Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Membangun Kemitraan Multipihak Untuk Memperkuat Sistem Kesehatan: Studi Literatur Rahmadanti, mutia devani; Purba , Shofiyyah Salma; Wasir, Riswandy; Istanti, Novita Dwi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemitraan merupakan bentuk kerja sama yang penting untuk dilakukan pembangunan kesehatan sebagai tanggungjawab bersama bagi keseluruhan sektor. Namun data peranan kemitraan multipihak kesehatan di Indonesia masih sulit ditemukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi dan strategi untuk membangun kemitraan kesehatan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review. Sumber data literature diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed, Data penelitian diambil dari tahun 2020-2024. Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan telah didapat bahwa kondisi kemitraan telah melibatkan beberapa sektor terutama partisipasi masyarakat. Kemitraan sinergis menggabungkan sumber daya keuangan dan non-keuangan dari berbagai pihak untuk hasil terbaik. Kemitraan multipihak yang efektif melibatkan penerapan perubahan sistemik, transformasi institusi, pemberdayaan kelompok pemangku kepentingan, penanganan konflik secara konstruktif, komunikasi efektif, kolaborasi kepemimpinan, dan pembelajaran partisipatif. Simpulan: Kondisi kemitraan melibatkan sektor yang beragam, terutama partisipasi masyarakat, dalam upaya memadukan sumber daya untuk hasil optimal. Kemitraan multipihak yang efektif memperhatikan perubahan sistemik, transformasi institusi, pemberdayaan pemangku kepentingan, penanganan konflik, komunikasi, kolaborasi kepemimpinan, dan pembelajaran partisipatif.
Perbandingan Dan Perkembangan Sistem Asuransi Kesehatan Di Negara Indonesia Dan Jepang Apriliyani, Mutia; Nashiroh, Alya Devia; Mahardieka, Clarissa; Wasir, Riswandy
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i2.845

Abstract

Perbandingan sistem asuransi kesehatan antara beberapa negara, khususnya Indonesia dan Jepang, menjadi fokus utama dalam tinjauan ini. Metode tinjauan sistematis digunakan dengan pencarian artikel yang relevan melalui Google Scholar dan PubMed. Hasil penelitian menunjukkan variasi karakteristik dan implementasi sistem asuransi kesehatan di setiap negara, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial budaya, dan politik. Meskipun Indonesia berusaha mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) melalui program-program seperti JKN, tantangan seperti rendahnya partisipasi masyarakat masih ada. Di sisi lain, Jepang memiliki sistem asuransi kesehatan yang merata dan efisien. Pemahaman perbedaan dan persamaan dalam sistem asuransi kesehatan antar negara menjadi kunci untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan secara global. Saran diberikan untuk terus mempelajari dan memahami sistem kesehatan dari negara-negara maju dan berkembang, guna meningkatkan sistem kesehatan Indonesia dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.
LITERATURE REVIEW: ANALISIS TRANSFORMASI DIGITAL LAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA TERHADAP PERAN SEKTOR PUBLIK DAN SWASTA Ayu Alvianty, Rizka; Rully Arvian, Shenia; Wasir, Riswandy
Journal of Health Service Management Vol 28 No 02 (2025)
Publisher : Departemen of Health Policy and Management, Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpk.v28i02.20958

Abstract

Transformasi digital menjadi elemen penting dalam upaya perbaikan sistem layanan kesehatan di Indonesia. Ketimpangan akses, efisiensi layanan, dan kualitas informasi kesehatan mendorong perlunya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan solusi digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran komplementer sektor publik dan swasta dalam transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia. Kajian literatur dilakukan terhadap artikel ilmiah dari Google Scholar dan ScienceDirect yang dipublikasikan antara 2019–2024. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan relevansi isi, menghasilkan enam artikel yang dianalisis secara kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa sektor swasta berperan dalam mendorong inovasi teknologi dan efisiensi operasional, sedangkan sektor publik memfokuskan diri pada regulasi, penyediaan infrastruktur, dan penguatan sistem informasi kesehatan. Kemitraan lintas sektor berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat serta peningkatan mutu layanan, meskipun masih menghadapi tantangan seperti kesenjangan digital dan isu tata kelola data. Kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta diperlukan untuk mempercepat transformasi digital yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dukungan kebijakan, integrasi sistem, dan penguatan kapasitas SDM menjadi elemen kunci dalam mewujudkan sistem kesehatan digital yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menutup kesenjangan kesehatan: Peningkatan kesetaraan akses dan kualitas layanan kesehatan Nabilah, Hanifah; El-Tsana, Ashfiya Vi'Aqila; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1511

