Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP pada Materi Persamaan dan Pertidaksanaan Linear Satu Variable Sularni, Sularni; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4481

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika modern karena berperan dalam mengembangkan literasi numerasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PTLSV) serta meninjau bagaimana asesmen, kebijakan, dan praktik pedagogis memengaruhi perkembangan kreativitas tersebut. Melalui kajian literatur dan analisis temuan empiris, penelitian ini mengidentifikasi empat indikator utama kreativitas—fluency, flexibility, originality, dan elaboration—yang menjadi dasar evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki fluency yang baik dalam menyelesaikan soal rutin, tetapi flexibility dan originality masih rendah karena pembelajaran didominasi oleh soal prosedural dan jawaban tunggal. Instrumen asesmen autentik seperti soal terbuka, proyek matematis, dan penilaian kinerja masih jarang digunakan meskipun direkomendasikan dalam literatur (UNESCO, 2022; Park & Kim, 2022). Kebijakan Kurikulum Merdeka sebenarnya mendorong asesmen formatif dan kompetensi kreatif, namun implementasinya terkendala oleh keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan asesmen autentik, serta minimnya perangkat penilaian yang baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi asesmen, peningkatan literasi penilaian guru, dan penggunaan instrumen kreatif secara konsisten sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas matematis siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran dan kebijakan evaluasi pendidikan matematika di Indonesia.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa SMP pada Materi Bilangan Kelas VII Maryanti, Atik; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4504

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran utama di SMP yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis siswa. Materi bilangan bulat menjadi landasan penting sebelum siswa mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan belajar siswa SMP kelas VII pada materi bilangan, meliputi aspek konseptual, prosedural, dan strategi pemecahan masalah. Pendekatan penelitian menggunakan library research dengan mengkaji literatur ilmiah, jurnal, buku teks, modul, dan laporan lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa terdapat pada pemahaman bilangan negatif, penerapan operasi dalam soal kontekstual, serta kemampuan mentransformasikan soal cerita menjadi model matematika. Faktor penyebab meliputi pembelajaran yang dominan prosedural, minimnya penggunaan media visual atau manipulatif, rendahnya minat dan motivasi belajar, serta variasi gaya kognitif siswa. Kesalahan yang muncul mencakup kesalahan konseptual, prosedural, perhitungan, representasi, dan penalaran. Studi ini juga menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran berbasis pemahaman konsep dan penalaran, seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Realistic Mathematics Education (RME), serta penggunaan media manipulatif dan asesmen HOTS untuk meningkatkan pemahaman, representasi, dan kemampuan metakognitif siswa. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan remedial yang efektif, sehingga penguasaan materi bilangan oleh siswa dapat meningkat dan menjadi fondasi kuat bagi pembelajaran matematika berikutnya.
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Kelas VII pada Materi Aljabar Christiana, Yona; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4804

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif matematis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran matematika abad ke-21, karena berkaitan dengan kemampuan siswa meninjau kembali proses berpikir, menilai strategi yang digunakan, dan memperbaiki kesalahan konsep yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII pada materi aljabar melalui pendekatan library research. Metode penelitian kepustakaan dipilih untuk menelaah secara komprehensif literatur ilmiah, termasuk buku teks matematika SMP, jurnal nasional dan internasional, modul pembelajaran, serta dokumen kebijakan pendidikan terkait Kurikulum Merdeka dan asesmen HOTS. Analisis data dilakukan dengan content analysis yang mencakup reduksi, pengelompokan, dan interpretasi data, serta triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif siswa masih bervariasi dan umumnya rendah, ditandai dengan kecenderungan fokus pada penyelesaian cepat, minim refleksi terhadap langkah penyelesaian, dan kesulitan dalam memahami konsep abstrak aljabar. Faktor penghambat utama meliputi dominasi guru dalam pembelajaran, kurangnya latihan soal non-rutin, keterbatasan media pembelajaran, dan minimnya kesempatan melakukan refleksi eksplisit. Model pembelajaran yang mendukung kemampuan reflektif, seperti reflective inquiry, guided inquiry, problem-based learning, dan self-assessment berbasis rubrik, terbukti efektif meningkatkan kualitas berpikir reflektif dan pemahaman konsep aljabar. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi refleksi dalam pembelajaran, pengembangan perangkat interaktif, serta peran guru sebagai fasilitator, guna membangun pemahaman matematis yang lebih mendalam dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan materi tingkat lanjut.
Pendidikan Inklusif dan Aksesibilitas Indonedia dan Negara Lain Fuadi, Diyoba Azhar; Istiana, Farika; Eriyanto, Eriyanto; Hadi, Janes Kurnia; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5087

