p-Index From 2021 - 2026
10.873
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dinamik SEGMEN Jurnal Manajemen dan Bisnis Reaktor Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Teknik ITS JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN IPTEK The Journal for Technology and Science Jurnal Teknik Kimia JURNAL INTEGRASI PROSES ROTOR: JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Jurnal Ilmiah Giga Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Jurnal IPTEK Jurnal Ilmiah Pangabdhi Konversi Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Machine : Jurnal Teknik Mesin Tibuana : Journal of Applied Industrial Engineering WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer International Journal of Natural Science and Engineering QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Teknik Kimia Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Jurnal Inovasi Teknik Kimia Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Science and Technology Proceedings ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications (MECHTA) Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Warta Desa (JWD) Jurnal ENMAP Jurnal Pengbdian Teknik Mesin Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Aceh International Journal of Science and Technology Journal of Pharmaceutical and Sciences. Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Journal Serambi Engineering (JSE) JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Jurnal Akademika Kimia Environation (Environmental Engineering Journal of Community Dedication) Jurnal Sains dan Sains Terapan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengolahan Limbah Cair Industri Pakan Ternak dengan Kombinasi Proses Aerasi dan Biologi Aerob Sumada, Ketut; Chaerani, Novika Cahya; Priambodo, Melandy Dwi; Saputro, Erwan Adi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.491 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v22i2.3967

Abstract

ABSTRACT Wastewater is unclean and contains various substances that can risk the lives of humans and animals. This waste usually comes from the results of human actions (including industrialization). Industry must apply the principle of waste control in a careful and integrated system. Aeration is one of the most widely used techniques for improving the physical and chemical characteristics of wastewater. The aerobic microbiological wastewater treatment process utilizes aerobic microbial activity in aerobic conditions to decompose organic matter in wastewater into stable inorganic substances that don’t provide pollution impacts on the environment. This study determines the best time for the aeration process to reduce Chemical Oxygen Demand (COD) or Biological Oxygen Demand (BOD) of animal feed wastewater and the volume ratio of waste, that is, the number of microorganisms to reduce COD and BOD of animal feed wastewater. The study results show that the longer the aeration contact time, the more significant the decrease in COD and BOD values. In addition, the greater the addition of microbial concentration, the more effective the reduction in COD and BOD values. Furthermore, the aeration process time with microbial concentration, which will produce the best COD and BOD reduction, is 6 hours. Unfortunately, the COD and BOD values ??still do not meet the wastewater quality standards in the aeration process. Still, with microbial concentrations, COD and BOD values ??reduction targets will be obtained in the aerobic biological process, following the wastewater quality standards. Finally, wastewater processing from the animal feed industry with a combination of aeration and aerobic biology can meet quality standards. Keywords: aerobic, anaerobic, animal feed, BOD, COD, wastewater   ABSTRAK Air limbah merupakan air yang tidak bersih atau yang mempunyai kandungan berbagai zat yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan. Biasanya limbah dihasilkan dari kegiatan manusia (termasuk industrialisasi) sehingga sudah sepatutnya perindustrian mengelola hasil buangannya sesuai kaidah pengolahan limbah secara terpadu, efisien, dan efektif. Aerasi merupakan salah satu teknik yang paling banyak digunakan dalam perbaikan karakteristik fisik dan kimiawi air limbah. Terdapat berbagai proses pengolahan limbah di mana salah satunya dengan memanfaatkan aktivitas mikroba aerob untuk menguraikan zat organik dalam kondisi aerob menjadi zat anorganik yang stabil yang tidak mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui waktu terbaik proses aerasi terhadap penurunan Chemical Oxygen Demand (COD) atau Biological Oxygen Demand (BOD) limbah cair pakan ternak dan mengetahui rasio volume limbah, yaitu jumlah mikroorganisme terhadap penurunan COD dan BOD limbah cair pakan ternak. Kesimpulan hasil kajian yaitu waktu pengontakan aerasi semakin lama dan penambahan konsentrasi mikroba berpengaruh pada penurunan nilai COD dan BOD dengan penurunan terbaik didapatkan pada waktu 6 jam. Nilai COD dan BOD proses biologi aerob dengan penambahan konsentrasi mikroba pada proses aerasi dan kombinasi aerasi dan biologi aerob telah memenuhi standar baku mutu limbah tetapi pada proses aerasi belum. Kata kunci: aerob, anaerob, BOD, COD, limbah cair, pakan ternak
PEMETAAN POTENSI SUMBER MATA AIR DI DESA GIRIPURNO, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Saputro, Erwan A.; Kusuma, Meidina R.; Bobsaid, Aiman Anas
Jurnal ENMAP Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Giripurno yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, memiliki banyak potensi yang masih dapat dioptimalkan, salah satunya air. Desa Giripurno memiliki 12 sumber mata air yang memiliki kegunaannya masing-masing dan masih ada beberapa mata air yang belum maksimal dalam pemanfaatannya. Hal tersebut menjadi perhatian utama untuk dapat menjadikan mata air tersebut sebagai salah satu bahan baku utama dalam produksi air minum dalam kemasan (AMDK). Tujuan dari pemetaan sumber mata air ini dilakukan dalam rangka membangun dan memaksimalkan potensi sumber mata air di Desa Giripurno serta menentukan sumber mata air yang dapat digunakan sebagai bahan baku memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK). Metode yang digunakan dalam proses pengambilan data pada pemetaan ini yaitu metode deskriptif dan kualitatif dengan survei lapangan untuk mendapatkan titik sebaran sumber mata air. Hasil dari survei lapangan dan pemetaan yang dilakukan, terdapat 7 sumber mata air yang dapat dioptimalkan dari 12 total sumber mata air. Sumber mata air tersebut tersebar di 4 dusun (Sabrangbendo, Sawahan, Krajan, dan Kedung) dari 6 dusun di Desa Giripurno. Pemanfaatan mata air tersebut diantaranya sebagai MCK, keperluan air bersih, irigasi perkebunan, dan pengolahan air minum. Dari beberapa sumber air yang dipetakan, sumber air Kijan, Umbul, dan Soyi yang memiliki debit diatas 1000 ml/detik. Berdasarkan pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Giripurno, sumber mata air Umbul digunakan untuk irigasi perkebunan sedangkan Soyi digunakan untuk kebutuhan MCK. Namun, sumber mata air Kijan belum dioptimalkan kegunaannya oleh warga. Oleh karena itu, sumber mata air Kijan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) pada Desa Giripurno.
Review: teknologi aktivasi fisika pada pembuatan karbon aktif dari limbah tempurung kelapa Lia F. Ramadhani; Imaya M. Nurjannah; Ratna Yulistiani; Erwan A. Saputro
Jurnal Teknik Kimia Vol 26 No 2 (2020): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v26i2.135

