Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERAN GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA DALAM MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN JIWA NASIONALISME PADA MAHASISWA : (STUDI DESKRIPTIF GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA KOTA SAMARINDA) Mujahidin, Mujahidin; Wingkolatin, Wingkolatin; Marwiah, Marwiah; Warman, Warman; Jamil, Jamil; Majid, Novita
MADINASIKA Vol 6 No 2 (2025): MADINASIKA-APRIL (In Press)
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v6i2.13460

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pembinaan dan pengembangan jiwa nasionalisme yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Samarinda yang berfokus pada pengembangan wawasan kebangsaan pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Februari 2025. Subjek penelitian ini adalah Ketua, Pengurus, dan juga Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Samarinda. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan Keabsahan data menggunakan trianggulasi data.  Hasil Penelitian menunjukkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Samarinda telah menjalankan peran strategisnya dalam memperkenalkan dan menanamkan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa melalui  kegiatan kaderisasi, diskusi kebangsaan, advokasi, dan aksi sosial guna meningkatkan kesadaran yang tinggi pada mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan identitas nasional. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi Gerakan Mahasiswa Nasiona Indonesia Kota Samarinda, baik dari internal organisasi seperti perbedaan pandangan antar anggota, maupun faktor eksternal seperti kurangnya perhatian terhadap budaya literasi dan pengaruh ideologi yang bertentangan dengan kebangsaan.
IMPLIKASI HUKUM PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. MANDIRA MITRA COALINDO UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KECAMATAN MUARA BADAK Sri YM, Feranda; Suryaningsi, Suryaningsi; Hardoko, Aloysius; Wingkolatin, Wingkolatin
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v11i3.11862

Abstract

Abstract Legal Implications of Corporate Social Responsibility (CSR) Implementation of PT. Mandira Mitra Coalindo for Community Welfare in Muara Badak Regency aims to determine the regulations governing the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) of PT. Mandira Mitra Coalindo (MMC) for the welfare of the Muara Badak community, the CSR implementation program at PT. Mandira Mitra Coalindo for the welfare of the Muara Badak community and the benefits of CSR implementation at PT. Mandira Mitra Coalindo for the welfare of the Muara Badak community. The type of research used is qualitative. This research was conducted at the Mining Company PT. Mandira Mitra Coalindo East Kalimantan. The subjects of this study were the company's leaders accompanied by the head of CSR planning and implementation and the Muara Badak District community using observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) of PT. Mandira Mitra Coalindo in Mining activities has been in accordance with the rules and policies in the Indonesian mining business. The form of the Corporate Social Responsibility (CSR) program of PT. Mandira Mitra Coalindo is designed and implemented based on the needs of the community in the mining production area through deliberations or musrenbang carried out by the company together with government officials and the community. Deliberations with the government and the community resulted in CSR programs through several fields, namely education, health, economic independence, socio-culture and environmental management. The benefits felt by the Muara Badak Community are felt both economically, socially and culturally for the benefit and welfare of the community. Keywords: Law, Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Mandira Mitra Coalindo, Muara Badak Community Welfare. Abstrak Implikasi Hukum Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Mandira Mitra Coalindo untuk Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Muara Badak bertujuan untuk mengetahui hukum yang mengatur pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Mandira Mitra Coalindo (MMC) untuk kesejahteraan masyarakat Muara Badak, program dari pelaksanaan CSR di PT. Mandira Mitra Coalindo untuk kesejahteraan masyarakat muara badak dan m manfaat dari pelaksanaan CSR di PT. Mandira Mitra Coalindo untuk kesejahteraan masyarakat Muara Badak. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Tambang PT. Mandira Mitra Coalindo, Kalimantan Timur. Subjek penelitian ini ialah kepala pimpinan perusahaan dibersamai kepala perencanaan dan pelaksanaan CSR serta masyarakat kecamatan Muara Badak dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Mandira Mitra Coalindo dalam kegiatan Pertambangan sesuai dengan aturan dan kebijakan dalam usaha pertambangan Indonesia. Bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Mandira Mitra Coalindo dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat daerah produksi tambang melalui musyawarah atau musrenbang yang dilaksanakan oleh perusahaan dibersamai oleh pejabat pemerintah dan masyarakat. Musyawarah dengan pemerintah dan masyarakat menghasilkan program CSR melalui beberapa bidang yaitu bidang pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, sosial budaya dan pengelolaan lingkungan. Manfaat yang dirasakan Masyarakat Muara Badak dirasakan baik secara ekonomi, sosial dan budaya untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakat. Kata kunci: Hukum, Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Mandira Mitra Coalindo, Kesejahteraan Masyarakat Muara Badak.
PERAN PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT GUNA MEWUJUDKAN KERUKUNAN DI KELURAHAN LOA TEBU Putri, Novita Amelia; Wingkolatin, Wingkolatin; Bahzar, Moh.; Marwiah, Marwiah
MADINASIKA Vol 6 No 2 (2025): MADINASIKA-APRIL (In Press)
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v6i2.13481

