p-Index From 2021 - 2026
13.11
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal of Nutrition and Health Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES LINK Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Jurnal NERS Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Kesehatan Komunitas Fokus Ekonomi Media Ilmu Kesehatan Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Journal of Maternal and Child Health Journal of Health Science and Prevention Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Kesehatan Global Unnes Journal of Public Health Public Health Perspective Journal Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Medical Technology and Public Health Journal Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Ekomaks : Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Promotif Preventif International Islamic Medical Journal Jurnal Kesehatan Tambusai JOURNAL LA MEDIHEALTICO MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Community Development Cermin Dunia Kedokteran Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) International Journal of Science and Society (IJSOC) Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Journal of Social Research Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Quality : Jurnal Kesehatan Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Pengabdian West Science Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development IIJSE Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Holistik Jurnal Kesehatan JHE (Journal of Health Education)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS INPUT DAN LINGKUNGAN IBU MENYUSUI TERHADAP PROGRAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (Studi Kasus Puskesmas Pandanaran Kota Semarang) Made Weni Juliani Wismantari; Chriswardani Suryawati; Septo Pawelas Arso
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 6, No 5 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.129 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v6i5.21984

Abstract

The exclusive breastfeeding program organized by primary health center is an assurance that children get exclusive breastfeeding. Pandanaran Primary Health Center is one of the health centers that has lowest exclusive breasfeeding coverage and the many mothers who have not been able to optimize their exclusive breastfeeding. The research objective is to describing the input and the mother's environment. The research method uses qualitative research with a descriptive analytic approach. This study interviewed 15 informants. The results of the study show that the input elements, resources were good, the availability of personel, money, and the availability of SOP. Facilities and infrastructure are available, but lactation room conditions are less functioning. In the environmental element, socio-cultural influence and employment status are things that hinder exclusive breastfeeding, even though the mother has the support of her husband, family and community. The advice that can be given to the Pandanaran Health Center, support in improving and developing competencies of health workers and preparing a better lactation room.
DETERMINASI PELANGGAN BERKUNJUNG KEMBALI PADA POLIKLINIK EKSEKUTIF NUSA INDAH RSUD TUGUREJO SEMARANG Aditya Nugraha; Naili Farida; Septo Pawelas Arso
Fokus Ekonomi : Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol 17, No 1: Juni 2022
Publisher : STIE Pelita Nusantara Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34152/fe.17.1.81-100

Abstract

The hospital is a health service unit for the community, a complete health service that provides inpatient, outpatient and emergency services. The research objective was to determine and analyze the effect of brand image and service quality on customer loyalty through customer value and intention to return to the Nusa Indah Executive Polyclinic, Tugurejo Hospital, Semarang City. Methodology of  this research was a quantitative analytic observational study. The research subjects were patients who were treated at the outpatient installation of the Nusa Indah Executive Polyclinic, Tugurejo Hospital, Semarang City. The results showed First, the quality of service has an effect on customer value at the executive polyclinic of RSUD Tugurejo Semarang. Second, the results obtained that brand image has a positive effect on customer value at the Nusa Indah executive polyclinic, Tugurejo Hospital, Semarang. Third, the results showed that customer value had a positive effect on the interest in repeat visits at the Nusa Indah executive polyclinic, Tugurejo Hospital, Semarang. Fourth, the results showed that customer value had a positive effect on customer loyalty at the Nusa Indah Executive Polyclinic, Tugurejo Hospital, Semarang. Fifth, the results of the intention to revisit have a positive effect on loyalty. In sum, service quality and brand image assessed by customers (patients) are very good so that they have an interest in revisiting for treatment if they are sick, this is a form of patient loyalty to the Nusa Indah executive polyclinic, Tugurejo Hospital Semarang.keywords:  service quality, customer value, brand image, repeat interest, customer loyaltyRumah Sakit merupakan unit pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pelayanan kesehatan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.   Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh citra merek dan kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan melalui nilai pelanggan dan niat berkunjung kembali di Poliklinik Eksekutif Nusa Indah RSUD Tugurejo Kota Semarang. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik kuantitatif. Subyek penelitian adalah pasien yang berobat di instalasi rawat jalan Poliklinik Eksekutif Nusa Indah RSUD Tugurejo Kota Semarang. Hasil yang didapatkan, pertama didapatkan kualitas layanan berpengaruh terhadap nilai pelanggan di poliklinik eksekutif RSUD Tugurejo Semarang.  Kedua didapatkan hasil citra merek berpengaruh positif terhadap nilai pelanggan di poliklinik eksekutif Nusa Indah RSUD Tugurejo Semarang. Ketiga didapatkan hasil nilai pelanggan berpengaruh positif terhadap minat kunjungan ulang di poliklinik eksekutif  Nusa Indah RSUD Tugurejo Semarang. Keempat didapatkan hasil nilai pelanggan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan di poliklinik eksekutif nusa indah RSUD Tugurejo Semarang. Kelima didapatkan hasil niat berkunjung kembali berpengaruh positif terhadap loyalitas. Kualitas layanan dan citra merek dinilai pelanggan (pasien) sangat baik sehingga mereka mempunyai minat kunjungan ulang untuk berobat jika sakit, hal ini sebagai wujud loyalitas pasien ke poliklinik eksekutif Nusa Indah RSUD Tugurejo Semarang.Katakunci: kualitas layanan, nilai pelanggan, citra merek, minat kunjungan ulang, loyalitas pelanggan
Analysis of Inpatient Linen Management in Hospital Isolation Room in Indonesia: A Review Yulis Muktafi'ah; Antono Suryoputro; Septo Pawelas Arso
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.829 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.1058