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, kelompok marginal, serta peserta didik dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi pendidikan inklusif dan aksesibilitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, dengan fokus pada kebijakan, kurikulum, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pendanaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis buku ilmiah, artikel jurnal bereputasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional dan global. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan praktik pendidikan inklusif antarnegara. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju memiliki sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi secara sistemik, didukung kebijakan yang kuat, pendanaan berkelanjutan, kurikulum adaptif, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur ramah disabilitas, kesenjangan kompetensi pendidik, distribusi sumber daya yang belum merata, serta kesenjangan akses teknologi pembelajaran. Di Indonesia, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah dikembangkan melalui Kurikulum Merdeka, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kontekstual, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi teknologi pendidikan adaptif, serta pendanaan yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
Analisis Kemampuan Berpikir Kristis Siswa Kelas X Dalam Menyelesaikan Soal SPLTV Dahliahi, Jeli; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5280

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa SMA dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas X dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) melalui pendekatan penelitian kepustakaan. Kajian dilakukan dengan menelaah teori berpikir kritis, indikator kemampuan berpikir kritis matematis, serta temuan empiris terkait kesulitan siswa dalam memahami SPLTV. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menguasai prosedur algoritmik seperti eliminasi dan substitusi, namun kurang mampu memahami alasan konseptual di balik langkah-langkah tersebut. Pada indikator interpretasi, siswa mengalami kesulitan mengonversi informasi verbal menjadi persamaan matematis yang konsisten. Pada indikator analisis, siswa cenderung memilih strategi penyelesaian secara mekanis tanpa mempertimbangkan efisiensi. Kemampuan evaluasi juga tergolong rendah karena siswa jarang memeriksa kembali kebenaran solusi. Selain itu, pada indikator inferensi ditemukan bahwa siswa tidak mampu mengaitkan hasil perhitungan dengan konteks nyata secara tepat. Faktor penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis meliputi pembelajaran yang berorientasi prosedural, minimnya penggunaan soal non-rutin, kurangnya ruang diskusi matematis, serta keterbatasan asesmen yang berfokus pada proses penalaran. Kajian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang mendorong siswa melakukan analisis, evaluasi, dan justifikasi logis dalam menyelesaikan SPLTV. Temuan penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dalam memperkuat kemampuan berpikir kritis sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas 7 Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Warniati, Warniati; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5776

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh siswa SMP sebagai fondasi penting dalam memahami konsep matematika yang lebih kompleks dan abstrak. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendekatan penelitian kepustakaan yang sistematis dan mendalam. Analisis difokuskan pada tahapan memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, melaksanakan prosedur, serta memeriksa kembali hasil yang diperoleh berdasarkan kerangka pemecahan masalah Polya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih berada pada kategori sedang hingga rendah, khususnya dalam mengidentifikasi informasi penting, mengaitkan konteks soal dengan konsep bilangan bulat, serta menentukan strategi penyelesaian yang tepat dan efisien. Miskonsepsi mengenai bilangan negatif, kesalahan dalam operasi hitung, serta lemahnya kemampuan representasi visual menjadi kendala utama dalam proses penyelesaian masalah. Selain itu, pembelajaran matematika yang masih berorientasi prosedural, minim penggunaan media konkret, serta kurang menekankan pemahaman konseptual turut memperburuk kemampuan pemecahan masalah siswa. Faktor psikologis, seperti kecemasan terhadap matematika dan rendahnya kemampuan metakognitif, juga berkontribusi terhadap kelemahan siswa dalam mengevaluasi dan merefleksikan hasil penyelesaian. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih konseptual, kontekstual, interaktif, dan berbasis representasi visual untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bilangan bulat sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika SMP yang adaptif, bermakna, dan relevan kontekstual bagi peserta didik.
Pengembangan Lkpd Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Natalia Salim, Aisyah; Risnanosanti, Risnanosanti; Jumri, Rahmat; Asmara, Adi; Ariani, Nyayu Masyita
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika: Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/j06zbz82

Abstract

This research aims to improve students' mathematical critical thinking skills through differential learning. This research is an R&D (Research and developmet) development research with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. This research is limited to Implementation only. This study involved 29 students and 1 mathematics teacher in class VII of SMP Negeri 7 Bengkulu City. The research instruments are in the form of validation sheets and questionnaires on the practicality of students and teachers. The results of the study showed that the LKPD developed obtained a validity Result Level of 84.48% with a valid category. The results of the practicality test obtained a percentage of 87.5% of students with the very practical category. Meanwhile, the results of the practicality test obtained a percentage of 87.8% from teachers in the very practical category. The results of this study show that the development of LKPD based on differentiated learning is feasible for use in learning.   Keywords: LKPD, Differentiated Learning, Mathematical Critical Thinking, ADDIE Model
Kemampuan Kognitif dan Kemandirian Belajar Siswa Menggunakan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Saintifik Basarudin, Basarudin; Asmara, Adi; Hartati, Merri Sri
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 9 No. 2 (2026): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/b86dqj50

