Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI MENGENAI PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN PERKAWINAN DI INDONESIA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT Sirait, Rian Mangapul; Tulus J.T Panjaitan; Juwita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6871

Abstract

Latarbelakang: Peningkatan perilaku peduli hukum dan Penegakan  hukum  memerlukan  ketegasan  aparat  dan  kesadaran  masyarakat.  Penegakan hukum  akan  menjamin  kehidupan  berbangsa  dan  bernegara  yang  aman.  Masyarakat  perlu kesadaran   hukum   yang   tinggi   sehingga   mempunyai   perilaku   hukum   yang   tinggi. Provinsi Sumatera Utara merupakan  salah  satu  provinsi  yang  mempunyai jumlah masyarakat yang cukup banyak. Dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia, Pencatatan perkawinan merupakan salah satu prinsip hukum perkawinan nasional yang bersumberkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Eksistensi prinsip pencatatan perkawinan terkait dengan dan menentukan kesahan suatu perkawinan, artinya selain mengikuti ketentuan masing-masing hukum agamanya atau kepercayaan agamanya, juga sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Oleh karena itu pencatatan dan pembuatan akta perkawinan merupakan suatu kewajiban dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Tujuan: Dari ketentuan Pasal 2 UU 1/1974 jelas, setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Artinya setiap perkawinan harus diikuti dengan pencatatan perkawinan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bila kedua ayat dalam Pasal 2 UU 1/1974 dihubungkan satu sama lainnya, maka dapat dianggap bahwa pencatatan perkawinan merupakan bagian integral yang menentukan pula kesahan suatu perkawinan, selain mengikuti ketentuan dan syarat-syarat perkawinan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.  Namun dalam praktiknya, kewajiban pencatatan dan pembuatan akta perkawinan menimbulkan makna hukum ambiguitas, karena kewajiban pencatatan dan pembuatan akta perkawinan bagi setiap perkawinan dianggap hanya sebagai kewajiban administratif belaka, bukan penentu kesahan suatu perkawinan, sehingga pencatatan perkawinan merupakan hal yang tidak terkait dan menentukan kesahan suatu perkawinan. Meskipun perkawinan tersebut dilakukan menurut masing-masing hukum agamanya atau kepercayaan agamanya, tetapi tidak dicatat, perkawinan tersebut dianggap tidak mempunyai kekuatan hukum. Perkawinan yang tidak dicatat ini menyebabkan suami isteri dan anak-anak yang dilahirkan tidak memperoleh perlindungan hukum. Untuk itu, perlu dilakukan pembaharuan hukum pencatatan perkawinan melalui pendekatan kontekstual, sehingga dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum terhadap suami isteri dan anak-anak yang dilahirkan dari suatu perkawinan. Faktor tidak adanya pencatatan dan pembuatan akta perkawinan kewajiban dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia menjadi masalah di masyarakat. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi mengenai Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia Di Lingkungan Masyarakat Melalui  Program Kemitraan Masyarakat. Pencatatan perkawinan dalam perspektif hukum di lingkungan masyarakat melalui  program kemitraan masyarakat   Pengendalian faktor   manusia   melalui peningkatan peduli hukum dan lingkungan sehingga manusia tidak melakukan pelanggaran hukum.   Program   Kemitraan   Masyarakat   Peduli   Hukum merupakan   salah   satu   cara   meningkatkan  perilaku   peduli   hukum   dan  lingkungan.  Metode pelaksanaan  kegiatan  PKM  ini  melalui  sosialisasi  dan  penyuluhan,  demonstrasi  dan  pelatihan, dan  pendampingan  terhadap  mitra  yaitu masyarakat  Desa Singa  Kabupaten Karo meliputi  para  petani, ibu-ibu PKK dan karang taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aparat  Desa Singa Kabupaten Karo dan  masyarakat antusias  mengikuti  kegiatan  ini.  Kegiatan  dilakukan  di  sela-sela  kesibukan bekerja masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan secara persuasif sehingga   interaksi   dengan   masyarakat   menjadi   nyaman.   Hal   ini   dilakukan   agar   transfer pengetahuan  dan  ketrampilan  berjalan  dengan  baik.  Kesimpulan: Berdasarkan  hasil  kuisioner  sebelum  dan  sesudah  kegiatan  menunjukkan  bahwa  perilaku  peduli  hukum  dan  lingkungan  masyarakat  Desa Singa Kabupaten Karo meningkat.  Kondisi  ini  sangat  penting  untuk  menciptakan  penegakan  hukum  dan kepedulian lingkungan untuk kehidupan manusia yang nyaman.
IMPLEMENTASI GAME EDUCAPLAY SEBAGAI UPAYA PENGENALAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA 4 KOTA JAMBI Fitria, salwa; Juwita; Santika , Indi; Azzahra, Latiffa; Harianja, Sri indirani
Jurnal Abdimas Universitas Insan Pembangunan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Insan Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jabdimasunipem.v4i1.166

