Claim Missing Document
Check
Articles

PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) VS PENDIDIKAN KARAKTER? MENELAAH RELEVANSI DAN DAMPAKNYA BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Raihana Aisyah; Putri Ardila Nurvitasari; Silvia Rizki Oktavia; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i7.8459

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi dan dampak implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pendidikan Karakter pada peserta didik sekolah dasar. Penelitian bertujuan mengeksplorasi integrasi keduanya, strategi implementasi serta dampaknya pada perkembangan karakter dan kemampuan peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan literatur review. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneliatian ini adalah wawancara, observasi, serta studi dokumentasi terkait Integrasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pendidikan Karakter. Teknik analisis data dalam penelitian ii adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pendidikan Karakter memberikan kontribusi dalam pengembangan dan pembentukkan karakter peserta didik seperti akhlak, kreativitas, dan tanggung jawab. Namun, di era ini implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dinilai lebih unggul dalam mengembangkan karakter peserta didik secara holistik karena menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Akan tetapi, keberhasilan program ini juga memerlukan pelatihan pendidik, perencanaan matang, dan dukungan sumber daya.
WORDWALL: TEROBOSAN KREATIF DALAM MENGATASI TANTANGAN GURU PADA PEMBELAJARAN PPKN SEKOLAH DASAR Risma Dwi Astuti; Syafitri Aisyah Ardhia Putri; Tita Putri Nur Fadhilah; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i8.8537

Abstract

Artikel ini mengkaji efektivitas penggunaan Wordwall sebagai media pembelajaran digital dalam membantu pendidik menghadapi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur. Wordwall, sebuah platform interaktif, menawarkan beragam fitur permainan edukatif yang memudahkan penyampaian materi dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wordwall membantu menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan interaktif, mendukung pemahaman konsep, serta memudahkan peserta didik untuk lebih fokus dan terlibat dalam pembelajaran. Artikel ini merekomendasikan penggunaan Wordwall sebagai alternatif media pembelajaran untuk mengatasi minimnya inovasi dalam pembelajaran PPKn, dengan harapan meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik.
MENELISIK TANTANGAN PERUBAHAN KURIKULUM DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PPKN DI ERA DIGITAL Uswatun Khasanah; Riski Andita Putri; Shafira Maya Relegia; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i9.8614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan perubahan kurikulum PPKn di era digital, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran di kelas 4 salah satu Sekolah Dasar daerah Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan Teknik pengumpulan data yang digunakan,yaitu studi dokumentasi,kajian literatur,observasi,dan wawancara. Penelitian ini juga untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan guru dalam mengembangkan serta menggunakan media pembelajaran berbasis digital di mata pelajaran PPKn sesuai dengan tuntutan kurikulum baru yaitu kurikulum merdeka. Penelitian yang telah dilakukan ini digunakan juga untuk menganalisis tentang dukungan dan hambatan dari pihak sekolah serta sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan media pembelajaran digital dalam pembelajaran PPKn di sekolah dasar. Melalui hasil analisis peneliti dapat memberikan rekomendasi untuk mengatasi tantangan yang ditemukan, guna meningkatkan kualitas pengembangan media pembelajaran PPKn yang relevan di era digital pada kurikulum merdeka.
MNEMONIK: KUNCI AJAIB MEMBUKA PINTU MEMORI JANGKA PANJANG DALAM PEMBELAJARAN PPKN SD Nurlaely Wulan Rahmawati; Rosita Putri Damayanti; Selvyana Mahita Sari; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8617

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan daya ingat peserta didik di Sekolah Dasar Kota Surakarta, dengan fokus pada rendahnya retensi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan dengan cara wawancara bersama guru kelas 4, observasi, dan analisis dokumentasi, termasuk gambar dan video pembelajaran. Hasil penelitian menemukan beberapa kendala, seperti beban kerja guru yang berat, keterbatasan media pembelajaran, dan kurangnya partisipasi aktif siswa. Selain itu, perubahan kurikulum yang sering juga mempengaruhi daya ingat peserta didik. Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang diterapkan meliputi penggunaan media teknologi interaktif, pembentukan kelompok kerja untuk kolaborasi guru, dan metode pembelajaran yang mendorong kreativitas siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pengajaran yang lebih efektif di lingkungan pendidikan dasar, serta menjadi acuan bagi guru dan pengelola sekolah dalam merancang program pembelajaran yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
ENGKLEK KERJASAMA: SEBUAH JAWABAN KERUMITAN ATAS SOLUSI PEMBELAJARAN PPKN SD Salsa Billa Ajrina; Novyta Puspasari; Nadya Qonita Syahira; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8682

