Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Video Tutorial dalam Pembelajaran Matematika Di Masa Pandemi Covid-19 Aswasulasikin, A; Hadi, Yul Alfian; Ibrahim, Doni Septu Marsa; Suhirman, Suhirman; Pujiani, Sri
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v7i1.3828

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana respon siswa dalam penggunaan video tutorial untuk mendukung kegiatan pembelajaran daring di masa pendemi virus corona pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah angket yang dikembangkan dari teori difusi inovasi Rogers. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penggunaan video tutorial sebagai media pembelajaran terdiri dari empat tahap, yaitu: persiapan, perekaman, penyelesaian akhir, dan implementasi. Respons siswa terhadap keuntungan yang diperoleh dari penggunaan video tutorial adalah bernilai 3,58, artinya baik. Respons siswa terhadap kesesuaian video tutorial adalah bernilai 4,35, artinya sangat baik. Respons siswa terhadap tingkat kesulitan dari penggunaan video tutorial adalah bernilai bernilai 3,70, artinya baik. Respons siswa terhadap ketercobaan video tutorial adalah bernilai 4,12, artinya baik, dan Respons siswa terhadap keteramatan hasil penggunaan video tutorial adalah bernilai 3,38, artinya cukup. Hasil akhir dari respon siswa dalam menggunakan video pembelajaran bernilai 3,83, ini artinya penggunaan video dalam proses pembelajaran pada siswa Sekolah Dasar.
Intervensi Dini Kesulitan Belajar (Diskalkulia) Siswa Sekolah Dasar Ibrahim, Doni Septu Marsa; Santoso, Aan Budi; Aswasulasikin, Aswasulasikin; Hadi, Yul Alfian; Akbar, Ahmad Zahidin
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 7, No 1 (2021): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v7i1.3414

Abstract

Siswa sekolah dasar secara umum memiliki tingkat usia yang sama namun sekolah belum memiliki pemetaan yang menyeluruh dalam hal tingkat kemampuan kognitif. Keberagaman level kognitif ini menyebabkan timbulnya permasalahan dalam pembelajaran salah satunya kesulitan dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kesulitan belajar dan merancang tindakan untuk mengintervensi dini  kesulitan belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan sumber penelitian berjumlah 2 grup responden, yaitu: grup pertama terdiri dari dua siswa dan grup kedua terdiri dari wali kelas.  Hasil penelitian menunjukkan masalah kesulitan belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal berupa lemahnya kemampuan motorik, kurangnya minat dan motivasi belajar. Sedangkan faktor eksternal ialah cenderung dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan kelompok pertemanan. Salah satu program perbaikan yang digunakan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa yaitu dengan memberikan bimbingan belajar individual.Kata Kunci: intervensi dini, kesulitan belajar
Penanaman Nilai Nasionalis Melalui Pembelajaran Budaya Lokal Sasak di Sekolah Dasar Aswasulasikin, Aswasulasikin; Pujiani, Sri; Alfian Hadi, Yul
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2020): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : universitas hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v6i1.2027

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Nasionalis melalui Pembelajaran berbagai budaya lokal suku sasak yang ada di wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat. Beberapa survey dari hasil penelitian menunjukan bahwa rasa nasionalisme generasi bangsa Indonesia sudah menurun diakibatkan oleh perkembangan teknologi dan digilasasi yang membabibuta menguasai generasi bangsa tanpa terkendali. Disisi lain ancaman masuknya budaya-budaya dari barat yang berpotensi yang dipertontonkan oleh wisatawan mancanegara dan pengaruh tontonan yang tidak bisa dikendalikan akan mengerus rasa nasionalisme generasi bangsa Indonesia. Sekolah Dasar sebagai Garda terdepan dalam mengantisipasi lunturnya jiwa nasionalisme generasi bangsa perlu berjuang keras dalam menanamkan rasa Nasionalisme generasi bangsa melalui pembelajaran yang akan memperkuat nilai-nilai nasionalisme, salah satu diantaranya adalah dengan terus memperkenalkan budaya lokal agar tidak kalah dengan masuknya budaya-budaya barat yang sangat berpotensi merusak rasa nasionalisme
Pengembangan Kamus Bergambar Bahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini Menggunakan Model ADDIE Arianti, Baiq Desi Dwi; Aswasulasikin, Aswasulasikin; Hadi, Yul Alfian; Ibrahim, Doni Septu Marsa; Suryansah, Suryansah
Jurnal Golden Age Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v5i2.4590

