Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : AdBispreneur

GAYA BELANJA: PERBANDINGAN KONSUMEN INDONESIA DAN MALAYSIA R. Arief Helmi; Ria Arifianti; Wijayanti Nugraeni
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.625 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i1.16523

Abstract

ABSTRAKBerbelanja adalah aktifitas yang menjadi pilihan wisatawan, peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara terutama  dari Malaysia ke kota Bandung, mengisyaratkan perlunya pemahaman kecenderungan perilaku wisatawan sebagai konsumen dalam membeli produk atau berbelanja yang disebut gaya belanja. Dengan menggunakan sembilan gaya belanja yang dicetuskan Sproles dan Kendall (1986) studi komparasi antara kedua kelompok dilakukan, studi ini juga dapat disebut penelitian cross-culture. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa konsumen Indonesia dan Malaysia memiliki gaya belanja yang sama yaitu : perfectionistic, brand conscious,  dan impulsive. Perbedaanya adalah konsumen Indonesia cenderung lebih bergaya belanja: price conscious, habitual, dan confused by over choice. Sedangkan konsumen Malaysia cenderung lebih bergaya belanja novelty conscious dan recreational. Pemahaman ini dapat dimanfaatkan pada pemasaran internasional terutama pada industri retail. Kata kunci : Konsumen, Gaya belanja, Studi Komparasi  ABSTRACTShopping is one of most popular tourist activities.  There is an increasing number of domestic and foreign tourists, especially from Malaysia visiting Bandung. It is valuable to understand the tourist’s behavior especially in their buying behavior which called shopping style. This study employed nine shopping styles from Sproles and Kendall (1986) which comparing domestic Indonesian and Malaysian tourist, this study can also be categorized as cross-culture research. The results show that Indonesian and Malaysian consumers have the same shopping style: perfectionistic, brand conscious, and impulsive. The difference is that Indonesian consumers tend to have shopping style: price conscious, habitual, and confused by over choice. While Malaysian consumers indicated to have shopping style: novelty conscious and recreational. This understanding can be utilized in international marketing, especially in the retail industry. Keywords: Customer, Shopping-style, Comparaive Study
ANALISIS TATA LETAK DALAM PERSPEKTIF RITEL Ria Arifianti
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 3 (2016): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.232 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i3.11216

Abstract

ANALISIS TATA LETAK DALAM PERSPEKTIF RITEL  Ria ArifiantiDepartement of Business Administrative ScienceFaculty of Social and Political Sciences University of PadjadjaranEmail : r.arifianti@unpad.ac.id. ria_arifianti@yahoo.co.id ABSTRACT                Layout strategies undertaken to generate profits, and to provide comfort for visitors. Despite the fact that so run smoothly. This can be seen from the customer complained about the layout made by the company. They complained of the board were not clear and the high placement so that makes them confused for mencarai desired goodsThe approach taken in this study is a qualitative approach. The research method is descriptive method. Technique of collecting data using study of literature and field. Field studies using observation and interviews.The research results that Retail Modern retail use this type of layout. The arrangement is based layout to provide convenience for consumers when shopping. Other than that a good layout. Placement will impact and improve competitiveness. The advice given is a clear indication of the existence of the placement of goods, so as not to confuse consumers when shopping Keywords : modern retail,  lay out strategy   ANALISIS TATA LETAK DALAM PERSPEKTIF RITEL  ABSTRAK Strategi tata letak dilakukan untuk menghasilkan keuntungan, dan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Meskipun pada kenyataannya tidak begitu berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari pelanggan mengeluhkan tata letak yang dilakukan oleh perusahaan. Mereka mengeluhkan papan petunjuk yang tidak jelas dan tinggi penempatannya sehingga membuat mereka kebingungan untuk mencarai barang yang diinginkan Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan secara induktif untuk memperoleh data yang bersifat menyeluruh atau holistic dan mendalam. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian mennujukkan bahwa Ritel Modern menggunakan jenis tata letak ritel. Penataan tata letak didasarkan untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen ketika berbelanja. Selain daripada itu penempatan layout yang baik akan memberikan dampak dan meningkatkan daya saing. Adapun saran yang diberikan adalah Adanya petunjuk yang jelas tentang penempatan barang, sehingga tidak memusingkan konsumen ketika berbelanja Kata kunci : ritel modern, strategi tata letak
AKTIVASI SUB SEKTOR EKONOMI KREATIF DI KOTA BANDUNG Ria Arifianti; Mohammad Benny Alexandri
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.414 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i3.16488

Abstract

ABSTRACT                Creative Economy will be the world economic trend in the next few years. Stagnation of economic growth and environmental degradation is increasingly alarming, encouraging the whole world to put forward the creativity in economic life that maximizes the added value of a product of goods and services in the framework of the sustainability of human life and civilization. The research method used is a qualitative method of research procedures that produce descriptive data in the form of written words or oral from the people and behavior that can be observed. With the explorative approach that is digging more detailed description.The result of the research is the formulation of creative economic activation for Bandung based on the requirement by UNESCO. The selection of activation of the creative economy sub-sector, it was found that the first scenario was the most proportional. Furthermore, the first government of Bandung City to develop more extensive network of creative industries to the kecamatan or kelurahan. Second, improve activation of low value, with the training on activation Keywords :Economics, creative, activation.   ABSTRAKEkonomi Kreatif akan menjadi trend ekonomi dunia dalam beberapa tahun mendatang.   Stagnasi pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, mendorong seluruh dunia untuk lebih mengedepankan kreativitas dalam berkehidupan ekonomi yang memaksimalkan nilai tambah dari suatu produk barang dan jasa dalam rangka keberlanjutan kehidupan dan peradaban manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati .Dengan pendekatan eksploratif yaitu menggali keterangan lebih rinci. Hasil penelitian adalah perumusan aktivasi ekonomi kreatif untuk Kota Bandung berdasarkan yang disyaratkan oleh UNESCO. Pemilihan aktivasi sub sektor ekonomi kreatif, maka ditemukan bahwa skenario yang pertama  adalah yang paling proporsional. Selanjutnya, pertama pemerintah Kota Bandung mengembangkan lebih luas jaringan industri kreatifnya ke kecamatan atau kelurahan. Kedua, memperbaiki aktivasi yang bernilai rendah, dengan adanya pelatihan tentang aktivasi Kata Kunci : Ekonomi,  kreatif, aktivasi.   
MODEL MATA RANTAI PASOKAN DI MASA PANDEMI (STUDI PADA RESTORAN CEPAT SAJI) Arifianti, Ria; Raharja, Sam’un Jaja
Adbispreneur Vol 8, No 2 (2023): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausa
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/adbispreneur.v8i2.47915