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan kerukunan di Kelurahan Loa Tebu, kemudian Kendala Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan kerukunan di Kelurahan Loa Tebu, serta Upaya apa saja yang dapat dilakukan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan kerukunan di Kelurahan Loa Tebu. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Keluraha Loa Tebu pada bulan Desember 2024-Januari 2025. Subjek penelitian ini ialah Lurah, Kasi Sosial, Kader PKK dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKK berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kerukunan masyarakat di Kelurahan Loa Tebu melalui program-program pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, penyuluhan kesehatan, dan kegiatan sosial dan keagamaan. PKK menghadapi kendala internal dalam melaksanakan program-program tersebut, seperti kurangnya koordinasi dan sumber daya manusia, serta kendala eksternal seperti terbatasnya dana dan lemahnya partisipasi masyarakat. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, PKK juga melakukan evaluasi rutin terhadap program-programnya untuk memastikan efektivitasnya. Berkat upaya tersebut, PKK telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, meningkatkan nilai gotong royong, dan menciptakan lingkungan yang lebih rukun.
ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN DIGITALISASI PADA MATA PELAJARAN PPKN DI SMA NEGERI 8 SAMARINDA Mahendra, Yusril Ihza; Marwiah, Marwiah; Wingkolatin, Wingkolatin; Jamil, Jamil; Asnar, Asnar; Handayani, Nur Fitri
MADINASIKA Vol 6 No 2 (2025): MADINASIKA-APRIL (In Press)
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v6i2.14272

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan model pembelajaran yang efektif pada proses pembelajaran digitalisasi di SMA Negeri 8 Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Samarinda dengan menggunakan teknik observasi,wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data primer sebanyak 7 orang serta teknik analisis data yaitu pengumpulan,reduksi data,penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis digitalisasi pada mata pelajaran PPKn memberikan pengaruh yang signifikan. Hal ini karena penggunaan media digital menjadikan siswa menjadi lebih terlihat aktif dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efesien.
PERAN SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER PADA SISWA TENTANG MARAKNYA BULLYING DAN DISKRIMINASI DI SMA NEGERI 8 SAMARINDA Ibrahim, Ika Cahya; Wingkolatin, Wingkolatin; Bahzar, Moh.; Asnar, Asnar
MADINASIKA Vol 6 No 2 (2025): MADINASIKA-APRIL (In Press)
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v6i2.14746

