Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Impact of ChatGPT Dependence and Inert Thinking on Students' Academic Task Completion Wahyuni Edsa Safira; Udin Sidik Sidin; Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.9922

Abstract

The increasing use of Artificial Intelligence (AI), particularly ChatGPT, among students has raised concerns about the emergence of inert thinking (passive thinking) and overreliance on technology in completing academic tasks. Guided by Inert Knowledge Theory and Dual Process Theory, this study analyzes the relationship between inert thinking and ChatGPT dependence on academic task completion among Informatics and Computer Engineering students at Makassar State University. Using a quantitative survey method, data were collected from 225 respondents through a snowball sampling technique and analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) approach. The findings reveal that passive thinking significantly reduces students’ ability to complete academic tasks, while dependence on ChatGPT strongly increases inert thinking. However, ChatGPT dependence itself does not directly enhance task completion. These results indicate that excessive reliance on AI tools tends to weaken reflective and critical thinking processes, limiting students’ self-regulated learning. This study highlights the importance of responsible AI use in higher education to maintain cognitive engagement and academic integrity. Educators and policymakers should develop strategies and digital literacy programs that encourage reflective learning and critical evaluation, ensuring AI serves as a supportive tool, not a substitute for human thinking
Digital Creativity for Positive Impact: Pelatihan Pembuatan Konten Inspiratif bagi Pelajar Dewi, Shabrina Syntha; Syahrul, Syahrul; Mahande, Ridwan Daud; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Hamda, Hamda
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 1: July 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Digital Creativity for Positive Impact: Pelatihan Pembuatan Konten Inspiratif bagi Pelajar” dilaksanakan di SMK Negeri 2 Gowa dengan tujuan meningkatkan keterampilan digital siswa dalam memproduksi konten inspiratif, kreatif, dan beretika. Program ini dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelatihan, dan penerapan teknologi. Tahap persiapan mencakup pemetaan kebutuhan siswa dan penyampaian informasi teknis mengenai pelaksanaan program. Pada tahap pelatihan, siswa diperkenalkan pada alat dan perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan konten, teknik-teknik dasar dalam produksi konten, serta pemahaman mengenai etika digital. Selanjutnya pada tahap penerapan teknologi, siswa membuat proyek konten digital menggunakan aplikasi Canva dan mempelajari strategi publikasi konten melalui platform digital seperti YouTube dan Instagram. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pada keterampilan teknis, kreativitas, serta pemahaman etika digital siswa. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat literasi digital, kemampuan produksi konten, dan tanggung jawab siswa sebagai kreator konten inspiratif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. 
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Phet Sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Keaktifan dan Motivasi Siswa Ashadi, Ninik Rahayu; Wardani, Ayu Tri; Suwahyu, Irwansyah; Dewi, Shabrina Syntha; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 1: July 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

PKM ini tentang pelatihan pemanfaatan aplikasi phet sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa. Permasalahan mitra yang dihadapi (1) Pembelajaran konvensional membuat siswa kurang tertarik untuk memahami konsep secara mendalam. 3) Kurangnya keterampilan dalam menggunakan media simulasi interaktif. metode yang digunakan adalah eramah dan simulasi. berdasarkan dari hasil pelaksanaan sesuai dengan yang direncanakan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan pemanfaatan aplikasi phet sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa di SMK negeri 2 gowa yang di ikuti peserta pelatihan sebanyak 30 siswa dari TJKT kelas XI ini berhasil sesuai yang direncanakan. kesesuaian tersebut dapat dilihat berdasarkan beberapa hal, yaitu dari indikator kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan dapat dibuktikan bahwa setiap tahapan mulai dari kedatangan pemateri hingga peserta dalam setiap pertemuan yang hadir sebesar 99 % hal ini memenuhi kriteria standar kehadiran.  kemudian berdasarkan hasil pengisian angket oleh peserta pelatihan dapat disimpulkan bahwa (1)penggunaan aplikasi phet sebagai teknologi digital merupakan sumber belajar tambahan, (2)  pemanfaatan aplikasi phet dapat meningkatkan keaktifan selama proses pembelajaran dikarenakan mudah digunakan, cepat dan akurat penyajian cara penyelesaian yang diberikan, (3) pemanfatan aplikasi phet dapat meningkatkan motivasi peserta didik dikarenakan dapat digunakan dimana saja sehingga dapat dipelajari secara belajar mandiri.  
Penguatan Kesadaran Digital Wellbeing pada Siswa melalui Pelatihan dan Simulasi Aplikasi Manajemen Penggunaan Gadget Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Sanatang, Sanatang; Zulfikar, Muh. Ihsan; Kaseng, Ernawati S.; Dewi, Shabrina Syntha
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10558

