Claim Missing Document
Check
Articles

PERSPEKTIF GENDER DALAM PENANGANAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PEREMPUAN Anisa Maulina Rahma; Laila Kholid Alfirdaus; Fitriyah - -
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 1 : Periode Wisuda Januari 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana kebijakan yang responsif gender jika diaplikasikan dalam proses penanganan penyalahguna narkoba pada perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan kesesuaian penerapan perspektif gender jika diaplikasikan dalam proses penanganan penyalahgunan narkoba pada perempuan sehingga penyalahguna perempuan bisa mendapatkan konsekuensi yang adil dan tidak mendiskriminasi. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan metode fenomenologi yaitu memahami atau mempelajari pengalaman hidup manusia berdasarkan permasalahan yang dialaminya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan kebijakan yang responsif gender mutlak telah diterapkan dan dijalankan baik dari prosedur rehabilitasi yang sifatnya memulihkan dan prosedur hukum yang sifatnya memberikan keadilan terhadap perempuan korban penyalahguna, mulai dari proses penangkapan, penyidikan, penahanan, dan pemberian vonis sesuai dengan regulasi yang dinilai sensitif terhadap perempuan dan sejumlah aturan-aturan umum yang telah disusun sebelumnya. BNN juga telah melakukan upaya kerjasama dalam mempermudah penerapan kebijakan yang responsif gender agar lebih mudah tersebar secara menyeluruh di setiap wilayah hingga pelosok wilayah guna meminimalisir adanya bentuk ketidakadilan
MEDIA SOSIAL DAN GERAKAN SOSIAL STUDI KASUS: PENGGUNAAN INSTAGRAM DALAM PENOLAKAN PENDIRIAN PABRIK SEMEN DI KABUPATEN REMBANG Prasetyo Sitowin; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 8, No 03 (2019): Periode Wisuda Agustus 2019
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.382 KB)

Abstract

Penggunaan media sosial dalam gerakan tolak pendirian pabriksemen di Kabupaten Rembang menarik untuk di kaji. Hal ini tidak terlepas daribeberapa penelitian terkait gerakan tolak pabrik semen di Kabupaten Rembanghanya berfokus pada resolusi konflik dan dinamika konflik yang terjadi, sehinggaterdapat celah bagi peneliti untuk melakukan penelitian terkait media sosial dangerakan sosial tolak pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana advokasi melalui media sosial memperkuat gerakan masyarakat kendeng penolak pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang.Metodologi penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan strategi penelitian studi kasus dan penelitian lapangan tahun2019. Dalam pengumpulan data metode yang digunakan yaitu observasi,wawancara sebagai data primer dan telaah dokumen sebagai data sekunder.Kemudian hasil pengumpulan data di analisis menggunakan tiga metode yaitureduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa penggunaan media sosial dalamgerakan tolak pabrik semen di Kabupaten Rembang merupakan sebuah instrumen dimana intensitas penggunaanya tergantung dari tingkat intensitas gerakan offline.Beberapa literature cenderung lebih dominan terkait penggunaan media sosialdalam gerakan sosial merupakan gerakan pendukung utama ataupun kehadirannyatergantung dari kekuatan media arus utama dan kekuatan politik pendukung. Akan tetapi penelitian ini memiliki sudut pandang lain dengan pendekatan gerakan Offline, pendekatan online, dan pendekatan perilaku pelaku gerakan menghasilakan sebuah pendekatan baru yang menyatakan bahwa penggunaan media sosialmerupakan sebuah instrumen yang intensitasnya di pengaruhi oleh gerakan offline.Kata kunci : Gerakan Sosial, Media Sosial, Instrumen Gearakan
ANALYSIS OF THE MANAGEMENT AND PRESERVATION OF CULTURAL HERITAGE BUILDINGS BY THE LOCAL GOVERNMENT OF SALATIGA Arina Diah Al Hamid; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 7, No 04 (2018): Periode Wisuda Oktober 2018
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.486 KB)