Abstract

Tempurung kelapa dapat di tingkatkan nilai ekonominya dengan dijadikan sebagai karbon aktif. Sebelum dijadikan karbon aktif, tempurung kelapa dijadikan arang supaya mempunyai sifat lebih baik daripada bahan dasarnya. Karbon aktif merupakan arang yang telah dipadatkan melalui proses aktivasi, sehingga memiliki sifat daya serap yang lebih baik. Proses pembuatan karbon aktif melalui proses pirolisis yang dilanjutkan dengan proses aktivasi mampu memperbesar pori-pori pada arang tersebut sehingga meningkatkan daya serap. Ada beberapa macam teknologi aktivasi diantaranya aktivasi fisika dan aktivasi kimia. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui teknologi aktivasi fisika beserta kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa menjadi acuan dalam pemilihan proses di pabrik aktivasi karbon. Aktivasi fisika merupakan proses aktivasi dengan cara memutuskan ikatan karbon dari senyawa organik pada suhu tinggi dan bantuan CO2 dan uap. Gas-gas tersebut berfungsi untuk memperluas struktur pori-pori arang sehingga meningkatkan luas permukaannya, menghilangkan substansi yang mudah menguap, serta menghilangkan tar atau hidrokarbon pengotor pada arang. Aktivasi fisika memiliki kelebihan antara lain tidak menggunakan bahan kimia, biaya pembuatannya yang relatif lebih murah, waktu proses relatif lebih singkat dan yield arang yang dihasilkan lebih besar. Aktivasi fisika juga memiliki beberapa kekurangan seperti struktur pori arang yang dihasilkan kurang baik dan dalam prosesnya memerlukan suhu tinggi.
Synthesis of Bioethanol from Cocoa Pod Husk Using Zymomonas Mobilis Mu'tasim Billah; Tikat Deri Agratiyan; Dhining Ayu; Nove Kartika Erliyanti; Erwan Adi Saputro; Rachmad Ramadhan Yogaswara
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering Vol. 1 No. 01 (2020): IJEISE
Publisher : Engineering Faculty, University of Pembangunan Nasional Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v1i01.12

