Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penerapan Metode Role Playing dalam Pembelajaran PPKn untuk Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Siswa Kelas XI-G SMA Negeri 3 Samarinda Tabina, Farrah Naila; Handayani, Nur Fitri; Wingkolatin, Wingkolatin; Majid, Novita
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpp.v25i2.86422

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya mengukur dampak penggunaan metode role playing dalam kemampuan kolaboratif siswa kelas XI-G  SMA Negeri 3 Samarinda pada mata pelajaran PPKn. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe pre-eksperimen, dimana satu kelompok siswa diuji sebelum dan sesudah perlakuan. Sebanyak 30 siswa terlibat sebagai peserta penelitian. Data dikumpulkan melalui serangkaian tes, observasi langsung, wawancara serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Temuan penelitian ini mengindikasi adanya peningkatan rata-rata siswa dari 58,67 pada pretest menajdi 91,00 saat posttest. Nilai N-GAIN yang diperoleh sebesar 0,7889, yang diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh bahwa signifikasi 0,000, menggambarkan adanya perebdaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah penerapan metode role playing. Observasi juga meperlihatkan bahwa perilaku kolaboratif siswa. seperti komunikasi, tanggung jawab, kerja sama dan pengambilan keputusan kelompok mengalami peningkatan.  Menariknya, skenario role playing yang digunakan diadaptasi dari materi ”Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan terhadap Negara”. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana kolaborasi sangat diperlukan dalam menyelesaikan persoalan kebangsaan. Berdasarkan hasil penelitian, metode role playing terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan kolaborasi siswa sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap materi PPKn secara lebih kontekstual dan aplikatif. Oleh sebab itu, metode ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran PPKn gua membentuk karakter siswa yang akyif, bertanggung jawab dan mampu bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kewarganegaraan.Kata Kunci: Role Playing, Kemampuan Kolaboratif, PPKn
C PROGRAM AS A TOOL FOR THE TEACHING OF SECOND ORDER ORDINARY DIFFERENTIAL EQUATION Amin, Harahap; -, Zahedi; Enos, Lolang; Ansoruddin, Ansoruddin; Wingkolatin, Wingkolatin; Efendi, Efendi
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 18 No 1 (2024): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol18iss1pp0205-0212

Abstract

Second order ordinary differential equation (ODE) has many applications in science and engineering. Undergraduate students in science and engineering departments must study this subject in order to understand other subjects which are related to real applications they will encounter later. There are many excellent textbooks on differential equations where the students can study the theory and solve the problems. However, a textbook cannot give a quick answer for a problem particularly when the problem is quite difficult. A good choice is to use software such as Maple or Mathematica. However, this software is not always available for the teaching and purchasing it is usually beyond the ability of a student or even a lecturer. On the other hand, lecturers who want to create problems by themselves will follow the theory of the ODE. While creating the problems may not be difficult, answering them are harder. Problems which are very easy to answer are less worthless because they will not increase the students’ knowledge. Here comes the solution. A C program has been created to help lecturers create problems and solve them quickly. The program is interactive and can be easily understood by anyone who has basic theory of ODE. No knowledge of programming is needed; a user just runs it and follows the instruction. Students can also use the program to sharpen their knowledge. They can compare the solution of a problem they have solved with the answer given by the program. While commercial software such as Maple and Mathematica is very powerful, they cannot be used without writing necessary commands to solve a problem.
Analisis Kompetensi Guru PKn dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran di SMP Negeri 1 Loa Janan Too, Herlina Felitas; Hardoko , Aloysius; Handayani, Nur Fitri; Wingkolatin, Wingkolatin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (in Press)
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kompetensi guru PKn dalam memilih dan membuat media dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Loa Janan. Kemudian, mendeskripsikan kompetensi guru PKn dalam mengimplementasikan media pembelajaran berbasis perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) di SMP Negeri 1 Loa Janan. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian di lakukan di SMP Negeri 1 Loa Janan pada bulan Januari hingga Maret 2025. Subjek penelitian ini ialah guru Pkn kelas VIII sebagai informan dan siswa/i kelas VIII A dan B sebgai responden dengan menggunakan Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan guru Pkn memiliki kompetensi yang mendukung dalam pemanfaatan media pembelajaran. Guru mampu memilih dan membuat media yang sesuai dengan materi pembelajaran serta memperhatikan aspek-aspek penting dalam tahap perencanaan pembelajaran.  Kompetensi guru Pkn dalam pemanfaatan media pembelajaran di SMP Negeri 1 Loa Janan mendukung kegiatan pembelajaran di mana guru harus memilih dan membuat media pembelajaran yang sesuai dengan materi. Pemanfaatan media memiliki kontribusi dalam proses pembelajaran sehingga membina tanggung jawab peserta didik di SMP Negeri 1 Loa Janan. Pemilihan media dalam pembelajaran di lakukan oleh guru tentunya juga harus melihat beberapa aspek dari tahap perencanaan pembelajaran, sehingga media yang di gunakan menjadi lebih efektif
Sabang and ikn synergy: reconfiguration of the eastern maritime region for a blue economy in state law Mauldya Nailya, Cut; Suryaningsi, Suryaningsi; Wingkolatin, Wingkolatin; Marwiah, Marwiah
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v6i2.99392

