Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Tekanan Darah dengan Lingkungan Kerja pada Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman, Jakarta Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Dinali, Diana; Harsono, Axsel
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j1vgzt74

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup dan lingkungan kerja. Pekerja kantoran, khususnya di kawasan bisnis dengan tekanan kerja tinggi, memiliki risiko lebih besar untuk mengalami tekanan darah tinggi akibat beban kerja yang berat, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik yang terbatas. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik karyawan perkantoran di kawasan Sudirman serta distribusi tekanan darah mereka. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, dilakukan perencanaan kegiatan yang mencakup penentuan peserta, instrumen, dan prosedur pelaksanaan. Sebanyak 57 karyawan dari salah satu kantor pusat besar di kawasan Sudirman diikutsertakan sebagai peserta. Tahap Do meliputi pengumpulan data melalui pengisian kuesioner karakteristik peserta serta pemeriksaan tekanan darah secara langsung. Tahap Check dilakukan dengan analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran distribusi karakteristik sosiodemografi dan status tekanan darah. Tahap Action difokuskan pada interpretasi hasil untuk menyusun rekomendasi upaya peningkatan kesadaran dan pengendalian tekanan darah di lingkungan kerja. Hasil: Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas peserta adalah laki-laki (56,1%) dengan rata-rata usia 36,12 tahun (SD 6,97). Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar peserta merupakan lulusan S1 (89,5%). Rata-rata tekanan darah sistolik peserta adalah 133,46 mmHg (SD 13,99) dengan rentang 109–190 mmHg. Berdasarkan kategori tekanan darah, sebanyak 56,1% peserta tergolong hipertensi, sedangkan sisanya 43,9% berada pada kategori normal. Temuan ini menunjukkan prevalensi hipertensi yang cukup tinggi pada pekerja perkantoran di kawasan bisnis padat, yang dapat dikaitkan dengan tekanan kerja tinggi, pola makan cepat saji, serta kurangnya aktivitas fisik. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini menegaskan pentingnya intervensi promotif berupa edukasi kesehatan, penyediaan fasilitas penunjang gaya hidup sehat, dan manajemen stres di lingkungan kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan angka kejadian hipertensi pada pekerja kantoran
Hubungan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Vitiligo di Rumah Sakit Mayapada Tangerang Tahun 2019 - 2024 Sirait, Nathasya; Tan, Sukmawati Tansil
Jurnal MedScientiae Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscientiae.v4i3.3812

Abstract

Vitiligo is an autoimmune disorder characterized by the loss of melanocytes, leading to the appearance of white patches on the skin. This study aimed to investigate the relationship between family history and parental consanguinity with the clinical manifestations of vitiligo. A cross-sectional descriptive-analytic design was used, involving 197 vitiligo patients at Mayapada Hospital Tangerang from 2019 to 2024. Data were collected through medical records and structured questionnaires, then analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio calculations. The most common clinical types were vulgaris (33.0%) and universalis (32.0%). A total of 46.7% of respondents had a family history of vitiligo, and 21.8% had parents with a consanguineous relationship. A statistically significant association was found between family history and clinical type (p = 0.042), and a highly significant association between parental consanguinity and family history of vitiligo (p < 0.001). The Odds Ratio of 7.241 indicated that parental consanguinity considerably increases the risk of vitiligo occurring within families. These findings suggest that genetic factors play a substantial role in the clinical expression of vitiligo.
Role of Dermatoporosis as Mediating Factors: Impact of Systemic Health Parameters on Dermatology Life Quality Index in The Elderly W., Linda Julianti; Destra, Edwin; Firmansyah, Yohanes; Moniaga, Catharina Sagita; Tan, Sukmawati Tansil; Wijaya, Bryan Anna; Gunaidi, Farell Christian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i2.20813

