Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penggunaan Canva sebagai Bahan Ajar Materi Surat Lamaran Kerja untuk Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII di SMKS 3 Idhata Curup Yuni, Risti; Yuniati, Ira; Asmara, Adi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 4 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i4.1505

Abstract

This article examines the use of Canva as a teaching tool for Indonesian language instruction on job application letters in the XII Fashion Design class at SMKS 3 Idhata Curup. The goal is to describe Canva's effectiveness in enhancing students' writing skills and comprehension. Canva, as an online design and visual communication tool, helps convey messages and information effectively. This research employs a quantitative method with a descriptive approach. The study shows that Canva is effective as a learning medium, improving writing skills, comprehension, and student engagement. Integrating digital technology like Canva enriches the learning experience and prepares students for the digital workforce. It is recommended that Canva or similar digital media be more widely used across various subjects to enhance the quality of education. Overall, the use of Canva in teaching job application letters in the XII Fashion Design class at SMKS 3 Idhata Curup yields positive results and is worth implementing
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Pada Trigonometri Dwi Ningsih, Febriyanti; Ristontowi, Ristontowi; Asmara, Adi
Jurnal Edumatic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Edumatic: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan matematika STKIP PGRI Pacitan STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/edumatic.v6i1.1279

Abstract

The point of the inquire about is to decide students' numerical imaginative considering capacities mathematical on trigonometry fabric. The sort of investigate is graphic subjective, the investigate question is understudies at SMA Negeri 1 Central Bengkulu and the inquire about subjects are 33 understudies. The subjects interviewed were 3 students categorized as high, medium and low. Data collection was carried out using test questions and interviews. The research results showed that students' creative thinking abilities averaged 54.10. With a low indicator, namely the originality indicator, there are 22% of students in the high category, 43% of students in the medium category, 34% of students in the low category, and factors that influence low thinking ability are students who don't dare to try new things, forget, rarely practice in working on questions.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS PADA MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN MIND MAPPING Farras, Haniyah Raihani; Masri; Asmara, Adi; Ristontowi
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2025): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v3i1.555

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional, Mind Mapping, dan Quantum Teaching di SMP Negeri 2 Rejang Lebong. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan tiga kelas sampel: kelas VII E (Quantum Teaching), VII D (Mind Mapping), dan VII B (konvensional). Data dikumpulkan melalui post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif matematika siswa berdasarkan model pembelajaran yang digunakan. Siswa pada kelas Quantum Teaching menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan dua kelas lainnya. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,23462 dan 0,43, serta t-hitung 33,737988 yang lebih besar dari t-tabel 3,10. Temuan ini menunjukkan bahwa Quantum Teaching lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam belajar matematika. Kata kunci : mind mapping, quantum teaching, konvensional
Model Pendidikan Di Negara Maju dan Berkembang Marleni, Linna; Pardini, Aan Soka; kristian, Deddi; Yudisman, Afrien; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4161

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam membangun sumber daya manusia dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi suatu bangsa. Penelitian ini membahas perbandingan sistem pendidikan antara negara maju dan negara berkembang dengan fokus pada enam aspek utama, yaitu akses pendidikan, kurikulum dan kualitas pembelajaran, profesionalisme dan kesejahteraan guru, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, pendanaan pendidikan, serta sistem evaluasi dan penilaian. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan telah menerapkan kebijakan pemerataan pendidikan secara efektif, didukung oleh sistem pendanaan yang kuat serta distribusi sarana prasarana yang merata. Kurikulum berbasis kompetensi, STEM, dan pembelajaran kontekstual menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Guru memperoleh pelatihan profesional berkelanjutan serta kesejahteraan yang tinggi sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi digital semakin memperkuat model pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia, Nigeria, dan Filipina masih menghadapi ketimpangan akses pendidikan akibat kondisi geografis, ekonomi, dan infrastruktur yang belum merata. Kurikulum yang berorientasi hafalan, keterbatasan pelatihan guru, rendahnya literasi digital, serta ketergantungan pada ujian nasional menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Pendanaan yang terbatas serta rendahnya investasi pada riset pendidikan menyebabkan inovasi belum berkembang optimal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi kebijakan secara komprehensif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan global.
Sistem Evaluasi dan Asesmen Pendidikan Perbandingan Indonesia dan Negara Lain Rahmadania, Rianti; Rahma, Isni Dwi; Iswandi, Wedi; Oktara, Yogi Rizki; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4163

