Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sistem Evaluasi Program Pendidikan Untuk Meningkatkan Efisiensi Manajemen Sekolah Dasar Muhammad Makki; Muhammad Tahir; Khairun Nisa; Muhammad Syazali; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4022

Abstract

Effective program evaluation is a fundamental prerequisite for ensuring quality and accountability in primary education institutions. Consequently, this study aims to analyze the education program evaluation system in elementary schools to improve school management efficiency. The study focuses on three main aspects: identifying weaknesses in the existing evaluation system, analyzing the effectiveness of the evaluation instruments used, and providing strategic recommendations for improving the evaluation system to make it more focused and sustainable. The research method used is a quantitative approach with data collection techniques through the distribution of questionnaires to principals, vice principals, teachers, and education personnel (tendik), with a total of 84 respondents. The results show that the existing education program evaluation system still faces various problems, including limitations in indicator standards, a lack of consistency in implementation, and minimal utilization of evaluation results for managerial decision-making. The evaluation instruments used are also not fully effective in describing program achievements, especially in qualitative aspects such as character development and student creativity. These findings emphasize the need to strengthen the evaluation system with clearer standards, comprehensive instruments, and optimal utilization of evaluation results in education program planning. Thus, this study concludes that improving the education program evaluation system in elementary schools is a crucial step in improving school management efficiency. The resulting recommendations can serve as a reference for principals, teachers, and policymakers in developing a more integrated, transparent, and needs-based evaluation system. Through appropriate evaluation, elementary schools can optimize resources, improve the quality of educational services, and support the sustainable achievement of educational goals.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Riset, dan Media CTP Pada Pembelajaran Sains: Upaya Mengembangkan Keterampilan Menulis Ilmiah Mahasiswa Muhammad Syazali; I Ketut Widiada; Aisa Nikmah Rahmatih; Hasnawati Hasnawati; Ilmi Solihana Hayati; Baiq Olivia Dwita Elvira
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4171

Abstract

The results of the paper quality assessment show that students' writing skills are still relatively low. This fact is that the number of learning facilities is directly proportional to the writing skills that can be achieved by students. The goal is to analyze the quality of students' science research papers through the implementation of these learning facilities. This pre-experiment research will be conducted on students of PGSD Study Program, FKIP, Mataram University. The sample size is determined by purposive sampling. To obtain data, paper documents are assessed using an assessment rubric. There are a total of 23 indicators that are used as a reference to get a score. The scores obtained from these activities are converted into scores that range from 0 - 100. To get an overview of student skills, data analysis using descriptive statistics was conducted. This includes averages and proportions/percentages. As for comparing the effectiveness of the treatment on. The results of the study show that the degree of mastery of students in writing papers is at a quantitative value of 83.47. This quantitative value has an A grade. In addition, the median of the quantitative data is 83.18. This indicates that at least 50% of students have excellent writing skills. The mode value is even higher at 85.00 with a proportion of 29%. Comparative analysis shows a significant difference with p < 0.05, reinforcing the effectiveness of the PBR model combined with learning media. The t-value, ranging from 9.761 to 25.657, indicates that the difference is highly significant and not coincidental. From this data, it can be concluded that the implementation of the PBR model assisted by CTP media is effective in developing the scientific writing skills of PGSD students.
Analisis Kemampuan Literasi Siswa Kelas IV SDN 42 Ampenan Tahun Ajaran 2025/2026 Puput Harmayaningsih; Syaiful Musaddat; Muhammad Syazali
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4509

Abstract

Kemampuan literasi membaca dan menulis sangat penting untuk diterapkan pada jenjang sekolah dasar, karena menjadi salah satu dasar dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan cara berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca dan menulis siswa, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta strategi yang dapat digunakan dalam mendukung program literasi di SDN 42 Ampenan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Berdasarkan hasil tes, kemampuan literasi membaca dan menulis siswa dibagi menjadi empat kategori: mahir, cakap, dasar dan perlu penanganan khusus. Dari 30 siswa, tidak ada siswa yang masuk kategori mahir (0%), 2 siswa yang memperoleh kategori cakap (6,7%), 23 siswa yang memperoleh kategori dasar (76,7%), dan 5 siswa yang memperoleh kategori perlu penanganan khusus (76,7%). Dengan demikian, hasil tes kemampuan literasi siswa menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca dan menulis siswa masih berada pada kategori dasar, dengan nilai rata-rata 46,5. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi membaca dan menulis siswa yaitu faktor internal meliputi kurangnya minat siswa dalam literasi membaca dan menulis dan kurangnya kemampuan intelegensi siswa. Sedangkan, faktor eksternal meliputi sarana dan prasarana serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga. Adapun strategi yang dilakukan guru dalam mendukung program literasi membaca dan menulis siswa yaitu dengan pembiasaan literasi dengan menerapkan program "Satu bulan satu buku", menerapkan metode khusus, serta memberikan dukungan dan motivasi terhadap siswa.
Efektivitas Metode Bimbingan Klasikal Berbantuan Media Gambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa Kelas II SD 5 Taliwang Novia Ramadany; Isti Istiningsih; Muhammad Syazali
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4744

