Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DIDESA WORI KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Wenas, Aviliana Revani; Kandou, Grace D; Rombot, Dina V
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Tuberkulosis paru adalah penyakit menular langsung oleh Mycobacterium tuberculosis. Biasanya paru-paru adalah yang paling umum terinfeksi, tetapi dapat mengenai organ lain. Penyakit ini dapat ditularkan melalui droplet dari TB paru orang yang terinfeksi . Indonesia adalah 10 negara dengan kejadian TB tertinggi, mulai dari India, Cina, Afrika Selatan, dan Indonesia berada di urutan keempat pada tahun 2012. Penelitian ini adalah survei cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan kejadian Tuberkulosis. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat di wilayah kerja Desa Wori, Kecamatan Wori dengan sampel 97 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian Tuberkulosis (p=0,617), juga tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan Tuberkulosis kejadian (p=0,281), namun terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan dengan kejadian Tuberkulosis (p=0,048). Untuk itu diperlukan penyuluhan tentang penyakit Tuberkulosis kepada warga masyarakat di Desa Wori.     Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Tuberkulosis Paru
GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PEGAWAI DI KANTOR DINAS KESEHATAN KOTA MANADO Palilu, Hurles Imanuel; Pandelaki, August Joutie; Kandou, Grace D
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan PHBS di lingkungan tempat kerja merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan memberdayakan para karyawan/pegawai untuk hidup bersih dan sehat dalam hal ini di Kantor Dinas Kesehatan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kota Manado. Metode penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Kantor Dinas Kesehatan Kota Manado yang berjumlah 73 orang dan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan dari jumlah populasi.  Data yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan  kuesioner  yang  telah  disiapkan.  Hasil  penelitian  yang diperoleh sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang PHBS di lingkungan kerja, yaitu 52 responden (71,2%), sedangkan 21 responden (28,8%) yang memiliki pengetahuan kurang baik. Sebagian besar responden memiliki sikap baik tentang PHBS di lingkungan kerja, yaitu 40 responden (54,8%), sedangkan 33 responden (45,2%) yang memiliki sikap kurang baik. Sebagian besar tindakan responden tentang PHBS di lingkungan kerja termasuk dalam kategori baik, yaitu 43 responden (58,9%), sedangkan 30 responden (41,1%) yang memiliki tindakan kurang baik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini disimpulkan Perilaku yang mencakup pengetahuan, sikap dan tindakan pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kota Manado mengenai  Perilaku Hidup Bersih Sehat di kategorikan baik dengan persentasi responden memiliki pengetahuan baik tentang PHBS di lingkungan kerjaKata Kunci: Perilaku PHBS, Pegawai.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado Rumengan, Debra S. S.; Umboh, J. M. L.; Kandou, G. D.
JIKMU Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No.2 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas dalam sistem JKN/ BPJS memiliki peran yang besar kepada peserta BPJS kesehatan. Apabila pelayanan puskesmas yang diberikan baik maka akan semakin banyak peserta BPJS yang memanfaatkan pelayanan kesehatan, namun dapat terjadi sebaliknya jika pelayanan dirasakan kurang memadai. Pemanfaatan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas memiliki beberapa faktor yang mempengaruhinya, yakni faktor konsumen berupa: pendidikan, mata pencaharian, pengetahuan dan persepsi pasien; faktor organisasi berupa: ketersediaan sumber daya, keterjangkauan lokasi layanan, dan akses sosial; serta faktor pemberi layanan diantaranya: perilaku petugas kesehatan. Puskesmas Paniki Bawah merupakan salah satu puskesmas yang memiliki wilayah kerja yang luas dan melayani 7 kelurahan. Jumlah peserta BPJS yang dilayani merupakan yang terbanyak di Kota Manado namun pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta BPJS kesehatan  masih menunjukkan persentase yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara persepsi pasien tentang Jaminan Kesehatan Nasional, akses dan persepsi terhadap tindakan petugas dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara Persepsi responden tentang JKN, akses layanan dan Persepsi responden terhadap Tindakan Petugas  dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas.   