Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI TEORI KARIR DONALD SUPER PADA KARIR YOUTUBER DAN PEGIAT MEDIA DI ERA MILENIAL (STUDI KASUS MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS HAMZANWADI) Aulia, Fitri; Yulianti, Dewi
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol. 19 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2022.192-05

Abstract

Career choices in the millennial era have patterns that are identical to the world of technology, such as content creators, YouTubers, media activists and gamers. The guidance and counseling profession is also not a barrier for students to pursue careers in the world of technology. Based on the findings, there are two students who are pursuing careers such as YouTubers and media activists with 55.7 million subscribers and hundreds of media and video works. This research uses case study method. Data was collected by means of interviews, observation, documentation studies. Based on the results of the study, it was found that (1) these two students became YouTubers and media activists according to their potential, interests and talents. This is what is meant by the positive Self concept meant by Donald Super. Where the positive self-concept seems to be the driving force to form career patterns throughout their lives. This is manifested in totality in every work produced. (2) these two students are in the exploratory stage (15-25 years). Where they have been able to understand a profession with an interest in the talent they have. Although there is potential to develop in other directions. Keywords: youtuber, media activist, Donald Super’s Career Theory
Perlunya Generasi Muda Terlibat dalam Kehidupan Bermasyarakat Aulia, Fitri; Safitri, Sani
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i1.31985

Abstract

Artikel ini membahas tentang perlunya generasi muda terlibat dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui  betapa perlunya generasi muda terlibat dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mereka bisa menghadapi berbagai tantangan yang datang dalam hidupnya. Metode penelitian adalah penulis melakukan analisis secara deskriptif dari berbagai sumber kemudian melakukan analisis yang lebih mendalam terkait tema yang akan dibuat. Masalah penelitian adalah penulis tidak melakukan penelitian lapangan secara langsung sehingga tidak mendapatkan data yang dapat dicantumkan hanya saja melainkan melakukan analisis. Hasil pembahasan yang di dapat adalah sangat perlu bagi generasi muda untuk terlibat dalam kehidupan bermasyarakat karena dengan bergaul, bersosialisasi dapat menambah pengalaman, wawasan dalam hidupnya. Selain itu jika sedari kecil sampai menuju dewasa sudah terbiasa ikut dalam kegiatan di masyarakat misalnya gotong royong, hajatan nikahan dapat membuat mereka menjadi pribadi yang percaya diri dan terus berfikir maju. Dengan terlibatnya generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat maka akan tertanam dalam dirinya bahwa manusia hidup pasti membutuhkan peran orang lain baik itu orang tua, keluarga, teman, maupun msyarakat, sehingga mereka sadar betapa pentingnya untuk ikut kegiatan yang ada dalam kehidupan masyarakat dan sangat penting budaya untuk saling menghargai berbagai pendapat, perbedaan supaya konflik dalam kehidupan masyarakat dapat terhindarkan, dan kehidupan menjadi aman, dan sejahtera , penuh kasih sayang. Abstract This article discusses the need for the younger generation to be involved in social life. The purpose of this article is to find out how necessary it is for the younger generation to be involved in social life so that they can face the various challenges that come in their lives. The research method is that the author carries out descriptive analysis from various sources and then carries out a more in-depth analysis regarding the theme to be created. The research problem is that the author did not conduct field research directly so he did not get data that could be included, but instead carried out analysis. The results of the discussion obtained are that it is very necessary for the younger generation to be involved in social life because by socializing, socializing can add experience and insight to their lives. Apart from that, if from childhood to adulthood they are used to taking part in activities in the community, for example mutual cooperation, wedding celebrations, this can make them become confident individuals and continue to think forward. By involving the younger generation in social life, it will be ingrained in them that living humans definitely need the role of other people, be it parents, family, friends or the community, so that they realize how important it is to take part in activities in community life and that it is very important for culture to mutual respect for various opinions, differences so that conflict in people's lives can be avoided, and life becomes safe and prosperous, full of love.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK REMAJA PEREMPUAN DENGAN KONSUMSI TTD BERDASARKAN DATA PBL MAHASISWA DI KECAMATAN KELEKAR, GELUMBANG DAN LEMBAK Jasmine, Annisah Biancika; Lisa, Mona; Ambarwati, Dyah; Novitasari, Prihatini Dini; Muharramah, Disa Hijratul; Pulungan, Rafiah Maharani; Aulia, Fitri; Harwanto, Fatria; Yusri, Yusri; Erman, Ery
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.463

