Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENYUSUNAN PROGRAM SEKOLAH YANG BERPIHAK PADA SISWA BERDASARKAN PEMETAAN ASET DENGAN ALUR BAGJA OLEH CALON GURU PENGGERAK (CGP) SMK NEGERI 1 KEMANGKON Turyono, Turyono; Andi Supriyadi; Bambang Guritno; Hendra Jaya
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 12: Juli 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i12.883

Abstract

Siswa berfungsi sebagai landasan bagi semua proses pengambilan keputusan di sekolah. Melalui filosofi dan metafora “bercocok tanam padi”, Ki Hajar Dewantara menganjurkan bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, guru harus secara sadar dan sistematis membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran siswa, sehingga dapat berkembang sesuai dengan fitrahnya. Oleh karena itu, ketika merancang program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, siswa juga harus menjadi pertimbangan utama. Dalam Program Pendidikan Pemberdayaan Guru (PPGP), digali sejauh mana guru dapat melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan terkait program/kegiatan pembelajaran tersebut. Guru di PPGP diharapkan dapat mengembangkan gagasan hasil kolaborasi menjadi rencana aksi transformatif berbasis Appreciative Inquiry dalam bentuk rencana program/kegiatan dengan memanfaatkan model manajemen perubahan BAGJA
EFEKTIVITAS TEKNOLOGI ALAT TENUN OTOMATIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF PELUANG USAHA BAGI SISWA SMK Yasser A. Djawad; Sabran; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 1, Februari 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai teknik/metode menenun dengan menggunakan alat tenun terotomatisasi, (2) meningkatkan keterampilan dalam menggunakan alat tenun terotomatisasi, (3) meningkatkan keterampilan merangkai alat tenun terotomatisasi, (4) meningkatkan keterampilan dalam melakukan perbaikan terhadap bagian komponen alat tenun terotomatisasi jika terjadi kendala, (5) meningkatkan keterampilan mengoperasikan alat tenun terotomatisasi, (6) mampu mendesain corak baru sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai budaya (makna corak sarung dari segi filosofis); (7) mengurangi waktu proses pembuatan sarung, (8) meningkatkan pengetahuan manajerial pemasaran produk tenun lipa sabbe berbasis IT (Toko Online); Objek sasaran adalah kelompok usaha tenun Desa Pambusuang, Kabupaten Polman. Metode yang digunakan dalam penyampaian materi menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, sedangkan penerapan menggunakan metode demonstrasi. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu: (1) Kegiatan diawali dengan penjajagan lokasi yang dilakukan pada saat pembuatan proposal, (2) persiapan awal penyiapan kelompok pengrajin sarung sutera, (2) identifikasi peralatan yang akan digunakan,(3) menetapkan motif sutera yang akan diterapkan, (4) pengadaan bahan dan alat penunjang pelatihan (5) pelaksanaan kegiatan (6) pendampingan kegiatan. Penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan PKM terhadap Pelaksanaan pelatihan dan kualifikasi Narasumber diperoleh penilaian dengan rerata skor 4,8 dengan kriteria sangat Baik. Guru dan sekolah berharap pengusaha tekstil, terutama batik, mempunyai kesadaran bekerja sama membina siswa SMK. Agar tak bergantung pada industri dan untuk menaikkan nilai jual batik dan tenun, siswa kriya tekstil mempelajari mata pelajaran busana sebagai muatan lokal. Harapannya, siswa memiliki keterampilan mengolah tenun dan batik dan berwirausaha mulai dari hulu ke hilir.