Kata Kunci : Persepsi tentang JKN, Akses layanan, Persepsi terhadap tindakan petugas, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas  
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Rabies Di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Tahulending, Jane M. F; Kandou, Grace. D.; Ratag, Budi
JIKMU Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No.2 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Rabies merupakan penyakit denganCase Fatality Rate (CFR) atau angka kematianmencapai 100%. Menurut data dari World HealthOrganization (WHO) tahun 2013, diperkirakan55.000 kematian di dunia disebabkan oleh penyakitini. Berdasarkan laporan tahunan yang dibuat olehDinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, padatahun 2012 kota Bitung menempati urutan pertamatertinggi kasus gigitan hewan penular rabies yaitusebanyak 544 kasus dengan 5 kematian. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan tindakan pencegahan penyakitrabies di Kelurahan Makawidey KecamatanAertembaga Kota Bitung.  Penelitian inimenggunakan metode cross sectional study. Besarsampel yaitu semua kepala keluarga atau anggotakeluarga yang memelihara anjing di KelurahanMakawidey yang berjumlah 70 kepala keluarga.Yang menjadi variabel bebas ialah pengetahuan,sikap, peranan petugas kesehatan dan perananpetugas kesehatan hewan, sedangkan tindakanpencegahan penyakit rabies merupakan varabelterikat. Pengumpulan data melalui wawancaralangsung kepada responden dengan berkunjung kerumah responden. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat hubungan yang bermakna antarapengetahuan, sikap, peranan petugas kesehatan danperanan petugas kesehatan hewan dengan tindakanpencegahan penyakit rabies. Hasil analisismultivariat menunjukkan bahwa pengetahuanmerupakan variabel paling dominan mempengaruhitindakan pencegahan penyakit rabies.     Kata Kunci : Rabies, Pengetahuan, Sikap, PerananPetugas Kesehatan, Peranan Petugasn KesehatanHewan.
Analisis Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Ruang Kebidanan RSUD dr. H. Chasan Bosoirie Ternate, Tahun 2014 Laitupa, Ramli; Kandou, Grace. D.; Pangemanan, Jane.
JIKMU Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No.2 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi menyusu dini dilakukan sesaat setelahbayi lahir dalam keadaan sehat dan menangis,sesudah dipotong tali pusarnya dan dilap dengankain hangat (dengan tetap mempertahankanvernix). Bayi dibiarkan telanjang dan diletakkan didada ibu yang juga telanjang dengan posisitengkurap menghadap kearah ibu. Bayi sengajadibiarkan mencari sendiri puting susuibunya.Proses pencarian memakan waktubervariasi, sekitar 30-40 menit. Bidan sebagaiujung tombak dari pembangunan kesehatan yangberhubungan langsung dengan pelayanan kesehatanmasyarakat dapat menjadi faktor pendukung ataupendorong namun juga dapat menjadi faktorpenghambat keberhasilan program inisiasimenyusu dini. tujuan pembangunan kesehatan diIndonesia adalah tercapainyaMillenniumDevelopment Goals (MDG’s) yaitu penurunanAngka Kematian Bayi (AKB) 23/100 kelahiranhidup dan anak 32/1000 kelahiran hidup sampaiduapertiganya, serta peningkatan kesehatan ibu danmengurangi sampai tiga perempat jumlah AngkaKematian Ibu (AKI) hamil dan melahirkan(102/100.000 kelahiran hidup. Jenis penelitian yangakan digunakan adalah penelitian kualitatif,Penelitian ini yang menjadi informan adalah dipilih6 informan yaitu  Responden  yang terlibatlangsung maupun tidak langsung dalam kinerjabidan dalam    pelaksanaan IMD di  ruangkebidanan  RSUD Dr.H. Chasan  Bosoirie Ternateyaitu Direktur Rumah Sakit, Kepala RuangKebidanan, Bidan pelaksana    ( 3 informan), Ibuyang baru melahirkan ( 1 informan). HasilPenelitian ini menunjukan bahwa bidan selalumelakukan motivasi  dan membantu ibu bersalinuntuk melakukan IMD , akan tetapi pelaksanaanIMD  yang dilakukan oleh bidan di ruangankebidanan RSUD dr Chasan Bosoerie Ternate kebanyakan didapatkan tekniknya melaluimembaca dari buku serta pengalaman melihat darisesama rekan bidan oleh karena sebagian besar   3) bidan belum pernah mengikuti pelatihan khusustentang IMD  dan hanya satu yang pernahmengikuti.  