Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Sinergitas Mewujudkan Indonesia Maju Dan Bebas Praktik Korupsi Melalui Semangat Integritas Dan Toleransi Di Ma Bustanul Wa'izhin NW Janggawana Lombok Tengah Alqadri, Bagdawansyah; Muh. Zubair; Nuriadi; Sawaludin; Edy Kurniawansyah; Nurlatifa; Isma Nova Liana; Eriy Syefira Salsa Bella; Baiq Dhifa Isnawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13664

Abstract

Korupsi merupakan salah satu hambatan utama dalam pembangunan nasional, sehingga penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda. Menanamkan nilai-nilai integritas di kalangan pelajar untuk menciptakan generasi yang jujur, beretika, dan bertanggung jawab. Dalam masyarakat yang multikultural, toleransi diperlukan untuk menjaga persatuan dan stabilitas, yang mendukung pembangunan bangsa. Sosialisasi ini menjadi bagian dari usaha mewujudkan visi nasional dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas; Menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah konflik sosial; Menguatkan sinergitas antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dalam memerangi praktik korupsi; Mendorong siswa menjadi agen perubahan yang mendukung terciptanya Indonesia maju dan bebas korupsi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode Ceramah interaktif: Pemaparan materi oleh narasumber tentang integritas, toleransi, dan dampak negatif korupsi. Luaran wajib dalam penelitian ini akan diterbitkan pada Journal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram dan luran tambahan dalam pengabdian ini berupa pernyataan pemanfaatan hasil riset oleh mitra atau masyarakat.
NILAI & MAKNA SIMBOL DALAM ADAT SORONG SERAH PADA SUKU SAMAWA DI KECAMATAN JEREWEH SUMBAWA BARAT Lestari, Fina; Zubair, Muh; Alqadri, Bagdawansyah
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i2.268

Abstract

Adat Sorong Serah merupakan salah satu rangkaian tahapan dalam upacara adat Suku Samawa. Sorong Serah yakni penghantaran barang-barang seserahan dari pihak mempelai laki-laki kepada pihak mempelai perempuan, barang tersebut hasil kesepakatan di acara Basaputis. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan serta mengkaji nilai dan makna simbol yang terkandung dalam pelaksanaan adat Sorong Serah pada Suku Samawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan rangkaian tahapan pelaksanaan adat Sorong Serah dilaksanakan melaui beberapa tahapan kegiatan yaitu, menyiapkan barang-barang yang telah disepakati, mengemas barang bawaan dengan rapi, indah, serta menarik, membentuk panitia Sorong Serah, menyiapkan dan menghiasi lokasi Sorong Serah, menyebar undangan, hari puncak pelaksanaan Sorong Serah. Setiap tahapan mengandung makna simbol serta sarat akan nilai. Makna Simbol dalam adat Sorong Serah yakni: (1) menyiapkan barang sebagai bentuk saling menghormati antara kedua keluarga, (2) mengemas barang sebagai tanggung jawab keluarga calon pengantin laki-laki yang menunjukkan kesungguhan, (3) menyiapkan lokasi dengan simbol seperti Lawang Rare dari bambu, daun kelapa, pita, dan pohon pisang yang memiliki makna tentang ketahanan, ikatan, kesetiaan, dan penutup, (4) Hari puncak sebagai ungkapan syukur kepada Allah S. A. W dan merayakan acara. Selain itu, dalam pelaksanaannya tercermin pula nilai-nilai yakni: nilai gotong royong, nilai budaya, nilai musyawarah, serta nilai keindahan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adat Sorong Serah bukan hanya warisan turun temurun, tetapi juga sumber nilai yang dapat membentuk identitas masyarakat, oleh karena itu generasi muda perlu mengetahui dan memahami makna serta nilai dari setiap tahapan dalam adat Sorong Serah sehingga tetap dilestarikan keberadaan sebagai identitas masyarakat Suku Samawa dan juga sebagai sumber utama membentuk Civic Culture.
Strategi lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus pelecehan seksual di Kota Mataram Rika, Ananda Kurnia; Alqadri, Bagdawansyah; Anzani, Ega
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.941

Abstract

Child sexual abuse is a serious problem that requires comprehensive and collaborative handling. This study aims to analyze the strategies of the Mataram City Child Protection Agency (LPA) in handling sexual abuse cases and identify supporting and inhibiting factors in its implementation. The study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with LPA administrators, case counselors, and related parties. The results indicate that LPA strategies include legal and psychological assistance for victims, cross-sectoral coordination with the police, UPTD PPA, health workers, and educational institutions, as well as preventive efforts through community outreach and education. Supporting factors include inter-institutional cooperation and the commitment of counselors, while inhibiting factors include limited resources, low public awareness, and victim trauma. This study concludes that LPA plays a strategic role, but requires capacity building and ongoing support for optimal handling.
Dinamika implementasi program MBKM: preferensi mahasiswa, dukungan institusi, dan tantangan Dwi Awidiya, Ni Kadek; Herianto, Edy; Alqadri, Bagdawansyah
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.944

