p-Index From 2021 - 2026
7.206
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen Pendidikan: Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan PHENOMENON JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) : Jurnal Ilmiah Pendidikan SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Fourier Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Jurnal Analisa Pi: Mathematics Education Journal Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Media Manajemen Pendidikan Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika (JMP) PROGRES PENDIDIKAN International Journal of Educational Management and Innovation (IJEMI) Griya Journal of Mathematics Education and Application Ethnomathematics Journal Edumatika DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan Pi: Mathematics Education Journal Indonesian Research Journal on Education Indonesian Journal of Mathematics Education Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Quadratic: Journal of Innovation and Technology in Mathematics and Mathematics Education Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Polynom: Journal in Mathematics Education Jurnal Matematika Ilmiah Universitas Muhammadiyah Kuningan
Claim Missing Document
Check
Articles

ETNOMATEMATIKA DALAM TRADISI TARI TOPENG LENGGER WONOSOBO PADA KONSEP GEOMETRI Zahra, Khansa Maryska; Arfinanti, Nurul
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 6, No 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/dikmat.v6i02.853

Abstract

Tari Topeng Lengger Wonosobo merupakan warisan budaya yang terikat pada pakem (aturan). Namun, kajian mengenai struktur matematis di balik Tari Topeng Lengger khususnya dalam konsep geometri masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis unsur geometris yang terkandung di dalam elemen-elemen Tari Topeng Lengger Wonosobo, meliputi bentuk topeng dan jamang yang dikenakan oleh penari dalam pertunjukkan serta gerakan tari, sekaligus mengeksplorasi implementasinya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi visual, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep geometri dalam tari topeng lengger wonosobo seperti simetri refleksi, kekongruenan dan sudut. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa budaya lokal menyimpan representasi konsep matematika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
Integration of Intended Learning Outcomes (ILO) and Course Learning Outcomes (CLO) Real Analysis: An Evaluative Study in the Framework of Outcome-Based Education Nurnugroho, Burhanudin Arif; Arfinanti, Nurul
International Journal of Educational Management and Innovation Vol. 7 No. 1 (2026): in press
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijemi.v7i1.14967

Abstract

Background. Outcome-Based Education (OBE) requires strong alignment between Intended Learning Outcomes (ILOs) and Course Learning Outcomes (CLOs) to ensure that graduate competencies are systematically achieved. This study evaluates the extent to which ILO–CLO integration is realised in the Real Analysis course of the Mathematics Education Study Programme.  Methods. Using a descriptive evaluative approach, data were obtained through analysis of Semester Learning Plans (SLPs), assessment instruments, student learning outcomes, and interviews with course lecturers. Using assessment data, curriculum documents, and cognitive-level analysis, the study finds that ILO achievement is generally high, with most indicators exceeding 70%.  Results. CLO performance shows a varied pattern: students demonstrate strong mastery in Sub-CLO 01 and Sub-CLO 04, particularly in topics with clear procedural structure, such as real number construction and basic calculus. However, achievement in Sub-CLO 03, which covers limits and continuity, remains moderate, indicating difficulties in higher-order reasoning aligned with the expected C5 cognitive level. These results reveal a gap between intended evaluative competencies and the predominantly procedural nature of current assessments.  Conclusion. The study recommends integrating more authentic, conceptual, and reasoning-based evaluation methods—such as project or portfolio assessments—to better support deep learning and reflective mathematical thinking.
Unveiling Mathematics Concepts on Panggung Krapyak and Rotiban Activities: An Ethnomathematics Study in Yogyakarta Ashabulabib, Adib; Arfinanti, Nurul
Edumatika Vol 7 No 2 (2024): November 2024, Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ejrpm.v7i2.4061

Abstract

The utilization of cultural context in mathematics learning can be an alternative of effective learning approach to bridge students to master the abstract dimension of mathematics through the real context in students' lives. However, cultural integration in mathematics learning must begin with the identification of mathematical concepts contained in cultural objects that are relevant to school mathematics. This study aims to identify mathematical concepts contained in the Panggung Krapyak and Rotiban activities at one of the Islamic boarding schools in Yogyakarta, Indonesia. This study is an exploratory study with a qualitative approach. Data were collected through observations of the Panggung Krapyak and Rotiban activities, in-depth interviews with figures, documentation, and literature reviews. The results of the study indicate that Panggung Krapyak displays various mathematical concepts such as reflection, similarity, and congruence in the shape of the building. In addition, the Rotiban activity contains the concept of multiples of numbers in its schedule and cyclic permutation in the cycle pattern of participants sitting. These findings indicate that the existence of mathematical concepts contained in local culture is in line with school mathematics so it can be integrated into mathematics learning to be more contextual and easier for students understanding.
The Etnomatematika dalam Kesenian Jathilan: Analisis Unsur Geometri dan Pola Gerak Juwairiyah Miftakhul Jannah; Arfinanti, Nurul
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.7446

