Claim Missing Document
Check
Articles

Socio-economy and Related Factors Influencing Condition and Capacity of Human Excreta Disposal and Sewer Systems: A Case Study in Coastal City of Manado Kandou, Grace Debbie; Lusut, Markus T.
Kesmas Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Manado, limbah cair yang tidak diolah dari rumah tangga termasuk dari kakus dan dari aktivitas-aktivitas lain yang menghasilkan limbah cair seperti rumah makan, hotel, rumah sakit, tempat pembuangan akhir sampah, dan pasar dibuang langsung ke Teluk Manado melalui selokan dan sungai. Kondisi ini diperparah oleh kapasitas kakus yang tidak memadai dan saluran pembuangan limbah cair yang buruk. Untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi dan kapasitas sistem pembuangan yang mungkin mengakibatkan penurunan derajat kesehatan dan lingkungan, telah dilakukan kajian deskriptif di dua kecamatan di Kota Manado yang melibatkan 304 rumah tangga di Wenang dan 300 rumah tangga di Molas. Ditemukan bahwa kebanyakan rumah tangga di kedua kecamatan tersebut telah memiliki toilet, masing-masing sebanyak 83,2% di Wenang dan 75,0% di Molas. Namun, tidak ada toilet yang berteknologi modern melainkan hanya menggunakan lubang dalam, saluran terbuka, dan sungai. Akibatnya, selama tahun 2002 kasus-kasus diare mencapai 1.250 di Wenang dan 513 di Molas. Di Molas, kejadian dematitis, gastritis, dan tifoid masing-masing mencapai 1.618. 272 dan 10 kasus. Secara statistik, kondisi dan kapasitas septic tank berhubungan dengan pendidikan formal dan pengetahuan mengenai limbah cair. Untreated wastewater containing human excreta from households as well as from other wastewater-generating sources such as restaurants, hotels, hospitals, garbage disposal, and markets, is discharged directly into Manado Bay through ditches, sewers, canals, and rivers. This situation is exacerbated by inadequate capacity of human excreta disposal treatment and improper sewage system. To assess factors influencing condition and capacities of this system that may degrade human health and the environment, a descriptive study has been conducted in two districts of the City of Manado. This study involved 304 households in Wenang and 300 households in Molas district. It was found that most households in those districts have their own toilet, 83.2% and 75.0% in Wenang and Molas respectively. However, no modern technology had been adopted where open deep holes, ditches, sewers, or rivers were still being used for toilets, particularly by low income communities. During 2002 there were 513 and 1,250 diarrhoea cases reported in Molas and Wenang respectively. In Molas 1,618 dermatitis cases, 272 gastritis cases, and 10 typhoid cases were also reported. Statistically, the condition and capacity of residential septic tank were significantly correlated with the residents’ level of formal education and wastewater-related knowledge.
Population mobility and COVID-19 incidence in Indonesia: a study from North Sulawesi Province Dampi, Denada Jihan; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kandou, Grace Debbie
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 06 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i06.7802

Abstract

Purpose: The purpose of the study is to determine the relationship between the level of population mobility and the incidence of COVID-19 in 2021 in the North Sulawesi province. Methods: This quantitative research uses an ecological study. This study used secondary data from Google Mobility Reports and COVID-19 incidence data from the North Sulawesi Province Health Department. Univariate analysis describes population mobility variables in various sectors and the incidence of COVID-19, which is presented as a time series graph. In contrast, bivariate analysis is used to test the relationship between the level of mobility in various sectors and the incidence of COVID-19 through non-parametric analysis with the Spearman Rank correlation test. Results: There is a correlation between the incidence of COVID-19 and the level of mobility, with a p-value <0.05, with different levels of correlation amongst each mobility area. The correlation coefficients (r) between the incidence of COVID-19 and various regions of mobility are as follows: retail and recreation (-0.511), wholesale and pharmaceuticals (-0.398), park (-0.454), transportation (-0.570), workplace (-0.332), and housing (0.641). Conclusion: The increase in population mobility has significantly contributed to the high incidence of COVID-19 in North Sulawesi in 2021. To reduce the incidence of COVID-19, strict policies for monitoring and controlling mobility, especially in areas with high mobility, are necessary.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SANITASI KAPAL PENUMPANG DI PELABUHAN SAMUDERA BITUNG Indriya Robot, Melisa; Kandou, Grace D.; Posangi, Jimmy; Manampiring, Aaltje E.; Rombot, Dina V.; Lefrandt, Lucia I. R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31277

