Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation Penurunan Tensi Lansia Slow Deep Breating ( Apium Graveolens &Black Garlick) Desa Bangun Rejo Tahun 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Mastaida Tambun; Indra Agussamad; Tahan Tahan; Dina Afriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47395

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal baik tekanan systolic atau diastolic. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen (eksperimen semu). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas kombinasi metode slow deep breathing dan konsumsi Apium graveolens (seledri) serta black garlic (bawang hitam) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Desain yang digunakan adalah pretest-posttest with control group design, di mana terdapat dua kelompok: Kelompok intervensi: Mendapatkan terapi slow deep breathing serta konsumsi Apium graveolens dan black garlic. Kelompok kontrol: Tidak diberikan intervensi atau hanya perawatan standar. Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik rata-rata berkisar antara 150 mmHg hingga 160,06 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik rata-rata berkisar antara 97,29 mmHg hingga 101,29 mmHg selama periode tujuh hari. Fluktuasi harian terlihat, dengan tekanan darah tertinggi tercatat pada hari ketujuh (160,06/101,29 mmHg) dan terendah pada hari kedua (155,06/97,29 mmHg). Menariknya, standar deviasi untuk tekanan sistolik (9,098 mmHg) dan diastolik (7,051 mmHg) konsisten di seluruh pengukuran, menunjukkan variabilitas yang stabil dalam sampel. Implementasi program penurunan tensi menggunakan metode Slow Deep Breathing dan pemberian Apium graveolens serta Black Garlic terbukti efektif menurunkan tekanan darah lansia di Desa Bangun Rejo tahun 2025. Program ini berpotensi diterapkan lebih luas di desa-desa lain sebagai pendekatan promotif-preventif dalam penanganan hipertensi lansia
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU DALAM PENYUSUSNAN MENU BALITA DI WILAYAH PKM MEDAN DENAI TAHUN 2025 Indra Agussamad; Eko Murdianto; Mesrida Simarmata; Erika Erika; Tahan Tahan; Linda Mardianti Waruwu; Ribka Huta Julu
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3763

Abstract

optimal development and preventing the risk of stunting. Mother's knowledge in compiling a toddler menu is a key factor in the practice of fulfilling children's daily nutrition.Objective: To determine the influence of nutrition education on increasing maternal knowledge in the preparation of the toddler menu in the Medan Denai PKM area.Methods: This study used a quasi-experimental design with pre-test and post-test approaches in the intervention and control groups. The sample consisted of 100 mothers who had toddlers aged 6–24 months and were selected through purposive sampling. The intervention group received nutrition education for 3 sessions over a four-week period. Data collection was carried out through knowledge questionnaires before and after the intervention. Data analysis used paired t-test, independent t-test, and ANCOVA. Results: There was a significant increase in knowledge scores in the intervention group (p0.001), while the control group showed a non-significant increase (mean p=0.08). Bivariate and multivariate analyses showed that nutrition education had a significant effect on improving maternal knowledge, regardless of education and family income (p0.001). Conclusion: Nutrition education has been proven to be effective in increasing mothers' knowledge about the preparation of the toddler menu. It is necessary to implement nutrition education routinely in the Puskesmas and Posyandu as a preventive and promotive effort in improving the nutritional status of toddlers. Keywords: Nutrition, Knowledge, Toddler Menu
Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berbasis inovasi E-Leaflet untuk Mendukung Peran Serta Suami Menggunakan Alat Kontrasepsi di Kampung KB Pangkalan Masyhur Medan Johor Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 Mastaida Tambun; Lusiatun Lusiatun; Indra Agussamad; Sri Rezeki; Damayanti Damayanti; Adelina Sembiring
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5vjga845

