p-Index From 2021 - 2026
8.581
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL MAGISTER HUKUM UDAYANA Jurnal Konseling dan Pendidikan English Review: Journal of English Education IJLECR (International Journal of Language Education and Cultural Review) Jurnal Dinamika Pendidikan Indonesian EFL Journal DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Selaras : Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal on Education EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN JET (Journal of English Teaching) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Jurnal Pendidikan dan Konseling International Journal of Demos JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Christian Humaniora JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Teologi Cultivation Jurnal Kewarganegaraan Jurnal ComunitA Servizio Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Kolaboratif Sains NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Claim Missing Document
Check
Articles

Analyzing Learning Media for The Elderly Edwin Nugraha; Dyoys Anneke Rantung; Lamhot Naibaho
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2023): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v1i4.28

Abstract

The church must be able to accommodate the spiritual needs of the elderly. The church needs to pay attention to learning media for the elderly so that they can understand the preaching of God's Word well and even feel closer and calmer with God in their daily lives. The purpose of this study is to explain the essence and purpose of using learning media in the context of the elderly, understand the special characteristics and challenges faced in using learning media for the elderly, provide practical guidance in applying various types of learning media for the elderly, analyze the use of special learning media for the elderly, and explore its implementation in the context of Christian Education. The chosen research methodology is literature research, which involves examining and incorporating ideas and viewpoints from various authors of books and articles. These sources serve as valuable references for our study in the field of literature. From the research findings, it can be concluded that educators or pastors need to have a deep understanding of the background of learning problems experienced by the elderly. This is important so that they can choose the type and characteristics of learning media that are appropriate and suitable for the elderly. Regardless of the form of learning media chosen, it is important to pay attention to the needs according to the physical and psychological conditions of the elderly.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0 Jefrit Johanis Messakh; Esti Regina Boiliu; Djoys Anneke Rantung; Lamhot Naibaho
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 5 (2023): October
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i5.5678

Abstract

Dalam era 5.0 yang ditandai oleh integrasi teknologi dan perubahan sosial yang cepat, peran Pendidikan Agama Kristen dalam mediasi beragama memiliki kepentingan yang mendalam. Permasalahan yang sering muncul dan terjadi di masyarakat adalah pertentangan nilai dan keyakinan, ekstremisme dan radikalisasi. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen berperan untuk membangun moderasi beragama dalam pembelajaran sehingga sikap iklusif dapat di pahami di era 5.0 ini. Studi ini mengeksplorasi peran penting Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk pemahaman yang inklusif dan menghargai perbedaan antar agama-agama dalam masyarakat yang semakin multikultural. Tujuan penelitian ini adalah mendesripsikan peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun moderasi beragama di era 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka. Penelitian ini menyoroti integrasi teknologi digital dan kebijakan pendidikan yang mendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada nilai-nilai toleransi serta kerjasama antaragama. Hasil penelitian ini adalah pendidikan agama Kristen di era 5.0 berperan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa, berkolaborasi dengan sekolah, komunitas agama, dan lembaga pemerintah dalam mendukung pendidikan agama Kristen yang mempromosikan moderasi beragama. Pendidikan Agama Kristen juga memberi pelatihan dan pengembangan kontinu bagi guru-guru agama Kristen. Guru-guru harus dilengkapi dengan pengetahuan terbaru tentang isu-isu sosial dan teknologi yang berkembang pesat sehingga mereka dapat mengajarkan siswa dengan cara yang relevan dan mendukung perkembangan moderasi beragama.
Analisis Kapitalisme Max Weber sebagai Jalan Pendidikan Agama Kristen Menghadapi Kemiskinan Boy Anto Ando Silitonga; Jefrit Johanis Messakh; Lamhot Naibaho; Djoys Anneke Rantung
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.152