Abstract

Penggunaan gadget yang semakin intensif pada siswa sekolah menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar hingga meningkatnya risiko stres akibat paparan digital yang berlebihan. Permasalahan ini teridentifikasi pula pada siswa SMKN 10 Makassar, yang menunjukkan kecenderungan penggunaan perangkat digital dalam durasi panjang untuk keperluan akademik maupun hiburan. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan kesadaran digital wellbeing agar siswa mampu mengatur waktu penggunaan gadget secara lebih sehat dan produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMKN 10 Makassar mengenai konsep digital wellbeing serta membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam mengelola waktu penggunaan perangkat melalui pelatihan dan simulasi aplikasi manajemen penggunaan gadget. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung menggunakan aplikasi pengatur waktu, dan diskusi reflektif untuk membantu siswa mengevaluasi pola penggunaan gadget sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terhadap risiko penggunaan gadget yang tidak terkontrol dan bertambahnya kemampuan mereka dalam memanfaatkan aplikasi pendukung untuk mengatur durasi penggunaan perangkat. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap pendekatan pelatihan berbasis praktik karena membantu mereka memahami strategi pengelolaan waktu secara lebih efektif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih sehat dan mendukung peningkatan produktivitas belajar siswa.
Students’ Perceptions of Lecturers’ TPACK Competence in Digital Project-Based Learning Mustari S. Lamada; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Shabrina Syntha Dewi; Aulyah Zakilah Ifani
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10479

Abstract

The acceleration of digital transformation in higher education requires lecturers to demonstrate strong Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK), especially when implementing Project-Based Learning (PjBL). However, limited empirical evidence exists on how students perceive lecturers’ digital-integrative competence within project-based contexts in Southeast Asia. This study aims to examine students’ perceptions of lecturers’ TPACK competence in integrating digital technology within PjBL settings. Using a quantitative survey design, data were collected from 42 engineering students at Universitas Negeri Makassar. Descriptive statistics and Spearman correlation analyses were conducted across seven TPACK dimensions. Results revealed that students rated lecturers’ TPACK competence from moderate to high, with the strongest correlation between Pedagogical Content Knowledge (PCK) and overall TPACK (rₛ = 0.809, p < 0.001). This finding underscores the importance of combining pedagogical and content expertise to enhance digital instruction. The study implies that institutional training focused on pedagogical–technological integration may further strengthen lecturers’ digital teaching performance.
Assessing Teaching Factory Implementation through Students’ Perceptions: A CIPP Model Approach Sanatang; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Ninik Rahayu Ashadi; Muh. Ihsan Zulfikar
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10530

Abstract

This study aims to assess the implementation of the Teaching Factory (TeFa) program through students’ perceptions using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The evaluation focused solely on students’ viewpoints as direct beneficiaries of production-based vocational learning, excluding teachers’ and industry partners’ perspectives. A quantitative survey method was employed, involving 70 students from SMKN 10 Makassar, who completed a 12-item questionnaire with high internal reliability (Cronbach’s α = 0.894). Data were analyzed descriptively and through Spearman’s rank correlation to examine the relationships among the CIPP dimensions. The results indicate that students’ perceptions of TeFa implementation were within the “fair to good” range: Context (47.14% fair, 28.57% good, 24.29% very good), Input (41.43% fair, 38.57% good, 18.57% very good), Process (40% fair, 42.86% good, 14.29% very good), and Product (40% fair, 30% good, 24.29% very good). All dimensions showed positive and significant correlations (ρ = 0.619–0.794, p < 0.001), with the strongest relationship between Process and Product (ρ = 0.794), indicating that better learning processes are closely linked to improved learning outcomes. In conclusion, the Teaching Factory program is perceived as moderately effective by students. Improvement efforts should prioritize the Input dimension such as facilities, learning materials, and industrial engagement—and strengthen the Process dimension through enhanced mentoring and integration of production activities. Future research should involve teachers and industry partners to provide a more comprehensive CIPP-based evaluation.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Perilaku Cyberbullying di Kalangan Pengguna Media Sosial Pada Siswa SMA Negeri 5 Makassar Nur Aisyah Mukhtar; Haripuddin; Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Journal of Computers, Informatics, and Vocational Education Volume 2 Issue 3, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital siswa, perilaku cyberbullying, serta pengaruh literasi digital terhadap perilaku cyberbullying di kalangan pengguna media sosial pada siswa SMA Negeri 5 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 31 pernyataan yang disebarkan secara daring kepada 113 siswa kelas X, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat literasi digital tinggi, sementara perilaku cyberbullying berada pada kategori sangat rendah. Analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang lemah antara literasi digital dan perilaku cyberbullying, yang berarti semakin tinggi literasi digital siswa, maka kecenderungan melakukan cyberbullying cenderung menurun. Meskipun pengaruhnya tidak signifikan secara kuat, temuan ini mengindikasikan bahwa literasi digital tetap berperan penting dalam membentuk perilaku positif di ruang digital. Dengan demikian, peningkatan literasi digital dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan perilaku negatif di media sosial, khususnya di kalangan remaja sekolah menengah.