Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Assessing Teaching Factory Implementation through Students’ Perceptions: A CIPP Model Approach Sanatang; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Ninik Rahayu Ashadi; Muh. Ihsan Zulfikar
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 4, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i4.10530

Abstract

This study aims to assess the implementation of the Teaching Factory (TeFa) program through students’ perceptions using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The evaluation focused solely on students’ viewpoints as direct beneficiaries of production-based vocational learning, excluding teachers’ and industry partners’ perspectives. A quantitative survey method was employed, involving 70 students from SMKN 10 Makassar, who completed a 12-item questionnaire with high internal reliability (Cronbach’s α = 0.894). Data were analyzed descriptively and through Spearman’s rank correlation to examine the relationships among the CIPP dimensions. The results indicate that students’ perceptions of TeFa implementation were within the “fair to good” range: Context (47.14% fair, 28.57% good, 24.29% very good), Input (41.43% fair, 38.57% good, 18.57% very good), Process (40% fair, 42.86% good, 14.29% very good), and Product (40% fair, 30% good, 24.29% very good). All dimensions showed positive and significant correlations (ρ = 0.619–0.794, p < 0.001), with the strongest relationship between Process and Product (ρ = 0.794), indicating that better learning processes are closely linked to improved learning outcomes. In conclusion, the Teaching Factory program is perceived as moderately effective by students. Improvement efforts should prioritize the Input dimension such as facilities, learning materials, and industrial engagement—and strengthen the Process dimension through enhanced mentoring and integration of production activities. Future research should involve teachers and industry partners to provide a more comprehensive CIPP-based evaluation.
Pengaruh Literasi Digital Terhadap Perilaku Cyberbullying di Kalangan Pengguna Media Sosial Pada Siswa SMA Negeri 5 Makassar Nur Aisyah Mukhtar; Haripuddin; Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Journal of Computers, Informatics, and Vocational Education Volume 2 Issue 3, November (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital siswa, perilaku cyberbullying, serta pengaruh literasi digital terhadap perilaku cyberbullying di kalangan pengguna media sosial pada siswa SMA Negeri 5 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 31 pernyataan yang disebarkan secara daring kepada 113 siswa kelas X, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat literasi digital tinggi, sementara perilaku cyberbullying berada pada kategori sangat rendah. Analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif yang lemah antara literasi digital dan perilaku cyberbullying, yang berarti semakin tinggi literasi digital siswa, maka kecenderungan melakukan cyberbullying cenderung menurun. Meskipun pengaruhnya tidak signifikan secara kuat, temuan ini mengindikasikan bahwa literasi digital tetap berperan penting dalam membentuk perilaku positif di ruang digital. Dengan demikian, peningkatan literasi digital dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan perilaku negatif di media sosial, khususnya di kalangan remaja sekolah menengah.
Pengaruh Mentoring terhadap Emotional Wellbeing Mahasiswa Tahun Pertama Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Abdal, Nurul Mukhlisah; Setialaksana, Wirawan
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 1, Januari (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i1.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mentoring terhadap emotional wellbeing mahasiswa tahun pertama. Sampel penelitian terdiri dari 121 mahasiswa angkatan 2022 yang telah mengikuti kegiatan mentoring di Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat emotional wellbeing mahasiswa. Metode analisis yang digunakan, yaitu regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh variabel mentoring terhadap emotional wellbeing, dengan mengontrol faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasilnya. Nilai signifikansi (Sig.) sebesar .000 yang mana lebih kecil dari probabilitas 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada pengaruh sikap terhadap mentoring dengan emotional wellbeing pada mahasiswa tahun pertama. Hal tersebut, membuktikan bahwa pentingnya program mentoring dalam meningkatkan emotional wellbeing mahasiswa tahun pertama. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada institusi pendidikan untuk memberikan perhatian lebih pada implementasi program mentoring yang efektif guna mendukung emotional wellbeing mahasiswa tahun pertama. Studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hubungan antara mentoring dan emotional wellbeing dengan menggunakan metode analisis regresi yang lebih kompleks.
Model Jaringan Syaraf Tiruan dalam Peramalan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Wirawan Setialaksana; Dwi Rezky Anandari Sulaiman; Shabrina Syntha Dewi; Chairunnisa Ar Lamasitudju; Nini Rahayu Ashadi; Muhammad Asriadi
Jurnal MediaTIK Volume 3 Issue 2, Mei (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v3i2.1557

