Claim Missing Document
Check
Articles

GURU PROFESIONAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU PENDIDIKAN BERMUTU Dorlan Naibaho; Lasminar Nababan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.484

Abstract

Pengembangan kompetensi profesional dalam menghadapi era Indonesia emas mutlak diperlukan untuk keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Tanpa pengembangan profesionalisme, proses pembelajaran dan mutu pendidikan hanya akan jalan di tempat. Tidak ada inovasi, dan tidak ada pula kreatifitas serta tidak ada pembelajaran yang efektif.Paradigma pendidikan sudah seharusnya menggunakan paradigma baru, yaitu mutu.Pendidikan yang bermutu lahir dari guru yang bermutu dan professional. Guru profesional dapat berpengaruh terhadap pendidikan bermutu. Di sisi lain Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Dengan demikian guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan. Dari pembahasan dapat disimpulkan, bahwa : 1).Guru yang profesional harus disiapkan oleh lembaga pendidikan tinggi kependidikan (LPTK) yang berkualitas dan terstandar; 2). Guru profesional wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional; 3). Guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu kreteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
Analisa Kompetensi Profesionalisme Guru PAK Dalam Menyusun Pembelajaran Siswa Kelas X SMA NEGERI 1 SIPOHOLON Dorlan Naibaho; Tiur.L.R.Butarbutar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru dalam menyusun perencanaan, pembelajaran di SMA Negeri 1 Sipoholon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dari penelitian ini ada dua orang yang menjadi subjek yaitu Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sipoholon dan Guru PAK SMA Negeri 1 Sipoholon. Yang melatar belakangi penelitian ini adalah peneliti menemukan guru PAK yang mengabaikan kompetensi yang dimiliki mulai dari tidak menyusun perencanaan pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilakukan kurang kondusif ketika sedang mengajar di dalam kelas. Dari kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru PAK, sangat berpengaruh bagi peserta didik bukan hanya untuk setiap siswa namun juga untuk orang lain baik dari guru-guru yang lain maupun juga untuk orang tua sehingga hal itu sangat penting untuk dipahami oleh setiap guru termasuk guru PAK di SMA Negeri 1 Sipoholon. Berdasarkan hasil penelitian guru pendidikan agama Kristen sudah mampu menyusun perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran.
GURU PROFESIONAL DALAM PENINGKATAN MINAT BELAJAR DAN MUTU PENDIDIKAN Dorlan Naibaho; Dahlia J. Butarbutar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.487

Abstract

Profesionalisme guru adalah sebuah kondisi arah, nilai, dan tujuan dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan dalam bidang pengajaran dan yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Sementara itu guru professional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Guru yang berkualitas, berkompetensi professional, akan mempengaruhi proses belajar mengajar siswa, yang akan menghasilkan minat belajar siswa yang lebih baik. Kompetensi ini meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan professional baik yang bersifat pribadi, sosial atau akademis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui professionalisme guru sebagai pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan beserta upaya dalam meningkatkan professionalisme tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah studi literatur berbasis referensi yang relevan dengan topik permasalahan. Hasil dari penelitian ini, yaitu: (1) indikator keberhasilan guru professional dapat dilihat dari kualitas proses maupun hasil belajar peserta didik yang merupakan tanggung jawab dari guru tersebut; (2) guru harus memiliki kompetensi keguruan; dan (3) terdapat berbagai upaya dalam meningkatkan professionalisme guru.
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN Lamsari Dameria Situmorang; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.488

Abstract

Guru sebagai seorang pendidik adalah komponen penting dalam proses pendidikan. Kompetensi dan profesionalisme guru pendidikan agama kristen adalah salah satu faktor penting dalam pembinaan guru sebagai suatu profesi. Kompetensi profesional adalah penguasaan teori pembelajaran yang menyeluruh dan mendalam yang wajib dikuasai oleh guru termasuk penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan penguasaan terhadap struktur atau metodologi keilmuan. Profesional guru PAK adalah dia yang melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dibidang PAK dengan mengandalkan kemampuan dan karakter yang tinggi sekaligus mengacu pada pribadi Yesus sang Guru Agung.
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN YANG KUAT MELALUI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI YANG EFEKTIF DENGAN SISWA, WALI PESERTA DIDIK DAN SESAMA GURU Netti Lorensia Turnip; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.490