Abstract

This study aims to determine the differences in cognitive abilities and learning independence of students taught using contextual, scientific, and conventional approaches. This study used a quasi-experimental method with a Non-Equivalent Pretest–Posttest Control Group Design. The results showed that the contextual and scientific approaches significantly improved students' cognitive abilities compared to the conventional approach. The contextual approach resulted in the highest level of learning independence at 83.87%, followed by the scientific approach at 79.17%, while the conventional class fell in the middle category at 71.28%. In conclusion, the contextual and scientific approaches have proven effective in improving students' cognitive abilities and learning independence in mathematics.   Keywords: Cognitive Ability, Learning Independence, Contextual Approach, Scientific Approach
Pengembangan LKPD Geometri Berbasis Etnomatematika Tari Kejei Lambayu, Putri Ewis; Masri, Masri; Asmara, Adi; Jumri, Rahmat; Ristontowi, Ristontowi
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol. 9 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/mwhfxw87

Abstract

This study aims to Develop geometry teaching materials based on the ethnomathematics of the Kejei Dance that are valid and practical for use in mathematics learning. This research employs the Research and Development (R&D) method with a 4D Development model consisting of the define, Design, Develop, and disseminate stages. However, this study is limited to the Develop stage. The subjects of this study were 22 seventh-grade students of SMPN 09 Lebong. The data collection instruments used were expert validation sheets to measure the validity of the teaching materials and questionnaires for teachers’ and students’ responses to determine the practicality of the product. The results show that the geometry teaching materials based on the ethnomathematics of the Kejei Dance obtained an average validity score of 87.3%, categorized as very valid based on expert assessments of material and media. In addition, the practicality test results based on teachers’ and students’ responses showed an average percentage of 91.7%, categorized as very practical. These results indicate that the Developed teaching materials are feasible for use in mathematics learning.   Kata Kunci: Teaching Materials, Ethnomathematics, Geometry, Kejei Dance, Student Worksheets.
Strategi Pembelajaran Mendalam Berbasis Project Learning dalam Mengatasi Kesulitan Materi Aljabar Wili Juniarti; Asmara, Adi
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol. 9 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/wrvmg590

Abstract

This study aims to describe deep learning strategies based on project learning in overcoming difficulties in algebra material for seventh-grade students at SMPN 20 Bengkulu Tengah. Algebra is one of the topics that frequently causes learning difficulties for junior high school students, particularly in understanding variables, algebraic operations, factorization, and solving linear equations. The research method employed was classroom action research (CAR) with a descriptive qualitative approach conducted in two cycles. The research subjects were 28 seventh-grade students at SMPN 20 Bengkulu Tengah for the academic year 2024/2025. Data collection was carried out through observation, interviews, conceptual understanding tests, and documentation. The results showed that the application of deep learning strategies based on project learning significantly improved students' algebraic conceptual understanding from an average of 31% to 79.4% (an increase of 48.4%). This strategy encourages students to think critically, collaboratively, and to connect mathematical concepts with real-life situations. The research findings recommend the adoption of this model as an innovative alternative to mathematics learning at the junior high school level.   Keywords: Deep Learning; Project Learning; Algebra; Learning Difficulties; SMPN 20 Bengkulu Tengah
Co-Authors Agus Sigit, Ego Anjelia, Delia Dwi Aroma, Nellys Asti Parwati Azizah Azizah B, Andre Nofriady Basarudin, Basarudin Br Manurung, Nuraidah Christiana , Yona Christiana, Nuning Christiana, Yona Dahliah, Jeli Dahliahi, Jeli Dewi, Harmala Dwi Ningsih, Febriyanti Dwi Rahayu Ningsih, Endang Edwar, Yoni Eko Risdianto Elen, Indri Endrasari, Yanti Eriyanto, Eriyanto Farras, Haniyah Raihani Fathurochman, Irwan Fauzan . Fibriyanti, Depi Firmansyah, Hendri Fuadi, Diyoba Azhar Hadi, Janes Kurnia Hamida, Elis Hartati, Merri Sri Heri, Septen I Putu Agus Dharma Hita Ismilia, Mike Istiana, Farika Iswandi, Wedi Izzata, Fi'ina Judijanto, Loso Juniarti , Wili Kashardi, Kashardi Keminanda, Enjellina Kristian, Deddi Kundharu Saddhono Lambayu, Putri Ewis Latifah, Haniyatul Marleni, Linna Maryanti, Atik Masri Masri Masri Masyita Ariani, Nyayu Mayasari, Nanny Murni Yanto Murni, Tera Hartika nanang nanang Natalia Salim, Aisyah Ningrum, Tri Rahayu Setya Nurhafsari, Asri Nyayu Masyita Ariani Oktara, Yogi Rizki Pardini, Aan Soka Puspita Sari, Heni Qurniati, Amnah Rahma, Ghina Aliefia Rahma, Isni Dwi Rahmadania, Rianti Rahmat Jumri Rhomadoni, Indra Nur Risnanosanti Risnanosanti Ristontowi, Ristontowi Riwayati, Selvi Riyanto Riyanto Rohmah, Yuni Syifau Sari, Dea Julita Sari, Intia septia agustina Sugirad, Anang Erma Dona Sularni, Sularni Sulistiani, Tini Tomi Hidayat, Tomi Wachidi Warniati, Warniati Wibowo, Ari Isnu Wili Juniarti Winanda, Dio Reski Winda Ramadianti, Winda Yudha, Romadhona Kusuma Yudisman, Afrien Yuni, Risti Yuniati, Ira