Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Evaluasi Program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan Mandiri Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer UNM untuk Mitra Sekolah dengan Model CIPP Nurul Mukhlisah Abdal; Irwansyah Suwahyu; Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Information Technology Education Journal Volume 1, Issue 2, Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.185 KB) | DOI: 10.59562/intec.v1i2.234

Abstract

Dalam rangka memenuhi tuntutan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan industri, serta pengembangan keilmuan, Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Pelaksanaan MBKM tentu saja berhubungan dengan pengembangan kurikulum adaptif dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan dan kebutuhan zaman. Untuk mengevaluasi kegiatan Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP) Mandiri yang diprakarsai oleh Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, peneliti merasa perlu mengevaluasi program tersebut guna mengukur efektivitas program. Instrumen ini digunakan untuk. mengetahui tingkat efektivitas capaian sasaran program AMSP Mandiri Prodi PTIK. Salah satu program evaluasi yang dapat digunakan dalam pembuatan model instrumen evalusi program adalah CIPP (Contex, Input, Process, Product). Uji coba dilakukan melalui tiga jenis pengujian, yaitu (1) Uji ahli; (2) Uji terbatas dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk; dan (3) Uji-lapangan (field Testing). Setelah melalui ketiga jenis pengujian tersebut, hasil bahwa instrumen program AMSP Mandiri Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar untuk mitra menghasilkan instrumen yang valid dan reliabel.
Pengembangan E-Modul Academic Culture Orientation Sebagai Bahan Ajar Program Pengenalan Lingkungan Kampus Pada Mahasiswa Baru Mustari Lamada; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Elvira Nur
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifan Pengembangan E-Modul Academic Culture Orientation Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development), rancangan pengembangannya menggunakan model 4-D. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer yang telah mengikuti Academic Culture Orientation. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui lembar uji validasi, angket respon mahasiswa, dan instrumen penilaian hasil penggunaan e-modul. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e- modul Academic Culture Orientation Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, berada pada nilai persentase 96% dengan kategori sangat valid. E-Modul Academic Culture Orientation dinyatakan praktis dari hasil analisis respon mahasiswa dengan nilai persentase 90% dengan kategori sangat praktis. E-Modul Academic Culture Orientation dinyatakan efektif karena ditinjau dari hasil penggunaan mahasiswa mencapai ketuntasan 97% dengan kategori sangat baik sehingga dinyatakan efektif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan E-Modul Academic Culture Orientation dapat diterima untuk digunakan sebagai media dalam pelaksanaan Academic Culture Orientation Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.  
Studi Kasus: Risiko Psikologis Penggunaan Fintech Lending pada Mahasiswa Ridwan Daud Mahande; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Retyana Wahrini
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 3, September (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v3i3.5906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menggunakan layanan fintech lending serta dampak psikologis yang ditimbulkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa, ditemukan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga, kemudahan akses, rekomendasi teman, dan kebutuhan mendesak menjadi pendorong utama penggunaan pinjaman online. Selain itu, dorongan konsumtif dan promosi dari platform fintech juga berkontribusi pada keputusan mereka. Dampak psikologis yang signifikan meliputi kecemasan, stres, dan tekanan mental akibat keterlambatan pembayaran atau ancaman dari debt collector. Perasaan malu dan bersalah juga muncul ketika keluarga atau teman mengetahui penggunaan pinjaman tersebut. Kondisi ini memengaruhi performa akademik mahasiswa, seperti menurunnya konsentrasi belajar dan penundaan penyelesaian tugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan yang rendah dan aksesibilitas fintech yang tinggi membuat mahasiswa rentan terhadap risiko psikologis dan finansial. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan edukasi keuangan di kalangan mahasiswa serta memperkuat perlindungan konsumen dalam layanan fintech. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengeksplorasi strategi koping mahasiswa dalam menghadapi tekanan finansial dan dampak jangka panjang dari penggunaan fintech lending terhadap dampak psikologis yang dirasakan.
Students’ Perceptions of Lecturers’ TPACK Competence in Digital Project-Based Learning Mustari S. Lamada; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Shabrina Syntha Dewi; Aulyah Zakilah Ifani
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10479

