Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Integrated Curriculum dalam Penguatan Pendidikan Akhlak di Era Milennial Mulyadi Mulyadi; Syihabuddin Syihabuddin; Sofyan Sauri; Mupid Hidayat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3522

Abstract

Pendidikan akhlak menjadi sebuah urgensitas karena memiliki tantangan yang besar di era milenial seperti saat sekarang ini. Tujuan penelitian ini dirancang untuk memunculkan sebuah konsep baru dalam kurikulum pendidikan akhlak yang diintegrasikan dengan teknologi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian literatur dengan pendekatan kualiatif deskriptif analitik. Adapun hasil dari kajian penulisan ini adalah tentang urgensitas akhlak dan  penguatan pendidikan akhlak pada era milenial yang saat ini dirasa perlu karena sudah mencapai taraf memprihatinkan. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi untuk dapat diaplikasikan pada keberlangsungan sistem pendidikan. Konsep pengintegrasian ini tidak lepas dari penjabaran kurikulum yang juga disampaikan kepada orangtua. Jadi, baik pihak sekolah mapun orangtua dapat memantau dan mengawasi siswa-siswanya ketika berada di rumah maupun saat bersekolah.
Pendidikan Musik sebagai Wahana Pendidikan Nilai Agung Dwi Putra; Sofyan Sauri; Aceng Kosasih
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v4i1.78

Abstract

This article seeks to provide readers with a comprehensive understanding that Music Education is actually a vehicle for Value Education because it presents good values ​​that can be internalized by a person so that a positive character is built. The research was conducted by reviewing the relevant literature so that the results can be described as answers that build a certain theoretical framework. The relevant literature in question is obtained from various written sources originating from journals, books, and web pages (internet). The entire literature is then reviewed, filtered to see its relevance, interpreted, described, reinterpreted, and described as an answer that explains the concept of Music Education as a vehicle for Values ​​Education. This study found that Music Education is a very important element as a vehicle for value learning, regardless of its implementation which has certain standards as regulated in NAfME as a Music Education organization in the world based in the United States. In the national context, Ki Hadjar Dewantara has always seen the importance of Music Education as a vehicle for Value Education through his conception of Gending and Wirama.
استيعاب القيم التربوية في سورة العلق الآيات : 1-5 Gyan Puspa Lestari; Sofyan Sauri; Aceng Kosasih
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 9, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v9i1.43039