Abstract

This study explores the application of Max Weber's seminal work, Protestant Ethics and the Spirit of Capitalism, as a basis for Christian religious education to effectively address the issue of poverty in modern society. By examining the historical context and underlying principles, the author suggests how Christian religious education can use Weber's ideas to promote critical understanding of economic issues and empower people to participate in overcoming poverty. The method used is a literature study approach, where the author collects data from books and relevant topics or issues in this research. The results of this study seek to bridge Weber's sociological insights with the teachings of Christian religious education, by looking at how the principles of hard work, discipline, and individual responsibility can be instilled through the lens of Christian religious education to empower communities in the fight against poverty. By instilling values that promote economic empowerment, community development, and social responsibility, Christian religious education emerges as a powerful tool to address the challenges of poverty in contemporary society.
The integration of mind mapping strategy on students’ essay writing at universities kristen Indonesia Lamhot Naibaho
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 8, No 2 (2022): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020221678

Abstract

This study investigates the integration of mind mapping strategy on students' essay writing at Universities Kristen Indonesia, and it was done at Universitas Kristen Indonesia. The study method used was a quantitative method with a quasi-experimental design. The population was the third-semester students and the fifth-semester students, which consisted of two classes. Both classes consist of 43 students. The instrument of this research is a writing test. The test was administered as a pre-test and post-test to the experimental and control group. Data were collected and analysed using SPSS version 18. T-tests at the 0.5 level and covariance analysis are used to analyse the data. The result is that mind maps are one of the learning alternatives that teachers can use in teaching essay lessons. Students' performance in the experimental group increased compared to students in the control group by using mind maps, and the mind map is an important teaching material for the students. Then it is suggested that the mind mapping could be used by lecturers as an alternative to improve the students' ability in writing the essay.
Memahami Peran Pendidikan di era Post Modern Melalui Pandangan John Dewey Erikson JP hutabarat; Lamhot Naibaho; Djoys Annkene Rantung
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4403

Abstract

Dalam era post-modern, peran pendidikan mengalami transformasi yang signifikan, dan pandangan John Dewey menjadi landasan penting dalam memahaminya. Di tengah kompleksitas dan ketidakpastian era post-modern, Dewey memandang pendidikan sebagai sarana untuk membentuk individu yang mampu beradaptasi dan berpikir kritis. Ia menyoroti pentingnya interaksi sosial, kolaborasi, dan pembelajaran kontekstual dalam pengembangan kemampuan berpikir reflektif. Dalam konteks post-modern yang cenderung pluralistik dan terfragmentasi, Dewey merangsang pemikiran kritis melalui pendekatan pendidikan yang menekankan pada pengalaman, demokrasi, dan partisipasi aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pendidikan di era post midern melalui pandangan John Dewey. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka. Hasil penelitian ini adalah Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran pendidikan di era post midern melalui pandangan John Dewey. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka. Hasil penelitian ini adalah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang memadukan konten kurikulum dengan pengalaman praktis dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan relevan bagi peserta didik. Dalam era di mana informasi mudah diakses, pendidikan perlu memberikan fokus pada pengembangan keterampilan kritis, kemampuan berpikir fleksibel, dan adaptabilitas terhadap perubahan. Oleh karena itu, implementasi konsep-konsep Dewey dalam praktik pendidikan dapat membantu membentuk individu yang siap menghadapi tantangan kompleks di era post-modern.
Model Pembelajaran Katekisasi bagi Anak Penyandang Autisme: Tinjauan PAK terhadap Proses Katekisasi bagi Anak Penyandang Autisme di Jemaat HKBP Palangkaraya Marpaung, Flowrent Natalia; Rantung, Djoys; Naibaho, Lamhot
TSAQOFAH Vol 3 No 2 (2023): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v3i2.889

Abstract

As Christians, the church is a place forour knowledge and spirituality to develop. Therefore, faith development in the church is a good step to be taught from children to adults. One of the Christian activities that can grow His faith and love for God's Word is to carry out sidi. But before carrying out sidi, first to do catechism. Catechism is a part that cannot be separated, especially for adults. But basically, the learning model for catechism is something we need to pay attention to so that children who grow up in faith are interested and can see God's gifts. The learning model is a challenge to the church so that it can innovate for maximum teaching. In addition to the learning model for catechism children, especially for children who have autism, it can be a new thing for the church. Because the majority of churches still do not realize that children with autism need special attention in the catechism learning model.
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Keluarga untuk Mengimplementasikan Sakramen Perjamuan Bersama Anak Berdasarkan Model Backward Design Hidayat, Udin Firman; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.163