Abstract

This study has the purpose of analyzing how the role of the Salatiga City Government and the extent to which efforts have been made by the government as a manifestation in the management and preservation of cultural heritage buildings. In it also discusses the factors that hinder and support efforts to manage and preserve cultural heritage buildings and what strategies are appropriate to overcome existing obstacles. This is interesting to study because the existence of a cultural heritage building in an area is a reflection of how the area navigated the changing times.This research is a qualitative research using a descriptive method, which is a method that describes the actual phenomena of what happened in the field and then analyzed it. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, documentaries, and data analysis and interpretation. The theory used is preservation of cultural heritage through the application of public policy.The results of this study note that the Salatiga City Government is still not maximal in carrying out the management and preservation of cultural heritage buildings. This can be seen from the lack of policy to follow up on the Regional Regulations that have been made both through SK and Perwali. Thus the process of preserving cultural heritage buildings in the City of Salatiga is still not clear. It is known that one of the factors that hinder the preservation of the cultural heritage building itself is funding. On the positive side, there are still many people who care about the existence of cultural heritage buildings and the establishment of the Cultural Heritage Expert Team is a supporting factor in the management and preservation of cultural heritage buildings. In addition, the use of cultural heritage buildings in Salatiga also have various forms both for religious, social, educational and economic interests which are in accordance with the rules in Article 39 paragraph 1 of Regional Regulation No. 2 of 2015 concerning Management and Preservation of Regional Cultural Heritage. Keywords: cultural heritage building, management, preservation, policy, utilization, obstacles
MERAWAT SENTIMEN ANTI JOKOWI (STUDI KASUS: PILKADA JAWA BARAT 2018) Raden Muhammad iqbal; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Periode Wisuda Oktober 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

General elections are a product of the democratic system. Indonesia has several general elections, from the smallest (village) level to the presidential election. The journey of a heterogeneous democratic country has many problems, especially since many ethnic groups, races, and religions in Indonesia are involved in politics. Although ideally, identity politics is not good enough in the course of a democratic country, until now the issue of identity politics is still widely used. One of them is an expression of identity politics in West Java which was used by the Sudrajat and Ahmad Syaikhu pairs in the 2018 West Java Pilkada with the use of the hashtag # 2019GantiPresiden. Therefore, this study aims to determine and analyze what factors make identity politics and other entities used during the 2018 West Java regional elections, so that things that are not predicted will happen in the real world.This research method uses the Mix Method research method, where quantitative research is the main method. Qualitative research is a supporting method. Quantitative data were obtained from 96 respondents in West Java, especially in Bogor, Sukabumi, Bekasi, and Bandung Regencies. Qualitative data were obtained from 2 sources from the Gerinda Party and PKS.The results show that West Java culture is still very thick with its religious atmosphere, in which Islam is the majority religion of voters and is the reason for choosing candidates for the 2018 West Java gubernatorial running mate. In addition to having an impact on the results of the 2018 West Java regional election, West Java society is also polarized by an identity group voicing the hashtag # 2019ChangePresident and able to shape the behavior of the people (voters) in making choices in the 2019 elections. Then the impact of identity politics in West Java, many West Javanese people identify Jokowi with China. Judging from Jokowi's policies and political attitudes and the # 2019GantiPresiden hashtag which was able to arouse and hold back anti-Jokowi sentiment in West Java. The Prabowo and Sandiaga Uno pair dominate and nearly win votes in every district in West Java.
ANALISIS REKRUTMEN DAN KADERISASI PARTAI POLITIK PADA FENOMENA CALON TUNGGAL PETAHANA STUDI KASUS : PILKADA KABUPATEN PATI 2017 Danny Widodo Uji Prakoso; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 7, No 2 (2018): Periode Wisuda April 2018
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.017 KB)

