Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Karakter Religius Peserta Didik Berbasis Keteladanan Guru Dalam Pembelajaran PAI Muchamad Rifki; Sofyan Sauri; Aam Abdussalam; Udin Supriadi; Miptah Parid
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 001 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3597

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai proses pengembangan karakter religius peserta didik yang berbasis kepada keteladanan guru di Sekolah. Hal ini berangkat dari sebuah pandangan bahwa kesuksesan dalam mengembangkan nilai-nilai karakter religius pada suatu proses pendidikan tidak dapat dilepaskan daripada keteladanan yang diberikan oleh guru terhadap para peserta didik. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif dengan metode yang dipakai adalah studi kasus (case study). Kemudian pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Sementara analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif-analisis. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa di Sekolah, pengembangan karakter religius peserta didik yang berbasis kepada keteladanan guru ini ditunjukkan dengan adanya pengembangan terhadap nilai-nilai yang mengarah pada pembentukan karakter religius peserta didik, seperti sikap taat melaksanakan ibadah, berprilaku baik sesuai ajaran agama, berbicara dengan santun dan saling menghormati dengan sesama warga sekolah. Kemudian pengembangan karakter religius tersebut dilakukan oleh ketika guru berada di dalam maupun di luar kelas, dan juga dengan memanfaatkan komunikasi verbal dan juga non verbal.
Ilmu Sosial dan Humaniora Sebagai Bagian Perkembangan Filsafat Tika Afrilla Tika; Sofyan Sauri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10040

Abstract

Filsafat merupakan induk ilmu yang dalam perkembangannya mengalami perubahan ke dalam arti yang lebih luas, seiring dengan perkembangan zaman mulai timbul konsep yang membedakan antara filsafat dan ilmu pengetahuan bahkan berkembang menjadi disiplin ilmu secara khusus dan memiliki fokus landasan dan tujuan disiplin ilmu itu sendiri. Filsafat ilmu dapat dilihat sebagai mediator dalam setiap perkembangan ilmu pengetahuan, Ilmu sosial dan humaniora bersumber dari filsafat. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode literatur review melalui studi literatur artikel jurnal-jurnal serta buku yang dapat dipercaya dan teuji kebenaran tentang perkembangan ilmu-ilmu sosial. Humaniora adalah ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusa lebih manusiawi, dalam artian membuat manusia lebih berbudaya, seperti teologi, filsafat, ilmu hukum, ilmu sejarah, filologi, ilmu Bahasa, kesusastraan dan ilmu kesenian, artinya humaniora adalah bentuk perilaku yang menjunjung nilai kemanusiaan yang kakiki akan menghasilkan interpretasi yang memungkinkan adanya suatu orientasi bagi tindakan manusia dalam kehidupan bersama.
Internalisasi Nilai-Nilai Karakter melalui Metode Keteladanan Guru di Sekolah Muchamad Rifki; Sofyan Sauri; Aam Abdussalam; Udin Supriadi; Miptah Parid
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4274

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai karakter melalui metode keteladanan guru di sekoah. Hal ini berangkat dari sebuah pandangan bahwa kesuksesan dalam penanaman nilai-nilai karakter pada suatu proses pendidikan tidak dapat dilepaskan dari keteladanan yang diberikan oleh guru terhadap para peserta didik. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunkan medotode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah terdiri dari guru, dan peserta didik SMAN 1 Pamnukan Subang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara.  Kesimpulan dari penelitian ini pendidikan karakter yaitu pendidikan yang di dalamnya terdapat proses pengembangan nilai-nilai karakter bangsa pada setiap individu, sehingga setiap individu mempunyai karakter dan nilai sebagai karakter dirinya, mengimplementasikan setiap nilai religius pada kehidupan sehari-hari, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang berjiwa nasioanalis, kreatif, produktif dan religius. Nilai-nilai pendidikan karakter seperti nilai religius, jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli sosial, peduli lingkungan, mandiri, cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Tindakan memberikan keteladanan yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik yaitu dengan membeikan contoh melalui perkataan, perbuatan dan berbagai metode yang lain, seperti dengan memberikan contoh melalui penjelasan secara langsung. Selain itu pemberian contoh juga dilakukan dengan melakukan penayangan video pendek yang di dalamnya mengandung nilai religius, dan selalu mencontohkan berpakain yang rapih dan sopan.
Penggunaan Whatsapp Group Sebagai Media Pembelajaran Khat Kufi Murabba' Foks Indonesia Adib Alfalah; Sofyan Sauri; M Zaka Al Farisi
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 20 No. 1 (2023): Nady al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v20i1.24943