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di Indonesia menunjukkan tingkat yang sangat rendah, terutama di kalangan remaja putri. Berdasarkan data Riskesdas 2018, meskipun 76,2% remaja putri mendapatkan akses TTD, hanya 1,4% yang mengonsumsi lebih dari 52 butir selama periode yang dianjurkan. Secara keseluruhan, rendahnya konsumsi TTD di kalangan remaja putri mencerminkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai konsumsi TTD pada remaja putri dan edukasi kesehatan serta dukungan sosial untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap program suplementasi ini.Metode: Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa data PBL mahasiswa fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya tahun 2024 di Kecamatan Kelekar, Gelumbang dan Lembak terhadap 96 remaja Perempuan dengan pendekatan potong lintang yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Data kemudian dianalisis meng­gunakan analisi univariat dan analisis bivariat menggunakan SPSS versi 27. Analisis univariat bertujuan untuk menganalisis karakteristik variabel. Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yakni variabel karakteristik remaja dengan variabel konsumsi TTD.Hasil: Berdasarkan hasil uji bivariat mengenai korelasi karakteristik responden dan status konsumsi TTD didapatkan bahwa analisis Chi-Square menunjukkan bahwa umur (p=0,344), Pendidikan (p=0,334), status haid (p=0.051) dan usia MENARS (p=0.382) pada remaja Perempuan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan konsumsi TTD. Mayoritas total remaja yang tidak mengkonsumsi TTD dengan frekuensi sebesar 78 orang (81.2%).Pembahasan: Meskipun ada rekomendasi untuk meningkatkan konsumsi TTD pada saat menstruasi, banyak remaja putri yang tidak teratur dalam mengonsumsinya. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, efek samping yang dirasakan, atau ketidaknyamanan saat mengonsumsi tablet. Selain itu, Banyak faktor lain yang mempengaruhi keputusan remaja putri untuk mengonsumsi TTD, termasuk pengetahuan tentang manfaatnya, dukungan dari keluarga dan teman, serta persepsi pribadi terhadap kesehatan mereka.Kesimpulan: Sebagian besar remaja Perempuan (81.2%) tidak mengkonsumsi TTD. Tidak terdapat hubungan antara umur, penddikan, status haid, dan usia MENARS dengan konsumsi TTD. Edukasi yang efektif dan dukungan kontinu dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan konsumsi TTD di kalangan remaja putri.Kata Kunci: Karateristik remaja, remaja Perempuan, konsumsi TTD.  ABSTRACTIntroduction: The consumption rate of Iron Supplement Tablets (ITP) in Indonesia shows a very low level, especially among adolescent girls. Based on the 2018 Riskesdas data, although 76.2% of adolescent girls have access to ITP, only 1.4% consume more than 52 tablets during the recommended period. Overall, the low consumption of  ITP among adolescent girls reflects the need for further research on ITP consumption in adolescent girls, reproductive health education, and social support to increase awareness and compliance with this supplementation program.Method: This study used secondary data sources in the form of PBL data from students of the Faculty of Public Health, Sriwijaya University in 2024 in Kelekar, Gelumbang and Lembak Districts of 96 adolescent girls with a cross-sectional approach selected using the Total Sampling technique. The data were then analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using SPSS version 27. Univariate analysis aims to analyze the characteristics of the variables. Bivariate analysis was conducted to determine the relationship between two variables, which were the adolescent characteristic variable and the ITP consumption variable.Results: Based on the results of the bivariate test on the correlation of respondent characteristics and ITP consumption status, it was found that the Chi-Square analysis showed that age (p = 0.344), education (p = 0.334), menstrual status (p = 0.051) and MENARS age (p = 0.382) in female adolescents did not have a significant relationship with ITP consumption. The majority of adolescents did not consume ITP with a frequency of 78 people (81.2%).Discussion: Although there are recommendations to increase ITP consumption during menstruation, a lot of adolescents girls are not consuming ITP regularly. This can be caused by lack of knowledge, perceived side effects, or discomfort when taking the tablets. However, there are many other factors that can influence the decision of adolescent girls to consume ITP, including knowledge of its benefits, support from family and friends, and personal perceptions of their health.Conclusion: Most adolescent girls (81.2%) did not consume ITP regularly. There was no relationship between age, education, menstrual status, and MENARS age with TTD consumption. Effective education and continuous support from various parties are needed to increase awareness and compliance of ITP consumption among adolescent girls.Keywords: Characteristics of adolescents, adolescent girls, ITP consumption.
ANALISIS PERMINTAAN & PENAWARAN DISEKTOR AGRIBISNIS, PARIWISATA, DAN PASAR TRADISIONAL Aulia, Fitri; Johanes; Nadia Saragih; Khairani Alawiyah Matondang
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 12 No. 1 (2024): Musytari : Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v12i1.8621