Abstract

ABSTRACT Dermatoporosis, an emerging concern in geriatric dermatology characterized by pronounced skin fragility and chronic skin atrophy, significantly impacts the quality of life among the elderly. This study delves into the complex interactions between various health parameters such as albumin, glucose, lipid profiles, uric acid, vitamin D, insulin resistance, uric acid, renal functions, and liver functions, assessing their cumulative effect on the Dermatology Life Quality Index (DLQI) in an elderly population, with dermatoporosis serving as a pivotal mediating factor. This study included 31 individuals who met the specified inclusion criteria. The selection process was designed to ensure the relevance of analyzed health parameters and to minimize selection bias, thereby enhancing the validity and applicability of the findings. Descriptive and inferential statistical methods were employed, along with Partial Least Squares (PLS) path modeling, to control for potential confounding variables and explore the multifactorial relationships among the measured variables. Regression analysis indicated that dermatoporosis significantly mediates the relationship between these health parameters and the DLQI, evidenced by R² values of 0.691 for dermatoporosis and 0.842 for DLQI. This study confirms that skin health in the elderly is multifactorial and strongly influenced by systemic health parameters. A multidisciplinary approach is essential to holistically manage dermatological conditions, addressing not only skin symptoms, but also systemic health factors that exacerbate skin disorders and diminish the quality of life in older adults. Keywords: Dermatoporosis, Dermatology Life Quality Index (DLQI), Geriatric Dermatology, Health Parameters, Systemic Health Influences.
Edukasi dan Skrining Kesehatan melalui Pemeriksaan Asam Urat dan Kekuatan Genggaman Tangan pada Masyarakat Dewasa di Jelambar: Education and Health Screening through Uric Acid Examination and Handgrip Strength Assessment among Adults in Jelambar Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alvianto, Fidelia; Pratama, Aditya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.124

Abstract

Pendahuluan: Hiperurisemia dan sarkopenia merupakan dua kondisi metabolik dan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena kurangnya pemeriksaan rutin di tingkat layanan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan melakukan deteksi dini terhadap risiko hiperurisemia dan sarkopenia melalui pemeriksaan kadar asam urat dan kekuatan genggaman tangan (handgrip strength, HGS) pada masyarakat dewasa di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat. Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan asam urat kapiler menggunakan alat digital, dan pengukuran HGS dengan hand dynamometer sesuai prosedur standar. Sebanyak 46 partisipan berusia 20–63 tahun berpartisipasi secara sukarela. Hasil menunjukkan rerata kadar asam urat sebesar 6,56 ± 1,83 mg/dL dengan proporsi hiperurisemia 50%, sedangkan rerata kekuatan genggaman tangan 24,49 ± 8,55 kg dengan 30,4% peserta menunjukkan indikasi penurunan kekuatan otot. Data ini menegaskan adanya kecenderungan gangguan metabolik dan muskuloskeletal pada populasi usia produktif. Kesimpulan: Pelaksanaan skrining sederhana ini terbukti efektif dan mudah diaplikasikan di komunitas serta meningkatkan literasi kesehatan mengenai gaya hidup aktif, hidrasi, dan konsumsi protein adekuat. Integrasi pemeriksaan asam urat dan HGS dapat menjadi model promotif–preventif untuk pencegahan hiperurisemia dan sarkopenia di tingkat layanan primer.
LICHEN SIMPLEX CHRONICUS Felda, Felda; Yudhitiara, Novia; Tan, Sukmawati Tansil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54178

Abstract

Lichen simplex chronius biasa disebut juga sebagai neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang karena rangsangan pruritogenic. Patogenesisnya melibatkan siklus gatal–garuk yang memperburuk kondisi kulit dan memperkuat keinginan untuk terus menggaruk, sehingga memperparah lesi dan mempertahankan peradangan. Terdapat hubungan antara jaringan saraf pusat dan perifer dengan mediator inflamasi dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada lichen simplex chronicus . Penulisan ini adalah untuk melaporkan gambaran klinis dan penatalaksanaan lichen simplex chronicus. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan gatal hilang timbul pada kedua lutut sejak satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dermatologis dengan variabel yang dinilai meliputi karakteristik pruritus, morfologi dan distribusi lesi, serta respons terhadap terapi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan plak eritematosa disertai hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama kasar pada regio genu bilateral, dengan gatal memberat saat kepanasan dan berkurang setelah konsumsi antihistamin. Berdasarkan gambaran klinis tersebut, pasien didiagnosis lichen simplex chronicus. Dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa lichen simplex chronicus merupakan penyakit kulit kronis yang dapat terjadi pada usia lanjut dan dipertahankan oleh siklus gatal–garuk, sehingga penegakan diagnosis dini, edukasi pasien, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.  
Gambaran Tingkat Hidrasi dan Kadar Sebum Wajah Pada Perenang Prakoso, Zhillan Zhalila; Tan, Sukmawati Tansil
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kmffr972

