Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Bekerja di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana Anin, Alfandy; Damayanti, Yeni; Takalapeta, Theodora; Junias, Marylin Susanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan akademik, terutama bagi mahasiswa yang bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat motivasi belajar mahasiswa yang bekerja di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 mahasiswa, terdiri dari 15 laki-laki dan 70 perempuan, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa bekerja memiliki motivasi belajar yang tinggi, dengan persentase mencapai 87,1%. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki tanggung jawab pekerjaan, mahasiswa tetap mampu menjaga semangat belajar. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi institusi pendidikan dalam menyusun kebijakan akademik yang mendukung mahasiswa bekerja agar tetap dapat meraih prestasi akademik secara optimal.Kata kunci: motivasi belajar, mahasiswa bekerja, pendidikan tinggi, prestasi akademik.
BODY IMAGE AND SELF-ESTEEM AMONG FEMALE STUDENTS IN PSYCHOLOGY DEPARTMENT Manoe, Rizkita Fadillah Angel; Adu, Apris A.; Damayanti, Yeni; Junias, Marylin Susanti
Journal of Health and Behavioral Science Vol 7 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jhbs.v7i4.24068

Abstract

Adolescence is a period when individuals begin to pay more attention to their physical condition, which is known as body image. Body image is defined as an individual's perception of how satisfied and accepting they are of their physical appearance, which is influenced by their own perceptions. Self-esteem is the result of an individual's evaluation of themselves, expressed in their attitudes and acceptance of their qualities. This study aims to determine whether there is a relationship between body image and self-esteem among female psychology students at Nusa Cendana University, involving 156 female participants. This study employed a quantitative research method through the distribution of questionnaires. The hypothesis test found a significance value of 0.006 < 0.05, which means that the study indicates a relationship between body image and self-esteem among female students. Students with a better perception of their body image tend to show positive emotional responses, including self-esteem.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Penerima Beasiswa: Penelitian Ria, Aurelia Rachel; Junias, Marylin Susanti; Takalapeta, Theodora
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3764

Abstract

This study aims to examine the relationship between social support and academic stress among scholarship recipients. The research employed a quantitative correlational approach with 165 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were a social support scale based on Sarafino’s theory, which includes four dimensions, and an academic stress scale developed by Bedewy and Gabriel. Data analysis showed that all dimensions of social support were negatively correlated with academic stress. The results also indicated that emotional support and informational support were perceived as the most beneficial in helping students cope with academic pressure. However, the strength of the correlations ranged from weak to moderate, suggesting that academic stress is also influenced by other factors such as intrinsic motivation, emotion regulation, and time-management skills. These findings highlight the importance of social support as a protective factor, while also emphasizing that academic stress management interventions should include strengthening students’ internal factors as well as institutional support from the faculty.
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Keharmonisan Keluarga dengan Fear of Intimacy pada Dewasa Awal Putry, Narly Widya; Wijaya, R. Pasifikus Christa; Pello, Shela C.; Junias, Marylin Susanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosional dan keharmonisan keluarga dengan fear of intimacy pada individu dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang melibatkan 345 mahasiswa Universitas Nusa Cendana sebagai subjek penelitian, dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen, yaitu Skala Kecerdasan Emosional (Budiarti, 2021), Skala Keharmonisan Keluarga (Family Harmony Scale/FHS-24), dan Skala Fear of Intimacy (Descutner & Thelen, 1991). Hasil analisis statistik menunjukkan dua temuan utama. Pertama, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan fear of intimacy, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional individu, semakin tinggi pula tingkat fear of intimacy yang dialami. Kedua, ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara keharmonisan keluarga dan fear of intimacy, yang mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat keharmonisan keluarga yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat fear of intimacy yang lebih rendah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kecerdasan emosional tidak selalu berperan sebagai faktor protektif terhadap ketakutan akan keintiman, melainkan dapat berkaitan dengan meningkatnya kesadaran emosional yang memicu kehati-hatian dalam menjalin hubungan intim. Sementara itu, keharmonisan keluarga terbukti memainkan peran penting dalam membentuk rasa aman emosional individu dalam membangun hubungan intim pada masa dewasa awal.
Analisis Faktor-Faktor Kesepian pada Lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang: Penelitian Magistra Handayani Banfatin; Yeni Damayanti; Shela C. Pello; Marylin Susanti Junias
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6156