Abstract

Ketimpangan akses dan kualitas layanan kesehatan masih menjadi tantangan yang sistemik di Indonesia, terutama bagi kelompok rentan. Perbedaan pendapatan, tingkat pendidikan, dan lokasi geografis memperburuk utilisasi layanan dan luaran kesehatan. Kajian ini bertujuan untuk menelaah faktor struktural penyebab ketimpangan, mengevaluasi keterbatasan kebijakan yang ada seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta mengidentifikasi strategi peningkatan kesetaraan yang dapat diterapkan. Tinjauan pustaka dilakukan terhadap enam sumber nasional dan internasional yang terbit pada 2016–2025. Hasil menunjukkan bahwa hambatan yang berkelanjutan—termasuk ketimpangan infrastruktur, keterbatasan distribusi tenaga kesehatan, dan pelaksanaan kebijakan yang belum terintegrasi—masih menghambat pencapaian kesetaraan. Harmonisasi kebijakan, optimalisasi alokasi sumber daya, dan pemanfaatan teknologi digital seperti telemedicine merupakan komponen penting dalam upaya mempersempit kesenjangan layanan. Pendekatan lintas sektor yang terkoordinasi diperlukan untuk membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif dan tangguh.
Evaluasi strategi pembelian jasa kesehatan dalam JKN: Tantangan dan arah kebijakan 'Aisy, Afifah Rohadatul; Abdillah, Ratu Puanurani Anggitya; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1534

Abstract

The implementation of strategic purchasing in Indonesia’s National Health Insurance (JKN) aims to enhance budget efficiency and service quality while preventing stagnant medical spending. This study seeks to evaluate the effectiveness of strategic purchasing, identify key implementation challenges, and formulate policy strategies to strengthen the scheme. Literature was sourced from Google Scholar and PubMed using relevant keywords and screened based on topic relevance and publication period (2015–2025). Six eligible articles were analyzed qualitatively. Findings suggest that strategic purchasing can improve access and quality of care, yet faces persistent issues such as unabsorbed capitation funds, overlapping regulations, and financial inefficiencies within BPJS Kesehatan. Strengthening governance, adopting digital health systems, and refining payment models are essential strategies to ensure a more sustainable and equitable JKN framework. Penerapan strategic purchasing dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan dan mutu layanan, sekaligus mencegah stagnasi pengeluaran medis. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi strategic purchasing, mengidentifikasi tantangan utama, serta merumuskan arah kebijakan penguatan dalam konteks JKN. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci yang relevan, diseleksi berdasarkan kesesuaian topik dan periode publikasi 2015–2025. Sebanyak enam artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa strategic purchasing memiliki potensi dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan, namun implementasinya masih menghadapi kendala seperti sisa dana kapitasi yang tidak terserap, tumpang tindih regulasi, dan keterbatasan efisiensi keuangan BPJS Kesehatan. Penguatan tata kelola, integrasi teknologi informasi, dan penyempurnaan sistem pembayaran menjadi strategi penting untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan sistem JKN.
Digitalisasi asuransi kesehatan: Peluang dan tantangan dalam meningkatkan efisiensi layanan kesehatan Rajebta, Nikita Alia; Ciptaningrum, Anggraeni Dian; Wasir, Riswandy; Arbitera, Cahya
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1538

