Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Motion Graphic sebagai Media Pendidikan Gizi pada Karyawan di Masa Pandemi Ratna Dwi Ismianti; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Yulia Wahyuni; Dudung Angkasa
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.1.6608

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of nutritional education through motion graphic media on knowledge and attitude of the four pillar of balanced nutrition in employees. The research is a quasy experimental study with two groups pretest-postest design. Sampling used was a purposive sampling. The target of this study is employees of Esa Unggul University who were divided into two groups, the intervention group that was given motion graphic and the control group which was not given the media, each group include 31 people. The results showed that there was an increase in knowledge in both the intervention group and the control group. Data analysis used was Mann-Whitney test. There was no difference in knowledge before intervention and there was a difference in knowledge after an intervention. As for the attitude, there was no difference in the two groups before, but there was a change in attitude in the intervention group. As the result, the study concluded that there is an effect of nutritional education with motion graphic media on the knowledge and attitude of the four pillars of balanced nutrition for Esa Unggul University’s employees.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui media motion graphic terhadap pengetahuan dan sikap empat pilar gizi seimbang pada karyawan. Jenis penelitian ini eksperimental semu dengan two group pretest-postest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel merupakan karyawan Universitas Esa Unggul yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi diberikan media motion graphic dan kelompok kontrol hanya diberikan ceramah. Masing-masing kelompok berjumlah 31 orang. Uji beda menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan pengetahuan sebelum intervensi antar kedua kelompok (p=0,189) dan ada perbedaan pengetahuan setelah intervensi antar kedua kelompok (p=0,001). Adapun untuk sikap, tidak ada perbedaan antar kedua kelompok sebelum (p=0,365) dan sesudah intervensi (p=0,435). Terdapat peningkatan sikap yang signifikan pada kelompok intervensi. Terdapat pengaruh pendidikan gizi dengan media motion graphic  terhadap pengetahuan dan sikap empat pilar gizi seimbang pada karyawan. 
Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) pada saat Bencana di Desa Ciherang Kecamatan Pacet Yulia Wahyuni; Erry Yudha Mulyani; Sri Teguh Rahayu; Yuliati Yuliati; Angelina Pasaribu; Miza Mustika; Luqyyana Hanifah; Wafiq Qutrotul Aeni Soba; Muhammad Raihan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9486

Abstract

ABSTRAK Bencana merupakan kejadian baik yang bersifat alam atau non alam tanpa bisa diprediksi terlebih dahulu. Dampak bencana alam dapat berupa kerusakan lingkungan secara meyeluruh yang menimbulkan kematian manusia secara masal. Dengan demikian dibutuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Indonesia merupakan salah satu Negara rawan bencana. Kelompok usia yang rentan dengan masalah tersebut adalah bayi dan balita. Penanggulangan bencana terkhusus pada kelompok usia tersebut seperti program PMBA. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok usia bayi dan balita di desa Ciherang sehingga dapat mencegah masalah gizi karena bencana dan dapat menangani masalah gizi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah demonstrasikan PMBA kepada masyarakat dan juga penyuluhan PMBA ditempat bencana. Hasil yang dicapai yakni edukasi PMBA berjalan dengan lancar sehingga pelayanan makan pada kelompok bayi dan balita terlaksana dengan baik pada fase satu kedaruratan. PMBA wajib dilakukan dalam keadaan bencana untuk mencegah dan menangani masalah gizi akut pada saat bencana Kata Kunci: Bencana Alam, PMBA, Gizi  ABSTRACT Disasters are both natural and non-natural events that cannot be predicted in advance. The impact of natural disasters can be in the form of damage to the environment as a whole which causes mass human death. Thus, preparedness is needed in dealing with disasters. Indonesia is a disaster-prone country. The age group that is vulnerable to this problem is infants and toddlers. Disaster management specifically for this age group such as the feeding children program. The purpose of this activity is to meet the nutritional needs of the infant and toddler age group in Ciherang village so that they can prevent nutritional problems due to disasters and can deal with nutritional problems. The method used in community service activities is demonstrating feeding children to the community and also counseling feeding children at the disaster site. The results achieved were feeding children education that ran smoothly so that food services for infants and toddlers were carried out well in the first phase of the emergency. Feeding children must be carried out in a disaster situation to prevent and deal with acute nutritional problems during a disaster Keywords: Natural Disasters, Feeding Children, Nutrition
PERBEDAAN IMT, HEMOGLOBIN, ALBUMIN, UREUM DAN KREATININ PADA PASIEN HEMODIALISA DENGAN DAN TANPA DIABETES MELITUS DI RSIJ CEMPAKA PUTIH (DATA SEKUNDER) Ainun Nurhaliza; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni; Anugrah Novianti
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 5 No 2 (2021): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jgipas.2021.5.2.4821