Abstract

Penerapan media digital dalam pembelajaran anak usia dini telah menjadi kebutuhan penting di era modern, terutama untuk mendukung pengembangan literasi digital sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan permainan educaplay sebagai upaya memperkenalkan literasi digital kepada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina 4 Kota Jambi dan untuk mengetahui respons anak terhadap permainan edukatif ini. Metode penerapan dilakukan melalui observasi interaktif dan aktivitas bermain terstruktur yang meliputi tiga jenis permainan: menonton cerita sambil menjawab pertanyaan, menebak gambar dan huruf awal, dan menyusun huruf menjadi kata-kata sederhana. Kegiatan ini dilakukan di kelompok B menggunakan laptop, proyektor, koneksi internet, dan platform educaplay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengikuti instruksi permainan dengan antusias dan fokus yang baik. Kemampuan yang paling menonjol terlihat pada aktivitas menebak gambar dan simbol visual, sedangkan kemampuan menyusun huruf masih bervariasi di antara anak-anak. Penggunaan permainan educaplay telah terbukti mengoptimalkan literasi visual dan auditori, serta mendukung pemahaman anak usia dini. Penerapan digital untuk anak menjadi lebih terfokus dan bermakna.
ANALISIS TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDIDIKAN BERBASIS SOCIETY 5.0 DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Siregar, Maralottung; Verawati; Juwita
Tunjuk Ajar : Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

The era of Society 5.0 requires educational institutions to transform toward a learning system that integrates technology, creativity, and humanity. This study aims to analyze the forms, strategies, and challenges of school principals’ leadership transformation in implementing Society 5.0-based education in Islamic educational institutions. This research employs a qualitative approach with a case study design conducted in several madrasahs that apply digital innovation and Islamic value-based learning. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings reveal that leadership transformation consists of three main dimensions: (1) visionary leadership that integrates technology with Islamic spiritual values; (2) strengthening teachers’ and students’ digital competence through continuous professional development; and (3) developing an organizational culture based on collaboration and innovation. The challenges encountered include limited digital resources, resistance to change, and technological competence gaps among educators. The study concludes that the success of implementing Society 5.0-based education in Islamic institutions largely depends on the principal’s capacity to balance digitalization and spirituality. The findings imply that leadership development in Islamic education must emphasize both technological literacy and moral-spiritual awareness to create adaptive and human-centered learning environments.
EFEKTIVITAS MODEL LEARNING CYCLE 7E DALAM MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI INSTITUT PENDIDIKAN TAPANULI SELATAN Vebrina, Dinda; Sibuea, Destha Praedestin; Royani, Sri; Rambe, Suci Fratiwi; Juwita; Pane, Juni Kholilah; Simanullang, Gunawan; Ziraluo, Silvia Rahmdani; Hasibuan, Dea Sandri; Ritonga, Mawaddah; Hasibuan, Zuhriana Sari; Roindah, Prima; Ritonga, Evrina Yanti; Trihannah, Hilda; Harahap, Desriyana
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 5 No. 4 (2025): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2025)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v5i4.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Learning Cycle 7E dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan. Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam mengelola pendapatan, pengeluaran, tabungan, investasi, dan perencanaan keuangan jangka panjang secara bijak dan bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran berbasis model Learning Cycle 7E, dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes literasi keuangan, angket motivasi belajar, dan lembar observasi aktivitas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor literasi keuangan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen meningkat dari 58,2 menjadi 81,4, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 57,5 menjadi 64,0. Uji-t independen menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Selain itu, motivasi belajar mahasiswa pada kelompok eksperimen meningkat lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (3,6 vs 3,0), dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap tahapan pembelajaran lebih optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa model Learning Cycle 7E efektif tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep literasi keuangan, tetapi juga mendorong motivasi belajar, berpikir kritis, serta kemampuan penerapan konsep dalam situasi nyata.
Blurring Boundaries: Exploring the Cultural Identity Intersection of Teachers Akmal Mundiri; Juwita; Rahimah Embong
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v11i1.7398

Abstract

Teachers' cultural identities in educational practice often do not fully reflect their original ideologies, but rather merge with local identities through complex social interactions. This study aims to examine how teachers with Nahdlatul Ulama (NU) backgrounds negotiate their cultural identities in the context of Muhammadiyah schools through a process of blurring boundaries. This study aims to understand the representation of teachers' identities within the work culture of schools with mismatched beliefs. This study used a qualitative approach with a case study approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The collected data were analyzed using Miles and Huberman's data analysis techniques, which consist of data reduction, data display, and verification. The results indicate that the representation of teachers' identities within the work culture of NU teachers in Muhammadiyah schools involves the negotiation of teachers' cultural identities in religious practices, the flexibility of language and symbols in learning communication, and the teachers' spiritual professionalism and social intelligence in a pluralistic environment. Thus, identity negotiation occurs harmoniously without conflict, as teachers adapt their worship practices, symbols, and communication styles to Muhammadiyah institutional standards while maintaining their personal identities in the private sphere. This negates the notion that teacher identity within the teacher work culture is a form of religious identity negotiation, a form of harmoniously negotiated religious identity within a pluralistic Islamic institution through symbolic practices, communication, and value development.
Animated Video-Based Education on Increasing Mothers' Knowledge about Breastfeeding Techniques in Postpartum Mothers at Bahagia Regional Hospital Juwita; Asli, Kartika
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.64351

