p-Index From 2021 - 2026
13.195
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Paradigma Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora DE JURE Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Journal of Family Science JIA (Jurnal Ilmu Agama) DIMENSI FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya UIR LAW REVIEW SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Justisia : Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-undangan dan Pranata Sosial Jurnal Dinamika Sosial Budaya Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Jurnal Sosiologi Agama WAJAH HUKUM DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Jurnal Pariwisata Terapan Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik Simulacra ADLIYA: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Momentum : Jurnal Sosial dan Keagamaan Jurnal Perspektif Journal of Islamic Civilization Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Education and Human Development Journal TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Law, Development and Justice Review MIMBAR : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid The Journal of Society and Media Borneo Law Review Journal JPSI (Journal of Public Sector Innovations) Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Jurnal Pemerintahan dan Politik Jurnal Entitas Sosiologi Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Legalitas: Jurnal Hukum Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Partisipatoris Jurnal Trias Politika Jurnal Sosiologi Dialektika Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC) Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam JURNAL PENDIDIKAN IPS Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Cakrawala: Jurnal Studi Islam Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Jurnal Penelitian Agama Syiah Kuala Law Journal Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan FENOMENA: Jurnal Penelitian JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum International Journal of Contemporary Islamic Law and Society Reformasi Hukum Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama KRONIK: Journal of History Education and Historiography Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa International Journal of Law and Society Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Media Hukum Indonesia (MHI) The Sunan Ampel Review of Political and Social Sciences The Sociology of Islam Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review KOLABORASI: Journal of Multidisciplinary Politea : Jurnal Pemikiran Politik Islam FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Jurnal Kajian Hukum dan Sosial Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Rasionalitas Masyarakat Muslim Menerapkan 5M Saat Beribadah di Era Pandemi Covid-19 Pada Desa Jati Sidoarjo Ivanda Normalita; Agus Machfud Fauzi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i2.4548

Abstract

The Covid-19 virus is one of the deadliest viruses and kills almost every country. As a precautionary measure, the government provides policies that must be obeyed by all levels of society. According to WHO (World Health Organization) standards, the policy is known as the 5M, namely, wearing masks, washing hands, maintaining distance, reducing and reducing mobility. The policy must be applied to the daily activities of the community. Sidoarjo is one of the cities in the red zone recently. Data shows that there are more than 24.000 cases of COVID-19. For this reason, the Sidoarjo government applies 5M very strictly when people are carrying out worship. When the community does not implement it, the administrators of the place of worship will reprimand and give directions to the community. The result is that people in Jati Village apply 5M, including when carrying out worship such as congregational prayers, Friday prayers, and so on. The mosque management always provides masks for worshipers, as an anticipation for people who lose or forget not to bring masks. The purpose of this research is to analyze the rationality of people who apply 5M when worshiping in Jati Sidoarjo Village. Qualitative method using primary and secondary data sources. The theory used is the theory of Max Weber regarding the action of rationality. (Virus Covid-19 merupakan salah satu virus yang mematikan dan memakan korban hampir di setiap negara. Sebagai langkah antisipasi pemerintah memberikan kebijakan yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat. Sesuai standart WHO (World Health Organization) kebijakan tersebut dikenal dengan istilah 5M yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kebijakan tersebut diterapkan pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Sidoarjo merupakan salah satu kota yang berada di zona merah beberapa waktu terakhir. Data menunjukkan bahwa terdapat jumlah lebih dari 24.000 kasus covid-19. Untuk itu pemerintah Sidoarjo menerapkan 5M dengan sangat ketat tidak terkecuali saat masyarakat melaksanakan ibadah. Ketika masyarakat tidak menerapkan, maka pengurus tempat ibadah akan menegur dan memberikan arahan pada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat di Desa Jati menerapkan 5M, termasuk saat menjalankan ibadah seperti, sholat jamaah, sholat jumat, dan sebagainya. Adapun pengurus masjid selalu menyediakan masker untuk jamaah, sebagai antisipasi bagi masyarakat yang kehilangan atau lupa tidak membawa masker. Tujuan dari penelitian yaitu, menganalisis mengenai rasionalitas masyarakat menerapkan 5M saat beribadah di Desa Jati Sidoarjo. Metode kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teori yang digunakan adalah teori dari Max Weber mengenai tindakan rasionalitas.)
Harmony in Diversity: The Dynamics of Interfaith Families Mochamad Taufiqurrachman; Agus Machfud Fauzi
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3207