Abstract

Linen handling activities are a very important handling activity carried out in hospitals. The thing that can minimize the risk of distribution of linen is to carry out proper handling according to standards. If the handling is carried out properly, the risk of spreading microorganisms to activities, staff, and the environment can be carried out and minimized. The purpose of writing this article is to find out the analysis of inpatient linen management in isolation rooms in various hospitals in Indonesia. The method used in writing this article is a qualitative method with the strategy used is a literature study on the topic of analysis of linen management in hospital isolation rooms in Indonesia. The results of the literature from various sources found that hospitals in Indonesia had set standards for linen management to prevent transmission. However, linen management in various hospitals in Indonesia, in general, has not been able to run optimally and has not met the applicable standards. This can be seen from the various stages of handling linen that does not meet the standards starting from the stages of separation, reception, processing, washing, and storage.  Abstrak: Kegiatan penanganan linen merupakan sebuah kegiatan penanganan yang sangat penting dilakukan di rumah sakit. Hal yang dapat meminimalisir risiko penularan dari linen yaitu dengan melaksanakan penanganan yang tepat sesuai dengan standar. Jika kegiatan penanganan dilakukan dengan tepat, maka risiko penularan mikroorganisme pada pasien, petugas serta lingkungan dapat dicegah dan diminimalisir. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui analisis pengelolaan linen rawat inap ruang isolasi di berbagai rumah sakit di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode kualitatif dengan strategi yang digunakan adalah studi literatur dengan topic analisis pengelolaan linen rawat inap ruang isolasi rumah sakit di Indonesia. Hasil tinjauan pustaka dari berbagai sumber yang ditemukan menyatakan bahwa rumah sakit di Indonesia sudah menetapkan standar pengelolaan linen untuk mencegah risiko penularan. Namun, pengelolaan linen di berbagai rumah sakit di Indonesia secara garis besar belum dapat berjalan dengan maksimal dan belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tahap kegiatan penanganan linen yang belum memenuhi standar mulai dari tahap pemisahan, penerimaan, pengangkutan, pencucian dan penyimpanan.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan mengikuti pedoman perawatan Bundle Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Solikin Solikin; Mateus Sakundarno Adi; Septo Pawelas Arso
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i3.4676