Abstract

Jurnal ini membahas tentang pentingnya peran guru dalam membangun hubungan yang kuat dengan siswa, orang tua/wali siswa, serta guru dan dosen lain melalui  keterampilan komunikasi yang efektif. siswa yang sedang berkembang. Komunikasi yang baik antara guru dan siswa tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang positif, tetapi juga mendorong perkembangan akademik dan sosial siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan komunikasi guru dalam menghadapi siswa, orang tua dan guru lainnya. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library study), yang didalamnya dievaluasi berbagai aspek komunikasi guru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi guru berperan penting dalam penciptaan lingkungan belajar yang efektif. Guru yang dapat berkomunikasi dengan jelas, empati dan tanggap terhadap kebutuhan siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa. Komunikasi yang efektif dengan orang tua siswa juga terbukti penting dalam menciptakan hubungan positif dan mendukung perkembangan akademik anak. Selain itu, interaksi positif antar guru lain dapat meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran. Implikasi Penelitian Mendukung pengembangan pelatihan keterampilan komunikasi guru untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
PENTINGNYA KOMPETENSI SOSIAL GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN Louisa Silalahi; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.491

Abstract

Pendidikan merupakan Fondasi Utama pembentukan karakter dan potensi peserta didik. Dalam konteks ini, peran guru sebagai fasilitator pembelajaran tidak hanya berkutat pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan aspek sosial yang mendasar. Kompetensi sosial guru menjadi faktor krusial dalam membentuk lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung perkembangan holistik pesera didik. Tujuan penulis menulis artikel ini adalah untuk mengeksplorasi dan menyoroti pentingnya kompetensi soial guru dalam proses pembelajaran.
PERAN KOPETENSI SOSIAL GURU DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG INKLUSIF Riski Aprilia Lumban Tobing; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.493

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Lebih jauh lagi, pendidikan berperan dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, mencapai kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan masyarakat. Menurut Hermino (2013: 18), “Pendidikan merupakan inti kemajuan suatu bangsa dalam mewujudkan cita-citanya demi kelangsungan hidupnya.1” Sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pendidikan mempunyai arti yang tidak hanya mencakup pendidikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan teknologi, tetapi juga pendidikan karakter, etika, dan moral.Selain mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan teknologi, kami juga memberikan pendidikan karakter, etika dan moralitas.Dalam penulisan karya ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan.Merupakan seperangkat metode pengumpulan data perpustakaan, atau dikumpulkan dari berbagai sumber (buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, surat kabar, terbitan berkala, dokumen).Penelitian kepustakaan atau literatur mengacu pada serangkaian kegiatan penelitian yang memperoleh data dari data perpustakaan, bukan data lapangan.Data yang diperoleh dari buku, majalah atau internet diolah dengan memilih data yang relevan dengan penelitian yang sedang dibahas. Tujuan dari penelitian kepustakaan adalah untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, komunikasi memegang peranan penting dalam kelancaran pembelajaran.Oleh karena itu, guru dituntut untuk memiliki keterampilan sosial.Guru yang efektif secara sosial khawatir bahwa guru yang baik akan ditiru oleh siswanya.Dengan menciptakan lingkungan belajar inklusif, semua anak dapat memahami dan belajar bahwa pendekatan pembelajaran yang baik adalah 'learning by doing'.Inilah tepatnya yang dimaksud dengan ``pembelajaran aktif'' adalah ``melibatkan siswa dalam pembelajaran.'' Dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif..
STRATEGI GURU PAK DALAM MENUNJUKKAN INTEGRITAS PRIBADI YANG DAPAT MENGASIHI PESERTA DIDIK Pebrina Br Ginting Munthe; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.494

Abstract

Pendidikan Agama dan Kristen (PAK) merupakan mata pelajaran yang fokus pada pengembangan nilai-nilai agama, moral, dan etika. Strategi guru dalam mengajar PAK dapat berbeda-beda tergantung konteks sekolah, siswa, dan tujuan pembelajaran. Strategi guru mengacu pada pendekatan atau rencana yang digunakan oleh seorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif. Strategi guru mencakup berbagai metode, teknik, dan pendekatan yang diterapkan dalam proses pengajaran untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Strategi guru mungkin juga melibatkan penggunaan sumber daya, alat pembelajaran, dan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Integritas pribadi merupakan kualitas moral dan etika yang mencerminkan keutuhan dan kesatuan seseorang. Hal ini mencakup konsistensi, kejujuran, dan sikap yang selaras dengan nilai dan prinsip yang diyakini individu. Integritas pribadi mencerminkan integritas moral dan etika seseorang, yang tercermin dalam tindakan, keputusan, dan perilaku sehari-hari.
PENTINGNYA PERAN SERTA TUGAS GURU SEBAGAI PROFESI Palentina Pebryanti Munte; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.495

