Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi Berdasarkan Status Gizi dan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMP Gatra Desa Kohod Kabupaten Tangerang Yulia Wahyuni; Siti Hanifah; Sari Indah Permata; Ernalinda Rosya; Ety Nurhayati; Widia Sari
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.12647

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, psikis, dan psikososial. Salah satu masalah yang terjadi pada remaja ialah status gizi kurang dengan siklus menstruasi yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi makro dan mikro berdasarkan status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Gatra. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswi kelas VII, VIII, dan IX menggunakan teknik total sampling. Uji statistik yang digunakan ialah uji t-test independent. Hasil Uji perbedaan asupan karbohidrat berdasarkan status gizi normal dan tidak normal didapatkan p 0.037, asupan protein p 0.177, asupan lemak p 0.030, asupan kalsium p 0.024, asupan magnesium p 0.080, dan asupan zat besi p 0.269. Hasil uji perbedaan asupan karbohidrat berdasarkan siklus menstruasi normal dan tidak normal didapatkan p 0.057, asupan protein p 0.190, asupan lemak p 0.452, asupan kalsium p 0.861, asupan magnesium p 0.0624, dan asupan zat besi p 0.890. Berdasarkan hasil uji perbedaan tersebut asupan karbohidrat, lemak dan kalsium berdasarkan status gizi normal dan tidak normal memiliki nilai p 0.05, artinya ada perbedaan asupan karbohidrat, lemak dan kalsium berdasarkan status gizi normal dan tidak normal. Hasil uji perbedaan asupan makro dan mikro berdasarkan siklus menstruasi normal dan tidak normal memiliki nilai p 0.05, artinya tidak ada perbedaan asupan asupan zat gizi makro dan mikro berdasarkan siklus menstruasi normal dan tidak normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KONSUMSI CAIRAN DAN STATUS GIZI DENGAN STATUS HIDRASI PADA KURIR EKSPEDISI Fitri Kurniawati; Laras Sitoayu; Vitria Melani; Rachmanida Nuzrina; Yulia Wahyuni
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6428

Abstract

Background: Hydration results from body fluids balance, while dehydration results from body fluids imbalance. Dehydration can result from losing too much water, not drinking enough or both of these things. There are certain job who has  special needs for fluids especially who works in hot environments.Objective: To determine the relationship between knowledge, fluid intake and nutritional status with hydration status in expedition couriers.Methods: A cross-sectional design with 44 expedition couriers as the research subject. Knowledge of fluids were obtained using a questionnaire, fluid intake were obtained by interview using repeated 24-h food recall, nutritional status were obtained by using BMI and the hydration status were obtained by urine specific gravity using urinalysis reagent strips. The data was processed and analyzed using Pearson correlation test.Results: Most of the respondents had sufficient knowledge (59.1%). The average fluid intake of the respondents were 2562 mL. Most of the respondents had normal nutritional status (45.4%). Almost half of respondents has pre-dehydration (45.5%). There  were arelationship between knowledge of fluids and hydration status (p=0,0001, r=-0,514), also between fluid intake and hydration status (p=0,0001, r=-0,685). There is no relationship between nutritional status and hydration status (p=0,337, r=0,148).Conclusion: Fluid intake and hydration status on expedition couriers are still not as expected, even though expedition couriers have sufficient knowledge. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECUKUPAN LEMAK TIDAK JENUH TUNGGAL, MINERAL, DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSBINDU PTM PUSKESMAS TAJUR KOTA TANGERANG Kristina Rosalia Pakpahan; Nadiyah Nadiyah; Harna Harna; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v12i2.2962

