Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edulead

Pengelolaan Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi Dan Sosiologi Rohman Rohman; Neneng Komariah; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.385

Abstract

Management is synonymous with management. Management is defined as the art of managing human resources so that they are willing to do work voluntarily and together achieve the goals that have been set effectively and efficiently. Referring to the expert opinion on the notion of management, not all daily activities are called management, only activities that have the following characteristics are called management, namely: 1) used for group efforts, 2) the common goals to be achieved are clearly formulated, 3) In achieving the goal, there is a unification of thoughts, feelings, will, energy, materials, tools, and space, 4) Always evaluating, 5) The achievement of goals is carried out systematically, integrated, controlled, and consistently, 6) The division of labor is regulated and detailed clearly and unequivocally. Management elements consist of people, money, goods, machines, methods and market share. Executors of management are called managers or leaders. Leadership is the ability of a leader to influence, coordinate, and move others to achieve the educational goals that have been set. Management activities are often equated with the term management. Good and correct management is actually a necessity and obligation for all elements of society in order to achieve the goals that have been determined effectively and efficiently. In Islamic teachings, it is said that all humans are leaders in the sphere of life they are living and will be responsible for whatever they lead. Leadership is the ability of leaders to influence, coordinate, and mobilize other people who have to do with the implementation and development of education to achieve educational goals effectively and efficiently. Some things that usually underlie the leadership style of education, including aspects of religion, philosophy, psychology and sociology. Educational leaders who are based on a religious foundation will manage all that is within their authority to be directed to the religious concepts they believe in while upholding tolerance. Leaders who are based on philosophy will mobilize all their components to implement the philosophy they believe in. Leaders who believe that psychology is an important thing that must be considered in all important decisions under their authority. And leaders who are based on sociology, will be sensitive to the conditions and social situations they experience, so that all management activities are directed to resolve social issues that hinder them. This study uses a type of qualitative method by referring to library research, meaning that the research is limited to existing reading references and does not directly observe conditions in the field. Abstrak Pengelolaan identik dengan manajemen. Manajemen diartikan sebagai seni dalam mengatur sumber daya manusia agar mau melakukan pekerjaan dengan sukarela dan bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Merujuk kepada pendapat ahli tentang pengertian manajemen, maka tidak semua kegiatan keseharian disebut manajemen, hanya kegiatan yang mempunyai ciri – ciri berikut yang disebut manajemen, yakni: 1) digunakan terhadap usaha –usaha kelompok, 2) Tujuan bersama yang ingin dicapai dirumuskan dengan jelas, 3) Dalam mencapai tujuan terdapat penyatuan pikiran, perasaan, kemauan, tenaga, bahan, alat, dan ruangan, 4) Selalu melakukan evaluasi, 5) Pencapaian tujuan dilakukan secara sistematis, terpadu, terkontrol, dan konsisten, 6) Pembagian kerja diatur dan dirinci secara jelas dan tegas. Unsur manajemen terdiri dari manusia, uang, barang, mesin, metode dan pangsa pasar. Pelaksana manajemen disebut manajer atau pemimpin. Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang lain agar Bersama-sama mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kegiatan manajemen seringali disejajarkan dengan istilah pengelolaan. Pengelolaan yang baik dan benar sejatinya menjadi kebutuhan dan kewajiban bagi semua unsur masyarakat agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan efektif dan efisien. Dalam ajaran Islam, dikatakan bahwa semua manusia adalah pemimpin dalam lingkup kehidupan yang sedang dijalaninya dan akan mempertanggungjawabkan apa- apa yang dipimpinnya. Kepemimpinan merupakan kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Beberapa hal yang biasanya melandasi corak kepemimpinan Pendidikan, diantaranya aspek agama, filsafat, psikologi dan sosiologi. Pemimpin Pendidikan yang berpijak pada landasan agama akan mengelola semua yang menjadi wewenangnya untuk diarahkan pada konsep keagamaan yang diyakininya dengan tetap menjunjung tinggi toleraansi. Pemimpin yang berlandaskan filsafat akan mengerahkan seluruh komponen yang dimilikinya untuk menerapkan faham filsafat yang diyakininya. Pemimpin yang meyakini bahwasanya psikologi menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan dalam semua keputusan penting yang menjadi wewenangnya. Dan Pemimpin yang berlandaskan sosiologi, akan peka dengan kondisi dan situasi sosial yang dialaminya, hingga semua kegiatan pengelolaan diarahkan untuk menyelesaikan isu-isu sosial yang menghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan merujuk kepada penelitian kepustakaan (library research), artinya Penelitian terbatas pada referensi bacaan yang ada dan tidak secara langsung mengamati kondisi di lapangan.
Cooperative and Conflict dalam Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi dan Sosiologi Nurhalali Deden As’ari; Tajudin Tajudin; Yanti Yulianti; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.383