Abstract

الملخص. يهدف هذا البحث إلى تحديد استيعاب القيم التربوية في سورة العلق الآيات 1-5. هذا البحث يندرج ضمن فئة البحث النوعي من مراجعة الأدبيات (البحث المكتبي)، لأن البحث بأكمله يستخدم مصادر مكتبية في مناقشة المشكلات التي تمت صياغتها. المصادر المستخدمة في هذا البحث هي المراجع الرئيسية في تعليم القيم وكتب التفسير سواء التفسيؤ بالمأثور أو بالرأي. أما طريقة جمع البيانات التي استخدمها الباحث في هذا البحث هي استخدام نموذج التوثيق. بينما ينصب تركيز البحث فقط على المراجع المتعلقة بتعميم القيم التربوية في سورة العلق الآيات 1-5. وصل البحث إلى نتيجة أن هناك العديد من القيم التربوية التي يمكن استيعابها من سورة العلق الآيات 1-5 ، وهي : 1). أن موضوع العلم هي آيات الله، لأن العلم أصلًا لله ، ويجب يستخدم لوجه الله. ولذلك فإن هذه الآيات تبين مقاصد وأهداف وغايات التعليم، 2). أهمية فهم أصل الأحداث البشرية وسيرتها بكل الإمكانات الموجودة بداخلها. هذا الفهم الشامل للبشر مهم جدًا من أجل صياغة السياسات المتعلقة بصياغة الأهداف التعليمية والمواد التعليمية والأساليب التعليمية ، 3). وتكرار كلمة "اقرأ" في الآية يقتضي تكرار القراءة حتى تكون أكثر تأثيرا في النفس. وهكذا فإن هذه الآية ترتبط ارتباطًا وثيقًا بالطرق التربوية ، و 4). تشير كلمة القلم في هذه الآية إلى أهمية الأدوات/الوسائل التعليمية التي يتم إنشاؤها واستخدامها عمداً لتحقيق الأهداف التربوية المنشودة. الكلمات المفتاحية: استيعاب القيم، التربوية، سورة العلق الآيات 1-5Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai pendidikan dalam surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif jenis kepustakaan (library research), karena keseluruhan penelitian ini menggunakan sumber-sumber pustaka dalam membahas permasalahan yang telah dirumuskan. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku rujukan utama dalam Pendidikan Nilai dan Kitab-kitab Tafsir, baik yang dikategorikan tafsir bil-ma’tsur maupun bir-ra’yi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model dokumentasi. Sedangkan fokus penelusurannya hanya pada literatur tentang internalisasi nilai-nilai pendidikan dalam surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa nilai pendidikan yang dapat diinternalisasikan dari surah Al-‘Alaq ayat 1-5 yaitu; 1). Bahwa objek seluruh ilmu adalah ayat-ayat Allah, karena sesungguhnya ilmu itu pada hakikatnya milik Allah dan harus diabdikan untuk Allah. Dengan demikian ayat ini menjelaskan terkait objek, sasaran dan tujuan pendidikan, 2). Pentingnya memahami asal usul dan proses kejadian manusia dengan segenap potensi yang ada di dalam dirinya. Pemahaman yang komprehensif tentang manusia ini merupakan hal yang sangat penting dalam rangka merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan rumusan tujuan pendidikan, materi pendidikan, dan metode pendidikan, 3). Pengulangan kata iqra’ pada ayat tersebut mengisyaratkan bahwa membaca itu harus dilakukan secara berulang-ulang agar lebih membekas pada jiwa. Dengan demikian ayat ini erat kaitannya dengan metode pendidikan, dan 4). Kata al-qalam pada ayat ini mengisyaratkan pentingnya alat/media pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Kata Kunci: Internalisasi, Nilai Pendidikan, Surah Al-‘Alaq ayat 1-5
Implementasi Integrated Curriculum dalam Penguatan Pendidikan Akhlak di Era Milennial Mulyadi Mulyadi; Syihabuddin Syihabuddin; Sofyan Sauri; Mupid Hidayat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3522

Abstract

Pendidikan akhlak menjadi sebuah urgensitas karena memiliki tantangan yang besar di era milenial seperti saat sekarang ini. Tujuan penelitian ini dirancang untuk memunculkan sebuah konsep baru dalam kurikulum pendidikan akhlak yang diintegrasikan dengan teknologi. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian literatur dengan pendekatan kualiatif deskriptif analitik. Adapun hasil dari kajian penulisan ini adalah tentang urgensitas akhlak dan  penguatan pendidikan akhlak pada era milenial yang saat ini dirasa perlu karena sudah mencapai taraf memprihatinkan. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi untuk dapat diaplikasikan pada keberlangsungan sistem pendidikan. Konsep pengintegrasian ini tidak lepas dari penjabaran kurikulum yang juga disampaikan kepada orangtua. Jadi, baik pihak sekolah mapun orangtua dapat memantau dan mengawasi siswa-siswanya ketika berada di rumah maupun saat bersekolah.
Analisis Evaluasi Kebijakan dan Pengembangan Kurikulum di SDIT Insantama Leuwiliang  Rusdiono Mukri; Sofyan Sauri
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 22 No 1 (2023): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.67 KB) | DOI: 10.47467/mk.v22i1.1872