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peran sekolah dalam menanamkan nilai karakter pada siswa tentang maraknya bullying dan diskriminasi, kemudian untuk mengetahui kendala atau tantangan yang sering dihadapi dalam menanamkan nilai karakter pada siswa, serta untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keefektivitasan program penanaman nilai karakter dalam mencegah bullying dan diskriminasi. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 8 Samarinda pada bulan November-Januari 2024. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Guru PPKn, dan Siswa dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program penanaman nilai karakter pada siswa mampu dijalankan dengan baik untuk membangun dan mengembangkan karakteristik siswa terhadap isu bullying dan diskriminasi yang ada. pihak sekolah maupun peserta didik memiliki kendala baik dari internal maupun eksternal yang kemudian dengan upaya yakni pendidikan karakter lewat program intrakurikuler, ekstrakurikuler serta saat proses pembelajaran dapat meningkatkan keefektivitasan program tersebut dalam mencegah terjadinya tindak bullying dan diskriminasi, selain itu dapat membuat siswa menjadi pribadi yang menerapkan nilai-nilai karakter seperti toleransi, kerja sama, cinta tanah air, disiplin dan bertanggung jawab di kehidupannya sehari-hari. Memahami dan menyebarkan kebiasaan positif agar siswa juga memiliki jiwa sosial yang tinggi dengan dibarengi adanya etika dan moral
The Application of Islamic Critical Thinking in Inquiry-Based Learning in Traditional Islamic Educational Institutions Syafruddin, Syafruddin; Muhyiddin, Muhyiddin; Mahmudin Nst, Anjar; Wingkolatin, Wingkolatin; Rintaningrum, Ratna; Aji, Yunita Abdullah
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i1.7264

Abstract

This study aims to examine the application of Islamic Critical Thinking as an approach in the inquiry-based learning model within the traditional Islamic educational environment (dayah), with a case study at Dayah Jamiah Al-Aziziyah Bireuen, Aceh. In the context of the modernization of Islamic education, the reinforcement of critical thinking rooted in Islamic values has become an urgent necessity to shape a generation of santri who are intellectual, reflective, and reasoned. This research employs a qualitative method with a field study approach. Primary data were collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers and dayah leaders, and documentation of learning activities. Data sources consisted of key informants (teachers and dayah leaders) and supporting informants (santri). The data analysis technique was conducted inductively through stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the integration of Islamic Critical Thinking values—such as open-mindedness, truth-seeking, and ethics of dialogue—into the inquiry-based learning model significantly enhances active participation, intellectual sensitivity, and the depth of students' understanding of Islamic materials. Moreover, the dayah caretakers and teachers play a central role in guiding the process of critical thinking based on revelation and the Islamic scientific tradition. These findings make a significant contribution to the development of an Islamic education model that is responsive to contemporary challenges while remaining firmly rooted in Islamic values.
A COMPARATIVE STUDY OF THE IMPLEMENTATION OF PANCASILA VALUES AMONG MILLENIALS AND GENERATION Z IN THE ERA OF MODERNIZATION Handayani, Nur Fitri; Wingkolatin, Wingkolatin; Fajriatin, Kwartanti
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Millenials and Generation Z show significant differences in their understanding and application of Pancasila values, influenced by different social and cultural background. Millenials were born between the early 1980 and mid-1990s, have better access to technology and stable life experiences, so they are better able to internalize Pancasila values in their daily lives. In contrast, Gen Z, who were fully raised in the digital era, tend to be more individualistic and influenced by global culture, so Pancasila values are often considered less relevant. This article aims to analyze the differences in the implementation of Pancasila values between the two generations, identify the challenges faced and explore innovation in education to improve Gen z understanding of Pancasila, with a technology based approach that suits Gen z preferences, it is hoped that Pancasila values will remain relevant and applicable amidst modernization. Keywords: Millennial Generation, Gen Z, Pancasila, Education, Globalization.
Penerapan Metode Role Playing dalam Pembelajaran PPKn untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Siswa Kelas XI-G SMA Negeri 3 Samarinda Tabina, Farrah Naila; Handayani, Nur Fitri; Wingkolatin, Wingkolatin; Majid, Novita
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v25i2.86422