Abstract

Guru merupakan profesi yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar untuk mendidik dan membentuk karakter anak bangsa. Oleh karena itu, guru perlu menyikapi tugasnya sebagai profesi dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyikapi tugas guru sebagai profesi, yaitu: Memiliki kompetensi profesional. Guru harus memiliki kompetensi profesional yang memadai, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun akademik, memiliki komitmen dan dedikasi tinggi, guru harus memiliki komitmen dan dedikasi tinggi untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Bersikap profesional guru harus bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar, oleh karena itu perlu menyikapi tugasnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyikapi tugas guru sebagai profesi adalah memiliki kompetensi profesional, memiliki komitmen dan dedikasi tinggi, serta bersikap profesional.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI FASILITATOR DAN MOTIVATOR BAGI MINAT BELAJAR PESERA DIDIK Riris Simatupang; Dorlan Naiobaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i1.497

Abstract

Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti; gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman, dengan kata lain minat belajar adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan seseorang (siswa) terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar. Peran guru PAK sebagai motivator akan menolong setiap peserta didik yang sedang bermasalah dan jika memungkinkan dapat memberikan solusi sehingga mereka dapat keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan juga bahwa guru PAK diharapkan mampu berperan sebagai motivator bagi peserta didik baik secara individual maupun kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Guru Pendidikan Agama Kristen sebagai fasilitator berarti bahwa guru juga harus berfungsi sebagai pemberi fasilitas atau melakukan fasilitasi. Dalam fungsinya ini guru lebih banyak melakukan sharing belajar, atau bisa disebut belajar bersama. Ketika guru menyampaikan kompetensi dasar sebuah mata pelajaran, ia tidak akan mengeksplorasi pelajaran itu, ia hanya memancing pengetahuan yang ia yakin telah diketahui oleh para siswanya. Peran Guru PAK sebagai Motivator dan Fasilitator penting artinya dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa. Guru dapat memberikan dorongan dan menjalankan peran dan fungsinya sebagai penolong dan pemberi fasilitas sehingga minat belajar siswa dapat bertumbuh dalam proses belajar.
Co-Authors Agnesia Carmelita Mahulae Alisia Klara Marpaung Anakampun, Risden Andre Ariwesly Sigalingging Angelica Bakkara Ariawan, Sandy Aritonang, Dina Infantri Bancin, Wesli Edrianto Bertha Panggabean Betris Susi Yanti Simbolon Christian E H Sihite Dahlia J. Butarbutar Damaiyanti Nababan Dame Taruli Simamora Dani Gabriel Puwarno David Marthen Pardosi Deva Kusrini Br Manik Duma priscila Munthe Eka Hutagalung Epa Gracelia Ferals Sitorus Ester Paulina Feni Sulistiani Sitorus Fernidia Br. Siburian Friska Romauli Hutasoit Habel P Simanjuntak Hasudungan Simatupang Hasugian, Jessi Manuella Hutasoit, Friska Romauli Hutasoit, Murni Ingrina Simaremare Ira Tripena Silalahi Kevin Martin Sijabat Kristina Veronika Sianturi Lamsari Dameria Situmorang Lasminar Nababan Lastry Rohani Panjaitan Lestari Hutahaean Lince R.T Simamora Louisa Silalahi Malani Simanungkalit Manalu, Goklas J Manurung, Tri putri Romaito Maria Widiastuti, Maria Marudut Situmorang Mawarni Hutagalung Metaledi Esterica Lumbantobing Michael Sihite Monalisa Anesti Juniati Tampubolon Nababan, Benida Dina Nadapdap, Indah Naibaho, Septi Enjelika Naomi Rose Mariani Silaban Nathanael Elsadai Banjarnahor Netti Lorensia Turnip Palentina Pebryanti Munte Pebrina Br Ginting Munthe Pestaria Naibaho Philpres Simatupang Putri Sinpur Sinaga Raja, Santi Lumban Renauli Simajuntak Reza Fahlevi Marbun Riris Simatupang Risden Anakampun Riski Aprilia Lumban Tobing Rona Napitupulu Sabar Rudi Sitompul Sammi Lumbantobing Sandri Yanti Sihotang Saryna Natalia Purba Seapril Manurung Senida Harefa Sianturi, Feni Yolanda Sigalingging, Rico Herbet Sihombing, Roysaputra Simangunsong , Fransiska Natalia Simanjuntak, Dahlia Vebriani Simatupang, Hasudungan Simatupang, Ronny Simion D Harianja Sipahutar, Friska Mawarni Sitanggang, Anggita Anggraini Sitompul, Desi Andriani Sonia Putri Hutauruk Sri Melati Sinambela Surbakri, Lilis Sri Bertina Taripar Aripin Samosir Titin Marito Simarmata Tiur.L.R.Butarbutar Tiurma Barasa Widia Aprilia Sinaga Yohana Olivia Sitorus