Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Video SADARI Pada Remaja Putri di Panti Asuhan Purwaningsih, Arlia; Harahap, Afrida Sriyani Harahap; Fitri Dyna; Sri Yanti; Veni Dayu Putri; Emul Yani; Selly Amanda Putri
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1930

Abstract

Kanker payudara masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah akibat keterlambatan deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan strategi preventif yang sederhana dan efektif untuk dikenalkan sejak masa remaja guna membentuk kesadaran kesehatan jangka panjang. Namun, pengetahuan dan sikap remaja terhadap SADARI masih rendah, khususnya pada kelompok rentan seperti remaja yang tinggal di panti asuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi SADARI berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di Panti Asuhan Walidah Aisyiyah, Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif dengan desain pretest–posttest yang melibatkan 21 remaja putri usia 12–18 tahun dalam satu sesi selama 120 menit. Intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang kanker payudara, tanda dan gejala awal, serta langkah-langkah SADARI yang dilanjutkan dengan diskusi terarah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 45% menjadi 88% dan skor sikap dari 34% menjadi 70%. Edukasi SADARI berbasis video efektif meningkatkan kesadaran dan sikap remaja terhadap deteksi dini kanker payudara di komunitas.
Penyuluhan Urgensi Legalitas Usaha Dan Pemasaran Berbasis Teknologi Bagi Pelaku Umkm Di Kelurahan Sembulang Kecamatan Galang Kota Batam Nolla Puspita Dewi; Nicha Suwalla; Sri Yanti; Nurhatisyah Nurhatisyah; Ana Faizah; Faris Ramadhan; Benni Sumarman
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v1i3.180

Abstract

Galang District Is One of the Administrative Areas of Batam City Formed Based on Law Number 53 of 1999 Established on October 4, 1999, Galang District Was Effectively Run After the Inauguration of the Galang Sub-District Head by Decree of the Mayor of Batam Number: Kpts 02/III. 2000 March 2, 2000. The area of ​​Galang District is 2,018.5 km2, consisting of 350.8 km2 of land and 1,667.7 km2 of sea, with a total population of 9,025 males and 8,021 females with a total population of 17,046. The Galang District area consists of 32 RWs and 83 RTs. When viewed based on ethnicity, the Galang sub-district area has at least several ethnic groups (ethnicities) inhabiting this area, namely Malays, Javanese, Flores, Buton, Banjar, Batak and other (ethnic) tribes. Sembulang Village is in the Galang District, Batam City, Riau Archipelago Province. The results of surveys or observations, at this location there is still a lack of socialization or counseling regarding the legality of technology-based businesses and marketing in the Kelurahan and RT/RW. The businesses in Galang District range from banana chips, onion chips, cakes to birthday cakes. The implementation of community service is carried out by counseling first and then providing assistance on the practice of the counseling. Availability of experts from Batam University Lecturers, and assistant staff from students, participants (community), local officials so that this Community Service activity is carried out.
Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Medan Petisah dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Rabiatul Adawiyah; Hasnah Nasution; M. Ade Ilham; Arifah Zahira; Nashwa Ajri Nazhifa; Sri Yanti; Lukman Hakim Gt
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i2.8457