Abstract

Nowadays, energy issue is one of the interesting discussions among the researchers and energy stakeholders. This is due to the reducing of the main source of world energy which consists mostly of non-renewable energy derived from fossils of living things millions of years ago. Alternatively, there are some alternative energy that promising in the future such as bioethanol from plant or fruits. For that reasons, the aim of this research is to make bioethanol from the peel of cocoa fruit. Cocoa pod husk can be used as source of bioethanol through a fermentation process with the help of bacteria. This study will examine the ethanol content in fermented cocoa pod husks. The fermentation time was 0 days, 2 days, 4 days, 6 days, 8 days. The Zymomonas mobilis bacteria is used in the fermentation process and their percentage is 8%v/v, 10%v/v, 12%v/v, 14%v/v, 16%v/v.In the process of fermentation of cocoa pod husk with Zymomonas mobilis inoculum on the 3rd day to 9thshowed an increase. On the eleventh day in all conditions the addition of a starter was decreased. The best condition when fermentation takes place on the 8th day with a starter dose of 14% and obtained an alcohol content of 10.62%.The results of this study indicate that the addition of Zymomonas mobilis starter and fermentation time affect the levels of bioethanol produced. The addition of a starter as much as 14% and the fermentation time for 8 days are the best condition in this study.
Mass Balance Analysis of Bioethanol Production from Petai Peel (Parkia speciosa) through Enzymatic Process Erwan Adi Saputro; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Nerissa Arviana; Luckyana Aini; A.R Yelvia Sunarti; Reva Edra Nugraha
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering Vol. 2 No. 02 (2021): IJEISE
Publisher : Engineering Faculty, University of Pembangunan Nasional Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v2i02.48

Abstract

The consumption of fuel for transportation is increasing during the last decade. Bioethanol is one of the renewable energy has a good opportunity to be applied when the lack of fossil fuel. Bioethanol is derived from the lignocellulose substance through a fermentation process. In this research, the lignocellulose came from the petai peel (Parkia speciosa). The peel was hydrolyzed using an enzyme and continuously fermented for 5 days. The aim of this research is to analyst the mass balance of the bioethanol production from petai peel (Parkia speciosa) through the enzymatic process. The enzyme used in this research are alfa amylase (10 ml) and glucoamylase (10 ml), also Saccharomyces cerevisiae used in the fermentation process. The result shows that the initial material of petai peel was 57 grams will produce bioethanol around 14 grams.
Purification of Air Conditioner Waste into High Purity Water using Vacuum Distillation Rachmad Ramadhan Yogaswara; Ketut Sumada; Erwan Adi Saputro
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering Vol. 2 No. 01 (2021): IJEISE
Publisher : Engineering Faculty, University of Pembangunan Nasional Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v2i01.53

Abstract

The condensed water as a waste from air conditioner was purified in this study via vacuum distillation. Vacuum distillation can reduce the boiling point of water until 60oC decreasing the production cost of aquadest. This vacuum distillation aims to lower its mineral contents to meet quality standards of aquadest that is Total Dissolved Solid (TDS) 10 – 20 mg/L. The result of this study is TDS content of the aquadest reaching under 2 mg/L. The other parameter like conductivity and pH showed very low value, average at 4 μS/Cm and pH 7 fulfilling the requirement of high purity water. The vacuum distillation was proven to produce aquadest from air conditioner waste with high purity for many usefulness.
Analisa Teknis dan Ekonomis pada Desain Alat Decanter pada Pabrik Biodiesel Erwan Adi Saputro; Tahan Aprijal Simamora; Achmad Rizaldi; AR Yelvia Sunarti
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 5, No 2 (2021): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v5i2.5163

Abstract

 Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan energi nasional dalam pengembangan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM, salah satunya biodiesel. Saat ini, pengembangan biodiesel umumnya menggunakan kapasitas relatif kecil dengan proses batch. Beberapa peralatan pendukung pada proses batch produksi biodiesel yaitu alat produksi biodiesel dan alat pemisahan produk biodiesel. Pemisahan produk biodiesel dilakukan untuk mendapatkan kemurnian produk. Salah satu alat yang digunakan dalam pemisahan produk biodiesel adalah decanter. Decanter merupakan komponen peralatan pada pabrik pengolahan kelapa sawit maupun biodiesel, yang berfungsi untuk memisahkan minyak dengan senyawa lain seperti gliserin, berdasarkan atas perbedaan densitas, sebelum menuju ke tahap pemurnian seperti kolom distilasi. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga decanter di masa mendatang berdasarkan spesifikasi alat. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan spesifikasi alat yang diperlukan berdasarkan kapasitas dan menghitung penentuan harga menggunakan persamaan Peters & Timmerhauss dan dibandingkan dengan harga di pasaran saat ini. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar kapasitas maka semakin besar dimensi alat decanter seperti volume, panjang, diameter tangki, tebal shell yang diperlukan. Selain itu, apabila semakin besar kapasitas dan diameter yang diperlukan maka harganya semakin mahal. Berdasarkan perhitungan penentuan harga decanter hasilnya sesuai dengan harga yang ada dipasaran saat ini. Sehingga metode perhitungan ini layak digunakan untuk memprediksi harga decanter.
Pra Perancangan Pabrik Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa dengan Proses Aktifasi Kimia pada Kapasitas 20.000 ton/tahun Bellani Yunfa Winata; Nove Kartika Erliyanti; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Erwan Adi Saputro
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.52338