Abstract

The acceleration of digital transformation in higher education requires lecturers to demonstrate strong Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK), especially when implementing Project-Based Learning (PjBL). However, limited empirical evidence exists on how students perceive lecturers’ digital-integrative competence within project-based contexts in Southeast Asia. This study aims to examine students’ perceptions of lecturers’ TPACK competence in integrating digital technology within PjBL settings. Using a quantitative survey design, data were collected from 42 engineering students at Universitas Negeri Makassar. Descriptive statistics and Spearman correlation analyses were conducted across seven TPACK dimensions. Results revealed that students rated lecturers’ TPACK competence from moderate to high, with the strongest correlation between Pedagogical Content Knowledge (PCK) and overall TPACK (rₛ = 0.809, p < 0.001). This finding underscores the importance of combining pedagogical and content expertise to enhance digital instruction. The study implies that institutional training focused on pedagogical–technological integration may further strengthen lecturers’ digital teaching performance.
Assessing Teaching Factory Implementation through Students’ Perceptions: A CIPP Model Approach Sanatang; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Ninik Rahayu Ashadi; Muh. Ihsan Zulfikar
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10530

Abstract

This study aims to assess the implementation of the Teaching Factory (TeFa) program through students’ perceptions using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The evaluation focused solely on students’ viewpoints as direct beneficiaries of production-based vocational learning, excluding teachers’ and industry partners’ perspectives. A quantitative survey method was employed, involving 70 students from SMKN 10 Makassar, who completed a 12-item questionnaire with high internal reliability (Cronbach’s α = 0.894). Data were analyzed descriptively and through Spearman’s rank correlation to examine the relationships among the CIPP dimensions. The results indicate that students’ perceptions of TeFa implementation were within the “fair to good” range: Context (47.14% fair, 28.57% good, 24.29% very good), Input (41.43% fair, 38.57% good, 18.57% very good), Process (40% fair, 42.86% good, 14.29% very good), and Product (40% fair, 30% good, 24.29% very good). All dimensions showed positive and significant correlations (ρ = 0.619–0.794, p < 0.001), with the strongest relationship between Process and Product (ρ = 0.794), indicating that better learning processes are closely linked to improved learning outcomes. In conclusion, the Teaching Factory program is perceived as moderately effective by students. Improvement efforts should prioritize the Input dimension such as facilities, learning materials, and industrial engagement—and strengthen the Process dimension through enhanced mentoring and integration of production activities. Future research should involve teachers and industry partners to provide a more comprehensive CIPP-based evaluation.
Evaluating EduTrack System Quality Using ISO/IEC 25010 and the DeLone and McLean Model Syahrul; Alifya NFH; Shabrina Sinta Dewi; Dwi Rezky Anandari S
Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Vol 6, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jessi.v6i3.10266

Abstract

The integration of information systems in higher education enhances efficiency, transparency, and academic service quality. However, continuous evaluation is crucial to ensure that such systems meet user expectations and comply with international quality standards. This study evaluates the quality of the EduTrack Information System developed for the Master’s Program in Educational Research and Evaluation at Universitas Negeri Makassar. Using a quantitative descriptive method, the research integrates the ISO/IEC 25010 software quality standard and the DeLone & McLean Information System Success Model. Data were collected from 60 active student users through questionnaires and technical testing with tools such as Apache JMeter, OWASP ZAP, Mozilla Observatory, K6, and the System Usability Scale (SUS). EduTrack demonstrated excellent results in functional suitability (100%), reliability (96.55%), and usability (SUS score = 71.5, good). The PLS-SEM analysis confirmed that service quality (β = 0.580) and information quality (β = 0.390) significantly affect user satisfaction (R² = 0.716). These findings indicate that EduTrack performs effectively and aligns with user expectations, though security enhancements are still required. This study demonstrates an integrated evaluation framework that combines technical quality standards and user satisfaction analysis, providing a reference model for future assessments of academic information systems.
PKM Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas terhadap Guru SMP Negeri 3 Pattallassang Ninik Rahayu Ashadi; Shabrina Syntha Dewi; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Andi Muhammad Taufik Ali; Wirawan Setialaksana; Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 2 (Juni 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i2.113