Abstract

The digitalization of health insurance administration offers considerable potential to enhance efficiency, transparency, and service accessibility. However, its implementation in Indonesia continues to face structural and operational challenges. This article aims to identify the opportunities and key barriers to adopting digital technology in the health insurance sector. A literature review method was applied, analyzing seven articles published between 2020–2025 obtained from Google Scholar and PubMed. The findings indicate that digital tools such as mobile applications, blockchain, and telemedicine have improved administrative processes and user experience. Nevertheless, issues such as digital literacy gaps, infrastructure limitations, and weak system integration continue to hinder the full realization of digitalization benefits. This study underscores the importance of strengthening human resource capacity, regularly updating digital platforms, and reinforcing regulatory frameworks to support an inclusive and sustainable digital transformation in health insurance services. Digitalisasi dalam pengelolaan asuransi kesehatan menawarkan potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas layanan. Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala struktural dan operasional. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang serta tantangan utama dalam penerapan teknologi digital di sektor asuransi kesehatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap tujuh artikel yang dipublikasikan antara tahun 2020–2025, diperoleh melalui basis data Google Scholar dan PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi, melalui adopsi teknologi seperti aplikasi mobile, blockchain, dan telemedicine, dapat mempercepat proses administrasi dan meningkatkan pengalaman peserta. Namun, tantangan seperti kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan rendahnya integrasi sistem masih menghambat optimalisasi manfaat digitalisasi. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi peningkatan kapasitas SDM, pembaruan perangkat lunak secara berkala, serta penguatan regulasi untuk mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Health system transformation in Indonesia: Implementation and challenges of six policy pillars El-Tsana, Ashfiya Vi'aqila; Alvianty, Rizka Ayu; Octaviani, Putri; Syahidah, Raisha; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i3.1548

Abstract

Indonesia’s health system transformation is structured around six strategic pillars: primary care, referral services, system resilience, financing, human resources, and health technology. This study aims to assess the implementation progress and challenges associated with these pillars. A literature review was conducted using national and international databases (Google Scholar and ScienceDirect), focusing on peer-reviewed articles published between 2016 and 2025. Four studies were selected based on inclusion criteria that emphasized relevance to Indonesia’s health system transformation agenda. The review identified key challenges, including limited digital infrastructure, uneven distribution of the health workforce, rigid financing mechanisms, particularly within Public Service Agency (BLU) institutions and weak intersectoral coordination. Many facilities remain unprepared for digital integration, particularly the implementation of Electronic Medical Records (EMR). Although some improvements have been observed, structural barriers continue to hinder the overall progress. Strengthening digital readiness, enhancing workforce capacity, adopting more flexible budgeting mechanisms, and improving coordination, especially through platforms such as SATUSEHAT are recommended as strategic responses. However, this study has several limitations, such as the limited availability of articles that cover all six pillars comprehensively and most of the studies used emphasize legal and administrative aspects rather than specific analysis in the health sector. These limitations limit the generalization of the findings. These findings are expected to inform more adaptive and equitable health policy reforms in Indonesia.
EVALUATION OF FREE HEALTH SCREENING PROGRAM IN INDONESIA: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN EARLY DETECTION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES Nabilah, Hanifah; Azahra, Sabrina; Maharani, Ghania Danisha; Alba, Alinda Mahardika; Melani, Alif Indah; Wasir, Riswandy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44943

Abstract

Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia terus meningkat. Sebagai bentuk pencegahan, pemerintah memperkenalkan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) untuk meningkatkan deteksi dini penyakit. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG). Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah tinjauan literatur. Program pemeriksaan kesehatan gratis terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit tidak menular. Hambatan dalam program ini masih ada seperti kurangnya kesadaran, ketakutan akan diagnosis, kendala ekonomi, dan rendahnya persepsi kebutuhan. Kegiatan deteksi dini penyakit berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular dan pentingnya deteksi dini. Program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) efektif dalam deteksi dini penyakit tidak menular di Indonesia, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Hal ini dapat diatasi dengan kebijakan yang mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat yang komprehensif.
EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC): ANALISIS DAMPAK DAN KEBIJAKAN DI INDONESIA Arvian, Shenia Rully; Alvianty, Rizka Ayu; Wasir, Riswandy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45877

