Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 9 PALU PADA MATERI STATISTIKA Andika Buntu; Ibnu Hadjar; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 9 Palu pada materi statistika. Selain itu pembelajaran yang diterapkan oleh guru lebih menggunakan metode konvensional sehingga pembelajaran cenderung terpusat pada guru. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang memberikan kesempatan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok dan saling tukar informasi dengan kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII A SMP Negeri 9 Palu pada materi statistika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapar meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII A pada materi statistik yaitu dengan langkah-langkah 1) menyajian materi sabagai pengetahuan pengantar sebelum diskusi kelompok 2) membagi kelompok secara heterogen 3) membimbing diskusi kelompok dengan melibatkan setiap anggota kelompok untuk berdiskusi secara aktif 4) mengarahkan proses berbagi informasi melalui kegiatan saling mengunjungi 5) membimbing siswa mencocokkan hasil diskusi dengan hasil kunjungan 6) memfasilitasi presentasi kelompok 7) memberi penghargaan untuk membuat siswa termotivasi untuk terus belajar. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray, Hasil Belajar, Statistika. Abstract:The main problem that started this research was students’s low learning outcome at grade VIII SMP Negeri 9 Palu on statistics material. In addition, the teacher tended to apply conventional learning methods thus the learning activities were centalized towards the teacher. To overcome this problems, researcher applied cooperative learning model of Two Stay Two Stray which gave students chances to worked together in a team held informations exchange with other team. This research aimend to obtain descriptions about the application of cooperative learning model of Two Stay Two Stray that could improve students’ learning outcome at grade VIII A SMP Negeri 9 Palu on statistics material. This research is a classroom action research in accordance to desain by Kemmis and Mc Taggart which consisted of planning, action and obsevation, and reflection. The result of this research is that the application of cooperative learning model of TSTS was indeed improve students’ learning outcome at grade VIII A SMP Negeri 9 Palu wich was being done by 1) giving material insight as preparation for group discussion 2) determining members of each group heterongenely 3) giving assistance the group discussion wich enganged every members within each groups 4) guiding and observing while sharing ther toughts with othe group(s), 5) giving assistance evaluating informations they heve got from the group sharing 6) fasilitating classroom presentation 7) giving rewards to students to make them motivated to keep learning Key Words: Cooperative Learning Model of Tipe Two Stay Two Stray, Learning Outcome, Statistics.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH BANGUN RUANG SISI LENGKUNG SISWA SMP NEGERI 8 PALU DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVER (EXTROVERT) DAN INTROVER (INTROVERT) Fani Isdayanti; Sukayasa; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah bangun ruang sisi lengkung siswa SMP Negeri 8 Palu ditinjau dari tipe kepribadian ekstrover dan introver. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan tahap-tahap pemecahan masalah dari Polya. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa berkepribadian ekstrover, dan satu siswa berkepribadian introver. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pada tahap memahami masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan subjek berkepribadian introver relatif sama yaitu menemukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, hanya saja subjek introver sebelum menceritakan kembali masalah dengan menggunakan kalimatnya sendiri terlebih dulu membayangkan dan membuat ilustrasi dari kondisi dan bentuk bangun ruang sisi lengkung pada masalah yang diberikan. 2) pada tahap membuat rencana pemecahan masalah, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver menentukan keterkaitan informasi yang terdapat pada masalah, menggunakan semua informasi yang didapatkan untuk membuat rencana pemecahan masalah, dan menggunakan konsep geometri dalam membuat rencana pemecahan masalah. 3) tahap melaksanakan rencana pemecahan, subjek berkepribadian ekstrover dan berkepribadian introver melaksanakan rencana sesuai dengan yang dibuat sebelumnya, hanya saja subjek ekstrover kurang teliti dalam langkah pemecahan masalah sehingga mendapatkan penyelesaian yang tidak tepat. 4) tahap memeriksa kembali, subjek berkepribadian ekstrover tidak memeriksa kembali jawaban sehingga tidak mengetahui letak kesalahan pada saat mengerjakan masalah, sedangkan subjek berkepribadian introver memeriksa kembali jawaban dengan melihat setiap langkah-langkah pemecahan masalah dan menguji hasil yang diperoleh. Kata kunci: Profil, Pemecahan Masalah, Bangun Ruang Sisi Lengkung, Tipe Kepribadan, Ekstrover, Introver. Abstract: This study aims to describe the problem solving of the curved side space of SMP Negeri 8 Palu students in terms of extrovert and introvert personality types. This type of research is qualitative descriptive approach based on the stages of problem solving from Polya. The subject in this study consisted of one student with an extrovert personality, and one student with an introvert personality. The result of this study indicate that 1) at the stage of understanding the problem, the subject with extrovert personality is finding information that is known and asked, it’s just that the introvert subject before retelling the problem using its own setence first imagines and illustrates the conditions and shapes of the curved side spaces in the problem given. 2) at the stage of making a problem solving plan, the subject of extrovert personality and introvert personality determines the relevance of information contained in the problem, uses all the information obtained to plan problem solving, and uses geometric concepts in making problem plans. 3) at the stage of implementing the solution plan, the subject of extrovert personality and introvert personalty carried out the plan in accordance with what was made before, except that the extrovert subject was not thorough in the problem solving steps so that the solution was not right. 4) at the stage of checking again, the subject with extrovert personality did not re-examine the answers so he did not know the location of the error while working on the problem, while the introvert personality re-examined the answers by looking at each step of solving problems and testing the result obtained. Keywords: Profile of Problem Solving, Curved Side, Personality Type, Extrovert, Introvert.
ANALISIS KESALAHAN KONEKSI MATEMATIS SISWA PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR DI KELAS XI IPA 2 MAN 1 PALU Ferdiawan A. Malidje; Gandung Sugita; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan koneksi matematis siswa kelas XI IPA 2 MAN 1 kota Palu dalam menyelesaikan soal pada materi limit fungsi aljabar. Bentk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih menggunakan cara sampel bertujuan (purposive sampling), dipilih 3 subjek penelitian yang masing-masing mewakili kategori yaitu 1 subjek yang memiliki kemampuan tinggi (KT), 1 subjek yang memiliki kemampuan sedang (KS) dan 1 subjek yang memiliki kemampuan rendah (KR). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1). Tes tertulis yang diberikan kepada masing-masing subjek penelitian, 2). Wawancara yang dilakukan kepada masing-masing subjek penelitian. Pemeriksaan kredibilitas data menggunakan triangulasi waktu. Metode penelitian menggunakan analisis data kualitatif menurut Huberman dan Miles dengan langkah-langkah yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan fakta dan konsep dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). 2). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan konsep dan konsep dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). 3). Kesalahan koneksi matematis untuk kategori kesalahan mengaitkan konsep dan prinsip dalam menyelesaikan soal limit fungsi aljabar dilakukan oleh subjek berkemampuan tinggi (KT), subjek berkemampuan sedang (KS) dan subjek berkemampuan rendah (KR). Kata kunci: Kesalahan, koneksi matematis, limit fungsi aljabar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIFTIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FUNGSI KOMPOSISI PADA SISWA KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 5 PALU Mariana; Sukayasa; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada soal fungsi komposisi yang disebabkan karena siswa keliru dalam mengkomposisikan dua fungsi serta siswa kesulitan dalam menentukan fungsi pembentuk suatu fungsi komposisi dan juga siswa bersikap pasif dalam pembelajaran serta terkesan tidak saling mempedulikan dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA I SMA Negeri 5 Palu pada materi fungsi komposisi. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan pada tes akhir siklus I menunjukkan bahwa ada 14 siswa yang tuntas dari 24 siswa yang mengikuti tes yang memperoleh nilai ketuntasan 58,33%. Sedangkan pada siklus II menunjukkan bahwa 22 siswa yang tuntas dari 26 siswa dengan nilai ketuntasan 84,62%. Kesimpulan bahwapembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi komposisi di kelas X MIA1 SMAN 5 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, 2) fase penyajian informasi, 3) fase penomoran, 4) fase pengajuan pertanyaan, 5) fase berpikir bersama, 6) fase pemberian jawaban, 7) fase pemberian penghargaan. Abstract: The main problem in this study is the low student learning outcomes on the matter of compotision function caused bacause students are mistaken in composing the two functions and students difficulty in determining the function of forming a function of the composition and also the students are passive in learning and seem not to care for each other in the learning process. The purpose of this study is to obtain a description of the application of cooperative learning model type numbered heads together to improve student learning outcomes class X MIA 1 SMAN 5 Palu on the material composition function. The type of research is classroom action research. The research design refers to the Kemmis and Mc Taggart models. They are planning, action execution, observation and reflection. The study was conducted in two cycles. The study was conducted in two cycles. The results showed that in the final test of cycle one showed that there were 14 students who graduated from 24 students who took the test that got the score 58,33%. While in cycle two shows that 22 students who graduated from 26 students with 84,62% complete score. The conclusion that cooperative learning of type Numbered Heads Together can improve students learning outcomes in the material of composition function in class X MIA 1 SMAN 5 Palu by following the phases: 1) the phaseof delivery of goals and motivating students, 2) the presentation phase of information, 3) numbering phase, 4) questioning phase, 5) mutual thingking phase, 6) response phase, 7) awarding phase. Keywords : Cooperative Learning Numbered Heads Together; Learning Outcomes; Composition Functions.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMECAHAN MASALAH KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII GATOT SUBROTO SMPN 4 PALU Nurul Mutmainnah Hasmun; Baharuddin Paloloang; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di Kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 53,84% dan pada siklus II mencapai 76,92%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 26 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 34 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 29 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 34 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di Kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI 10 PALU Sasmitha Puri Indah; Sukayasa; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada materi persamaan linear satu variabel untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri 10 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIE SMP Negeri 10 Palu yang berjumlah 18 orang yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, wawancara, catatan lapangan, serta data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS hasil belajar siswa pada materi persamaan linear satu variabel meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yaitu: (1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada materi persamaan linear satu variabel dan memotivasi siswa agar lebih semangat belajar, (2) menyajikan informasi kepada siswa tentang model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, (3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari 4-5 orang, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar dan mengontrol siswa mengerjakan LKPD, (5) evaluasi siswa dengan mengarahkan siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok dan membuat kesimpulan pelajaran, (6) memberikan penghargaan terhadap kelompok. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 52,94% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus II mengalami peningkatannya itu sebesar 81,25%.
CRITICAL THINKING CHARACTERISTICS OF SMPN 14 PALU STUDENTS IN SOLVING GEOMETRY PROBLEMS BASED ON GENDER Kadek Widiastuti; Sukayasa Sukayasa; Dasa Ismaimuza
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 9 No. 1 (2024): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v9i1.2118

Abstract

The aim of this research is to describe the critical thinking characteristics of male and female students in solving geometric problems. The type of research used in this research is qualitative research, because this research aims to describe and analyze phenomena or events individually or in groups. The approach used is a qualitative descriptive approach, because the results of this research are in the form of descriptions, namely descriptions in the form of words or sentences regarding the characteristics of students' critical thinking in solving geometry problems based on gender. Improving critical thinking skills in mathematics learning is very necessary because critical thinking and mathematics are an inseparable unit. The results of this research show that the critical thinking characteristics of subjects in solving geometric problems are: (a) in the clarification category, MA and FN subjects can formulate problems and appropriate information to solve problems precisely and clearly (b) in the assessment category (assessment) MA and FN subjects tried to collect relevant information, but MA identified the problem incorrectly (c) In the inference category, MA and FN subjects made wrong conclusions. (d) In the strategies category, MA subjects do not propose other alternatives, while FN subjects propose other strategies or alternatives when solving problems.
PROFILE OF STUDENTS' METACOGNITIVE SKILLS IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS OF SMPN 3 PALU IN VIEW OF MATHEMATICAL ABILITY I Luh Restini; Pathuddin Pathuddin; Bakri Bakri; Sukayasa Sukayasa
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 8 No. 2 (2023): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v8i2.1970

Abstract

Understanding students' metacognitive skills in solving math problems concerning their mathematical abilities is crucial foridentifying the cognitive processes involved in problem-solving. This study investigates the metacognitive skills of SMPN 3 Palu students with varying mathematical abilities in problem-solving. It focuses on students in class VIIJ during the 2022/2023 academic year, individually analyzing one high-ability and one low-ability student. The research, descriptive in nature, employs qualitative methods using written assignments and interviews for data collection. This study's analysis involved condensing data, presenting findings, and drawing conclusions. The findings reveal distinct approaches between high and low mathematical ability subjects. High-ability students consistently apply all three metacognitive skills (planning, monitoring, and assessment) across each problem-solving stage. Conversely, low-ability students demonstrate a limited use of metacognitive skills. While they employ planning at each stage, during implementation and result review, they primarily engage in planning and monitoring, neglecting assessment. Ultimately, it underscores the critical role of metacognitive skills in mathematical problem-solving, highlighting differences in their application between students of varying mathematical abilities.
SPLDV QUESTION SOLUTION PROFILE OF MTs ALKHAIRAT TOMINI STUDENTS BASED ON STUDENT LEARNING STYLE Raiyan Raiyan; Sukayasa Sukayasa; Anggraini Anggraini; I Nyoman Murdiana
JME (Journal of Mathematics Education) Vol. 8 No. 2 (2023): JME
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v8i2.1969

Abstract

This research aims to obtain a description of the problem-solving profile of two-variable linear equation systems of MTs Al-Khairat Tomini students based on the student's learning styles. This type of research is qualitative. The subjects of this research were three students in class VIII B MTs Al-Khairat tomini, each consisting of one student with visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Data on student problem-solving was obtained from written tests and interviews. Thisresearch shows that the subject (IN) carries out the problem-solving plan by the solution plan questions, and the subject did not recheck the problem-solving because he did not understand how to do it. The subject (MA) carries out the problem-solving plan by the problem solving plan, and the subject can check and solve questions by checking the written answers again.
Analisis Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS Materi Bangun Ruang Siswa SMP ditinjau dari Level Berpikir Van Hiele Moh. Habil S. Saleh; Sukayasa; Mubarik; Pathuddin
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jnpm.v9i1.10478

Abstract

This study aims to describe students' creative thinking abilities in solving HOTS geometry problems as viewed from Van Hiele's thinking levels. This study uses a qualitative descriptive approach with a method of analyzing the creative thinking process based on Van Hiele's thinking levels, which include: level 0 (visualization), level 1 (analysis), level 2 (informal deduction), level 3 (deduction), and level 4 (rigor). The research subjects consisted of three students: one at level 0, one at level 1, and one at level 2. The research subjects were selected based on the results of the VHGT test. Data collection techniques were conducted through the VHGT test, HOTS questions, and unstructured interviews, then analyzed using data condensation, data presentation, and conclusion/verification. The results of the study indicate that students' creative thinking levels are related to Van Hiele's thinking levels. The higher the Van Hiele thinking level of the students, the more complex and creative the problem-solving strategies used.  
Co-Authors Addini, Indah Roofiqo Adnyana, I Wayan Purwa Guna Agung Wicaksono Akbar, Guntur Moh. Alfisyahra, Alfisyahra Andika Buntu Andini, Desi Putri Anggraini Anggraini Anggraini Angraina, Fitra Anizzar Fazira Arfanuddin, Arfanuddin Asti Perlin Terampe Asyita Asyita Badria, Sitti Hazrah Bago, Kiswanda Baharuddin Baharuddin Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri Bakri Bakri Bakri Bakri M, Bakri M Bakri Mallo Baso Amri Dahniar Dahniar Dasa Ismaimuza Destria Pitaloka Pertiwi Desy Katrinatalin Topile Dewi Puspita Dg. Sute, Hijrah Nur Dwiyanti, Risna Dyantari, Putu Eka Surnyadewi Eka Widhiani, Ni Luh Regita Endrawati, Tri Evie Awuy Evie Awuy Fachry Erick Mohammad, Fachry Erick Fani Isdayanti Fatmawati Fatmawati Fausan Fausan Fausan, Fausan Fauzan, Moh Rizki Fauzan, Moh Rizki Fazira, Anizzar Ferdiawan A. Malidje Gandung Sugita Greskensia, NI Made Vemi Gumanambo, Nening Gumanambo, Nening Guntur Moh. Akbar Hamsiana, Hamsiana Hariyanto Hartina Pertiwi Hasmiati Hasmiati Heri Hermawan Holyness Nurdin Singadimedja I Luh Restini I Made Ariana I Made Saelendra Wiryawan I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana, I Nyoman Murdiana I Putu Nadiat Mika I Wayan Jati Jaya I Wayan Purwa Guna Adnyana I Wayan Sudarsana Ibni Hadjar Ibnu Hadjar Ika Kurniawan Domut Indah Roofiqo Addini Intan Purnama Marzuki Inti Nahdataeni S Jaeng , Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaya, I Wayan Jati Juliartini, Ni Kadek K, Olpi Jenli Kadek Widiastuti Karniman, Tegoeh S. Komang Melin Lantang, Nortje D. J Lantang, Nortje D.J Lario, Yovita Cicilia Linawati Linawati Linawati Lowo, Lilis Kartina Lusiana Lusiana M, Bakri M. Nur Yadil M., Bakri Mardia, Ainal Mariana Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Marinus Barra Tandiayuk Maxinus Djaeng Maxinus Jaeng Maxinus Jaeng Meinarni, Welli Melin, Komang Mika, I Putu Nadiat Moh. Habil S. Saleh Mohammad Rizal, Mohammad Mubarik Mubarik Mubarik Muh Hasbi Muh Nursisto Muh. Aditya Adi Putra Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhaimin Muhaimin Muhaimin Murdiana, I. N. Musdalifa MUSTAMIN IDRIS Muzdalifa, Muzdalifa Nahdataeni S, Inti Nasution, Annio Indah Lestari Nening Gumanambo Neri Sondek Nggau, Margaretta Lisni Alfionita Nubaya, Siti Nufriansyah, Rifki Nur janah, Nur Nurainun Nurainun Nur’aini, Jafar Nurhalisa, Nurhalisa Nurhaliza, Ratih Nurhayadi Nurmala Nurmala Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin Nurul Hidayah Nurul Mutmainnah Hasmun Nur’aini Jafar Nyamping, I Nyoman Pathuddin Pildayani Pildayani, Pildayani Pratiwi, A. Rezky Puspita, Elfa Putra, Muh. Aditya Adi Putri Vasra Handayani Putri Vasra Handayani Putu Dyantari Rahma Rahman, Afdalul Rahmayani, Risti Raiyan Raiyan Raiyan, Raiyan Rajab Rajab Rajab, Rajab Ramadhani Ramadhani Ramadhani Restini, I Luh Rina Rina Riska Riska Riska Riski Rismah Gaib Rita Lefrida Romu, Siti Nur Janah T.H. Safira Seftianingsih Lamalaka Sartika, Mawar Sasmitha Puri Indah Satriana Satriana Sindi Geby Sintia Siti Nurbaya Sitti Hazrah Badria Sondek, Neri Sri Katon Stela Stela, Stela Suci Ramadhani Sudarman Bennu Sudarman Sudarman Sumampouw, Alex Sumarni Sumarni Surnyadewi, Eka Surya Prasamyati Tahumang Suryadi Suryadi Sutji Rochaminah Syahrial Syahrir Tamauni Syamsudin Syamsudin Syamsudin Syamsudin Tahumang, Surya Prasamyati Tamauni, Syahrial Syahrir Taufik, Moh Terampe, Asti Perlin Topile, Desy Katrinatalin Tri Endrawati Usman H.B Usman H.B, Usman H.B Violita Gracia Gracia Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Widiastuti, Kadek Yadil, Muh Nur Zahariati