Abstract

Cooperative and conflict in educational leadership is a unity that cannot be separated. new technological advances, intense competition, differences in culture and value systems, as well as various kinds of individual personalities, due to the large number of people who use their tongues freely without being based on moral, value and religious considerations, are the causes of the tendency for conflicts to occur which have the potential to give birth to conflicts and disputes and can This creates a bad situation in various environments, both family, school, and community. so that conflict management and leadership are authoritative, honest and trustworthy as a neutralizer or mediator between conflicting parties, as well as a means to unite various conflicting things to free human life from individual interests and from vices, so that later they can be led to the path of light. Conflict management in education is basically a set of ways to manage all conflicts faced by education managers which are carried out consistently and uniformly, intended to assess, control, fund, and utilize all existing conflicts to increase organizational value for the benefit of interested parties (stakeholders). ). This study tries to look at cooperation and conflict from four perspectives, namely theological, philosophical, psychological, and sociological perspectives. Theologically, Islam teaches the importance of tolerance, respecting the differences that humans have so as not to trigger conflict and lead to enmity and hostility. Conflict is very necessary in human life. However, don't get involved in a conflict that ends up becoming a prolonged conflict with no solution that will actually damage human relations and will harm humans themselves. Philosophically, professional conflict management practitioners must be able to understand the essence of conflict as a form of managing a balance between conflict and the benefits of conflict in the interest of optimizing the benefits of educational institutions. Psychologically conflict management in education focuses on learning about how to understand teaching and learning in an educational environment which is intended to influence educational activities so that the teaching and learning process can take place more effectively by paying attention to the psychological response and behavior of students. Sociologically, conflict management in education is defined as a social process between one or more people who try to get rid of the other party by destroying or making him helpless. Various conflicts and social unrest that occur can actually be managed wisely and wisely. ABSTRAK Kooperatif dan konflik dalam kepemimpinan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. kemajuan teknologi baru, persaingan ketat, perbedaan kebudayaan dan sistem nilai, serta berbagai macam kepribadian individu, akibat banyaknya orang yang menggunakan lidahnya secara bebas tanpa didasari oleh pertimbangan moral, nilai dan agama, merupakan penyebab kecenderungan terjadinya konflik yang berpotensi melahirkan pertentangan dan perselisihan serta dapat menimbulkan situasi yang buruk dalam berbagai lingkungan baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat. sehingga diperlukan manajemen konflik dan kepemimpinan yang berwibawa, jujur dan dapat dipercaya sebagai penetralisir atau penengah diantara pihak-pihak yang berkonflik,,sekaligus sebagai sarana untuk menyatukan berbagai hal yang saling bertentangan untuk membebaskan kehidupan manusia dari kepentingan individual dan dari kejelekan-kejelekan, sehingga kemudian mereka dapat dibawa menuju ke jalan yang terang. Manajemen konflik dalam dunia pendidikan pada dasarnya merupakan seperangkat cara mengelola seluruh konflik yang dihadapi oleh pengelola pendidikan yang dilakukan secara konsisten dan seragam, dimaksudkan untuk menilai, mengendalikan, mendanai, dan memanfaatkan seluruh konflik yang ada untuk meningkatkan nilai organisasi untuk kepentingan pihak yang berkepentingan (stakeholder). Kajian ini mencoba untuk melihat kooperatif dan konflik dari empat perspektif, yaitu perspektif teologis, filosofis, psikologis, dan sosiologis. Secara teologis Islam mengajarkan pentingnya toleransi menghargai adanya perbedaan-perbedaan yang dimiliki manusia agar jangan sampai memicu konflik dan mengakibatkan perseteruan dan permusuhan. Konflik memang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Namun, jangan sampai terlarut dalam konflik yang akhirnya menjadi konflik berkepanjangan yang tidak ada solusinya yang justru akan merusak hubungan antar manusia dan akan merugikan manusia itu sendiri. Secara filosofis, praktisi manajemen konflik yang profesional mesti mampu memahami esensi konflik sebagai bentuk pengelolaan keseimbangan antara konflik dan manfaat konflik demi kepentingan optimalisasi keuntungan lembaga pendidikan. Secara psikologis manjemen konflik dalam pendidikan fokus mempelajari tentang cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan yang dimaksudkan untuk mem-pengaruhi kegiatan pendidikan sehingga proses pembelajaran dan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih efektif dengan memperhatikan respon kejiwaan dan tingkah laku peserta didik. Secara sosioligis, manajemen konflik dalam pendidikan, diartikan sebagai suatu proses sosial antara satu orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Berbagai konflik dan kerusuhan sosial yang terjadi sebenarnya dapat dikelola secara arif dan bijaksana.