Abstract

This research aims to identify and describe the geometric elements and mathematical patterns contained in Jathilan traditional art. The research method used is qualitative ethnography through interviews with village residents who are also artists, village elders and village officials. The results of the research show that geometric elements appear in the shape of the lumping horse's properties, the arrangement of the dancers' formations, accompaniment and movement. The mathematical values ​​that emerge include the concepts of lines, circles, and repeating patterns. This study strengthens the view that mathematics is not only present in formal contexts, but also lives and develops in society's culture.
Dinamika Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Geometri Melalui Lesson Study Wibowo, Azmi; Suparni, Suparni; Arfinanti, Nurul; Suryanto, Suyanto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3929

Abstract

Keaktifan siswa merupakan elemen penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna. Namun, dalam praktiknya, mengelola keaktifan siswa tidak selalu mudah, terutama pada kelas yang mayoritas siswanya aktif sehingga siswa yang kurang aktif sering tidak terdeteksi dan kurang terfasilitasi. Kondisi ini menyebabkan ketimpangan partisipasi dan berpotensi menghambat pemerataan kesempatan belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika keaktifan siswa dalam pembelajaran geometri melalui penerapan lesson study serta melihat bagaimana lesson study memfasilitasi peningkatan keaktifan terutama pada siswa yang pasif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis lesson study dengan dua siklus yang mengintegrasikan tahapan plan–do–see. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI F1 SMA Negeri 8 Yogyakarta tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui lembar observasi pembelajaran dan observasi keaktifan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif persentase untuk melihat perkembangan keaktifan siswa pada setiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keaktifan siswa. Pada siklus I, penggunaan teknik kancing gemerincing berhasil mengurangi dominasi siswa aktif dan mendorong partisipasi siswa pasif, meskipun masih terdapat 4 siswa yang belum terlibat aktif. Pada siklus II, penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mampu meningkatkan keterlibatan seluruh siswa, dengan 33 siswa berada pada kategori aktif dan hanya 3 siswa pada kategori tidak aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa lesson study efektif sebagai sarana refleksi dan perbaikan pembelajaran yang dapat memfasilitasi keaktifan siswa secara lebih merata
Etnomatematika dalam Produksi dan Penyajian Geblek Kulon Progo di UMKM Geblek Papa Yan kurniawati, yunita; Arfinanti, Nurul
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.53.87-94

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, etnomatematika adalah pendekatan yang menghubungkan konsep-konsep matematika dengan unsur-unsur budaya. Objek kajian penelitian ini adalah makanan tradisional Kulon Progo, yaitu geblek yang terbuat dari bahan baku pati singkong dan memiliki bentuk unik menyerupai angka delapan. Geblek memiliki potensi matematis yang dapat ditemukan dalam proses produksi hingga penyajiannya. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya hanya menyoroti bentuk geblek tanpa mengkaji etnomatematikanya secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara lebih mendalam potensi matematika dalam setiap tahapan produksi dan penyajian geblek Kulon Progo serta mengaitkannya dengan konsep-konsep matematika. UMKM Geblek Papa Yan dipilih sebagai tempat penelitian. Dalam penelitian ini digunakan metode etnografi dengan pendekatan bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan berbagai konsep matematika, antara lain satuan baku dan satuan tidak baku, operasi perkalian, operasi penjumlahan, konversi satuan waktu, perbandingan, konsep pola, dan transformasi geometri berupa rotasi. Temuan ini memperlihatkan proses produksi dan penyajian geblek tidak hanya mencerminkan kearifan lokal budaya, tetapi juga dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran matematika yang relevan di sekolah. Dengan demikian, geblek berpotensi menjadi sumber belajar berbasis budaya lokal yang dapat memperkaya implementasi etnomatematika dalam dunia pendidikan.
Etnomatematika Pada Alat Pembuatan Batik Yogyakarta Qonitina Sholihah, Mandy; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.53.81-86