Abstract

This study aims to find out how the supply chain model is for restaurant who sell food or fast food. This model was studied because there was a change in concept when a pandemic occurred. The method used is descriptive. Data collection techniques using observation, interviews with the restaurant traders. The chain model that is carried out at fast food restaurants involves 2 channels, namely the path used for ordering independently without involving a third party, in this case ordering via the online/application route. And the second line is specifically for online ordering and involves delivery services such as Gofood or Gosend.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model mata rantai pasokan untuk pengusaha restoran yang menjual makanan atau cepat saji. Model ini dikaji karena adanya suatu perubahan konsep ketika terjadi pandemic. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dengan pedagang restoran  tersebut. Model mata rantai  yang dilakukan pada restoran cepat saji melibatkan 2 jalur yaitu jalur yang digunakan untuk pemesanan secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga dalam hal ini penesanan melalui jalur online/aplikasi. Dan jalur yang kedua khusus untuk pemesanan secara online dan melibatkan jasa antar seperti Gofood atau Gosend.
Co-Authors Adika Fauzi Akbar Imran Adjie Ahmad Darajat Afifah Rashif Agus Taryana Agus Taryana Ahmad Hadi Fauzi Al Farisi, Hasan Amalia Saniy Soeprapti, Rizki Anindita Nurjihan Dwi T Anjar Priatama Arbi Abdul Kahfi Arbi Abdul Kahfi Arianis Chan Asmaul Husna Aulia, Muhammad Dzaki Barkah, Cecep Safa’atul Candra Sopiana Candradewini Candradewini Dian Fordian Dian Rosa Sunaryo Dinda Tiara Sani Dudi Ahmad Wardiana Erick Darmadjaya Erna Maulina Farah Putri Firsanty Farah Putri Firsanty Farhan Maulana Fasya Dita Sabira Fasya, Siti Nadhira Fatahurrazak Fauzan, Tribowo Rachmat Fauziah, Sabila Nurul Ferdy Syari Hidayat Firmansyah, Putra Imam Gugun Gunawan, Gugun Hasan Al Farisi Healthy Nirmalasari, Healthy Herwan Abdul Muhyi Imam Suwandi Indiani, Dini Jajang Ginanjar Juliana, Meyli Permata Kahfi, Arbi Abdul Khirana, Tertya Laksono Trisnantoro Lazuardi, Muhammad Lutfi Lina Auliana M. Rizal Mahira, Siti Alyqha Marga Anjar Distyarini Marsha Aulia Hakim Mas Halimah Mas Rasmini Maulana, Farhan Meisa Dai, Ratna Mochammad Benny Alexandri Mochammad Rifky Pamungkas Moh. Benny Alexandri Mohammad Benny Alexandri Muhamad Rizal Muhamad Rizal Muhamad Rizal Muhamad Rizal Muhammad Ainul Fahmi Muhammad Lutfi Lazuardi MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rizal Muhammad Rizal Muhammad Rizal Muhammad Zindan Taufikurrahman Mukhti, Wahyu Krisna Nenden Kostini Novie Indrawati Sagita Nugraeni, Wijayanti Nugraha, Candra Nurdin Nur Jamilah Nuraini, Hanifah Nurdin, Tubagus Asep Nurhayati, Ratih Gantini Nurjamilah Nurjamilah Nurjamilah, Nurjamilah Ogi Maulana Firli Pratami Wulan Tresna, Pratami Wulan Purba, Rivan Putri Firsanty, Farah R. Anang Muftiadi R. Arief Helmi R. Ratna Meisa Dai, R. Ratna Meisa Rachmat Fauzan, Tribowo Raden Marsha Aulia Hakim Raden Ratna Meisa Dai Restu Ramadhan Restu Ramadhan Richa Nahdalaily Fathara Riswanda Riswanda Riswanda Riswanda Rivani - Rivani . Rivani Rivani Rivani, Rivani Rizki Ananda Ramadhan Ruslan, Budiana Salsabila, Nardina Sam'un Jaja Raharja Sandjaya, Teguh Sara Rizka Rotua Manurung Selvi Centia Shafiyatuzzahra, Qotrunnada Sukarno, Husein Faryuki Sumadinata, Widya Sutardjo, Puti Purnama Syahwanda, Adisty Putri Tetty Herawaty Tradiga Nur Aziz Tribowo Rachmat Fauzan Vidi Paramestri, Nabila WAHJU GUNAWAN Wijayanti Nugraeni Wisnumulya, Dicky Yayan Nuryanto Yogi Mochamad Nurul Hikmah