Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENDAMPINGAN PERSIAPAN LCTS TINGKAT KECAMATAN BAGI SISWA SMP NEGERI 25 BENGKULU UTARA Agustina, Septia; Jumri, Rahmat; Ramadianti, Winda; Asmara, Adi; Risnanosanti, Risnanosanti; Ristontowi, Ristontowi; Yudha, Romadhona Kusuma
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.24412

Abstract

Kegiatan pendampingan belajar bagi siswa Sekolah Menengah Pertama merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Kampus Mengajar Mandiri Universitas Muhammadiyah Bengkulu tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 25 Bengkulu Utara. Melalui Program Kampus Mengajar Mandiri ini, diharapkan Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman hidup dalam terjun langsung ke dunia pendidikan dan mampu menerapkan pengetahuan akademik mereka. Mahasiswa program studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bengkulu pada Program Kampus Mengajar Mandiri melaksanakan salah satu kegiatan yaitu bimbingan belajar bagi anak-anak kelas VIII dan IX yang akan mengikuti Lomba Cepat Tepat Sains (LCTS) kepada siswa di SMP Negeri 25 Bengkulu Utara, demi meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa terutama pada matematika. Dengan itu untuk dapat lebih mengingat lagi mata pelajaran matematika pada tingkat Sekolah Menengah Pertama di kelas VII, VIII dan IX tidaklah mudah, dibutuhkan banyak metode agar anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama dapat dengan mudah untuk menerima dan memahami dalam pembelajaran matematika. Salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan adalah pembahasan soal-soal latihan olimpiade dan tanya jawab. Kegiatan ini dapat memberikan nilai positif pada proses pembelajaran pemahaman matematika pada anak-anak di SMP Negeri 25 Bengkulu Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwah telah diperoleh 50% anak-anak Sekolah Menengah Pertama sudah menguasai materi yang pernah dipelajari sebelumnya. Sehingga menghasilkan hasil yang maksimal yaitu meraih juara 1 dalam Lomba Cepat Tepat Sains (LCTS).
PENYULUHAN AKREDITASI DAN PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SDN 13 KOTA BENGKULU: SEBUAH UPAYA MENINGKATKAN LITERASI MINAT BACA ANAK Keminanda, Enjellina; Asmara, Adi; Masri, Masri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29877

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas perpustakaan di SD Negeri 13 Kota Bengkulu, yang terletak di Jalan Nuri, Anggut Dalam, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa langkah persiapan, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah, survei lokasi kegiatan, memberikan pendampingan, dan menyelenggarakan pelatihan dalam pengelolaan perpustakaan. Tahap terakhir dalam proses pengabdian ini adalah melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan program literasi. Dampak dari pengabdian ini adalah peningkatan minat baca siswa di lingkungan sekolah. Selain itu, pengabdian ini juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara pihak yang memberikan pengabdian dengan pengurus perpustakaan sekolah untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sekolah secara maksimal. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri 13 Kota Bengkulu dan meningkatkan minat baca siswa secara signifikan. Untuk mencapai tujuan ini, pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengurus perpustakaan sekolah, serta meningkatkan kualitas sarana dan prasarana perpustakaan. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri 13 Kota Bengkulu dan meningkatkan minat baca siswa secara signifikan.
Penggunaan Canva sebagai Bahan Ajar Materi Surat Lamaran Kerja untuk Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII di SMKS 3 Idhata Curup Yuni, Risti; Yuniati, Ira; Asmara, Adi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 4 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i4.1505

Abstract

This article examines the use of Canva as a teaching tool for Indonesian language instruction on job application letters in the XII Fashion Design class at SMKS 3 Idhata Curup. The goal is to describe Canva's effectiveness in enhancing students' writing skills and comprehension. Canva, as an online design and visual communication tool, helps convey messages and information effectively. This research employs a quantitative method with a descriptive approach. The study shows that Canva is effective as a learning medium, improving writing skills, comprehension, and student engagement. Integrating digital technology like Canva enriches the learning experience and prepares students for the digital workforce. It is recommended that Canva or similar digital media be more widely used across various subjects to enhance the quality of education. Overall, the use of Canva in teaching job application letters in the XII Fashion Design class at SMKS 3 Idhata Curup yields positive results and is worth implementing
School Assistance Program Through Accreditation at SD Muhammadiyah 1 Bengkulu City Asmara, Adi; Risnanosanti, Risnanosanti; Ramadianti, Winda; Ariani, Nyayu Masyita; Riwayati, Selvi; Masri, Masri; Jumri, Rahmat
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 1 NO 2 August 2022
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v1i2.28

