Claim Missing Document
Check
Articles

Disclosure of Student Ability in Working on Higher-Order Thinking Skills Questions through Rasch Modeling Ade Yulianto; Aan Yuliyanto; Ghullam Hamdu; Lutfi Nur; Desi Fitriani; Noorhisham Hamzah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7865

Abstract

AbstractInformation on students' ability in higher-order thinking obtained during the learning process can certainly provide an overview for teachers to evaluate appropriate and effective learning. In this context, how can a teacher properly carry out diagnostic and remedial teaching based on the information on student abilities obtained? Therefore, this study aims to provide a disclosure analysis technique for the acquisition of students' abilities in higher-order thinking. This research is one of the stages of Design-Based Research (DBR), which is a reflection to produce design principles and perfect their implementation. Determination of the research sample is done by using the purposive sampling technique. Data collection of students' ability in higher-order thinking was done through HOTS-based test questions developed based on the cognitive hierarchy adopted from Bloom's taxonomy. The results of the acquisition of students' abilities in higher-order thinking were then analyzed through Rasch modeling with the help of the Winsteps 3.75 application. Based on the results of Rasch modeling, it was obtained that the students' abilities were grouped into high, medium, and low categories and had a level of suitability of abilities that did not need to be reviewed, and there were no biased student abilities. The results of data processing and analysis of students' ability in higher-order thinking have implications for teacher actions in carrying out appropriate and effective learning evaluations as well as mapping students' abilities in higher-order thinking with unbiased conformity.Keywords: student ability, HOTS-based test questions, rasch modeling. AbstrakInformasi kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi yang diperoleh selama proses pembelajaran tentunya dapat memberikan gambaran bagi guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran yang tepat dan efektif. Dalam konteks tersebut, bagaimana seorang guru dapat secara tepat melakukan diagnostic and remedial teaching berdasarkan informasi kemampuan siswa yang diperoleh?. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan teknik analisis pengungkapan pemerolehan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan salah satu tahapan dari Desain Based Reaserch (DBR), yakni refleksi untuk menghasilkan prinsip-prinsip desain dan menyempurnakan implementasinya. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi dilakukan melalui pengerjaan soal tes berbasis HOTS yang dikembangkan berdasarkan hirarki kognitif yang diadopsi dari taksonomi Bloom. Hasil pemerolehan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi kemudian dianalisis melalui pemodelan rasch dengan berbantuan aplikasi winsteps 3.75. Berdasarkan hasil pemodelan Rasch diperolehlah pengelompokkan kemampuan siswa dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah serta memiliki tingkat kesesuaian kemampuan yang tidak perlu ditinjau ulang dan tidak terdapat kemampuan siswa yang bias. Hasil pengolahan dan analisis data kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi berimplikasi pada tindakan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran yang tepat dan efektif serta pemetaan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi dengan kesesuaian yang tidak bias.Kata kunci: kemampuan siswa, soal tes berbasais HOTS, pemodelan rasch.
Pengembangan program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36611

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) pola asuh orang tua, 2) pentingnya tumbuh kembang anak, 3) kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) multiple intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.
Pengembangan program bina keluarga balita holistik integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36427

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) Pola asuh orang tua, 2) Pentingnya tumbuh kembang anak, 3) Kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) Multiple Intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Pakker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.
Pengaruh permainan tradisional engklek terhadap self control siswa di sekolah dasar Elsa Eka Ayuningtyas; Syarip Hidayat; Lutfi Nur
Jurnal Abmas Vol. 22 No. 1 (2022): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v22i1.47582

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan self control pada siswa Sekolah Dasar. Rendahnya self control pada siswa Sekolah Dasar ditandai dengan kenakalan ringan sampai mengarah kepada perilaku destruktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu melalui permainan tradisional engklek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh permainan tradisional engklek terhadap self control siswa di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di Kelas VI SD Negeri 4 Gunungtanjung. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen, desain penelitian pre-experimental design, dan bentuk desain one group pretest-posttest design. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik non-tes berupa angket self control scale. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan program Microsoft Excel 2013 dan program SPSS 25. Hasil kemampuan self control siswa pada pretest dengan rata-rata skor 46,72. Sedangkan pada posttest dengan rata-rata skor sebesar 70,50. Hasil dari penelitian ini yaitu permainan tradisional engklek berpengaruh terhadap self control siswa di Sekolah Dasar.
Pengaruh permainan tradisional engklek terhadap self control peserta didik Elsa Eka Ayuningtyas; Syarip Hidayat; Lutfi Nur
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.35466