Abstract

Kesepian merupakan perasaan tersisihkan, terisolasi dari lingkungan sekitar akibat kurangnya interaksi yang baik, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi sehingga adanya penarikan diri dari lingkungan sosial. Kesepian pada lansia sendiri berkaitan dengan kurang interaksi sosial, hingga kurangnya dukungan dari anggota keluarga oleh karena itu dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial menjadi point penting dalam mengatasi kesepian pada lansia penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesepian pada lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian sebanyak 6 orang menggunakan metode wawancara mendalam kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles and Huberman, uji kredebilitas dengan menggunakan member check. Hasil penelitian menemukan lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang mengalami kesepian akibat dari ditinggal anak pergi bekerja, adanya jarak antara lansia dengan anak dan cucu, hingga adanya konflik pada lansia dengan menantu. Tanpa disadari muncul kesepian akibat dari penolakan diri pada kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan lansia di Jemaat GMIT Alfa Omega Labat Kota Kupang.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Ketersediaan Sarana dengan Pengelolaan Sampah Penghuni Kost di Dusun 1, Desa Penfui Timur Maria Frasiska Lose Labamaking; Soni Doke; Cathrin Wea Djogo Geghi; Marylin Susanti Junias
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6261

Abstract

Waste is one of the environmental health problems that remains a major challenge in various regions. Population growth and changes in consumption patterns have led to increasing waste volumes, while suboptimal waste management has led to environmental pollution, aesthetic disturbances, and the risk of environmental-based diseases such as diarrhea, dengue fever, and skin infections. This waste problem becomes increasingly important when associated with the lifestyle of boarding house residents who generally have limited space, facilities, and time to carry out optimal waste management. This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and availability of facilities with waste management of boarding house residents. The study was conducted in Hamlet 1, Penfui Timur Village, Kupang Tengah District, Kupang Regency and was carried out on May 12-June 12, 2025. The research design used in this study was an analytical survey with a cross-sectional study design approach. The study population was boarding house residents in Hamlet 1, Penfui Timur Village with a total sample of 100 people. The collected data were analyzed using the chi-square test. The results of the bivariate analysis showed that there was no relationship between knowledge and waste management (p-value = 0.687), there was a relationship between attitudes and waste management (p-value = 0.046), and there was also no relationship between the availability of infrastructure and waste management (p-value = 0.345) of boarding house residents.
Analisa Karakteristik Lingkungan Larva Anopheles Sp dan Perilaku Masyarakat Terhadap Status Potensi Malaria di Masyarakat Suco Batugade, Timor Leste Manuel Belo Sarmento; Apris A. Adu; Yendris K. Syamruth; Pius Weraman; Marylin Susanti Junias
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23254