Abstract

Latar Belakang. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai penyakit yang saling berhubungan. Semakin bertambahnya umur maka fungsi fisiologis tubuh juga semakin berkurang dan terjadi perubahan-perubahan terutama pada perubahan fisiologis karena dengan semakin bertambahnya umur, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Hipertensi juga sering dikaitkan dengan status gizi karena seseorang yang memiliki berat badan lebih cenderung mengalami hipertensi daripada orang dengan berat badan normal. Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia yaitu berkurangnya kekuatan jantung. Asupan makan sangat berperan penting dalam menunjang kesehatan dan kontrol tekanan darah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan lemak tidak jenuh tunggal, kalsium, magnesium, kalium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posbindu PTM Puskesmas Tajur Kota Tangerang. Metode. Rancangan penelitian menggunakan desain cross-sectional. Rancangan dipilih secara proportional stratified random berjumlah 108 responden. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan lemak tidak jenuh tunggal (96,3%), kalsium (81,5%), dan kalium (54,6%) tergolong kurang (<77% AKG) namun untuk tingkat kecukupan magnesium tergolong cukup (68,5%) dan sebagian besar responden dengan status gizi overweight (74%). Oleh karena itu, tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan lemak tidak jenuh tunggal, kalsium, magnesium, kalium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi (p>0,05). Kesimpulan. Tidak ada hubungan antara kecukupan konsumsi lemak tidak jenuh tunggal, kalsium, magnesium, kalium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posbindu PTM Puskesmas Tajur Kota Tangerang. Akan tetapi kemungkinan disebabkan faktor resiko lain yang berhubungan dengan hipertensi yang tidak dianalisa dalam penelitian ini. Selain itu, perlu diperhatikan asupan untuk menunjang kesehatan lansia.
Asupan folat, vitamin b12, vitamin e berhubungan dengan kadar hemoglobin (hb) ibu hamil di Puskesmas Kebon Jeruk Elsye Meilinda Br Sembiring Meliala; Nadiyah Nadiyah; Anugrah Novianti; lintang Purwara Dewanti; Yulia Wahyuni
Darussalam Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2020): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v4i2.4051

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah kritis yang dihadapi ibu hamil adalah risiko mengalami anemia. Risiko terjadinya anemia pada masa kehamilan disebabkan oleh peningkatan volume plasma sekitar 20-30% akibatnya kebutuhan zat gizi pembentuk hemoglobin (Hb) juga mengalami peningkatan. Tahun 2015 prevalensi ibu hamil sebanyak 4.295 jiwa dan 1.249 jiwa atau 29% diantaranya mengalami anemia. Tujuan: Mengetahui hubungan asupan folat, vitamin B12, vitamin E dan kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil di Puskesmas Kebon Jeruk. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 58 ibu hamil. Sampel berusia 19-42 tahun dengan usia kehamilan trimester 1 hingga trimester 3. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil adalah 11,5 ± 1,3 g/dL, asupan folat 245,8 ± 92,1 mcg, asupan vitamin B12 5,4 ± 2,1 mcg dan asupan vitamin E 16,4 ± 2,2 mg. Hasil uji korelasi pearson product moment menunjukkan terdapat hubungan antara asupan folat (p=0,0001; r=0,830), vitamin B12 (p=0,0001; r=0,716), vitamin E (p=0,0001; r=0,688) dan kadar hemoglobin (Hb). Kesimpulan: Semakin tinggi asupan folat, vitamin B12, vitamin E maka akan semakin tinggi pula kadar hemoglobin (Hb).Background: One of the critical problems faced by pregnant women is the risk of developing anemia. The risk of anemia during pregnancy is caused by an increase in plasma volume of about 20-30% as a result, the need for hemoglobin formed nutrients (Hb) also increases. In 2015, the prevalence of pregnant women was 4,295 people and 1,249 people or 29% of them had anemia. Objective: To determine the relationship between intake of folate, vitamin B12, vitamin E and hemoglobin (Hb) levels of pregnant women at Puskesmas Kebon Jeruk. Method: This research was an observational study with a cross sectional design and the sampling technique used was purposive sampling method with a total sample of 58 pregnant women. Samples aged 19-42 years with gestational age trimester 1 to trimester 3. Results: The results showed that the average hemoglobin level in pregnant women was 11.5 ± 1.3 g / dL, folate intake was 245.8 ± 92.1 mcg , intake of vitamin B12 5.4 ± 2.1 mcg and intake of vitamin E 16.4 ± 2.2 mg. The results of the Pearson product moment correlation test showed that there was a relationship between folate intake (p = 0.0001; r = 0.830), vitamin B12 (p = 0.0001; r = 0.716), vitamin E (p = 0.0001; r = 0.688 ) and hemoglobin (Hb) levels. Conclusion: The higher the intake of folate, vitamin B12, vitamin E, the higher the hemoglobin (Hb) level.
Asupan magnesium, kalsium, purin, vitamin c, kafein dan kadar asam urat pada wanita menopause Hana Atikah; Yulia Wahyuni; Anugrah Novianti
Darussalam Nutrition Journal Vol 4, No 2 (2020): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v4i2.4049