Abstract

Karbon aktif adalah karbon yang diproses sedemikian rupa sehingga mempunyai daya serap/adsorpsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan atau uap. Karbon aktif dapat dibuat dari bahan yang mengandung karbon baik organik atau anorganik, tetapi yang biasa beredar di pasaran berasal dari tempurung kelapa, kayu dan batubara. Karbon aktif dapat dipergunakan untuk berbagai industri, antara lain yaitu industri obat-obatan, makanan, minuman, pengolahan air (penjernihan air) dan lain-lain. Hampir 70% produk karbon aktif digunakan untuk pemurnian dalam sektor minyak kelapa, farmasi dan kimia. Banyak industri yang membutuhkan karbon aktif sebagai bahan pembantu atau bahan penunjang dalam proses, sehingga pabrik karbon aktif ini sangat potensial untuk didirikan baik untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dikarenakan kebutuhan karbon aktif setiap tahun meningkat. Pada tahun 2018 kebutuhan akan karbon aktif mencapai 11860,851 ton. Melihat banyaknya kebutuhan karbon aktif didalam negeri maka direncanakan pendirian pabrik karbon aktif di Indonesia. Pabrik karbon aktif direncanakan didirikan pada tahun 2022 yang berlokasi di kawasan industri Kota Dumai – Riau dengan kapasitas produksi sebesar 20000 ton/tahun. Proses yang digunakan pada pembuatan karbon aktif adalah menggunakan proses pembakaran (pirolisis) dan proses aktivasi secara kimia. proses pembuatan karbon aktif harus melalui 4 tahap, yaitu tahap pre-treatment, pirolisis, aktivasi, dan penyelesaian. Berdasarkan analisa ekonomi yang telah dilakukan diperoleh internal rate of return sebesar 10.82 % dengan pay out time selama 4,11 tahun dan break even point sebesar 32%. Ditinjau dari uraian di atas, maka secara teknis dan ekonomis, pabrik karbon aktif dari tempurung kelapa layak untuk didirikan
Pra Desain Pabrik Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas dengan Proses Transesterifikasi Achmad Rizaldi; Tahan Aprijal Simamora; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Nove Kartika Erliyanti; ERWAN ADI SAPUTRO
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.81241

Abstract

Biodiesel dapat digunakan sebagai energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak untuk jenis diesel / solar mendukung mandatori pemerintah terkait pemakaian Biodiesel (B30). oleh karena itu, Biodiesel mulai berkembang cepat sejalan dengan pelaksanaan kebijakan mandatori BBN yang mengamanatkan campuran BBN ke BBM sebesar 30% (B30) . Keuntungan apabila menggunakan bahan baku minyak goreng bekas yakni biaya produksi lebih hemat 35 persen dibandingkan biodiesel dari CPO. dikarenakan Apabila 1,2 juta kiloliter biodiesel dari kelapa sawit diganti dengan minyak jelantah yang dikumpulkan dari sektor rumah tangga, bisa menghemat sekitar Rp4,2 triliun. Metode yang paling umum digunakan untuk memproduksi biodiesel yaitu menggunakan metode transesterifikasi dikarenakan metodenya relatif sederhana tanpa membutuhkan peralatan yang rumit serta tahapan reaksi yang lebih singkat dengan tetap menjaga kualitas produk biodiesel sesuai standar. Oleh sebab itu, akan didirikan Pabrik biodiesel dengan bahan baku minyak goreng bekas dan methanol dengan proses transesterifikasi dengan kapasitas 40.000 ton/tahun di Kawasan Industrial Banyuwangi di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Produk yang dihasilkan yakni biodiesel 98% dan produk samping berupa crude gliserin.  Dengan desain umur pabrik selama 10 tahun serta masa konstruksi 2 tahun didapatkan bahwa Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26,29 % lebih besar dari pada bunga bank yang sebesar 9,95%. kemudian Rate Of Investment setelah pajak sebesar 35,21%, Pay Back Periode 2,7 Tahun serta Break Even Point (BEP) 30,8%.
Transformation of Calcium Carbonate Polymorph From Various Type of Shells by Carbonation Methods Srie Muljani; Erwan Adi Saputra; Ketut Sumada
Reaktor Volume 21 No. 1 March 2021
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.366 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.21.1.27-34

