Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN DATAR SEGITIGA DITINJAU DARI LEVEL PERKEMBANGAN BERPIKIR VAN HIELE PADA SISWA SMP NEGERI 3 PALU Pildayani; Sukayasa; Mustamin Idris
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah bangun datar segitiga ditinjau dari level perkembangan berpikir Van Hiele pada siswa SMP Negeri 3 Palu berdasarkan langkah-langkah Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah siswa yang memiliki: 1) level 0 (visualisasi), a) pada tahap memahami masalah, subjek menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan pada soal, b) merencanakan masalah, subjek masih salah dalam menyusun rencana penyelesaian, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek tidak dapat menyelesaikan masalah karena rencana pemecahan masalah yang dibuat salah, d) memeriksa kembali, subjek tidak memeriksa kembali hasil penyelesaian yang dibuatnya. 2) level 1 (Analisis), a) memahami masalah, subjek menuliskan hal yang diketahui dan yang ditanyakan secara lengkap, b) merencanakan masalah, subjek menyusun rencana penyelesaian menggunakan informasi yang diketahuinya, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek menyelesaikan masalah sesuai rencana yang dilakukan sebelumnya, d) memeriksa kembali, subjek tidak memeriksa kembali atas jawaban yang diperoleh. 3) level 2 (Deduksi Informal), a) memahami masalah, subjek menuliskan dan memaparkan hal yang diketahui dan ditanyakan secara lengkap, b) merencanakan masalah, subjek memahami hal yang diketahui dari masalah di soal, kemudian menyusun rencana penyelesaian menggunakan informasi yang diketahui, c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, subjek mengerjakan dengan menggunakan strategi yang telah direncanakan dan menyelesaikannya dengan menggunakan pengetahuannya untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan, d) memeriksa kembali, subjek mengecek kembali langkah demi langkah hasil pekerjaan yang telah dibuatnya dengan teliti. Kata kunci: profil pemecahan masalah, bangun datar segitiga, perkembangan berpikir Van Hiele, langkah-langkah polya. Abstract: The purpose of this study is to describe the problem solving problem of flat triangle building in terms of the development level of Van Hiele thinking on the students of SMP Negeri 3 Palu based on Polya steps. The type of this research is qualitative research. The results showed that the problem solving profiles of students who have: 1) level 0 (visualization), a) at the stage of understanding the problem, the subject write down the known and asked questions, b) plotting the problem, the subject is still wrong in preparing the settlement plan, c ) Implements a problem-solving plan, the subject can not solve the problem because the wrong problem-solving plan, d) re-examine, the subject does not re-examine the result of the settlement it made. 2) level 1 (Analysis), a) understanding the problem, the subject writes the known and the complete question, b) plotting the problem, the subject prepares the settlement plan using the information it knows, c) executes the problem solving plan, the subject of problem solving according to plan Done earlier, d) re-examine, the subject does not check back for the answers obtained. 3) level 2 (Informal Deduction), a) understanding the problem, the subject writes and explains what is known and asked in full, b) plots the problem, the subject understands the known matter of the problem, then prepares the settlement plan using the known information, C) implementing a problem-solving plan, the subject is working on a planned strategy and solving it by using his knowledge to find a solution to the problem, d) re-examine the subject by rechecking the step by step the work he has done carefully. Keywords: Problem solving profile, wake up triangle, development of Van Hiele thinking, polya steps
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI INTEGRAL TAK TENTU FUNGSI ALAJABAR SISWA KELAS XII KEPERAWATAN SMK NEGERI 4 PALU Muhaimin; Sukayasa; Sudarman Bennu