Abstract

This study aims to analyze policy evaluation and curriculum development in Islamic educational institutions, especially at SDIT Insantama Leuwiliang, Bogor Regency. This research uses descriptive qualitative method which is carried out by collecting data obtained from documentation, observation and interviews. The results show that through policies and curriculum development that are evaluated periodically, SDIT Insantama Leuwiliang which was founded in 2011 is able to educate students to have an Islamic personality, have an Islamic knowledge, and understand their duties as representatives of Allah (Khalifatullah) on earth through talents, skills and expertise. The results also show that the vision and mission of SDIT Insantama Leuwiliang are in accordance with the vision and mission of Islamic educational institutions that are attached to the long-term ideals and goals of Islamic values, namely realizing mercy for all mankind. Keywords: Evaluation; Policy; Curriculum
  Evaluasi dan Pengembangan Kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) Gunarti Sukriyatun; Sofyan Sauri; Sutarman Sutarman
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 22 No 1 (2023): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.422 KB) | DOI: 10.47467/mk.v22i1.1927

Abstract

The purpose of this study is to determine the evaluation and development of Islamic education policies, to provide input to policy makers to take better steps. Evaluation is to determine the ability of students before taking lessons, as well as determining the field of study or majors that they will choose. Fourth, diagnostic evaluation, which is an evaluation aimed at knowing and analyzing the condition of students, both with regard to the difficulties encountered, as well as the obstacles encountered in teaching and learning activities. The research method used is qualitative with document study. Documents in the form of Regulation of the Minister of Religion, Director General of Education at the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia, and Islamic Religious Education policies implemented in Schools/Madrasahs, other documents that support research on the implementation of Islamic Religious Education policies implemented in Madrasas. The results of this study are first, evaluation and development of education, assessment and measurement of all components of education implementation, in the form of improvements and changes that occur in students after they take part in learning. Second, evaluation and development of education in Islam is very necessary, with the aim of providing the best service for students, improving and developing education to suit the times. Third, in terms of objectives, evaluation consists of formative, summative, placement, and diagnostic evaluations. Fourth, evaluation and development must be carried out based on certain conditions and principles so that the evaluation results can be acknowledged as true, and accepted by the parties concerned. Keyword: evaluation; policy; education.
Analisis Kebijakan Program Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat Risa Arisanti; Sofyan Sauri
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 22 No 1 (2023): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.825 KB) | DOI: 10.47467/mk.v22i1.2061

Abstract

Education is a shared responsibility between schools, families, communities and governments. Facing challenges in the world of education in the future, it takes the support of parents and the community in achieving educational goals. This study analyzes Education policies to increase parental and community participation, using qualitative methods with library research. The results of the study indicate that currently the participation of the community in education has been stated in various government policies, but in its implementation the participation of parents and the community is still not optimal. So that in its implementation, further policy efforts are needed from the school to increase the role of parents and the community. Efforts to increase the role of parents and the community through school committees need to be realized in School-Based Management: (1) building school ownership attitudes, (2) formulating school policies, (3) building quality awareness, (4) attention to academic life, and (5) build school institutional work arrangements. Related to the purpose of education to form the character of students who have noble character, it is necessary to have good cooperation and coordination between the school, parents and the community in the success of value-based education. The school must integrate the content of the value curriculum in each lesson. There is good cooperation with parents in education that is in line in the family. Value education in society provides children with an understanding of the implementation of value education in society. Keywords: Policy, Participation, Parent, Education
Strategi Evaluasi dan Pengembangan Pendidikan Nilai pada PAI  (Pendidikan Agama Islam) Erick Yusuf; Sofyan Sauri
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 22 No 1 (2023): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.799 KB) | DOI: 10.47467/mk.v22i1.2065

