Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Strengthening the Role of Mosque Youth through a Community Religious Service Counseling Program at Al-Abror Mosque, South Sumatra: - Haderom, abdulgafur; Nurhasan; Fitriana; Apriyanti; Switri, Endang
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v6i1.1476

Abstract

This community service program aims to strengthen the role of mosque youth in socio-religious services through community religious education at Al-Abror Mosque, South Sumatra. The activities were carried out through lectures, demonstrations, simulations, and direct mentoring. The materials specifically focused on funeral rites management. The results showed an improvement in the participants’ understanding, practical skills, and motivation to become more actively involved in mosque activities. This can be seen from the pre-test score of 49.7 and the post-test score of 84.7. In addition, the program had a positive impact on the character development of the youth, such as fostering responsibility, social awareness, and teamwork. Overall, this program proved effective in strengthening the capacity of mosque youth as agents of change in the religious and social life of the community.
Kepemimpinan Transformatif Islami Penggerak Continuous Improvement: Penerapan TQM pada Lembaga Pendidikan Islam Nurhasan; Cahyudi Prima; Ahmad Fauzi Zakaria; Qiqi Yuliati Zaqiah
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13433

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran kepemimpinan transformasional Islami dalam menggerakkan continuous improvement (CI) pada implementasi Total Quality Management (TQM) di MTs Minhajul Haq. Berangkat dari kebutuhan penguatan mutu berkelanjutan di lembaga pendidikan Islam, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Islami terwujud melalui integrasi empat dimensi—idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration—dengan nilai profetik (siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh). Integrasi ini membentuk kepemimpinan yang tidak hanya berfungsi strategis, tetapi juga moral–spiritual dalam mendorong perubahan. Kepemimpinan tersebut terbukti menggerakkan siklus PDCA secara lebih sistematis, meningkatkan inovasi pembelajaran, memperkuat akuntabilitas kinerja, serta menumbuhkan motivasi intrinsik warga madrasah terhadap perbaikan mutu. CI berkembang menjadi budaya kolektif yang berlandaskan keteladanan, komunikasi efektif, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Selain itu, sinergi tim berbasis prinsip ta’awun memperkuat kolaborasi antarpersonel dan memastikan keberlanjutan implementasi TQM. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional Islami merupakan faktor determinan dalam membangun kultur mutu yang adaptif, partisipatif, dan religius, serta dapat menjadi model strategis bagi lembaga pendidikan Islam dalam pengembangan sistem mutu berkelanjutan.
Struktur Ilmu Pengetahuan: Fondasi Epistemologis dan Implikasi Terhadap Perkembangan Ilmu Modern Susan Sundari; Nurhasan; Rudi Sulaeman; Adang Hambali
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v6i2.13435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur ilmu pengetahuan dari perspektif epistemologi dan menguraikan implikasinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai karya klasik dan modern di bidang filsafat ilmu, seperti pemikiran Immanuel Kant, Karl Popper, Thomas S. Kuhn, dan Jürgen Habermas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur ilmu pengetahuan tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan berkembang seiring dengan perubahan paradigma ilmiah dan konteks sosial yang melingkupinya. Secara epistemologis, ilmu pengetahuan dibangun atas dasar hubungan antara rasionalisme, empirisme, dan kritik reflektif yang saling melengkapi. Dalam perkembangan modern, struktur ilmu pengetahuan bergeser dari bentuk hierarkis menuju jaringan interdisipliner yang lebih terbuka dan kolaboratif. Selain itu, ilmu pengetahuan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas rasional, tetapi juga sebagai konstruksi sosial yang mengandung kepentingan teknis, praktis, dan emansipatoris. Oleh karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan perlu didasarkan pada fondasi epistemologi yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan serta keberlanjutan. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kebenaran ilmiah, tanggung jawab moral, dan relevansi sosial dalam membangun struktur keilmuan yang lebih adil dan beradab.
Pertanggungjawaban Negara Israel Terhadap Indikasi Genosida di Gaza Palestina Sarassati Garnita; Nurhasan
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 3 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i3.2363

Abstract

Perdebatan mengenai kekerasan massal di Gaza tidak lagi berhenti pada isu pelanggaran hukum humaniter, tetapi berkembang menjadi pertanyaan mengenai tanggung jawab negara atas dugaan pelanggaran Konvensi Genosida 1948. Memburuknya situasi kemanusiaan dan rangkaian provisional measures Mahkamah Internasional menempatkan persoalan ini sebagai isu yang mendesak. Fokus kajian diarahkan pada dasar normatif, standar penilaian, dan konsekuensi hukum pertanggungjawaban Negara Israel terhadap indikasi genosida di Gaza Palestina. Telah disusun secara hukum normatif melalui pendekatan perjanjian, kasus, dan konseptual dengan menelaah Konvensi Genosida dan memperlihatkan bahwa konstruksi pertanggungjawaban negara bertumpu pada keterkaitan Konvensi Genosida an ARSIWA dalam menilai atribusi tindakan organ negara, pelanggaran kewajiban internasional, dan akibat hukumnya. Rangkaian provisional measures tanggal 26 Januari 2024, 28 Maret 2024, dan 24 Mei 2024 menunjukan risiko serius terhadap hak kelompok Palestina di Gaza serta menegaskan kewajiban pencegahan, penghentian, penindakan pengahasutan, akses bantuan kemanusiaan, dan perlindungan alat bukti. Keseluruhan temuan menegaskan adanya dasar hukum serius untuk menguji tanggung jawab Negara Israel atas kemungkinan pelanggaran kewajiban dalam rezim Konvensi Genosida, meskipun istilah yang tepat tetap dugaan, indikasi, atau plausible risk of genocide sampai ada putusan akhir Mahkamah Internasional.