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah literature review yang membahas analisis interaksi antara permintaan dan penawaran dalam mempengaruhi efektivitas pasar di sektor-sektor seperti agribisnis, pariwisata, dan industri manufaktur. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana dinamika permintaan dan penawaran dapat berkontribusi terhadap kinerja pasar serta pentingnya komunikasi yang jelas antara produsen dan konsumen dalam menjaga keseimbangan pasar. Dengan menggunakan pendekatan penelusuran literatur dari berbagai sumber yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2024, hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara permintaan dan penawaran sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penerapan strategi manajemen yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara keduanya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja pasar secara keseluruhan. Secara keseluruhan, literature review ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang interaksi permintaan dan penawaran sangat penting untuk menciptakan pasar yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Manfaat Tanaman Apotek Hidup: Menanam Tanaman Herbal di Area Perkarangan Rumah Havizah, Ilma Nur; Aulia, Fitri; Rasmi, Dewa Ayu Citra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11409

Abstract

Lahan pedesaan memiliki banyak manfaat. Lahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lahan apotik hidup atau tanaman obat keluarga, sehingga dibutuhkan upaya untuk memanfaatkan lahan pekarangan tersebut secara lebih efektif. Pemanfaatan pekarangan rumah dengan hijauan tanaman dalam bentuk taman merupakan prinsip hidup yang telah membudaya bagi masyarakat untuk kembali ke alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan lahan di area perkarangan rumah sebagai tempat penanaman tanaman herbal atau apotek hidup di Desa Persiapan Empol, Dusun Madak, Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan selama kegiatan Studi Independen yaitu pada bulan September sampai November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih memperhatikan lingkungan sekitar dan dapat memanfaatkan pekarangan untuk penanaman tanaman obat.
ANALISIS ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DI SMPN 3 SELONG DALAM KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Ilmi, Nurul; Aulia, Fitri; Yulianti, Dewi
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 8 No 1 (2024): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v8i1.26003

Abstract

Student needs questionnaire is one of the instruments used by guidance and counseling teachers to determine the needs of students in order to design programs and carry out guidance and counseling service activities. The program in question needs to be analyzed to obtain accurate information. The research method used is quantitative with a descriptive approach. The sampling technique used is saturated sampling. The sample involved in the study was 17 students of SMPN 3 Selong VII C. The focus of data collection was using the Student Needs Questionnaire (AKPD) consisting of 50 problem statement items. The collected data was analyzed using computer-based AKPD. The results showed class profile data per problem area, namely personal aspects 40.78%, social aspects 23.18%, career aspects 15.92%, and learning aspects 20.11%. The results of this percentage explain that grade VII junior high school students have the highest problems in the personal field, namely feeling inferior, not having the habit of being honest, managing emotions well, not having the ability to know and be responsible for themselves.
Analisis Asesment Daftar Cek Masalah (DCM) Berbasis Aplikasi Google Form (Studi Pendahuluan Di Sman 1 Sukamulia) Aulia, Fitri; Fathurrahman; Winda Sukmani; Muhamad Rizki Fahmi
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 1 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i1.29127