Abstract

In Indonesia, a nation characterized by its diverse religious landscape, the phenomenon of interfaith families provides a distinctive lens to comprehend religious coexistence. This investigation delves into how religious beliefs are shaped within interfaith families, scrutinizing the ways in which these households manage the intricacies of varying religious views. Utilizing qualitative research methodologies, the study zeroes in on four Indonesian families, each hailing from different religious backgrounds. The research method includes thorough interviews and observational techniques, aiming to unravel the nuances of religious observance, communication, and the resolution of conflicts within these families. The results highlight the critical roles of mutual respect, transparent communication, and a collective dedication to familial harmony in preserving a balanced atmosphere. Notwithstanding their religious disparities, these families demonstrate significant levels of tolerance and comprehension, allowing individual members to freely engage in their respective religious practices. This study accentuates the significance of embracing diversity and nurturing tolerance as fundamental factors for the harmonious coexistence of varied religions within a domestic framework. AbstrakDi Indonesia, negara yang ditandai oleh pluralitas agama, fenomena keluarga beda agama menawarkan konteks unik untuk memahami koeksistensi agama. Penelitian ini mengeksplorasi konstruksi kepercayaan agama dalam keluarga beda agama, mengkaji bagaimana keluarga-keluarga ini menavigasi kompleksitas perbedaan keyakinan agama. Menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini berfokus pada empat keluarga Indonesia dengan latar belakang agama yang beragam. Melalui wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini menyelidiki dinamika praktik agama, komunikasi, dan resolusi konflik dalam keluarga tersebut. Temuan menunjukkan bahwa saling menghormati, komunikasi terbuka, dan komitmen bersama terhadap kesatuan keluarga sangat penting dalam menjaga harmoni. Meskipun ada perbedaan agama, keluarga menunjukkan tingkat toleransi dan pemahaman yang tinggi, dengan anggota keluarga bebas mempraktikkan keyakinan masing-masing. Studi ini menekankan pentingnya merangkul keragaman dan menumbuhkan toleransi sebagai elemen kunci dalam koeksistensi damai agama yang berbeda dalam satu keluarga.
Religious People's Perception of the Kapuhunan Myth: (Case Study of Pangkalan Bun City, West Kotawaringin) Maulaya, Nadia Hafifa; Agus Machfud Fauzi
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v8i1.1448

Abstract

Culture is an essential element of social life that influences people's norms and behaviors. Mythologies, especially those with religious and belief dimensions, play a key role in shaping human values and morals. Religion, tradition and myth become the moral framework that protects life in the social order. The Kapuhunan myth in Kalimantan reflects a shift in people's perception of bad luck, especially in Pangkalan Bun City. This research uses a qualitative approach with an interview method to understand how this myth influences the perception of religious communities. This myth is regarded as a symbol of supernatural power that brings disaster, believed by both natives and migrants, shaping the view of food as a determinant of bad luck. From a religious perspective, there is a moral dilemma between conventional beliefs and religious teachings. In Max Weber's theory of social action, instrumental rational, value, affective and traditional actions are reflected in the respect for the Kapuhunan myth. The analysis shows that this myth influences various types of social actions, shapes the behavior of people in Pangkalan Bun City, and raises a dilemma between traditional beliefs and religious teachings.
Perilaku Sosial Antar Umat BeragamaTerhadap Anak- Anak di Kabupaten Ngawi Tanti, Amalia Vidra; Fauzi, Agus Machfud
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol 9 No 1 (2023): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v9i1.3005

Abstract

Indonesia is a pluralistic nation with a wide range of diversity, including social, political, racial, cultural, and religious ones. Religious differences frequently result in strained relationships between members of a community, especially kids in Ngawi Regency. Religion in the Ngawi Regency community naturally provides a blend of individual and group characters in socializing and will influence social behavior patterns against the backdrop of cultural diversity. The goal of the study was to use interviewing and observational data gathering methods to understand how interreligious social conduct toward children in Ngawi Regency. The findings of this study reveal that youngsters in Ngawi Regency exhibit interreligious social conduct extremely well, happily, amicably, enthusiastically, and preserving numerous community activities.
STRATEGI PELAKSANAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN WONOKARTO KABUPATEN WONOGIRI Marom, Muhammad Yusril; Fauzi, Agus Machfud
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v15i2.559