Abstract

Abstrak Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sering menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi yang abstrak dan normatif kepada peserta didik. Permainan tradisional, seperti engklek, dapat membantu mengatasi masalah ini dengan meningkatkan semangat peserta didik dan menumbuhkan karakter positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan media Engklek Kerjasama (ENGKER) sebagai solusi pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal dan mengembangkan karakter peserta didik. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari 27 siswa di kelas III SD Negeri Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ENGKER efektif dalam menyampaikan materi mengenai pentingnya ketaatan pada peraturan dan pengenalan nilai-nilai kerjasama. Selain itu, permainan engklek mampu menarik perhatian peserta didik, mencegah kebosanan, serta meningkatkan motivasi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Media Engklek Kerjasama menawarkan solusi praktis, membuat pembelajaran lebih nyata dan mudah dipahami oleh peserta didik. Media ini membantu menghubungkan teori dengan praktik, membantu peserta didik memahami dan mengaplikasikan prinsip seperti kerja sama dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengalaman bermain, peserta didik tidak hanya memahami aturan permainan, tetapi juga menumbuhkan sikap sportif, adil, dan kerja sama yang sangat esensial dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa permainan tradisional seperti engklek dapat membantu peserta didik meningkatkan keterampilan sosial mereka, seperti berkolaborasi, menyelesaikan masalah, dan berkomunikasi. Secara keseluruhan, penggunaan permainan tradisional engklek dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif sekaligus media pelestarian budaya, membuat kelas menjadi menyenangkan, interaktif, dan penuh makna. Kata Kunci : Engker, Engklek Kerjasama, Pembelajaran PPKN SD, Permainan Konkret
MENGUBAH KEHENINGAN MENJADI SUARA: COLLABORATIVE LEARNING SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK PESERTA DIDIK PASIF DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SEKOLAH DASAR Salma Zahratun Nisa; Najwa Anggari; Winarti Rusviani; Suderajat Fivan Imani; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8695

Abstract

Pendidikan adalah faktor penting dalam mewujudkan potensi peserta didik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu mata pelajaran yang dapat mewujudkan potensi tersebut adalah pembelajaran PKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan peserta didik kelas IV pada mata pelajaran PKN melalui penerapan Collaborative Learning. Penelitian ini menggunakan metode Studi Kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu Sekolah Dasar yang terletak di Kecamatan Laweyan dengan subjek penelitian pada kelas IV sebanyak 26 peserta didik. Hasil penelitian ini adalah model Collaborative Learning diyakini sebagai solusi efektif untuk mengatasi permasalahan PKN di sekolah dasar.
REKONSTRUKSI P5 DAN PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR : MENUJU SIKAP MANDIRI PESERTA DIDIK (NOVEMBER 2024) Bramandita Restu Fauzan; Ersalina Widya Rahma; Henny Widiawati; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i11.8704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam membentuk sikap mandiri siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah kesulitan siswa dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian dilakukan di salah satu SD di Surakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk memahami pengalaman guru dan siswa dalam pelaksanaan P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 berbasis proyek, seperti proyek ecoprint, efektif dalam mengembangkan kemandirian siswa. Guru menggunakan metode scaffolding yang secara bertahap mengurangi bimbingan, memungkinkan siswa untuk mengelola tugas-tugas secara mandiri. Refleksi di akhir proyek menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan waktu dan dana. Kesimpulannya, P5 tidak hanya menjadi alat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga efektif dalam membentuk karakter mandiri. Disarankan agar pelatihan guru dan keterlibatan komunitas diperkuat untuk mengoptimalkan implementasi P5 di sekolah dasar.
PENGGUNAAN AI: PENUNJANG GURU MENYIAPKAN MATERI PENDIDIKAN PANCASILA DI SD Zulfa Aswida Najib; Viola Puspita Sari; Yusuf Nurhidayat; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 11 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i11.8717