Abstract

Partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih sangat rendah, termasuk di Kampung KB Pangkalan Masyhur, Medan Johor. Pada tahun 2025 jumlah pasangan usia subur (PUS) mencapai 3.262 jiwa, namun pengguna kontrasepsi pria hanya 0,8% untuk kondom dan 0,1% untuk vasektomi. Kondisi ini berdampak pada masih tingginya angka kelahiran yang berimplikasi pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Beberapa faktor penyebab rendahnya partisipasi pria adalah kurangnya dukungan keluarga, pandangan negatif dan mitos, serta minimnya akses informasi mengenai kontrasepsi pria. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemberdayaan melalui lima tahap: persiapan, sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Media utama yang digunakan adalah aplikasi E-Leaflet SIKOPRI (Sistem Informasi Kontrasepsi Pria), didukung leaflet, poster, dan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan kontrasepsi pria, perubahan sikap suami yang lebih positif terhadap KB pria, serta meningkatnya keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan ber-KB. Capaian nyata ditunjukkan dengan adanya tiga akseptor vasektomi baru dan peningkatan pengguna kondom sebanyak 15 orang dalam tiga bulan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.7 tentang kesehatan reproduksi dan poin 5 tentang kesetaraan gender. Inovasi E-Leaflet SIKOPRI terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB.
IMPLEMENTASI PERAWATAN LUKA DIABETES MENGGUNAKAN ALOE VERA DAN MADU TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Indra Agussamad; Eko Mudianto; Erika Erika; Lindra Lindra
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 11 (2026): Vol. 5 No. 11 Agustus 2026
Publisher : Ensiklopedia Research and Community Service Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i11.3986

Abstract

Latar Belakang: Luka diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis Diabetes Melitus yang memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi, amputasi, hingga kematian apabila tidak ditangani secara optimal. Perawatan luka modern saat ini mulai memanfaatkan bahan alami yang memiliki efek antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan mampu mempercepat regenerasi jaringan, seperti Aloe vera dan madu. Kedua bahan tersebut mudah diperoleh, memiliki biaya yang relatif rendah, serta telah banyak digunakan sebagai terapi komplementer dalam penyembuhan luka kronis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perawatan luka menggunakan Aloe vera dan madu terhadap proses penyembuhan luka diabetik pada penderita Diabetes Melitus di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimen sederhana menggunakan dua kelompok perlakuan. Sampel penelitian sebanyak 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 10 responden kelompok Aloe vera dan 10 responden kelompok madu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi proses penyembuhan luka selama tujuh hari menggunakan lembar observasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test dengan tingkat signifikansi α=0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia ≥60 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (60%), berpendidikan SD (45%), dan bekerja sebagai wiraswasta (40%). Pada kelompok Aloe vera, sebanyak 70% responden menunjukkan proses regenerasi luka dalam waktu kurang dari tiga hari, sedangkan pada kelompok madu sebesar 60%. Hasil uji Independent t-test menunjukkan nilai p=0,000 (0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara efektivitas Aloe vera dan madu terhadap proses penyembuhan luka diabetik. Kesimpulan: Implementasi perawatan luka menggunakan Aloe vera dan madu sama-sama memberikan manfaat dalam mempercepat penyembuhan luka diabetik. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan efektivitas antara kedua intervensi, sehingga keduanya dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan berbasis bukti.Kata Kunci: Aloe vera, madu, luka diabetik, diabetes melitus, penyembuhan luka
NUTRITION FLIPBOOK -BASED EDUCATION ON PREGNANT WOMEN'S ATTITUDES TO PREVENT STUNTING Mesrida Simarmata; Indra Agussamad; Srininta; Zahara Herani
INTERNATIONAL JOURNAL OF MIDWIFERY RESEARCH Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/6bk32y97

Abstract

Background​ : Nutrition for 1,000 lives First will filled since child in content until child 2 years old . Negative attitude so inhibitor Because Mother pregnant No know nutrition . Flipbook : information media interesting audio and visual . Objectives : For know effectiveness education based flipbook  1,000 days of nutrition First life to attitude Mother pregnant in prevention stunting . Method : Type of research quantitative , design quasi- experiment t design two group pre post test design . Population: 50 pregnant women undergoing antenatal care at the Medan Denai Community Health Center from January to March 2025. The sample is an inclusion of gestational age <32 weeks, willing to be respondents as many as 40 people. Total sampling technique : A sample of 40 pregnant women was divided into 2 groups: treatment and control using simple random sampling . Research location: Medan Denai Community Health Center. Time: June-September 2025. Pre and post data analysis: Wilcoxon test , for comparison of treatment and control after education using the Mann Whitney test . Results : Treatment: before min- max 13-28 mean 20.90, after min -max 30-35 mean 32.40. Wilcoxon test 0.000. Group control before min- max 12-26 mean 18.45 after min- max 14-27 mean 20.35 Wilcoxon test 0.001. Comparison after the second Mann test group Whitney significant value 0.000 < 0.05 then change attitude group treatment more tall than group control . Conclusion . Education based flipbook effective to change attitude Mother pregnant become positive in prevention stunting
Implementasi Mindfulness Based Stress Reduction pada Lansia Diabetes Melitus di Desa Bangun Rejo: Pengabdian Erika; Indra Agussamad; Tahan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4235