Abstract

Whatsapp yang semula populer sebagai media komunikasi, laju era digital membuatnya dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran di dunia pendidikan/ pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana penggunaan aplikasi Whatsapp group dalam pembelajaran khat kufi murabba’ FOKS Indonesia, serta persepsi para member mengenai hal tersebut. Peneliti berfokus pada sebuah komunitas pegiat kufi murabba’ FOKSI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti juga menggunakan instrumen berupa angket skala likert dan terbuka yang disebar pada member FOKSI sejumlah 30 responden. Sementara analisis data penelitian merujuk pada model Miles dan Huberman, yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan whatsapp group berfungsi sebagai wadah diskusi dan penugasan pembelajaran khat kufi murabba’ FOKSI. Para member FOKSI memberikan respons yang positif dengan prosentase hasil angket 89,3% “Sangat Setuju” bahwa penggunaan whatsapp group mampu meningkatkan motivasi belajar member dan menjadikan pembelajaran lebih intensif dan mudah dipahami. Namun tak lepas dari ketidaksempurnaan sebuah media, whatsapp dirasa belum memiliki fitur yang memadai dalam pertemuan kelas dengan jumlah peserta yang banyak. Secara keseluruhan, whatsapp group ‘recomended’ untuk diimplementasikan sebagai media pembelajaran khat kufi murabba’.
IMPLEMENTASI METODE PERMAINAN BISIK BERANTAI DAN MEDIA CANVA DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN MUFRODAT Nida Hanifah; Sofyan Sauri; Yusuf Ali Tantowi
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 2 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i2.276-286

Abstract

Penguasaan mufrodat sangat penting bagi siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Meski demikian, banyak siswa yang masih menghadapi kesulitan dalam menguasainya karena minat belajar yang kurang. Hal tersebut terjadi dikarenakan metode dan media ajar yang dipakai tidak sesuai. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa efektif proses pembelajaran siswa dalam mengimplementasikan metode permainan bisik berantai dan media Canva dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung dalam mempelajari mufrodat bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dua siklus serta melibatkan 22 siswa sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan mencakup data kualitatif yang diperoleh melalui observasi peneliti di sekolah, serta data kuantitatif diperoleh melalui angket siswa dan nilai tes (pre-test) dan (post-test). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan metode permainan bisik berantai dan media Canva terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan mufrodat bahasa Arab siswa, dengan peningkatan nilai siswa dari 45,4% pada siklus I menjadi 81,8% pada siklus II.
MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN NILAI BERBASIS SEKOLAH, KELUARGA, DAN MASYARAKAT Diding Nurdin; Sofyan Sauri
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.51 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i1.6722

Abstract

Kehidupan anak dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat yang berlangsung setiap hari tidak dapat menghindar dari kondisi pergeseran dan pergolakan nilai yang berlangsung dan terjadi saat ini. Dalam menghadapi banyaknya pergeseran dan distorsi nilai, ketiga lingkungan pendidikan itu merupakan lingkungan yang efektif dalam proses pembinaan nilai-nilai yang positif bagi anak. Lingkungan sekolah merupakan media yang dinamis dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan melalui keteladanan para guru di sekolah. Keluarga merupakan ujung tombak pendidikan sebagai agen kebudayaan di mana anak menerima nilai budaya yang membina kepribadiannya melalui keteladanan orang tua. Dalam lingkungan masyarakat pendidikan nilai ditumbuhkembangkan melalui berbagai kegiatan sosial keagamaan oleh tokoh masyarakat.The life of a child in an environment of schools, families and communities that take place every day cannot shy away from conditions shifts and upheavals which took place and the place value of the current. In the face of widespread shift and distortion of values, environmental education is the third environment is effective in the process offostering positive values for children, he school environment is a dynamic medium in instilling values education through example the teachers at school. The family is the cutting edge of education as an agent of culture where children receive the cultural values that foster a personality through the example ofparents. In an environment of community education value is grow up and developed through various social activities ofreligious by community leaders.
EDUCATION OF STUDENT CHARACTER VALUE ON RELIGIOUS AND CULTURAL DIVERSITY STUDENTS' MULTICULTURAL CLASS PROGRAM DARMA BAKTI KARYA PANGANDARAN FOUNDATION Nunung Nursyamsiah; Hikmah Maulani; Sofyan Sauri; Mad 'Ali; Rinaldi Supriadi
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 15, No 1 (2023): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v15i1.35946