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada masa modern saat ini semakin relevan dalam membantu pekerjaan khususnya pada bidang pendidikan dan pembelajaran. Artikel ini membahas mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Tujuan dari penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui penggunaan AI sebagai alternatif untuk menunjang guru dalam menyiapkan materi Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menentukan materi Pendidikan Pancasila dapat membawa inovasi yang signifikan dalam pembelajaran dengan menyediakan kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan terarah. Meskipun begitu, tentu terdapat kelebihan maupun kekurangan dalam penggunaan AI. Walaupun penggunaan AI saat ini dalam bidang pendidikan sedang marak, peran guru tetap tidak dapat tergantikan. Maka dari itu, diperlukan integrasi yang tepat antara teknologi dan peran guru dalam proses pembelajaran demi terciptanya keseimbangan yang optimal.
BERSAMA LEBIH BAIK: KOLABORASI GURU UNTUK PBL YANG EFEKTIF PADA MATA PELAJARAN PPKN DI SD Sahra Suqyaa Rahmatina; Salma Nabilah Rachmawati; Sanaz Rena Dipta Sahara; Syaffatus Novitryana Arta Putri; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i3.8951

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning, PBL) dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan studi literatur dengan teknik pengumpulan data triangulasi, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi di kelas 1 Sekolah Dasar di Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kolaborasi peserta didik. Namun, terdapat tantangan yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan, persiapan, sumber daya, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan intensif dan kolaborasi antarpendidik untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menerapkan PBL. Selain itu, dukungan dari sekolah dalam menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan sumber daya yang memadai sangat penting untuk keberhasilan implementasi PBL. Dengan pendekatan ini, diharapkan pembelajaran PPKn dapat menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik, sehingga mampu membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di era modern.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH DASAR Rifqy Ali Alfauzan; Refi Sofiana; Rofi’ah Putri Kusumastuti; Nurul Wahidah; Deni Zein Tarsidi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i4.9023

