Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas Belimbing Manis (Averrhoa Carambola Linn) sebagai Anti Hipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Metro Pusat, Kota Metro Ari Khusuma; Suhartiningsih Suhartiningsih; Annisa Mulia Anasis
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 2 (2020): Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences - July 2020
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v12i2.683

Abstract

Hipertensi adalah keadaan seseorang dengan peningkatan tekanan darah di atas normal. Data pra-survei menunjukkan angka kejadian hipertensi di Kota Metro tahun 2017 mencapai 1.839 kasus dan di Puskesmas Metro Pusat mencapai 481 kasus. Hipertensi berkaitan dengan resiko penyakit kardiovaskuler. Upaya menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dengan mengkonsumsi buah yang tinggi kalium seperti belimbing manis. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektifitas belimbing manis (Averrhoa carambola Linn) sebagai anti hipertensi. Desain penelitian pre-experiment designs rancangan one group pre-test post-test. Sampel sebanyak 23 orang menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi ekslusi. Analisis univariat pre-post intervensi & analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil uji statistik rerata tekanan darah penderita hipertensi pre-test 149,65/94,87 mmHg dan post-test pemberian belimbing manis 139,61/89,52 mmHg. Hasil analisis paired sample t-test didapatkan p-value 0,00 < a 0,05 . Belimbing manis efektif sebagai anti hipertensi dengan rerata tekanan darah setelah diberi perlakuan lebih rendah secara bermakna dibandingkan sebelum diberi perlakuan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN SABUN CAIR FILTRAT LIDAH BUAYA & DAUN MINT SEBAGAI SABUN ANTISEPTIK PENCEGAHAN COVID-19 PADA KADER & IBU PKK KELURAHAN DASAN CERMEN Lale Budi Kusumadewi; Ari Khusuma; Agrijanti Agrijanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 5 No 1 (2021): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v5i1.2046

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, yang dapat berlanjut pada sakit parah dan radang paru (pneumonia), sehingga menyebabkan kesulitan bernafas. Salah satu langkah perlindungan dasar individu dalam menghadapi COVID 19 adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sabun merupakan pembersih yang terbuat dari minyak atau lemak dengan basa kuat. Pada pembuatan akhir sabun umumnya ditambahkan bahan pewarna, pewangi dan bahan alami untuk meningkatkan karakteristik sabun. Lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan kulit. Keistimewaan lidah buaya terletak pada gelnya yang mampu untuk meresap di dalam jaringan kulit, sehingga banyak menahan kehilangan cairan yang terlalu banyak dari dalam kulit. Penggunaan antibakteri dari bahan sintetik dapat mencegah terjadinya infeksi, namun tidak sedikit yang memberikan efek samping seperti iritasi. Untuk memecahkan masalah masyarakat terkait dengan persebaran dan pengendalian kasus persebaran COVID 19, maka pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cair filtrat lidah buaya dan daun mint sebagai sabun antiseptik untuk pencegahan COVID 19 pada kader dan remaja masjid di Lingkungan Dasan Cermen Asri, Kelurahan Dasan Cermen Kota Mataram. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam membuat sabun dan memasarkan sabun hasil produksi secara online.
Uji Teknik Difusi Menggunakan Kertas Saring Media Tampung Antibiotik dengan Escherichia Coli Sebagai Bakteri Uji Ari Khusuma; Yuriska Safitri; Annisa Yuniarni; Kurnia Rizki
Jurnal Kesehatan Prima Vol 13, No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v13i2.257

