Articles
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) BERBANTUAN MEDIA QUESTIONS BOX TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD
I Kd. Suartama, Ni Kd. Ayu Mertini, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.749
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan media questions box dan kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus VI Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus VI Kecamatan Sawan. Sampel diambil dengan cara teknik random class sampling dan diperoleh siswa kelas V SD Negeri 4 Sangsit sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 8 Sangsit sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika dengan menggunakan tes objektif tipe pilihan ganda dan selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan media questions box dan kelompok siswa yang mengikuti strategi pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika dengan thitung=10,08>ttabel=1,684. Berdasarkan temuan itu, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange berbantuan media questions box berpengaruh terhadap hasil belajar matematika, dan strategi pembelajaran Rotating Trio Exchange lebih baik dibandingkan dengan strategi pembelajaran konvensional. Kata kunci: RTE, questions box, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU CONNECTED TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS IV SD N 28 DANGIN PURI
I Kd. Suartama, Ni Kd. Partini, Tjok Rai Partadjaja,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.775
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran terpadu connected dengan hasil belajar PKn siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD N 28 Dangin Puri Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh 33 siswa anggota kelompok eksperimen dan 32 siswa anggota kelompok kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes dalam bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran terpadu connected dengan hasil belajar PKn siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisisnya menunjukkan thitung 4,01 dan ttabel 2,00 untuk derajat bebas 63 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, karena thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kata-kata kunci: Model Pembelajaran Terpadu, Connected, Hasil Belajar PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD DI GUGUS VI KECAMATAN SAWAN
Kd. Suartama, Wyn. Adi Wardana, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.818
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran CLIS dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian berjumlah 206 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 83 siswa. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA diperoleh melalui tes tertulis. Data yang diperoleh kemudian dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan (uji-t). Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, sebagian besar skor hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cendrung rendah (M>Md>Mo atau 15,19 > 14,2 > 13,17). Kedua, sebagian besar skor hasil belajar IPA pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) cendrung tinggi. Ketiga, terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit=5,38; ttab=2,000 sehingga thit > ttab). Kata kunci: CLIS, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS II KECAMATAN SIDEMEN
I Kd. Suartama, I Gst. A.A.Lili A. D, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1332
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa di SD Gugus II Kecamatan Sidemen tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 219 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 48 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPA. Bentuk tes prestasi belajar IPA yang digunakan adalah uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 5,896 > ttabel 2,00 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yaitu 19,10 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 16,89 yang berada pada kategori sedang maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan prestasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: Kooperatif MURDER, Prestasi Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD GUGUS V BANJAR
I Kd. Suartama, Wiwin Sugiyastini, Dw. Nym. Sudana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1362
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelompok eksperimen yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelompok kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA di kelas V semester II SD Gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 158 siswa. Pengambilan sampel penelitian berdasarkan teknik random sampling dengan jumlah sampel 42 siswa. Data yang dikumpulkan adalah kemampuan berpikir kreatif IPA. Bentuk tes kemampuan berpikir kreatif IPA yang digunakan adalah esai. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek cenderung tinggi dengan Mo>Md>M (27,5>25,75>25,14) dan dengan mean = 25,14 termasuk dalam kategori tinggi, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan Mo). Dengan demikian, model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA kelas V semester II SD Gugus V Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: pembelajaran proyek, berpikir kreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA KIT TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA
I Kdk. Suartama, Irfan Maulana L, I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1388
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar dalam pembelajaran IPA siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran pengajaran konvensional (ceramah), 2) deskripsi hasil belajar dalam pembelajaran IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT, 3) perbedaan yang signifikan pada hasil belajar dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran konvensional (ceramah) pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD Inti Kecamatan Jembrana. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Inti Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Dangintukadaya sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Sangkaragung sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dikumpulkan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor hasil belajar dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengajaran konvensional (ceramah) cenderung rendah, dengan mean 28,34, 2) skor hasil belajar dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT cenderung tinggi, dengan mean 41,63, 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran konvensional (ceramah), dengan thitung > ttabel (thitung = 8,25 > ttabel = 1,997). Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT berpengaruh terhadap hasil belajar dalam pembelajaran IPA. Kata kunci: inkuiri terbimbing, media KIT, hasil belajar
PENGARUH MODEL PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD
Kd. Suartama, Gd. Budiarsana, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1398
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media vidio dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain, dan sampel sebanyak 39 Orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan instrument berupa tes pilihan ganda hasil belajar IPA, Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 26,37 termasuk dalam katagori cukup/sedang, (2) hasil belajar IPA siswa mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media Audio Visual dengan mean (M) = 34,97 termasuk dalam katagori sangat baik/sangat tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media vidio dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil t hitung sebesar 10,11, sedangkan t tabel dengan db = n1 + n2 – 2 = 37 pada taraf signifikan 5% adalah 1,72. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dar t tabel (10,11> 1,72). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media Audio Visual berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci: Pendekatan Keterampilan Proses, media Audio Visual, hasil belajar IPA
Pengaruh Metode SAS Terhadap Hasil Belajar Membaca Permulaan Mata Pelajara Bahasa Indonesia
., Kadek Linda Purnama Sari;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1945