Abstract

Pada tahun 2024, capaian target UHC di Indonesia mencapai 98,19% dari total penduduk Indonesia. Walaupun target cakupan populasi maksimum telah tercapai, evaluasi pada pelaksanaan JKN masih perlu dilakukan secara terus-menerus. Efektivitas program ini dalam mencapai tujuan UHC masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk masalah pembiayaan, akses yang belum merata, dan kualitas layanan kesehatan yang perlu ditingkatkan lagi. Tingginya biaya dapat menjadi penghalang bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu, untuk memperoleh perawatan kesehatan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan adalah Literature Review, pencarian data menggunakan 2 database ilmiah, yaitu Google Scholar dan ScienceDirect dengan rentang waktu 5-8 tahun (2017-2024), free-full text, open access, dan menggunakan kata kunci yang ditetapkan. Dengan diimplementasikannya program UHC di Indonesia, seperti JKN telah berjalan dengan efektif dalam segi finansial untuk mengurangi beban tingginya biaya layanan kesehatan, dan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menurunkan angka kematian, dan mengurangi prevalensi suatu penyakit. Universal Health Coverage (UHC) merupakan suatu strategi dalam memberikan suatu akses yang setara terhadap Pemberian layanan kesehatan yang berkualitas dan terbuka bagi seluruh kelompok masyarakat. Dengan rencana awal diimplementasikannya UHC oleh Indonesia bahwa beberapa hal sudah berjalan dengan efektif dan sesuai dengan rencana Indonesia. Walaupun dalam implementasi UHC ini masih menghadapi beberapa hambatan, namun pemerintah harus tetap melakukan edukasi dan menyakinkan kepada masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan JKN.
The Evaluasi Dampak Akreditasi Puskesmas Terhadap Kualitas Layanan Dan Pencapaian Uhc Di Indonesia Aulia Rahma, Fadilah; Wasir, Riswandy; Istanti, Novita Dwi; Apriningsih; Hanifah, Laily
Jurnal Khazanah Intelektual Vol. 9 No. 1 (2025): Khazanah Intelektual
Publisher : Brida Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universal Health Coverage (UHC) is a crucial component of the Sustainable Development Goals aimed at ensuring access to quality healthcare without financial hardship. In Indonesia, the National Health Insurance Program (JKN-KIS) has achieved significant population coverage; however, challenges persist in ensuring healthcare quality, particularly in primary healthcare centers (Puskesmas). This study evaluates the impact of accreditation on improving the quality of primary healthcare services and its contribution to achieving UHC in Indonesia. Drawing from a literature review of 25 articles published between 2015–2024, accreditation has been shown to enhance service quality, particularly in responsiveness and patient satisfaction. Key supporting factors include continuous training, regulatory support, and effective management. However, challenges such as limited infrastructure, uneven distribution of healthcare workers, and administrative barriers remain significant, especially in remote areas. Accreditation plays a vital role in advancing UHC, but its success depends on strengthening infrastructure, improving healthcare worker competencies, and integrating accreditation into daily service practices.