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between environmental factors (temperature, humidity, pH, and water salinity) and community behavioral factors (knowledge, attitude, and practice) with the malaria potential status in Suco Batugade, Bobonaro District, Timor Leste. This research is an analytic observational study using a cross-sectional approach. Data were collected from 265 respondents through environmental observations and structured questionnaires. Data were analyzed using univariate and bivariate (chi-square test) methods. The results showed that most environmental conditions were within the normal category: temperature (75.8%), pH (75.5%), humidity (73.6%), and water salinity (75.5%). Most community members also had good levels of knowledge (72.8%), attitude (72.1%), and practice (75.1%) toward malaria prevention. Bivariate analysis results indicated that all variables had a significant relationship with Anopheles larval density (p-value 0.05). The study concludes that environmental factors and community behavior are significantly associated with malaria potential status, as reflected by Anopheles larval density in Suco Batugade. Malaria control efforts should focus on enhancing public awareness and actions related to environmental sanitation and the management of aquatic habitats that may serve as breeding sites for malaria vector mosquitoes. Keywords: Malaria, Anopheles Sp., Environmental Characteristics, Community Behavior, Batugade, Timor Leste.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan (suhu, kelembapan, pH, dan salinitas air) serta faktor perilaku masyarakat (pengetahuan, sikap, dan tindakan) dengan status potensi malaria di Suco Batugade, Kabupaten Bobonaro, Timor Leste. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dari 265 responden menggunakan observasi lingkungan dan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi lingkungan berada pada kategori normal: suhu (75,8%), pH (75,5%), kelembapan (73,6%), dan salinitas air (75,5%). Sebagian besar masyarakat juga memiliki tingkat pengetahuan (72,8%), sikap (72,1%), dan tindakan (75,1%) yang baik terhadap pencegahan malaria. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan signifikan dengan kepadatan jentik Anopheles sp. (p-value 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan perilaku masyarakat memiliki hubungan signifikan dengan status potensi malaria yang di gambarkan oleh kepadatan jentik Anopheles sp. di wilayah Suco Batugade. Upaya pengendalian malaria perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran dan tindakan masyarakat terhadap sanitasi lingkungan serta pengelolaan habitat perairan yang berpotensi sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk vektor malaria. Kata Kunci: Malaria, Anopheles Sp., Karakteristik Lingkungan, Perilaku Masyarakat, Batugade, Timor Leste.
GAMBARAN FORGIVENESS PADA REMAJA AKHIR BROKEN HOME DI KOTA KUPANG Sarah Marchella Letelay; Marylin Susanti Junias; Christiani Natasya Miru; Mariana Dinah Charlota Lerik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12602

Abstract

This study was motivated by the high number of parental divorce cases in Kupang City, which affect the psychological condition of late adolescents from broken home families, especially in the process of forgiveness. This study aimed to identify and describe in depth the picture of forgiveness among late adolescents from broken home families due to parental divorce in Kupang City. This study used a descriptive qualitative approach with purposive sampling. The participants were five late adolescents aged 18-22 years from broken home families due to parental divorce. Data were collected through semi-structured interviews and documentation and then analyzed using thematic analysis based on Enright’s four stages of forgiveness: the uncovering phase, the decision phase, the work phase, and the deepening phase. The findings showed that the forgiveness process among participants unfolded gradually, beginning with anger, sadness, and feelings of unfairness, then moving toward acceptance, understanding the reasons behind the divorce, and efforts to reconcile with the situation. In the final stage, participants experienced relief, peace, and greater positive meaning in life. In conclusion, forgiveness among late adolescents from broken home families is a complex yet important psychological process that helps adolescents accept parental divorce experiences and build better emotional well-being. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus perceraian orang tua di Kota Kupang yang berdampak pada kondisi psikologis remaja akhir dari keluarga broken home, khususnya dalam proses pemaafan atau forgiveness. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam gambaran forgiveness pada remaja akhir broken home akibat perceraian orang tua di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah lima orang remaja akhir usia 18-22 tahun yang berasal dari keluarga broken home akibat perceraian orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan empat tahap forgiveness menurut Enright, yaitu uncovering phase, decision phase, work phase, dan deepening phase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses forgiveness pada partisipan berlangsung secara bertahap, diawali dengan kemarahan, kesedihan, dan rasa tidak adil, kemudian berkembang menjadi penerimaan, pemahaman terhadap alasan perceraian, dan usaha untuk berdamai dengan keadaan. Pada tahap akhir, partisipan merasakan kelegaan, ketenangan, serta pemaknaan hidup yang lebih positif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa forgiveness pada remaja akhir broken home merupakan proses psikologis yang kompleks tetapi penting dalam membantu remaja menerima pengalaman perceraian orang tua dan membangun kesejahteraan emosional yang lebih baik.
Studi Deskriptif Kontribusi Pemulung dalam Pengurangan Sampah di TPA Alak Kota Kupang Meylani Anthonesthe Claudya Massi; Agus Setyobudi; Mustakim Sahdan; Marylin Susanti Junias
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i3.5391

