Claim Missing Document
Check
Articles

Tiga Mekanisme Perampasan Sumber Daya Alam di Konawe Utara: Pembalakan, Perkebunan Sawit, dan Pertambangan Nikel dalam Perspektif Ekologi Politik Sarlan Adijaya; Danial; Zainal; Laxmi; Raemon; La Ode Aris; Aghista Febriani
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.282

Abstract

This article analyzes three sequential and mutually reinforcing mechanisms of natural resource dispossession occurring in North Konawe Regency, Southeast Sulawesi: (1) forest exploitation through Forest Concession Rights (HPH) by PT. Intisixta since 1992; (2) forest conversion for oil palm plantations by at least six companies since 1996; and (3) open-pit nickel ore mining conducted by 56 active Mining Business Permit (IUP) holders. Using a political ecology framework, this article argues that these three mechanisms are not separate events but rather a structured regime of accumulation that can be understood as accumulation by dispossession, systematically transferring resources from the indigenous Culambacu and Tolaki communities to capitalist actors. The integrative literature review is strengthened by field data and analysis of licensing documents. The findings reveal that cumulative deforestation reached at least 30,369 hectares between 1997–2013; 19,005 hectares of forest areas were converted into oil palm plantations; 42,871 hectares of land were controlled by mining concessions; and the poverty rate remained above the national average (13.53%) despite massive natural resource exploitation. The article concludes that persistent poverty amid abundant natural resources reflects a structural, rather than incidental, failure of governance.
Pelatihan Pengenalan Aplikasi Mendeley pada Mahasiswa Akhir Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo : Pengabdian La Ode Aris; Hidayah Rahman; Nasruddin Suyuti; Hasniah Hasniah; Zainal Zainal; Danial Danial
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6454

Abstract

Pengelolaan referensi merupakan aspek penting dalam penulisan karya ilmiah untuk mendukung argumentasi, memperkuat landasan teori, dan mencegah plagiarisme. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun sitasi dan daftar pustaka karena menggunakan metode manual yang rentan terhadap kesalahan dan inkonsistensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo dalam penggunaan aplikasi Mendeley sebagai alat bantu pengelolaan referensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyusunan proposal, koordinasi dengan jurusan, survei awal, penentuan strategi edukasi, serta penyuluhan dan pelatihan langsung. Materi pelatihan mencakup instalasi aplikasi, pengelolaan referensi, serta pembuatan sitasi dan daftar pustaka otomatis. Kegiatan diikuti oleh 15 mahasiswa tingkat akhir dan berlangsung pada Juli–September 2025. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan Mendeley meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengorganisasi referensi, melakukan sitasi otomatis, dan menyusun daftar pustaka sesuai standar akademik. Selain meningkatkan efisiensi penulisan karya ilmiah, pelatihan ini juga mengurangi kesalahan sitasi dan mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa. Oleh karena itu, pelatihan penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi akademik mahasiswa.
Analysis of the Taaruf Parade of the Quran Tilawati Selection and Hadis (STQH) National Indonesia Laxmi; La Ode Aris; Nirmalasari; Abdul Rahman; Muh Ikhlasul Amal
Khazanah: Journal of Islamic Education and Science Vol. 2 No. 1 (2026): Khazanah: Journal of Islamic Education and Science
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/khazanah.v2i1.891

Abstract

The Quran Recitation and Hadith Competition (STQH) is a national event that combines religious aspects with local wisdom. Each region showcases its unique characteristics through traditional attire, cultural symbols, and distinctive ornaments. The objective of this study is to analyze and document the appearance of decorated vehicles and cultural representations from various provinces, as presented in the STQH Ta’aruf Parade. The research method employs qualitative descriptive analysis with an ethnographic approach. Data collection techniques include standard interviews, in-depth interviews, participant observation, and documentary analysis. The results of this study indicate that the Ta’aruf Parade in the 2025 National STQH serves as a medium for cultural representation that integrates religious values, local identity, and environmental awareness. Each contingent displays cultural symbols through decorated vehicles, traditional attire, and traditional arts that convey messages of social harmony and environmental conservation. Support from organizers and the government further strengthened the socio-economic impact by boosting local community activities. Art performances, including large-scale dances, demonstrated that cultural arts are utilized as a contextual means of religious outreach. The STQH functions not only as a venue for religious competition but also as a space for cultural preservation and the reinforcement of sustainable social values.
Pelatihan Pembuatan Minuman Berbasis Tumbuhan Sebagai Penguatan Ekonomi Masyarakat: Pengabdian Ashmarita; Hidayah Rahman; Wa Ode Winesty; Sarlan Adi Jaya; La Ode Aris; Hasniah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6796