Co-Authors 'Aisy, Afifah Rohadatul Abdillah, Ratu Puanurani Anggitya Adelia Putri, Maritza Adinda Kurnia Herlambang Adjrina Dawina Putri Adjrina Dawina Putri Adzkia Avisena Maghfiroh Afifah Thaliah Putri Priyono Aghniya Choirunnisa Aguilera, Solita Claudya Aisy, Afifah Rohadatul Alba, Alinda Mahardika Aldera Almeria Annisa Putri Alvianty, Rizka Ayu Amanda Safitri Amanda, Aisyah Putri Andi Paluseri Andriana, Bunga Angelina, Gabriela Anggiruling, Dwikani Oklita Anggraeni Dian Ciptaningrum Anggraeni Dian Ciptaningrum Anggraini, Mela Ratri Anggreini, Anis Lusiana Angraeni, Fitri Anis Lusiana Anggreini, Anis Lusiana Anggreini Annisya Putri Salsabila Apriliyani, Mutia Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arbitera, Cahya Arimbi Prashintya Simawang Arvian, Shenia Rully Assyifa Ramadhani Astuti, Winda Dwi AULIA RAHMA, FADILAH Ayu Alvianty, Rizka Azahra, Sabrina Azizah, Nazhifa Nurul Azizah, Siti Nurul Azzahra, Fitria Bustan Nurfianty Azzahra, Raisya Shafa Bahiizza Shadrina Zhafarin Bunga Andriana Cahya Arbitera Cahya Arbitera Chandrayani Simanjorang Ciptaningrum, Anggraeni Dian Cordellia, Nadhira Nasywa Della Dwi Ayu Dewayani Hidayat, Dayinta Diva Latifah Rochmah, Diva Latifah Rochmah Dwinova, Keira Editha Lesmana, Aurelia El-Tsana, Ashfiya Vi'aqila Eva Nur Agustin Faridz, Hasbi Miftah Fikri, Al Mukhlas Fitri, Tasya Ariani Fitriani, Mutiara Aisyah Fitrianto, Rasyad Hakim, Jiddan Azizan Hera, Agnes Gonxa Mulia Huwaydi Azzam Yusuf Istanti, Novita Dwi Jaya, Liranti Jacinta Kiswanto, Melda Julianti Kulsum, Annisa Ummu Kurnia, Inara Perdana Kusuma, Putri Naira Laily Hanifah Lesmana, Aurelia Editha Lintang Tyas Pramesti Lumbantobing, Saula Bellatrix Lusyta Puri Ardhiyanti Maharani, Ghania Danisha Mahardieka, Clarissa Marina Ery Setyawati Melani, Alif Indah Meutya Zahra Eriansyah Mugi Rahayu Lestari Mujriah Nabiila, Adzroo Atiiqoh Nur Nabilah, Hanifah Nadia Hafrisa Nadia Putri Untiami Nafisah, Dewi Syaidah Naradhipa, Rasyid Araghani Nashiroh, Alya Devia Natasya Nazla Prasetyo Nikita Alia Rajebta Novita Dwi Istanti Novita Dwi Istanti Nur Sholihah, Nur Nurani, Firda Syafitri Nurjanah, Amanda Nurmaliza, Mazaya Raini Nurul Rizqi Azizah Octaviani, Putri Oktapiani, Dwi Rani Panggayuh, Prananta Hadi Pasaribu, Christiani Priyono, Afifah Thaliah Putri Projokusuma, Rachmad Purba , Shofiyyah Salma Purba, Shofiyyah Salma Putri Aulia Rosmayani Putri Naira Kusuma Putri Priyono, Afifah Thaliah Putri, Almeria Annisa Putri, Nadya Nur Syafina Rahayu Lestari, Mugi Rahmadanti, Mutia Devani Rajebta, Nikita Alia Reynanda Sabrina Risma Pertiwi Rita Ismail Robby Firmansyah Rochmah, Diva Latifah Rully Arvian, Shenia Salsabila, Annisya Putri Salsabila, Meuthya Putri Salsabilah, Alya Saphira, Meutya Zahra Sekarningrum, Rizda Maharani Septiana, Wulan Shaumi, Nazwa Fadya Nur Sihole, Putri Oktamaria Siregar, Salwa Febriana Ekasari Siti Aisyah Siti Nurul Azizah Solita Claudya Aguilera Sudarningayuti Lintang Wahyu Azahra Syafira, Seftiani Syahidah, Raisha Syalisa Syabil Syarifah, Ismi Farah Tsabitah, Humairah Fahma Ulya, Nadiyatul Ummi Rahma Utami, Elisa Tri Widya Andini, Widya Widyastuty, Theresia Miranda Wirdatul Jannah Wulan Septiana Wulan Septiana Zahra Septina Zahra Septina Zahra, Nasywa Athiyah Zain, Nabiilah Salsa