Abstract

The utilization of shells can reduce the accumulation of shell wastes and increase the value of shells to achieve ecological and economic incentives. This study examines the transformation of calcium carbonate polymorph from several types of shells to understand the causes of their characteristics in order to suitable for their use. The types of shells used in this experiment are selected based on consumable and their habitats such as snail shells, crab shells, eggshells, batik mussels shells, and golden conch shells. The prepared shells calcinate at 900 °C, the reaction with hydrochloric acid, and carbonation by flowing CO2 into a stirred reactor to produce precipitated CaCO3. The characteristics of polymorph CaCO3  in the sintering temperature of 30, 50, and 70 ℃ were identified by XRD, FTIR, and SEM morphological. The result is that the polymorphs formed from each shell are different in shape, size, and crystallinity. At the temperature of 70 ℃, the rhombohedral calcite was obtained from snail shells, the cubic calcite was obtained from batik mussel shell, while rhombohedral calcite multilayers obtained (100%) from golden conch shells. The aragonite was obtained from batik mussel shells at 30 and 70 ℃. The pure vaterite (100%) was obtained from snail shells and crab shells at 50 ℃. The characteristic of polymorph formed might be useful as information for more suitable applications, especially as nano-bio materials, optical, or filler
Co-Authors A.R Yelvia Sunarti Abdul Aziz Achmad Baizuny Achmad Chumaidi, Achmad Achmad Rizaldi Achmad Rizaldi Afida Kartika Sari Ahmad Khairul Faizin Ahmad Rizaldi Ahmad Rizaldi Ahmad Thobroni Akbar Aiman A. Bobsaid Aiman Anas Bobsaid Ainurrohmah, Syafika Aisyah Alifatul Zahidah Rohmah Al Furkhon, Arif Alfarizi, M. Vurqon Alya Rahimah Anastasia, Bella Wanda Andre Yusuf Trisna Putra Andyas Mukti Pradanarka Anggraeni, Ika Favia Anugerah Dany Priyanto Anugerah Dany Priyanto Apridio Faiz An Nabil Aprilina Purbasari AR Yelvia Sunarti AR Yelvia Sunarti Arbiter Khalida Bramanta Ardika Nurmawati Ardika Nurmawati Ardika Nurmawati, Ardika Arif Al Furkhom Arifin, Ahmad Zaenal Arifin, Ahmad Zaenal Arista Pratama Arista Pratama Arya Mustofa Aryogani, Fajar Auliya Ichda Bandung Arry Sanjoyo Bella Wanda Anastasia Bellani Yunfa Winata Billah, Mu’tasim Billah, Mu’tasim Bintang Bayu Cezarridfalah Bobsaid, Aiman Anas Brilian Jusuf Priambada Caecilia Pujiastuti Chaerani, Novika Cahya Chamida, Rida Defri, Ifwarisan Dendy Raditya Dessy Ariyanti Dessy Ariyanti Devita Salsa Gunawan Dewi Novita Rachmayani Dewi, Dwi Kirana Ika Candra Dhining Ayu Djatmiko, Faiz Putra Dwi Sukma Donoriyanto Efendi, Elene Afrisia Effendi, Anggi Aulia Putri Elene Afrisia Efendi Elene Afrisia Efendi Elsa Rosyidah Elsa Sabrina Agustia Putri Endang Pudji Widjajati Eristya Maya Safitri Erliyanti, Nove Kartika Erza Anggara Verbiawan Fadhilah, Rahadyan Itsar Fahimatul Ulum Faiz Putra Djatmiko Farafi, Nafisah Faris Harditya Purnama Fathoni, Nur Alif Iqbal Fawwaz Rafi D Febriansyah, Harris Fransisca Asteria Nandra Febiola Frizqa