Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan SDM kesehatan: Mewujudkan kebutuhan tenaga kesehatan melalui strategi yang efektif Octaviani, Putri; Fitri, Tasya Ariani; Kurnia, Inara Perdana; Wasir, Riswandy; Arbitera, Cahya
Indonesian Journal of Health Science Vol 4 No 6s (2024): Mewujudkan Indonesia Sehat: Transformasi Sistem Kesehatan di Era Baru
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v4i6s.1275

Abstract

Perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan adalah hal yang penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal dan merata di Indonesia. Artikel ini mengkaji analisis kebutuhan, distribusim serta beban kerja tenaga kesehatan sebagai bagian dari strategi perencanaan yang efektif. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menyoroti ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, khususnya di daerah yang sulit dijangkau, serta tingginya beban kerja yang dapat menurunkan kualitas pelayanan. Metode seperti Workload Indicators of Staffing Needs (WISN) dan Analisis Beban Kerja (ABK) digunakan untuk mendukung perencanaan berbasis data. Hal yang direkomendasikan meliputi pemberian insentif bagi tenaga kesehatan di daerah tertinggal, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan, serta pemanfaatan tekonologi dalam manajemen adminitrasi. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta juga diperlukan untuk memastikan keberlanjutan tenaga kesehatan yang berkualitas. Dengan perencanaan yang berbasis data dan pendekatan holistic, sistem kesehatan di Indonesia dapat mengatasi ketimpangan, meningkatkan efisiensi, serta memberikan akses pelayanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. Pendekatan ini diharapkan menjadi Solusi untuk menciptakan sistem kesehatan yang Tangguh dan berkelanjutan.
Mengatasi hambatan struktural dalam peningkatan akses universal ke layanan kesehatan di Indonesia Abdillah, Ratu Puanurani Anggitya; 'Aisy, Afifah Rohadatul; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1454

Abstract

Akses universal ke layanan kesehatan merupakan salah satu tujuan utama dalam sistem kesehatan di Indonesia guna mencapai Universal Health Coverage (UHC). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan struktural dalam mencapai akses universal layanan kesehatan. Literatur diperoleh dari Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci terkait, kemudian diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil menunjukkan bahwa kepesertaan BPJS di Indonesia telah mencapai 96%. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, defisit tenaga kesehatan, dan kompleksitas regulasi yang menghambat pencapaian UHC secara menyeluruh. Selain itu, pemanfaatan layanan oleh peserta BPJS belum merata, terutama di wilayah terpencil. Reformasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan mencakup perbaikan sistem pembiayaan kesehatan, optimalisasi distribusi tenaga medis melalui insentif yang lebih menarik, serta penguatan regulasi yang didukung oleh berbagai sektor untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih adil dan berkelanjutan. Kajian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan berkeadilan dalam reformasi kebijakan agar akses layanan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Bonus demografi di Indonesia: Peluang dan tantangan dalam penguatan layanan kesehatan Priyono, Afifah Thaliah Putri; Alba, Alinda Mahardika; Jaya, Liranti Jacinta; Wasir, Riswandy
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1588

Abstract

Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi 2030–2040 dengan mayoritas penduduk usia produktif. Ini membuka peluang ekonomi, namun menuntut sistem kesehatan yang kuat. Tantangannya mencakup peningkatan layanan, penanganan PTM, kesehatan mental, dan pemanfaatan AI. Strategi utamanya adalah peningkatan akses, edukasi, penguatan gizi, dan integrasi teknologi untuk mendukung tenaga kerja yang sehat dan produktif. Pencarian sistematis pada basis data yang relevan menggunakan Google Scholar dan PubMed dilakukan untuk mengidentifikasi penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025, yang berfokus pada bonus demografi, tantangan sistem kesehatan dan strategi pada usia produktif. Dengan mengadopsi metodologi Literatur Review, sebanyak 7 artikel berdasarkan relevansi dan kualitas metodologisnya. Kriteria inklusi studi yang dianalisis meliputi studi yang membahas bonus demografi, tantangan sistem kesehatan dan strategi pada usia produktif, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal terindeks dari tahun 2020 hingga 2025, dan tersedia dalam bahasa Indonesia atau Inggris serta kriteria eksklusi non-ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonus demografi di Indonesia meningkatkan permintaan layanan kesehatan, terutama untuk bayi, wanita, anak, dan pekerja usia produktif. Tantangan utama meliputi terbatasnya akses layanan kesehatan reproduksi dan kurang optimalnya pelaksanaan program keluarga berencana. Untuk memanfaatkan peluang ini, diperlukan strategi yang fokus pada peningkatan gizi, kualitas layanan kesehatan, serta penurunan angka kelahiran agar tenaga kerja dapat lebih sehat dan produktif. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan kata kunci "Bonus Demografi", "Sistem Kesehatan", "Kesehatan Usia Produktif", "Strategi Kebijakan", dan "Penyakit Tidak Menular".
Health Products And Waste Management Strategies For AIDS, Tuberculosis, and Malaria In Indonesia: Literature Review Dewayani Hidayat, Dayinta; Utami, Elisa Tri; Faridz, Hasbi Miftah; Azzahra, Fitria Bustan Nurfianty; Wasir, Riswandy
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 1 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss1.1097