Abstract

This research is motivated by low self-control among elementary school students. The lack of self-control in elementary students can indicate a behavior that can escalate to destructive behavior. One effort that can be made to address this issue is through the traditional game of engklek. The purpose of this study is to describe the effect of the traditional engklek game on the self-control of elementary school students. This research was conducted in Grade VI at SD Negeri 4 Gunungtanjung. The study used an experimental method with a pre-experimental design, specifically the one-group pretest-posttest design. A non-test technique was used as a self-control scale questionnaire for data collection. The data were analyzed quantitatively using SPSS 25. The average pretest score for students' self-control was 46.72, while the posttest average score was 70.50. The result of this study shows that the traditional engklek game improves the self-control of elementary school students.   Abstrak Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pengendalian diri pada peserta didik sekolah dasar. Rendahnya pengendalian diri pada peserta didik sekolah dasar ditandai dengan kenakalan ringan sampai mengarah kepada perilaku destruktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu melalui permainan tradisional engklek. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh permainan tradisional engklek terhadap pengendalian diri peserta didik di sekolah dasar. Pengabdian ini dilakukan di Kelas VI Sekolah Dasar Negeri 4 Gunungtanjung. Pengabdian dilakukan dengan metode eksperimen, rancangan pengabdian pra-eksperimen, dan bentuk rancangan satu kelompok praujian-pascaujian. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik non-tes berupa angket skala pengendalian diri. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 25. Hasil kemampuan pengendalian diri peserta didik pada praujian dengan rata-rata skor 46,72. Sedangkan pada pasca ujian dengan rata-rata skor sebesar 70,50. Hasil dari pengabdian ini yaitu permainan tradisional engklek berpengaruh terhadap pengendalian diri peserta didik di sekolah dasar. Kata Kunci: engklek; pengendalian diri; permainan tradisional
Physical literacy profiles of elementary school students by gender Teten Hidayat; Lutfi Nur; Rafdlal Saeful Bakhri
Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Vol. 16 No. 1 (2026): VOLUME 16 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jm.v16i1.6343

Abstract

Physical literacy is an essential outcome of physical education and plays an important role in promoting lifelong engagement in physical activity. This study aimed to describe the physical literacy profiles of elementary school students based on gender. A descriptive quantitative survey was conducted involving 82 students from SDN Cimahi Mandiri 5, consisting of 45 boys and 37 girls. Data were collected using the Physical Literacy in Children Questionnaire (PL-C Quest), which assesses four domains: physical, psychological, social, and cognitive. Data were analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, minimum and maximum scores, percentages, and norm-referenced categorization. The results showed that boys demonstrated a higher overall physical literacy score (M = 91.16) than girls (M = 84.95). Overall, most students were categorized at the medium level (41.5%). Across all participants, the social domain obtained the highest mean score (3.02), followed by the physical (3.01), psychological (2.92), and cognitive (2.82) domains. Boys showed higher mean scores in the physical, social, and cognitive domains, whereas girls demonstrated slightly higher scores in the psychological domain. These findings indicate that differences in physical literacy profiles were observed between boys and girls across several domains. The results provide baseline information for designing more adaptive and inclusive physical education programs that accommodate students' characteristics and support the development of physical literacy in elementary schools.
A Bibliometric Analysis on Mathematics Learning Interest in Primary Education: A Scopus-Based Review (1982–2025) Aprina S. P. Hutagalung; Lutfi Nur; Aprina S. P. Hutagalung; Lutfi Nur; Ghullam Hamdu
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 10 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v6.i10.2026.2