Abstract

The existence of the Multicultural class is an attraction, because not all schools dare to carry out the Multicultural class program in overcoming social inequalities that often occur. Cultural conflicts and violence in Papua, the assessment of the term dividing individuals through religion, riots, and intolerance are not new discourses that appear in the highlights of the mass media. The multicultural class bridges teaching related to these issues to the nation's children so as not to repeat the same case, realizes the value of Pancasila that we are one, and also interprets the country's motto, namely Bhineka Tunggal Ika. Religion is not necessarily taught to individuals for free, various media and methods are carried out for this teaching collaboration. It is not a taboo subject, Islam teaches the diversity of multicultural education implicitly in the Qur'anic text. So it is not impossible, religion and multicultural education become a harmonious blend in learning. In a society, religion is one of the factors that support life, especially in spiritual life. Therefore, the researcher considers it necessary to do community service based on these social phenomena, with the aim of strengthening the cultivation of religious and social character values for the community by contamination of the existence of various cultures of immigrants who settled with the intention of school students from outside the area.          
Improving reading skills by using Tyler model with the help of Quizizz Wafa Nurul Husna; Sofyan Sauri; Mohamad Zaka Al Farisi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v51i22023p286

Abstract

Based on the results of the documentary research, the average score of the fifth-graders at Madrasah Diniyah Al-Fadlilah on Arabic subject is still low (below the Minimum Criteria of Mastery Learning). The purpose of this research is to determine the impact of the implementation of MTBMQ (Tyler-Model-Based Quizziz Learning Media) or Tyler model along with Quizizz on students' reading skills in Arabic subject, as well as to find the issues and solutions in the implementation of MTBMQ. This research utilizes a one group pre-test post-test design. The data are collected through multiple choice tests, along with semi-open Likert Scale questionnaires. Due to the fact that the research data are normally distributed, the researchers decide to use parametric statistical tests. The results show that this implementation has a significant effect on the students' reading skills in Arabic subject. Furthermore, the test results of the paired sample t-test show a sig (2-tailed) value of 0.000 less than 0.025. It means that after implementing MTBMQ, students' score has increased. The result of the N-Gain test, namely 0.65, also shows that MTBMQ is efficient to be implemented to improve students’ reading skills, especially when the material is in the moderate category.  The results of the Likert Scale questionnaire show that the main hindrances in implementing the MTBMQ are that students experience problems when logging into the Quizizz web and submitting answers, having difficulty finding the meaning of a word in the dictionary, and a lack of interest in learning to read.Meningkatkan keterampilan membaca dengan model Tyler berbantuan media QuizizzBerdasarkan hasil studi dokumen, rerata hasil belajar siswa kelas V Madrasah Diniyah Al-Fadlilah pada mata pelajaran bahasa Arab masih di bawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan Model Tyler berbantuan media Quizizz (MTBMQ) terhadap hasil belajar siswa pada keterampilan membaca bahasa Arab serta untuk mengetahui kendala dan solusi penerapan MTBMQ. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest posttest design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak sepuluh butir soal dan angket Skala Likert semi terbuka. Karena data pada penelitian ini berdistribusi normal, peneliti menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada keterampilan membaca bahasa Arab. Hasil uji paired sample t-test memliki nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,025 yang berarti hasil belajar siswa sesudah diberi perlakuan dengan penerapan MTBMQ mengalami peningkatan. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,65 menunjukkan bahwa penerapan MTBMQ cukup efektif dalam pembelajaran membaca dengan kategori sedang. Hasil angket Skala Likert menunjukkan bahwa kendala utama dalam penerapan MTBMQ ini ialah siswa mengalami kendala ketika log in ke dalam web Quizizz serta submit jawaban, mengalami kesulitan mencari makna sebuah kata dalam kamus, dan kurangnya minat belajar membaca.
NON-NATIVE ARABIC LANGUAGE TEACHER: LOW TEACHER’S PROFESSIONAL COMPETENCE LOW QUALITY OUTCOMES? Anwar Sanusi; Sofyan Sauri; Yayan Nurbayan
Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Arabiyat : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban | Vol. 7 No. 1 June 2020
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/a.v7i1.12722

Abstract

This study aimed at investigating the problems of Arabic teachers’ professional competence in improving the quality of the graduates at MA Al-Musdariyah 2 Cimahi. Phenomenology, scientific approach, and a formal juridical approach were used as the method in this study. This study belonged to a case study. The result of this study showed that the main problems related to the teacher’s professional competence in teaching and learning Arabic were an unsuitable academic qualification, the lack of teachers’ welfare, teachers’ discipline and awareness, tutoring, and training. The implication of this study indicated that teachers’ professional competence to improve the quality of the graduates had been implemented. However, the implementation of teachers’ professional competence was considered less than optimal. It influenced the quality of the graduates. In other words, the objectives of teaching and learning activities were not achieved. Therefore, in this case, teachers as the most important factor in teaching and learning processes should improve their competences as a manifestation to improve the quality of the graduates.
Pengelolaan Kepemimpinan Pendidikan Berbasis Agama, Filsafat, Psikologi Dan Sosiologi Rohman Rohman; Neneng Komariah; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.385