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pengetahuan lokal mengenai pemanfaatan tanaman rempah sebagai bahan kesehatan tradisional dan produk ekonomi kreatif. Jahe merupakan salah satu tanaman lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki nilai budaya, kesehatan, serta potensi ekonomi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengolah jahe menjadi minuman Saraba sebagai produk berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan model service learning. Kegiatan dilaksanakan di area kebun, Konda, Sulawesi Tenggara, pada 19 Oktober 2025, dengan melibatkan 26 mahasiswa Program Studi Antropologi yang mengikuti mata kuliah Antropologi Ekonomi. Tahapan kegiatan meliputi penyuluhan, pengenalan bahan lokal, pembersihan dan pengolahan jahe, perebusan, pencampuran bahan, penyaringan, pengemasan, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara pengetahuan lokal, praktik ekonomi, dan kreativitas dalam pengembangan produk. Mahasiswa tidak hanya memahami Saraba sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai produk budaya yang memiliki nilai jual. Kegiatan ini juga mendorong kerja sama, kepercayaan diri, dan motivasi berwirausaha berbasis sumber daya lokal. Pelatihan pembuatan Saraba jahe menjadi model pembelajaran Antropologi
PKM Aksi Membangun Kerjasama Antar Etnis dan Agama Berbeda di Kelurahan Lapulu Kota Kendari untuk Menguatkan Solidaritas dan Toleransi Bersama Laxmi Laxmi; La Ode Aris; I Subandrio; Sarlan Adi Jaya; Hasniah Hasniah; Juhanti Liku
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3bd08m83

Abstract

Kelurahan Lapulu Kota Kendari merupakan salah satu wilayah multietnis yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang sosial, budaya dan agama yang berbeda, termasuk masyarakat Toraja dan Bugis, Islam dan Kristen. Kehidupan masyarakat yang beragam itu menuntut adanya hubungan sosial yang harmonis agar tercipta kerja sama sosial, sikap toleransi dan aksi solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan aksi membangun kerja sama antar etnis dan agama berbeda untuk menguatkan sikap kerjasama, solidaritas dan toleransi. PKM ini dilaksanakan karena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya telah terjadi penguatan sosial budaya dan keagamaan pada masyarakat di Kelurahan Lapulu. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan melalui kegiatan aksi bekerjasama dalam aktivitas sosial di masyarakat, aksi solidaritas dan sikap toleransi pada kegiatan ibadah antar etnis dan keagamaan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa dengan adanya pelaksanaan aksi bekerjasama dalam bentuk kerjabakti mingguan dan sikap solidaritas serta toleransi pada pelaksanaan ibadah keagamaan, silaturahmi antar agama berbeda dalam perayaan hari besar keagamaan telah mampu menciptakan hubungan sosial dengan sikap toleransi yang lebih harmonis dan memperkuat kerja sama di lingkungan masyarakat. Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya toleransi, kerja sama sosial, solidaritas dan menguatkan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat multietnis dan keagamaan di Kelurahan Lapulu Kota Kendari.
ANALISIS FAKTOR DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA PANTAI NAMBO, KOTA KENDARI, SULAWESI TENGGARA: (ANALYSIS OF FACTORS IN THE DEVELOPMENT OF NAMBO BEACH TOURISM DESTINATION, KENDARI CITY, SOUTHEAST SULAWESI) Janu, La; Sofyani, Wa Ode Winesty; Aris, La Ode; Husriadi, Muhammad
e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Vol. 12 No. 2 (2025): e-JEBA Volume 12 Number 2 Year 2025
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ejeba.v12i2.53724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung pengembangan Destinasi Wisata Pantai Nambo. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari data primer dan data sekunder, sementara teknik pengumpulan data yaitu dilakukan melalui wawancara dan pengamatan. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dimana permasalahan penelitian dianalisis dengan menggunakan teori penghambat dan pendukung pengembangan pariwisata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor menghambat pengembangan Destinasi Wisata Pantai Nambo yaitu tercemar aktivitas penambangan pasir, limbah rumah tangga, terdapat sarana dan prasarana yang tidak terawat, tempat pembuangan abu jenazah mayat suku-bangsa Bali dan sumber daya manusia pariwisata yang minim. Faktor pendukung pengembangan Destinasi Wisata Pantai Nambo berupa dekat dengan pusat Kota Kendari, dukungan dana dari pemerintah, sarana dan prasarana yang cenderung lengkap dan pusat pagelaran seni dan budaya.
Fungsionalisme Terintegrasi Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Desa di Sultra: Persfektif Malinowski Bagi Solusi Masalah Sosial dan Lingkungan La ode Aris; Laxmi Laxmi; Hasniah Hasniah; Wa Ode Winesty Sofyani
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.10831

Abstract

Non-governmental organizations (NGOs) play a strategic role in empowering rural communities, particularly in regions characterized by high levels of social, economic, and environmental vulnerability. This article aims to analyze the role of Komnas Desa of Southeast Sulawesi in rural community empowerment through the perspective of integrated functionalism as proposed by Bronislaw Malinowski. This study employs a qualitative approach, utilizing field observations, in-depth interviews, and documentation analysis conducted through field-based academic activities. The findings reveal that Komnas Desa Southeast Sulawesi adopts a participatory approach rooted in the local socio-cultural context in implementing programs related to economic empowerment, environmental advocacy, public health, and disaster management. From the perspective of integrated functionalism, these programs function as interconnected components within the social system that collectively address the fundamental needs of rural communities. The application of functionalist and applied anthropological perspectives enables NGO interventions to become more adaptive to local conditions, socially accepted by community members, and effective in strengthening local capacities. This study highlights the importance of integrating anthropological theory into community empowerment practices as a sustainable strategy for addressing social and environmental challenges in rural areas.