p-Index From 2021 - 2026
5.927
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SINERGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen JURNAL DINAMIKA MANAJEMEN DAN BISNIS Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Abdimas Talenta : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengolahan Pangan JURNAL HERITAGE JURNAL MANAJEMEN (EDISI ELEKTRONIK) IKRA-ITH ABDIMAS Awang Long Law Review Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Bulletin of Information Technology (BIT) International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) International Journal of Science and Society (IJSOC) Kalbisocio: Jurnal Bisnis dan Komunikasi Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore JUARA: JURNAL WAHANA ABDIMAS SEJAHTERA Jeksyah Tadris: Jurnal Pendidikan Islam Managere: Indonesian Journal of Educational Management MANAGER: Journal of Management and Administration Science SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Intelmatics INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIETY REVIEWS (INJOSER) Jurnal Kreatif : Karya Pengabdian untuk Masyarakat Aktif dan Inovatif Digital Innovation : International Journal Of Management Southeast Asian Language and Literature Studies Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Journal of Computer Science and Technology Application
Claim Missing Document
Check
Articles

Literasi Informasi Digital Pada Pesantren Modern Madani, Tunjungmuli, Purbalingga Syaifuddin; Dian Harmaningsih; Siti Komsiah; Susi Yunarti; Wijayanti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan literasi informasi digital di Pesantren Modern Madani, Tungjungmuli, Purbalingga, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara efektif dan etis. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai religius dan moral, perlu mempersiapkan santri agar mampu menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks. Program literasi informasi digital ini mencakup berbagai pelatihan yang difokuskan pada pengenalan sumber informasi yang kredibel, pemahaman tentang hak cipta, privasi, serta penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan tidak hanya mahir dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan selektif dalam mengonsumsi informasi yang ada di dunia digital. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterampilan digital di kalangan santri, yang berdampak positif pada proses belajar mengajar di pesantren. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, santri, dan orang tua dalam mendukung pengembangan literasi digital yang berkelanjutan. Dengan demikian, Pesantren Modern Madani dapat menjadi model dalam penerapan literasi informasi digital di lingkungan pendidikan pesantren.
Urgensi Aspek Psikologis Dalam Pendidikan Islam (Perspektif Ibn Sina dan Ibn Khaldun) syaifuddin; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 29 No. 01 (2022): April 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.335

Abstract

Pendidikan berperan strategis dalam mengantarkan anak untuk mencapai karir hidupnya. Hal ini karena melalui Pendidikan, anak difasilitasi untuk dapat mengasah potensi-potensi yang dimiliki. Artikel ini menyajikan pentingnya aspek psikologis dalam Pendidikan Islam dalam perspektif Ibn Sina dan Ibn Khaldun. Melalui kajian literatur, dijelaskan bahwa aspek psikologis perlu diperhatikan dalam proses pemberian pendidikan kepada anak didik. Psikologis anak perlu diperhatikan dalam pemilihan materi yang tepat dalam pendidikan. Tingkat usia anak mempengaruhi tingkat psikolgis anak tersebut. Dengan demikian, Pendidikan perlu memperhatikan tingkat usia anak. Materi pendidikan untuk usia anak tingkat dasar cukup bersifat sederhana. Perbanyak media konkret yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan anak usia tingkat dasar. Pada masa remaja, materi pendidikan perlu diarahkan pada penelusuran minat dan bakat anak, sedangkan pada usia dewasa, materi pendidikan diarahkan pada proses pengembangan dan pengasahn minat dan bakat. Oleh karenanya, aspek psikologis selalu penting diperhatikan dalam proses pendidikan sampai kapanpun.
Tanggung Jawab Pendidikan Dalam Perspektif Islam Syaifuddin; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 28 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i1.336

Abstract

Tanggung jawab pendidikan perlu ditekankan agar para pemegang tanggung jawab tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Ketika para pemegang tanggung jawab Pendidikan menjalankan wewenangnya dengan baik, maka Pendidikan akan dapat berjalan dengan baik. Artikel ini menyajikan tanggung jawab Pendidikan dalam perspektif Islam. Melalui kajian kepustakaan, dapat disajikan beberapa hal terkait dengan tanggung jawab Pendidikan dari aspek para pemegang tanggung jawab dalam perspektif Islam. Orangtua sebagai pemegang tanggung jawab pendidikan bagi anak-anaknya dalam hal menanamkan aqidah, membina akhlak yang baik, dan membina perkembangan fisik, psikis, dan sosialnya. Pendidik beranggung jawab untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang bermanfaat serta membina akhlak peserta didik. Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan pealayanan pendidikan, meningkatkan akses pendidikan, meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat untuk menimba ilmu, membantu pendanaan pendidikan.
Benang Merah Radikalisme Islam Kontemporer dengan Doktrin Keagamaan Khawarij Muhammad Fahmi; Saefullah Azhari; Syaifuddin; Senata Adi Prasetia; Suwatah; Qudus Nofiandri Eko Dwi Sucipto; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.497

