER) Ainun Nurhaliza; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.705 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4821

Abstract

Malnutrisi pada pasien hemodialisis menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Untuk itu perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin, penilaian status gizi yang dapat dilakukan pada pasien hemodialisis adalah dengan menggunakan antropometri yaitu perhitungan IMT, dan biokimia. Adanya penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, menjadi salah satu resiko terjadinya malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Albumin, Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Hemodialisa Dengan Dan Tanpa Diabetes Melitus Di RSIJ Cempaka Putih (Data Sekunder). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 66 responden. Data IMT menggunakan BB kering dan TB pasien, serta kadar Hb, albumin, ureum, dan kreatinin yang diperoleh dari rekam medik responden. Analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independen dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara IMT (pValue=0,0001), kadar hemoglobin (pValue=0,0001), albumin (pValue=0,0001), ureum (pValue=0,0001), dan kreatinin (pValue=0,0281) pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus. Kesimpulannya, ada perbedaan antara IMT, kadar hemoglobin, albumin, ureum, dan kreatinin pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus.
PKM REMAJA SADAR GIZI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) GATRA DESA KOHOD TANGERANG TAHUN 2019 Yulia Wahyuni; Ety Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 1 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.825 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i1.3373

Abstract

Masa remaja (adolescence) merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik, psikis dan psikososial (Dieny, 2014). Masa Remaja merupakan masa dimana organ reproduksi mulai berfungsi. Remaja Putri akan mengalami mentruasi sedangkan remaja putra mengalami mimpi basah (Proverawati, 2009). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada remaja tentang Gizi seimbang sehingga meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya gizi (RADARZI). Sasaran utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Remaja putri SMP Gatra Desa Kohod, Kabupaten Tangerang berjumlah 98 orang siswi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Maret hingga November 2019. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dengan ceramah, permainan ular tangga RADARZI dan demo masak. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 1) terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang gizi seimbang dengan kategori baik dari 14% menjadi 90%. 2) penurunan masalah status gizi kurang dari 15% menjadi 3 %, 3) terjadi penurunan masalah anemia pada responden dari 30% menjadi 16%, 4) siklus menstruasi oligomenore melami penurunan dari 10% menjadi 8%.
The Perbedaan pengetahuan gizi, status gizi, dan produktivitas kerja pada tenaga kesehatan dan non-kesehatan : Indonesia Laras Sitoayu; Leyrina Rizky Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati; Yulia Wahyuni
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v7i1.7258

Abstract

Nutrition for female workers has an important role, both for welfare and in order to increase discipline and productivity. Female workers are very prone to nutritional problems because the characteristics of female workers are different from that of male workers. This study aimed to determine the differences in nutritional knowledge, nutritional status and work productivity of female health workers (nakes) and female non-health workers (non-nakes) at RSIA Sammarie Basra, East Jakarta. This type of research is a quantitative study with adesign cross sectional. Subjects were 62 people consisting of 31 female nakes and 31 female non-nakes who were taken using the two difference test technique independent mean. Data collection was carried out by means of questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis used independent t-test. Results: the average nutritional knowledge of the subjects was 62,65 (sufficient), nutritional status was 24,7 (normal), work productivity was 107,94 (sufficient). The significant variables were knowledge of nutrition and nutritional status; and the non-significant variable was work productivity. Conclusion: there were differences in nutritional knowledge and nutritional status for female health workers and female non-health workers, but there was no significant difference in work productivity for female health workers and female non-health workers at RSIA SamMarie Basra
LITERASI REMAJA UPAYA MENCEGAH DAN MENANGGULANGI OBESITAS PADA REMAJA (MAGER) DI SMPN 59, BANTARGEBANG-BEKASI Yulia Wahyuni; Tasya Wilda M; Meri Novianti; Monica Monica; Nurul Shiva F; Anisa Nur A; Rahmawati Rasidin
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i3.24870

Abstract

Masalah obesitas merupakan masalah kesehatan pada remaja yang menjadi pencetus masalah kesehatan pada kelompok usia selanjutnya.Obesitas sebagai factor resiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus dll. Dengan demikian perlu upaya pencegahan maupun penanganan secara dini sehingga masalah kesehatan selanjutnya tidak akan terjadi. Berdasarkan data awal yang dilakukan di SMPN 59 Bantar Gebang menujukkan tingginya angka obesitas pada siswa siswi yang masuk pada kelompok usia remaja. Program Studi Ilmu GIZI Universitas Esa Unggul melakukan pengabdian masyarakat tentang MAGER dalam upaya penurunan angka obesitas pada remaja. Melihat antusiasme siswa siswi dalam setiap kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok usia remaja semangat dalam upaya pencegahan dan penanganan obesitas. Ini akan terwujud selanjutnya bila ada program yang memediasi baik dari pihak sekolah, pihak akademisi ataupun pihak pemerintah kesehatan setempat. Sehingga target pemerintah kesehatan untuk menurunkan angka obesitas khususnya pada remaja bisa terlaksana.Kata kunci : remaja, obesitas, edukasi gizi, asupan makan, aktifitas fisik.
the ANTE-NATAL CARE (ANC) VISITS, DIVERSITY OF FOOD CONSUMPTION, HB LEVELS OF PREGNANT MOTHERS AND NEWBORN WEIGHT, LENGTH DURING THE COVID-19 PANDEMIC: Kunjungan Ante Natal Care (ANC), Keragaman Konsumsi Pangan, Kadar Hb Ibu Hamil dan Berat Badan, Panjang Badan Bayi Baru Lahir Selama Pandemi Covid-19 Yulia Wahyuni; Mifthah Muliani Lubis; Jelita Martaulina
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1SP.2022.253-258