Abstract

Sistem evaluasi dan asesmen pendidikan memegang peran penting dalam memastikan keberhasilan proses pembelajaran serta peningkatan kualitas pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif model evaluasi pendidikan di Indonesia dan beberapa negara maju, terutama terkait filosofi asesmen, instrumen, kebijakan tata kelola, serta dampaknya terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal internasional, laporan kebijakan OECD dan UNESCO, serta dokumen resmi terkait asesmen nasional dan global, termasuk PISA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara maju cenderung menerapkan asesmen holistik yang menekankan perkembangan kompetensi abad ke-21, karakter, kreativitas, dan kemampuan problem-solving melalui asesmen formatif dan autentik. Sebaliknya, praktik asesmen di Indonesia masih didominasi oleh ujian sumatif dan nilai akhir sebagai tolok ukur keberhasilan akademik. Implementasi ANBK menjadi langkah awal menuju asesmen yang lebih komprehensif, namun masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan fasilitas digital, kompetensi guru dalam asesmen formatif, dan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas asesmen nasional, diperlukan penguatan kebijakan, pemerataan akses teknologi, dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Hasil dari kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan asesmen yang lebih inklusif, adaptif, dan sejalan dengan kebutuhan global guna mendukung pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia.
Peran Pemerintah dan Kebijakan Pendidikan Perbandingan dengan Negara Lain Ningrum, Tri Rahayu Setya; Edwar, Yoni; Wibowo, Ari Isnu; Sularni, Sularni; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4280

Abstract

Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang cepat pada abad ke-21 menuntut setiap negara untuk memperkuat kebijakan pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan literat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pemerintah dalam kebijakan pendidikan melalui perspektif perbandingan internasional dengan mengkaji model kebijakan di negara maju dan berkembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan yang menghimpun sumber ilmiah dari jurnal, buku, laporan internasional, dan dokumen resmi pemerintah. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola kebijakan, efektivitas implementasi, serta praktik terbaik yang dapat dijadikan rujukan bagi Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara maju seperti Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura berhasil membangun sistem pendidikan berkualitas melalui tata kelola yang konsisten, profesionalisasi guru, pendanaan berbasis kebutuhan, serta integrasi digital yang kuat. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan India masih menghadapi tantangan kesenjangan pendidikan, keterbatasan infrastruktur, dan variasi kualitas guru. Meskipun Indonesia telah melaksanakan reformasi melalui Kurikulum Merdeka, digitalisasi sekolah, dan program peningkatan kompetensi guru, implementasinya belum merata. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat tata kelola pendidikan, meningkatkan pemerataan kualitas guru, memperluas infrastruktur digital, serta memperkuat kolaborasi multisektor untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan kompetitif secara global. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan kebijakan pendidikan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Konsep dan Teori Perbandingan Sistem Pendidikan Rhomadoni, Indra Nur; Sugirad, Anang Erma Dona; Dahliah, Jeli; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4266

Abstract

Kajian mengenai sistem pendidikan global semakin penting seiring meningkatnya tuntutan abad ke-21 terhadap kualitas pembelajaran. Transformasi digital, globalisasi ekonomi, dan kebutuhan keterampilan kompleks menuntut adaptasi cepat dari guru dan peserta didik. Digitalisasi pendidikan menghadirkan ekosistem pembelajaran daring, platform interaktif, dan kecerdasan buatan yang mampu meningkatkan efektivitas proses belajar, namun juga menimbulkan tantangan pemerataan akses, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur. Analisis komparatif sistem pendidikan memungkinkan identifikasi keunggulan dan kelemahan kebijakan, kurikulum, kualitas guru, serta sistem asesmen antarnegara, sehingga memberikan wawasan strategis bagi peningkatan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju menekankan pemerataan kualitas layanan, peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berbasis kompetensi, serta integrasi teknologi dalam praktik pembelajaran. Sebaliknya, negara berkembang masih berhadapan dengan kesenjangan kompetensi guru, keterbatasan akses teknologi, disparitas geografis, serta minimnya dukungan sarana pembelajaran. Transformasi digital dan penguatan profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam peningkatan hasil belajar. Selain itu, sistem asesmen yang berfokus pada literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dinilai mampu memperkuat proses evaluasi serta mendukung pengambilan keputusan pendidikan yang lebih akurat. Implementasi praktik terbaik dari negara maju yang disesuaikan dengan konteks sosial, budaya, dan infrastruktur Indonesia menjadi strategi efektif dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan komparatif sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika dan tantangan global yang terus berkembang.
Konsep operasi hitung metode permainan kucing-kucing Sari, Dea Julita; Asmara, Adi; Masri, Masri
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v10i1.22218

Abstract

The aim of this research is to identify the elements of integer counting operations contained in the cat-cat game and to clarify its contribution in the context of mathematics education and preserving local culture. The method in this research is a qualitative descriptive approach with data collection carried out through direct observation during the game and focusing on player interactions and the strategies used when playing the kucing-kucing game. The results of the research show that the cat-cat game contains elements of the concept of integer counting operations, namely multiplication, division, addition and subtraction (Kabataku), especially related to the rules of the game using 12 cat-cats and a tennis ball as the tools used in the game. This makes a significant contribution in the context of mathematics education, showing the potential of traditional games as a meaningful learning resource. This research emphasizes the importance of maintaining and introducing traditional games in efforts to preserve cultural heritage and provide interesting learning alternatives for students.
Studi Kasus Kebijakan Pendidikan Global hamida, elis; fauzan, fauzan; latifah, haniyatul; aroma, nellys; asmara, adi; kashardi, kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4097