Abstract

Management is synonymous with management. Management is defined as the art of managing human resources so that they are willing to do work voluntarily and together achieve the goals that have been set effectively and efficiently. Referring to the expert opinion on the notion of management, not all daily activities are called management, only activities that have the following characteristics are called management, namely: 1) used for group efforts, 2) the common goals to be achieved are clearly formulated, 3) In achieving the goal, there is a unification of thoughts, feelings, will, energy, materials, tools, and space, 4) Always evaluating, 5) The achievement of goals is carried out systematically, integrated, controlled, and consistently, 6) The division of labor is regulated and detailed clearly and unequivocally. Management elements consist of people, money, goods, machines, methods and market share. Executors of management are called managers or leaders. Leadership is the ability of a leader to influence, coordinate, and move others to achieve the educational goals that have been set. Management activities are often equated with the term management. Good and correct management is actually a necessity and obligation for all elements of society in order to achieve the goals that have been determined effectively and efficiently. In Islamic teachings, it is said that all humans are leaders in the sphere of life they are living and will be responsible for whatever they lead. Leadership is the ability of leaders to influence, coordinate, and mobilize other people who have to do with the implementation and development of education to achieve educational goals effectively and efficiently. Some things that usually underlie the leadership style of education, including aspects of religion, philosophy, psychology and sociology. Educational leaders who are based on a religious foundation will manage all that is within their authority to be directed to the religious concepts they believe in while upholding tolerance. Leaders who are based on philosophy will mobilize all their components to implement the philosophy they believe in. Leaders who believe that psychology is an important thing that must be considered in all important decisions under their authority. And leaders who are based on sociology, will be sensitive to the conditions and social situations they experience, so that all management activities are directed to resolve social issues that hinder them. This study uses a type of qualitative method by referring to library research, meaning that the research is limited to existing reading references and does not directly observe conditions in the field. Abstrak Pengelolaan identik dengan manajemen. Manajemen diartikan sebagai seni dalam mengatur sumber daya manusia agar mau melakukan pekerjaan dengan sukarela dan bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Merujuk kepada pendapat ahli tentang pengertian manajemen, maka tidak semua kegiatan keseharian disebut manajemen, hanya kegiatan yang mempunyai ciri – ciri berikut yang disebut manajemen, yakni: 1) digunakan terhadap usaha –usaha kelompok, 2) Tujuan bersama yang ingin dicapai dirumuskan dengan jelas, 3) Dalam mencapai tujuan terdapat penyatuan pikiran, perasaan, kemauan, tenaga, bahan, alat, dan ruangan, 4) Selalu melakukan evaluasi, 5) Pencapaian tujuan dilakukan secara sistematis, terpadu, terkontrol, dan konsisten, 6) Pembagian kerja diatur dan dirinci secara jelas dan tegas. Unsur manajemen terdiri dari manusia, uang, barang, mesin, metode dan pangsa pasar. Pelaksana manajemen disebut manajer atau pemimpin. Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang lain agar Bersama-sama mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kegiatan manajemen seringali disejajarkan dengan istilah pengelolaan. Pengelolaan yang baik dan benar sejatinya menjadi kebutuhan dan kewajiban bagi semua unsur masyarakat agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan efektif dan efisien. Dalam ajaran Islam, dikatakan bahwa semua manusia adalah pemimpin dalam lingkup kehidupan yang sedang dijalaninya dan akan mempertanggungjawabkan apa- apa yang dipimpinnya. Kepemimpinan merupakan kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi, mengkoordinir, dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungannya dengan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Beberapa hal yang biasanya melandasi corak kepemimpinan Pendidikan, diantaranya aspek agama, filsafat, psikologi dan sosiologi. Pemimpin Pendidikan yang berpijak pada landasan agama akan mengelola semua yang menjadi wewenangnya untuk diarahkan pada konsep keagamaan yang diyakininya dengan tetap menjunjung tinggi toleraansi. Pemimpin yang berlandaskan filsafat akan mengerahkan seluruh komponen yang dimilikinya untuk menerapkan faham filsafat yang diyakininya. Pemimpin yang meyakini bahwasanya psikologi menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan dalam semua keputusan penting yang menjadi wewenangnya. Dan Pemimpin yang berlandaskan sosiologi, akan peka dengan kondisi dan situasi sosial yang dialaminya, hingga semua kegiatan pengelolaan diarahkan untuk menyelesaikan isu-isu sosial yang menghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan merujuk kepada penelitian kepustakaan (library research), artinya Penelitian terbatas pada referensi bacaan yang ada dan tidak secara langsung mengamati kondisi di lapangan.