PENGEMBANGAN APLIKASI MIND MAPPING DALAM MENYIAPKAN TOPIK PENELITIAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNM PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA DALAM RANGKA PERCEPATAN STUDI H. Saliruddin; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 1, Februari 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1) untuk mengetahui bagaimana mengembangkan Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi; 2) untuk mengetahui bagaimana desain model aplikasi Mind-Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi; 3) untuk mengetahui bagaimana kelayakan media Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development). Proses pengembangan Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi menggunakan pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan Waterfall-based Model. Aplikasi Mind Mapping ini didesain sedemikian rupa untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu yang terdiri dari: 1) Perencanaan Topik Penelitian; 2) Penyelesaian Tugas Akhir; Hingga pada 3) Proses Pembimbingan. Model aplikasi Mind-Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi menggunakan Aplikasi berbasis Web yang dapatberjalan di Smartphone dengan alamat web http://mindmapfree.com/#. Aplikasi Mind Mapping dalam menyiapkan Topik Penelitian mahasiswa FT UNM Program Diploma dan Sarjana dalam Rangka Percepatan Studi berdasarkan respon mahasiswa dapat dilihat bahwa mahasiswa sangat tebantu dengan menggunakan Mind-Map. Mahasiswa sangat senang menggunakan Aplikasi mind map. Media yang digunakan, sangat membantu mahasiswa dalam memahami alur yang mahasiswa harus kerjakan mulai dari Strategi Penyelesaian Studi, Strategi Penulisan Tugas Akhir, dan Strategi Pembimbinga, Dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map membuat mahasiswa semakin tertarik untuk Selesai Tepat waktu, dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map membuat mahasiswa lebih menyadari pentingnya menyelesaikan Studi. Dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map mahasiswa merasa tertantang untuk menciptakan sesuatu yang baru, Dengan menggunakan Aplikasi berbantuan mind map membuat mahasiswa lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PSIKOLOGI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Dian Ekawati Nur; Muhammad Yahya; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 2, Agustus 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh berbagai personil sekolahterutama SMK, bahkan yang dilakukan bersama – sama dengan orang tua dan anggotamasyarakat untuk membantu anak – anak dan remaja agar menjadi atau memiliki sifat peduli,berpendirian, dan bertanggung jawab. Metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaanyaitu berisi teori – teori yang relevan dengan masalah – masalah penelitian. Menyikapi pentingnyapendidikan karakter, maka sangat diperlukan pendidikan karakter di sekolah untuk mewujudkanperadaban bangsa dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan. Setelah dilakukanpengkajian teori, disimpulkan bahwa pendidikan karakter tentunya sangat penting bagi pesertadidik untuk menanamkan nilai-nilai moral di dalam dirinya dan melatihnya untuk melakukankebiasaan – kebiasaan yang baik. Pendidikan karakter juga berfungsi untuk membangun suatukarakter pesarta didik karena kakater itulah yang akan mendominasi sifat dan bukti diri daripeserta didik tersebut.
PEMBERDAYAAN SISWA SMK MELALUI PELATIHAN PENERAPAN ALAT DETEKSI BANJIR BERBASIS IoT DI KAB. BULUKUMBA MELALUI PROGRAM KKN PPM Yasser A. Djawad; Hendra Jaya; Saliruddin; Supriadi
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 6, Issue 2, Agustus 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target luaran yang akan dicapai adalah Meningkatkan kepedulian dan empati mahasiswa kepada permasalahan masyarakat yang berada di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba khususnya siswa SMKN 3 Bulukumba, sehingga terjadi perubahan perilaku mahasiswa dan siswa SMKN 3 Bulukumba dalam menyikapi pentingnya pelatihan sikap, keterampilan, danstrategi adaptasi dalam menghadapi bencana, yang nantinya dapat memberdayakan masyarakat secara pengetahuan, sehingga masyarakat justru akan menjadi lebih paham dan 2. terampil sigap dalam menghadapi bencana; 3. Mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat di sekitar desa di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba melalui pelatihan sikap, keterampilan, danstrategi adaptasi dalam menghadapi bencana; 4. Mahasiswa memiliki kemampuan menyusun program dan mengimplementasikan program KKN-PPM dengan perencanaan yang terinci selama satu bulan; 5. Mahasiswa dapat berkolaborasi dengan Siswa SMKN 3 Bulukumba melalui program pelatihan. Berdasarkan capaian hasil pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi mitigasi bencana di SMKN 3 Bulukumba, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:1) Meningkatnya keterampilan dan pengetahuan siswa SMKN 3 Bulukumba terhadap pembuatan dan aplikasi teknologi informasi Deteksi banjir berbasis IoT; 2) meningkatnya kesadaran siswa SMKN 3Bulukumba akan menjaga lingkungan dari bahaya bencana banjir; 3) meningkatnya pengetahuan siswa SMKN 3 Bulukumba tentang sikap tanggap bencana.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN VOKASIONAL UNTUK MENUMBUHKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEMODIFIKASI PERALATAN PERTANIAN PADA LAHAN TERABATAS (TERASSERING) Badaruddin; Hendra Jaya; Sabran