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran wajan sebagai sumber etnomatematika dalam proses pembuatan batik sekaligus sebagai sarana pembelajaran matematika berbasis konteks budaya. Fokus utama kajian terletak pada aspek geometri dan pengukuran yang tampak pada bentuk wajan seperti jari-jari, diameter, kedalaman, dan volume ruang cekung, serta keterkaitannya dengan nilai-nilai budaya membatik dan penerapannya dalam kegiatan belajar matematika di sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pengrajin batik, dan analisis dokumen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wajan memiliki unsur-unsur geometri seperti bentuk lingkaran, simetri, dan juga mengandung konsep pengukuran linear (jari-jari, diameter, keliling, kedalaman) yang dapat dihubungkan dengan perhitungan matematis. Artikel ini juga menawarkan contoh penerapan pembelajaran yang menggunakan wajan untuk mengenalkan konsep jari-jari, diameter, keliling, luas permukaan, serta volume. Hal ini menunjukkan bahwa wajan sebagai bagian dari budaya membatik dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika kontekstual yang tidak hanya memperdalam pemahaman konsep tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal.
Eksplorasi Etnomatematika dalam Proses Pembuatan dan Penyajian Kupat Tahu Monjali 06 Azzaini Husna Shafa Hidayah; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.64-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan dan penyajian Kupat Tahu Monjali 06, sebagai salah satu kuliner tradisional khas Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi guna menggali konsep-konsep matematis yang muncul secara alami dalam aktivitas masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap pelaku usaha Kupat Tahu Monjali 06 yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan diteruskan secara turun-temurun hingga generasi ketiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas pembuatan dan penyajian kupat tahu terdapat berbagai aktivitas yang mengandung konsep-konsep matematika, seperti geometri, pengukuran, perbandingan, proporsi, kesimetrian, dan estimasi waktu. Pada tahap pembuatan ketupat terdapat konsep geometri ruang dan pola simetri pada anyaman janur, serta konsep perbandingan volume dalam menentukan takaran beras agar ketupat tidak terlalu padat atau lembek. Tahap perebusan mengandung konsep pengukuran volume air, waktu, dan proporsi perebusan. Tahap peracikan kuah bumbu kacang mencerminkan konsep perbandingan dalam takaran bahan untuk menjaga konsistensi rasa. Sementara itu, tahap penyajian terdapat unsur pengukuran volume, dan bentuk ruang pada potongan tahu yang berbentuk kubus, takaran kuah, serta pola simetris dan proporsi seimbang dalam penataan hidangan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Kupat Tahu Monjali 06 tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan budaya, tetapi juga memiliki nilai-nilai matematis yang dapat dijadikan sumber belajar kontekstual berbasis kearifan lokal. Etnomatematika yang terkandung dalam kuliner tradisional ini dapat memperkuat pembelajaran matematika yang lebih bermakna, menarik, dan dekat dengan kehidupan nyata peserta didik.
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Geometri Pada Bangunan Candi Pawon: - Arfinanti, Nurul; Nisa Hidayati
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.58-63

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi etnomatematika yang terkandung dalam Candi Pawon, sebuah warisan budaya bersejarah yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, teknik observasi dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen matematis dalam arsitektur candi, termasuk bentuk geometri, proporsi, dan simetri. Candi Pawon yang merupakan bagian dari peradaban Hindu-Buddha, menunjukkan keterkaitan yang erat antara matematika dan budaya, serta memberikan konteks yang relevan untuk pembelajaran matematika di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep-konsep matematika melalui pendekatan etnomatematika dapat meningkatkan minat siswa dan gairah belajar dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi etnomatematika dalam kurikulum pendidikan, yang tidak hanya membuat pembelajaran matematika lebih bermakna, tetapi juga lebih aplikatif. Dengan mendalami struktur bangunan, proporsi antara tinggi dan lebar, serta simetri dalam relief, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematis. Candi Pawon memberikan contoh konkret tentang bagaimana matematika dapat terintegrasi dalam budaya, sehingga menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa, mendorong mereka untuk melihat matematika sebagai bagian integral dari kehidupan mereka.
Keterkaitan Keterkaitan Matematika dan Budaya Lokal pada Proses Penggilingan Mi Lethek Menggunakan Tenaga Sapi di Bantul, Yogyakarta: - Fer, Lidwina Ferdiana Putri; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.47-57