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi integral tak tentu fungsi bentuk aljabar siswa kelas XII keperawatan SMK Negeri 4 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi integral tak tentu fungsi bentuk aljabar siswa kelas XII keperawatan SMK Negeri 4 Palu dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, 3) pemeriksaan konjektur, 4) verbalisasi konjektur, dan 5) umpan balik. Kata kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar, Integral tak tentu fungsi aljabar Abstract: The purpose of this research was to describe the application of guided discovery method that can improve student learning outcomes at the indefinite integral of algebraic functions in class XII SMK Negeri 4 Palu. Kind of this research is classroom action research. The design of this research refered to the Kemmis and Mc. Taggart is planning, action, observation, and reflection.This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, field note and test. The results showed that the application of the method of guided discovery can improve student learning outcomes at the material surface area and volume geometry, by following the steps as follows: 1) formulation of the problem, 2) data processing and preparation of conjecture, 3) examination of conjecture, 4) verbalization conjecture, and 5) feedback. Keywords: guided discovery, learning outcomes, the indefinite integral of algebraic functions
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 4 PALU DALAM MEMAHAMI KONSEP PECAHAN BERDASARKAN GENDER YANG BERKEMAMPUAN TINGGI Moh. Rizki Fauzan; Usman H.B; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Palu dalam memahami konsep pecahan berdasarkan gender yang berkemampuan tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling, adapun karakteristik utama yang menjadi pentingnya dalam memilih subjek adalah “siswa yang memiliki kemampuan tinggi”. Selanjutnya dua subjek yang dipilih yaitu siswa laki-laki (LK) dan siswa perempuan (PR) yang memiliki kemampuan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis subjek LK dan subjek PR dalam memamahami konsep pecahan berdasarkan gender yang kemampuan tinggi. Kedua subjek mampu memahami konsep pecahan dan mampu mengomunikasikan ide-ide matematis yang dimiliki kedalam bentuk tulisan maupun lisan. Kata Kunci:Kemampuan komunikasi matematis; Gender; Konsep Pecahan. Abstract : The purpose of this study is to describe the mathematical communication skills of SMP Negeri 4 Palu students in understanding the concept of fractions based on high-ability gender. This type of research is case study research using qualitative approach. Research subjects were chosen based on purposive sampling, while the main characteristics that became important in choosing the subject were "students who have high ability". Furthermore, two selected subjects are male students (LK) and female students (PR) who have high ability. The results of this study indicate that the mathematical communication ability of LK subject and the subject of PR in memamahami fraction concept based on high ability of gender. Both subjects are able to understand the concept of fractions and able to communicate mathematical ideas that belong to the form of writing and oral . Keywords: Ability of mathematical communication; Gender; Fractional Concepts.
ANALISIS JENIS PERTANYAAN GURU BERPENGALAMAN DAN GURU PEMULA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANIAbstrak Pengajuan pertanyaan merupakan salah satu rangsangan instruksional yang dilakukan dalam proses pembelajaran oleh seorang Indah Roofiqo Addini; Sukayasa; Usman H.B
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengajuan pertanyaan merupakan salah satu rangsangan instruksional yang dilakukan dalam proses pembelajaran oleh seorang guru. Pemberian pertanyaan merupakan salah satu hal yang selalu dilakukan oleh seorang guru dalam proses pembelajaran. Guru dapat dibedakan menurut masa kerja sebagai guru berpengalaman dan guru pemula. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang karakteristik jenis-jenis pertanyaan guru berpengalaman dan guru pemula di SMP Negeri Model Terpadu Madani. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Analisis Isi Kualitatif dengan melibatkan dua partisipan yaitu guru pemula dengan masa kerja 2 tahun dan guru berpengalaman dengan masa kerja 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pemula menggunakan jenis pertanyaan “pemikiran”, “peduli”, dan “tertutup” pada level permukaan dan dangkal, sedangkan guru berpengalaman menggunakan jenis pertanyaan “menyelidiki”, “pemikiran”, “tertutup”, “mengelola” dan “berbagi” pada level permukaan, dangkal dan mendalam. Kata kunci : Jenis-jenis pertanyaan, guru berpengalaman, dan guru pemula Abstract Questioning is one of the instructional stimuli conducted in the learning process by a teacher. Giving questions is one thing that is always done by a teacher in the learning process. Teachers can be differentiated by length of service as experienced teachers and novice teachers. This study aims to obtain a description of the characteristics