Abstract

Malnutrisi pada pasien hemodialisis menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Untuk itu perlu dilakukan penilaian status gizi secara rutin, penilaian status gizi yang dapat dilakukan pada pasien hemodialisis adalah dengan menggunakan antropometri yaitu perhitungan IMT, dan biokimia. Adanya penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, menjadi salah satu resiko terjadinya malnutrisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Perbedaan Indeks Massa Tubuh (IMT), Kadar Hemoglobin, Albumin, Ureum Dan Kreatinin Pada Pasien Hemodialisa Dengan Dan Tanpa Diabetes Melitus Di RSIJ Cempaka Putih (Data Sekunder). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan total sampel sebanyak 66 responden. Data IMT menggunakan BB kering dan TB pasien, serta kadar Hb, albumin, ureum, dan kreatinin yang diperoleh dari rekam medik responden. Analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independen dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan antara IMT (pValue=0,0001), kadar hemoglobin (pValue=0,0001), albumin (pValue=0,0001), ureum (pValue=0,0001), dan kreatinin (pValue=0,0281) pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus. Kesimpulannya, ada perbedaan antara IMT, kadar hemoglobin, albumin, ureum, dan kreatinin pada pasien hemodialisis dengan dan tanpa diabetes mellitus.
The Perbedaan pengetahuan gizi, status gizi, dan produktivitas kerja pada tenaga kesehatan dan non-kesehatan : Indonesia Laras Sitoayu; Leyrina Rizky Utami; Lintang Purwara Dewanti; Putri Ronitawati; Yulia Wahyuni
ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan) Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/argipa.v7i1.7258

Abstract

Nutrition for female workers has an important role, both for welfare and in order to increase discipline and productivity. Female workers are very prone to nutritional problems because the characteristics of female workers are different from that of male workers. This study aimed to determine the differences in nutritional knowledge, nutritional status and work productivity of female health workers (nakes) and female non-health workers (non-nakes) at RSIA Sammarie Basra, East Jakarta. This type of research is a quantitative study with adesign cross sectional. Subjects were 62 people consisting of 31 female nakes and 31 female non-nakes who were taken using the two difference test technique independent mean. Data collection was carried out by means of questionnaires and anthropometric measurements. Data analysis used independent t-test. Results: the average nutritional knowledge of the subjects was 62,65 (sufficient), nutritional status was 24,7 (normal), work productivity was 107,94 (sufficient). The significant variables were knowledge of nutrition and nutritional status; and the non-significant variable was work productivity. Conclusion: there were differences in nutritional knowledge and nutritional status for female health workers and female non-health workers, but there was no significant difference in work productivity for female health workers and female non-health workers at RSIA SamMarie Basra
PENINGKATAN LITERASI MIKROPLASTIK DAN PENERAPAN AUSDRISK TOOLS DALAM PENCEGAHAN RESIKO DIABETES TIPE 2 PADA IBU MAJELIS TAKLIM DI KAMPUNG KAPUK JAKARTA SELATAN Anita Sukarno; Erna Veronika; Yulia Wahyuni; Meisya Talahaturuson; Fransiskus Febri Juferta Telaumbanua; Mayliana Perangin Angin; Yunarti Yosefa M. Manec; Inggrid Tabalessy
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i3.1060