Abstract

This study discusses the phenomenon of Regional Head Election (Pilkada) in Pati District in 2017 which is very interesting to be studied because it is only followed by one pair of candidates who have to compete with empty boxes. This phenomenon can be attributed to the procession of recruitment and recruitment of political parties in Pati Regency because 8 of 9 political parties prefer to carry one candidate, while one other party can not carry the candidate because the number of seats owned is less. The purpose of this research is to know what factors happened in internal political party especially related to applying of regeneration function and political recruitment and candidate procession in all parties so that only one pair of candidates appeared. The method used is qualitative descriptive by conducting interviews to all political parties in Pati Regency and also to community leaders in Pati Regency regarding their response to the phenomenon that occurred. Having studied in depth the single candidate that occurred in Pati district because the figure of Haryanto who is a incumbent is very strong and has a high level of elektability. While Saiful Arifin figure who is a businessman is considered strong economically. So that the political parties in Pati Regency feel there are no one member who are able to compete with Haryanto-Arifin the stong pair both politically and economically. The emergence of a pair of candidates has triggered a group of people trying to win empty boxes in the hope of a repeat election in 2018 so that potential other figures can emerge. The process of regeneration and political recruitment inherent in the main function of political parties should be able to produce politically powerful figures. But in Pati Regency all parties seemed to not perform its functions optimally because the party does not believe the potential of cadres and the power of his own party machine. Pilkada which was only followed by a pair of candidates who had to fight empty boxes became an unfeasible democratic contestation. Keywords: Pilkada 2017, Singgle Pair Candidate, Empty Box, Regeneration and Political Recruitment
Kebijakan Anggaran Responsif Gender di Kota PekalonganTahun 2016-2020 Syifana Awan Ardhini; Turtiantoro - -; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 2 : Periode Wisuda April 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender mainstreaming is still a fairly complex issue and often occurs among the people of Pekalongan City. Although the Pekalongan City government's commitment to gender mainstreaming has been stated in public policy documents, the government's commitment to realizing gender equality and justice in various development fields has so far not shown optimal results. The purpose of this study is to explain and describe the implementation of Gender Mainstreaming (PUG) in Pekalongan City in 2016-2020. Efforts to answer the problems and research objectives are carried out using gender responsive budget theory and budgeting policy theory. This research is descriptive qualitative. Data collection techniques using documentation and interviews. Data analysis used content analysis and interactive analysis techniques. The results of the study indicate that the allocation and amount of the gender responsive budget of Pekalongan City in 2016-2020 has not received an adequate allocation and continues to experience a decline resulting in the output and outcome of activities being not achieved. In addition, the amount of gender responsive budget from 2016-2020 is very minimal and continues to experience a significant decline. Constraints faced in the Gender Responsive budget policy in Pekalongan City include: 1) Policy constraints, namely the weak legal power for the implementation of gender mainstreaming in the budget and the weak commitment of the City Government in making gender responsive budget planning). 2) Structural constraints, namely the lack of capacity of the budget drafting team that is capable of gender analysis, the dominance of the structure of policy makers, the performance of the Office is still perceived as not being gender fair, and the absence of special cooperation in gender responsive budgeting. 3) Cultural constraints, including: (a) The patriarchal values are so thick in society. So the inequality of gender relations is very difficult to change. (b) The views of gender and gender responsive budgets according to stakeholders are still misguided.
GERAKAN PERLAWANAN MASYARAKAT URUTSEWU KEBUMEN TERHADAP PENYEROBOTAN LAHAN OLEH TNI Mohamad Ulil Amri; Teguh - Yuwono; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 2 : Periode Wisuda April 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan amanat UUD 45 pasal 33 ayat 3 dan pasal 1 ayat 2 undang – undang no 51 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria (UUPA), salah satunya menegaskan bahwa bumi dalam hal ini berwujud tanah telah digunakan sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat. Secara umum penyerobotan tanah dan properti KUHP pasal 385, dan peraturan pemerintah (perpu) no. 5 tahun 1960 pasal 2 dan 6, mengenai larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya. Dengan adanya aturan hukum tersebut sangat jelas bahwa pihak manapun tidak diperbolehkan melakukan penyerobotan atas lahan atau properti pihak lain dan pihak yang berhak dapat menempuh jalur hukum untuk menjerat pelaku penyerobotan. Namun sebelum menempuh jalur hukum, pemilik wajib memenuhi legalitas atas lahan atau properti tersebut. Dalam KUHP 385 disebutkan bahwa perbuatan curang yang dilakukan dengan cara menyerobot lahan atau properti milik pihak lain diancam hukuman pidana penjara maksimal 4 (empat) tahun. KUHP 385 ini terdiri dari 6 pasal yang membahas dengan sangat jelas mengenai segala bentuk penyerobotan dan penguasaan secara paksa atas lahan dan properti pihak lain. Termasuk didalamnya adalah tindakan penggelapan, atas harta tidak bergerak milik orang lain dengan paksa, secara terbuka atau diam – diam. Dengan sengaja menjual, menukar, menggelapkan, menghilangkan dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan cara tidak sah atau melawan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif,lokasi penelitian dilakukan di kawasan Urutsewu, Desa Setrojenar, Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Data ini didapatkan dengan menggunakan metode wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Urutsewu. Hasil penelitian menunjukan perlawanan rakyat Urutsewu muncul karena adanya gangguan dari masyarakat golongan di atasnya. . Pada kenyataannya konflik Urutsewu merupakan bagian dari sistem politik yang dibangun oleh pemerintah beserta beberapa elit, kemudian berkembang menjadi politik oligarki. Tindakan TNI di tanah Urutsewu jelas telah mengesampingkan prinsip equal right dan hak asasi manusia. Oligarki selalu mengambil andil besar dalam setiap konflik yang kemudian melahirkan berbagai kebijakan yang lagi – lagi muaranya adalah motif bisnis dan keuntungan ekonomi sekelompok orang.
PEMBERDAYAAN PEMUDA (YOUTH EMPOWERMENT) MELALUI DANA CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) (STUDI KASUS PROGRAM BENGKEL BINAAN ENDURO STUDENT PROGRAM (ESP) KABUPATEN BOJONEGORO) Salsya Billa Annisa; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 8, No 04 (2019): Periode Wisuda Oktober 2019
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.841 KB)