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra tersebut adalah kurangnya pemahaman terkait untuk melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah yang dipublikasikan. Hal ini merupakan satu tantangan yang dihadapi oleh guru-guru di SMP 3 pattalasang dalam meningkatkan kualitas profesionalnya. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdi adalah memberikan ketrampilan melakukan kegiatan penelitian khususnya PTK dan penulisan karya ilmiah serta dan melakukan pendampingan secara daring pada guru-guru dalam menulis karya ilmiah sampai publikasikannya.. Tahap Pelaksanaan terdiri atas dua tahap. Tahap pertama, yaitu pemberian motivasi menulis. Sesi pelatihan yang menitik beratkan pada penggalian potensi dan manfaat baik dari dalam maupun luar diri guru dalam hal penulisan karya ilmiah. Kedua, sesi pelatihan yang menitik beratkan pada pemberian bekal pengetahuan sekaligus kemampuan menulis karya ilmiah berjenis artikel ilmiah, makalah, diktat dan laporan penelitian tindakan kelas ataupun lainnya meliputi teknik merumuskan topik/judul, membuat kerangka tulisan, mengumpulkan bahan-bahan tulisan, mengorganisasikan, mengonsep, menulis, dan menyunting karya tulis ilmiah.
PKM Pelatihan Pemanfaatan Literasi Digital Berbasis Android untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 4 Bajeng Ninik Rahayu Ashadi; Irwansyah Suwahyu; Muhammad Asriadi; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Shabrina Syntha Dewi
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.197

Abstract

This PKM is about PKM training on the use of Android-based digital literacy to improve student learning outcomes at SMPN 4 Bajeng. The problems faced by these partners are lack of understanding of students regarding the use of Android-based digital literacy, lack of motivation to do assignments which results in poor learning outcomes, students have cellphones and laptops but they are only used as communication tools and tools for typing assignments. Based on this It seems necessary to equip students with knowledge of the use of digital literacy. The solution offered by the service team is to conduct training on the use of digital literacy. In implementing this PKM program, class X students will be invited who will later by following this training become students who are able to utilize digital literacy in the learning process. This training will present presenters who are competent in their fields. The speakers presented were from educational circles, both lecturers and teachers who are capable of developing their profession, especially the use of digital literacy: (1) Welcoming the service team from Makassar State University by the principal of SMP 4 Bajeng, (2) Activities providing materials, (3) Mentoring and evaluation of class X students at SMP 4 Bajeng. Training methods are lecture methods, question and answer methods, and training/practice methods.
PKM Pelatihan Konseling Sebaya untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Sanatang; M Miftach Fakhri; Shabrina Syntha Dewi; Della Fadhilatunisa
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.243

Abstract

The purpose of implementing Peer Counseling Training for students is to provide knowledge and skills on how to conduct peer counseling and to instill an understanding that peer counseling is a form of social support for fellow students. The training method employs structured learning with the stages of preparation, assessment, implementation, and evaluation (3PE). The training activities were attended by 26 student representatives who would subsequently provide support to new students. The outcomes of the training indicate that students are capable of understanding the benefits and stages of implementing peer counseling through the conducted simulations. Evaluation results demonstrate that students comprehend that the execution of peer counseling serves as a form of social support for their fellow students.
Pelatihan Pembuatan Media Interaktif Berbasis Digitalisasi Menggunakan E-Learning di SMP Handayani Ninik Rahayu Ashadi; Irwansyah Suwahyu; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Amiruddin Hambali; Marwan Ramdhany Edy
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.455

Abstract

Analisis situasi atau masalah secara spesifik pada mitra SMP Handayani sebagai berikut (1) Guru masih menggunakan metode konvensional yaitu menggunakan metode ceramah sehingga proses pembelajaran masih berpusat pada guru, (2) masih minimnya pengetahuan dalam penggunaan dan pemanfaatan digitalisasi. Ketersediaan sarana dan prasarana namun pemanfaatan nya sebatas diakses saat ujian. Sehingga solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah mitra yaitu (1) memberikan pelatihan pembuatan kepada klompok guru untuk memanfaatkan digitalisasi, (2) melakukan pelatihan kepada kelompok guru dengan mengundang pemateri yang kompeten dalam pembelajaran berbasis E-learning. Berdasarkan hasil Pelaksanaan kegiatan workshop atau pelatihan selama 2 hari dengan metode praktikum diperoleh kesimpulan yaitu kelompok guru mata pelajaran atau peserta pelatihan mampu membuat media interaktif digitalisasi dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis E-leaning. sehingga dengan adanya media interaktif digitalisasi, ilmu kelompok guru yang diperoleh akan semakin luas dan menambah pengetahuan siswa yang tidak hanya didapat di kelas.