Abstract

Approximately 35% of the women of the Taklim At Taqwa Council suffer from hypertension and an increase in type 2 diabetes. Housewives are the heart of household life with big tasks, such as nurses and guarantors of nutrition for family members, and have the role of the main madrasah or first educator for children. his son. Empowerment of women is a major milestone in achieving optimal health and well-being for the family unit by increasing equality of access to health literacy. First, increase the ability to detect the risk of type 2 diabetes and literacy of mothers about microplastics and their negative impact on health, especially the risk of chronic disease and the ability to regulate diabetes nutritional patterns. The partner of the Community Partnership Program (PKM) is the Chairman of the Taklim Council At Taqwa Kampung Kapuk Lebak Bulus Village. This activity takes place from July to August 2023 in 5 stages, namely surveying problems, training on using AUSDRISK TOOLS in detecting the risk of type 2 diabetes, introducing microplastics, regulating the nutritional pattern of diabetics, and monitoring the evaluation of activities. This activity can increase partners' knowledge and skills in using instruments to detect the risk of type 2 diabetes, be able to read the numbering of plastic materials and identify safe plastic containers, and demonstrate the division of nutritional components of diabetes and making smoothies as a healthy snack for diabetics. Through this activity partners gain increased knowledge in detecting the risk of type 2 diabetes, the ability to identify safe plastic containers and prevent exposure to microplastics as well as the ability to regulate diabetic nutritional patterns.
Obesogenic Eating Behavior and Nutritional Status in Polycystic Ovary Syndrome Patients in Women of Childbearing Age at Harapan Kita Mother and Children's Hospital, Jakarta Yulia Wahyuni; Desi Fitriani
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i12.7203

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) affects the metabolic, endocrine and psychological systems. PCOS Mostly occurs in women of reproductive age. Problems with nutritional status in PCOS patients are supported by obesogenic eating behavior. This study aims to examine obesogenic eating behavior and nutritional status in PCOS patients. The type of research used is an analytical survey with a cross sectional study approach. This research was conducted at RSAB Harapan Kita. The sample for this study was women of childbearing age aged 20-35 years using a total sampling technique with a total sample of 33 people. Obesogenic dietary pattern data was obtained using SQFFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire) and nutritional status was obtained by BMI/U by directly measuring body weight using a digital scale and height using a microtoa. Data analysis uses Pearson correlation analysis.
PROGRAM INOVASI ABANG MESI MENINGKATKAN CAPAIAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS MARGA JAYA KOTA BEKASI TAHUN 2022 Widiastuti, Retno; Swamilaksita, Prita Dhyani; Wahyuni, Yulia; Novianti, Anugrah; Nuzrina, Racmania
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.38071