Abstract

Introduction: Breast milk (ASI) is the best nutrition for the growth and development of infants. However, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia is still low, including in West Seram Regency. One of the factors that causes low breastfeeding success is the lack of knowledge of mothers about the correct breastfeeding techniques. Education with animated video media is one of the effective methods in improving the understanding of postpartum mothers. Objective: This study aims to determine the effect of animated video-based education on increasing maternal knowledge about breastfeeding techniques in postpartum mothers at Piru Regional Hospital. Research Method: This type of research is quantitative with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study were postpartum mothers who met the inclusion criteria. The instrument used was a questionnaire on knowledge of breastfeeding techniques measured before and after the intervention. Data were analyzed using statistical tests using the Wilcoxon test. Results of the study: based on the results of the analysis, there was an increase in knowledge scores after being given education using animated videos about breastfeeding techniques. The results of the statistical test showed a significant value of 0.000 (p <0.05) H0 was rejected Ha was accepted, Conclusion: so it can be concluded that there is an effect of animated video-based education on increasing maternal knowledge about breastfeeding techniques in postpartum mothers in Piru Regional Hospital."
Co-Authors A. Nur Ilmi Amaliyah Passalowongi A.D. Resky Abdullah Adista, Ansari Adista, Muhammad Ansari Agus Hendra Al Rahmad Agus Riadi Ajis Sumantri Akmal Mundiri Andi Nurul Afana Fitra Anita Arini Noura Darina Arini Nuora Darina Asli, Kartika Azizatul Banat, Azizatul Azzahra, Latiffa Bakri, M Biy Paidul S Citra Dewi CR. Yayang Saskia Pratiwi Dariusman Dessy R. Emril Diah Selviani, Diah Dian Zulfatul Iman Diana , Eli Diaz Capriani Dina , Tri Dina, Tri Dwi Nuryani, Dina Eka Merdekawati Djafar Eli Diana Faiq Julia Iqna’a Fajlurrahman Jurdi Faridha Nasir Fatmawati Madya Feby Elra Perdima Filia Hanum Filza Ratu Nabila Fitria, salwa Fitriliana Fransiskus Hendra Ariwibowo Hanum, Filia Harahap, Desriyana Harianja, Sri indirani Hasibuan, Dea Sandri Hasibuan, Zuhriana Sari Hebrian Ananda Hendri Alamsyah Herlina Hidayaturrahmi Hilda Dahniela Imma Rachayu, Imma Irfan Idris iswanto Jamal, Adam Juarsa , M.Sidik Karmini Karyati Karyati Khairunnisa Lesmana , Sastria Agustian Lestari , Titje Puji Liza Salawati, Liza Lubis, Nurhanifah Lucky Nadia Luthfia , Izza Luthfia, Izza MAGPIKA HANDAYANI Maha, Inike Gujamela Marlina martiani Maryam Maryam MasrBABSi Mawardi, Kholiq Misbahul Arifin Mita Arnika Monica MS, Shaharuddin Muhammad Akil Musi Muhammad Antor Riady Muhammad Rizky Muhammad Syafrudin Muhani, Nova Naifa Shabira Naswar Nelly Nurhaeda Nurhayati Nurwijayanti Pane, Juni Kholilah Putri Mauliza, Putri Rachmad Suhanda Rahimah Embong Raisya Muntazzia Nasution Rambe, Suci Fratiwi Reza Mahendra Ritonga, Evrina Yanti Ritonga, Mawaddah Rizqy Wahyuni Imran Roihana Roindah, Prima Royani, Sri Rusmina, Cut Safitri, Yuni Ayu Saiful Amri Santika , Indi Sardil Mutaallif Sibuea, Destha Praedestin Simanullang, Gunawan Sirait, Rian Mangapul Siregar, Maralottung Suryani , Novi Ade SUSANTI Susanto , Edy Suwarni Suwarni Suwarni Syahrizal Syamsuddin, Nurfiani Tasyarani, Nazla Tetra Dewi, Fatwa Sari Tiara Nurul Annisa' Tiara Nurul Annisa’ Trihannah, Hilda Tulus J.T Panjaitan Umar, Fadly Vebrina, Dinda Verawati Wanda Guna Putra WAODE MARATUN SHALEHA Wida Fadluna Widiati, Kusno Yuli Yana, Saifuddin Yani, M. Yenni Fitria Yores Andrianto Yose Rizal Yulyani, Vera Ziraluo, Silvia Rahmdani