Abstract

Uji sensitivitas antibiotik merupakan tes yang digunakan untuk menguji kepekaan suatu bakteri terhadap suatu antibiotik.  Uji sensitivitas bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari suatu antibiotik (Wahyutomo, 2009).  Uji sensitivitas dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: difusi cakram diffusion test), pengenceran atau dilusi (dilusi test), antimicrobial gradient dan short automated instrumen system. Uji sensitivitas dengan metode difusi agar plate dapat dilakukan dengan cara Kirby Bauer dengan teknik disc diffusion (cakram disk) atau teknik sumuran.  Rancangan penelitian ini adalah penelitian eksperiment dengan melihat uji difusi menggunakan kertas saring sebagai media tampung antibiotik dengan menggunakan E.coli sebagai bakteri uji. Data yang diperlukan adalah diameter zona hambat yang terbentuk pada media MHA saat melakukan uji sensitivitas metode difusi sumuran dan  teknik kertas saring sebagai media tampung antibiotik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rerata diamater zona hambat antibiotik ciprofloxacin terhadap bakteri E.coli dengan menggunakan metode difusi teknik sumuran adalah 62 mm menunjukan hasil sensitif, rerata diameter zona hambat yang terbentuk dengan menggunakan inovasi uji difusi menggunakan kertas saring sebagai media tampung antibiotik ciprofloxacin adalah 39 mm  menunjukan hasil sensitif. Rerata diameter zona hambat yang terbentuk pada inovasi uji difusi menggunakan kertas saring sebagai media tampung antibiotik lebih kecil dibandingkan dengan rerata diameter zona hambat menggunakan metode difusi teknik sumuran. Rata-rata diameter  zona hambat antibiotik dengan  menggunakan kertas saring sebagai media tampung  adalah 39 mm. Perbedaan diameter zona hambat menggunakan teknik  sumuran dengan teknik kertas saring sebagai media tampung antibiotik adalah 62 mm dan 39 mm.
DAYA HAMBAT INFUSED WATER JAHE PUTIH (Zingiber officinale var. amarum) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS SP Ari Khusuma
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 10, No 1 (2022): Meditory, Volume 10 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/m.v10i1.1863

Abstract

The bacteria found in the sputum of patients with cough due to respiratory tract infections are Streptococcus bacteria and Staphylococcus aureus. Symptoms of cough can be treated with herbal remedies, one of which is drinking water from fruit juices, vegetables, herbs, and spices or what is later known as infused water. Plants that are believed to be able to inhibit bacterial growth are white ginger (Zingiber officinale var. amarum) because based on the results of phytochemical identification, ginger contains essential oil compounds and phenolic compounds that are antibacterial. This research aims to determine the inhibition of white ginger infused water on the growth of Staphylococcus sp. This research is a True Experiment with Completely Randomized Design (CRD),  with white ginger infused water treatment with various concentrations. The results of the isolation and identification of sputum samples found Staphylococcus sp. The results of the sensitivity test of white ginger infused water as an antibacterial against Staphylococcus sp at all concentrations of 100%, 80%, 60%, and 40% were unable to inhibit the growth of Staphylococcus sp. The results showed that white ginger (Zingiber officinale var. amarum) infused water had no effect on inhibiting the growth of Staphylococcus sp. 
Variasi Temperatur Boiling pada Amplifikasi Gen inhA M.tuberculosis Metode PCR Fihiruddin Fihiruddin; Hanifa Falahul Ilmi; Ari Khusuma
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 14 No. 2 (2022): July Edition
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v14i2.1661

Abstract

Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah metode yang direkomendasikan oleh world health organization (WHO) untuk pemeriksaan infeksi tuberkulosis dengan sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Biaya yang murah, proses yang mudah, dan tehnik ekstraksi DNA yang cepat sangat diperlukan untuk mendapatkan DNA template. Salah satu cara untuk mendapatkan DNA template adalah metode boiling, dimana metode ini dapat meningkatkan permeabilitas dan merusak dinding sel hanya dengan pemanasan dalam waktu relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu boiling 85°C, 90°C, dan 95°C masing-masing selama 30 menit, 10 menit dan 5 menit terhadap hasil amplifikasi gen inhA M. tuberculosis menggunakan metode PCR. Penelitian ini merupakan penelitian True Experiment dengan rancangan posttest only control design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dahak penderita TB yang di ekstraksi dengan metode boiling dan dibandingkan dengan metode ekstraksi kit. Hasil amplifikasi di elektroforesis pada gel agarosa 1% yang diamati dengan alat UV transiluminator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi sampel sputum dengan boiling pada suhu  850C selama 30 menit, 900C selama 10 menit dan 950C selama 5 menit masing-masing ditemukan pita DNA gen inhA M.tuberculosis dengan panjang 465 bp. Ekstraksi sampel sputum dengan metode boiling dapat digunakan untuk pemeriksaan gen inhA M.tuberculosis metode PCR.
Intervention Of Ambon Banana Blossom As An Alternative Food To Reduce Blood Glucose Levels In Diabetic Patients In The Working Area Of Kemalo Abung Health Center Ari Khusuma; Annisa Agata; Arini Pradita Roselyn; Annisa Mulia Annasis
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v8i1.385