Abstract

Latar Belakang: Kadar asam urat cenderung meningkat pada wanita yang sudah mengalami menopause. Asupan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat. Sedangkan menjaga asupan vitamin C, kalsium dan magnesium dalam batas wajar berpotensi mengurangi kadar asam urat dalam darah. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan magnesium, kalsium, vitamin C, purin dan kafein terhadap kadar asam urat wanita menopause.Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek adalah wanita menopuse rentan usia 51-92 tahun berjumlah 70 orang. Data asupan purin, vitamin C, kalsium, magnesium dan kafein diperolehmenggunakan formulir Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan kadar asam urat dengan alat Easy touch GCU. Analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil: Rerata kadar asam urat 5,949 ± 1,79 mg/dl. Sebanyak 44,29% subjek memiliki asupan purin tinggi, sebanyak 64,3% subjek memiliki asupan vitamin C yang rendah. Terdapat hubungan antara asupan purin, vitamin C dan kalsium terhadap kadar asam urat subjek (p = 0,003 ; p = 0,011 ; p = 0,037 secara berurut). Tidak terdapat hubungan antara asupan magnesium dan kafein terhadap kadar asam urat subjek ( p = 0,545 ; p = 0,358 secara berurut). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan purin, kalsium dan vitamin C terhadap kadar asam urat pada subjek. Background: Uric acid levels tend to increase in women who have experienced menopause. High purine intake is thought to be one of the causes of increased uric acid levels. While maintaining the intake of vitamin C, calcium and magnesium and caffeine within the recommended limits have the potential to reduce uric acid levels in the blood. Objective: To determine the relationship between intake of purines, vitamin C, calcium, magnesium, and caffeine intake on uric acid levels in menopausal women in the Mampang sub-district health center. Method: Cross-sectional was the design of this study. The sample used was menopausal women vulnerable to age 51-92 years totaling 70 people in the Mampang District Health Center. Data on the intake of purines, vitamin C, calcium, magnesium, and caffeine were obtained by conducting interviews using semi-quantitative food frequency and uric acid levels using the Easy touch GCU tool. Bivariate analysis was performed using Pearson and Spearman correlation tests. Results: The average level of uric acid respondents 5.949 ± 1.79 mg/dl. As many as 44.29% of respondents had high purine intake and 64.3% of respondents had low vitamin C intake. There was a significant relationship between intake of purines, vitamin C and calcium on uric acid levels of menopausal women (p = 0.003; p = 0.011; p = 0.037 sequentially). But no association was found between magnesium and caffeine intake on uric acid levels in menopausal women (p = 0.545; p = 0.250 sequentially). Conclusion: There was a significant relationship between intake of calcium, purines, vitamin C and on uric acid levels in menopausal women in the Mampang sub-district health center. Suggestion: The consumption of respondent's vitamin C is low, therefore increasing the consumption of fruits and vegetables is sufficient in good menopausal women to prevent increased uric acid levels.
Glycemic load, fiber, magnesium, zinc, physical activity, stress factor and fasting blood glucose level Ramadhani Tiara Putri; Yulia Wahyuni; Idrus Jus&#039;at
Darussalam Nutrition Journal Vol 5, No 1 (2021): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v5i1.4019