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Gugus VII Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 128 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas I SD Negeri 2 Sinabun dengan jumlah 21 siswa dan SD Negeri 3 Sinabun dengan jumlah 20 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar Bahasa Indonesia. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Bentuk tes hasil belajar Bahasa Indonesia yang digunakan adalah tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakann uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 13,26. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 7,6. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarakan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. (thitung > ttabel, thitung = 3,254 dan ttabel = 2,042). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : metode sas, hasil belajar The purpose of this study was to determine the difference between the results of studying Indonesian at the group of students who learned with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with a group of students who learned with Conventional Learning Method. This study was a quasi experimental study designed as post - test only control group design . The population of this study was all students in first grade elementary school in Cluster VII Sawan district, Buleleng regency in the academic year 2013/2014, amounting to 128 people. The samples of this study were first grade students of SD Negeri 2 Sinabun with 21 students and the number of SD Negeri 3 Sinabun by the number of 20 students The data collected is the result of learning Indonesian. Sampling technique of this study by using a random sampling technique. Form Indonesian achievement test used was oral. The data of students’ learning achievement of social science subject were obtained using test. The results of this study found that : Indonesian student students achievement experimental group classified as very high with an average (M) 13.26. Indonesian student students achievementwere moderate with the control group mean (M) 7.6. There are significant differences between the students achievementof students who dibelajarakan with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with students who learned with conventional teaching methods . ( tcalculate > ttabel , tcalculate = 3.254 and ttabel = 2.042 ) . Thus , it can be concluded that the method of Structural Analytical Synthetic (SAS) positive effect on learning outcomes Indonesia.keyword : method sas, the outcomes learning
Pengaruh Model Pembelajaran Master Terhadap Pemahaman Konsep PKn Siswa Siswa Kelas V Di SD NO 1 Banyuning Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014
., Kadek Ayu Mertasari;
., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.;
., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2062
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Master dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD No 1 Banyuning, Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan cara random class sampling pada kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas V A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V B sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep yang dikumpulkan dengan tes. Bentuk tes yang digunakan adalah tes esay yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 9,13 > ttabel 2,01 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran MASTER yaitu 24,74 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 18,16 yang berada pada kategori tinggi maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan pemahaman konsep PKn yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran MASTER dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran MASTER, pemahaman konsep PKn. This study aimed at determining the differences between the concept of students understanding of learning through Master learning model and students who learned through conventional learning model. The study was quasi-experimental study (quasi-experiment). Population of this study were all fifth grade students in Banyuning 1 elementary school, Buleleng District, school year of 2013/2014. The samples were taken by sampling class randomly which was equivalent class. The chosen sample was V A class as groups of experiment and V B class as groups of control. The data was taken from the result of understanding concept of the students through test. The students were given essay test which had validated. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The result of this study showed that tcount 9,13> ttable 2.01 and supported by the differences between average score of learning model MASTER and conventional learning model. The students who learned by using learning model Master obtained 24,74. It was the highest category. Meanwhile the students who learned by using conventional learning models obtained 18,16. It was higher category. So Ha is accepted. It shown that there are differences of the concept of PKn understanding significantly between the students who learned using learning model MASTER and students who learn using conventional learning models.keyword : MASTER learning, understanding of the concept PKn.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS III KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
., Nyoman Ayu Aryani;
., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd;
., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2480
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar pada pembelajaran IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Direct Instruction (DI) atau pembelajaran langsung pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah keseluruhan 129 orang. Ini ditentukan setelah dilakukan uji kesetaraan menggunakan ANAVA satu jalur. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 1 Seririt dengan jumlah 24 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 3 Seririt dengan jumlah 29 orang sebagai kelompok kontrol. Data tentang prestasi belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan Tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar pada pembelajaran IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Direct Instruction (DI). Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan menggunakan model Think Pair Share (TPS), yaitu 36,45 yang berada pada kategori tinggi dan model pengajaran langsung (direct instruction), yaitu 29,51 yang berada pada kategori rendah dan hasil dari uji t yaitu thitung = 8,464, dan ttabel = 1,671 jadi t hitung > ttabel. Nilai uji-t tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) berpengaruh terhadap hasil tes prestasi belajar IPS siswa. Kata Kunci : TPS, DI, prestasi belajar IPS. This research intendid to obtain the differences of student achievement between a group of students who learned social subject using Learning Model Think Pair Share ( TPS ) strategy and those who using Direct Instruction ( DI ) or direct instruction strategy in the fifth grade students of elementary school in Cluster III District Buleleng regency Seririt Academic Year 2013/2014. This was quasi-experimental research. The population was all students in fifth grade elementary school in Cluster III District Buleleng regency Seririt academic year 2013/2014 which consists of 5 classes with total of students are 129. It was set after having a test equivalence using ANOVA one lane. The Samples were fifth grade students at SDN 1 Seririt with 24 students as the experimental group and fifth grade students at SDN 3 Seririt with the number 29 as the control group . The Data of learning social achievements was collected using an objective matter. The data gained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics, namely t-test. The results showed that there were differences in student achievement between a group of students who learned social subject using Think Pair Share ( TPS ) strategy and those who using Direct Instruction ( DI ) strategy. The result of this research showed that there was a difference on the students acheivement in learning social between a group of students who learned using think pair share and those whoused direct instruction. it was proved by the students’ average score who learned using Think pair share model was 36.50 which categorized in high level and those who used direct instruction model was 29.51 which categorized in low level and also the result of t-test showed that t count = 8,464, and ttabel = 1,671sot hitung> ttabel. . The score of the t-test showed that think pair share (TPS) affected the students achievement in learning social.keyword : TPS, DI, Learning Social Achievement