of the types of questions experienced teachers and beginner teachers in Madani Junior High School. This type of research is case study research using qualitative approach. Data collection techniques used in the research are observation and interview. This research was conducted by using Qualitative Content Analysis by involving two participants that is beginner teacher with 2 years working period and experienced teacher with working period of 12 years. The results show that in the learning process conducted by novice teachers using the types of questions "thinking", "care", and "closed" at the surface and superficial levels, while experienced teachers use the types of questions "investigate", "thought", "closed" , "Manage" and "share" at the surface level, shallow and deep. Keywords: Types of questions, experienced teachers, and beginner teachers
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS SEGITIGA DI KELAS VIIC MTS ALKHAIRAAT TONDO Nurul Hidayah; Sukayasa; M. Nur Yadil
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran Van Hiele yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas segitiga di kelas MTs Al-khairaat Tondo. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas empat komponen setiap siklusnya, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Van Hiele yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) fase informasi, (2) fase orientasi terarah, (3) fase penjelasan/uraian, (4) fase orientasi bebas, dan (5) fase integrasi. Kata Kunci: Pembelajaran Van Hiele, hasil belajar, keliling dan luas segitiga Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the application of Van Hiele learning model that can improve student learning outcomes on mobile materials and triangle area in class MTs Al-khairaat Tondo. The design of this study refers to the design of Kemmis and Mc Taggart research which consists of four components each cycle, namely planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that through the application of Van Hiele learning model that can improve student learning outcomes, by following the steps, namely (1) the phase of information, (2) the orientation phase, (3) explanation/description phase, (4) free orientation phase, and (5) integration phase.. Keywords: Van Hiele Learning, learning outcomes, circumference and area of triangle
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPOSISI DUA FUNGSI PADA SISWA KELAS XI IPA SMA GKST IMANUEL PALU Asti Perlin Terampe; Sukayasa; Gandung Sugita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar komposisi dua fungsi pada siswa kelas XI IPA SMA GKST Imanuel Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni; (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar komposisi dua fungsi pada siswa kelas XI IPA SMA GKST Imanuel Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) perumusan masalah, guru memberikan informasi pokok-pokok materi dan memberikan LKS kepada siswa, (2) pemrosesan data, siswa mengamati, menalar, dan menganalisi data berupa masalah yang disajikan dalam LKS, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), siswa menyusun dugaan sementara dari LKS yang dikerjakan, (4) pemeriksaan dugaan sementara, guru memeriksa hasil dugaan sementara siswa dan memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa yang mengalami kesulitan pada saat mengerjakan LKS, (5) verbalisasi dugaan sementara, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas dan (6) umpan balik, guru memberikan soal latihan tambahan kepada siswa. Kata Kunci: Metode Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Komposisi Dua Fungsi Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the application of guided discovery methods that can improve the learning outcomes of the composition of two functions in grade XI students IPA SMA GKST Imanuel Palu. This type of research is a classroom action research (PTK) which refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart, ie; (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The result of the research shows that the application of guided discovery method can improve the learning result of the composition of two functions in the grade XI students of SMA GKST Imanuel Palu through the following stages: (1) problem formulation, the teacher gives the material information and give the LKS to the students, (2) data processing, students observing, reasoning, and analyzing data in the form of problems presented in the worksheet, (3) preparation of temporary suspicion (conjecture), students making temporary estimates of the work LKS, (4) examination of interim suspicion, (5) temporary alleged verbalization, students present their group work in front of the class and (6) feedback, the teacher provides additional training questions to the students. Keywords: Guided Discovery Method; Learning outcomes; Composition Two Functions