Abstract

Pandemi covid-19 telah banyak mempengaruhi struktur sosial masyarakat. Termasuk dalam aktivitas keagamaan, masyarakat di desa Wonokarto Wonogiri dalam beribadah serba dibatasi terutama dari segi jumlah supaya tidak beresiko menimbulkan kerumunan yang dapat menyebabkan penularan virus semakin luas. Serbelum adanya covid-19, banyak kegiatan keagamaan dilakukan, seperti tadarus, tahlilan, pengajian, kultum, dll. Sedangkan di masa pandemi, banyak kegiatan beribadah yang kemudian serba diatur berdasarkan protokol kesehatan serta kebijakan PSBB. Penelitian ini akan lebih menyoroti pada bagaimana upaya-upaya atau strategi yang dilakukan masyarakat setempat untuk bisa tetap mengadakan kegiatan keagamaan di masa pandemi Covid-19. Tujuannya adalah supaya proses masyarakat dalam beribadah dapat dipetakan, sehingga dapat ditemukan solusi aman penyelenggaraan kegiatan keagamaan di masa pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwa banyak kegiatan keagamaan seperti tahlilan yang masih sering diadakan walaupun saat pandemi. Masyarakat setempat memiliki beberapa strategi dalam melaksanakan kegiatan keagamaan supaya dapat berjalan dengan aman.
POLICY IMPLEMENTATION OF A LINE LEARNING SYSTEM TO PREVENT THE SPREAD OF COVID-19 Riswanda, Mike Fatiha Eka; Fauzi, Agus Machfud
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 6 No 1 (2021): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v6i1.1858

Abstract

Abstract : The positive online learning system policy is enforced for all levels of school, from kindergarten, elementary, junior high, high school to tertiary level. This policy was enforced due to the Covid-19 pandemic, for this reason an online learning system or distance learning was implemented as an effort to prevent the spread of Covid-19. The online learning system policy is deemed the right policy to be implemented in the face of the current pandemic because teachers and students do not meet face to face directly. Based on this background, the objectives of this study are 1) understanding and explaining the application of the online learning system policy in Mts Ketegan Sidoarjo, 2) analyzing the motives for implementing the online learning system policy at Mts Ketegan Sidoarjo. The method used in this study is a qualitative method, because to explain the research was carried out in depth. The theory used in this research is Schutz's theory of social motives. Schuzt introduced two motive terms, namely the "cause" motive (because of motive) and the "goal" motive (in order to motive), this theory can be used to reveal the real motive behind the implementation of the online system policy in Mts Ketegan Sidoarjo. The results of this study indicate that the policies are implemented in accordance with applicable regulations because they are given the purpose of the policy itself, namely to prevent the spread of Covid-19. Keywords: action motive; education policy; pandemic   Abstrak : Kebijakan sistem pembelajaran daring positif diberlakukan untuk seluruh jenjang sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga ke jenjang perguruan tinggi. Kebijakan tersebut diberlakukan akibat adanya pandemi Covid-19, untuk itu sistem pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh diterapkan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kebijakan sistem pembelajaran daring dirasa kebijakan yang tepat untuk diterapkan dalam menghadapi pandemi saat ini karena antara guru dengan murid tidak bertatap muka secara langsung. Berdasarkan latar belakang tersebut yang menjadi  tujuan dari penelitian ini yaitu 1)memahami dan menjelaskan penerapan kebijakan sistem pembelajaran daring yang ada di Mts Ketegan Sidoarjo, 2)menganalisis motif pelaksanaan kebijakan sistem pembelajaran daring yang di Mts Ketegan Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, karena untuk menjelaskan maka penelitian dilakukan secara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori motif sosial dari Schutz. Schuzt memperkenalkan dua istilah motif yaitu motif “sebab” (because of motive) dan motif “tujuan” (in order to motive), teori tersebut dapat digunakan untuk mengungkap motif yang sebenarnya dibalik pelaksanaan kebijakan sistem daring yang ada di Mts Ketegan Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan diterapkan  tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena mengingat dari tujuan kebijakan itu sendiri yaitu untuk mencegah penyebaran Covid-19.   Kata Kunci: motif tindakan, kebijakan pendidikan, pandemi
Perspektif Masyarakat Madura tentang Fakta Medis COVID-19 menurut Sosiologi Agama An-Nisa', Yudita Nuriyah; Fauzi, Agus Machfud
FENOMENA Vol 14 No 2 (2022): FENOMENA VOL 14, NO. 2, 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fj.v14i2.5054