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases and some of the trigger factors are food intake, physical activity and stress factors. Objective: To know the relationship between glycemic load, intake of fiber, magnesium, zinc, stress levels, physical activity, and fasting blood glucose levels of female Patients with Type 2 Diabetes Mellitus in Cibinong Hospital. Research methods: This research is a quantitative study with a cross sectional study design. The population of this study were all female patients with type 2 diabetes mellitus who attended exercise as many as 30 subjects. Measurement of food intake data used the 3 x 24 recall method. Physical activity data used a 3 x 24 hour recall questionnaire while stress data used the Diabetes Distress Scale (DDS). The data analysis of this research used Pearson correlation, independent sample t test. Research result: The mean age of respondents was 59 years, glycemic load was 127.4 units, fiber intake was 17.31 grams, magnesium 380.5 mg, zinc 6.84 mg. A total of 9 people with moderate stress levels, physical activity PAL value of 1.81 and fasting blood glucose levels 138.23 mg / dL. There is a relationship between glycemic load (p = 0.003), fiber intake (p = 0.03), magnesium (p = 0.001), physical activity (p = 0.043) and fasting blood glucose levels. There was no relationship between zinc intake and fasting blood glucose levels (p = 0.178). There was no difference in fasting blood glucose levels based on the subject's stress level (p = 0.161).Conclusion: Glycemic load, fiber intake, magnesium and physical activity are all factors that affect fasting blood glucose levels.
Kecukupan Gizi, Pengetahuan, dan Anemia Ibu Hamil Eugidia Mayang Ghiffari; Harna Harna; Dudung Angkasa; Yulia Wahyuni; Lintang Purwara
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i1.186

Abstract

Selama masa kehamilan, terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin menuju masa kelahiran. Salah satu masalah gizi yang sering terjadi selama kehamilan adalah anemia. Menurut data Riskesdas tahun 2013 prevalensi anemia kehamilan sebesar 37,1% dan mengalami peningkatan pada 2018 menjadi 48,9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat kecukupan gizi (protein, zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C) dan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan melibatkan 50 ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk sebagai responden dengan pengambilan sample melalui teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan menggunakan alternatif fisher’s exact test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 4% ibu hamil mengalami anemia . Sebagian besar memiliki tingkat asupan zat besi, asam folat, dan vitamin C yang kurang, serta tingkat pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil yang cukup. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan gizi (protein, zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C) dengan kejadian anemia (pvalue>0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia (p=1,000) . Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan gizi dan tingkat pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Saran dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebaiknya memperhatikan kecukupan zat gizi yang baik selama kehamilan (protein, zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C), serta menambah pengetahuan mengenai anemia untuk mencegah kejadian anemia.
EFEKTIFITAS PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI KONSUMSI CAIRAN PADA REMAJA DI SMPN 220 JAKARTA BARAT Prita Dhyani Swamilaksita; Yulia Wahyuni
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 1 NOMOR 1 MARET 2017 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.579 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v1i1.1037

