Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Experiential Marketing and Social Media Marketing on Repurchase Intention with Brand Trust as a Mediator for Lozy Hijab: Pengaruh Experiential Marketing dan Social Media Marketing terhadap Repurchase Intention dengan Brand Trust sebagai Mediasi pada Lozy Hijab Rustiawati, Elis; Maesaroh, Syti Sarah; Prehanto, Adi
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i4.1801

Abstract

Background: The Muslim fashion industry in Indonesia has grown rapidly alongside the rising trend of modest wear and halal lifestyle. Specific background: Despite this growth, local brands such as Lozy Hijab face the challenge of sustaining customer loyalty in a competitive digital environment. Knowledge gap: Previous studies have not fully examined how experiential and social media marketing interact to shape brand trust and repurchase behavior within the modest fashion segment. Aims: This study analyzes the role of experiential marketing and social media marketing in shaping repurchase behavior, with brand trust as a mediating variable among Lozy Hijab consumers. Results: Using quantitative methods with 290 respondents analyzed through SEM-PLS, findings show that both experiential and social media marketing significantly build brand trust and repurchase behavior (R² = 0.599). Brand trust partially mediates these relationships, indicating that consumer experiences and digital interactions directly foster repurchase decisions. Novelty: This study highlights that in the Muslim fashion context, emotional experience and interactive communication can sustain consumer commitment even without full mediation by brand trust. Implications: The results guide local fashion brands to integrate experiential and digital strategies to strengthen consumer relationships and long-term competitiveness. Highlights Experiential and social media marketing jointly strengthen brand trust and consumer repurchase behavior. Consumer emotional experience and digital interaction drive repurchase decisions even without full brand trust mediation. Integrating online engagement and offline experience sustains customer loyalty in the modest fashion industry. KeywordsExperiential Marketing, Social Media Marketing, Brand Trust, Consumer Behavior, Repurchase Decision
Determining Digital Enabled Knowledge Sharing Effectivity Through SECI Model : Insight From Micro Insurance Marketing Synergy: Menentukan Efektivitas Berbagi Pengetahuan yang Didukung Teknologi Digital Melalui Model SECI: Wawasan dari Sinergi Pemasaran Asuransi Mikro Abdillah, Sulthan Dzaki; Maesaroh, Syti Sarah; Prehanto, Adi
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i4.1809

Abstract

Background: Digital transformation has reshaped organizational knowledge practices, yet human-centred distribution still dominates microinsurance in Indonesia. Specific background: Despite structured knowledge-sharing mechanisms in the partnership between PT Asuransi X and PT Microfinance Y, unit-level performance varies widely. Knowledge gap: Existing studies seldom examine how knowledge conversion operates across inter-organizational settings, particularly where digital tools coexist with intensive field-based routines. Aim: This study analyzes how knowledge is converted through the Socialization, Externalization, Combination, and Internalization stages to explain variability in microinsurance outcomes. Results: Findings show that knowledge conversion is disrupted by passive middle leadership, informal gatekeeping, inadequate documentation, technological instability, fragmented data access, misaligned incentives, and inconsistent cross-institutional coordination. High-performing units show stronger mentoring cultures, proactive leadership, reliable hybrid routines, and more stable knowledge cycles. Novelty: This study extends the SECI model into a digital–human inter-organizational ecosystem, revealing stage-specific breakdowns that cannot be explained by digital infrastructure alone. Implications: Strengthening middle-layer leadership, formalizing mentoring, stabilizing digital systems, aligning incentives, and improving cross-organizational governance are crucial to sustaining consistent knowledge conversion in microinsurance networks. Highlights • Variability in microinsurance outcomes stems from stage-specific disruptions in the SECI cycle.• Middle-layer leadership and work culture determine whether knowledge flows or stalls across units.• Digital infrastructure alone is insufficient; consistent coordination and incentives are required for stable knowledge conversion. Keywords Knowledge Conversion, SECI Model, Digital Collaboration, Microinsurance Networks, Organizational Learning
Pengaruh Pemasaran Konten Edukatif dan Kredibilitas Influencer Terhadap Kepercayaan Merek Aset Kripto pada Generasi Z Pengguna Tiktok di Indonesia M. Ferdy Irzami; Btari Mariska Purwaamijaya; Adi Prehanto
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6714

Abstract

Krisis kepercayaan terhadap aset kripto yang disebabkan oleh volatilitas harga dan kompleksitas teknologi menuntut strategi pemasaran yang lebih edukatif dan kredibel di kalangan Generasi Z pengguna TikTok. Penelitian ini mengkaji pengaruh pemasaran konten edukatif dan kredibilitas influencer terhadap kepercayaan merek aset kripto. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui survei daring pada pengguna TikTok Generasi Z di Indonesia, yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran konten edukatif dan kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek dengan kontribusi sebesar 25,4%. Temuan ini menegaskan bahwa konten edukatif yang informatif dan transparan, jika dikombinasikan dengan influencer yang kredibel, dapat secara efektif meningkatkan kepercayaan Generasi Z terhadap merek aset kripto. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami bagaimana komunikasi strategis dan kredibilitas sumber mampu mengurangi skeptisisme konsumen dalam konteks investasi digital berisiko tinggi.
Pengaruh Perceived Interactivity dan Perceived Quality terhadap Repurchase Intention melalui Confirmation dan Satisfaction pada Pengguna Shopee Live Generasi Z di Jakarta Muhammad Abiyyu Bilisani; Syti Sarah Maesaroh; Adi Prehanto
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6728

