Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep operasi hitung metode permainan kucing-kucing Sari, Dea Julita; Asmara, Adi; Masri, Masri
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v10i1.22218

Abstract

The aim of this research is to identify the elements of integer counting operations contained in the cat-cat game and to clarify its contribution in the context of mathematics education and preserving local culture. The method in this research is a qualitative descriptive approach with data collection carried out through direct observation during the game and focusing on player interactions and the strategies used when playing the kucing-kucing game. The results of the research show that the cat-cat game contains elements of the concept of integer counting operations, namely multiplication, division, addition and subtraction (Kabataku), especially related to the rules of the game using 12 cat-cats and a tennis ball as the tools used in the game. This makes a significant contribution in the context of mathematics education, showing the potential of traditional games as a meaningful learning resource. This research emphasizes the importance of maintaining and introducing traditional games in efforts to preserve cultural heritage and provide interesting learning alternatives for students.
Studi Kasus Kebijakan Pendidikan Global hamida, elis; fauzan, fauzan; latifah, haniyatul; aroma, nellys; asmara, adi; kashardi, kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4097

Abstract

Perbandingan pendidikan antarnegara dalam konteks studi kasus kebijakan pendidikan global merupakan kajian yang sangat penting untuk memahami bagaimana proses globalisasi memengaruhi arah, struktur, dan praktik sistem pendidikan di berbagai negara. Globalisasi mendorong negara-negara untuk mengadopsi standar pendidikan internasional, seperti penguatan literasi global, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan indikator mutu pendidikan yang bersifat universal. Selain itu, globalisasi juga membuka ruang terjadinya pertukaran praktik terbaik (best practices) antarnegara sebagai upaya meningkatkan daya saing pendidikan di tingkat global. Melalui pendekatan pendidikan komparatif, kajian ini berupaya mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta bentuk adaptasi kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh berbagai negara dalam merespons tuntutan global sekaligus kebutuhan lokal yang beragam. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana kebijakan pendidikan global diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik masing-masing negara. Studi ini juga menyoroti peran pendidikan internasional dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman global yang semakin relevan di era digital dan mobilitas tinggi. Selain itu, penelitian ini mengkaji perkembangan kebijakan pendidikan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi dampak globalisasi, dengan fokus pada inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan perbandingan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis dan praktis bagi para pembuat kebijakan dalam mengembangkan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing internasional tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal dan tujuan pembangunan nasional.
Hubungan Ekonomi dan Sistem Pendidikan Perbandingan Dengan Negara Lain B, Andre Nofriady; Firmansyah, Hendri; Heri, Septen; Christiana , Yona; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4283

Abstract

Hubungan antara pembangunan ekonomi dan sistem pendidikan menjadi isu strategis dalam diskusi global, khususnya dalam lima tahun terakhir. Pendidikan dipandang sebagai motor utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Investasi pendidikan terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat daya saing nasional melalui penciptaan tenaga kerja yang adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks perubahan ekonomi global yang ditandai transformasi digital dan percepatan perkembangan teknologi, negara dituntut memiliki sistem pendidikan yang relevan, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan industri modern. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis keterkaitan antara perkembangan ekonomi dan sistem pendidikan melalui perbandingan internasional antara negara maju dan negara berkembang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa negara dengan investasi pendidikan tinggi, kurikulum terkini, kualitas pendidik yang baik, serta pemerataan akses pendidikan cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi stabil dan struktur tenaga kerja kompetitif. Perbandingan dengan Finlandia, Jepang, Korea Selatan, dan Estonia menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan, digitalisasi pendidikan, peningkatan literasi teknologi, serta penguatan pendidikan vokasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, skill mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri, pendanaan yang belum efisien, serta kesiapan pendidik dalam menghadapi era digital. Kajian ini menegaskan urgensi integrasi kebijakan pendidikan dengan strategi pembangunan ekonomi agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing di tengah dinamika global.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP pada Materi Persamaan dan Pertidaksanaan Linear Satu Variable Sularni, Sularni; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4481