Abstract

Analysis of the factors that influence compliance to follow guideline-based care of Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) Bundle among nursesBackground: The base of the Infection Prevention and Control Team's assessment showed that the compliance with the VAP bundle implementation carried out by the nurses in the Intensive Care Unit/ICU) ward Dr. Kariadi Hospital is still low. Based on the results of the preliminary study, shows that several variables that are thought to have an influence on nurses' compliance in implementing the VAP bundle include motivation, availability of facilities, supervision, and nurse stress.Purpose: To analysis of the factors that influence compliance to follow guideline-based care of Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) Bundle among nurses.Method: The research design used in this research is descriptive correlational analytic with a cross-sectional research design. The study population was all nurses in the Intensive Care Unit/ICU) ward Dr. Kariadi Hospital. Data was collected using a questionnaire and observation sheet. Processing and data analysis using multiple logistic regression analysis.Results: Finding that: 1) The nurse motivation variable did not have a simultaneous correlation with the compliance with implementing the VAP bundle, 2) The facility availability variable had a coefficient on the compliance with implementing the VAP bundle, 3) the supervision variable of the head of the room had the greatest influence on the compliance with implementing the VAP bundle (OR = 44.4), 4) The nurse work stress variable has no effect on compliance with implementing the VAP bundle, 5) The variable availability of facilities and supervision of the head of the room simultaneously or jointly has an influence on nurse compliance in implementing the VAP bundle to reduce the Associated Ventilator Pneumonia (VAP) in the Intensive Care Unit/ICU) ward Dr. Kariadi HospitalConclusion: There is an effect of the availability of facilities and supervision to simultaneously on compliance with implementing the VAP bundle by nurses to reduce Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) in the Intensive Care Unit/ICU) ward Dr. Kariadi Hospital.Keywords: Analysis; Compliance; Guideline-based care; Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) Bundle; NursesPendahuluan: Hasil penilaian Tim PPI menunjukkan bahwa kepatuhan pelaksanaan bundle VAP yang dilakukan oleh para perawat di Ruang IRIN RSUP Dr. Kariadi Semarang masih rendah. Berdasarkan hasil studi awal menunjukkan bahwa beberapa variabel yang diduga memiliki pengaruh terkait kepatuhan para perawat dalam pelaksanaan bundle VAP diantaranya adalah motivasi, ketersediaan fasilitas, supervisi kepala ruang, dan stress perawat. Tujuan: Menganalisis pengaruh motivasi, ketersediaan fasilitas, supervisi kepala ruang, dan stress kerja perawat secara bersama-sama terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan bundle Ventilator Associated Pneumonia di Ruang IRIN RSUP Dr. Kariadi Semarang.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian semua perawat di Ruang IRIN RSUP Dr. Kariadi Semarang. Subjek penelitian merupakan semua perawat di Ruang IRIN RSUP Dr. Kariadi Semarang yang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil: Menunjukkan: 1) Variabel motivasi perawat tidak memiliki korelasi secara simultan terhadap kepatuhan pelaksanaan bundle VAP, 2) Variabel ketersediaan fasilitas mempunyai koefisien terhadap kepatuhan pelaksanaan bundle VAP, 3) Variabel supervisi kepala ruang memiliki pengaruh paling besar terhadap kepatuhan pelaksanaan bundle VAP (OR = 44,4), 4) Variabel stress kerja perawat tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan pelaksanaan bundle VAP, 5) Variabel ketersediaan fasilitas dan supervisi kepala ruang secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam pelaksanaan bundle VAP dalam upaya penurunan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Ruang IRIN RSUP Dr. Kariadi Semarang. Simpulan: Ada pengaruh ketersediaan fasilitas dan supervisi kepala ruang secara simultan terhadap kepatuhan pelaksanaan bundle VAP oleh perawat dalam upaya penurunan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Ruang IRIN RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Pencegahan Kejadian Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) dengan Kepatuhan Pelaksanaan Bundle: Literature Review Solikin Solikin; Matius Sakundarno Adi; Septo Pawelas Arso
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.2661