Abstract

This research is conducted as an effort to design a Christian Religious Education (PAK) Family curriculum specifically developed to implement the sacrament of Communion with children. The sacrament of Communion with children positively impacts parents' awareness of their role in educating their children's faith. In practice, parents are responsible for providing understanding and preparing their children's involvement in the sacrament of Communion. In line with this specific objective, the Backward Design model is considered more appropriate because "expected outcomes" are the first step that is carefully considered in the design process. Using qualitative research methods and a literature review approach, this study produces a more relevant PAK Family curriculum design that addresses specific needs, particularly about the implementation of understanding the sacrament of Communion with children.  AbstrakPenelitian ini dilakukan sebagai upaya mendesain kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) Keluarga yang secara khusus dikembangkan untuk mengimplementasikan sakramen Perjamuan bersama anak. Sakramen Perjamuan bersama anak berdampak positif terhadap kesadaran peran orang tua dalam pendidikan iman anak-anaknya. Dalam praksisnya, orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman dan mempersiapkan keterlibatan anak-anak mereka dalam sakramen Perjamuan. Sesuai dengan tujuan spesifik ini  model Backward Design dipandang lebih sesuai karena dalam proses perancangannya “tujuan yang diharapkan”menjadi tahap pertama yang dipertimbangkan dengan matang. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kepustakaan penelitian ini menghasilkan desain kurikulum PAK Keluarga yang lebih relevan, menjawab kebutuhan spesifik yang diharapkan khususnya berkaitan dengan implementasi pemahaman sakramen Perjamuan bersama anak. 
Analisis Teori Sosiologi Agama Emile Durkheim Terhadap Falsafah "Dalihan Natolu" dalam Budaya Batak Toba Ditinjau dari Perspektif Pendidikan Agama Kristen Siagian, Laurenz Enjelina; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2398

Abstract

Pendidikan agama Kristen mengajarkan bahwa sebagai umat manusia harus saling membantu dalam kehidupan sehari-hari dimana semua anggotanya saling membantu dan menjaga lingkungannya agar hidup rukun dan damai. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Dalihan Natolu, seperti persamaan, kesetaraan, dan kepentingan bersama, menciptakan suasana damai dan solidaritas dalam masyarakat. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori sosiologi agama Emile Durkheim, yang menekankan peran agama dalam memelihara persatuan dan solidaritas sosial dalam konteks masyarakat.  Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan pandangan Durkheim tentang peran agama dalam memperkuat kesatuan social sebagai alat analisis terhadap konsep Dalihan Natolu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian karya ini menyatakan bahwa teori religio-sosiologi sosial Emile Durkheim dapat menggambarkan bagaimana pendidikan agama Kristen dapat dikaitkan dengan filosofi “Dalihan Natolu” dalam budaya Batak Toba dimana semua agama berkaitan dengan sikap masyarakat.
Relasi Agama dan Budaya Menurut Durkheim Sebagai Peran PAK Dewasa dalam Mengkonstruksi Pemahaman Jemaat Terhadap Tradisi Mengongkal Holi Sinaga, Rut Yesika; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
Jurnal Teologi Cultivation Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v7i2.2385

Abstract

Culture is a legacy of ancestors that continues to develop, but the integration of religion and culture often causes debate in a society. The Mangongkal Holi ritual of the Toba Batak tribe in North Sumatra is the subject of research in relation to the perspective of Christianity. This research aims to use Durkheim's view of the relationship between religion and culture as a tool to analyze Mangongkal Holi. In addition, the researcher offers the role of Adult Christian Religious Education as a solution regarding the integration of religion and culture in this tradition. The research shows how moral solidarity in Christianity affects the understanding and practice of the Mangongkal Holi tradition. In addition, Adult Christian Religious Education is proposed as an educational method to strengthen the community's understanding of the relationship between religion and this cultural tradition. This approach emphasizes self-direction and the desire for continuous learning as important elements in understanding the integration of religion and culture.
Integrasi Etika AI dalam Pendidikan Agama Kristen: Tantangan dan Peluang Nenomataus, Ade Epatri; Rantung, Djoys Anneke; Naibaho, Lamhot
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Agustus 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i3.3173