Abstract

Research on mathematics learning interest in primary education has grown rapidly over the past two decades, yet no bibliometric study has systematically mapped its intellectual structure and thematic evolution. This study aimed to map the research landscape of mathematics learning interest in primary education by identifying publication trends, research productivity, and dominant research themes. A bibliometric analysis was conducted on 92 articles indexed in Scopus from 1982 to 2025 using Bibliometrix and VOSviewer. Findings reveal an annual growth rate of 6.66% with a significant surge after 2018, with China, the United States, and Turkey dominating research output. Nine thematic clusters were identified, with dominant themes including mathematics achievement and anxiety, motivation and learning interest, and self-concept and self-efficacy. The fragmented co-authorship network indicates limited international collaboration in this field. These findings provide a comprehensive intellectual map for researchers and education practitioners to identify research gaps and build a more structured collaborative agenda for future inquiry. Research on mathematics learning interest in primary education has grown rapidly over the past two decades, yet no bibliometric study has systematically mapped its intellectual structure and thematic evolution. This study aimed to map the research landscape of mathematics learning interest in primary education by identifying publication trends, research productivity, and dominant research themes. A bibliometric analysis was conducted on 92 articles indexed in Scopus from 1982 to 2025 using Bibliometrix and VOSviewer. Findings reveal an annual growth rate of 6.66% with a significant surge after 2018, with China, the United States, and Turkey dominating research output. Nine thematic clusters were identified, with dominant themes including mathematics achievement and anxiety, motivation and learning interest, and self-concept and self-efficacy. The fragmented co-authorship network indicates limited international collaboration in this field. These findings provide a comprehensive intellectual map for researchers and education practitioners to identify research gaps and build a more structured collaborative agenda for future inquiry.
Pengaruh Permainan Tradisional Boy-Boyan (New Modification) Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan Gender Siti Sarah Nursa'bani; Lutfi Nur; Anggi Maulana Rizqi
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.8332

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar, khususnya pada koordinasi gerak tubuh anak, yang disebabkan oleh kurangnya alat permainan edukatif dan permainan yang masih monoton, khususnya permainan tradisional di TK Aisyah Tasikmalaya. Teknik yang dilakukan peneliti adalah melalui permainan boy-boyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan boy-boyan terhadap perkembangan motorik kasar, khususnya koordinasi gerak tubuh anak laki-laki dan anak perempuan usia 5–6 tahun. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah 14 orang, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi awal (pra-siklus) pada anak laki-laki untuk kategori berkembang sangat baik (BSB) sebesar 14% mengalami peningkatan menjadi 86% pada siklus II. Sedangkan pada anak perempuan mengalami peningkatan signifikan dari 14% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan melalui permainan boy-boyan dapat mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak laki-laki maupun perempuan di SPS TAAM Syifaurrahman Tasikmalaya.
THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP ON TEACHER PERFORMANCE MEDIATED BY JOB SATISFACTION IN ELEMENTARY SCHOOLS Samsu Bahtiar; Lutfi Nur; Sandra Arhesa
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i3.18010

Abstract

Teacher performance is one of the key factors in improving the quality of education. One factor believed to influence teacher performance is the principal’s transformational leadership, both directly and through increased teacher job satisfaction. This study aims to analyze the effect of transformational leadership on teacher job satisfaction and performance and to examine the role of job satisfaction as a mediating variable. The study employs a quantitative approach using a descriptive-verificative method. The sample consists of 76 elementary school teachers in Panjalu Subdistrict, Ciamis Regency, selected using a saturation sampling technique. Data were collected via a questionnaire and analyzed using path analysis. The results indicate that both transformational leadership and teacher job satisfaction fall into the high category. Transformational leadership was found to have a positive and significant effect on both teacher job satisfaction and performance. Furthermore, job satisfaction also had a positive and significant effect on teacher performance and acted as a mediator in the relationship between transformational leadership and teacher performance. These findings suggest that the implementation of transformational leadership by school principals can enhance teachers’ job satisfaction, which ultimately leads to improved teacher performance.
THE IMPACT OF TRADITIONAL GAMES ON THE SOCIAL SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IS REVIEWED FROM A GENDER PERSPECTIVE Ridha Nuranisa; Lutfi Nur; Rafdlal Saeful Bakhri
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i3.18217