Ayu Bariqlana Gelar Panji Gemilar Hafid Syaifullah Handy, Febry Widiatniko Heru Wuryanto, Didiek Iffad Rakhmanhuda Ifwarisan Defri Ifwarisan Defri Ika Favia Anggraeni Ika Nawang Puspitawati Imaya M. Nurjannah Imaya M. Nurjannah Intania Widyantari Kirana Iqbal Mahendra Iqbal Mahendra Irawan, Rayesha Yuda Irsya Emilia Putri Islami, Mega Cattleya P.A Jalil, Mohd Jumain Juwana, Krishna Rahmad Ketut Sumada Kurniati, Ely Kurniawan, Moh Nawawi Kusuma, Meidina R. Laili Mabrur Rohma Laksminingsih, Arieanthi Latif, Ahmad Sofwan Lesdantina, Dina Lia F. Ramadhani Limbong, Fajar H. Luckyana Aini Luckyana Aini Luky Natasha Luluk Edahwati Lutfiananda, Delfian M. Rifki Ramjani M. Vurqon Alfarizi Mardiansyah, Yuda Eka Masykuri Latief Masykuri Latief Meidina R. Kusuma Meisy C. Hutabarat Meisy Cruisyta Hutabarat Melita, Lusia Nada Moch Akbar Munin Putra Moch Tutuk Safirin Mochamad Dhani Dharmawan Moh Nur Fuadzi Moh. Nofianto Mohamad Rizki Ramadhani Mohammad Arriza Novan Tahta Aunillah Mr. Sutiyono Mu'is, Yusup Fatkhul Mu'tasim Billah Muhammad Abdus Salam Jawwad Muhammad Faisal Fadhil Muhammad Faishal Ma’arif Muhammad Ikhsan Muhammad Naufal Zhorif Munirotul Aina Bin Nur Hidayah Mutasim Billah Mutasim Billah Mutiara Mei Susanti Nadzifah, Novia Nandini, Atika Nazua, Hanani Ndaru Adyono Nerissa Arviana Nerissa Arviana Ni Ketut Sari Nida’uddiin Ali Noor Ariefandie Febrianto Nopiyanti, Wiwin Noviani, Siti Alya Novita Indahyani Nugroho, Sutra Amelia Nur Alif Iqbal Fathoni Nur Annisa NUR FITRI MIDAYOGA, DIAH Nurhediana, Silvana Dwi Nurjaya, Luh Asri Ningsih Widhi Nurmawati, Adika Nurul Widji Triana Panjaitan, Renova Pinandita, Indrawan Poeloengan, Vikky Pramudya Herdiansyah Pradana, Novan Sandhi Praja, Delphy Y. A. Pratama, Ananda Melati Octa Pratama, Arista Pratiwi, Annisa Kurnia Priambodo, Melandy Dwi Puspitasari, Indah Maharani Puspitawati, Ika N. Putra, Andre Yusuf Trisna Putri Ambarwati Putri Anggraini, Putri Putri, Nabilah Pratama Rachmad Yogaswara Radissa Dzaky Issafira Raditya, Dendy Wahyu Raka Selaksa Charisma Muchammad Ramadhani, Lia F. Ramjani, M. Rifki Rasendriya Putra Ratna Yulistiani Renova Panjaitan Renova Panjaitan Restu Hikmah Ayu Murti Retno Widyastuti Retno Widyastuti, Retno Reva Edra Nugraha Rina Yulianti Romalawati, Meiswita Rus Indiyanto Safirin, Moch Tutuk Sani Sanjoyo, Bandung Arry Saputra, Ananda Dimas Mukti Bayu Sekar Ayu Larasati Sholeha, Novia Amalia Silvana Dwi Nurherdiana Sintha Soraya Santi Sri Winarti SRIE MULJANI Sunarti, A.R Yelvia Susilowati Syafitri, Miranda Dwi Syah Ruddin Nur Hidayat Syuaibatul Islamiyah Tahan Aprijal Simamora Tahan Aprijal Simamora Tahan Simamora Tikat Deri Agratiyan Titi Susilowati Tria Puspa Sari Trianna, Nurul Widji Utama, Hilmy Ghani Wahyu Dwi Lestari Wei Gao Wening Bekti Kusumaningrum Widiya Ningrum Widjajati, Endang Pudji Widya Amelia Krisnanda Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Wiliandi Saputro Winursito, Yekti Condro Wira Yudha Nuswantoro Wiwin Nopiyanti Yekti Condro Winursito Yogaswara, Rachmad Ramadhan Yoghaswara, Rachmad Ramadhan Yuniar Dwi Lestari Zuhriah Mumtazah