Abstract

Mi Lethek merupakan salah satu makanan tradisional khas Bantul Yogyakarta yang sampai saat ini proses pembuatannya masih menggunakan cara tradisional yaitu masih menggunakan tenaga sapi untuk menggiling adonan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep matematis khususnya frekuensi, periode, dan kecepatan linear dalam aktivitas penggilingan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan Bapak Yasir Ferry Ismatrada, pemilik usaha mi lethek generasi ketiga, yang dilakukan di Srandakan, Bantul pada tanggal 29 September 2025 dan observasi. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa, frekuensi putaran sebesar 1 putaran/menit serta kecepatan linear sapi sebesar serta total jarak tempuh sapi sekitar selama sesi kerja 2 jam. Dalam satu hari, penggilingan bisa dilakukan selama tiga kali tergantung dari permintaan pasar dan kondisi fisik sapi. Penggunaan gilingan sapi masih dipertahankan sampai saat ini, karena akan berpengaruh terhadap tekstur dan cita rasa mi lethek.
Co-Authors Afifah, Laili Khiyarul Agus Kamaludin Aini, Aisyah Nurul Ainie Rahmah Al Faras, Naufal Asyam Alfarizi, Amirul Hakim Alifa, Vina Noer Alviansyah Putra Indrayadi Andani, Lusiana Novi Anis Luluk Rahmadani Anisa, Khomisa Annastiar, Sabrina Annisa Firanti Antia, Vindy Arif Fadhil Muhammad Ashabulabib, Adib Atsari, Isnaini Hasan Aulia Faqih Rifa’i Aulia Faqih Rifa’i Ayyasy, Dhestha Tsabita Azka, Raekhan Azzaini Husna Shafa Hidayah Burhanuddin Latif Burhanudin Arif Nurnugroho Cahyaningtias, Kintan Rahmaeda Chandra, Fabira Damar Jati, Wahyu Danila Rusdiana Devi Dewi Masyithoh Dian Purnamasari Dwi Rachmanto Ega Ayu Lutfiani Fadlilah Aziz Ramadan Fadlilah Aziz Ramadan Fauzi , Bagus Naufal Felisa, Dhea Ika Fer, Lidwina Ferdiana Putri Hajid, Gamal Abdul Nasher Al Hakim, Salma Halimatus Sadiyah Handayani, Laila Fitria Haqq, Wildan Saiful Herdiani, Maida Maulia Husein, Ragil Muhammad Ibrahim . Ibrahim Ibrahim Indrayadi, Alviansyah Putra Inneke Salwa Ramadiani Irfansyah, Hastin Nur Isnazuharoh, Maulyna Nur Istighfari, Ulya Tsani Iwan Kuswidi Izdihar, Savira Devi Fairuz Juwairiyah Miftakhul Jannah Khansa, Najma Aufa Khizanaturrohmah Nur Maziyah Khoiriyah, Mia Khusnul, Eva Laelatul Mutmainah Lestari, Devinta Fajar Lintang, Lintang Ega Shavira Maheswari, Sasikirana Zahra Mahmouda, Camela Putri Mileni Apriliana Mohammad Ichsanul A’mal Mufida, Naila Rahma Muhakimah, Ihtiyatul Muhammad Fadillah Muhammad Iqna Hibatallah Mukhlis Nur Fathi Munawwaroh, Siti Masithoh Muzaiyanah, Ufiq Nanda Veronika Nareswari, Adita Nisa Hidayati Nur'Afianti Nur'aini, Fatma Azzahra Nurhasanah, Aida Nurmala Nurmala Qonitina Sholihah, Mandy Raekha Azka Raekha Azka Rahmania, Talia Ramadhan, Fadlilah Aziz Ramadhani, Aisyah Ramadhani, Alifia Kania Reny Jamaliyah Ria Juliana Riza Nur Fadila Rizka Aura Maharani Subagiyo Rizqi, Alfiya Rizqiana Azizah Saraswati Safarinda Tri Handayani Salma Hakiim Salma, Adela Zakia Talitha Salsabila, Zahrina Sandani, Arief Sari, Nur Aini Amalia Sekarsari, Adinda Shahnaz Nurazizah Supardi U.S. Suparni Suparni Suryanto, Suyanto Uswatun Hasanah Wibowo, Azmi Wibowo, Azmi Magisty Winarti Wulandari, Nidya Ferry Wuryanti, Siti Hirodah Yesi Ismawati Yesi Ismawati Yuhan Futri Basya Yuhan Futri Basya Yulianto, Nanang Yunita Kurniawati, Yunita Zahra, Khansa Maryska Zuliana, Sri Utami