Abstract

Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah yang pendapatanya sebagian besar disumbang olehsektor pertambangan migas. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggandeng pihak ketiga(swasta) dalam melaksanakan pemberdayaan pemuda sebagai investasi jangka panjang yangpenting, baik untuk keberlangsungan perusahaan maupun untuk pemerintah. Pemberdayan yangdilakukan oleh pihak ketiga (swasta) sangat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlahpengangguran dan kemiskinan. Pengaruh dengan adanya PT Pertamina dalam hal eksplorasi daneksploitasi serta pengolahan minyak dan gas bumi di Kabupaten Bojonegoro tentu banyak menarikperhatian masyarakat sekitar. Masyarakat lebih berfokus pada pengembangan lapangan pekerjaandan kesempatan kerja yang diberikan oleh PT Pertamina, dengan menuntut adanya dipekerjakanpada industri yang ada. Disamping itu tidak semua lapisan masyarakat mampu dicakup dengan baikoleh perusahaan dalam hal rekutmen tenaga kerja. Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana proses partisipasi, strategi dan hambatan yang dihadapidalam pelaksanaan program pemberdayaan pemuda melalui dana CSR PT Pertamina EP Asset 4Cepu Field. Kesimpulan yang didapat dalam pelaksanaan program pemberdayaan menggunakandana CSR kurangnya peran pemerintah dalam pelaksanaan CSR di Kabupaten Bojonegoro.Pemerintah kurang aktif dalam memberikan rekomendasi program – program yang sesuai dengankebutuhan masyarakat penerima program, kurangnya monitoring berkala dalam meninjau secaralangsung kelompok binaan yang telah dibentuk.
Hegemoni Rezim Politik Di Ranah Lokal : Studi Kasus Di Kabupaten Pati Di Bawah Kepemimpinan Haryanto Aninditya - Normalitasari; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Periode Wisuda Oktober 2020
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explains how the power of local political regimes is formed and works about the study of the Pilkada Pati Regency in 2017 of the perspective of the Power Cube theory. This research method uses the descriptive qualitative research methods in studying cases. The result of this research is about the political regimes can be formed because og the local workers presence in this region and the power of workers that cannot be separated in the bureaucracy. Formal workers such as DPR, Forkopimda, is non workers such as community and regigious leader. For this responbly it is Led by the Regent of Pati beside using his formal assignment he also use informal workers in closing place to take the authorities as the democracy symbol and to keep the sympathy and participation from the community
Respon Pemerintah Desa Dalam Menghadapi Fenomena Pernikahan Dini di Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora Retna Arista Kesi Wijayanti; Dzunuwanus Ghulam Manar; Laila Kholid Alfirdaus
Journal of Politic and Government Studies Vol 11, No 1 : Periode Wisuda Januari 2022
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana pernikahan dini bisa terus terjadi di Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora dan bagaimana respon pemerintah desa dalam menghadapi fenomena ini. peneitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana fenomena pernikahan dini di Desa Jurangjero dan mengidentifikasikan bagaimana respon pemerintah desa setempat dalam menghadapinya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan melakukan pengamatan lalu mencatatnya, wawancara serta dokumentasi. Sebagai data pendukung, dalam penelitian ini menggunakan studi literature. Adapun analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini menunjukan bahwa fenomena pernikahan dini di Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora yang mana pernikahan dini di desa ini merupakan kasus pernikahan dini tertinggi di tingkat kecamatan. Adapun penyebab terjadinya pernikahan dini tidak lain adalah karena budaya yang terbawa dari jaman nenek moyang yang dilakukan hingga