Abstract

Limbah medis dianggap sebagai subkategori limbah rumah sakit dan termasuk “berpotensi” menularlimbah yang dihasilkan dari fasilitas kesehatan. Pengelolaan produk kesehatan yang aman dan efektif danlimbah medis merupakan elemen kunci dalam menunjang keberhasilan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TB) dan Malariaprogram pengendalian di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan sistematis terhadappengelolaan limbah medis dalam Program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, untuk mengidentifikasidampak lingkungan dan sosial yang diterapkan oleh negara-negara untuk memastikan pengelolaan limbah yang andal.Desain penelitian yang digunakan adalah metode tinjauan literatur. Cara ini dilakukan dengan cara mencari atau mengumpulkanartikel yang mempunyai judul sesuai dengan tema artikel yang diambil. Meskipun ada tantangan,menerapkan strategi yang terencana, didukung oleh kebijakan, pendidikan, pelatihan, dan yang kuatteknologi modern, secara signifikan dapat meningkatkan keamanan dan efektivitas program kesehatan ini.
The Influence of Compensation from Wages and Benefits on Healthcare Workers' Performance in Healthcare Services Hakim, Jiddan Azizan; Maharani, Ghania Danisha; Wasir, Riswandy; Melani, Alif Indah; Arbitera, Cahya
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the influence of compensation, including wages, incentives, and benefits, on the performance of health workers in primary health centers and hospitals. A literature review was conducted using Google Scholar and PubMed, focusing on articles published in the last 5–10 years. From an initial search yielding 1,021 articles, nine were selected based on inclusion criteria. The results show that direct compensation (salary) and indirect compensation (benefits) have a positive impact on health worker performance. However, the effect of incentives varies depending on implementation. Motivation and job satisfaction were mediating factors that strengthened the relationship between compensation and performance. These findings highlight the need for fair, performance-based compensation systems to improve the productivity and retention of health workers in Indonesia.
Evaluasi Surveilans Respons Cepat Krisis Kesehatan Akibat Wabah: Literatur Review Angraeni, Fitri; Jannah, Wirdatul; Wasir, Riswandy
Jurnal Khazanah Intelektual Vol. 9 No. 3 (2025): Khazanah Intelektual
Publisher : Brida Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37250/khazanah.v9i3.357

Abstract

Introduction: Outbreaks remain one of the biggest public health challenges today. The prevention and control of diseases with outbreak potential depends on the effectiveness of a successful response system with the help of surveillance activities. The aim of this study was to determine the evaluation of surveillance in rapid response to health crises due to disasters and outbreaks. Methods: This study used the literature review method, which refers to the PRISMA method. Reference searches were conducted on three databases, namely Google Scholar, Science Direct, PubMed. A total of 6 articles were selected based on the inclusion criteria. Results: The results of the literature review show that in the input aspect, most surveillance systems face challenges in the form of limited number and competence of officers, lack of funds, and inadequate facilities and infrastructure. Although the methods and SOPs are standardized, their application is not consistent. In the process component, there are obstacles in collecting and analyzing data and disseminating information that is not yet optimal. As a result, the output of the surveillance system has not met national standards. Conclusion: Strengthening the capacity of human resources, providing financial support and infrastructure, and improving the quality of method implementation and analysis are needed to optimize the health surveillance system in Indonesia Keywords: Evaluation, Surveillance, Outbreaks
Assesment of health-related quality of life with patient chronic kidney disease at hasanuddin university hospital Fajriansyah; Andi Paluseri; Riswandy Wasir; Mujriah
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 2 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v2i1.119