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) sebagai strategi pengelolaan stres dan dukungan regulasi emosi pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Bangun Rejo. Kegiatan menggunakan desain quasi-eksperimental satu kelompok pre–post. Sebanyak 25 lansia dengan diabetes melitus tipe 2 dipilih bersama kader posyandu sebagai mitra sasaran. Intervensi meliputi sosialisasi, edukasi tentang diabetes dan stres, pelatihan MBSR dalam 6 sesi, pendampingan praktik di rumah menggunakan modul, leaflet, buku monitoring, serta penguatan support group lansia. Tingkat stres diukur dengan kuesioner stres lansia (ringan, sedang, berat), sedangkan KGD dinilai melalui pemeriksaan glukosa puasa, 2 jam setelah makan, dan glukosa sewaktu. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Sebelum program, seluruh lansia berada pada kategori diabetes untuk ketiga parameter glukosa, dengan 60% berada pada stres sedang dan 40% stres berat. Setelah program, tidak ada lagi lansia dengan stres berat; 72% berada pada stres sedang dan 28% pada stres ringan. Distribusi glukosa 2 jam setelah makan bergeser dari dominasi kadar >250 mg/dL menjadi 36% pada rentang 150–200 mg/dL dan 44% pada 201–250 mg/dL. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi MBSR terintegrasi dengan edukasi dan dukungan dapat diimplementasikan pada lansia diabetes di tingkat desa.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent Pada Lansia Dengan Hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Laura Gultom; Clinton Antony; Indra Agussamad; Lisdayanti Simanjuntak; Heppy Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61737

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering ditemukan pada lansia akibat perubahan fisiologis proses penuaan. Penurunan elastisitas pembuluh darah menyebabkan peningkatan tekanan darah yang meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif melalui pendekatan service excellence. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence pada lansia dengan hipertensi guna menurunkan keluhan dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada Ny. D di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, dilaksanakan pada 10–13 Maret 2026. Intervensi meliputi teknik slow deep breathing, senam hipertensi, kompres hangat, edukasi kesehatan, serta terapi farmakologis (Amlodipine 5 mg). Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 160/90 mmHg menjadi 140/80 mmHg, penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 4, perbaikan kualitas tidur, serta peningkatan toleransi aktivitas. Kesimpulan, penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence dengan kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis efektif memperbaiki kondisi serta meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Asuhan Keperawatan Gerontik, Service Excellence, Slow Deep Breathing
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Tn. M dengan Halusinasi Pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Roy Miracle Sidauruk; Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Indra Agussamad; Novrianti Sidabutar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61745

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi sensori yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, terutama skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya persepsi suara tanpa adanya rangsangan nyata yang dapat memengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi sosial, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada Tn. M yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. M mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan mendengar suara memanggil nama serta menyuruh melakukan tindakan tertentu, perilaku berbicara sendiri, menarik diri, dan kontak mata kurang. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu halusinasi pendengaran dan isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi karakteristik halusinasi, mengajarkan teknik menghardik, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, serta kepatuhan minum obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi, meningkatnya interaksi sosial, dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan service excellent terbukti membantu meningkatkan kondisi pasien secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Nn. N dengan Isolasi Sosial di Ruangan Gunung Sitoli UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Ines Natasya Situmorang; Indra Agussamad; Herna Rinayanti Manurung; Rolasnih Lilista Simbolon; Tri Suhesti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61839

Abstract

Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang sering dialami pasien dengan skizofrenia dan ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi, serta kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam berfungsi secara sosial dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen asuhan keperawatan jiwa yang service excellent pada Nn. N dengan masalah isolasi sosial di Ruangan Gunung Sitoli UPTD Khusus RS Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis. Subjek penelitian adalah satu orang pasien perempuan berusia 62 tahun dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami isolasi sosial. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu isolasi sosial berhubungan dengan harga diri rendah, harga diri rendah, dan defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan (SP) secara bertahap yang meliputi membina hubungan saling percaya, melatih kemampuan berinteraksi, meningkatkan harga diri, serta meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien. Implementasi dilakukan selama empat hari dengan evaluasi perkembangan pasien setiap hari. Kesimpulan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam berinteraksi, mulai melakukan kontak mata, mampu berkenalan dengan orang lain, mengikuti kegiatan sederhana, serta menunjukkan peningkatan kebersihan diri dan rasa percaya diri. Penerapan asuhan keperawatan jiwa yang service excellent terbukti membantu meningkatkan kemampuan sosial pasien dan mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent Melalui Senam Kegel Pada Lansia Dengan Inkontinensia Urin Repika Marianti Siregar; Petra Diansari Zega; Nunung Febriany Sitepu; Indra Agussamad; Yanty Frasasty Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61951