Abstract

Data dari KKP di Pelabuhan Samudera Bitung menunjukkan masih adanya kapal dengan vektor penularan penyakit dan sanitasi rendah, terutama terkait penyediaan air bersih dan keberadaan vektor seperti kecoa, lalat, dan tikus. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengetahuan, sikap ABK, ketersediaan SOP, dan peran petugas terkait sanitasi kapal, serta variabel yang paling berpengaruh pada sanitasi kapal penumpang di Pelabuhan Samudera Bitung. Penelitian ini merupakan survei analitik kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study dan dilaksanakan di Pelabuhan Samudera Bitung, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, pada bulan Februari-Juli 2024. Digunakan rumus Lemeshow untuk menentukan jumlah populasi yang belum diketahui sehingga diperoleh sampel sebanyak 96 ABK dan diambil keterwakilan 32 ABK dari 3 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Samudera Bitung yaitu Kapal Doro Londa, Tilong Kabila dan Sangiang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dari peneliti sebelumnya dan lembar observasi berupa check list dari Permenkes tentang Sertifikat Sanitasi Kapal. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dan analisis menggunakan komputer dan aplikasi SPSS Versi 24 berupa analisis univariat, bivariat uji chi square dan multivariat uji regresi logistik, hasil akhir data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden umur paling banyak rentang usia ABK 46-55 tahun (36,5%), analisis univariat variabel pengetahuan ABK yang baik paling banyak (56,3%), sikap ABK yang kurang baik paling banyak (52,1%), ketersediaan SOP yang baik paling banyak (67,7%), peranan petugas yang baik paling banyak (53,1%) dan sanitasi kapal penumpang yang baik paling banyak (66,7%). Kesimpulan dari penelitian ini ialah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap ABK, ketersediaan SOP dan peranan petugas dengan sanitasi kapal penumpang di pelabuhan samudera Bitung
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado Kiling, Schwarz Y.; Kaunang, Wulan P. J.; Kandou, Grace D.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/bdnmmg27

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang dan disebabkan oleh virus SARSCoV-2 dengan munculnya kasus pertama di kota Wuhan, Cina, yang kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap hari, sehingga pemerintah Indonesia berupaya untuk dapat mengurangi kasusi COVID-19. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan (persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak dan efikasi diri) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari-September 2021 secara online pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 261 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas denganianalisis data bivariat menggunakan uji Spearman rank Cl=95% dan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi manfaat dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,018), persepsi hambatan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,000), syarat untuk bertindak dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,000) dan tidak adanya hubungan antara persepsi kerentanan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,958), persepsi keparahan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,902) dan efikasi diri dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,055). 
Studi Ekologi : Hubungan Antara Prevalensi Diabetes Melitus dengan Asma di Indonesia Hou, Afiona Aswinda; Langi, F.L. Fredrik G.; Kandou, Grace D.
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5s5rqp91

Abstract

Penyakit pernafasan kronis adalah penyakit yang menyerang paru-paru dan struktur yang ada di dalamnya dan jenis penyakit yang paling umum dari penyakit pernafasan kronis salah satunya adalah asma. Diabetes melitus adalah faktor risiko asma yang masih jarang diketahui dan diteliti. Diabetes melitus menyumbang sekiar 6% total kematian di Indonesia pada tahun 2016 dengan angka prevalensi penyakitnya sebesar 1,5% pada tahun 2018. Prevalensi Asma pada tahun 2018 sebesar 2,4% dan masuk dalam 3 besar penyakit tidak menular di Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi hubungan antara prevalensi diabetes melitus dengan prevalensi asma di Indonesia. Metode penelitian menggunakan desain studi ekologi dengan menggunakan data laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini yaitu data agregat provinsi di Indonesia yang berjumlah 34 data. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 68 data agregat yang diperoleh dari prevalensi diabetes melitus dan prevalensi asma pada penduduk semua umur menurut provinsi di Indonesia. Analisi data yang digunakan adalah analisis multivariatt dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini yakni terdapat hubungan yang positif antara prevalensi diabetes melitus dengan prevalesi asma. Hasil uji statistik menunjukkan prevalensi diabetes melitus mempunyai pengaruh terhadap prevalensi asma dengan prevalensi asma memiliki nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,495 dengan nilai signifikansi 0,003 (p value <0,05).
Hubungan antara masa kerja dan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada petani daun bawang Umboh, Aprillia Veronica; Kandou, Grace Debbie; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2371