Abstract

Perkembangan kognitif anak dan perkembangan bahasa sangat erat hubungannya. Bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam proses berpikir anak usia dini. Dengan mempelajari berbagai macam Bahasa akan melatih konsentrasi dan fleksibilitas kognitif anak. Pembelajaran Bahasa asing untuk anak-anak dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik. Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat membantu keefektifan dan ketersampaian isi serta pesan pembelajaran pada proses pembelajaran anak usia dini. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran Bahasa Inggris sehingga kemampuan kognitif anak dapat ditingkatkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Research and Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada penelitian ini hanya mengkaji pengembahan sampai tahap Development dengan hasil terciptanya produk kamus bergambah Bahasa Inggris untuk anak usia dini
Metode Bermain Peran Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 6 Tahun Hadi, Yul Alfian; Aswasulasikin, Aswasulasikin; Ramdhani, Sandy
Jurnal Golden Age Vol 3, No 02 (2019): Jurnal Golden Age
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/goldenage.v3i02.3477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap kemampuan berbicara anak usia 6  tahun di PAUD PGRI Korleko tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitianOne-Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 6  tahun yang berjumlah 15 anak di PAUD PGRI Korleko. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan uji t-test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh metode bermain peran terhadap kemampuan berbicara anak dengan nilai  (21,893)  (1,761), yang berarti   diterima dan  ditolak. Perbedaan kemampuan berbicara anak dengan pretest diperoleh nilai rata-rata persentase keberhasilan keseluruhan anak sebesar 33,3% termasuk dalam kategori penilaian “Mulai Berkembang” (MB), dan setelah dilaksanakan perlakuan atau posttest diperoleh total nilai rata-rata persentase keseluruhan meningkat dari sebelumnya yakni sebesar 73% dengan kategori penilaian “Berkembang Sesuai Harapan” (BSH).
TUAN GURU SEBAGAI TOKOH PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI PEDESAAN Aswasulasikin Aswasulasikin; Siti Irene Astuti Dwiningrum; Sumarno Sumarno
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2015): Juni
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.315 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v3i1.6669

Abstract

Tuan Guru sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat di Pulau Lombok mempunyai pengaruh yang besar di tengah-tengah masyarakatnya, karena tokoh masyarakat memiliki keunggulan, baik dalam ilmu pengetahuan, jabatan, dan secara langsung dari keturunan. Tuan Guru sebagai pusat orientasi nilai dan moral ikut bertanggung jawab dalam proses pencerdasan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Secara kelembagaan Tuan Guru mengembangkan dua jenis pendidikan yaitu pendidikan formal dan non formal yang mendukung secara penuh tujuan dan hakikat pendidikan manusia itu sendiri, yaitu membentuk manusia mukmin yang sejati, memiliki kulitas moral dan intelektual. Pembangunan pendidikan melalui pendidikan formal yang dikembangkan oleh Tuan Guru melalui pendirian Pondok Pesantren yang di dalamnya di dirikan pendidikan dasar dan menengah yang terdiri dari:  madrasah ibtidaiyah (MI) setara SD, madrasah tsanawiyah (MTs) setara SLTP, madrasah aliyah (MA) setara SMA. Sedangkan pembangunan pendidikan non formal di pedesaan dikembangkan dalam bentuk diniyah.
SCHOOL STRATEGIES IN STRENGTHENING STUDENT RESILIENCE IN DISASTER-PRONE AREAS Siti Irene Astuti Dwiningrum; Khirjan Nahdi; Aswasulasikin Aswasulasikin; Dyah Respati Suryo Sumunar; Rukiyati Rukiyati; Ebny Sholikhah
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 39, No 3 (2020): CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 39, NO. 3, OCTOBER 2020
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v39i3.30249

Abstract

Resilience is needed by students who live in disaster-prone areas. With strong resilience, students can implement disaster mitigation. This study aims to describe the profile of students' resilience and the strategies carried out by students in strengthening personal resilience. The mixed method research approach was conducted on a research population of SMA/SMK in Lombok Regency, specifically North Lombok, East Lombok, and West Lombok. The respondents were 779 people from 10 schools in disaster-prone areas determined by the Slovin formula. Student resilience profiles were explored according to Reivich and Shatte. Data on how teachers increase students’ resilience were obtained from a focus group discussion (FGD) with 20 teachers from 10 schools. The results of the research prove that the personal resilience profile of students in Lombok from the seven aspects is still not optimal, which is not enough to form resilience personalities (less than 60%). This study affirms that personal resilience is essential in building school resilience to provide a massive contribution to education and disaster mitigation. Regarding recommendations for schools to increase student resilience, it can be done by increasing resilience resources, strengthening social support, having resilient teachers, building resilient school, all aspects of which must work systemically and synergistically.
Integrasi Pendidikan Multikultural dalam Buku Teks Ilmu Pengetahuan Alam untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Lombok Timur Lia Rismawati; Aswasulasikin Aswasulasikin; Nuraini Nuraini
Variabel Vol 5, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/var.v5i1.2792

