Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS CIPP DALAM KOMPETENSI GURU BK DI LOMBOK TENGAH Aulia, Fitri; Widiana, Wayan; Ratnaya, Gede
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 7 No 1 (2023): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v7i1.19820

Abstract

The competence of BK teachers is divided into four competencies, namely pedagogic, personality, social and professional. This competence must be fulfilled considering the mandate of the Law in the Republic of Indonesia's education minister no. 27 of 2008. This study seeks to evaluate the competence of counseling teachers with the CIPP evaluation theory. The research method uses CIPP evaluation research, namely Context, Input, Process, and Product. The research was conducted at SMPN 6 Kopang, Central Lombok. Based on the results of the research conducted, it was found that the competence of counseling teachers was still not effective. The obstacles found were (1) weak commitment and responsibility, (2) weak mastery of technology, (3) weak collaboration skills, (4) minimal access to self-development.
ANALISIS SURVEY FAKTOR PENYEBAB PERNIKAHAN DINI DAN EKSISTENSI BUDAYA MERARIQ KODEK PADA REMAJA DI LOMBOK TIMUR Aulia, Fitri; Suastra, I Wayan; Aryana, Ida Bagus Putu
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 7 No 2 (2023): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v7i2.24926

Abstract

Early marriage is a social problem that is still relevant in Indonesia, including in NTB Province. Especially in East Lombok Regency, Terara District. This research aims to identify the factors that cause early marriage and the existence of the codek-drawing culture among teenagers in Terara. The method used is a quantitative approach, survey method, data was collected from a population of female teenagers who were perpetrators of early marriage in Lando Village, Terara District with a sample of 49 respondents. The techniques used in this research are questionnaires and interviews. The results showed that of the 49 respondents who filled in the 21 question items, 278 respondents chose the score "Strongly Agree (SS)," 376 respondents chose "Agree (S)," 283 respondents chose "Disagree (TS)," and 92 respondents select "Strongly Disagree (STS)." This shows that the factors causing early marriage are (1) educational background, (2) promiscuity, (3) customs and culture, (4) family economy, (5) mass media, and (6) parental encouragement influencing decision making. early-age marriage. Among these factors, the existence of the Merariq Kodek culture is still quite dominant, through parental encouragement which is still strong towards the existence of this culture.
Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Struktur Akar Dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dan Media Nyata Pada Kelas IV Muliani, Muliani; Aulia, Fitri
JURNAL ASIMILASI PENDIDIKAN Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Asimilasi Pendidikan
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/jasmin.v3i4.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Mengetahui motivasi belajar siswa melalui metode Metode Demonstrasi dan Media Nyata dalam pelajaran IPA (2) mengetahui hasil belajar siswa melalui metode Demonstrasi dan Media Nyata dalam pelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tahapan-tahapan yang dilaksanakan adalah: Perencanaan Tindakan, Pelaksanaan Tindakan, Evaluasi/ Observasi dan Refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester 1 tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 30 orang. Data penelitian adalah : (1) Motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui angket (2). Hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes hasil belajar.. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisa data ditemukan bahwa : (1) Hasil motivasi belajar siswa menyatakan sangat setuju (95%) dan setuju (5%) sedangkan tidak setuju dan sangat tidak setuju 0 % (2). Rerata hasil belajar siswa 78,83 Ketuntasan klasikal 83,67 %. Berdasarkan hasil data diatas maka penerapan metode Demonstrasi dan Media Nyata dalam pelajaran IPA dapat digunakan sebagai salah satu strategi dalam proses pembelajaran.
The Correlation of Knowledge and Attitudes to Passive Smoking Behavior among Public Health Students of Sriwijaya University Ambarwati, Dyah; Novitasari, Prihatini Dini; Jasmine, Annisah Biancika; Pulungan, Rafiah Maharani; Aulia, Fitri; Tari, Putri Inrian
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2025.10.03.07