Abstract

Fenomena live shopping mendorong perubahan signifikan dalam perilaku belanja Generasi Z di Indonesia, terutama pada pengguna Shopee Live, namun tingkat pembelian ulang yang belum optimal menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kualitas produk yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived interactivity dan perceived quality terhadap repurchase intention melalui confirmation dan satisfaction dengan menggunakan kerangka Expectation Confirmation Theory. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan teknik SEM-PLS pada 226 responden Generasi Z di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived quality memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap repurchase intention, sedangkan perceived interactivity berpengaruh tidak langsung melalui confirmation dan satisfaction. Nilai R² mengindikasikan bahwa model memiliki daya jelas yang cukup baik, dengan confirmation sebesar 0,639, satisfaction sebesar 0,622, dan repurchase intention sebesar 0,443. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas produk merupakan faktor utama dalam membentuk niat pembelian ulang, sementara interaktivitas berfungsi sebagai faktor pendukung yang memperkaya pengalaman pengguna dalam live shopping.
Analisis Rendahnya Penggunaan Digipay pada Satuan Kerja di KPPN Cirebon Farhan Najib; Btari Mariska Purwaamijaya; Adi Prehanto
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat pemanfaatan Digipay oleh satuan kerja di wilayah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Cirebon. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna yang mendasari rendahnya tingkat adopsi Digipay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah vendor terdaftar, kendala teknis dalam sistem, kapasitas staf yang terbatas, kebijakan pemerintah, serta budaya kerja manual yang masih kuat menjadi faktor utama yang menghambat proses adopsi. Meskipun terdapat berbagai tantangan, Digipay terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi audit keuangan serta mengurangi biaya transaksi. Efektivitas implementasi sistem ini sangat bergantung pada kesiapan staf, tingkat literasi digital, serta dukungan kelembagaan dari instansi terkait. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi untuk meningkatkan kapasitas staf, perluasan kerja sama dengan vendor lokal, serta penguatan ekosistem digital di sektor publik. Temuan penelitian ini memberikan wawasan praktis untuk mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan negara.
Pengaruh IT Affordance terhadap Purchase Intention melalui Customer Engagement pada TikTok Live Shopping Fayadh, Rifqi Irfan; Prehanto, Adi; Maesaroh, Syti Sarah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4727

Abstract

Perkembangan e-commerce yang pesat serta pemanfaatan fitur live streaming shopping telah mendorong perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja secara daring, khususnya pada platform social commerce seperti TikTok Live Shopping. Meskipun memiliki jumlah pengguna yang besar dan tingkat penonton yang tinggi, TikTok Live Shopping belum menunjukkan kinerja penjualan yang optimal dibandingkan platform pesaing, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IT affordance terhadap purchase intention melalui customer engagement sebagai variabel mediasi pada konteks TikTok Live Shopping. IT affordance dalam penelitian ini meliputi visibility affordance, metavoicing affordance, dan guidance shopping affordance, sementara customer engagement direfleksikan melalui dua dimensi, yaitu immersion dan presence. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner berbasis skala Likert lima poin terhadap 256 responden pengguna TikTok Live Shopping di Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi IT affordance berpengaruh positif dan signifikan terhadap immersion, namun sebagian besar tidak berpengaruh signifikan terhadap presence, bahkan metavoicing affordance menunjukkan pengaruh negatif. Selanjutnya, immersion terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sedangkan presence tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, IT affordance juga berpengaruh langsung terhadap purchase intention, dengan immersion berperan sebagai mediator parsial. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman imersif merupakan mekanisme utama yang menjembatani pengaruh.
The Influence Of Brand Awareness And Perceived Quality On Repurchase Intention In Culinary MSMEs : PENGARUH BRAND AWARENESS DAN PERSEPSI KUALITAS TERHADAP REPURCHASE INTENTION PADA UMKM KULINER SEPAGI BAKERY Muharram, Ilal Hamdi; Gumilar, Rannga Gelar; Prehanto, Adi
Ekonomipedia: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/ekonomipedia.v4i1.538