Abstract

The Community Service Program (PPM) which was carried out aims to assist SD Muhammadiyah 1 Bengkulu City in compiling an IASP 2020-based accreditation form. In 2022, reaccreditation will be carried out. Based on the results of interviews with school principals and teachers, the school accreditation preparation team did not fully understand the 2020 IASP, the deadline for preparation for accreditation in the near future, insufficient physical evidence, incomplete accreditation guidelines, schools did not have time to conduct self-evaluations and lack of coordination. and communication between individuals and teams. Based on this, it is necessary to carry out assistance activities in preparation for accreditation. The method used is discussion and question and answer. The subject of this community service is the team that composes the accreditation form for SD Muhammadiyah 1 Bengkulu City. This activity has been carried out for 4 meetings, which include the socialization of IASP 2020, filling out accreditation forms, presenting the results of filling out forms, and evaluating forms. During this service activity, all teams have carried out the form preparation activities well. The result of this service activity is that SD Muhammadiyah 1 Bengkulu City has completed all components of the accreditation form and met the internal quality standard values.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Pada Trigonometri Dwi Ningsih, Febriyanti; Ristontowi, Ristontowi; Asmara, Adi
Jurnal Edumatic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Edumatic: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan matematika STKIP PGRI Pacitan STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/edumatic.v6i1.1279

Abstract

The point of the inquire about is to decide students' numerical imaginative considering capacities mathematical on trigonometry fabric. The sort of investigate is graphic subjective, the investigate question is understudies at SMA Negeri 1 Central Bengkulu and the inquire about subjects are 33 understudies. The subjects interviewed were 3 students categorized as high, medium and low. Data collection was carried out using test questions and interviews. The research results showed that students' creative thinking abilities averaged 54.10. With a low indicator, namely the originality indicator, there are 22% of students in the high category, 43% of students in the medium category, 34% of students in the low category, and factors that influence low thinking ability are students who don't dare to try new things, forget, rarely practice in working on questions.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PADA MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN MIND MAPPING Farras, Haniyah Raihani; Masri; Asmara, Adi; Ristontowi
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2025): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v3i1.555

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional, Mind Mapping, dan Quantum Teaching di SMP Negeri 2 Rejang Lebong. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan tiga kelas sampel: kelas VII E (Quantum Teaching), VII D (Mind Mapping), dan VII B (konvensional). Data dikumpulkan melalui post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif matematika siswa berdasarkan model pembelajaran yang digunakan. Siswa pada kelas Quantum Teaching menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua kelas lainnya. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,23462 dan 0,43, serta t-hitung 33,737988 yang lebih besar dari t-tabel 3,10. Temuan ini menunjukkan bahwa Quantum Teaching lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam belajar matematika. Kata kunci : mind mapping, quantum teaching, konvensional
Model Pendidikan Di Negara Maju dan Berkembang Marleni, Linna; Pardini, Aan Soka; kristian, Deddi; Yudisman, Afrien; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4161

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam membangun sumber daya manusia dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi suatu bangsa. Penelitian ini membahas perbandingan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang dengan fokus pada enam aspek utama, yaitu akses pendidikan, kurikulum dan kualitas pembelajaran, profesionalisme dan kesejahteraan guru, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, pendanaan pendidikan, serta sistem evaluasi dan penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan telah menerapkan kebijakan pemerataan pendidikan secara efektif, didukung oleh sistem pendanaan yang kuat serta distribusi sarana prasarana yang merata. Kurikulum berbasis kompetensi, STEM, dan pembelajaran kontekstual menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Guru memperoleh pelatihan profesional berkelanjutan serta kesejahteraan yang tinggi sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital semakin memperkuat model pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia, Nigeria, dan Filipina masih menghadapi ketimpangan akses pendidikan akibat kondisi geografis, ekonomi, dan infrastruktur yang belum merata. Kurikulum yang berorientasi hafalan, keterbatasan pelatihan guru, rendahnya literasi digital, serta ketergantungan pada ujian nasional menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Pendanaan yang terbatas serta rendahnya investasi pada riset pendidikan menyebabkan inovasi belum berkembang optimal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi kebijakan secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan global.
Sistem Evaluasi dan Asesmen Pendidikan Perbandingan Indonesia dan Negara Lain Rahmadania, Rianti; Rahma, Isni Dwi; Iswandi, Wedi; Oktara, Yogi Rizki; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4163