Abstract

The Alak Final Disposal Site (TPA) is the only landfill in Kupang City. It has been operating since 1998 and covers an area of 9.14 hectares. The Alak landfill has operated for over 20 years and uses the controlled landfill method in its waste disposal operations. Scavengers are part of the waste management ecosystem at the landfill and play a role in waste reduction by sorting and collecting recyclable materials, thereby helping to reduce the overall waste burden at the site. This study aims to examine the contribution of scavengers in reducing waste at the Alak landfill in Kupang City. The research method used is a quantitative descriptive analysis. The sample consisted of all active scavengers at the Alak landfill from 35 households. The sampling technique used was total sampling, where the entire population that met the criteria was included in the study. The research was conducted for 8 days. Results showed that the most frequently collected waste at the Alak landfill was plastic waste with 2023.85 Kg from the total waste collected. Cans follow as the second most common type of waste with a total of 658.05 kg, cardboard waste amounts to 381 kg, scrap metal to 334.03 kg, and used tires to 187.5 Kg. Scavengers contribute to reducing waste at the Alak landfill around 1.92 % of the total waste entering the landfill each day.
Co-Authors Adu, Apris A Adu, Apris A. Agus Setyobudi Agus Setyobudi Agus Setyobudi Anderias Umbu Roga andiawa, maria asti Anin, Alfandy Ansi Imani Nino Arkian, Teobaldus Andrianus Badur, Anjelina Kurniati Belaweni, Boy Marjes Bolla, Julya Roviyanti Putri Cathrin Wea Djogo Geghi Cathrin Wea Djogo Geghi Christiani Natasya Miru Dako, Anastasia Zetu Damaskus Apolos Natun Damayanti, Yeni Daniela L. Adeline Boeky Diana Aipipidely Dodo, Dominirsep Ovidius Doke, Soni Egla Taruk Lembang Eka Fauziah Ahmad Elenna Magdalena Reke Elsa Maria Auxiliadora Lekipera da Costa Enga, Ananda Florenza Rambu Lika Febriyanti Donata Peso Ndoka Ferdinandus Ju Hawai, Ragelia Threscia Helga Jilvera Nathalia Ndun Hinga, Indriati A. Tedju I GustiNgurah Budiana Indra Y Kiling Indra Yohanes Kiling Indriati A. Tedju Hinga Indriati A. Tedju Hinga Indriati A. Tedju Hinga Jacob Matheos Ratu Keraf, M. K. P. Abdi Limbu , Ribka Limbu, Ribka Longa, Teodora Selvia Mage, Mernon Yerlinda Carlista Magistra Handayani Banfatin Manoe, Rizkita Fadillah Angel Manuel Belo Sarmento Manurung, Imelda Februati Ester Maria Adelheid Meo Maria Eviliana Gelu Krowin Maria Frasiska Lose Labamaking Maria Theresa Dawan Mukin Mariana Dinah Charlota Lerik Mawikere, Elisabeth Meylani Anthonesthe Claudya Massi Mustakim Sahdan Nahak, Gregoria Luruk Ndoen, Honey Ivon Ndun, Helga J.N. Oskarina Hawu Lado Pah, Sesilia Panis, Marleny Purnamasari Pello, Shela C. Pello, Shela Christine Plaituka, Lidia Ping Putry, Narly Widya Ranga Nguru, Angjeliana Patrisia Ratu, Yohanes Ria, Aurelia Rachel Riwu, Yuliana Radja Romeo, Petrus Sabneno, Ade Shianti Sahdan, Mustakim Sarah Marchella Letelay Sarci M. Toy Serlie K.A. Littik Setyobudi, Agus Shela C. Pello Sintha L. Purimahua Soni Doke Sumbi, Faridwan Rizky Chandra Syamruth, Yendris K. Takalapeta, Theodora Teodora Selvia Longa Three Hamdani Tnunay, Erwin Benyamin Vebriani Maria Sinantong Weraman, Pius Wijaya, R. Pasifikus Ch Wijaya, R. Pasifikus Christa YENDRIS K SYAMRUTH Yeni Damayanti Yohanes Meli Yunia Bulu