Abstract

Abstract. This study aims to examine the determinants of Repurchase Intention in the culinary MSME sector, specifically focusing on Brand Awareness and Perceived Quality at Sepagi Bakery, Bandung. In a highly saturated and competitive market, maintaining business stability relies heavily on customer loyalty. Using a quantitative approach with a causal associative design, this research involved 100 respondents selected through incidental sampling techniques. The primary data collected via questionnaires were analyzed using Multiple Linear Regression. The empirical findings reveal that Repurchase Intention is significantly driven by both Brand Awareness and Perceived Quality, whether tested partially or simultaneously. Notably, the combination of these two variables accounts for 50.9% of the variance in consumer repurchase decisions. Consequently, it is recommended that MSME owners prioritize digital branding integration and ensure rigorous product quality consistency to foster sustainable business growth.   Abstrak. Studi ini bertujuan untuk menelaah determinan Repurchase Intention pada sektor UMKM kuliner, dengan fokus spesifik pada variabel Brand Awareness dan Persepsi Kualitas di Sepagi Bakery, Bandung. Di tengah kondisi pasar yang sangat jenuh dan kompetitif, stabilitas bisnis sangat bergantung pada loyalitas konsumen. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, penelitian ini melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik incidental sampling. Data primer yang dihimpun melalui kuesioner dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda. Temuan empiris menyingkap bahwa Repurchase Intention didorong secara signifikan oleh Brand Awareness dan Persepsi Kualitas, baik saat diuji secara parsial maupun simultan. Secara khusus, kombinasi kedua variabel ini mampu menjelaskan 50,9% varians dalam keputusan pembelian ulang konsumen. Konsekuensinya, disarankan agar pelaku UMKM memprioritaskan integrasi branding digital serta menjamin konsistensi mutu produk yang ketat demi memupuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Co-Authors Abdillah, Sulthan Dzaki Adam Hermawan Adam Hermawan Adisubagja, Balebat Dwi Ahmad Gunawan, Syahrul Akmal Ramadhan Putra Setiawan Ali Akbar Alkatili Ali Akbar Alkatili Alifia Fatimatun Nazya Alifia Fatimatun Nazya Ana Ratnasari Anggit Merliana Anisa Sekar Ningrum Aprily, Nuraly Masum Ar-Ridlo, Muhammad Dzikri Arafah, Namira Arya Budi Saputra Arya Budi Saputra Asep Herry Hernawan Asep Nuryadin Asep Nuyadin Assalam, Muhammad Nabil Aulia Zahra Aulia Zahra Azhar, Azizah Azizah Azhar Azizah Azhar Balebat Dwi Adisubagja Btari Mariska Purwaamijaya Btari Mariska Purwaamijaya Conquero, Hilzi Maulana Devina Fauziyah Dhea Febrianti Dindin Abdul Muiz Lidinillah Djogi Banyu Adem Donny Karunia Pratama Farhan Najib Fauziyah, Devina Fayadh, Rifqi Irfan Febrianti, Dhea Fiqriansyah, Yogi Ilham Gieldy Akhyat Affandi Utama Gumilar, Rannga Gelar Guntara, Rangga Gelar Gupi Rohman Nurmansyah Hakim, Muhamad Akil Haryono Haryono Henri Yawan Herdiana, Oding Heryadi, Herdi I Wayan Putra Aditya Iftia Nur Azizah Indra Satria Nugraha Kova, Stella Lanina Astrid Chrysant Vrij M. Ferdy Irzami Maesaroh, Syti Sarah Maharani, Melani Defina Manjilati Nurhazah Mohammad Ali Muhammad Abiyyu Bilisani Muhammad Dito Marcelino Muhammad Dzikri Ar Ridlo Muhammad Fadli Al-Multazim Muhammad Naufal Nurfirmansyah Muhammad Rizky Ginanjar Muharram, Ilal Hamdi Mutia, Marsya Mutiara Putri Utami Namira Arafah Nandang Rusmana Nazya, Alifia Fatimatun Ni Made Ayu Natih Widhiarini Nizza Nadya Rachmani Noor Kholis Budiman Nugraha, Muhammad Rizki Nugroho, Firna Shizuka Nuraly Masum Aprily Octapiana Aulia Oktapiana Aula Pratama, Donny Karunia Purwaamijaya, Btari Mariska Ramadansyah, Erif Ramadhani, Raja Almas Ramasiah, Suci rangga gelar Rangga Gelar Guntara Rasyid Nata Mulyana Reyhan Arya Nugraha Reyhan Arya Nugraha Reyhan Qatrunada Usulu Rizka Wahyudi Rustiawati, Elis Ruth, Joy Noeliona Salamah, Risa Ardila Sitepu, Kris Adam Gunanta Soni Santana Sri Ariyani Desmawati Stella Kova Suci Ramasiah Syifa Azkia Purwanti Syifa Nurul Aulia Taofik Hidayat Taofik Hidayat, Taofik Tri Joko Raharjo Usulu, Reyhan Qatrunada Utami, Mutiara Putri Wahyudi, Rizka Wulansari Wulansari Wulansari Wulansari Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri Yasin, Muhammad Yahya yogi prasetyo