Abstract

This study aims to analyze strategies for the evaluation and development of value education in PAI. The method used is analytical description analysis with library research approach. Data is information obtained through books, magazines, newspapers and other literature that aims to form a theoretical basis. The results show that the evaluation and development of values education at PAI needs to be carried out so that the objectives of Islamic religious education can be achieved, namely to develop students who are faithful, devoted, and have noble character. For this reason, it is necessary in addition to consistency in the implementation of the concept but also research on the suitability of the implementation of the concept directly in the field so that cultural pluralism which more or less affects various elements of education can provide solutions in implementing national policies to the fullest. Keywords: evaluation strategy. value development. Islamic education
Strengthening Student Character Through Internalization of Religious Values in School Sofyan Sauri; Anwar Sanusi; Nalahuddin Saleh; Shofa Musthofa Khalid
al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 2 (2022): Pendidikan Agama Islam dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/alt.v7i2.3369

Abstract

Abstract: Religious character is the principal capital teachers must teach students in schools. The religious character formed from a religious footing will allow someone to measure everything. Therefore, strengthening religious character must be seen as a conscious and planned effort by the teacher, not an effort that occurs by chance. This study aimed to explore in depth the implementation of strengthening student character through the internalization of religious character values carried out by teachers in Cianjur district schools. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Furthermore, data collection is done through observation, interviews, and documentation. The results showed that the highest percentage of strengthening students' character through internalization of religious values carried out by teachers to students was the value of worship, as much as 95%. At the same time, the patient value has the lowest percentage, 75%. This shows that the value of patience must be increased again in its cultivation both in learning and outside the classroom. Abstrak: Karakter religius merupakan modal utama yang harus diajarkan oleh guru kepada siswa di sekolah. Karakter religius yang terbentuk dari pijakan religius akan memungkinkan seseorang untuk mengukur segala sesuatu. Oleh karena itu, penguatan karakter religius harus dilihat sebagai upaya sadar dan terencana oleh guru, bukan upaya yang terjadi secara kebetulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam tentang pelaksanaan penguatan karakter siswa melalui internalisasi nilai-nilai karakter religius yang dilakukan oleh guru di sekolah kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Selanjutnya pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase paling tinggi dari penguatan karakter siswa melalui internalisasi nilai-nilai religius yang dilakukan oleh guru kepada siswa adalah nilai ibadah sebanyak 95%. Sedangkan nilai sabar memiliki persentase paling rendah yaitu 75%. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sabar mesti ditingkatkan kembali dalam penanamannya baik dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.
Internalisasi Nilai-Nilai Karakter melalui Metode Keteladanan Guru di Sekolah Muchamad Rifki; Sofyan Sauri; Aam Abdussalam; Udin Supriadi; Miptah Parid
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4274

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai karakter melalui metode keteladanan guru di sekoah. Hal ini berangkat dari sebuah pandangan bahwa kesuksesan dalam penanaman nilai-nilai karakter pada suatu proses pendidikan tidak dapat dilepaskan dari keteladanan yang diberikan oleh guru terhadap para peserta didik. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunkan medotode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah terdiri dari guru, dan peserta didik SMAN 1 Pamnukan Subang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara.  Kesimpulan dari penelitian ini pendidikan karakter yaitu pendidikan yang di dalamnya terdapat proses pengembangan nilai-nilai karakter bangsa pada setiap individu, sehingga setiap individu mempunyai karakter dan nilai sebagai karakter dirinya, mengimplementasikan setiap nilai religius pada kehidupan sehari-hari, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang berjiwa nasioanalis, kreatif, produktif dan religius. Nilai-nilai pendidikan karakter seperti nilai religius, jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli sosial, peduli lingkungan, mandiri, cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Tindakan memberikan keteladanan yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik yaitu dengan membeikan contoh melalui perkataan, perbuatan dan berbagai metode yang lain, seperti dengan memberikan contoh melalui penjelasan secara langsung. Selain itu pemberian contoh juga dilakukan dengan melakukan penayangan video pendek yang di dalamnya mengandung nilai religius, dan selalu mencontohkan berpakain yang rapih dan sopan.