Abstract

Background: There is no safe level of cigarette smoke, but not everyone can avoid the exposure. Public health students are expected to bring changes to healthy behaviors in the community, including getting the right to have air free from cigarette smoke through various preventive efforts. Therefore, this study aims to identify the behavior of public health students at Universitas Sriwijaya as passive smokers, and its correlation with knowledge and attitudes. Subjects and Method: This was a cross-sectional study conducted at Universitas Sriwijaya, South Sumatera, Indonesia, from February to March 2025. A sample of undergraduate students of Public Health was selected using purposive sampling. The dependent variable was smoking behavior. The independent variables were knowledge and attitude. Data were analyzed using a multiple logistic regression. Results: Passive smoking behavior among college students was influenced by knowledge (b = 0.17; 95% CI = –0.14 to 0.47; p = 0.103) and attitude (b = 0.61; 95% CI = 0.26 to 0.96; p = 0.001). While knowledge showed a positive but not statistically significant association with passive smoking behavior, attitude showed a statistically significant positive association. Conclusion: Passive smoking behavior among college students is influenced by knowledge and attitude. Knowledge and attitude have positive association with passive smoking behavior.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN REBT SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE REMAJA Marfuatun, Marfuatun; Robyanto, Sony; Aulia, Fitri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI-MARET 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i1.98-104

Abstract

Kecanduan game online dapat dikenali dari sejauh mana seseorang bermain game online secara berlebihan yang dapat berdampak negatif pada pemain tersebut. Kecanduan bermain game online dapat memiliki konsekuensi negatif pada berbagai aspek, termasuk dimensi sosial, psikologis, dan fisik, remaja yang terjerat dalam kecanduan game online mungkin mengalami penurunan interaksi sosial dengan keluarga dan teman-teman, serta menghadapi masalah dalam kehidupan nyata, seperti kecenderungan untuk menghabiskan banyak waktu dalam permainan dan kesulitan dalam mengendalikan waktu mereka. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1. mengukur efektivitas konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mengurangi kecanduan bermain game online; 2. mempelajari perilaku remaja di dusun segeleng yang memiliki kecanduan bermain game online. Jenis penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan Quasi-Experimental. Desain penelitian ini mengadopsi rancangan One Group Pre-test and Post-Test. Hasil penelitian Rata-rata skor perilaku remaja yang kecanduan bermain game online sebelum mengikuti layanan konseling kelompok (hasil pretest) adalah 50.6000, dan setelah mengikuti layanan tersebut, skor rata-rata berkurang menjadi 35.6000. Hasil signifikansi (2-tailed) adalah 0,001, lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku remaja yang kecanduan bermain game online mengalami penurunan setelah menerima layanan konseling kelompok. Dengan demikian, hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok untuk mengurangi perilaku kecanduan bermain game online pada remaja di Dusun Segeleng efektif
Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren M. Zainul Asror; Asror, M. Zainul; Marzuki, Muhammad; Aulia, Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jzydt837

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama meliputi tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Metode pelaksanaan mencakup baseline survey untuk memetakan kondisi awal, penyusunan modul edukasi, pelatihan guru, workshop siswa, post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, pengetahuan siswa meningkat rata-rata sebesar 33%, terutama pada aspek keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar edukasi sebaya terus berjalan di lingkungan pesantren. Secara teoretis, program ini memperkuat bukti bahwa intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan perspektif gender, nilai keagamaan, dan pendekatan vokasional efektif meningkatkan kesadaran kritis remaja dan pendidik. Secara praktis, model ini mudah direplikasi di pesantren lain karena memadukan pelatihan, pendampingan, dan peer learning dalam satu rangkaian intervensi. Program ini menunjukkan potensi signifikan dalam menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan. Gender Equality Education and the Prevention of Child Marriage in Islamic Boarding Schools Abstract This community service program was conducted at SMK Darul Muttaqien, East Lombok, focusing on gender equality education and the prevention of child marriage. The main challenges identified included a high school dropout rate due to early marriage, low parental awareness, and limited teacher capacity in prevention efforts. The implementation method included a baseline survey to map the initial conditions, development of an education module, teacher training, a student workshop, a post-test to measure knowledge change, formation of peer educators, and a school campaign with the slogan “Healthy Youth, Strong Pesantren (Islamic Boarding School).” The results showed an average increase of more than 30% in teachers’ knowledge regarding gender issues, adolescent rights, and prevention communication strategies. Meanwhile, students' knowledge increased by an average of 33%, particularly in the aspect of decision-making skills to postpone marriage and plan their educational future. The formation of santri pelopor (pioneer students) serves as a sustainability strategy to ensure peer education continues within the pesantren environment. Theoretically, this program reinforces the evidence that community-based educational interventions which integrate gender perspectives, religious values, and a vocational approach are effective in increasing the critical awareness of adolescents and educators. Practically, this model is easily replicable in other pesantren because it combines training, mentoring, and peer learning in one intervention series. The program demonstrates significant potential in curbing the practice of child marriage in Indonesia through a contextual and sustainable educational approach.