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 18 PALU I Wayan Purwa Guna Adnyana; Sudarman Bennu; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII SMP Negeri 18 Palu dalam menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 siswa yang diambil dari 22 siswa kelas VII D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan siswa yaitu kesalahan konseptual dan kesalahan prosedural. Kesalahan konseptual yang dilakukan siswa meliputi (1) memahami soal yang di tunjukkan oleh jawaban siswa dalam menuliskan informasi yang diketahui dan yang ditanyakan tidak lengkap, (2) menyamakan penyebut yang disebabkan karena siswa telah menyamakan penyebut namun tidak mengubah pembilangnya, (3) mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa yang menyebabkan pecahan menjadi tak senilai, dan (4) prinsip karena siswa tidak paham dalam menerapkan prinsip atau aturan operasi pada pecahan. Sedangkan kesalahan prosedural yang dilakukan siswa meliputi: (1) prosedur tidak lengkap karena siswa menyelesaikan soal tidak sesuai dengan prosedur penyelesaian soal cerita, (2) prosedur tidak tepat karena pengerjaan siswa secara sembarang. (3) operasi hitung karena siswa salah dalam menentukan hasil operasi. Kata kunci: Analisis Kesalahan, konseptual, prosedural, soal cerita operasi penjumlahan, pengurangan perkalian dan pembagian pecahan. Abstract : The purpose of this study is describe the types of errors made by grade VII students of SMP Negeri 18 palu in solving story problems fractiont count operation material. This type of research is qualitative research. The subjects of this study were 2 sudents taken from 22 class students VIID. The results of the study show that students mistakes consists of conceptual error and procedural error. Conceptual errors made by students include (1) understand the questions shown by srudents’ answers in writing down known information andthe question is incomplete, (2) equate the denominator caused by students have equated the denominator but it doesn’t change the numerator, (3) turning mixed fractions into ordinary fractions which couses fractions to be worthless, and (4) principle because students do not understand in applying the principle or rules of operation on fractions. While procedural errors made by students include : (1) incomplete procedural becaus students solve problems not in accordance with procedures for solving story problems, (2) the prosedure is not right because of the arbitrary workmanship of students, (3) count operation because students are wrong in determining the results of surgery. Keywords : Error analysis, conceptual, procedural, story about addition operations, reduction, multipication and fraction division.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN SENILAI Sitti Hazrah Badria; Sudarman Bennu; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Materi Perbandingan Senilai di Kelas VII D SMP Negeri 18 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 18 Palu pada materi perbandingan senilai mengalami peningkatan, yaitu hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus I berada pada kategori baik sedangkan pada siklus II hasil observasi aktivitas guru maupun siswa berada pada kategori sangat baik. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal adalah 45,45% sedangkan siklus II persentase ketuntasan klasikal adalah 77,27 %. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan senilai di kelas VII D SMP Negeri 18 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) Orientasi siswa pada masalah, (2) Mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Kata Kunci : Model Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar, Perbandingan Senilai. Abstract: There are several factors that cause low student learning outcomes in the mareial, including that the teacher still has difficulties in understanding the concept of direct proportion to students. This diffculty is caused by a lack of student participation in learning, passive students reraly ask questions or cannot reveal what is being faced by the teacher, students ofter forget the material given before, students can only work on the exact same problem as the example given by the teacher, and learning is still