Abstract

Measuring the quality of life can be used as a reference for the success of an action or therapy as well as initial data in formulating the right action for the patient. This study aims to provide an overview of the quality of life of patients with chronic renal failure who seek treatment at the Hasanuddin University teaching hospital. The research design used was an observational cross-sectional design with data collection carried out by filling out a questionnaire prospectively. The subjects of the study were chronic renal failure patients undergoing hemodialysis who met the inclusion and exclusion criteria and were selected using a non-random sampling technique by means of total sampling. The patient's quality of life was measured using the Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SFtm) Indonesian version 1.3 questionnaire. A total of 30 patients were willing to participate in this study. The results of the study on 30 patients with chronic renal failure, there were 7 out of 19 scale/item having a not good, namely burden of kidney disease, work status, sleep, physical functioning, role-physical, pain, and general health. The average value of 19 scale/item shows an average score of> 59.37, which is 63.86 which belongs to the good quality of life category.
PENGUATAN KAPASITAS MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN OBESITAS PADA DUTA DAN KADER PENDAMPING KAMPUNG SEHAT BEBAS ANEMIA (SAE) Apriningsih, Apriningsih; Syarifah, Ismi Farah; Anggiruling, Dwikani Oklita; Angraeni, Fitri; Sholihah, Nur; Wasir, Riswandy; Ismail, Rita; Fikri, Al Mukhlas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35173

Abstract

Abstrak: Remaja putri rentan mengalami double malnutrition, yakni obesitas dan anemia, yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup; Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Duta SAE dan kader pendukung Kampung SAE dalam pencegahan obesitas, anemia, serta promosi kesehatan reproduksi; Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan tentang obesitas, anemia, dan kesehatan reproduksi kepada 18 peserta, dilanjutkan dengan demo dan simulasi pengolahan pangan lokal. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan pre-test dan post-test; Terdapat peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 83,3% (15 orang) meraih nilai 100, 11,1% (2 orang) nilai 90, dan 5,6% (1 orang) nilai 80. Tidak ada nilai di bawah 80 pada post-test. Rata-rata skor meningkat dari 92,22 menjadi 97,78; nilai minimum naik dari 70 ke 80, sementara maksimum tetap 100. Hasil ini menunjukkan peningkatan hardskill peserta dalam memahami pencegahan anemia dan obesitas.Abstract: Adolescent girls are vulnerable to double malnutrition, namely obesity and anemia, which affect reproductive health and quality of life. This service aims to improve the capacity of SAE Ambassadors and SAE Village supporters in preventing obesity and anemia, as well as promoting reproductive health. The activity was carried out through counseling on obesity, anemia, and reproductive health to 18 participants, followed by demonstrations and simulations of local food processing. The effectiveness was evaluated through pre-tests and post-tests. There was an increase in the participants' knowledge. A total of 83.3% (15 people) scored 100, 11.1% (2 people) scored 90, and 5.6% (1 person) scored 80. No one scored below 80 on the post-test. The average score increased from 92.22 to 97.78; the minimum score rose from 70 to 80, while the maximum remained at 100. These results indicate an improvement in participants' hard skills in understanding the prevention of anemia and obesity.
Evaluation of Tuberculosis Control Strategy and Challenges in Indonesia After Pandemic COVID-19 Meutya Zahra Eriansyah; Anggraeni Dian Ciptaningrum; Afifah Thaliah Putri Priyono; Almeria Annisa Putri; Riswandy Wasir
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 2 (2025): International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i2.5091

Abstract

Prior to the COVID-19 pandemic, Indonesia had made measured progress in addressing its tuberculosis (TB) burden through national strategies such as DOTS and integration into the universal health coverage (UHC) system. However, the pandemic caused substantial disruption to TB control efforts, including declines in case detection, treatment coverage, and continuity of care. This literature review analyzed eight peer-reviewed articles published between 2020 and 2025, selected from the Google Scholar database, to assess post-pandemic TB control strategies and challenges in Indonesia. The findings indicate that digital platforms were increasingly utilized for TB screening, monitoring, and reporting, while community-based education and expanded partnerships with private providers were promoted to maintain service continuity. Despite these adaptations, challenges such as limited infrastructure, inadequate digital literacy, constrained resources, and persistent stigma remain significant barriers. Strengthening the health system’s capacity, improving policy coherence between TB programs and insurance schemes, and sustaining innovation through multisectoral collaboration are essential to rebuilding TB services and advancing toward national and global TB elimination goals.
Faktor risiko anemia pada remaja putri Andini, Widya; Apriningsih, Apriningsih; Wasir, Riswandy; Ardhiyanti, Lusyta Puri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2021