Abstract

Prevention of Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) Events with Compliance with Bundle Implementation: Literature Review Background: Patients who experience critical illness and use a mechanical ventilator in the ICU have an increased risk of experiencing ventilator associated pneumonia (VAP) which is a major cause of morbidity and mortality in the ICU and causes lengthening the length of stay and an increase in hospital costs.Purpose: To conduct a recent literature review with regard to VAP primarily related to causes, risk factors, pathogenesis, prevention, early detection and diagnosis, and administration of antibiotics to patients with VAP. At the end of this article conclusions will be presented that can be used by practitioners as a clinical guide.Method: The design used was literature review, articles were collected using a search engine, including (Clinicalkey) 27 articles, (Cochrane) 25 articles, (Medline) 17 articles and (Pubmed) 19 articles. From the predetermined article inclusion criteria, we found 7 articles out of 88 that were suitable for different interventionsResults: Prevention of VAP incidents in hospitals using multimodal interventions, one of which is the application of a VAP prevention bundle, can effectively reduce the incidence of VAP in hospitals. Examination of the lower respiratory tract culture should be carried out for all patients before administering antibiotic therapy provided that it should not delay giving antibiotic therapy to critical patients. Early treatment of broad-spectrum antibiotics with the right dosage can maximize the efficacy of antibiotics and the outcome of VAP patients in the ICU. Antibiotic combinations must be used wisely to treat VAP because certain pathogens increase the life expectancy of patients with severe infections especially those with septic shock. Negative culture results can also be used to stop antibiotic therapy in patients undergoing culture without antibiotic changes within the last 72 hours. The health team must consider the need for antibiotic de-escalation based on the culture results and the clinical response of the patient.Conclusion: VAP prevention bundles that implement multimodal interventions effectively reduce the incidence of VAP in hospitals. An examination of airway culture must be carried out for all patients before administering antibiotic therapy. Early treatment of broad-spectrum antibiotics can maximize the efficacy of antibiotics and the outcome of VAP patients in the ICU.Keywords: VAP; ICU; Patients; Morbidity; Mortality; BundlePendahuluan: Pasien yang mengalami penyakit kritis dan menggunakan ventilator mekanik di ICU mempunyai peningkatan resiko untuk mengalami ventilator associated pneumonia (VAP) yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di ICU serta menyebabkan pemanjangan lenght of stay dan peningkatan biaya rumah sakit.Tujuan: Untuk melakukan review literature terkini sehubungan dengan VAP terutama terkait dengan penyebab, faktor resiko, pathogenesis, pencegahan, deteksi dini dan diagnosis, serta pemberian antibiotik pada pasien dengan VAP. Di ahir artikel ini akan disampaikan kesimpulan yang dapat digunakan praktisi sebagai panduan di klinis.Metode: Desain yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan menggunakan mesin pencarian antara lain (Clinicalkey) 27 artikel, (Cochrane) 25 artikel, (Medline) 17 artikel dan (Pubmed) 19 artikel. Dari kriteria inklusi artikel yang telah ditentukan, ditemukan 7 artikel dari 88 yang sesuai dengan intervensi yang berbeda.Hasil: Pencegahan kejadian VAP di rumah sakit menggunakan intervensi multimodal, yang mana salah satunya berupa penerapan bundle pencegahan VAP, dapat dengan efektif menurunkan kejadian VAP di rumah sakit. Pemeriksasan kultur saluran nafas bawah perlu dilakukan kepada semua pasien sebelum pemberian terapi antibiotik dengan catatan tidak boleh menunda pemberian terapi antibiotik pada pasien kritis. Terapi dini antibiotik spektum luas dengan dosis yang tepat dapat memaksimalkan kemanjuran antibiotik dan luaran pasien VAP di ICU. Kombinasi antibiotik harus digunakan dengan bijaksana untuk mengobati VAP karena pathogen tertentu untuk meningkatkan harapan hidup pasien dengan infeksi berat terutama yang mengalami shok sepsis. Hasil kultur yang negatif juga dapat digunakan untuk menghentikan terapi antibiotik pada pasien yang dilakukan kultur tanpa perubahan antibiotik dalam 72 jam terahir. Tim kesehatan harus mempertimbangkan perlunya deeskalasi antibiotik berdasarkan hasil kultur dan respon klinik pasien.Simpulan: Bundle pencegahan VAP yang menerapkan intervensi multimodal efektif menurunkan kejadian VAP di rumah sakit. Pemeriksasan kultur saluran nafas harus dilakukan kepada semua pasien sebelum pemberian terapi antibiotik. Terapi dini antibiotik spektum luas dapat memaksimalkan kemanjuran antibiotik dan luaran pasien VAP di ICU.
Inovasi Pengembangan Sistem Infomasi untuk Meningkatkan Kepatuhan Perawat dalam Pencegahan Pasien Jatuh Christiana Nindya Timur; Septo Pawelas Arso; Muhammad Hasib Ardani
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.749 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.545

Abstract

Kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien jatuh sangat diperlukan untuk meminimalkan terjadinya kejadian yang tidak diinginkan di rumah sakit. Rendahnya kepatuhan perawat akan menyebabkan kejadian pasien jatuh yang dapat disertai cedera. Upaya untuk meningkatkan kepatuhan perawat dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien jatuh. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Hasil penelitian ini adalah pengembangan sistem informasi pencegahan pasien jatuh (SIPENJA) sebagai inovasi untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam pencegahan pasien jatuh.
Rekam Medis Elektronik Berbasis Cloud dalam Perspektif Etika dan Hukum di Indonesia Rani Tiyas Budiyanti; Septo Pawelas Arso; Penggalih Mahardika Herlambang
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i9.617