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan perlu untuk diajarkan kepada siswa sejak usia sekolah dasar. Hal Ini bermanfaat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, rasa bela negara, kesadaran sebagai warga negara yang taat hukum dan menanamkan toleransi. Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghormati perbedaan dalam budaya, keyakinan, pandangan, dan kebiasaan orang lain tanpa memaksakan pendapat mereka. Penelitian ini berfokus pada peran guru dalam menanamkan nilai-nilai toleransi pada peserta didik dan membahas strategi, tantangan, dan solusi untuk masalah tersebut. Penelitian dilakukan dengan menekankan pentingnya sikap toleransi di tengah keragaman sosial, budaya, dan agama. Sikap toleransi sering menjadi sumber konflik jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V salah satu SD di Surakarta dan menggunakan studi kasus kualitatif. Dengan subjek penelitian, wali kelas dan 27 peserta didik, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Pendidik melakukan ini dengan membangun pengetahuan tentang toleransi, pembiasaan sikap, menjadi teladan, melakukan diskusi kelompok, dan melibatkan orang tua ataupun komunitas. Tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman peserta didik tentang keberagaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dirancang dengan baik dan berkolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat menanamkan nilai-nilai toleransi. Penelitian ini juga menunjukkan peran penting pendidik dalam membentuk generasi yang toleran dan menjadi bagian penting dari pembentukan masyarakat yang damai dan harmonis di tengah keragaman.
Co-Authors Adinda Valerina Tahta Agustin, Putri Andrea Salsalova Ari Wahyu Kusumajati Ati Aryani Aulia Rahma Itsnaningtyas Ayu Susilowati Azhar Nur Fitriani Azizah Malika Salsabilah Bagas Priyambodo Berta Putri Aprilia Bondan Wira Pranatama Bramandita Restu Fauzan Bramastia Bramastia, Bramastia Brian Rusty Santosa Cahyani, Luvy Citra Indri Pramesti Regina Damasa Fida Anggra Dewi Darda Abdullah Sjam Daryati Dasim Budimansyah Dasim Budimansyah, Prayoga Bestari, Redi Yamanto, Dasim Budimansyah, Dea Ayu Scarleta Delila Kania Delila Kania, Delila Denada Dian Saraswati Desi Fitri Utami Dessy Ayu Artika Desy Nur Afriyani Dina Ernawati Dinda Demes Sagita Djono Djono Djono Eka Dayani Yulianti Eki Karuniawati Elida Rifghana Nur Elvira Aulia Rahma Endrise Septina Rawanoko Ersalina Widya Rahma Fadhilah, Muhamad Tegar Fakhrian, Adib Nur Galang Budi Prakoso Gilang Surya Leksana Hanifah, Pipit Henny Widiawati Heri Wibowo Hidayati, Isnaini Nurul Hieronymus Purwanta Indah Kurniasari Joko Daryanto Joko Daryanto Joko Daryanto Joko Daryanto Karim Suryadi Karim Suryadi Karsono Karsono Keyla, Zifora Putri Kharisma Ingera Millennia Khusnul Mutiara Wardani Kurnia Sri Wahyuni Laila Inayatul Isnaini Leo Agung Sutimin Lina Ariani Lindha Puspitaning Cahya Maharani, Ervina Maya Candra Dewi Ma’ruf Nur Ramadan Meilana Umi Anshory Moh Salimi Muhammad Ilman Nashir Muhammad Ridwan Maulana Muhammad Zahran Ramadhan Mumtaza, Izzatun Nuha Munna Indra Lisa Nadya Qonita Syahira Naila Miftakhul Janah Najwa Anggari Namira Shifa Chaerunnisa Natasya Megumi Neo Fanda Bintang Purnalyta Nilam Cahya Sholikah Nita Dwi Ariyanti Nova Noer Cahyani Novyta Puspasari Nur A'ini Nur Endratno, Sholichin Nur Fadhilah Nur Mala Ni’matul Fadhilah Nur Rahma Nugraheni Nur Saudah Nur Setyo Jatiningtyas Nurcahyani, Oktavia Nurlaely Wulan Rahmawati Nurul Wahidah Putri Ardila Nurvitasari Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Raihana Aisyah Rawanoko, Endrise Septine Refi Sofiana Rifqy Ali Alfauzan Riski Andita Putri Risma Dwi Astuti Rofi’ah Putri Kusumastuti Rosilah Minarsyil Rosita Putri Damayanti RR. Ella Evrita Hestiandari Sabrina Salma Fida Sahitya Indriati Pratiwi Sahra Suqyaa Rahmatina Salahudin, Rivan Kusnan Haris Salma Nabilah Rachmawati Salma Zahratun Nisa Salsa Billa Ajrina Salsabila Mar’atu Nurfatihah Salsabilah Nethia Putri Salsalova, Andrea Sanaz Rena Dipta Sahara Selvyana Mahita Sari Setyorini, Winda Putri Shafira Maya Relegia Shelly Nur Yulianti Shofiatul Thoriqoh Alfadillah Silfia Yahrotus Salsabila Silvia Rizki Oktavia Sondang, Sondang Stefani, Nindi Ardhita Suderajat Fivan Imani Sutimin , Leo Agung Sutimin, Leo Agung Syaffatus Novitryana Arta Putri Syafitri Aisyah Ardhia Putri Syifa Luthfia Afif T Heru Nurgiansah Tita Putri Nur Fadhilah Tri Sutantina Triyanto Triyanto Triyanto, Triyanto Viola Puspita Sari Waskitho, Olivia Marcha Wibawa, Fadhila Khamistya Widarsih Widya Gustian Ramadhanty WINARNO Winarno Winarno Winarti Rusviani Wirdiyana, Nina Yesa Angelina Maharani Yolanda Cahya Saputri Yunia Parmastuti Yusuf Nurhidayat Zahrotunnisa’ Zakiyyah Afrahas Sholikhah Zakki Abdillah Sjam Zakki Abdillah Sjam Zayda Zahra Salsabilla Zulfa Aswida Najib