Abstract

Everyone's views are different in responding to the COVID-19 pandemic. According to data from the WHO (World Health Organization), the number of people who have died due to COVID-19 has now reached 16.6 million. The main cause of the spread of the corona virus is not implementing health protocols and having a weak immune system or vulnerable age. But not a few people who refuse the provision of vaccination and the application of health protocols as immunization for the body. As a result of the strong religion and culture held by the Madurese community, the assumption is that death is the nature of God, not the result of the corona virus. This is one of the causes of non-compliance in implementing health protocols. The purpose of this study is to see how the Madurese Muslim perspective regarding the medical facts of Covid-19. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. The conclusions and results of this study explain the various perspectives generated by the Madurese Muslim community so that there are those who accept and some who reject the existence of medical facts.
Religious People's Perception of the Kapuhunan Myth: (Case Study of Pangkalan Bun City, West Kotawaringin) Maulaya, Nadia Hafifa; Agus Machfud Fauzi
Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial
Publisher : Prodi Sosiologi Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asketik.v8i1.1448

Abstract

Culture is an essential element of social life that influences people's norms and behaviors. Mythologies, especially those with religious and belief dimensions, play a key role in shaping human values and morals. Religion, tradition and myth become the moral framework that protects life in the social order. The Kapuhunan myth in Kalimantan reflects a shift in people's perception of bad luck, especially in Pangkalan Bun City. This research uses a qualitative approach with an interview method to understand how this myth influences the perception of religious communities. This myth is regarded as a symbol of supernatural power that brings disaster, believed by both natives and migrants, shaping the view of food as a determinant of bad luck. From a religious perspective, there is a moral dilemma between conventional beliefs and religious teachings. In Max Weber's theory of social action, instrumental rational, value, affective and traditional actions are reflected in the respect for the Kapuhunan myth. The analysis shows that this myth influences various types of social actions, shapes the behavior of people in Pangkalan Bun City, and raises a dilemma between traditional beliefs and religious teachings.
Kediri Government Policy Before Year End Holiday Middle of the Covid-19 Pandemic Megananta, Janatul Rona; Fauzi, Agus Machfud
International Journal of Law and Society Vol 1 No 1 (2022): International Journal of Law and Society (IJLS)
Publisher : NAJAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59683/ijls.v1i1.1

Abstract

All health protocol policies must be adhered to during the current pandemic. This is because the number of people who die every day is skyrocketing due to the Covid-19 virus. The aim of this research is to explain local government policies in dealing with the pandemic ahead of the year-end holidays. The method I use in this research is a qualitative approach, through direct observation and interviews with the people of Kresek Village, Tempurejo, Kediri City. The city government of Kediri has issued a policy, especially Large-Scale Social Restrictions (PSBB), namely a ban on leaving the house to celebrate year-end holidays. This policy is strictly enforced so that all residents do not leave the house to celebrate the year-end holidays. The Kediri City Government recommends that every village maintain security at each post. Uniquely, the sanctions given in each town are different. In the Tempurejo area, if people go out to celebrate the end of the year, they are sanctioned to go around the village for 8 rounds. There is also a policy that if they want to go out of town but do not bring a health certificate and a health certificate, they must spend the night in the Kelurahan, for approx. 8 hours for quarantine. This policy is an initiative of the RT/RW, Kelurahan and Covid-19 cluster, especially in Tempurejo Village, to support the Kediri City Government's Large-Scale Social Restrictions (PSBB) efforts in reducing mortality and Covid-19 during the year-end holidays in the Kediri City area.
Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaaan Berbasis Literasi Digital pada Pelajar Indonesia di Kota Manila Filipina Prabawati, Indah; Widodo, Bambang Sigit; Fauzi, Agus Machfud; Segara, Nuansa Bayu; Fanida, Eva Hany; Prastiyono, Hendri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1946