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis cloud telah berkembang di Indonesia. Layanan tersebut memiliki berbagai keuntungan seperti biaya lebih rendah, fitur lebih mudah digunakan, potensi data sharing antar layanan kesehatan, serta mempermudah pengambilan keputusan klinis. Meskipun demikian, implementasi RME berbasis cloud berpotensi menimbulkan masalah etika dan hukum seperti masalah keamanan data dan jaringan, kepastian penyedia layanan cloud, prosedur data sharing, dan rahasia medis. Indonesia belum memiliki regulasi spesifik mengenai RME maupun RME berbasis cloud. Regulasi diperlukan agar implementasinya tidak bertentangan dengan etika dan hukum yang berlaku di Indonesia.Cloud based-Electronic Medical Record (Cloud based-EMR) has been developing in Indonesia. These services have some benefits such as lower costs, more user-friendly features, potential for data sharing, and support to clinical decision-making. Nevertheless, the implementation has implicationsin ethical and legal issues such as data and network security, cloud service provider, data sharing procedures, and medical privacy. Indonesia has no specific regulation on EMR or cloud-based EMR. EMR and cloud based-EMR regulation are needed so that its implementation does not contradict with Indonesian ethics and laws.
Analisis Inisiasi Pembentukan Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dea Devita; Septo Pawelas Arso; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 3 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.356 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.3.26-30

Abstract

Latar belakang: Peran pemerintah sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas rumah sakit, seperti  dibentuknya Badan Pengawas Rumah Sakit baik di tingkat pusat maupun provinsi. Salah satu BPRSP yang terlihat sudah mampu melaksanakan fungsinya adalah BPRSP DIY sehingga perlu adanya analisis insiasi pembentukan BPRSP untuk nantinya dapat menjadi gambaran bagi provinsi lain yang akan membentuk BPRSP. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis inisiasi pembentukan Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BPRSP DIY).Metode: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan utama dan trangulasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah anggota Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan informan triangulasi meliputi Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogayakarta.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BPRSP DIY pertama kali di inisiasi oleh DINKES PROV DIY karena tuntutan kebutuhan penyelesaian konflik DIY dan munculnya peraturan Peraturan Pemerintah nomor 49 tahun 2013 tentang BPRS. Pembentukan BPRSP DIY dilakukan pada tahun 2015 dengan pedoman SK Kepala DINKES PROV DIY yang saat ini pedomannya berubah menjadi SK Gubernur DIY, namun hingga saat ini Peraturan Gubernur DIY terkait BPRSP DIY belum diterbitkan. Pada awal pembentukannya, BPRSP DIY juga melakukan pembuatan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit di DIY dan melakukan sosialisasi dengan survey terpadu dengan DINKES PROV DIY ke seluruh rumah sakit di DIY.Simpulan dan Saran: Kesimpulan dari penelitian ini adalah Proses inisiasi dilakukan dengan sangat cepat karena dukungan dari berbagai pihak serta komitmen dari personel BPRSP yang sangat kuat. Saran dari penelitian ini ialah bagi BPRSP DIY diharapkan senantiasa dapat  mempertahankan dan meningkatkan komitmen dalam pelaksanaan fungsi pembinaan dan pengawasan rumah sakit serta mampu memperluas jejaring yang telah dibentuk, bagi DINKESPROV DIY diharapkan dapat mengawal pembentukan Peraturan Gubernur terkait BPRSP DIY dan bagi Pemerintah Daerah Yogyakarta diharapkan dapat segera menerbitkan Peraturan Gubernur DIY terkait BPRSP DIY.
Implementasi Promotion Mix dalam Upaya Penciptaan Nilai pada Pelayanan Rawat Inap di RSUD Ungaran Vinda Dwi Eriyanti; Septo Pawelas Arso; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 18, No 3 (2019): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.101 KB) | DOI: 10.14710/mkmi.18.3.1-5