Abstract

ABSTRAK Salah satu masalah gizi pada remaja adalah kurangnya konsumsi air sehingga rentan mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh banyaknya aktifitas fisik yang menguras tenaga dan juga cairan tubuh. penyebab kurangnya konsumsi cairan adalah kurangnya pengetahuan terhadap fungsi cairan bagi tubuh. Tidak efektifnya pendidikan gizi pada remaja berdampak pada pengetahuan yang kurang pula sehingga menyebabkan perilaku makan dan minum yang salah. Oleh sebab itu, salah satu kewajiban setiap perguruan tinggi adalah menyelenggarakan kegiatan pengabdian msyarakat, yang pada kegiatan ini bertujuan utuk memberikan informasi mengenai manfaat konsumsi cairan pada remaja, meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan remaja mengenai konsumsi cairan, serta mengetahui efektifitas media permainan monopoli terhadap terjadinyaperubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap konsumsi cairan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi menggunakan media permainan monopoli dengan sasarannya yaitu remaja di SMPN 220 Jakarta Barat. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi perubahan dan peningkatan pada pengetahuan, sikap, dan tindakan konsumsi cairan pada remaja sebelum dan sesudah kegiatan permainan monopoli sehingga dapat disimpulkan bahwa media permainan monopoli merupakan media yang efektif sebagai media pembelajaran pada usia remaja. Kata Kunci: Konsumsi Cairan, Sosialisasi Gizi, Media Edukasi Gizi, Permainan Monopoli ABSTRACT One of the problems in adolescents nutrition is the lack of water consumption, so that susceptible to dehydration caused by the amount of physical activity is strenuous and bodily fluids. The the lack of fluid intake causes the lack of knowledge on the function of body fluids. Ineffectiveness of nutrition education in adolescents impact the lack of knowledge is also causing to bad eating and drinking behavior. Therefore, one of the obligations of each college is organizing community service activities. The aim of this activity weeks to provide information about the benefits of fluid intake in adolescents, to improve knowledge, attitude, and practice regarding the liquid consumption in adolencents, and determine the effectiveness of media monopoly game against changes in knowledge, attitudes, and actions toward adolescent consumption of fluids. The method used in this activity is socialization using media monopoly game with the target is students in SMPN 220 Jakarta Barat. The results of this activity are changes and increased knowledge, attitudes, and practice in fluid consumption of adolescents before and after the game of monopoly activities, so that it can be concluded that monopoly game is an effective media as a learning media in adolescents. Keywords: Fluid consumption, Nutritional Counseling, Media of Nutrition
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN MAKAN BAYI ANAK (PMBA) DAN PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI KURANG (WASTING) PADA BALITA USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS PORIS PLAWAD Laras Sitoayu; Helmi Imelda; Lintang Purwara Dewanti; Yulia Wahyuni
Jurnal Sains Kesehatan Vol 28, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.28.2.1-11

Abstract

ABSTRAKStatus Gizi kurang (Wasting) adalah kondisi berat badan balita yang tidak sepadan dengan tinggi badannya. Biasanya terjadi karena penurunan berat badan drastis akibat tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi harian balita dan biasanya disertai dengan satu atau lebih penyakit.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian makan pada bayi anak (PMBA) dan penyakit infeksi dengan gizi kurang (wasting) pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Metode Penelitian cross sectional dengan Perhitungan sampel berdasarkan rumus sampling uji 2 proporsi sehingga diperoleh  jumlah sampel sebanyak 100 orang sampel, menggunakan purposive sampling dengan kriteria balita berusia 6-24 bulan. Dilakukan uji statisik Chi-Square untuk mengetahui hubungan riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif, riwayat masih disusui ASI, praktik pemberian MP-ASI dan penyakit infeksi. Hasil : status gizi kurang (wasting) berhubungan dengan riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif , dan penyakit infeksi (p ≤ 0,05). Simpulan : riwayat IMD, riwayat ASI Eksklusif , dan penyakit infeksi memiliki hubungan dengan status gizi kurang pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Poris Plawad. Perlu adanya edukasi di masyarakat tentang 1000 HPK dan praktik Pemberian MP-ASI pada balita.  ABSTRACTmalnutrition status (wasting) is a condition  of toodlers’ weight  that disproportionate with their height.  Usually occurs due to extreme weight loss due to insufficient daily nutritional needs of toodlers and usually accompanied by one or more diseases. The aim of this study was to determine the correlation between the history of feeding in infants (PMBA) and infectious diseases. With malnutrition (wasting) in children 6-24 months of age at Poris Plawad Health Center.  The research method is cross sectional with the calculation of the sample based on tha 2 proportion test sampling formulain order to obtain a total sample of 100 people, using purposive sampling criteria with children 6-24 months of age. Chi-Square statistical test were carried out to determine the correlations between history of IMD, history of exclusive breastfeeding , and infectious diseases (p≤0.05). Conclusion: history of IMD, history of exclusive breastfeeding , and infectious diseases have a correlation with malnutrition status in children 6-24 months of age at Poris Plawad Health Centre. There need to be education in community about 1000 HPK and the practice .of providing complementary foods for toddlers. 
PERBEDAAN IMT, HEMOGLOBIN, ALBUMIN, UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH (DATA SEKUNDER) Ainun Nurhaliza; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.705 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4821