Abstract

Background: Anaemia is a significant nutritional issue among adolescent girls, affecting growth, concentration in learning, and future reproductive health. Socioeconomic factors, dietary habits, and food quality significantly influence the prevalence of anemia.  Purpose: To determine the risk factors for anemia among adolescent girls. Method: This research was conducted at State Senior High School 1 Majalaya Karawang using an observational analytical framework. Sample comprised 230 female adolescent students, selected through purposive sampling.  Data was gathered via surveys. The investigation included the chi-square test and Cox regression to identify the primary factors affecting the prevalence of anemia. Results: The research findings indicate that factors significantly correlated with the incidence of anaemia encompass paternal education, maternal education, paternal occupation, maternal occupation, paternal income, maternal income, nutritional literacy, iron supplement consumption, nutritional status, and the quality index of nutritional intake. The primary determinant is the mother's occupation, with an odds ratio of 0.029 (p = 0.000), signifying that employed moms have a reduced chance of getting anaemia relative to their non-working counterparts. Socioeconomic and nutritional behavioral factors significantly influence the prevalence of anemia in teenage females.  Conclusion: Factors contributing to anemia in adolescent girls include father's education, mother's education, father's occupation, mother's occupation, father's income, mother's income, nutritional literacy, iron supplement consumption, nutritional status, and nutritional intake quality index. The main determinant is mother's employment status, indicated by an odds ratio of 0.029 (p = 0.000), meaning that employed mothers have a lower risk of anemia compared to unemployed mothers. These findings underscore the importance of women's economic empowerment and improving family nutritional knowledge as methods to reduce the prevalence of anemia in the community.   Keywords: Anaemia; Adolescent Girls; Nutrition Literacy; Nutritional Status; Quality of Nutrient Intake.   Pendahuluan: Anemia adalah masalah gizi yang signifikan di kalangan remaja putri, memengaruhi pertumbuhan, konsentrasi dalam belajar, dan kesehatan reproduksi di masa depan. Faktor sosial ekonomi, kebiasaan makan, dan kualitas makanan secara signifikan memengaruhi prevalensi anemia. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Majalaya Karawang dengan menggunakan kerangka analitis observasional. Sampel penelitian terdiri dari 230 siswa remaja perempuan yang dipilih melalui pengambilan sampel, data dikumpulkan melalui survei. Penyelidikan ini mencakup uji chi-kuadrat dan regresi Cox untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi prevalensi anemia. Hasil: Faktor-faktor yang berkorelasi signifikan dengan kejadian anemia meliputi pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan ayah, pendapatan ibu, literasi gizi, konsumsi suplemen zat besi, status gizi, dan indeks kualitas asupan gizi. Penentu utama adalah pekerjaan ibu, dengan rasio odds 0.029 (p = 0.000), yang menunjukkan bahwa ibu yang bekerja memiliki peluang lebih kecil untuk menderita anemia dibandingkan dengan rekan mereka yang tidak bekerja. Faktor perilaku sosial ekonomi dan gizi secara signifikan memengaruhi prevalensi anemia pada remaja putri. Simpulan: Faktor anemia pada remaja putri meliputi pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, pendapatan ayah, pendapatan ibu, literasi gizi, konsumsi suplemen zat besi, status gizi, dan indeks kualitas asupan gizi. Penentu utamanya adalah status pekerjaan ibu, yang ditunjukkan oleh rasio odds sebesar 0.029 (p = 0.000), yang berarti bahwa ibu yang bekerja memiliki risiko anemia lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan dan peningkatan pengetahuan gizi keluarga sebagai metode untuk mengurangi prevalensi anemia dalam masyarakat.   