Abstract

Background: The prevalence of diabetes in Indonesia based on the results of the Riskesdas in 2013 is 2.1%; the figure is higher compared with the year 2007 (1.1%). Complications in people with diabetes occur due to uncontrolled blood glucose increases. The necessity of controlling glucose is easily obtainable and cheap, such as granting high fiber with Ambon's Banana as in Pringsewu Regency. This research aims to know the influence of consuming refined Ambon's Banana blossom against the decrease in blood glucose levels in people with diabetes. Research Methods: Types of quantitative research and analysis by a quasi-experimental approach. The population in this research is a citizen who lived in the region of clinics Abung Kemalo Kab. North Lampung affected by diabetes mellitus amounted to 116 people. Sample 10 people. Analysis of a t-test using the bivariate test. Research Result: The results showed the average blood glucose level before the banana blossom given to the intervention group was 224.4. While in the group, the control was 280.4. After the banana blossom preparations were given in the intervention group, average blood glucose levels were 172. At the same time, the control group was 251.0. Conclusion: There is a difference between consuming the refined Ambon's banana blossom and not consuming the refined Ambon's banana against the decrease in blood glucose levels in people with diabetes (p-value 0.022). This research is expected to advise health workers should be socialized heart Ambon's banana as an alternative for patients with DM.
PENGGUNAAN SONGGAK SUKU SASAK UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN DASAN CERMEN, KOTA MATARAM Kusuma Dewi, Lale Budi; Khusuma, Ari; Agrijanti, Agrijanti; Wulandari, Ayu Nurislami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1502

Abstract

Data dari profil Puskesmas Babakan, tingkat obesitas penduduk, dari 3.824 yang diperiksa, ditemukan 1.053 orang (27%) diantaranya dinyatakan obesitas. Sebanyak 90-95% kasus diabetes adalah DM tipe 2, yang sebagian besar dapat dicegah karena disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.  Tujuan pengabdian ini sebagai upaya membantu mengendalikan kadar gula darah penderita hiperglikemia dengan ramuan tradisional suku sasak, Songgak. Sebanyak 45 masyarakat yang hadir dalam kegiatan sosialisasi diperiksa kadar gukosa darahnya, sebanyak 14 orang memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200mg/dl. Songgak disosialisasikan dan disampaikan hasil penelitian tentang manfaat songgak untuk menurunkan kadar glukosa darah. Setelah konsumsi songgak selama dua  minggu, terjadi penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada 21 peserta. Masyarakat paham pentingnya menjaga pola hidup dan pentingnya pemeriksaan glukosa darah secara berkala bagi penderita DM. Data profile of the Babakan Health Center, the obesity level of the population, of the 3,824 examined, 1,053 people (27%) were found to be obese. As many as 90-95% of diabetes cases are type 2 DM, most of which can be prevented because they are caused by an unhealthy lifestyle. The purpose of this service is as an effort to help control blood sugar levels of hyperglycemia sufferers with the traditional ingredients of the Sasak tribe, Songgak. As many as 45 people who attended the socialization activity had their blood glucose levels checked, as many as 14 people had blood sugar levels when ≥200mg/dl. Songgak was socialized and presented the results of research on the benefits of Songgak for lowering blood glucose levels. After consuming Songgak for two weeks, there was a temporary decrease in blood glucose levels in 21 participants. The community understands the importance of maintaining a lifestyle and the importance of regular blood glucose checks for people with DM.
Gambaran Jumlah Leukosit Pada Penderita Suspek So TB Paru di Rumah Sakit Patuh Patut Patju Reginata, Ni Luh Vira; Rohmi, Rohmi; Manu, Thomas Tandi; Khusuma, Ari
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v7i2.1453

Abstract

Leukocyte examination is carried out to describe disease events or processes in the body, aspecially infectious diseases such as tuberculosis bacteria can attack immune system cells, including leukocytes. Bacteria can survive and reproduce in leukocytes. Pulmonary TB sufferers before treatment saw an increases in leukocyte levels, indicating the formation of many leukocytes to fight bacteria in the phatocytosis process. On of the laboratory tests used to support the diagnosis of tuberculosis is an examination of the leukocyte count. This study aimed to determine the description of the number of leukocytes in patients with Suspected SO Pulmonary TB at The Patuh Patut Patju Hospital Untuk. This study design is descriptive case study research. Sampling technique was carried out using accidental sampling technique and  30 respondents obtained. The results of this study showed that the average leukocyte levels of patients with suspected SO Pulmonary TB were 9,643/μl, with 13 people (1+), 12 people (2+), 5 people (3+). The highest average leukocyte count was found in the female gender, age group 56-65 years and on 5 months treatment
Pengaruh Konsentrasi Formalin Terhadap Hasil Pemeriksaan Urine Metode Carik Celup Pada Urine Penderita Diabetes Melitus Vani Nurcahyanti; Ari Khusuma; Lale Budi Kusuma Dewi; Pancawati Ariami; Iswari Pauzi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.37