Abstract

Kulit wajah merupakan area tubuh yang paling sering terpapar lingkungan dan rentan mengalami gangguan fisiologis, terutama pada individu yang rutin berenang di kolam berklorin. Paparan klorin diketahui dapat menurunkan kadar sebum dan hidrasi kulit melalui mekanisme pengikisan lipid dan peningkatan transepidermal water loss (TEWL). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat hidrasi dan kadar sebum kulit wajah pada perenang usia produktif di Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 70 perenang aktif berusia 18–35 tahun diperiksa di dua lokasi kolam renang umum di Bandung. Data dikumpulkan melalui pengukuran lima titik wajah menggunakan Skin Analyzer Runve 45 dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sebum rendah paling banyak ditemukan pada area hidung (72,9%), diikuti pipi kanan (70,0%) dan dagu (62,9%). Tingkat hidrasi kulit kering paling tinggi juga ditemukan pada hidung (18,6%), pipi kanan (11,4%), dan dagu (10,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas berenang secara rutin dapat berdampak pada penurunan fungsi sawar kulit, terutama pada area wajah yang memiliki stratum korneum tipis atau jumlah kelenjar sebasea lebih rendah. Disarankan agar perenang melakukan perawatan kulit yang tepat, seperti membilas wajah setelah berenang, menggunakan pelembap, menghindari sabun iritatif, dan mengaplikasikan sunscreen tahan air untuk menjaga keseimbangan fisiologis kulit wajah.
Co-Authors Adhim, Laudza Al Aditya Pratama Afladhanti, Putri Mahirah Alexin, Corry Calista Alicia Sarijuwita Alifia, Tosya Putri Alvianto, Fidelia Amanda, Shelma Tria Angelika, Michelle Averina, Friliesa Aziel, Disya Gwyneth Chandra, Cindy Christella Christian, Farell Dean Ascha Wijaya Destra, Edwin Dewanto, Paulus Gegana Thery Dinali, Diana Edbert, Bruce Elizabeth, Jessica Fadhila, Arni Ismi Fajarivaldi, Kresna Bambang Felda, Felda Gunaidi, Farell Christian Gunawan, Listyani Harsono, Axsel Haryanto, Ines Hendrianto, Rafindra Raja Adi Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Hendsun Hendsun Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Indrayana, Syifa Nur Putri Jap, Ayleen Nathalie Johan, Richver Framanto Joshua Kurniawan Kasvana, Kasvana Kurniawan, Joshua Lucius, Steven Hizkia Lumintang, Valentino Gilbert Mahendri, Ryan Daffano Putra Mandalika, Astin Mashadi, Fladys Jashinta Moniaga, Catharina Sagita Nabila Jingga Permatasari Nathaniel, Fernando Noer Saelan Tadjudin Novendy, Novendy Noviantri, Jasmine Syabania Permatasari, Nabila Jingga Philo, Andrew Prakoso, Zhillan Zhalila Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Ramadhani, Kenzie Rafif Reginata, Gabriela Santoso, Alexander Halim Sardjono, Kimberly Sarijuwita, Alicia Satyanegara, William Gilbert Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Singgih, Rendy Sirait, Nathasya Soebrata, Linginda Sugiarto, Hans Sutedja, Gina Triana Syarifah, Andini Ghina Sylvana, Yana Tamaro, Anggita W., Linda Julianti Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Dean Ascha William Gilbert Satyanegara Wu, Vivian Yogie, Giovanno Sebastian Yohanes Firmansyah Yudhitiara, Novia