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Menyusui adalah cara paling efektif menjaga kesehatan bayi. Capaian ASI eksklusif menurut Data WHO, Profil Kesehatan Indonesia tahun 2022 dan Provinsi Jawa Barat bertururt-turut, 44%, 56,9% dan 59,4%. Data Dinas Kesehatan Kota Bekasi tahun 2021 didapatkan capaian ASI ekslusif Kota Bekasi sebesar 50,3%, sedangkan capaian UPTD Puskesmas Marga Jaya adalah 22,78% dan merupakan puskesmas dengan capaian ASI eksklusif  rendah di Kota Bekasi.Tujuan: Mengetahui hubungan umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap ibu, kondisi fisik payudara ibu, teknik perawatan bayi baru lahir, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan  dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah UPTD Puskesmas Marga Jaya Kota Bekasi tahun 2022.Metode: Penelitian menggunakan metode survey melalui pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 62 responden ibu bayi usia 6-11 bulan,  menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Responden yang berhasil ASI eksklusif sebanyak 53,2%, ibu dengan umur 20-35 tahun sebanyak 74,2%, 62,9% ibu dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi, 80,6% ibu rumah tangga, 93,5% pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif baik, sikap ibu terhadap ASI eksklusif positif sebanyak 69,4%, 90,3% kondisi fisik payudara ibu normal, 80,6% teknik perawatan bayi baru lahir gabung, 69,4% dukungan keluarga mendukung dan 58,1% mendapat dukungan tenaga kesehatan.  Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu (p=0,778), pendidikan ibu (p=0,354), pekerjaan ibu (p=0,372), pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif (p=0,332), sikap ibu terhadap ASI eksklusif (p=0,243), kondisi fisik payudara ibu (p=0,405), teknik perawatan bayi baru lahir (p=0,372), dukungan keluarga (p=0,243) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,143) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Simpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif, sikap ibu terhadap ASI eksklusif, kondisi fisik payudara ibu, teknik perawatan bayi baru lahir, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.Kata Kunci: ASI Eksklusif; kondisi payudara ; pengetahuan ibu; dukungan keluarga; tenaga kesehatan.ABSTRACTBackground: Breastfeeding is the most effective way to keep infant’s healthy. Data of WHO for 2022 shows 44% of infant get exclusive breastfeeding. Indonesia's health profile data for 2022 states the national exclusive breastfeeding coverage is 56.9% and West Java Province is 59.4%. The data of Dinas Kesehatan Bekasi City in 2021, it was found that the achievement of exclusive breastfeeding for Bekasi City was 50.3%, while the achievement of the UPTD Puskesmas Marga Jaya was 22.78%, which is the puskesmas with the low achievement exclusive breastfeeding in Bekasi City.Objective : To find out the relationship between age, education, occupation, knowledge. mother’s attitude, physical condition of mother’s breasts, newborn care techniques, family support and health worker support with the success of exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers in the UPTD Puskesmas Marga Jaya Bekasi City in 2022. Methods: The research used a survey methode through a cross sectional approach and a sampling technique by total sampling, 62 respondents, mothers of 6-11 month’s infants and using a Chi-Square test.                                           Results: The research found that 53.2% respondents succeeded in giving exclusive breastfeeding, 74.2% mothers aged 20-35 years, 62.9% mothers with secondary and higher education levels, 80.6% housewife, 93.5% had good knowledge of mothers about exclusive breastfeeding, 69.4% had positive attitudes about exclusive breastfeeding, 90.3% had normal physical condition of the mother's breasts, 80,6% technique care for newborn rooming in, 69.4% had family support supported and 58.1% had received support from health workers. There was no significant relationship between mother's age (p=0.778), mother's education (p=0.354), mother's occupation (p=0.372), mother's knowledge about exclusive breastfeeding (p=0.332), mother's attitude about exclusive breastfeeding (p=0.243 ), physical condition of the mother's breast (p=0.405), newborn care techniques (p=0.372), family support (p=0.243), support from health workers (p=0.143) with the success of exclusive breastfeeding.Conclusion: There is no significant relationship between mother's age, mother's education, mother's occupation, mother's knowledge about exclusive breastfeeding, mother's attitude about exclusive breastfeeding, physical condition of mother's breast, newborn care techniques, family support and health worker support with the success of exclusive breastfeeding.Keywords: Exclusive breast feeding; the physical condition of mother's breasts; mother’s knowledge;  family support; health worker.
PELATIHAN PENYELENGGARAAN MAKANAN DARURAT PADA RELAWAN DI WILAYAH PUSKESMAS PACET, KABUPATEN CIANJUR Mulyani, Erry Yudhya; Arrozi, Muhammad Fachruddin; Ummanah, Ummanah; Wahyuni, Yulia; Fadhilla, Reza; Irianto, Sugeng Eko
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i01.7203