Abstract

Latar Belakang: Spesimen urin sebaiknya diperiksa  kurang dari 2 jam setelah pengambilan spesimen dan dapat bertahan 18 jam bila disimpan pada suhu 2 ̊ - 8 ̊ C. Urine penderita diabetes melitus mengandung glukosa yang baik untuk pertumbuhan bakteri. Pemberian pengawet seperti formalin diharapkan dapat mencegah penguraian komponen bakteri. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui konsentrasi formalin yang dapat dijadikan sebagai pengawet urine metode carik celup pada urine penderita diabetes melitus. Metode Penelitian: Merupakan penelitian Pre Eksperimen dengan rancangan One Grup Pretest-Postest Desain. Sampel urine penderita diabetes melitus akan ditambahkan dengan formalin 37%, 30%, 20%, dan 10% dapat digunakan sebagai pengawet urine pada penderita diabetes melitus sesudah ditunda selama 5 jam.             Hasil Penelitian: Sampel urine pada glukosa sebelum perlakuan +4 setelah diberikan perlakuan +1, pada pH urine sebelum perlakuan 6.0 setelah perlakuan 5.0 pada keton urine sebelum perlakuan negatif (-) setelah perlakuan hasilnya positif(+) pada parameter lain menunjukkan hasil yang tetap sama sebelum pemberian pengawet formalin dan setelah pemberian pengawet formalin.  Kesimpulan: formalin dengan konsentrasi 37%,30%,20%, dan 10% mampu menyebabkan penurunan hasil pada parameter pH dan glukosa urine. Sehingga pengawet formalin tidak efektif pada pemeriksan urine mengandung, glukosa.
The Effect of Roasting Methods of Ingredients The Songgak Tribe Sasak Herbal on Active Compounds Using Gas Chromatography Mas Spectroscopy (Gc-Ms) Analysis) Agrijanti, Agrijanti; Kusuma Dewi, Lale Budi; Khusuma, Ari; Wardoyo, Eustachius Hagni
Jurnal Kesehatan Prima Vol 18, No 2 (2024): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v18i2.1540

Abstract

Songgak is a concoction of the Sasak tribe of Lombok in West Nusa Tenggara. It consists of coffee mixed with groundwood, cloves, black pepper, coriander, and nutmeg. The original recipe involves roasting the spices before mixing them with coffee, namely using a frying pan over a stove. The roasting process is carried out without controlling the temperature and roasting time, so the roasted ingredients need to be standardized(Dewi et  al., 2021). GCMS is a tool used to analyze compounds in samples using chemical separation methods, mainly chromatography. The compounds in the mixture are separated in a chromatographic column. The separation mechanism between several compounds occurs due to differences in the solubility values of each in the moving solvent and differences in the absorption of each of the competing compounds into the stationary phase (Gross, 2017). In this research, variations will be carried out on spices, namely T1 original treatment of roasting spices over fire for 8 minutes, T2 drying spices in sunlight, T3 oven for 5 minutes, T5 oven for 5 minutes, T4 oven for 15 minutes and T5 oven for 15 minutes. In the T4 treatment, namely oven for 10 minutes, the results of the analysis of the substance content with the most types, namely 20 types, were obtained. The active anti-microbial compound found in all treatments was Hexadecanoic acid, 2-hydroxy-1-(h)(C19 H38 O4) BM:330, which helps inhibit the growth of cancer cells. (National Library Medicine, n.d.). Octadecanoic acid (CAS) Stear (C18 H34 O2) BM:282 Anti-inflammatory, Antiandrogenic Cancer prevention, Hypocholesterolemia Dermatigenic, 5-Alpha reductase inhibitor, Anemiagenic, Insecticide (Natarajan et al., 2019) and Tetradecanoic acid (CAS) Myris (C14 H28 O2) BM:228 as anti-inflammatory and anti-nociceptive.