teacher-centered. This research aimed to describe about the aplication of problem based learning can inproved the learning outomes on direct proportion at VII D SMP Negeri 18 Palu. This researct was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc. Tanggart research desaign that were planning, action and observing as well as reflecting. .The research that has been carried out. Shows that student learning outcomes class VII D SMP Negeri 18 Palu in the material direct proportion increaased , the result of observation of teacher and students activity on the first cycle that were in good category and increased on the second cycle that were in very good category. In the first cycle percentage of clssical completeness is 45, 45% the while second cycle percentage of classical completeness is 77,27%. Based on these reselts, it can be concluded that the applicatoin of PBL models can inprove student learning outcomes in comparative mareial worth in grade VII D SMP Negeri 18 palu by following vase : (1). Student orientation to the problem, (2). Organizing students to learn, (3). Guiding individual or group investigasions, (4). Developing and presenting work, and (5). Analyzing and evaluating the probleb solving process. Keywords: Model PBL , learning outcomes, direct proportion
PROFIL PEMECAHAN MASALAH SISTEM OPEN ENDED TENTANG LUAS DAERAH LINGKARAN PADA SISWA SMPN 20 PALU Hariyanto; Sukayasa; Baharuddin Paloloang
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemecahan Masalah Open Ended Tentang Luas Daerah Lingkaran pada Siswa SMPN 20 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemecahan masalah open ended pada siswa yang memiliki: (1) kemampuan tinggi: a) memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat mengidentifikasi hal yang diketahui dengan kalimat pernyataan dan hal ditanyakan dengan kalimat pertanyaan. b) membuat rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa memisalkan lebar paving terlebih dahulu kemudian mencari selesaiannya dengan rumus luas lingkaran dan persegi panjang. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa melaksanakan sesuai yang direncanakan dan menemukan beberapa solusi dari masalah yang diberikan. d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa mengecek langkah perlangkah hasil pekerjaannya dan melakukan perhitungan ulang dari hasil yang diperoleh. (2) kemampuan sedang: a) memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat mengidentifikasi hal yang diketahui dengan kalimat pernyataan dan hal ditanyakan dengan kalimat pertanyaan. b) membuat rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa memisalkan lebar paving terlebih dahulu kemudian mencari selesaiannya dengan rumus luas lingkaran dan persegi panjang. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa dapat menerapkan strategi-strategi pemecahan masalah dengan tepat yang telah direncanakan dan mendapatkan beberapa solusi dari masalah yang diberikan. d) memeriksa kembali jawaban, pada tahap ini siswa mengecek langkah perlangkah hasil pekerjaannya dan melakukan perhitungan ulang dari hasil yang diperoleh. (3) kemampuan rendah, a) memahami masalah, pada tahap ini siswa dapat menyebutkan hal yang diketahui dan ditanyakan namun tidak dapat semua informasi dari masalah yang diberikan. b) membuat rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa tidak mampu menentukan cara atau strategi untuk memecahkan masalah. c) melaksanakan rencana pemecahan masalah, pada tahap ini siswa tidak tepat menggunakan informasi yang diketahui sehingga jawaban yang diperoleh salah. d) memeriksa kembali jawaban , pada tahap ini siswa tidak dapat memeriksa kembali jawaban. Kata kunci: Profil Pemecahan Masalah, Masalah Open Ended, Tahap Pemecahan Masalah Polya Abstract: This study aims to describe the Open Ended Problem Solving Profile of the Area of ​​Circle to Student SMPN 20 Palu. The type of this research is qualitative research with qualitative descriptive approach based on problem-solving steps from Polya. The results show that the open-ended problem-solving profile of students who have: (1) high ability: a) understanding the problem, at this stage the student can identify what is known by the statement sentence and the question is asked with the sentence of the question. b) make a problem-solving plan, at this stage the students are to first paving the width of the paving then look for the completion with the formula of the circle and rectangle. c) implement a problem-solving plan, at this stage the student performs as planned and finds some solutions