Abstract

Mitigation steps to control Covid-19 outbreak in Indonesia need to take. One of those step is forecasting the spread of the disease. This study compare two artificial neural network models in catching the pattern of Covid-19 positive total cases in Indonesia. Data Training used in this study is Indonesian total positive cases of Covid-19 from March 2 until May 26. The next 10 days data become data testing to show the model accuracy in predicting Covid-19 total cases. MLP shows a better prediction comparing to ELM.Three different prediction accuracy measurement is used – MAE, MAPE, and RMSE. All of them shows less value in MLP than in ELM.
Pengembangan Aplikasi Konsultasi Menggunakan Obrolan Suara dan Terapi Psikis Berbasis Android untuk Penyandang Tunanetra Gusna, Dwi; Syahrul; Sulaiman, Dwi Rezky Anandari
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v7i2.1985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi konsultasi berbasis Android dengan fitur obrolan suara dan terapi psikis yang khusus ditujukan untuk penyandang tunanetra serta mengetahui hasil pengujian dari aspek kelayakan materi dan standar ISO 25010. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan menggunakan metode prototipe. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa Tunanetra SLB A Yapti Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen untuk validasi materi, validasi sistem (functional suitability) dan uji aspek usability serta teknik observasi untuk pengujian aspek portability dan performance efficiency. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Aspek konten/materi, dan usability menggunakan skala Likert; aspek Functional Suitability menggunakan skala Guttman. Hasil uji materi menunjukkan bahwa materi yang digunakan dalam aplikasi yang dikembangkan berada pada kategori layak. Aplikasi ini juga berfungsi dengan baik dalam pengujian aspek functional suitability. Pengujian portability menunjukkan bahwa aplikasi dapat befungsi dengan baik di berbagai versi Android, mulai dari Android 8 hingga 12. Dalam aspek performance efficiency, aplikasi ini memenuhi standar penggunaan CPU maksimum yang direkomendasikan, yaitu di bawah 15%, dan tidak mengalami masalah force close. Pada aspek reliability, aplikasi berhasil diuji untuk seluruh jalur independen dan berada pada tipe prosedur yang terstruktur dan stabil dengan faktor resiko yang rendah untuk terjadi kesalahan. Selain itu, aspek usability menunjukkan bahwa respon pengguna terhadap aplikasi berada pada persentase kepuasan 87% dan berada pada kategori sangat baik.
Studi Literatur: Risiko Psikologis Penggunaan Fintech Lending pada Mahasiswa Dwi Rezky Anandari Sulaiman
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v7i2.2894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko psikologis yang dihadapi mahasiswa akibat penggunaan layanan fintech lending seperti pinjaman online. Dengan meningkatnya popularitas fintech lending di kalangan mahasiswa, penting untuk memahami dampak psikologis yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan layanan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber akademis, laporan penelitian, dan artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan layanan pinjaman online berisiko mengalami berbagai masalah psikologis, termasuk stres finansial, kecemasan, dan tekanan mental. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap risiko ini gaya hidup, tekanan ekonomi, mudahnya pengajuan pinjaman dan terbatasnya alternatif pengajuan pinjaman lain. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kurangnya pendidikan keuangan di kalangan mahasiswa memperparah dampak psikologis tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program edukasi keuangan yang ditargetkan kepada mahasiswa untuk membantu mereka memahami risiko dan tanggung jawab yang terkait dengan pinjaman online. Selain itu, pengawasan yang lebih ketat dan regulasi yang lebih baik terhadap penyedia layanan pinjaman online diperlukan untuk melindungi mahasiswa dari praktik yang tidak adil dan eksploitatif. Dengan demikian, diharapkan penggunaan layanan pinjaman online dapat dilakukan secara lebih bijak dan terinformasi, mengurangi risiko psikologis yang mungkin timbul.