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy in the Civic Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. The research employed a qualitative approach with a case study design. Informants consisted of the head of the study program, lecturers, and students selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the implementation of the three-semester learning policy outside the study program is carried out through program socialization, administrative services, academic supervision, program monitoring, and credit conversion. The most preferred MBKM activity among students is the student exchange program. Supporting factors include credit conversion systems, collaboration with partners, academic supervision, and student motivation. However, challenges include time management, academic readiness, communication with the study program, and differences in implementation mechanisms across MBKM activities.
The threat of animated films to national disintegration in the dimension of character formation of alpha generation: A Study in Mataram City Alqadri, Bagdawansyah; Rispawati, Rispawati; Hadi, M. Samsul; Edi, Maria Grace Putri; Nurlatifa, Nurlatifa; Sartika, Lianda Dewi; Wahyuni, Rizky
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.93839

Abstract

This research departs from the growing urgency of the high consumption of foreign animated films among Generation Alpha in Mataram City, which may weaken national identity and character. The selection of Mataram City as the research site is grounded in its role as a heterogeneous social laboratory; it serves as a strategic case study to examine the tension between deeply rooted local traditions and the pervasive influence of global digital media. This study aims to explore how foreign animation shapes children's perceptions and to gain a profound understanding of potential shifts in national integration values in their everyday lived experiences. The primary subjects are Generation Alpha children (aged 4–12 years), purposively selected to provide deep insights, with parents and teachers serving as secondary informants for data triangulation. The specific object of the study is the phenomenon of identity construction and the potential erosion of national character resulting from prolonged media exposure. Using a qualitative phenomenological approach, data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that intensive daily exposure to foreign animation leads to the internalisation of global values, manifested in the imitation of foreign accents and a shift toward individualistic behaviour, thereby challenging traditional social cohesion. Conversely, local animations such as Nussa & Rara are found to reinforce religiosity, cooperation, and manners. These results underline that without media literacy and support for local content, foreign animation poses a challenge to national identity. Systematic synergy between schools, families, and the government can transform animation into a strategic tool for strengthening character education and national integration.
Co-Authors Aandriami, Baiq Abdul Atsar Ahmad Fauzan Anzani, Ega Ardani, Riska Novia ASTUTI, NANIK NIA PUJI Aulia, Widyatul Baiq Dhifa Isnawati Basariah Basariah, Basariah Bawalom, Agum Juanarzah Camellia Camellia, Camellia Dina Aulia Dwi Awidiya, Ni Kadek Edi, Maria Grace Putri Edy Herianto Edy Kurniawansyah Eriy Syefira Salsa Bella Fadli, Muhammad Ridwan Fina Lestari Fitri, Hayani FITRIAH ARTINA, FITRIAH Hadi, M. Samsul Haslan, M. Mabrur Haslan, Muhammad Mabrur Hayati, Komala Mala Hidayatunnisa, Baiq Nispi Hudori, Ahmad I Nengah Agus Tripayana . Indra Wahyu, Indra Indriani, Desmi Agustira Irnawati Irnawati Isma Nova Liana Ismail, M Karmilatul, Dessy Kurniawansyah, Edy Lestrai, Nadila Ristri Puji Lianda Dewi Sartika M. Alhadika M. Ismail Mahendra, Wisnu Mahmudi, Muh. Alpan Rasyid Mahmudi, Muhammad Alpan Rasyid Maylani, Annisa Misriani, Dita Mohammad Mustari, Mohammad Muh. Zubair Muh. Zubair, Muh. Zubair Muhammad Zubair Mujahidittauhid, Ahyan Mustari, Mohamad Novitasari, Fera Nuriadi Nurlatifa Nurlatifa, Nurlatifa Nurmayanti, Ayu Nurwadahnia, Nurwadahnia Nuryani Pebriani, Suli Pertiwi, Melisa Prisma Akbar, Lalu PUTRI, MAS AYU RIZKA SEPTIANI Ramadhani, Suci Yati Regina, Putri Rika, Ananda Kurnia Rispawati, Rispawati Rizky Wahyuni Royani, Nispia Sahira, Emilia Sahrul, Adhi Sawaludin Sawaludin, Sawaludin Setiawati, Komang Sulis Siddiq, Muhammad Faqih Sugeng Santoso Sukron Makmun SUMARDI , LALU Sumardi, Lalu Utami, Aulia Asri Widari, Ni Putu Meindri Luna Wijaya, I Gde Khanara Arya Yuliatin , Yuliatin Yuliatin yuliatin Yunisca Nurmalisa Zakaria, Rendi Zakhira, Dina Zubair, Moh Zubair, Muh Zubair, Muh.