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya mengukur dampak penggunaan metode role playing dalam kemampuan kolaboratif siswa kelas XI-G  SMA Negeri 3 Samarinda pada mata pelajaran PPKn. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe pre-eksperimen, dimana satu kelompok siswa diuji sebelum dan sesudah perlakuan. Sebanyak 30 siswa terlibat sebagai peserta penelitian. Data dikumpulkan melalui serangkaian tes, observasi langsung, wawancara serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Temuan penelitian ini mengindikasi adanya peningkatan rata-rata siswa dari 58,67 pada pretest menajdi 91,00 saat posttest. Nilai N-GAIN yang diperoleh sebesar 0,7889, yang diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh bahwa signifikasi 0,000, menggambarkan adanya perebdaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah penerapan metode role playing. Observasi juga meperlihatkan bahwa perilaku kolaboratif siswa. seperti komunikasi, tanggung jawab, kerja sama dan pengambilan keputusan kelompok mengalami peningkatan.  Menariknya, skenario role playing yang digunakan diadaptasi dari materi ”Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan terhadap Negara”. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana kolaborasi sangat diperlukan dalam menyelesaikan persoalan kebangsaan. Berdasarkan hasil penelitian, metode role playing terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan kolaborasi siswa sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap materi PPKn secara lebih kontekstual dan aplikatif. Oleh sebab itu, metode ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran PPKn gua membentuk karakter siswa yang akyif, bertanggung jawab dan mampu bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kewarganegaraan.Kata Kunci: Role Playing, Kemampuan Kolaboratif, PPKn
C PROGRAM AS A TOOL FOR THE TEACHING OF SECOND ORDER ORDINARY DIFFERENTIAL EQUATION Amin, Harahap; -, Zahedi; Enos, Lolang; Ansoruddin, Ansoruddin; Wingkolatin, Wingkolatin; Efendi, Efendi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 18 No 1 (2024): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol18iss1pp0205-0212

Abstract

Second order ordinary differential equation (ODE) has many applications in science and engineering. Undergraduate students in science and engineering departments must study this subject in order to understand other subjects which are related to real applications they will encounter later. There are many excellent textbooks on differential equations where the students can study the theory and solve the problems. However, a textbook cannot give a quick answer for a problem particularly when the problem is quite difficult. A good choice is to use software such as Maple or Mathematica. However, this software is not always available for the teaching and purchasing it is usually beyond the ability of a student or even a lecturer. On the other hand, lecturers who want to create problems by themselves will follow the theory of the ODE. While creating the problems may not be difficult, answering them are harder. Problems which are very easy to answer are less worthless because they will not increase the students’ knowledge. Here comes the solution. A C program has been created to help lecturers create problems and solve them quickly. The program is interactive and can be easily understood by anyone who has basic theory of ODE. No knowledge of programming is needed; a user just runs it and follows the instruction. Students can also use the program to sharpen their knowledge. They can compare the solution of a problem they have solved with the answer given by the program. While commercial software such as Maple and Mathematica is very powerful, they cannot be used without writing necessary commands to solve a problem.
Sabang and ikn synergy: reconfiguration of the eastern maritime region for a blue economy in state law Mauldya Nailya, Cut; Suryaningsi, Suryaningsi; Wingkolatin, Wingkolatin; Marwiah, Marwiah
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v6i2.99392

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of Indonesia's west-east maritime axis through the synergy between the Sabang Strategic Area and the Nusantara Capital City (IKN) in supporting the development of the blue economy. As an archipelagic country, Indonesia faces the challenge of inter-island connectivity as well as a great opportunity to strengthen maritime sovereignty and national economic equity. The position of Sabang as the western gateway and the IKN in East Kalimantan as the center of the new government in the middle of the archipelago provides strategic potential in forming an integrative and sustainable maritime axis. The study method uses a state law approach by examining decentralization policies, institutional strengthening, and optimization of maritime law and regional autonomy. The analysis shows that the Sabang-IKN synergy is able to strengthen the state's role in integrating regions, improving sea connectivity, and supporting the development of a fair and sustainable blue economy. This synergy also emphasizes Indonesia's vision as the world's maritime axis through the management of marine resources that is in favor of the welfare of the people. In conclusion, the strategic collaboration between Sabang and IKN is an important instrument to realize maritime sovereignty, equitable development, and regional justice in accordance with the mandate of Article 33 of the 1945 Constitution. Policies that prioritize strengthening national connectivity, protecting maritime law, and regional empowerment are key in the implementation of strengthening the west-east maritime axis as a pillar of the constitution-based blue economy