Abstract

DCM merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah siswa. DCM yang banyak digunakan berbentuk paper based. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam proses perhitungan dan penyimpanan. Salah satu tools yang bisa dimanfaatkan untuk mempermudah proses instrumentasi dalam BK adalah dengan aplikasi google form karena bersifat aplikasi data base dan bernilai paper less. Aplikasi ini sangat memudahkan guru BK dalam proses pengisian, instrumentasi dan administrasi. Metode penelitian menggunakan survey. Item yang dikembangkan dalam google form ini terdiri dari 45 item yang terbagi dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Sedangkan pada versi paper based, DCM berjumlah 240 item, yang dibagi ke dalam beberapa bidang, yaitu (1) kesehatan, (2) ekonomi, (3) kehidupan keluarga, (4)agama dan moral, (5)rekreasi dan hobi, (6) hubungan pribadi, (7) kehidupan sosial-keaktifan berorganisasi,(8) muda mudi/ remaja, (9) penyesuaian terhadap sekolah, (10) penyesuaian kurikulum, (11) kebiasaan belajar, (12) masa depan dan cita-cita. Berdasarkan hasil anaklisis hasil survey diperoleh prosentase setiap bidang yaitu pribadi 1.67%, sosial 1.67%, belajar 2.50%, dan karir 2.08%. Dengan demikian, permasalahan tertinggi terdapat pada bidang belajar. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan layanan pada bidang belajar harus diprioritaskan.
Assessment of Alpha-Tocopheryl Acetate and Metformin Hydrochloride as Independent Agents on Human Dermal Fibroblast Viability: Findings from MTT Assay Alfarafisa, Nayla Majeda; Khairani, Astrid Feinisa; Achadiyani, Achadiyani; Chou, Yoan; Aulia, Fitri; Firdaus, Muhammad Bintang
Althea Medical Journal Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n2.3954

Abstract

Background: Alpha-tocopheryl acetate (Vitamin E) and metformin hydrochloride have been tested as anti-aging compounds at various concentrations. This study aimed to identify the most effective concentrations of alpha-tocopheryl acetate and metformin hydrochloride in promoting the viability of human dermal fibroblasts (HDFs), a primary cell type in skin aging research.Methods: HDFs were isolated using a mechanical isolation method and cultured under standard conditions. Cells were treated with varying concentrations of alpha-tocopheryl acetate and metformin hydrochloride as independents agents. After 48 hours of incubation, cell viability was measured using the MTT assay.Results: Alpha-tocopheryl acetate had the highest HDF cell viability (107%) at a concentration of 50 μM. Metformin hydrochloride had the maximum HDF cell viability (158%) at 5 μM. However, the viability response varied across different concentrations for both agents, indicating that optimal dosing was essential for maximizing their effectiveness.Conclusions: Alpha-tocopheryl acetate at 50 μM and metformin hydrochloride at 50 μM yield the highest viability of HDFs in vitro. These findings suggest potential roles for both agents in anti-aging skin therapies. Further research is recommended to explore their mechanisms of action and to optimize dosing strategies for clinical applications.
Multimedia-based group guidance in assisting children reaching puberty in Central Lombok Aulia, Fitri; Musifuddin, Musifuddin; Aisyah, Umi; Marfuatun, Marfuatun; Partha, I Dewa Putu
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 8 No 2 (2021): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v8i2.9336

Abstract

This study aims to determine the effect of group guidance in assisting children reaching puberty in Central Lombok. The strategy uses group guidance and the media uses youtube videos and hands-on practice with tutorials. Group guidance services function as an understanding and prevention of deviant behavior during the transition from childhood to early adulthood. The research method used is experimental with pretest and posttest designs. Subjects consisted of 6 students aged 9-13 years. The topics discussed are 1) what and how puberty is, (2) the influence of puberty in the social environment, 3) the meaning of menstruation, and how to live a healthy lifestyle. Based on the data, the results of the pretest showed an average value of 21% and a standard deviation of 2.44%. The posttest results showed an average value of 24.8%, standard deviation of 4.49%. It shows that the enactment of group guidance is effective in increasing the understanding of puberty teenagers. Based on the satisfaction questionnaire after being given group guidance, a score of 20-24 is included in the very good category.
Relationship between personality, mindset, academic motivation on grit (persistence) in middle school students Aulia, Fitri; Takiuddin, Muhammad; Rahmatullah, Abdul Halim
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 9 No 1 (2022): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v9i1.11926