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengintegrasian pendidikan multikultural yang terdapat dalam buku teks IPA Sekolah Dasar (SD) kelas V. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data berupa buku teks IPA yang digunakan di SD wilayah Kecamatan Sikur. Data dikumpulkan dengan observasi dan analisis dokumen serta dianalisis menggunakan analisis interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Nilai-nilai pendidikan multikultural dari empat Buku Teks IPA untuk SD yang digunakan di Kabupaten Lombok Timur telah terintegrasi akan tapi pengintegrasiannya masih monoton pada budaya mayoritas. Terdapat enam subdimensi dari sembilan subdimensi yang ada. Subdimensi yang dimaksud, yakni: subdimensi budaya dalam dimensi integrasi materi; subdimensi pemahaman dalam dimensi merekonstruksi pengetahuan; subdimensi individu dalam dan kelompok dalam dimensi penyesuaian metode pembelajaran; subdimensi agama dalam dimensi pengurangan prasangka; subdimensi budaya sekolah dalam dimensi penguatan budaya sekolah dan struktur sosial. Sementara subdimensi individu, agama, suku/ras/etnis, demokrasi, dan struktur sosial tidak terintegrasi dalam buku ini. Sementara pada buku empat ditemukan subdimensi budaya, pemahaman, kelompok, agama, dan budaya sekolah. Pola pengintegrasian pendidikan multikultural dalam keempat buku tersebut terdiri dari integrasi dalam bentuk wacana, komik, cerita, dan latihan dalam tiap tema pembelajaran.Kata Kunci: Pendidikan Multikultural; Buku Teks; IPA Integration of Multicultural Education in Natural Science Textbooks for Grade V Elementary School Students in East LombokABSTRACTThis study aims to describe the integration of multicultural education in the fifth-grade elementary school science textbooks. The research approach used qualitative research. The data source was in the form of science textbooks used in elementary schools in the Sikur District. Data were collected by observation and document analysis and analyzed using interactive analysis with the stages of data reduction, data presentation, and concluding/verification. The values of multicultural education from the four science textbooks for elementary schools used in East Lombok Regency had been integrated but the integration is still monotonous in the majority culture. There were six sub-dimensions of the nine existing sub-dimensions. The sub-dimensions in question were the cultural sub-dimension in the material integration dimension; sub-dimension of understanding in the dimension of reconstructing knowledge; individual and group sub-dimensions in the dimension of learning method adjustment; sub-dimension of religion in the dimension of reducing prejudice; sub-dimension of school culture in the dimensions of strengthening school culture and social structure. Meanwhile, individual sub-dimensions, religion, ethnicity/race/ethnicity, democracy, and social structure are not integrated into this book. Meanwhile, in book four, the sub-dimensions of culture, understanding, group, religion, and school culture are found. The pattern of integrating multicultural education in the four books consists of integration in the form of discourse, comics, stories, and exercises in each learning theme.
Critical Discourse of Discursive Pluralism and Inclusivism of Islamic Leadership in the Local-National Context Khirjan Nahdi; Muhamad Juaini; Hamzani Wathoni; Danang Prio Utomo; Muhammad Sururuddin; Aswasulasikin; Samsul Lutfi; Muh. Fahrurozi; Muh. Taufiq
International Journal of Qualitative Research Vol. 1 No. 1 (2021): July
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.314 KB) | DOI: 10.47540/ijqr.v1i1.292

Abstract

This study aims to find the value of pluralism and inclusivism in the discursive leadership of Islam. The data was collected through the recording of documents from the discursive leader of the Islamic organization Nahdlatul Wathan (abbreviated NW), as well as the governor of West Nusa Tenggara (NTB abbreviated), Indonesia, namely Mr. Guru Bajang (abbreviated as TGB). Data is in the form of thought texts, statements, TGB actions, and other parties' statements as discursive. TGB is positioned as a discursive storyteller as well as a guide in its transformation. Data were analyzed according to the communication function in functional grammar and Critical Discourse Analysis component analysis. Through this study, it was found that the discretion of the TGB was related to optimism, alignment of Islamic values, safeguarding the Unitary Republic of Indonesia, caring for diversity, and building the nation as a discursive common property and needs as a plural society and transformed inclusively. As an ideational communication function, discursive becomes TGB aspirational form of contextual dynamism, as an instrument of accelerating interpersonal development agenda, and textual future historical responsibility. The five discursive TGB in this study belong and jointly guide the dynamics of the future. TGB as a storyteller has a reciprocal relation to the five discourses and has shown results through development progress in the context of NTB and Indonesia.
Pengembangan Pembelajaran Discovery Learning Untuk Mahasiswa Disabilitas Tuna Daksa dan Grahita Ringan Herman Wijaya; Irwan Rahadi; Khirjan Nahdi; Eva Nurmayani; Aswasulasikin Aswasulasikin; Heri Kuswanto
Madaniya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.67

Abstract

Pembelajaran inklusi untuk peserta didik disabilitas merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menerapkan pembelajaran discovery learning pada mahasiswa disabilitas tuna daksa dan grahita ringan dalam proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran kemampuan berbicara lanjut. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan jenis pengembangan Borg & Gall dengan menggunakan 7 tahapan yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk dan ujicoba serta finalisasi. Hasil dari penelitian ini adalah pendahuluan (rasionalisasi inovasi, model discovery learning, model pembelajaran, dan teori pendukungnya); model pembelajaran dengan pendekatan discovery learning (Kajian tentang pendekatan discovery learning dan komponen model pembelajaran); dan petunjuk pelaksanaan model pembelajaran problem learning (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) dilengkapi dengan video pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Selain itu juga proses pembelajarannya menghasilkan video pembelajaran sebagai oupput hasil kegiatan pembelajaran tersebut.