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Capaian kepuasan pelanggan rawat inap di RSUD Ungaran masih kurang dari 90%, menunjukkan RSUD Ungaran belum mencapai standar minimal dalam hal kepuasan pelanggan. Maka dari itu RSUD Ungaran harus menciptakan layanan bernilai dari sebelum pemberian layanan kepada pasien agar dapat meningkatkan kepuasan pasien salah satunya dengan upaya promosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran promosi dalam upaya penciptaan nilai pelayanan rawat inap di RSUD Ungaran.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif metode indepth interview dimana sampel dipilih berdasar teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada Februari-Maret 2019. Subjek penelitian merupakan Kepala Seksi Pelayanan Medik, Kepala Seksi Keperawatan, Kepala Ruang Rawat Inap dan Kasubag Umum Kepegawaian sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Dokter, Perawat dan pasien. Faktor yang dianalisis meliputi advertising, sales promotion, personal selling, public relations dan direct marketing.Hasil: Hasil penelitian yaitu promosi sudah dilakukan pihak RSUD Ungaran dengan talkshow kesehatan di radio, web Rumah Sakit, papan pengumuman, banner, leaflet, brosur merupakan bentuk promosi advertising. RSUD Ungaran tidak melakukan personal selling dan sales promotion. Promosi public relations melalui talkshow bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Direct marketing dilakukan dengan mengadakan kegiatan senam bersama paguyuban sayang ginjal, paguyuban stroke, serta persatuan diabetes. Simpulan dan Saran: Promosi yang sudah dilakukan pihak RSUD Ungaran adalah advertising, public relations dan direct marketing sehingga sudah mendukung upaya penciptaan nilai pelayanan rawat inap di RSUD Ungaran. Penelitian ini menyarankan kepada RSUD Ungaran untuk melakukan promosi personal selling kepada perseorangan dengan memberikan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit yang dilakukan secara berkala.
Selama Era Pandemi Covid-19, Bagaimana Puskesmas Mertoyudan 1 Melaksanakan PHBS? Sintia Mashitoh; Septo Pawelas Arso; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 4 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.4.291-299