Abstract

This study aimed to determine the relationship between personality, mindset, and academic motivation of Grit students in high school. Who used the ex post facto quantitative method with simple random sampling to take a sample of 80. The instrument has four variables: personality, mindset, academic motivation, and Grit. The data analysis technique used multiple regression analysis. The results of the hypothesis show that the personality variable with t count > t table is (3.123 > 1.996), mindset variable with t count > t table (2.208 > 1.996) and academic motivation variable with t count > t - table (11.02 > 1,996). These data indicate that overall, all Ho is rejected, and Ha is accepted of the three variables. Based on the Simultaneous test results (F test), the significance value of the personality, mindset, and academic motivation variables is smaller than the significance value of 0.000 <0.05. So we can conclude that the variables of personality, mindset, and academic motivation simultaneously have a relationship with Grit in high school students.
Co-Authors Abdul Halim Rahmatullah Achadiyani Afdiliani, Wilda Agil Al Idrus, Agil Al Ahlun Nazali Ainur Rahma, Annisa Alengka, Novi Alfarafisa, Nayla Majeda Ambarwati, Dyah Amrullah, Roni Anggraini, Reni Dia Anisa Sapira Arina Mufrihah Arina Mufrihah Arina Mufrihah, Arina Aryana, Ida Bagus Putu Asror, M. Zainul Astrid Feinisa Khairani Azzahra Tsani Ariyanti Baiq Mahyatun Chou, Yoan Desi Ariska Dewi Yulianti Dewi Yulianti Dimmiyati, Dimmiyati Doa Cutholy Berlian S Eli Ermayanti Erman, Ery Ernawati Fathurrahman Fatria Harwanto Firdaus, Muhammad Bintang Fitrah, Audylla Hamdini, Izmi Rafi Hamdini, Izmi Rafi Hamdini, Izmi Rafi Hanin Ulya Harahap, Yasmin Havizah, Ilma Nur Helda Hesya Fadila Imtiyaz I Dewa Putu Partha I Dewa Putu Partha I Gede Ratnaya I Kadek Suranata I Ketut Gading I Made Sutajaya I Wayan Suastra I Wayan Suja Imam Nawawi Zain Indah Handayana, Dian Indah Shofianita Jasmine, Annisah Biancika Johanes Kamaria, Kamaria Khairani Alawiyah Matondang Laela Fatini Latif Hamidi Luk Luil Adni M. Abdul Hafiz M. Deni Siregar M. Jauhari Ramadhan M. Muzayyin Fanani M. Zainul Asror Maesak, Cantri Maharani Marfuatun Marfuatun Marfuatun Marfu’atun . Mariana Astuti Mariani Maslani, Maslani Meizura, Amanda Melani Riskika Mona Lisa Muhamad Rizki Fahmi Muhamad Takiuddin Muhammad Marzuki Muharramah, Disa Hijratul Muhlis Mujidaturruhil Millah Muliani Muliani, Muliani Musifuddin Nadia Saragih Nanang Ervia Nengsi Ni Ketut Suarni Novitasari, Prihatini Dini Nuh Ghazali Djadjuli, Hidayat Nurfadilla, Hikma Nurfitri, umami Nurhaswinda Nurlaila Syipa’unnupus Nurul Anwar Nurul Hidayatul Husna Nurul Ilmi, Nurul Nurulhajj, Fadilah Arfan Padiatun Hasanah Pinanti Pulungan, Rafiah Maharani Qistubillah, Nabil Qonitah, Atiyah Qurniawati, Muslimah Rahmat Hidayat Rahmatullah, Abdul Halim Rasmi, Ayu Citra Rasmi, Dewa Ayu Citra Reza Agustina Ridwan . Risma Juliana Rivdya Eliza Riza Hidayati Rizkia Maulida Robyanto, Sony Roni Amrulloh Rostina Andriyanti Rufi'i SAFITRI, SANI Saopian Azhari Sari Hardianti Septriyogi, L. M Sasaki Shaiqh, Neng Moya Sabhana Sifa’yah Silmi Rostiana Sintia Pratiwi siti aminah Siti Hidayatun Hasanah Siti Zawyah Nanga Wara Solita Anggraeni Susanti Sony Robyanto Taqiyuddin, M Umam, Busro Akramul Umi Aisyah Umi Aisyah, Umi Uzlipatul Amni Vania Ardelia Wal, Zaen Wathoni, Muhammad Zainul Widiana, Wayan Winda Sukmani Wulanjati, Syara Yeni Sulistiawarni Yusri Zaen Wal Zain, Maulidiana