Abstract

Perbandingan pendidikan antarnegara dalam konteks studi kasus kebijakan pendidikan global merupakan kajian yang sangat penting untuk memahami bagaimana proses globalisasi memengaruhi arah, struktur, dan praktik sistem pendidikan di berbagai negara. Globalisasi mendorong negara-negara untuk mengadopsi standar pendidikan internasional, seperti penguatan literasi global, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan indikator mutu pendidikan yang bersifat universal. Selain itu, globalisasi juga membuka ruang terjadinya pertukaran praktik terbaik (best practices) antarnegara sebagai upaya meningkatkan daya saing pendidikan di tingkat global. Melalui pendekatan pendidikan komparatif, kajian ini berupaya mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta bentuk adaptasi kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh berbagai negara dalam merespons tuntutan global sekaligus kebutuhan lokal yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan global diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik masing-masing negara. Studi ini juga menyoroti peran pendidikan internasional dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman global yang semakin relevan di era digital dan mobilitas tinggi. Selain itu, penelitian ini mengkaji perkembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi dampak globalisasi, dengan fokus pada inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan perbandingan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis dan praktis bagi para pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing internasional tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal dan tujuan pembangunan nasional.
Hubungan Ekonomi dan Sistem Pendidikan Perbandingan Dengan Negara Lain B, Andre Nofriady; Firmansyah, Hendri; Heri, Septen; Christiana , Yona; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4283

Abstract

Hubungan antara pembangunan ekonomi dan sistem pendidikan menjadi isu strategis dalam diskusi global, khususnya dalam lima tahun terakhir. Pendidikan dipandang sebagai motor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Investasi pendidikan terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing nasional melalui penciptaan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks perubahan ekonomi global yang ditandai transformasi digital dan percepatan perkembangan teknologi, negara dituntut memiliki sistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan industri modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis keterkaitan antara perkembangan ekonomi dan sistem pendidikan melalui perbandingan internasional antara negara maju dan negara berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara dengan investasi pendidikan tinggi, kurikulum terkini, kualitas pendidik yang baik, serta pemerataan akses pendidikan cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dan struktur tenaga kerja kompetitif. Perbandingan dengan Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Estonia menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan, digitalisasi pendidikan, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pendidikan vokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, skill mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri, pendanaan yang belum efisien, serta kesiapan pendidik dalam menghadapi era digital. Kajian ini menegaskan urgensi integrasi kebijakan pendidikan dengan strategi pembangunan ekonomi agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika global.
Co-Authors Agus Sigit, Ego Anjelia, Delia Dwi Aroma, Nellys Asti Parwati Azizah Azizah B, Andre Nofriady Basarudin, Basarudin Br Manurung, Nuraidah Christiana , Yona Christiana, Nuning Christiana, Yona Dahliah, Jeli Dahliahi, Jeli Dewi, Harmala Dwi Ningsih, Febriyanti Dwi Rahayu Ningsih, Endang Edwar, Yoni Eko Risdianto Elen, Indri Endrasari, Yanti Eriyanto, Eriyanto Farras, Haniyah Raihani Fathurochman, Irwan Fauzan . Fibriyanti, Depi Firmansyah, Hendri Fuadi, Diyoba Azhar Hadi, Janes Kurnia Hamida, Elis Hartati, Merri Sri Heri, Septen I Putu Agus Dharma Hita Ismilia, Mike Istiana, Farika Iswandi, Wedi Izzata, Fi'ina Judijanto, Loso Juniarti , Wili Kashardi, Kashardi Keminanda, Enjellina Kristian, Deddi Kundharu Saddhono Lambayu, Putri Ewis Latifah, Haniyatul Marleni, Linna Maryanti, Atik Masri Masri Masri Masyita Ariani, Nyayu Mayasari, Nanny Murni Yanto Murni, Tera Hartika nanang nanang Natalia Salim, Aisyah Ningrum, Tri Rahayu Setya Nurhafsari, Asri Nyayu Masyita Ariani Oktara, Yogi Rizki Pardini, Aan Soka Puspita Sari, Heni Qurniati, Amnah Rahma, Ghina Aliefia Rahma, Isni Dwi Rahmadania, Rianti Rahmat Jumri Rhomadoni, Indra Nur Risnanosanti Risnanosanti Ristontowi, Ristontowi Riwayati, Selvi Riyanto Riyanto Rohmah, Yuni Syifau Sari, Dea Julita Sari, Intia septia agustina Sugirad, Anang Erma Dona Sularni, Sularni Sulistiani, Tini Tomi Hidayat, Tomi Wachidi Warniati, Warniati Wibowo, Ari Isnu Wili Juniarti Winanda, Dio Reski Winda Ramadianti, Winda Yudha, Romadhona Kusuma Yudisman, Afrien Yuni, Risti Yuniati, Ira