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Selama dua tahun berturut turut pada tahun 2017 dan 2018 Kabupaten Magelang menjadi kabupaten/kota yang memiliki presentase rumah tangga sehat terrendah di Provinsi Jawa Tengah dengan presentase 59.69%. Puskesmas Mertoyudan 1 merupakan puskesmas di Kecamatan Mertoyudan yang memiliki PHBS tatanan Rumah Tangga cukup baik. Namun terdapat dua indikator penilaian yang tergolong masih rendah serta cakupan pendataan rumah sehat yang belum maksimal yakni indikator aktivitas fisik dan tidak merokok dengan presentase masing masing 53.7% dan 42.0%. Selain itu, Puskesmas Mertoyudan 1 merupakan puskesmas dengan kasus konfirmasi Covid-19 yang tinggi. Dari hal tersebut maka diperlukan evaluasi mengenai bagaimana pelaksanaan PHBS rumah tangga pada masa pandemi Covid-19 dari aspek konteks, aspek input, aspek proses dan aspek produk.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode indepth interview yang dipilih berdasarkan Teknik purposive sampling. Subjek penelitian merupakan Kepala Puskesmas, Koordinator Program PHBS dan Kader Kesehatan sebagai informan utama. Sedangkan informan triangulasi yaitu Penanggung Jawab Program PHBS Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dan Masyarakat. Aspek yang dianalisis terdiri dari aspek konteks, aspek input, aspek proses dan aspek produk.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan proses pelaksanaan masih mengalami beberapa kendala. Pada aspek konteks, masih terdapat kendala kurangnya kesadaran masyarakat, pada aspek input masih terdapat kendala pada jadwal pelaksanaan, jumlah dan kompetensi tenaga PHBS, pada aspek proses mengalami kendala pada proses pendataan, perencanaan, dan pelaksanaan.Simpulan: Pelaksanaan PHBS pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Mertoyudan 1 belum berjalan dengan maksimal karena terkendala dengan situasi dan kondisi pandemi yang membatasi kegiatan lapangan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain aspek konteks, aspek input, aspek porses dan aspek produk.Kata kunci: PHBS, Covid-19, Evaluasi, Kabupaten Magelang ABSTRACTTitle:  Analysis of the Implementation of the Clean and Healthy Behavior Program (PHBS) at Mertoyudan 1 Public Health Center, Magelang Regency during the Covid-19 Pandemic PeriodBackground: For two consecutive years in 2017 and 2018 Magelang Regency became the district/city that had the lowest percentage of healthy households in Central Java Province with a percentage of 59.69%. Mertoyudan 1 Public Health Center is a health center in Mertoyudan District which has a fairly good PHBS household arrangement. However, there are two assessment indicators that are still low and the coverage of healthy home data collection is not maximized, namely indicators of physical activity and not smoking with a percentage of 53.7% and 42.0%, respectively. Based on data obtained from the Mertoyudan 1 Health Center in 2019, there were 12,893 households that should have been included in the household PHBS data collection, but only 7,454 households were recorded. That means that there are still 42.2% of households that have not been recorded. Based on data obtained from the Magelang District Health Office on November 25, 2020, it is known that Mertoyudan District is the sub-district with the highest confirmed COVID-19 cases in Magelang Regency with details of 166 people confirmed to have recovered, 13 people confirmed dead, 98 people confirmed isolation and 10 people. confirmed to be treated. PHBS activities during the COVID-19 pandemic have not been carried out as well as before the pandemic. High-risk activities allow the spread of COVID-19 such as house-to-house data collection and activities that involve large numbers of people. From this, it is necessary to evaluate how to implement household PHBS during the Covid-19 pandemic from the context aspect, input aspect, process aspect and product aspect.Method: This research was a qualitative research with a descriptive approach using in-depth interview method which is selected based on purposive sampling technique. The research subjects were the Head of the Puskesmas, the PHBS Program Coordinator and the Health Cadre as the main informants. Meanwhile, the triangulation informants were the person in charge of the PHBS program at the Magelang regency health office and the community. The aspects analyzed consist of context aspects, input aspects, process aspects and product aspects.Result: The results of the study show that the implementation process is still experiencing several obstacles. In the context aspect, there are still obstacles to the lack of public awareness, in the input aspect there are still obstacles in the implementation schedule, the number and competence of PHBS staff, in the process aspect there are obstacles in the data collection, planning, and implementation processes.Conclusion: The implementation of PHBS during the Covid-19 pandemic at the Mertoyudan 1 Puskesmas has not run optimally because it is constrained by the pandemic situation and conditions that limit field activities. This is influenced by several factors including context aspects, input aspects, processing aspects and product aspects.Keywords: PHBS, Covid-19, Evaluation, Magelang Recency