Abstract

Background: the covid-19 pandemic has caused restrictions on antenatal care (ANC). In addition, the limited availability of food ingredients to fulfill the nutrition of pregnant women. Lack of health monitoring and inadequate intake of pregnant women have impacted on weight and length of newborns Objectives: to analyze the correlation between the frequency of antenatal care visit (ANC), dietary diversity and Hb levels on pregnant women with weight and length of newborns at the Duren Sawit Healthy Pregnancy Clinic. Methods: The research design be a cross sectional approach. The sampling technique was accidental sampling in order to obtain 60 pregnant women and 60 newborns. Data collection techniques used the ANC questionnaire, Dietary Diversity Score (DDS), easy touch Hb, baby scales and infantometer boards. Results: There were 66.7% of pregnant women who had incomplete ANC visits, the average consumption diversity was good with a score of 8. 15% of pregnant women were classified as anemic. newborn babies are classified as LBW so-and-so many 5%. The average length of newborns is 48.25 cm. Based on the Spearman rank test, it showed that there was a significant correlation between the diversity of food consumption, HB levels and weight  of newborns (p=0.015), (p=0.001) with a value of r=(0.46 and 0.52); and there was no relationship between ANC visits with weight  on newborns (p=0.79), (r=-0.21). There is a significant correlation between HB levels and length on newborns (p=0.001) with r=0.57 and there is no relationship between ANC visits, diversity of food consumption and length on newborns (p=0.67), (p=0.54) and the value of r (0.34) (0.26) Conclusions: there is no relationship between ANC visits weight and length of newborns, the diversity of food consumption of pregnant women is related to weight of newborns but not to length of newborns. Hb levels on pregnant women are significantly related to weight and length of newborns.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abu Mansur, Abu Adrianto, Yudhi Afrida Sukmawati Ainun Nurhaliza Angelina Pasaribu Anisa Nur A Ardiyanti, Aanisah Asep Suherman Candra Kusuma Ningrum, Galuh Desi Fitriani Desi Fitriani Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Ratna Dewi, Tyas Laksita Dhea Sabha Fasya Dudung Angkasa Ellawati, Evita Ella Elsye Meilinda Br Sembiring Meliala Erry Yudha Mulyani Erry Yudhya Mulyani Ety Nurhayati Eugidia Mayang Ghiffari Ezzedine, Nazma Shazia Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri Oviyanti Fransiskus Febri Juferta Telaumbanua Gunawan, Caroline Ferisca Hana Atikah Harna, Harna Hartati, Fitria Hartati, Lilik Sri Helmi Imelda Idrus Jus'at Idrus Jus'at Idrus Jus’at Inggrid Tabalessy Irianto, Sugeng Eko Isniati Dwijayanti Jelita Martaulina Jus'at, Idrus Jusat, Idrus Khairi, Rofifa Koswara, Ari Kristina Rosalia Pakpahan L. Lisnawati Laras Sitoayu Lestari, Nurindah Leyrina Rizky Utami Lintang Purwara Luqyyana Hanifah M. Yogi Riyantama Isjoni Maria Tambunan Marwah, Melia Maryamah Maryamah Maya Fernandya Siahaan Mayliana Perangin Angin Meisya Talahaturuson Meri Novianti MF. Arrozi Adhikara Mifthah Muliani Lubis Miza Mustika Monica Monica Monica Monica, Monica Muhammad Raihan Muslim, Siti Zaqiah Nadiyah Nadiyah Nadiyah, - Nanda Septiana Nora, Adri Novianti, Anugrah Novianti, Meri Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Nur A, Anisa Nurbaiti, Syifa Nurul Shiva F Nuzrina, Racmania Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Permata, Sari Indah Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Priyasna, Irpan Putri Ronitawati Rachmanida Nuzrina Rahmawati Rasidin Ramadhani Tiara Putri Rasidin, Rahmawati Ratna Dewi Ratna Dwi Ismianti Retno Widiastuti Reza Fadhilla Rofifa Khairi Rosadahe, Lia Laili Rosya, Ernalinda Sa'pang, Martien Sa'pang, Mertien Saefudin, Nur Azka Salsabila, Lutfia Sari Indah Permata Sari, Indah Iman Sari, Widia Selly Apliyanti Wulandari Shiva F, Nurul Siti Hanifah Siti Hanifah Sri Teguh Rahayu, Sri Teguh Sukarno, Anita Sumitra, Putri Azahra Tasya Wilda M Tyas Putri Utami Umi Kholifah Ummanah Ummanah, Ummanah Veronika, Erna Veza Azteria Vionalita, Gisely Vira Herliana Putri Vitria Melani, Vitria Wafiq Qutrotul Aeni Soba Widia Sari Wilda M, Tasya Wulandari, Selly Apliyanti Yuliati Yuliati Yunarti Yosefa M. Manec Yusira, Puvet