Abstract

Tantangan global pelajar Indonesia dalam menghadapi nasionalisme dan radikalisasi di Abad 21 semakin berat. Berdasarkan hasil diskusi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina, nilai kebangsaan berbasis literasi digital para pelajar mulai tergerus. Program kebangsaan yang diberikan kepada pelajar Indonesia oleh pemerintah baik melalui kemendikbud maupun instansi terkait di luar negeri sangat minim. Maka, penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital bagi pelajar Indonesia di Filipina menjadi sebuah keniscayaan. Dengan hadirnya program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Internasional pada pelajar Indonesia di Filipina membawa kebermanfaatan berbagi praktik baik. Program ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital bagi pelajar Indonesia di Filipina melalui pelatihan kebangsaan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) internal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya di Kota Manila, Filipina. Program pengabdian kepada masyarakat dikemas bentuk metode in-service training sebanyak dua kali dan on job training satu kali. Kegiatan in-service training dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dalam bentuk daring yang meliputi pemahaman kebangsaan dan pendampingan.  Kegiatan on the job training meliputi pendampingan secara tatap muka terhadap para pelajar Indonesia di Filipina untuk penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital. Hasil dalam program pengabdian ini adalah sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik (85,50%) mengenai nilai-nilai kebangsaan setelah diberikan perlakuan. Selain itu, rata-rata respon para mahasiswa terhadap pelatihan LDK sebanyak 94,10% yang berarti respon sangat positif sehingga dapat menguatkan pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan. Penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital semakin tumbuh meningkat pada pelajar Indonesia di Filipina sehingga mampu menjadi inspirasi untuk selalu berkembang dan mengimplementasikan kecintaan terhadap tanah air. Secara keberlanjutan, peserta pelatihan dapat menyebarkan transfer pengetahuan kepada rekan sejawat mahasiswa PPI di Filipina.
Co-Authors Abdulrahim, Mohamed Omar Achmad Nauval Wildan Adawiah, Wardatul Adinda Ajeng Apriliana Affandi, Mochamad Arif Agista Nora Kanahaya Agnesia Midiana Ahmad Ridwan Ahmad Ridwan Ailsa Fitri Shafwa Akbar Mawlana Alifiah, Firda Nur Alissa Septania Damayanti Alivia Anjelita Syafa Rizqi Alya Safira Amanda Bunga Diana Putri Fauziyah Amarul Ilham Rizky Amarul Ilham Rizky Ambarwati, Maha Dewi Amelia, Avita Aminarsih, Ririn An-Nisa', Yudita Nuriyah Anata Reyustina Almaidah Andini Nurrahmah Dewi Andre Aazahria Setiawan Anggita Ayu Triana Anggraeni, Nina Aniq Ifadah Anisa Rusdianasari Aprillia, Fransisca ARDHIE RADITYA Ardhie Raditya Arif Sudrajat Arisholina, Sejati Ayuning Arizki Dwi Prasetyo Astuti, Ilmi Dewi Avita Amelia Ayu Wulaningsih Bambang Sigit Widodo Bella Ayu D Bilqis Sayyidatul Cahyani, Retno Aprin CHOIRUL ALVIN NISYAM, MUHAMMAD Darmawan, Oktavia Ayu Delia Intan Hidayah Dewi, Khofifah Kurnia Dinda Ayu Aprilianti Dinda Mirtanty Diyah Utami Dwi Krismawati Dwi Ramadhania Erfina Dwi Eriza Lutfianto Eufrasia