Co-Authors Ade Kurniasari Ade Yuny Afriyanty Adhinda Nur Prativi, Adhinda Nur Aditya Kusumawati, Aditya Aditya Nugraha Agung Budi Prasetijo Agung Budi Prasetijo, Agung Budi Ahmad Saroni Aini Nur Santi Aini Soeyono Ainur Rahma Alifa Nasyahta Rosiana Amad Mochamad Amalia Alifah Amirul Mukminin ANGELINE DEWI SUHENDRO Anggia Nuaristia Dewi Anneke Suparwati Antono Suryo Putro Antono Suryoputro Antono Suryoputro Apoina Kartini Apriliana Susilowati, Apriliana Arie Sulistiyoningrum Arie Sulistiyoningrum Arina Noor Eka Rachmawati Aris Puji Widodo Ariyani, Ima Astuti, Sri Widi Ayu Dyah Pramesti Ayun Sriatmi Bella Sarwestri Lestari, Bella Sarwestri Bernadette Teni Febriana Budiyono Budiyono Budiyono, Shabrina Putri Caesar al Ahmed Daminggo Cahya Tri Purnami Chandrika Fahira Quamila Chotijah Karimah Christanto, Yonathan Ardhana Christanto Christiana Nindya Timur Cika Hanjani Pratiwi Daru Lestyanto Dea Devita Dea Devita Dewi Susilowati Diah Eka Novitasari Dian Febrina Hutauruk Dian Widyaningrum Diantika, Aulia Haerda Dwiantoro, Luky Dyah Ayu Prabandani, Dyah Ayu Edlin Shufi Adam Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari Eka Yunila Fatmasari, Eka Yunila Eko Prihati Elyarna Shania Wahyudi Endang Fatmawati Eri Virdasari Etik Nindiya Setiya Ningrum Fachrudin, Nur Millati Hanifah Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Fauzia, Rista Afriani Feny Widiyastuty Feny Widiyastuty Fidyanti Shabrina Junjungsari Fila Mulia Citra Permata Abadi Firman Firman Firsa Olivia Susan Gabrina Selvi Yanuarista Gani, Martinus Satya Hanifah Iskhia Dilla Hanun, Hafida Zahara Hanwaring Puri, Citra Hapsari, Ika Sulistyaningrum Hartini Hartini Harwanto, Tri Hela Ayu Ramadhan Husna, Eriana Mayasari Ika Sulistyaningrum Hapsari Indah Mutiara Puspita Sari Indana Aziza Putri Indrawati, Chaterina Ria Wahyu Indriani, Cynthia Rizky Irmawati, Refiola Irvine Nahla Anggraini Ismal Wahyu Isna Nurul Khomariah Iwan Yunianto J. Sugiarto Jafar Arifin, Jafar Jhovia Aloedya Pramana Jhovia Aloedya Pramana Joyo Minardo Kartika Yufi Aruming Melati Kawidian Putri Bayu Alam Khansa Maghfira Djatnika Kholidah, Miskiyatul Kholifatun Islami Lestari, Ayu Fina Lestari, Marselli Widya Lilis Setiyaningrum Lina Hanifah Linda Ayu Mustikasari Listia Ayuni Nur Afifah Luky Dwiantoro Lutfy Laksita Pranandari M. Abdurrahman Shidiq Made Weni Juliani Wismantari Madya Sulisno Madya Sulisno Mahabara Yang Putra Martha Irene Kartasurya Mat Zudi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Matius Sakundarno Adi Maudy Ritra Andini Maya Chrisdita Megawati Megawati Mei Tika Isdarini Meitrika Damayanti Melati, Ayu Sekar Mira Puspaningsih Mokhammad Aji Edo Susanto mufakhhir, Abdulaziez Muh, Fauzi Muhammad Farras Razin Perdana Muhammad Hasib Ardani Muhammad Hasib Ardani Murni Murni Mustikasari, Linda Ayu Nadia Dela Ayunda Nadzifah, Zalfa Naili Farida Nandini, S.KM., M.Kes, Nurhasmadiar Nisrina Aliftya Nissa Farzana Koesoemahardja Nopriwan Nopriwan Nugraha, Ega Nur Kurniawati Nurahmada, Dewi Nurdiyansyah, Andi Karisma Nurhasmadiar Nandini Nurhasmadiar Nandini Nurjazuli Nurjazuli Nurma Katrinnada Purwandari Nurul Balqis Shofiana Nurul Rizki Fitria Palawa Pangeran Hidayat Putra Paramita, Deskania Anggia Penggalih Mahardika Herlambang Prihati, Eko Prisma Armaya Priyadi Nugraha P Puri, Citra Hanwaring Putri Asmita Wigati Putri Asmita Wigati Putri, Farah Afanindya Jessedanta Putri, Maria Novencia Dwi Armita Rachel Karimah Raditya Noriski Rani Tiyas Budiyanti Rido Muid Riambodo Rika Rejeki Rina Yuliyanti Risa Rahayu Rista Afriani Fauzia Afriani Ristiyana, Lia Sarita Ritkha Aulia Fulansari Rizki Pamulat Sari Rohmah, Virda Inzatur Rosaningtyas, Wahyu Fajar Sabrilla Putri Gotama Salsabila Az Zahra Salsabilla Rushda Amrina Sari, Emy Novita Setyaningrum, Dian Setyarini, Reni Silavati, Yuni Adhita Sinta Indi Astuti Sintia Mashitoh Solikin Solikin Solikin Solikin Sri Gama Apriani Sri Winarni Sri Winarni Sudiro Sudiro Sudiro Sudiro Sugeng Santoso Suryani Yuliyanti Susilaningrum, Rekawati Sutopo Patria Jati Suzanna Ratih Sari Syafira Risdanti Syafira Risdanti Syahidah, Putri Nadya Syahrul Hidayat Syifa Nur Fadhilah Syifa Sakinah Taufik Muhtarom Taufik Muhtarom Tio Dora Ultaria S. Tomi Konstantia Setiaji, Tomi Konstantia Tri Harwanto Tri Yuliastuti Untari Fajar Suryani Vienda Wirani Vinda Dwi Eriyanti WATI, DEWI KUSUMA Widyastuti, Rachma Dwi Wijaya Hermawan, Gandha Wildan Nur Aiman Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Wulan Kusumastuti Yanti, Ni Luh Devi Yohana Yohana Yonasari, Estie yuliana setyarini Yuliani Setyaningsih Yuliani, Kasih Yulis Muktafi'ah Yulis Muktafiah Yuliyanti, Rina Yusfina Modesta Rua Zadrak Romeo Kermite Zahroh Shaluhiyah