Abstract

Sistem evaluasi dan asesmen pendidikan memegang peran penting dalam memastikan keberhasilan proses pembelajaran serta peningkatan kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif model evaluasi pendidikan di Indonesia dan beberapa negara maju, terutama terkait filosofi asesmen, instrumen, kebijakan tata kelola, serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal internasional, laporan kebijakan OECD dan UNESCO, serta dokumen resmi terkait asesmen nasional dan global, termasuk PISA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara maju cenderung menerapkan asesmen holistik yang menekankan perkembangan kompetensi abad ke-21, karakter, kreativitas, dan kemampuan problem-solving melalui asesmen formatif dan autentik. Sebaliknya, praktik asesmen di Indonesia masih didominasi oleh ujian sumatif dan nilai akhir sebagai tolok ukur keberhasilan akademik. Implementasi ANBK menjadi langkah awal menuju asesmen yang lebih komprehensif, namun masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan fasilitas digital, kompetensi guru dalam asesmen formatif, dan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas asesmen nasional, diperlukan penguatan kebijakan, pemerataan akses teknologi, dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Hasil dari kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan asesmen yang lebih inklusif, adaptif, dan sejalan dengan kebutuhan global guna mendukung pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia.
Peran Pemerintah dan Kebijakan Pendidikan Perbandingan dengan Negara Lain Ningrum, Tri Rahayu Setya; Edwar, Yoni; Wibowo, Ari Isnu; Sularni, Sularni; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4280

Abstract

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat pada abad ke-21 menuntut setiap negara untuk memperkuat kebijakan pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan literat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah dalam kebijakan pendidikan melalui perspektif perbandingan internasional dengan mengkaji model kebijakan di negara maju dan berkembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang menghimpun sumber ilmiah dari jurnal, buku, laporan internasional, dan dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola kebijakan, efektivitas implementasi, serta praktik terbaik yang dapat dijadikan rujukan bagi Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berhasil membangun sistem pendidikan berkualitas melalui tata kelola yang konsisten, profesionalisasi guru, pendanaan berbasis kebutuhan, serta integrasi digital yang kuat. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih menghadapi tantangan kesenjangan pendidikan, keterbatasan infrastruktur, dan variasi kualitas guru. Meskipun Indonesia telah melaksanakan reformasi melalui Kurikulum Merdeka, digitalisasi sekolah, dan program peningkatan kompetensi guru, implementasinya belum merata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan pemerataan kualitas guru, memperluas infrastruktur digital, serta memperkuat kolaborasi multisektor untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan kompetitif secara global. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Konsep dan Teori Perbandingan Sistem Pendidikan Rhomadoni, Indra Nur; Sugirad, Anang Erma Dona; Dahliah, Jeli; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4266

Abstract

Kajian mengenai sistem pendidikan global semakin penting seiring meningkatnya tuntutan abad ke-21 terhadap kualitas pembelajaran. Transformasi digital, globalisasi ekonomi, dan kebutuhan keterampilan kompleks menuntut adaptasi cepat dari guru dan peserta didik. Digitalisasi pendidikan menghadirkan ekosistem pembelajaran daring, platform interaktif, dan kecerdasan buatan yang mampu meningkatkan efektivitas proses belajar, namun juga menimbulkan tantangan pemerataan akses, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Analisis komparatif sistem pendidikan memungkinkan identifikasi keunggulan dan kelemahan kebijakan, kurikulum, kualitas guru, serta sistem asesmen antarnegara, sehingga memberikan wawasan strategis bagi peningkatan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menekankan pemerataan kualitas layanan, peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berbasis kompetensi, serta integrasi teknologi dalam praktik pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih berhadapan dengan kesenjangan kompetensi guru, keterbatasan akses teknologi, disparitas geografis, serta minimnya dukungan sarana pembelajaran. Transformasi digital dan penguatan profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam peningkatan hasil belajar. Selain itu, sistem asesmen yang berfokus pada literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dinilai mampu memperkuat proses evaluasi serta mendukung pengambilan keputusan pendidikan yang lebih akurat. Implementasi praktik terbaik dari negara maju yang disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan infrastruktur Indonesia menjadi strategi efektif dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan komparatif sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika dan tantangan global yang terus berkembang.