Abstract

Malnutrisi pada pasien hemodialisis menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Untuk itu perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin, penilaian status gizi yang dapat dilakukan pada pasien hemodialisis adalah dengan menggunakan antropometri yaitu perhitungan IMT, dan biokimia. Adanya penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, menjadi salah satu resiko terjadinya malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Albumin, Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Hemodialisa Dengan Dan Tanpa Diabetes Melitus Di RSIJ Cempaka Putih (Data Sekunder). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 66 responden. Data IMT menggunakan BB kering dan TB pasien, serta kadar Hb, albumin, ureum, dan kreatinin yang diperoleh dari rekam medik responden. Analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independen dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara IMT (pValue=0,0001), kadar hemoglobin (pValue=0,0001), albumin (pValue=0,0001), ureum (pValue=0,0001), dan kreatinin (pValue=0,0281) pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus. Kesimpulannya, ada perbedaan antara IMT, kadar hemoglobin, albumin, ureum, dan kreatinin pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afrida Sukmawati Ainun Nurhaliza Angelina Pasaribu Anisa Nur A Anita Sukarno Anugrah Novianti Anugrah Novianti Anugrah Novianti Ardiyanti, Aanisah Asep Suherman Desi Fitriani Desi Fitriani Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Ratna Dewi, Tyas Laksita Dhea Sabha Fasya Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dudung Angkasa Durotunisa, Siti Irma Ellawati, Evita Ella Elsye Meilinda Br Sembiring Meliala Erna Veronika Erry Yudha Mulyani Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Ety Nurhayati Eugidia Mayang Ghiffari Ezzedine, Nazma Shazia Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri Oviyanti Fransiskus Febri Juferta Telaumbanua Gunawan, Caroline Ferisca Hana Atikah Harna Harna, Harna Harna, Harna Hartati, Lilik Sri Helmi Imelda Idrus Jus&#039;at Idrus Jus&#039;at Idrus Jus’at Inggrid Tabalessy Irianto, Sugeng Eko Jelita Martaulina Jus'at, Idrus Jusat, Idrus Koswara, Ari Kristina Rosalia Pakpahan L. Lisnawati Laras Sitoayu Laras Sitoayu Lestari, Nurindah Leyrina Rizky Utami Lintang Purwara Luqyyana Hanifah Marwah, Melia Maryamah Maryamah Mayliana Perangin Angin Meisya Talahaturuson Meri Novianti MF. Arrozi Adhikara Mifthah Muliani Lubis Miza Mustika Monica Monica Monica Monica, Monica Muhammad Raihan Mury Kuswari Muslim, Siti Zaqiah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah, - Nanda Septiana Nora, Adri Novianti, Anugrah Novianti, Meri Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Nur A, Anisa Nurbaiti, Syifa Nurhayati, Ety Nurul Shiva F Nuzrina, Racmania Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Permata, Sari Indah Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Priyasna, Irpan Putri Ronitawati Rachmanida Nuzrina Rahmawati Rasidin Ramadhani Tiara Putri Rasidin, Rahmawati Ratna Dewi Ratna Dwi Ismianti Retno Widiastuti Reza Fadhilla Rinova, Rinova Aprillia Utari Rofifa Khairi Rosadahe, Lia Laili Rosya, Ernalinda Sa'pang, Mertien Saefudin, Nur Azka Sari Indah Permata Sari, Indah Iman Sari, Widia Selly Apliyanti Wulandari Shiva F, Nurul Siti Hanifah Siti Hanifah Sri Teguh Rahayu, Sri Teguh Sukarno, Anita Sumitra, Putri Azahra Tasya Wilda M Tyas Putri Utami Umi Kholifah Ummanah Ummanah, Ummanah Veza Azteria Vionalita, Gisely Vira Herliana Putri Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wafiq Qutrotul Aeni Soba Widia Sari Wilda M, Tasya Yuliati Yuliati Yunarti Yosefa M. Manec Yusira, Puvet