Kata Kunci: Anemia; Literasi Gizi; Mutu Asupan Gizi; Remaja Putri; Status Gizi.
Co-Authors 'Aisy, Afifah Rohadatul Abdillah, Ratu Puanurani Anggitya Adelia Putri, Maritza Adinda Kurnia Herlambang Adjrina Dawina Putri Adjrina Dawina Putri Adzkia Avisena Maghfiroh Afifah Thaliah Putri Priyono Aghniya Choirunnisa Aguilera, Solita Claudya Aisy, Afifah Rohadatul Alba, Alinda Mahardika Aldera Almeria Annisa Putri Alvianty, Rizka Ayu Amanda, Aisyah Putri Andi Paluseri Andriana, Bunga Angelina, Gabriela Anggiruling, Dwikani Oklita Anggraeni Dian Ciptaningrum Anggraeni Dian Ciptaningrum Anggraini, Mela Ratri Anggreini, Anis Lusiana Angraeni, Fitri Anis Lusiana Anggreini, Anis Lusiana Anggreini Annisya Putri Salsabila Apriliyani, Mutia Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arbitera, Cahya Arimbi Prashintya Simawang Arvian, Shenia Rully Astuti, Winda Dwi AULIA RAHMA, FADILAH Ayu Alvianty, Rizka Azahra, Sabrina Azizah, Nazhifa Nurul Azizah, Siti Nurul Azzahra, Fitria Bustan Nurfianty Azzahra, Raisya Shafa Bahiizza Shadrina Zhafarin Cahya Arbitera Cahya Arbitera Chandrayani Simanjorang Ciptaningrum, Anggraeni Dian Cordellia, Nadhira Nasywa Dewayani Hidayat, Dayinta Diva Latifah Rochmah, Diva Latifah Rochmah Dwinova, Keira Editha Lesmana, Aurelia El-Tsana, Ashfiya Vi'aqila Eva Nur Agustin Faridz, Hasbi Miftah Fikri, Al Mukhlas Fitri, Tasya Ariani Fitriani, Mutiara Aisyah Fitrianto, Rasyad Hakim, Jiddan Azizan Hera, Agnes Gonxa Mulia Huwaydi Azzam Yusuf Istanti, Novita Dwi Jaya, Liranti Jacinta Kiswanto, Melda Julianti Kulsum, Annisa Ummu Kurnia, Inara Perdana Kusuma, Putri Naira Laily Hanifah Lesmana, Aurelia Editha Lintang Tyas Pramesti Lumbantobing, Saula Bellatrix Lusyta Puri Ardhiyanti Maharani, Ghania Danisha Mahardieka, Clarissa Marina Ery Setyawati Melani, Alif Indah Meutya Zahra Eriansyah Mujriah Nabiila, Adzroo Atiiqoh Nur Nabilah, Hanifah Nafisah, Dewi Syaidah Naradhipa, Rasyid Araghani Nashiroh, Alya Devia Natasya Nazla Prasetyo Nikita Alia Rajebta Novita Dwi Istanti Novita Dwi Istanti Nur Sholihah, Nur Nurani, Firda Syafitri Nurmaliza, Mazaya Raini Octaviani, Putri Panggayuh, Prananta Hadi Pasaribu, Christiani Priyono, Afifah Thaliah Putri Projokusuma, Rachmad Purba , Shofiyyah Salma Purba, Shofiyyah Salma Putri Aulia Rosmayani Putri Naira Kusuma Putri Priyono, Afifah Thaliah Putri, Almeria Annisa Putri, Nadya Nur Syafina Rahayu Lestari, Mugi Rahmadanti, Mutia Devani Rajebta, Nikita Alia Risma Pertiwi Rita Ismail Rochmah, Diva Latifah Rully Arvian, Shenia Salsabila, Annisya Putri Salsabila, Meuthya Putri Salsabilah, Alya Saphira, Meutya Zahra Sekarningrum, Rizda Maharani Septiana, Wulan Sihole, Putri Oktamaria Siregar, Salwa Febriana Ekasari Siti Nurul Azizah Syafira, Seftiani Syahidah, Raisha Syalisa Syabil Syarifah, Ismi Farah Tsabitah, Humairah Fahma Ulya, Nadiyatul Ummi Rahma Utami, Elisa Tri Widya Andini, Widya Widyastuty, Theresia Miranda Wirdatul Jannah Wulan Septiana Zahra Septina Zahra Septina Zahra, Nasywa Athiyah Zain, Nabiilah Salsa