Abstract

Kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar sebagai fondasi keberhasilan belajar. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan kedua kemampuan tersebut sehingga diperlukan metode pembelajaran yang tepat dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bimbingan klasikal berbantuan media gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas II SDN 5 Taliwang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN 5 Taliwang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca dan menulis yang diberikan sebelum perlakuan pretest dan setelah perlakuan posttest. Analisis data menggunakan uji hipotesis One Sample T-Test dan Paired Sample T-Test berbantuan program SPSS dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil uji One Sample T-Test menunjukkan bahwa nilai signifikansi pretest sebesar 0,001 < 0,05 dan posttest sebesar 0,005 < 0,05. Selain itu, hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode bimbingan klasikal berbantuan media gambar efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas II SDN 5 Taliwang. Metode ini membantu siswa memahami materi secara lebih konkret serta meningkatkan motivasi dan keaktifan dalam pembelajaran.
Implementasi Budaya Sekolah dalam Membentuk Karakter di SDN Model Mataram Nurhalimah Sarah; Muhammad Syazali; Ilham Handika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4936

Abstract

Pembiasaan nilai-nilai karakter positif di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan sikap sosial yang baik. Budaya sekolah menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menanamkan nilai karakter kepada peserta didik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi budaya sekolah dalam membentuk karakter keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) serta karakter kewargaan pada dimensi profil lulusan di SDN Model Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya sekolah dalam membentuk karakter keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME dilakukan melalui kegiatan imtaq, salat dhuha, salat dzuhur berjamaah, kultum, dan peringatan hari besar Islam. Sementara itu, pembentukan karakter kewargaan dilakukan melalui kegiatan obade, upacara bendera, menyanyikan lagu wajib nasional, peringatan hari besar nasional, dan sabtu budaya. Implementasi budaya sekolah tersebut tercermin melalui artefak budaya, nilai-nilai yang dianut, dan asumsi dasar yang berkembang di SDN Model Mataram. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi budaya sekolah memberikan dampak positif dalam membentuk karakter keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME serta karakter kewargaan peserta didik di SDN Model Mataram, sehingga dapat menjadi model penguatan karakter berbasis budaya sekolah di satuan pendidikan lainnya.
Analisis Pengetahuan Sikap dan Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Implementasi Deep learning di Gugus 1 Labuapi Noviana Rahmatika; Muhammad Syazali; Muhammad Erfan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1815

Abstract

This study aims to analyze the level of knowledge, attitudes, and perceptions of elementary school teachers toward the implementation of deep learning at Cluster 1 Labuapi and to examine the relationships among these variables. This research employed a quantitative correlational design with 67 teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using a validated knowledge test and Likert-scale questionnaires, with reliability confirmed by Cronbach’s Alpha. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results show that teachers have a high level of readiness, with average scores of 83.75% (knowledge), 75.68% (attitude), and 76.48% (perception). However, the relationships among these variables are positive but very weak and statistically insignificant, with R² values below 0.05, indicating that high knowledge does not necessarily strengthen attitudes and perceptions. This finding is influenced by the gap between conceptual understanding and practical implementation. Teachers’ attitudes and perceptions are more affected by external factors, such as limited practical experience, instructional constraints, and insufficient institutional support. As a result, knowledge remains at the cognitive level and is not fully reflected in attitudes and perceptions. Therefore, improving deep learning implementation requires not only enhancing teachers’ knowledge but also strengthening practical experience and institutional support.
Pengembangan Bahan Ajar IPAS Berbasis Kearifan Lokal Suku Mbojo pada Materi Indonesiaku Kaya Budaya Kelas IV di SDN Inpres Kaleo Yuni Ros Meilasari; Muhammad Syazali; Hasnawati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1818

Abstract

The use of local wisdom-based teaching materials is important to help students understand the material while fostering appreciation for regional culture. This study aims to develop and determine the validity, practicality, and effectiveness of science teaching materials based on the local wisdom of the Mbojo tribe on the topic My Indonesia is Rich in Culture for fourth-grade students at SDN Inpres Kaleo. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation.The subjects consisted of 9 students in the limited trial, 1 teacher, and 14 students in the field trial. Data were collected through observation, interviews, expert validation questionnaires, practicality questionnaires, and tests, then analyzed using qualitative and quantitative approaches. The results showed validation scores of 95% from material experts and 89.29% from media experts, both categorized as very valid. Practicality was indicated by teacher responses of 97.92% and student responses of 93.61% and 92.68%, categorized as very practical. The N-gain score of 0.71 indicates high effectiveness. Thus, the teaching materials are very valid, practical, and effective. Teachers are encouraged to use them as references, students to use them optimally, and future researchers to develop  it with different cultures.
Pengembangan Media Ular Tangga Berbasis Etnosains pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV di SDN 1 Mekarsari Rizka Aulia; Mohammad Liwa Ilhamdi; Muhammad Syazali
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1839

Abstract

This study aims to assess the validity, practicality, and effectiveness of the developed ethoscience-based Snakes and Ladders game. The research method used was Research and Development (R&D) based on the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), with the research subjects being 29 fourth-grade students at SDN 1 Mekarsari. The results of this study indicate that the ethnoscience-based snakes and ladders game is highly valid, with a 95% agreement rate from subject matter experts and a 91% agreement rate from media experts. Regarding the practicality of the game, student response surveys in small groups yielded a score of 97.77%, while those in large groups scored 85.58%; teacher responses scored 95%, meeting the criteria for a very positive rating. The effectiveness of the media was demonstrated by an N-gain score of 0.76, with a percentage of 76.37%, which falls into the high category. Based on these results, it can be concluded that the ethnoscience-based snakes and ladders game developed is valid, practical, and effective for use in IPAS learning on the topic of forces around us.