Abstract

Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan geriatri yang berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, serta kualitas hidup lansia. Prevalensi global mencapai 423 juta orang dan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada perempuan. Penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent diperlukan untuk memberikan pelayanan yang holistik dan komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent melalui senam Kegel pada lansia dengan inkontinensia urin. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu subjek, yaitu Ny. S berusia 70 tahun di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 9–11 Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi utama berupa senam Kegel, bladder training, edukasi pola berkemih, serta manajemen tidur dan nyeri. Hasil menunjukkan tiga diagnosis keperawatan, yaitu gangguan eliminasi urin, gangguan pola tidur, dan nyeri akut. Setelah intervensi 3×24 jam, frekuensi berkemih menurun, episode mengompol berkurang, kualitas tidur membaik, dan skala nyeri turun dari 7 menjadi 3. Simpulan penelitian ini adalah asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent melalui senam Kegel efektif meningkatkan kualitas hidup lansia dengan inkontinensia urin.
Co-Authors Ade Rachmat Yudiyanto Adelina Sembiring Adelina Sembiring4 Asnita Sinaga Besty Agustina Silitonga Br Surbakti, Sempa Kita Clinton Antony Damayanti Damayanti Damayanty S Daniel Chanda Situmeang Deby Cyntia Yun Deby Nova Sembiring Dewi, Eva Ratna Dina Afriani Dina Afriani Eko Mudianto Eko Murdianto Eko Murdianto Elfrida Lamtama Situmorang Eli Aisah Tamba Epi Ida Lestari Samosir Erika Erika Adelia Turnip Erika Erika Erika Erika Ester Simanulang Eva Ratna Dewi Febrina Asapani Aritonang Hasibuan, Tahan Heppy Damayanti Herna Rinayanti Manurung Hutabarat, Dewi Sartika Ines Natasya Situmorang Ingka Kristina Isyos Sari Sembiring Juliati Lestari Pasaribu Julius Daud Ndruru Julius Daud Nduru Kristina Pangaribuan, Ingka Laura Gultom Lilis Hartati Berutu Linda Mardianti Waruwu Lindang Tumanggor Lindra Lindra lisdayanti simanjuntak Lisdayanti Simanjuntak Lisna Rama Yanti Ndraha Lusiatun Lusiatun magdalena Barus Marliani Marliani Marliani Marta Marta Martaulina Sinaga Maya Sari Melin Samosir Mesrida Simarmata Misno Misno Munthe, Febrika Ninsah Mandala Putri Sembiring Nolifhera Hudayati Manurung Novrianti Sidabutar Nunung Febriany Sitepu Nur Afiqah Mohamad Nur Azizah Lubis Nurhalija, Siti Pangaribuan Pangaribuan Pangaribuan, Ingka Kristina Pasaribu, Lamtiar Pasaribu, Riska Susanti Petra Dian Sari Zega Petra Diansari Zega Purnamasari, Eka Rafika Fadilah Rahcmat, Ade Rahmi Larasati Ratna Dewi, Eva Rehulina Natalia Sembiring Reja Gusmela Lumbantoruan Repika Marianti Siregar Ribka Huta Julu Rohdearni, Hotna Rolasnih Lilista Simbolon Romida, Alniar Rosmega Roy Miracle Sidauruk Roy Saputra Berutu Sariyani Purba Sibarani, Lisa Sihombing, Verti SIMANJUNTAK, PARNINGOTAN Sinaga, Lenni Ida Wati Br. SINAGA, ROSMANI Sitompul, Lewi Sri Muliati Sri Rezeki Sri Rezeki srininta Tahan Tahan Tahan Tahan Tahan Tambun, Mastaida tetti seriati situmorang Tri Suhesti Vinsen Julius Daud Ndruru Vinsen Kripeni Manik Yanty Frasasty Saragih Yessy Winata Hutagalung Yomeka Hasianna Sirait Yulianda, Endang Yundari, Yundari Yuniata Yuniata Zahara Herani Zulkarnain Batubara Zulkarnain Batubara Zulkarnein Batubara