Kata Kunci : IMD, Bidan
Hubungan Antara Pelayanan Kefarmasian Dengan Kepuasan Pasien Menggunakan Jasa Apotek Di Kota Manado Kansil, Merdy R.; Umboh, Jootje. M. L.; kandou, grace
JIKMU Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No.2 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian telah mengalamiperubahan yang semula hanya berfokus kepadapengelolaan obat berkembang menjadi pelayanankomprehensif yang bertujuan untuk meningkatkankualitas hidup pasien. Pelayanan kefarmasianmeliputi: keramahan petugas, penampilan apotek,pelayanan informasi obat, ketersediaan obat dankecepatan pelayanan. Kepuasan pasienmenggunakan jasa apotek dapat digunakan sebagaitolak ukur untuk melihat seberapa besar kepuasanpasien atas pelayanan yang diberikan. Tujuanpenelitian ialah untuk menganalisis hubunganantara pelayanan kefarmasian dengan kepuasanpasien menggunakan jasa apotek di Kota Manado.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif,dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel96 pasien yang datang ke apotek dengan resepdokter. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keramahanpetugas, penampilan apotek, pelayanan informasiobat, ketersediaan obat dan kecepatan pelayananberhubungan dengan kepuasan pasienmenggunakan jasa apotek di Kota Manado   Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Kefarmasian
Analisis Hubungan Antara Promosi, Citra Merek Dan Lokasi Dengan Pemanfaatan Poliklinik Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon Pujirahayu, Lestari; Kandou, G. D.; Mariaty, N. W.
JIKMU Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No.2 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya rumah sakit didirikan untuk menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Tuntutan kebutuhan kesehatan masyarakat dijawab dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang mereka lakukan. Menurut teori utilization, proses pemanfaatan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh komponen predisposing, komponen enabling dan komponen need. Salah satu tuntutan masyarakat adalah kesehatan gigi dan mulut dimana merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan pada umumnya. Banyak masyarakat kita enggan memeriksa kesehatan giginya dan memanfaatkan pelayanan poliklinik gigi, bahkan tidak sedikit pula yang takut berobat ke dokter gigi. Fenomena ini yang menjadi dasar permasalahan penelitian ini dilakukan dan bertujuan untuk menganalisis hubungan antara promosi, citra merek dan lokasi dengan pemanfaatan poliklinik gigi dan mulut Rumah sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang diteliti meliputi promosi, citra merek dan lokasi sebagai variabel bebas sedangkan variabel pemanfaatan poliklinik gigi dan mulut adalah variabel terikat. Jumlah sampel penelitian yang diambil sebanyak 90 orang, yaitu pasien yang datang berkunjung di poliklinik gigi dan mulut Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Data primer diperoleh dari responden melalui kuesioner dan data sekunder dari medical record dan register poliklinik gigi dan mulut Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM Tomohon. Analisis data dengan Uji Chi-Square dan Uji regresi logistik digunakan untuk menentukan variabel yang paling dominan erat hubungannya dengan pemanfaatan poliklinik gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara promosi dan dengan pemanfaatan poliklinik gigi dan mulut.   Kata Kunci : Promosi, Lokasi, Citra Merek, Pemanfaatan Poliklinik Gigi dan Mulut.
Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, dan Penggunaan Teknologi Informasi dengan Perilaku Berisiko HIV/AIDS pada Siswa SMA Kristen Eben Haezar Manado Hadiwijaya, Reynaldi R.; Kandou, Grace D.; Lampus, Benny S.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 1 Nomor 1 Februari 2013
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: HIV/AIDS is a deadly disease, which has become a global issue. The age of 15-24 years is the most vulnerable of contracting HIV/AIDS. Increased use of information technology over the past decade may increase the risk of HIV/AIDS, especially for adolescents. This study aims to see the correlation be­tween characteristic, knowledge and the use of information technology with high-risk behavior of HIV/AIDS in Eben Haezar Senior High School students. Methods: A cross-sectional survey was conducted on Eben Haezar Senior High School students in Manado. Respondents were 97 people, which were taken from 23 classes. Respondents completed a closed, self-administered questionnaire about their knowledge, use of information technology, and high-risk behavior. Results: A total of 50.5% students had poor knowledge about HIV/AIDS, 55.7% stated they frequently use the information technology, and 13.4% students had high-risk behaviors. Chi-square test showed a corre­lation (p < 0.05) between characteristic and high-risk behavior, knowledge and high-risk behavior, and the use of information technology and high-risk behavior. Conclusions: it was found that male students with poor knowledge about HIV/AIDS, and frequent use of information technology are more likely to have a high-risk behavior. Keywords: HIV/AIDS, adolescents, student, characteristic, knowledge, information technology, high-risk behavior
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Akseptor Keluarga Berencana (KB) dalam Memilih Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di BLU RSUP Prof Kandou Malalayang Manado Roeroe, R. Lingkan; Kandou, Grace D.; Ratag, Gustaaf E.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 1 Nomor 1 Februari 2013
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kuantitas penduduk Indonesia masih lebih rendah dari kualitasnya. Solusi untuk menangani masalah ini yaitu dengan mengendalikan pertumbuhan penduduk, caranya yakni melaksanakan program KB dengan metode yang efektif dan memiliki keunggulan dibanding metode lainnya yaitu AKDR. Namun jumlah akseptor AKDR masih jauh lebih sedikit daripada akseptor KB lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan akseptor KB dalam memilih AKDR. Metode : cross-sectional dengan uji chi-square. Kuesioner dibagikan kepada 46 wanita usia subur yang datang ke Poli KB di BLU RSUP Prof. Kandou Malalayang, Manado. Hasil : dari 46 akseptor KB, 52,2% responden tidak memilih AKDR, 47,8% responden memilih AKDR. 34,8% responden memilih AKDR berusia 20-35 tahun, p > 0.05. 30,4% responden memilih AKDR berpendidikan menengah, p > 0,05. 41,3% responden memilih AKDR tidak bekerja, p > 0,05. 41,3% responden memilih AKDR berpenghasilan > Rp 1.250.000,-/bulan, p < 0,05. 47,8% responden memilih AKDR berpengetahuan baik, p < 0,05. Kesimpulan : umur, pendidikan dan pekerjaan tidak berhubungan dengan tindakan akseptor KB dalam memilih AKDR, sedangkan penghasilan dan pengetahuan berhubungan dengan tindakan akseptor KB dalam memilih AKDR. Kata kunci : AKDR, wanita usia subur, umur, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, pengetahuan, tindakan PENELITIAN Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Akseptor Keluarga Berencana (KB) dalam Memilih Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di BLU RSUP Prof Kandou Malalayang Manado
Hubungan Kontak Serumah, Luas Ventilasi, dan Suhu Ruangan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Desa Wori Butiop, Herlina M.L.; Kandou, Grace D.; Palandeng, Henry M.F.
JURNAL KEDOKTERAN KOMUNITAS DAN TROPIK JKKT Volume 3 Nomor 4 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini tuberkulosis (TB) paru masih merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Upaya –upaya dalam mengeliminasi  kasus tuberkulosis paru di Indonesia masih mengalami banyak kendala. Faktor lingkungan sangat mempengaruhi tingginya prevalensi tuberkulosis paru. Dari 33 propinsi di Indonesia prevalensi tuberkulosis paru tertinggi berasal dari 3 propinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan  antara kontak serumah dan faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Wori. Penelitian ini merupakan penelitian  cross sectional dengan variabel bebas yang diteliti ialah kontak serumah, luas ventilasi, dan suhu ruangan. Analisis dengan mengunakan uji chi square menunjukan bahwa ada hubungan kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru dengan nilai p=0,016, sedangkan variabel luas ventilasi p=0,278 dan suhu ruangan  p=0,677 menunjukan tidak ada hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di desa Wori.
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow