Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Desain Modul Ajar Berdiferensiasi Bagi Guru-Guru SD Inpres 1 Tondo I Nyoman Murdiana; Sukayasa Sukayasa; Muh Habi; Pathuddin Pathuddin; Fajriani Fajriani; Akhyar H.M. Tawil
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): February 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Differentiated learning is one of the learning approaches in the implementation of the Independent Curriculum (IKM). Discussions with the principal of SD Inpres 1 Tondo during the guidance of the 8th Batch of Teaching Campus Students (August-December 2024) revealed that most elementary school teachers in the Tondo sub-district were unable to develop differentiated teaching modules. This community service activity was held on September 1, 2025, at SD Inpres 1 Tondo. The training participants consisted of teachers from SD Inpres 1 Tondo, SD Inpres 2 Tondo, SD LIK Layana, and SD Alkhairat Tondo, with a total of 30 participants. This community service activity aimed to provide understanding and practical knowledge to the participants so they could design differentiated teaching modules. The training methods used were presentations, discussions, and mentoring. Data was collected by giving individual assignments to create differentiated teaching modules for a topic to be taught. The collected data was analyzed using percentage analysis. Observations and Q&A sessions during the training indicated that participants were highly enthusiastic about participating, and all participants understood how to develop differentiated teaching modules. Data analysis revealed that the average participant's ability to develop differentiated teaching modules was very good, with a score of 86.67.
Flow of Mental Activity in Developing Dominant Representations for Solving Convergent Sequence Problems: Supporting Quality Education (SDG 4) Nursupiamin Nursupiamin; Sukayasa Sukayasa; Muh. Rizal; Muhammad Ikram
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.2.2.161

Abstract

Objective: To investigate the flow of mental activities involved in developing dominant representations when solving convergent sequence problems and to understand how students transform dominant representations into alternative forms to support mathematical understanding. Method: Employing a qualitative case study approach involving 12 Mathematics Education students from the Faculty of Education and Teacher Training, Datokarama State Islamic University, Palu, who had completed real analysis courses and understood the concept of convergent sequences. Data were collected through validated tests and semi-structured interviews. The research procedure followed the stages proposed by Fraenkel et al., including phenomenon identification, participant selection, data collection, analysis, and interpretation. Results: The findings revealed that the flow of mental activities in developing dominant representations consists of five stages: understanding the problem, identifying dominant representations, converting dominant representations into alternative representations, evaluating and revising solutions, and reflecting on the effectiveness of the chosen representations. Students with verbal, visual, and symbolic dominant representations demonstrated different approaches in solving convergent sequence problems but followed a similar cognitive flow when transforming representations. Novelty: A systematic flow of mental activities for developing dominant representations in mathematical problem-solving. The findings contribute to mathematics education literature by explaining how representation transformation supports conceptual understanding of convergent sequences and promotes more effective learning practices aligned with the goals of quality education (SDG 4).
Flow of Mental Activity in Developing Dominant Representations for Solving Convergent Sequence Problems: Supporting Quality Education (SDG 4) Nursupiamin Nursupiamin; Sukayasa Sukayasa; Muh. Rizal; Muhammad Ikram
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.2.2.161

Abstract

Objective: To investigate the flow of mental activities involved in developing dominant representations when solving convergent sequence problems and to understand how students transform dominant representations into alternative forms to support mathematical understanding. Method: Employing a qualitative case study approach involving 12 Mathematics Education students from the Faculty of Education and Teacher Training, Datokarama State Islamic University, Palu, who had completed real analysis courses and understood the concept of convergent sequences. Data were collected through validated tests and semi-structured interviews. The research procedure followed the stages proposed by Fraenkel et al., including phenomenon identification, participant selection, data collection, analysis, and interpretation. Results: The findings revealed that the flow of mental activities in developing dominant representations consists of five stages: understanding the problem, identifying dominant representations, converting dominant representations into alternative representations, evaluating and revising solutions, and reflecting on the effectiveness of the chosen representations. Students with verbal, visual, and symbolic dominant representations demonstrated different approaches in solving convergent sequence problems but followed a similar cognitive flow when transforming representations. Novelty: A systematic flow of mental activities for developing dominant representations in mathematical problem-solving. The findings contribute to mathematics education literature by explaining how representation transformation supports conceptual understanding of convergent sequences and promotes more effective learning practices aligned with the goals of quality education (SDG 4).
Implementasi Pendekatan Teaching at Right Level untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Palu Rahma; Sukayasa; Nortje D.J Lantang
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v6i2.68905

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 15 Palu, di mana hanya 33,33% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 dengan rata-rata nilai 53. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran konvensional yang belum memperhatikan perbedaan kemampuan individu, sehingga siswa berkemampuan rendah tertinggal dan yang berkemampuan tinggi kehilangan tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yang menyesuaikan pembelajaran berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang meliputi empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII E. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus: persentase ketuntasan belajar meningkat dari 33,33% (pre-test) menjadi 66,67% pada siklus I, dan mencapai 88,89% pada siklus II, dengan rata-rata nilai akhir 87. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan TaRL efektif dalam mengatasi perbedaan tingkat pemahaman siswa, meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, serta hasil belajar matematika secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan pendekatan TaRL dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran adaptif yang mendukung prinsip Kurikulum Merdeka.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA PADA PENYELESAIAN SOAL CERITA ALJABAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Rick Clove; Sukayasa Sukayasa; Pathuddin Pathuddin; Bakri Bakri
AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : State Islamic University of North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/axiom.v12i2.15971

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi tentang kemampuan literasi matematika siswa melalui penyelesaian soal cerita aljabar di kelas VII ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Desain penelitian terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa kelas VIII dengan gaya belajar yang berbeda yaitu siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa subjek dengan gaya belajar visual (GV) dapat menyelesaikan enam dari tujuh indikator literasi matematika, yaitu tahap: komunikasi; matematis; representasi; merancang strategi pemecahan masalah; pengunaan simbol, bahasa formal, dan teknis serta penggunaan operasi; dan pengunaan alat matematika. Subjek dengan gaya belajar auditori (GA) dapat menyelesaikan ketujuh indikator literasi matematika, yaitu tahap: komunikasi; matematis; representasi; penalaran dan argumen; merancang strategi pemecahan masalah; pengunaan simbol, bahasa formal, dan teknis serta penggunaan operasi; dan pengunaan alat matematika. Subjek dengan gaya belajar kinestetik (GK) dapat menyelesaikan enam dari tujuh indikator literasi matematika, yaitu tahap: komunikasi; matematis; representasi; merancang strategi pemecahan masalah; pengunaan simbol, bahasa formal, dan teknis serta penggunaan operasi;s dan pengunaan alat matematika. Melalui artikel penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi penelitian selanjutnya dalam meneliti kemampuan literasi matematika siswa. AbstractThe objective of this research is to describe the mathematical literacy abilities of class VII students by solving algebra story problems, with a focus on learning styles. The research methodology employed is qualitative research, which includes planning, implementation, and completion stages. The research subjects were three class VIII students with different learning styles: visual, auditory, and kinesthetic. Data was collected through written tests and interviews. The results of this research indicate that students with a visual learning style (GV) can complete six of the seven indicators of mathematical literacy, including communication, mathematical representation, designing problem-solving strategies, use of symbols, formal and technical language, and use of operations and mathematical tools. Students with an auditory learning style (GA) can complete all seven indicators of mathematical literacy, including communication, mathematical representation, reasoning and argument, designing problem-solving strategies, use of symbols, formal and technical language, and use of operations and mathematical tools. Students with a kinesthetic learning style (GK) can complete six of the seven indicators of mathematical literacy, including communication, mathematical representation, designing problem-solving strategies, use of symbols, formal and technical language, use of operations, and use of mathematical tools. This research article is expected to provide recommendations for further research on students' mathematical literacy abilities.
Cerdas Tapi Cemas: Studi Faktor Penyebab Math Anxiety pada Siswa Perempuan Berkemampuan Tinggi Putri Dwi Yanti Oktavia; Mubarik Mubarik; Sukayasa Sukayasa; Bakri M
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 13 No. 3 (2026): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jepmt.v13i3.4789

Abstract

Kecemasan matematika sering didefinisikan sebagai perasaan cemas yang dialami seseorang saat berinteraksi dengan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kecemasan matematika pada siswi dengan mengacu pada empat indikator, yaitu somatik, kognitif, afektif, dan pengetahuan matematika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kecemasan matematika dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada teknik analisis data dari Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan matematika pada siswi disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor eksternal meliputi pengalaman negatif dalam belajar matematika dan tekanan sosial dari lingkungan sekitar. Sementara itu, faktor internal melibatkan persepsi terhadap matematika, kurangnya rasa percaya diri, rasa takut melakukan kesalahan, dan ketakutan akan penilaian orang lain. Oleh karena itu, perlu diterapkan strategi pembelajaran yang dapat mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam belajar matematika.
Analisis Penyelesaian Soal HOTS Bangun Datar Ditinjau Dari Adversity Quotient Annisa Aulia; Sukayasa Sukayasa; Bakri M; Mubarik Mubarik
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 13 No. 3 (2026): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jepmt.v13i3.4790

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap tiga subjek yang dipilih berdasarkan tipe Adversity Quotient (AQ) mereka, dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis serta wawancara semiterstruktur yang dianalisis melalui tahap kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek tipe climber memiliki pemahaman masalah yang baik, mampu berpikir logis, bekerja secara mandiri, serta teliti dalam perhitungan maupun pengecekan ulang, bahkan aktif mencari strategi alternatif saat menghadapi kendala. Sementara itu, subjek tipe camper memahami masalah namun kurang konsisten dalam mencatat dan merencanakan strategi, serta cenderung mencari bantuan pihak lain ketika kesulitan karena kurangnya rasa percaya diri dan kemandirian meskipun memiliki potensi berpikir tingkat tinggi. Di sisi lain, subjek tipe quitter tidak mencatat informasi penting, tidak memiliki strategi pemecahan masalah, dan sangat mudah menyerah sehingga memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam memahami persoalan serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 6 PALU PADA MATERI KUBUS DAN BALOK I Gede Adi Saksena; Fajriani Fajriani; Nurhayadi Nurhayadi; Sukayasa Sukayasa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/r0sfw839

Abstract

Kemampuan untuk mengaitkan berbagai konsep dalam matematika sangat berperan dalam membantu proses penyelesaian masalah, khususnya pada soal materi kubus dan balok yang menuntut siswa untuk mampu memvisualisasikan model dari bangun ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Palu dalam mengaitkan konsep-konsep matematika dalam materi kubus dan balok. Penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Tiga subjek dipilih berdasarkan kategori kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan wawancara, kemudian dilakukan validasi data melalui teknik member check. Proses analisis data melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi hampir seluruh indikator koneksi matematis, meliputi kemampuan mengidentifikasi informasi, mengaitkan konsep secara logis, mengintegrasikan representasi, serta menyusun model matematika, meskipun masih terdapat kesalahan pada konversi satuan. Siswa berkemampuan sedang memenuhi sebagian indikator, namun masih kurang teliti dalam prosedur perhitungan dan pemilihan informasi penting. Adapun siswa berkemampuan rendah belum mampu menghubungkan konsep secara memadai, mengalami kesalahan dalam penggunaan rumus, serta belum dapat membangun model matematika secara tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematis yang dimiliki siswa dipengaruhi oleh ketelitian prosedural, penguasaan konsep dasar, dan kemampuan visualisasi bangun ruang.
Co-Authors Addini, Indah Roofiqo Adnyana, I Wayan Purwa Guna Agung Wicaksono Ahmadi Ahmadi Akbar, Guntur Moh. Akhyar H.M. Tawil Alfisyahra Andika Buntu Andini, Desi Putri Anggraini Anggraini Anggraini Anizzar Fazira Annisa Aulia Arfanuddin, Arfanuddin Asti Perlin Terampe Asyita Asyita Badria, Sitti Hazrah Bago, Kiswanda Baharuddin Baharuddin Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri Bakri Bakri Bakri Bakri M Bakri M, Bakri M Bakri Mallo Baso Amri Dahniar Dahniar Dasa Ismaimuza Destria Pitaloka Pertiwi Desy Katrinatalin Topile Dewi Puspita Dg. Sute, Hijrah Nur Dwiyanti, Risna Dyantari, Putu Eka Surnyadewi Eka Widhiani, Ni Luh Regita Endrawati, Tri Evie Awuy Evie Awuy Fachry Erick Mohammad, Fachry Erick Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fajriani Fani Isdayanti Fatmawati Fatmawati Fausan Fausan Fausan, Fausan Fauzan, Moh Rizki Fauzan, Moh Rizki Fazira, Anizzar Ferdiawan A. Malidje Fitra Angraina Gandung Sugita Greskensia, NI Made Vemi Gumanambo, Nening Gumanambo, Nening Guntur Moh. Akbar Hamsiana, Hamsiana Hariyanto Hartina Pertiwi Hasmiati Hasmiati Heri Hermawan Holyness Nurdin Singadimedja I Gede Adi Saksena I Luh Restini I Made Ariana I Made Saelendra Wiryawan I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana, I Nyoman Murdiana I Putu Nadiat Mika I Wayan Jati Jaya I Wayan Purwa Guna Adnyana Ibni Hadjar Ibnu Hadjar Ika Kurniawan Domut Indah Roofiqo Addini Intan Purnama Marzuki Inti Nahdataeni S Jaeng , Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaeng, Maxinus Jaya, I Wayan Jati Juliartini, Ni Kadek K, Olpi Jenli Kadek Widiastuti Karniman, Tegoeh S. Komang Melin Lantang, Nortje D. J Lantang, Nortje D.J Lario, Yovita Cicilia Linawati Linawati Linawati Lowo, Lilis Kartina Lusiana Lusiana M, Bakri M. Nur Yadil M., Bakri Mardia, Ainal Mariana Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Marinus Barra Tandiayuk Maxinus Djaeng Maxinus Jaeng Maxinus Jaeng Meinarni, Welli Melin, Komang Mika, I Putu Nadiat Moh. Habil S. Saleh Mohammad Rizal, Mohammad Mubarik Mubarik Mubarik Muh Habi Muh Hasbi Muh Nursisto Muh. Aditya Adi Putra Muh. Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhaimin Muhaimin Muhaimin Muhammad Ikram Murdiana, I. N. Musdalifa MUSTAMIN IDRIS Muzdalifa, Muzdalifa Nahdataeni S, Inti Nasution, Annio Indah Lestari Nening Gumanambo Neri Sondek Nggau, Margaretta Lisni Alfionita Nortje D.J Lantang Nubaya, Siti Nufriansyah, Rifki Nur janah, Nur Nurainun Nurainun Nur’aini, Jafar Nurhalisa, Nurhalisa Nurhayadi Nurhayadi Nurhayadi Nurmala Nurmala Nursupiamin Nursupiamin, Nursupiamin Nurul Hidayah Nurul Mutmainnah Hasmun Nur’aini Jafar Nyamping, I Nyoman Pathuddin Pildayani Pildayani, Pildayani Pratiwi, A. Rezky Puspita, Elfa Putra, Muh. Aditya Adi Putri Dwi Yanti Oktavia Putri Vasra Handayani Putri Vasra Handayani Putu Dyantari Rahma Rahman, Afdalul Rahmayani, Risti Raiyan Raiyan Raiyan, Raiyan Rajab Rajab Rajab, Rajab Ramadhani Ramadhani Ramadhani Restini, I Luh Rick Clove Rina Rina Riska Riska Riska Riski Rismah Gaib Rita Lefrida Rizal Romu, Siti Nur Janah T.H. Safira Seftianingsih Lamalaka Sartika, Mawar Sasmitha Puri Indah Satriana Satriana Sindi Geby Sintia Siti Nurbaya Sitti Hazrah Badria Sondek, Neri Sri Katon Stela Stela, Stela Suci Ramadhani Sudarman Bennu Sudarman Sudarman Sumampouw, Alex Sumarni Sumarni Surnyadewi, Eka Surya Prasamyati Tahumang Suryadi Suryadi Sutji Rochaminah Syahrial Syahrir Tamauni Syamsudin Syamsudin Syamsudin Syamsudin Tahumang, Surya Prasamyati Tamauni, Syahrial Syahrir Taufik, Moh Terampe, Asti Perlin Topile, Desy Katrinatalin Tri Endrawati Usman H.B Usman H.B, Usman H.B Violita Gracia Gracia Welli Meinarni Welli Meinarni Welli Meinarni Widiastuti, Kadek Widya Astuti Yadil, Muh Nur