Abstract

This article delves into the contemporary phenomenon of Islamic radicalism with a specific emphasis on its connection to the religious doctrine of the Khawarij. The Khawarij, as a group that emerged in the early history of Islam, holds significant influence in comprehending the roots of radicalism in the modern Islamic world. The research aims to analyze and identify the common thread linking the religious doctrine of the Khawarij to the development of contemporary Islamic radicalism. Through a textual and historical analysis approach, the author explores key Khawarij concepts that remain relevant in shaping the mindset and actions of modern radical groups. Furthermore, the article highlights efforts for the prevention and mitigation of Islamic radicalization by detailing strategies that can be adopted by society, government, and religious institutions. Thus, it is anticipated that this article will contribute to a deeper understanding of the dynamics of contemporary Islamic radicalism and provide valuable insights for mitigation efforts.
Peran Kelembagaan dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia Syaifuddin; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 3 No 02 (2021): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v4i2.334

Abstract

Islamic education has been rapidly growing in Indonesia. This development can be attributed to the diverse institutional roles of Islamic education in the country. Through literature reviews and content analysis of existing literature, it has been discovered that the roots of Islamic education in Indonesia trace back to the introduction of Islam in the region. The dissemination of Islamic education initially began through informal educational institutions like mosques, surau, langar, and similar places, along with the spread of Islamic teachings in general. These informal educational institutions later evolved into non-formal educational institutions, such as Islamic boarding schools (pondok pesantren). Non-formal educational institutions, in turn, developed into formal educational institutions like madrasahs and other Islamic schools. All of these Islamic educational institutions play a vital role in the development of Islamic education in Indonesia. It can be firmly stated that the institutional aspects of Islamic education are crucial for its advancement in the country.
LEGAL POSITIVISM: A COMPARATIVE STUDY OF MODERNITY IN THE INDONESIAN CRIMINAL JUSTICE SYSTEM Sulaiman; Syaifuddin; Syamsuddin; Hajairin
Awang Long Law Review Vol. 8 No. 1 (2025): Awang Long Law Review
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awl.v8i1.1672

Abstract

In practice and reality, legal positivism tends to be detrimental to justice seekers, legal positivism is formal and can only realize justice procedurally. This study uses normative legal research to inventory positive law, find legal principles and doctrines, with several approaches, the first is the Legislative Approach, Second, the conceptual approach is carried out by examining concepts, theories and opinions of experts that are related to the object being studied. Third, the comparative approach is a way of comparing to understand the law. The results of the study show that the law itself is always viewed as written law (law as it written in the books) in the text of legislation or law is law (law is law) only, even though the law itself should also be seen from the facts that occur in the field, for example those processed in court hearings. However, in positive law, the police, prosecutors and judges or other formal legal institutions cannot be blamed because they only fulfill and implement the formulation of the law which does not provide an opportunity for law enforcement officers to act according to their conscience. Even though judges are given freedom according to their conscience, if faced with complete evidence, there is no reason for the judge not to decide the case. Therefore, in the author's opinion, legal positivism is seen as unable to realize substantively just law for justice seekers but is only able to realize formal legal certainty and procedural justice in the implementation of the criminal justice system.
MEKANISME RESTRUKTURISASI PEMBIAYAAN MURABAHAH UNTUK PEMULIHAN NASABAH BERMASALAH Gustina, Nia; Setiawan, Romi Adetio; Syaifuddin
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2025.vol8(2).22485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme restrukturisasi pembiayaan murabahah dalam upaya pemulihan nasabah bermasalah di PT. BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara Bengkulu. Permasalahan nasabah bermasalah menjadi tantangan serius bagi kelangsungan operasional bank syariah, terutama di tengah tekanan ekonomi yang mempengaruhi kemampuan bayar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi dilakukan melalui tiga mekanisme utama yaitu penjadwalan kembali (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning), dan penataan kembali (restructuring), yang seluruhnya dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah tanpa mengandung unsur riba. Proses restrukturisasi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi nasabah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Tantangan yang dihadapi bank mencakup kurangnya pemahaman nasabah, dampak ekonomi yang mempengaruhi kemampuan bayar, serta risiko moral hazard. Untuk mengatasi tantangan tersebut, bank menerapkan seleksi ketat, memberikan edukasi kepada nasabah, dan melakukan pemantauan pasca restrukturisasi guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program restrukturisasi.