Abstract

This study examines the role of the Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) of Medan Petisah District in realizing sakinah families within the community. A sakinah family is one of the main goals of marriage in Islam, characterized by tranquility, affection, and harmony based on faith and devotion to Allah SWT. This study aims to analyze the concept of a sakinah family from an Islamic perspective, as well as the role and forms of family development activities carried out by the KUA of Medan Petisah District. The research employs a qualitative method with a descriptive approach through interviews and documentation involving KUA officials and religious counselors. The findings indicate that the KUA plays an active role through premarital guidance and religious counseling in fostering sakinah families. This study is expected to contribute as an evaluation and provide recommendations to improve the effectiveness of sakinah family development programs.
Transformasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital : Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik Suci Helen Ramadhani; Selpi Dwi Ariani; Sri Yanti; Rafly Rifqy Rahmansyah; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a major influence on the world of education, including the learning of Islamic Cultural History (SKI). This study aims to examine the transformation of SKI learning in the digital era in improving students’ understanding and character. The method used in this research is a qualitative approach with library research methods through collecting data from journals, books, and other relevant literature. The results show that the use of digital technology such as learning videos, interactive multimedia, e-learning platforms, and educational social media can increase students’ learning interest, facilitate understanding of Islamic historical materials, and create more interactive and flexible learning. In addition to improving students’ understanding, digital-based SKI learning also plays a role in shaping Islamic character through the inculcation of exemplary values from Islamic figures such as honesty, discipline, responsibility, and enthusiasm for seeking knowledge. However, the implementation of digital learning also faces several challenges, including limited technological facilities, low digital literacy, and the potential misuse of technology by students. Therefore, the role of teachers is needed in guiding the wise use of technology and developing learning media that are in accordance with Islamic educational values. Thus, the transformation of SKI learning in the digital era can become an effective educational innovation in improving the quality of learning and students’ character building. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi pembelajaran SKI di era digital dalam meningkatkan pemahaman dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, platform e-learning, dan media sosial edukatif mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi sejarah Islam, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Selain meningkatkan pemahaman peserta didik, pembelajaran SKI berbasis digital juga berperan dalam membentuk karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Namun, penerapan pembelajaran digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak serta pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, transformasi pembelajaran SKI di era digital dapat menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital Restu Alfaris; Putri Alayda Nabilla; Siti Aisyah Gunawan; Riska Silviana Azzahra; Sri Yanti; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed various aspects of human life, including education. This condition requires Islamic education to adapt by developing a curriculum capable of addressing contemporary challenges while maintaining the fundamental values of Islamic teachings. This study aims to analyze the challenges faced by Islamic education in the digital era and examine relevant curriculum development strategies to respond to these changes. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from books, scientific journals, articles, and other relevant literature discussing Islamic education curriculum development in the digital era. Data analysis was conducted descriptively through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the main challenges of Islamic education in the digital era include the rapid flow of information, low digital literacy, changes in students' learning patterns, and the need to improve teachers’ competencies. Curriculum development should focus on integrating technology into learning, strengthening character education, enhancing digital literacy, and improving educators’ competencies. Therefore, the Islamic education curriculum is expected to produce generations who are faithful, possess noble character, adapt to technological advancements, and are prepared to face global challenges. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk melakukan adaptasi melalui pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era digital serta mengkaji strategi pengembangan kurikulum yang relevan dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam di era digital meliputi derasnya arus informasi, rendahnya literasi digital, perubahan pola belajar peserta didik, serta tuntutan peningkatan kompetensi guru. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam perlu dilakukan melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, serta pengembangan kompetensi pendidik. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan global.
Transformasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Era Digital : Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Karakter Peserta Didik Suci Helen Ramadhani; Selpi Dwi Ariani; Sri Yanti; Rafly Rifqy Rahmansyah; Afiyatun Kholifah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a major influence on the world of education, including the learning of Islamic Cultural History (SKI). This study aims to examine the transformation of SKI learning in the digital era in improving students’ understanding and character. The method used in this research is a qualitative approach with library research methods through collecting data from journals, books, and other relevant literature. The results show that the use of digital technology such as learning videos, interactive multimedia, e-learning platforms, and educational social media can increase students’ learning interest, facilitate understanding of Islamic historical materials, and create more interactive and flexible learning. In addition to improving students’ understanding, digital-based SKI learning also plays a role in shaping Islamic character through the inculcation of exemplary values from Islamic figures such as honesty, discipline, responsibility, and enthusiasm for seeking knowledge. However, the implementation of digital learning also faces several challenges, including limited technological facilities, low digital literacy, and the potential misuse of technology by students. Therefore, the role of teachers is needed in guiding the wise use of technology and developing learning media that are in accordance with Islamic educational values. Thus, the transformation of SKI learning in the digital era can become an effective educational innovation in improving the quality of learning and students’ character building. Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi pembelajaran SKI di era digital dalam meningkatkan pemahaman dan karakter peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari jurnal, buku, dan berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital seperti video pembelajaran, multimedia interaktif, platform e-learning, dan media sosial edukatif mampu meningkatkan minat belajar, mempermudah pemahaman materi sejarah Islam, serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Selain meningkatkan pemahaman peserta didik, pembelajaran SKI berbasis digital juga berperan dalam membentuk karakter Islami melalui penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh-tokoh Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Namun, penerapan pembelajaran digital juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi, rendahnya literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi oleh peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran guru dalam membimbing penggunaan teknologi secara bijak serta pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dengan demikian, transformasi pembelajaran SKI di era digital dapat menjadi inovasi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dalam Menghadapi Tantangan di Era Digital Restu Alfaris; Putri Alayda Nabilla; Siti Aisyah Gunawan; Riska Silviana Azzahra; Sri Yanti; Achmad Junaedi Sitika
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed various aspects of human life, including education. This condition requires Islamic education to adapt by developing a curriculum capable of addressing contemporary challenges while maintaining the fundamental values of Islamic teachings. This study aims to analyze the challenges faced by Islamic education in the digital era and examine relevant curriculum development strategies to respond to these changes. The study employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from books, scientific journals, articles, and other relevant literature discussing Islamic education curriculum development in the digital era. Data analysis was conducted descriptively through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the main challenges of Islamic education in the digital era include the rapid flow of information, low digital literacy, changes in students' learning patterns, and the need to improve teachers’ competencies. Curriculum development should focus on integrating technology into learning, strengthening character education, enhancing digital literacy, and improving educators’ competencies. Therefore, the Islamic education curriculum is expected to produce generations who are faithful, possess noble character, adapt to technological advancements, and are prepared to face global challenges. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kondisi ini menuntut pendidikan Islam untuk melakukan adaptasi melalui pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi pendidikan Islam di era digital serta mengkaji strategi pengembangan kurikulum yang relevan dalam menghadapi perubahan tersebut. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum pendidikan Islam di era digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam di era digital meliputi derasnya arus informasi, rendahnya literasi digital, perubahan pola belajar peserta didik, serta tuntutan peningkatan kompetensi guru. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam perlu dilakukan melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi digital, serta pengembangan kompetensi pendidik. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menghadapi tantangan global.
PEMBERIAN PUNISHMENT SEBAGAI WUJUD PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA Agung Subakti; Sri Yanti; Purwandari, Elce; Hartatik; Ellese Sulistianingsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13292

Abstract

Teachers in schools nowadays face numerous challenges in shaping students' character due to the onslaught of influences from the surrounding environment, advancing technology, and media readily accessible to students. Various concepts are being attempted by teachers in schools for the progress and success of education. One of the concepts frequently employed by teachers is character education. This research aims to analyze the formation of students' disciplined character through the provision of punishment. Data collection techniques used include observation, documentation, and direct interviews with the subjects under study, namely the school principal, curriculum vice principal, and classroom teachers at SDIT Annajiyah Lubuklinggau. The data analysis technique employs triangulation. The research findings reveal that teachers are aware of character education and believe it should be provided to students. All teachers implement forms of character education for students. During the learning process, teachers administer punishment to students who violate rules. The punishment administered is educational rather than physical. Students respond positively to the punishment received. The given punishment has both positive and negative impacts on students. The positive impact can enhance students' discipline, while the negative impact can lead to decreased self-confidence, manipulative behavior, and anxiety if the punishment is not administered following principles of fairness, proportionality, and rehabilitation. Thus, the conclusion of this research is that character formation through the provision of punishment to students can enhance student discipline if carried out following principles of fairness, proportionality, and rehabilitation.