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika modern karena berperan dalam mengembangkan literasi numerasi dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PTLSV) serta meninjau bagaimana asesmen, kebijakan, dan praktik pedagogis memengaruhi perkembangan kreativitas tersebut. Melalui kajian literatur dan analisis temuan empiris, penelitian ini mengidentifikasi empat indikator utama kreativitas—fluency, flexibility, originality, dan elaboration—yang menjadi dasar evaluasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa umumnya memiliki fluency yang baik dalam menyelesaikan soal rutin, tetapi flexibility dan originality masih rendah karena pembelajaran didominasi oleh soal prosedural dan jawaban tunggal. Instrumen asesmen autentik seperti soal terbuka, proyek matematis, dan penilaian kinerja masih jarang digunakan meskipun direkomendasikan dalam literatur (UNESCO, 2022; Park & Kim, 2022). Kebijakan Kurikulum Merdeka sebenarnya mendorong asesmen formatif dan kompetensi kreatif, namun implementasinya terkendala oleh keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan asesmen autentik, serta minimnya perangkat penilaian yang baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi asesmen, peningkatan literasi penilaian guru, dan penggunaan instrumen kreatif secara konsisten sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas matematis siswa. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran dan kebijakan evaluasi pendidikan matematika di Indonesia.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa SMP pada Materi Bilangan Kelas VII Maryanti, Atik; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4504

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran utama di SMP yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis siswa. Materi bilangan bulat menjadi landasan penting sebelum siswa mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan belajar siswa SMP kelas VII pada materi bilangan, meliputi aspek konseptual, prosedural, dan strategi pemecahan masalah. Pendekatan penelitian menggunakan library research dengan mengkaji literatur ilmiah, jurnal, buku teks, modul, dan laporan lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa terdapat pada pemahaman bilangan negatif, penerapan operasi dalam soal kontekstual, serta kemampuan mentransformasikan soal cerita menjadi model matematika. Faktor penyebab meliputi pembelajaran yang dominan prosedural, minimnya penggunaan media visual atau manipulatif, rendahnya minat dan motivasi belajar, serta variasi gaya kognitif siswa. Kesalahan yang muncul mencakup kesalahan konseptual, prosedural, perhitungan, representasi, dan penalaran. Studi ini juga menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran berbasis pemahaman konsep dan penalaran, seperti Problem-Based Learning (PBL) dan Realistic Mathematics Education (RME), serta penggunaan media manipulatif dan asesmen HOTS untuk meningkatkan pemahaman, representasi, dan kemampuan metakognitif siswa. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran dan remedial yang efektif, sehingga penguasaan materi bilangan oleh siswa dapat meningkat dan menjadi fondasi kuat bagi pembelajaran matematika berikutnya.
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Kelas VII pada Materi Aljabar Christiana, Yona; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4804

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif matematis merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran matematika abad ke-21, karena berkaitan dengan kemampuan siswa meninjau kembali proses berpikir, menilai strategi yang digunakan, dan memperbaiki kesalahan konsep yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir reflektif matematis siswa kelas VII pada materi aljabar melalui pendekatan library research. Metode penelitian kepustakaan dipilih untuk menelaah secara komprehensif literatur ilmiah, termasuk buku teks matematika SMP, jurnal nasional dan internasional, modul pembelajaran, serta dokumen kebijakan pendidikan terkait Kurikulum Merdeka dan asesmen HOTS. Analisis data dilakukan dengan content analysis yang mencakup reduksi, pengelompokan, dan interpretasi data, serta triangulasi sumber untuk memastikan validitas dan reliabilitas informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir reflektif siswa masih bervariasi dan umumnya rendah, ditandai dengan kecenderungan fokus pada penyelesaian cepat, minim refleksi terhadap langkah penyelesaian, dan kesulitan dalam memahami konsep abstrak aljabar. Faktor penghambat utama meliputi dominasi guru dalam pembelajaran, kurangnya latihan soal non-rutin, keterbatasan media pembelajaran, dan minimnya kesempatan melakukan refleksi eksplisit. Model pembelajaran yang mendukung kemampuan reflektif, seperti reflective inquiry, guided inquiry, problem-based learning, dan self-assessment berbasis rubrik, terbukti efektif meningkatkan kualitas berpikir reflektif dan pemahaman konsep aljabar. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi refleksi dalam pembelajaran, pengembangan perangkat interaktif, serta peran guru sebagai fasilitator, guna membangun pemahaman matematis yang lebih mendalam dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan materi tingkat lanjut.
Pendidikan Inklusif dan Aksesibilitas Indonedia dan Negara Lain Fuadi, Diyoba Azhar; Istiana, Farika; Eriyanto, Eriyanto; Hadi, Janes Kurnia; Asmara, Adi; Kashardi, Kashardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5087