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of Indonesia's west-east maritime axis through the synergy between the Sabang Strategic Area and the Nusantara Capital City (IKN) in supporting the development of the blue economy. As an archipelagic country, Indonesia faces the challenge of inter-island connectivity as well as a great opportunity to strengthen maritime sovereignty and national economic equity. The position of Sabang as the western gateway and the IKN in East Kalimantan as the center of the new government in the middle of the archipelago provides strategic potential in forming an integrative and sustainable maritime axis. The study method uses a state law approach by examining decentralization policies, institutional strengthening, and optimization of maritime law and regional autonomy. The analysis shows that the Sabang-IKN synergy is able to strengthen the state's role in integrating regions, improving sea connectivity, and supporting the development of a fair and sustainable blue economy. This synergy also emphasizes Indonesia's vision as the world's maritime axis through the management of marine resources that is in favor of the welfare of the people. In conclusion, the strategic collaboration between Sabang and IKN is an important instrument to realize maritime sovereignty, equitable development, and regional justice in accordance with the mandate of Article 33 of the 1945 Constitution. Policies that prioritize strengthening national connectivity, protecting maritime law, and regional empowerment are key in the implementation of strengthening the west-east maritime axis as a pillar of the constitution-based blue economy
Ketahanan Nasional dalam Era Globalisasi:: Strategi Meningkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Melalui Materi Peluang dan Tantangan Pancasila di Kehidupan Global pada Siswa SMA Negeri 2 Samarinda Jannah, Isyana Rihadhil; Wingkolatin, Wingkolatin; Bahzar, Moh.; Herliah, Endang
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2176

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui strategi meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara pada siswa SMA Negeri 2 Samarinda melalui materi Peluang dan Tantangan Berpancasila di Kehidupan Global, kemudian Kendala apa yang terjadi dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam materi “  Peluang dan Tantangan Berpancasila di Kehidupan Global “  pada siswa SMA Negeri 2 Samarinda, serta upaya  apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam materi “Peluang dan Tantangan Berpancasila di Kehidupan Global”  dalam pada siswa SMA Negeri 2 Samarinda. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Samarinda pada bulan September 2024 –Oktober 2024. Subjek penelitian ialah guru PPkn dan siswa – siswi kelas XI-G, XI- I, XI – H dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa materi peluang dan tantangan pancasila di kehidupan global sangat penting diajarkan era globalisasi saat ini untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara pada siswa SMA Negeri 2 Samarinda, strategi pengajaran dalam pembelajaran tantangan dan peluang pancasila di kehidupan global berhasil meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Strategi pengajaran yang dikembangkan meliputi tiga pendekatan utama: diskusi interaktif, bermain peran, dan analisis artikel relevan yang secara sistematis dirancang untuk mengubah persepsi tradisional siswa terhadap pelajaran Pancasila dan kewarganegaraan.
Analisis Program Kerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan siswa di SMP Negeri 21 Samarinda Aprily, Fanisa; Bahzar, Moh.; Marwiah, Marwiah; Hardoko, Aloysius; Suryaningsi, Suryaningsi; Wingkolatin, Wingkolatin
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i1.2

Abstract

OSIS merupakan organisasi sah di sekolah yang menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan potensi keterampilan masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kerja OSIS dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data data mengunakan reduksi, pengumpulan data, display data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga bentuk program kerja yang berpengaruh pada pembentukan karakter kepemimpinan siswa, yaitu LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) memberikan pengalaman langsung dalam kepemimpinan sehingga dapat membentuk karakter disiplin, percaya diri, tanggung jawab, dan berjiwa pemimpin, program kerja pembiasaan siswa di sekolah yang dapat menciptakan budaya disiplin, sopan santun, dan kepatuhan terhadap peraturan sekolah, dan program suara demokrasi dapat mengembangkan kesadaran politik, sikap demokratis, dan berpikir kritis.
Implementasi Media Pembelajaran Berbasis Digital pada Pendidikan Pancasila Kelas IX di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Fajriatin, Kwartanti; Zaki, Ammar; Wingkolatin, Wingkolatin; Handayani, Nur Fitri
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i1.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran berbasis digital dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan, serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan solusi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital yang digunakan antara lain Google Sites, Google Classroom, Quizizz, Kahoot, eBook, Canva, CapCut, serta media audio-visual seperti YouTube dan video animasi. Pemanfaatan media tersebut membuat pembelajaran lebih variatif, interaktif, dan menarik sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, serta pemahaman materi Pendidikan Pancasila. Faktor pendukung meliputi ketersediaan perangkat teknologi, kompetensi guru dalam literasi digital, dukungan sekolah, akses internet yang memadai, serta motivasi dan kesiapan siswa. Sebaliknya, faktor penghambat antara lain keterbatasan fasilitas, kuota internet yang terbatas, rendahnya kemampuan adaptasi siswa, kurangnya motivasi belajar, serta minimnya dukungan lingkungan belajar di rumah. Solusi yang ditawarkan mencakup penyediaan alternatif media cetak atau offline, kerjasama sekolah dengan penyedia internet, pelatihan literasi digital bagi guru, penerapan metode interaktif dan berbasis proyek, serta peningkatan peran orang tua dalam mendukung proses belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi media digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan proses belajar, baik tatap muka maupun daring.