to the problem. d) re-examine the answers, at this stage the student checks step steps of work and re-calculation of the results obtained. (2) moderate ability: a) understanding the problem, at this stage the student can identify the known thing with the statement sentence and it is asked with the sentence of the question. b) make a problem-solving plan, at this stage the students are to first paving the width of the paving then look for the completion with the formula of the circle and rectangle. c) implement a problem solving plan, at this stage students can apply the exact problem-solving strategies that have been planned and get some solution of the problem given. d) re-examine the answers, at this stage the student checks step steps of work and re-calculation of the results obtained. (3) low ability, a) understanding the problem, at this stage the student can mention what is known and asked but can ‘t all information from the given problem. b) create a problem-solving plan, at this stage students are unable to determine ways or strategies to solve the problem. c) implement a problem-solving plan, at this stage the student is not appropriately using the known information so that the answer obtained is wrong. d) review the answer, at this stage the student can’t re-examine the answer. Keywords: Troubleshooting Profile, Open Ended Problems, Polya Problem-Solving Phase
PROFIL PENALARAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT (FI) DAN FIELD DEPENDENT (FD) Hartina Pertiwi; Sukayasa; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil penalaran siswa FI dan FD dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus. Subjek penelitian ini yaitu dua orang siswa kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu yang terdiri dari satu orang siswa bergaya kognitif FI dan satu orang siswa bergaya kognitif FD. Pemilihan subjek dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan hasil tes gaya kognitif di kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. Tes pengklasifikasian gaya kognitif yang digunakan adalah Group Embedded Figure Test (GEFT) yang dikembangkan oleh Witkin. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen utama dan instrumen pendukung. Instrumen utama yaitu peneliti sendiri, dan instrumen pendukung yaitu tes GEFT dan tes tertulis masalah persamaan garis lurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil penalaran siswa dengan gaya kognitif FI dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus adalah dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diketahui pada masalah yang dihadapi dengan pengetahuan serupa yang pernah dijumpai sebelumnya untuk memperoleh solusi dari masalah yang diberikan, sehingga memperoleh kesimpulan baru, sedangkan profil penalaran siswa dengan gaya kognitif FD dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus adalah dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diketahui pada masalah yang dihadapi dengan pengetahuan serupa yang pernah dijumpai sebelumnya untuk memperoleh solusi dari masalah yang diberikan namun belum lengkap, sehingga belum memperoleh kesimpulan baru. Kata Kunci: Profil, Penalaran, Persamaan Garis Lurus, Gaya Kognitif, FI, FD. Abstract: this research aims to obtain the students reasoning profile in FI and FD in solving problem on straight line equation. The subjects of the research were two eight graders Anggur of SMP Negeri 4 Palu consisting of one student style cognitive FI and one more style cognitive FD. The subject was classified based on the result of cognitive style in eight grade Anggur of the school. Test of the classification used was Group Embedded Figure Test (GEFT) developed by Witkin. Instrument used were two, namely main instrument and supporting instrument. The main instrument was the researcher, while the supporting one is GEFT test and written test about straight line equation matter. The research result reveals that students reasoning profile with cognitive style FI in solving problem of straight line equation is by connecting known informations on the matter with the same knowledge ever found to get solution from the problem given, so it can have a new conclusion, whereas the students reasoning profile with cognitive style FD in solving problem of straight line equation is by connecting known informations on the matter with the same knowledge ever found to get solution from the problem given but still incomplete, so it cannot have a new conclusion. Keywords: Profile, Reasoning, Straight Line Equation, Cognitive Style, FI, FD.
