Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perlindungan Hukum Nasabah Dalam Transaksi Perbankan Syariah: Perlindungan Hukum Nasabah Dalam Transaksi Perbankan Syariah Herman; Eka Turkiani; Ahmaddin; Iswanto; Sirajudin; Zufriadi Adil Setiawan; Ibnu Hajar; Iksan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.5517

Abstract

Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum nasabah dalam transaksi perbankan syariah dengan studi kasus pada Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank NTB Syariah. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya penggunaan layanan perbankan syariah yang menuntut adanya jaminan perlindungan hukum bagi nasabah agar setiap transaksi berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan hukum yang berlaku. Permasalahan penelitian ini meliputi bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap nasabah dalam transaksi perbankan syariah serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya pada BSI dan Bank NTB Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi perlindungan hukum serta mengidentifikasi hambatan dalam penerapannya terhadap nasabah perbankan syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui kajian terhadap bahan hukum primer dan sekunder yang berkaitan dengan regulasi perbankan syariah dan perlindungan nasabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum nasabah telah diatur dengan mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kepatuhan terhadap syariah, namun dalam praktiknya belum berjalan optimal, terutama dalam hal pemahaman nasabah dan mekanisme penyelesaian sengketa. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan implementasi perlindungan hukum serta peningkatan literasi dan pengawasan agar tercapai kepastian hukum dan perlindungan nasabah secara maksimal
What Makes Cocoa Farmers Convert Cocoa Land? Case Study: Two Cocoa Producing Districts in Southeast Sulawesi Province, Indonesia Prihantini, Campina Illa; Jamil, Ahmad Syariful; Risna; Iksan; Masitah; Joka, Umbu; Septiadi, Dudi; Destiarni, Resti Prastika
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 01 2024 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.01.163-180

Abstract

Southeast Sulawesi province, as one of the cocoa baskets and the center of the National Cocoa Movement (GERNAS), continues to experience a decline in cocoa production and land area. One factor is the widespread conversion of cocoa land. This phenomenon needs to be highlighted and studied further because it can affect the sustainability of the cocoa value chain in Southeast Sulawesi. This study aims to determine what factors influence cocoa farmers in converting cocoa farmland to other farms in Southeast Sulawesi Province's two leading cocoa-producing districts. The research sites were purposely selected because they are the two leading cocoa-producing districts in the province. This study used logistic regression analysis. Cocoa farmers in Kolaka district converted cocoa land to patchouli farming, while cocoa farmers in East Kolaka district converted their cocoa land to rice farming. The analysis results show that the main factors that significantly influence cocoa farmers' decision to convert cocoa land are cocoa farming experience and the price of other commodities (including the level of income farmers receive from farming other commodities). The primary policy that the government can take in maintaining cocoa land area is to provide price certainty for cocoa itself. So far, cocoa farmers have always faced price uncertainty, and cocoa's value chain and sustainability in Southeast Sulawesi Province need to be clarified.