Abstract

Penyelenggaraan makanan darurat di lakukan sebagai salah satu upaya penanggulangan kejadian bencana seperti tanah longsor, banjir, gempa bumi, kebakaran, kemarau panjang dan lainnya. Kegiatan ini dilakukan di bulan November-Desember. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat korban gempa di wilayah Cianjur yang terletak di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet. Adapun subjek utama dalam kegiatan ini adalah relawan yang ditugaskan di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur, Kecamatan Pacet berjumlah 15 peserta dengan latar belakang gizi dan 5 peserta latar belakang non gizi. Kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik (observasi). Kegiatan sosialisasi dilakukan selama 60 menit, pemaparan 20 menit dan diskusi 40 menit dengan memberikan materi penyelenggaraan makanan darurat. Kegiatan ini dilakukan berkelompok pada saat pembagian kelompok di lapangan. FGD ini dilakukan selama 30 menit sebelum melakukan pekerjaan dilapangan. Setelahnya, dilakukan evaluasi akhir kegiatan selama 30 menit. Penyelenggaraan dapur umum relawan dengan menyajikan makanan untuk makan utama 3 kali dan 2 kali snack. Malam hari melayani relawan yang secara accidental membutuhkan asupan makan atau minum. Berdasarkan pelatihan didapat adanya peningkatan pengetahuan terhadap manajemen penyelenggaraan makanan darurat untuk tim relawan. Namun demikian, perlu penyesuaian keterbatasan bahan makanan agar dapat memberikan pelayanan makanan darurat yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Dapur-darurat, Edukasi, Penyelenggaran-makanan-darurat, Relawan
Evaluasi Nilai Gizi dan Antioksidan Yogurt Nabati Berbahan Dasar Kara Benguk (Mucuna pruriens) Menggunakan Variasi Kultur Starter Fadhilla, Reza; Muslim, Siti Zaqiah; Nora, Adri; Wahyuni, Yulia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 16, No 01 (2024): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i01.7648

Abstract

Sekarang ini permintaan yogurt nabati berbahan dasar kacang-kacangan mengalami peningkatan, didasari atas perhatian masyarakat terhadap berbagai masalah kesehatan. Kara benguk (Mucuna pruriens) adalah jenis kacang lokal yang berpotensi dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan yogurt nabati karena kandungan gizinya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi nilai gizi dan antioksidan yogurt nabati berbahan dasar kara benguk yang difermentasi menggunakan variasi kultur starter berbeda. Yogurt nabati jenis set-yogurt dibuat dengan melarutkan tepung kara benguk dengan air (1 : 6 b/v), kemudian ditambah 3% bubuk skim, 3% sukrosa, dan 1% fruktooligosakarida (FOS). Selanjutnya dihomogenisasi, ditempatkan dalam wadah botol gelas, dan disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. Proses inokulasi dilakukan dengan memasukkan sebanyak 3% dari kultur starter yang telah diformulasikan ke dalam yogurt steril dan diinkubasi pada suhu 37°C dilakukan selama 72 jam. Parameter analisis meliputi, nilai proksimat, derajat keasaman (pH), protein terlarut (% nitrogen), dan aktivitas antioksidan (% inhibisi). Perbedaan jenis kultur starter menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap komponen karbohidrat dan protein yogurt, nilai tertinggi masing-masing sebesar 68,55% dan 28,16%. Perbedaan jenis kultur starter dan lamanya waktu fermentasi menunjukkan perbedaan nyata terhadap konsentrasi protein terlarut, tertinggi sebesar 37,5% (kultur campuran) selama 72 jam. pH terendah dan antioksidan tertinggi ditunjukkan pada kultur starter Lactobacillus acidophilus FNCC 0051, masing-masing sebesar 3,32, dan 87,11%. Kata Kunci: kara benguk, Mucuna pruriens, yogurt nabati, Lactobacillus, fermentasi
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan pada Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Medika BSD Nurbaiti, Syifa; Mulyani, Erry Yudhya; Sa’pang, Mertien; Wahyuni, Yulia; Novianti, Anugrah
Jurnal Gizi Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Gizi UNIMUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jg.11.1.2022.1-8