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 7, Issue 2, Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan vokasional merupakan bagian dari konsep keterampilan hidup (life skills) dalam sistem persekolahan. Selama ini keterampilan vokasional lebih banyak diberikan pada Sekolah Menengah Kejuruan, sedangkan bagi remaja seperti tidak begitu penting. Keterampilan vokasional pada remaja dapat diberikan melalui pelajaran keterampilan. pembelajaran berbasis potensi lokal dapat diselenggarakan melalui tiga cara, yaitu pengintegrasian dalam kajian yang relevan, muatan lokal, dan keterampilan yang berorientasi pada pembuatan hasil karya yang ditunjang oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan produk yang dihasilkan dalam hal ini inovasi dalam bidang pertanian. Peroses modifikasi alat pemotong padi kelompok Remaja Desa Pala’e kabupaten Sinjai dapat dilihat pada penjelasan berikut ini: Modifikasi Alat Pemotong Padi: a) Menyiapkan Alat berupa Kunci dan perkakas; b) Menyiapkan bahan berupa desain penyangga batang padi (Hal ini didesain agar batang padi tidak berhamburan); c) Menyiapkan bahan berupa pisau piringan bulat (Didesain khusus untuk memotong batang padi). Berdasarkan kegiatan diperoleh bahwa warga remaja desa Pala’e dapat menggunakan hasil pelatihan dan keterampilan dengan sangat baik. Hal ini dilihat melalui tahapan dalam merencanakan hingga menghasilkan hasil produk yang layak dipasarkan, kemampuan mengidentifikasi alat yang akan dimodifikasi. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada remaja Desa Pala’e adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian berwirusaha bagi remaja desa Pala’e dalam memodifikasi alat pemotong padi telah berjalan secara optimal. Melalui proses pelatihan dan mengedepankan pendekatan diskusi dalam megidentifikasi dan membantu mengatasi masalah yang dihadapi remaja desa Palae. Dengan peran pendamping sebagai fasilitator, dan motivator memudahkan warga kelompok remaja desa Palae dalam merencanakan usaha. Sebagai fasilitator, pendamping memberikan berbagai macam informasi yang dibutuhkan dan sesuai dengankebutuhan remaja dalam menjalankan usaha yang digeluti. Sebagai motivator, pendamping memberikan dorongan motivasi untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha kepada remaja desa Palae. Dengan pemanfaatan hasil pelatihan keterampilan oleh warga kelompok remaja dan peran pendamping memberikan dampak pada kehidupan warga kelompok remaja khususnya dalam kemandirian usaha, hal demikian dapat ditunjukkan perubahan sikap dan perilaku seperti percaya diri, berani mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan dan bertanggung jawab. Mampu mengelola sendiri usaha, menjalin kemitraan usaha dan bahkan membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat yang berada disekitarnya. Disamping itu terdapat peningkatan aspek ekonomi dan aspek status sosial. Peningkatan ekonomi yang dimaksud adalah peningkatan pendapatan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS STEM DI SMK UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI Anita Candra Dewi; Chaerunnisa S. Lamasitudju; Hendra Jaya
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 9, Issue 2, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berbasis STEM dapat memfasilitasi siswa SMK bagaimana mereka dapat belajar secara bermakna. Kegiatan PkM ini dilakukan secara offline dengan metode ceramah, modeling, tanya jawab/diskusi, tugas proyek, dan presentasi. Metode Ceramah:Pembelajaran elektronika dasar dengan pendekatan teori-konseptual STEM. Pemodelan: Mempraktikkan proyek STEM yang dapat dibuat dalam pembelajaran elektronika dasar di SMK. Kegiatan PkM yang diikuti peserta dalam hal ini guru sangat antusias, berjalanlancar, dan dapat meningkatkan pemahaman literasi dan numerasi. Guru SMK dapat menjadikan pembelajaran STEM dalam konteks elektronika dasar sebagai alternatif pembelajaran khususnya mata pelajaran produktif di kelas. Program Kemitraan Masyarakatmampu menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh guru SMK, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk tugas guru dan pengembangan karir (83,33%), Memperoleh tambahan atau pendalaman konsep di bidang kajian dan pengembangan modul (75 %), Strategi atau model yang digunakan dalam kegiatan ini selaras atau sesuai dengan tuntutan/harapan guru (83,33%), guru mampu menerima secara komprehensif dari materi yang telah disampaikan dalam kegiatan (66,67%) , guru mampu memahami STEM secara utuh (80%), Guru mampu menyelenggarakan pembelajaran produktif di sekolah dengan STEM (91,67%), dan kegiatan semacam ini perlu dilakukan secara berkala (95%).