sekarang, selain itu anggapan masyarakat bahwa pernikahan dini lebih baik dibandingkan pendidikan yang memakan banyak waktu dan materi serta pemahaman kesehatan reproduksi yang kurang dari kalangan masyarakat. Dalam panalitian ini juga dijelaskan bagaimana respon pemerintah desa dalam menghadapi fenomena ini. Sejauh ini pemerintah selalu membantu proses demi proses dari tingkat desa hingga permohonan dispensasi ke pengadilan agama, meski pemerintah desa paham akan batas usia pernikahan namun pemerintah desa pakewuh untuk menolak karena aparat desa juga merupakan warga desa setempat di sisi lain pemerintah desa juga menjaga konstiuen dan berusaha melayani warga dengan baik. Meskipun pernikahan dini telah menjadi permasalahan umum namun hingga saat ini belum ada upaya khusus dari pemerintah desa dan kabupaten sehingga pernikahan dini terus terjadi hingga sekarang.
Co-Authors -, Fitriyah - -, Wijayanto - Adnan, Muhammad - Aifa Dafa Assyifa Akbar, Rahmat - Akhmad, Bachruddin Ali Al Farisi, Muhammad Salman Al Faruq, Abdurahman Aldona Ainur Rohma Anbiya, Hafiizh Sufi Aninditya - Normalitasari Anisa Maulina Rahma Aprilianto, Panca Prasetio Arif Budiman Arifin Setyan Cahyanto Arina Diah Al Hamid Arzaqi, Nila Ashila, Miralda Farah Azahra, Jihan Marsya Bachruddin Ali Akhmad Badsty, Monica Budi Setiyono Cantona, Septian Reva Christiana Cristin Gauru Danny Widodo Uji Prakoso Deki Itje Dewi Ayu Wulandari Didik Try Putra Dinda Ayu Arrafi’u Nilna Munaa Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwwanus Ghulam Manar Elizabeth Anggit Sekar Citra T Eric Hiariej Eric Hiariej Erowati, Dewi - Fairuz Thifal Nabila Farhan Riski Tricahyo Farsijana Adeney Risakotta Farsijana Adeney-Risakotta Fitriah Fitriah Fitriani, Kirana - Fitriani, Valeriana Aldiva Fitriyah - - Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Gai, Apolonaris Hafifah Bella Nugraheni Hanifa Maylasari Hasna Nur Rachmawati Hayuningtyas, Anggita Sekar Hendra Ardianto Hendra Try Ardianto Hendra Try Ardianto Hendratman, Bevan Pramudito Henry Sofyan Rois Henry Wahyono Holyness Nurdin Singadimedja Imam Syahid Indrakusuma, Galton Dwita Ita - Noviani Jamaluddin, Sholeh - Joelianto, Najma Maharani Putri Kania Rizky, Tara Qis-Hayya Khanifatul Mukaromah Khasanah, Siti Uswatun KHOLQI, AHSANUL Kushandajani Kushandajani . Lelly Nuraviva Liona - - Lupyta Agra Divina M Septian Budiman M, Yesie Cindra M. Adnan Arsyad Manar, Dzunuwwanus Ghulam Mangkunegara, RM Ahmada - Maria Lidwina Resti Martini, Rina - Maulidya, Nur Mahya Mbiri, Adeo Melly Rahmadan Ningsih Mohamad Ulil Amri Muhammad - Adnan Muhammad Adnan Muhammad Alfatih Akbar Pahlevi Nabella, Monica Amy Nabilah, Siti Maharani Nafirotul Karima Najich Alfayn, Mukhammad Akhmad Neny - Marlina Nindy Ajeng Maharani Novitasari, Aldian - Nunik Retno Herawati Nur Hidayat Sardini Nurhidayat Nurhidayat Oktavia, Fitka Dwi Permatasari, Sinta Dewi Prasetyo Sitowin Priyatno Harsasto Puger Abdul Khaliq Purwanti, Uci Dewi Qhuraydillah, Muhammad Octavian Raden Muhammad iqbal Rahayu, Ananda Ajeng Rahdeana Almeyna Kurnia Ramadhan, Aditya Rifqi Reditania, Zilda Clarita Retna Arista Kesi Wijayanti Rina Martini Rina Martini Riyanto, Diva Nadilla Arya Ramadhan Rizki Amalia Yanuartha Rosihan Widi Nugroho Rosihan Widi Nugroho S. Rouli Manalu Safitri, Nur Faiza Sahi, Nada Rafa’ Salsya Billa Annisa Samuel, Bob Sardini, Nur Hidayat - Sekarsari, Ajeng Ayu Selsie Anggela Putri Septiani, Dhuhika Nikmah Setiyono, Budi - Shafira Putri Vanessa Shinta Milania Rohmany Siahaan, Audrey Loemongga Shaloom Siregar, Theresia Nadya Regina Winarno Sri Astuty Sri Astuty Sugiarto S Supratiwi . Suwanto Adhi Syahrur Ramadhi Syifana Awan Ardhini Syofii, Muhammad Teguh Yuwono Theresia Rosari Sekar Cakraningtyas Turtiantoro Turtiantoro Wahid Abdulrahman Wahyu Hanie Pratiwi Wibawa, Aditya Dwi Prasetya Wijayanto - - Wijayanto Wijayanto Wijayanto Wijayanto Wiryawan, Bangkit Aditya Yusyifa, Zafira Zahra Yuwanto Yuwanto Yuwanto Yuwanto