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak belajar seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus, kelompok marginal, serta peserta didik dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi pendidikan inklusif dan aksesibilitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang, dengan fokus pada kebijakan, kurikulum, kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pendanaan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kepustakaan dengan menganalisis buku ilmiah, artikel jurnal bereputasi, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional dan global. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan praktik pendidikan inklusif antarnegara. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara maju memiliki sistem pendidikan inklusif yang terintegrasi secara sistemik, didukung kebijakan yang kuat, pendanaan berkelanjutan, kurikulum adaptif, serta pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan. Sebaliknya, negara berkembang masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur ramah disabilitas, kesenjangan kompetensi pendidik, distribusi sumber daya yang belum merata, serta kesenjangan akses teknologi pembelajaran. Di Indonesia, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah dikembangkan melalui Kurikulum Merdeka, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan kontekstual, khususnya di wilayah terpencil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kebijakan pendidikan inklusif, peningkatan kompetensi guru, optimalisasi teknologi pendidikan adaptif, serta pendanaan yang berkeadilan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
Analisis Kemampuan Berpikir Kristis Siswa Kelas X Dalam Menyelesaikan Soal SPLTV Dahliahi, Jeli; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5280

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa SMA dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas X dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) melalui pendekatan penelitian kepustakaan. Kajian dilakukan dengan menelaah teori berpikir kritis, indikator kemampuan berpikir kritis matematis, serta temuan empiris terkait kesulitan siswa dalam memahami SPLTV. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menguasai prosedur algoritmik seperti eliminasi dan substitusi, namun kurang mampu memahami alasan konseptual di balik langkah-langkah tersebut. Pada indikator interpretasi, siswa mengalami kesulitan mengonversi informasi verbal menjadi persamaan matematis yang konsisten. Pada indikator analisis, siswa cenderung memilih strategi penyelesaian secara mekanis tanpa mempertimbangkan efisiensi. Kemampuan evaluasi juga tergolong rendah karena siswa jarang memeriksa kembali kebenaran solusi. Selain itu, pada indikator inferensi ditemukan bahwa siswa tidak mampu mengaitkan hasil perhitungan dengan konteks nyata secara tepat. Faktor penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis meliputi pembelajaran yang berorientasi prosedural, minimnya penggunaan soal non-rutin, kurangnya ruang diskusi matematis, serta keterbatasan asesmen yang berfokus pada proses penalaran. Kajian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran yang mendorong siswa melakukan analisis, evaluasi, dan justifikasi logis dalam menyelesaikan SPLTV. Temuan penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dalam memperkuat kemampuan berpikir kritis sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas 7 Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Warniati, Warniati; Asmara, Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5776

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh siswa SMP sebagai fondasi penting dalam memahami konsep matematika yang lebih kompleks dan abstrak. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui pendekatan penelitian kepustakaan yang sistematis dan mendalam. Analisis difokuskan pada tahapan memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, melaksanakan prosedur, serta memeriksa kembali hasil yang diperoleh berdasarkan kerangka pemecahan masalah Polya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih berada pada kategori sedang hingga rendah, khususnya dalam mengidentifikasi informasi penting, mengaitkan konteks soal dengan konsep bilangan bulat, serta menentukan strategi penyelesaian yang tepat dan efisien. Miskonsepsi mengenai bilangan negatif, kesalahan dalam operasi hitung, serta lemahnya kemampuan representasi visual menjadi kendala utama dalam proses penyelesaian masalah. Selain itu, pembelajaran matematika yang masih berorientasi prosedural, minim penggunaan media konkret, serta kurang menekankan pemahaman konseptual turut memperburuk kemampuan pemecahan masalah siswa. Faktor psikologis, seperti kecemasan terhadap matematika dan rendahnya kemampuan metakognitif, juga berkontribusi terhadap kelemahan siswa dalam mengevaluasi dan merefleksikan hasil penyelesaian. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih konseptual, kontekstual, interaktif, dan berbasis representasi visual untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi bilangan bulat sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran matematika SMP yang adaptif, bermakna, dan relevan kontekstual bagi peserta didik.
Pengembangan dan Validasi Soal Berpikir Kritis Berbasis Etnomatematika pada Bangunan Tabut Bansal Bengkulu Putri, Ayu Tania Riski; Asmara, Adi; Masyita Ariani, Nyayu
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 8 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v8i1.11429