Kartika Hanindraputri Eva Hany Fanida, Eva Hany Fadilah Salsa Novinayah Fahrurozi, Fandi Ahmad Fajar Ikhsan Nurqo'id Fakhiroh, Zakiyyatul Fakhris Aulady Fandi Ahmad Fahrurozi Fandi Ahmad Fahrurozi Farid Pribadi Farrisqi, Karinina Anggita Fathur Rozy FATHUR ROZY Fatimah Aulia Rahma Febriansyah, Rachmad Ferdi Gultom Fihtri, Elvira Fransisca Aprillia Gamayao, Paul Adynn Gultom, Ferdi HAMDAN ASRORUDIN, MOHAMMAD Hanifah Az Zahra Hazim Hazim Hepridayanti Hesty Kartikasari Husna Suhada Ifadah, Aniq Iffatin Nur Iin Erlina Eka Putri Ike Dewi Purwanty IKHWAN, MASRUL INDAH PRABAWATI Indira Devi Anggraeni Iqbal, Mohammad Maulana Isnaeni Qurotun Nisyak Ivanda Normalita Jeudi Aneigia Branchais Junaidi Junaidi Karerina, Nina Karinina Anggita Farrisqi Khalid Syaifullah Khamimiya, Aza Rifda Khilda Nurul Falahiyah Khilda Nurul Falahiyah Khoridatus Sa’adah Krismawati, Dwi Laila Natasya Rahmah Liesmay Dwi Kurniawati Luki Ricard Maliha, Novi Fitia Marom, Muhammad Yusril MARTINUS LEGOWO Martinus Legowo Maulana Firdaus Ferdiansyah Maulaya, Nadia Hafifa May Salwa Billah Safirah Maya Dwi Susanti Maya Sajidah Salsabila Megananta, Janatul Rona Melanda warsetiyo putri Melpin Simaremare Millena Apriliani Rusadi Moch Aji Setiawan Mochamad Taufiqurrachman Mochamad Taufiqurrachman Moh Mudzakir Mohamed Omar Abdulrahim Mohammad Alfin Mahbi Awaludin Mohammad Fajrul Falah Mohammad Maulana Iqbal Mohammad Reevany Bustami Mudzakir, Moh Mudzakkir, Moh Mudzakkir, Moh. Muhammad Daffa Rizki Abidin Mustofa Mustofa Nada I Asmani Nanda Tri Ifkinil Wulandari Nathacha Nathacha Nathan Marcellino Naufalul Ihya Ulumuddin Naufalul Ihya’ Ulumuddin Nawang Wulan Neny Sujianti Sujianti Nimas Noormala D Nina Anggraeni Nina Karerina Novi Fitia Maliha Novi Fitia Maliha Novi Fitia Maliha Novinayah, Fadilah Salsa Nuansa Bayu Segara Nuria Febri Rahayu NURLAILI, AGUSTINA Nurul Azizah Oktavia Ayu Darmawan Pambudi Handoyo Permatasari, Shevia Putri Prabowo Yudho Prastiyono, Hendri Pratama Aditya Ramadhan Pratama Aditya Ramadhan Pratama, Dini Putri Dwi Permata Indah Putri, Dewi Ananda Putri, Rizky Sintiah Putri, Rizky Trisna Putri, Sindi putri, tiara ilmiwati Rachmad Febriansyah Rachmad Febriansyah Rahma Safitriana Rahma Safitriana Ramadhan, Pratama Aditya Ramadhania, Dwi Retno Aprin Cahyani Ricard, Luki Ridho Akbar Prakoso Ridho Tri Winisudo Ridwan Arma Subagyo Ririn Aminarsih Ristanti Indrayaningtias Riswanda, Mike Fatiha Eka Rivaldi Rivaldi Rivaldi, Rivaldi Riyandha Dwi Saputra Riza Firly Maulidyah Rizky Trisna Putri Rizky, Amarul Ilham Rohmah, Muhimmatur Rusadi, Millena Apriliani S, Muh. Rizal Sa'adah, Khoridatus Salsabila Athaya Fauzi SARI AGUSTIN, RIZKA Sarwandari, Aninda Putri Sayyidatul, Bilqis Sejati Ayuning Arisholina SETIAWAN PUTRI, DEWANDA Setiawan, Moch Aji Shara El Fani Sonia Yulida Sudrajat, Arif SUGENG HARIANTO Sugeng Harianto Suhada, Husna SULISTYO, EDI Susanti, Maya Dwi Sustianing Solicha Suyatno Ladiqi Syaifullah, Khalid Tanti, Amalia Vidra Tasya Zevila Amartha Taufiqurahman Arsy Ramadhani Tiara Ilmiwati Putri Tito Surya Baskara Ulumuddin , Naufalul Ihya’ VERADELLA ANUGRAH, YESHINTA Wishnu, Mochamad Bayu Wulan, Nawang Wulaningsih, Ayu Yayi Putri Dwihayuni Yessika Nurmalasari Yunia Mulia Irianti Zahra, Hanifah Az