Abstract

Developing elementary school students' social skills is an important objective of physical education; however, studies examining traditional games while considering gender characteristics remain limited. This study aimed to analyze the effect of traditional games and gender on the social skills of elementary school students. A quasi-experimental study employing a 2 × 2 pretest-posttest factorial design was conducted involving 52 fifth-grade elementary school students who were divided into four treatment groups based on traditional game type and gender. The treatments were conducted through the traditional games of boy-boyan and bakiak. Data were collected using a social skills questionnaire covering communication, cooperation, assertion, responsibility, empathy, engagement, and self-control. Data analysis was conducted using descriptive statistics, prerequisite tests, and two-way analysis of variance followed by a post hoc comparison test. The results revealed a significant main effect of traditional game type on students' social skills (F(1.48) = 69.447, p = 0.001, η²p = 0.591), indicating that students participating in boy-boyan demonstrated higher social skill scores than those participating in bakiak. Gender also significantly affected social skills (F(1.48) = 4.506, p = 0.039, η²p = 0.086). Furthermore, a significant interaction effect between traditional game type and gender was found (F(1.48) = 107.694, p = 0.003, η²p = 0.692). This study contributes to the literature by providing empirical evidence regarding the interaction between traditional game type and gender in shaping elementary school students' social skills, an area that has received limited attention in previous traditional game research. These findings suggest that traditional games can be effectively integrated into physical education programs to enhance students' social development while considering gender-related characteristics.
Co-Authors Ade Gafar Abdullah Ade Yulianto Agus Gumilar Agus Rusdiana,, Agus Agustin Vera Dewi Ahmad Mulyadiprana Ajeng Annamayra Alifa, Eva Nur Amung Ma'mun Andini Abuk Leoni Anggi Maulana Rizqi anne Hafina, anne Apriliya, Seni Aprina S. P. Hutagalung Aprina S. P. Hutagalung Ardiansah Ardiansah Arhesa, Sandra Arief Abdul Malik Arief Budiman Bakhri, Rafdlal Saeful Burhan Hambali Cicin Solihati Fitria Firizqi Dadan Nugraha Dede Akhmad Nawawi Deni Mulyadi Desi Fitriani Desi Nur Rachmawati Dian Indihadi Dindin Abdul Muiz Lidinillah E Kosasih Edi Setiawan Elis Solihati Elis Suryati Elsa Eka Ayuningtyas Ema Astri Muliasari Endah Saadah Epon Nur’aeni L Ervan Kastrena Esya Anesty Mashudi, Esya Anesty Eva Nur Alifa Eva Silvia Agustin Fariha Nilan Fariha Nilan Fitri Wulandari Gema Rullyana Ghullam Hamdu Gita Mustika Hani Oktaviyani Heny Hendrayati Hidayat, Syarip Hilma Tanzilia Ihsan Abdul Patah Imelda Febrianty Nur Adha Karinta Utami Karlimah Karlimah Krisna Sujaya Les Pingon Liska Auliyani Daswati Lutfi Nur Mesa Rahmi Stephani Muhammad Rahmanda Muslihin, Heri Yusuf Nadhif Surya Aditya Nandang Rusmana Nibrashanti Nibrashanti Nisryna Hanifah Nita Nurpina Reforwati Nita Noorhisham Hamzah Nurlaela, Wulan Nuryanti Surastri Nurzaman, Istikhoroh Rangga Gelar Guntara Rani Nuraeni Rani Sri Rahayu Rayindha Melya Arrum Resti Andriyatni Rezaningrum Rezaningrum Ricky Septian Ramli Ridha Nuranisa Riesa Rismawati Siddik Rina Nur Rahayu Rosarina Giyartini Rudi Salam Rudi Salam Rudi Susilana, Rudi Samsu Bahtiar Shelvia Nurilfatihah Sianturi, Risbon Sifa Nadia Fitri Siti Raudhatul Jannah Nasution Siti Sarah Nursa'bani Sucipto Sucipto Sumardi Sumardi Sumardi, Sumardi Suryana, Dodi Susi Susanti Syahid Nur Yasin Teten Hidayat Tingtin Sumartini Widi Prayoga Wiliani Restu Astuti Yasbiati Yasbiati Yusuf Hidayat Yusuf Suryana