Abstract

AI ethics is a branch of ethics that focuses on moral principles in the development and use of AI technologies. This research aims to integrate AI ethics in Christian religious education and explore the opportunities and challenges in the process, as well as strategies to overcome these challenges. The method used is a descriptive qualitative approach with literature studies from various sources such as books, national and international journals, and websites. The results show the importance of integrating AI ethics in Christian religious education to shape students' characters, prepare their future, and improve the quality of learning. Challenges faced include limited resources, digital divide, lack of understanding of AI ethics, and the need for adequate supervision and regulation. Strategies to address these challenges include improving technological infrastructure, training for teachers, and developing policies that support the integration of AI ethics in Christian religious education.
Co-Authors Aarce Tehupeiory Aarce Tehupeiory Afdaleni Agnesia, Minda G. Anneke, Djoys Rantung Apriyanti R. S Aritonang, Delinda Elizabeth Bernadetha Nadeak Boiliu, Esti Regina Boiliu, Noh Ibrahim Boy Anto Ando Silitonga Brek, Meiske Waty Brek, Meiskewaty Chris Pasuhuk Christina Metallica Samosir Citra Puspa Juwita Citra Puspa Juwita Daniel Daniel Darti, Darti Debora Inda Violita Praing Demsy Jura Desi Sianipar Djoys Anneke Rantung Djoys Anneke Rantung Djoys Annkene Rantung Dyoys Anneke Rantung Dyoys Rantung Eden Handayani Tyas Edwin Nugraha Elferida Sormin Elsudarma Santi Helena Emma Monica Siahaan Erikson JP hutabarat Esta Silitonga Esther Bessie Esther Bessie Eva Monica Teresa Kodongan Evi Deliviana Evy S Arodes Familia Novita Simanjutntak Flowrent Natalia Marpaung Fransiska Sitompul Galingging, Noven Glorya Loloagin Gunawan Tambunsaribu Halawa, Timotius Prasetyo Haposan Sahala Raja Sinaga Harefa, Kasieli Harefa, Sejiwahati Helena, Elsudarma Santi Hendrikus Male, Hendrikus Hidayat, Udin Firman Hiklai, Novret Imelda Butarbutar Jap Mai Cing Jefrit Johanis Messakh Jhon Simatupang Jimson Sitorus Laondang, Jilian Kristina Lekahena, Welly Sany Lilis Suryani Naibaho Manullang, Yehuda Parningotan Mardin Silalahi Marpaung, Flowrent Natalia Messakh, Jefrit Johanis Munthe, Abigail Fika Nababan, Samuel Nelius Harefa Nelius Harefa Nenomataus, Ade Epatri Norpin Noti, Yetri Anisa Nova Irawati Simatupang Padma, Dharmasari Panuturi sitompul Peea, Febriano Praing, Debora Inda Violita Puja Devi Sri Raso Tampubolon Purba, Leony Sanga Lamsari Purba, Sudiarjo Raharyo, Melody Yemercy Rantung, Djoys Rantung, Djoys A. Rantung, Djoys Anneke Rantung, Dyoys Anneke Remegises Danial Yohanis Pandie Rombe, Eunice Yatundu Rumodar, Gresye Karunia Sagala, Kartika Sanga Harapan Sangga, Natalia Ersy Saragi, Devi Setiyadi Siagian, Laurenz Enjelina Sianturi, Emma Sidabutar, Nerti Silalahi, Mardin Silitonga, Boy Anto Ando Sinaga, Rut Yesika Sipahutar, Agustina Siregar, Geby Arni Siregar, Geby Arny Sitohang, Susanne A H Situmorang, Aspriska R. Sri Wahyuni Zai St Fatimah Azzahra Steven Empindonta Tarigan Sudarno P Tampubolon Sumiyati Sunarto Sunarto Tehupoeiory, Aarce Tjandraputra, Edwin Nugraha Togatorop, Jonson Tompul Tompul Udin Firman Hidayat