Co-Authors Addini, Indah Roofiqo Adnyana, I Wayan Purwa Guna Agung Wicaksono Akbar, Guntur Moh. Alfisyahra, Alfisyahra Andika Buntu Andini, Desi Putri Anggraini Anggraini Anggraini Angraina, Fitra Anizzar Fazira Arfanuddin, Arfanuddin Asti Perlin Terampe Asyita Asyita Badria, Sitti Hazrah Bago, Kiswanda Baharuddin Baharuddin Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri Bakri Bakri Bakri Bakri M, Bakri M Bakri Mallo Baso Amri Dahniar Dahniar Dasa Ismaimuza Destria Pitaloka Pertiwi Desy Katrinatalin Topile Dewi Puspita Dg. Sute, Hijrah Nur Dwiyanti, Risna Dyantari, Putu Eka Surnyadewi Eka Widhiani, Ni Luh Regita Endrawati, Tri Evie Awuy Evie Awuy Fachry Erick Mohammad, Fachry Erick Fani Isdayanti Fatmawati Fatmawati Fausan Fausan Fausan, Fausan Fauzan, Moh Rizki Fauzan, Moh Rizki Fazira, Anizzar Ferdiawan A. Malidje Gandung Sugita Greskensia, NI Made Vemi Gumanambo, Nening Gumanambo, Nening Guntur Moh. Akbar Hamsiana, Hamsiana Hariyanto Hartina Pertiwi Hasmiati Hasmiati Heri Hermawan Holyness Nurdin Singadimedja I Luh Restini I Made Ariana I Made Saelendra Wiryawan I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana, I Nyoman Murdiana I Putu Nadiat Mika I Wayan Jati Jaya I Wayan Purwa Guna Adnyana I Wayan Sudarsana Ibni Hadjar Ibnu Hadjar Ika Kurniawan Domut Indah Roofiqo Addini Intan Purnama Marzuki Inti Nahdataeni S Jaeng , Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaya, I Wayan Jati Juliartini, Ni Kadek K, Olpi Jenli Kadek Widiastuti Karniman, Tegoeh S. Komang Melin Lantang, Nortje D. J Lantang, Nortje D.J Lario, Yovita Cicilia Linawati Linawati Linawati Lowo, Lilis Kartina Lusiana Lusiana M, Bakri M. Nur Yadil M., Bakri Mardia, Ainal Mariana Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Marinus Barra Tandiayuk Maxinus Djaeng Maxinus Jaeng Maxinus Jaeng Meinarni, Welli Melin, Komang Mika, I Putu Nadiat Moh. Habil S. Saleh Mohammad Rizal, Mohammad Mubarik Mubarik Mubarik Muh Hasbi Muh Nursisto Muh. Aditya Adi Putra Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhaimin Muhaimin Muhaimin Murdiana, I. N. Musdalifa MUSTAMIN IDRIS Muzdalifa, Muzdalifa Nahdataeni S, Inti Nasution, Annio Indah Lestari Nening Gumanambo Neri Sondek Nggau, Margaretta Lisni Alfionita Nubaya, Siti Nufriansyah, Rifki Nur janah, Nur Nurainun Nurainun Nur’aini, Jafar Nurhalisa, Nurhalisa Nurhaliza, Ratih Nurhayadi Nurmala Nurmala Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin Nurul Hidayah Nurul Mutmainnah Hasmun Nur’aini Jafar Nyamping, I Nyoman Pathuddin Pildayani Pildayani, Pildayani Pratiwi, A. Rezky Puspita, Elfa Putra, Muh. Aditya Adi Putri Vasra Handayani Putri Vasra Handayani Putu Dyantari Rahma Rahman, Afdalul Rahmayani, Risti Raiyan Raiyan Raiyan, Raiyan Rajab Rajab Rajab, Rajab Ramadhani Ramadhani Ramadhani Restini, I Luh Rina Rina Riska Riska Riska Riski Rismah Gaib Rita Lefrida Romu, Siti Nur Janah T.H. Safira Seftianingsih Lamalaka Sartika, Mawar Sasmitha Puri Indah Satriana Satriana Sindi Geby Sintia Siti Nurbaya Sitti Hazrah Badria Sondek, Neri Sri Katon Stela Stela, Stela Suci Ramadhani Sudarman Bennu Sudarman Sudarman Sumampouw, Alex Sumarni Sumarni Surnyadewi, Eka Surya Prasamyati Tahumang Suryadi Suryadi Sutji Rochaminah Syahrial Syahrir Tamauni Syamsudin Syamsudin Syamsudin Syamsudin Tahumang, Surya Prasamyati Tamauni, Syahrial Syahrir Taufik, Moh Terampe, Asti Perlin Topile, Desy Katrinatalin Tri Endrawati Usman H.B Usman H.B, Usman H.B Violita Gracia Gracia Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Widiastuti, Kadek Yadil, Muh Nur Zahariati