Abstract

This research aims to develop ethnomathematics-based critical thinking skills tasks within the context of the Tabut Bengkulu structure that meet the criteria for validity. The urgency of this study is driven by the significance of 21st century critical thinking skills, which demand contextual assessment innovations for students. Utilizing the Research and Development (R&D) method with the Tessmer’s formative evaluation model as adapted by Zulkardi, this study encompasses stages from preliminary research to formative evaluation (self-evaluation, expert review, and one-to-one). The designed instruments consist of five essay items integrating Facione's critical thinking indicators with the Bengkulu curtural context of Tabut Bansal. The results indicate that prototype 1 was declared valid in terms of content, construct, and language by the three validators. One-to-one trials with junior high school students also demonstrated that the tasks possess good readability and are capable of stimulating student’s cognitive activity in solving contextual mathematical problems. This research produced prototype 2, comprising five essay items designed to train and measure mathematical critical thinking skills in junior high school.
Co-Authors Agus Sigit, Ego Anjelia, Delia Dwi Aroma, Nellys Asbani, Asbani Asti Parwati Azizah Azizah Azizah, Rika B, Andre Nofriady Br Manurung, Nuraidah Christiana , Yona Christiana, Nuning Christiana, Yona Dahliah, Jeli Dahliahi, Jeli Dewi, Harmala Dwi Ningsih, Febriyanti Dwi Rahayu Ningsih, Endang Edwar, Yoni Eko Risdianto Elen, Indri Endrasari, Yanti Eriyanto, Eriyanto Farras, Haniyah Raihani Fathurochman, Irwan Fauzan . Fibriyanti, Depi Firmansyah, Hendri Fuadi, Diyoba Azhar Hadi, Janes Kurnia Hamida, Elis Heri, Septen Hilyati Milla I Putu Agus Dharma Hita Ismilia, Mike Istiana, Farika Iswandi, Wedi Izzata, Fi'ina Judijanto, Loso Juniarti , Wili Kashardi, Kashardi Keminanda, Enjellina Kristian, Deddi Kundharu Saddhono Latifah, Haniyatul Marleni, Linna Maryanti, Atik Masri Masri Masri Masyita Ariani, Nyayu Mayasari, Nanny Murni, Tera Hartika nanang nanang Natalia Salim, Aisyah Ningrum, Tri Rahayu Setya Nurhafsari, Asri Nyayu Masyita Ariani Oktara, Yogi Rizki Pardini, Aan Soka prima, ade putra tri Puspita Sari, Heni Putri, Ayu Tania Riski Qurniati, Amnah Rahma, Ghina Aliefia Rahma, Isni Dwi Rahmadania, Rianti Rahmat Jumri Rhomadoni, Indra Nur Risnanosanti Risnanosanti Ristontowi, Ristontowi Riwayati, Selvi Riyanto Riyanto Rohmah, Yuni Syifau Sari, Dea Julita Sari, Intia septia agustina Sugirad, Anang Erma Dona Sularni, Sularni Sulistiani, Tini Tomi Hidayat, Tomi Wachidi Wachidi, Wachidi Warniati, Warniati Wibowo, Ari Isnu Winanda, Dio Reski Winda Ramadianti, Winda Yanto, Murni Yudha, Romadhona Kusuma Yudisman, Afrien Yuni, Risti Yuniati, Ira