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition where the kidney(s) are damaged which is marked by the glomerular filtration rate<15mL/min/1.73m². Reports from IndonesianRenal Registry revealed that new patients undergoing hemodialysis in the Indonesian areincreasing every year. This study aims to see the health status of hemodialysis patients atMedika Hospital BSD. The design used was descriptive observational in November 2019 -February 2020, with cross sectional research design. The sampling method uses NonProbability Sampling, total samples taken was 46 respondent with age ratio >18 years to <60years old. The results showed 56.5% ureum levels >150 mg/dL, 76.1% hemoglobin levels ≤10g/dL, 71.7% malnutrition nutritional status (DMS score = >7), and 84.8% of the respondenthas bad health status. Keywords: Ureum levels, Hemoglobin levels, Dialysis Malnutrition Score (DMS), HealthStatus
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abu Mansur, Abu Adrianto, Yudhi Afrida Sukmawati Ainun Nurhaliza Angelina Pasaribu Anisa Nur A Ardiyanti, Aanisah Asep Suherman Candra Kusuma Ningrum, Galuh Desi Fitriani Desi Fitriani Devi Angeliana Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi, Ratna Dewi, Tyas Laksita Dhea Sabha Fasya Dudung Angkasa Ellawati, Evita Ella Elsye Meilinda Br Sembiring Meliala Erry Yudha Mulyani Erry Yudhya Mulyani Ety Nurhayati Eugidia Mayang Ghiffari Ezzedine, Nazma Shazia Fitri Kurniawati Fitri Kurniawati Fitri Oviyanti Fransiskus Febri Juferta Telaumbanua Gunawan, Caroline Ferisca Hana Atikah Harna, Harna Hartati, Fitria Hartati, Lilik Sri Helmi Imelda Idrus Jus&#039;at Idrus Jus&#039;at Idrus Jus’at Inggrid Tabalessy Irianto, Sugeng Eko Isniati Dwijayanti Jelita Martaulina Jus'at, Idrus Jusat, Idrus Khairi, Rofifa Koswara, Ari Kristina Rosalia Pakpahan L. Lisnawati Laras Sitoayu Lestari, Nurindah Leyrina Rizky Utami Lintang Purwara Luqyyana Hanifah M. Yogi Riyantama Isjoni Maria Tambunan Marwah, Melia Maryamah Maryamah Maya Fernandya Siahaan Mayliana Perangin Angin Meisya Talahaturuson Meri Novianti MF. Arrozi Adhikara Mifthah Muliani Lubis Miza Mustika Monica Monica Monica Monica, Monica Muhammad Raihan Muslim, Siti Zaqiah Nadiyah Nadiyah Nadiyah, - Nanda Septiana Nora, Adri Novianti, Anugrah Novianti, Meri Noviyanti, Anugrah Noviyanti, Anugrah Nur A, Anisa Nurbaiti, Syifa Nurul Shiva F Nuzrina, Racmania Palupi, Khairizka Citra Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes Permata, Sari Indah Pradini, Indira Prita Dhyani Swamilaksita Priyasna, Irpan Putri Ronitawati Rachmanida Nuzrina Rahmawati Rasidin Ramadhani Tiara Putri Rasidin, Rahmawati Ratna Dewi Ratna Dwi Ismianti Retno Widiastuti Reza Fadhilla Rofifa Khairi Rosadahe, Lia Laili Rosya, Ernalinda Sa'pang, Martien Sa'pang, Mertien Saefudin, Nur Azka Salsabila, Lutfia Sari Indah Permata Sari, Indah Iman Sari, Widia Selly Apliyanti Wulandari Shiva F, Nurul Siti Hanifah Siti Hanifah Sri Teguh Rahayu, Sri Teguh Sukarno, Anita Sumitra, Putri Azahra Tasya Wilda M Tyas Putri Utami Umi Kholifah Ummanah Ummanah, Ummanah Veronika, Erna Veza Azteria Vionalita, Gisely Vira Herliana Putri Vitria Melani, Vitria Wafiq Qutrotul Aeni Soba Widia Sari Wilda M, Tasya Wulandari, Selly Apliyanti Yuliati Yuliati Yunarti Yosefa M. Manec Yusira, Puvet