Abstract

Background: Musculoskeletal disorders are a major global occupational health problem, characterized by pain and limited mobility, which can potentially lead to disability and reduced productivity. Working hours and work posture are among the occupational risk factors that cause musculoskeletal complaints. Long working hours cause cumulative exposure, while non-ergonomic work postures increase body load imbalance. Onion leaf farmers work in a bent posture, perform repetitive movements, and carry heavy loads, which put them at risk of musculoskeletal complaints. Purpose: To analyze the relationship between work duration and work posture with musculoskeletal complaints among onion leaf farmers. Method: A quantitative study using a cross-sectional approach was conducted in January 2026 in Makaaroyen Village, South Minahasa. The sampling technique employed non-probability sampling, with a sample size of 58 respondents. The independent variables in this study were length of service and work posture, while the dependent variable was musculoskeletal complaints. Data analysis was performed using univariate analysis in the form of frequency distributions and bivariate analysis using Spearman’s rank correlation. Results: The results showed that the majority of respondents had worked for more than 10 years (86.2%), had high-risk work postures (58.6%), and had high levels of musculoskeletal complaints (77.6%). Spearman's rank test showed a significant relationship between length of service and musculoskeletal complaints (p=0.002; r=0.402) with a moderate strength of relationship, and a highly significant relationship between work posture and musculoskeletal complaints (p<0.001; r=0.640) with a strong strength of relationship. Conclusion: There is a significant relationship between length of service and work posture with musculoskeletal complaints among spring onion farmers.   Keywords: Farmers; Musculoskeletal Disorders; Work Duration; Work Posture.   Pendahuluan: Gangguan muskuloskeletal merupakan masalah kesehatan kerja utama secara global, ditandai dengan nyeri dan keterbatasan mobilitas, yang berpotensi menyebabkan kecacatan dan penurunan produktivitas. Masa kerja dan postur kerja merupakan salah satu faktor risiko pekerjaan yang menyebabkan terjadinya keluhan muskuloskeletal. Masa kerja yang panjang menyebabkan paparan kumulatif, sedangkan postur kerja tidak ergonomis meningkatkan ketidakseimbangan beban tubuh. Petani daun bawang bekerja dengan postur membungkuk, gerakan repetitif, dan beban kerja berat yang berisiko menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan masa kerja dan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada petani daun bawang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan bulan Januari 2026 di Desa Makaaroyen, Minahasa Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 58 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah masa kerja dan postur kerja, sedangkan variabel dependen adalah yaitu keluhan muskuloskeletal. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki masa kerja >10 tahun (86.2%), postur kerja pada kategori risiko tinggi (58.6%), dan kategori keluhan muskuloskeletal yang tinggi (77.6%). Uji Spearman Rank menunjukkan, hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p=0.002; r=.402) dengan kekuatan hubungan sedang, dan hubungan sangat signifikan antara postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal (p<0.001; r=0.640) dengan kekuatan hubungan kuat. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada petani daun bawang.   Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal; Masa Kerja; Petani; Postur Kerja.
Pharmacist-led education on beyond-use date (BUD) improves community knowledge at a community pharmacy Solang, Jonathan Adrian Natanael; Kandou, Grace Debbie; Fatimawali, Fatimawali
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2858

Abstract

Background: Beyond-Use Date (BUD) refers to the time limit for using a medication after the packaging is opened or the medication is prepared, as opposed to the expiration date. Public understanding of BUD remains limited, potentially leading to medication use exceeding safe limits, reducing therapeutic effectiveness, and increasing risks to patient safety. Pharmacists play a strategic role in educating the public through health promotion activities in community pharmacies. Purpose: To determine the effect of education provided by BUD pharmacists on the public's level of knowledge. Method: This study used a pre-experimental design with a single-group pretest-posttest. A total of 44 participants who met the inclusion criteria were selected using random sampling at Rophin Jovins Varma (RJV) Pharmacy. The study procedure included a pretest to measure initial knowledge, followed by education provided by pharmacists about BUD, and a posttest to assess changes in knowledge after the intervention. Data were collected using a 15-question questionnaire. Data were analyzed descriptively to describe the distribution of knowledge levels and inferentially using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess differences before and after the intervention. Results: Before the intervention, most respondents had low to moderate levels of knowledge. After the intervention, there was a significant improvement, with the majority of participants achieving a high level of knowledge. Statistical analysis showed a significant difference between pre- and post-intervention knowledge levels. Conclusion: Education provided by pharmacists regarding BUD significantly improved community knowledge. Educational interventions through health promotion activities within the pharmacist community were effective in increasing community understanding of the safe and rational use of medicines. Suggestion: Pharmacists are encouraged to provide ongoing education regarding BUD to promote safe and rational use of medicines.   Keywords: Beyond-Use Date (BUD); Community Knowledge; Community Pharmacy; Pharmacist-Led Education.   Pendahuluan: Beyond-use date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau obat diracik, berbeda dengan tanggal kedaluwarsa. Pemahaman masyarakat mengenai BUD masih terbatas, sehingga berpotensi menyebabkan penggunaan obat melewati batas aman, menurunkan efektivitas terapi, serta meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasien. Apoteker memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan di komunitas apoteker. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi yang diberikan oleh apoteker BUD terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sebanyak 44 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik accidental sampling di Apotek Rophin Jovins Varma (RJV). Prosedur penelitian meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, dilanjutkan dengan pemberian edukasi oleh apoteker mengenai BUD, serta post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan setelah intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 15 pertanyaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan dan secara inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah hingga sedang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan, dengan mayoritas partisipan mencapai tingkat pengetahuan tinggi. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Edukasi yang diberikan oleh apoteker mengenai BUD secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Intervensi edukasi melalui kegiatan promosi kesehatan di komunitas apoteker efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional. Saran: Apoteker diharapkan memberikan edukasi berkelanjutan mengenai BUD untuk meningkatkan penggunaan obat yang aman dan rasional.   Kata Kunci: Beyond-Use Date (BUD); Community Knowledge; Community Pharmacy; Pharmacist-Led Education.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita (12-59 Bulan) di Puskesmas Tuminting Tahun 2024 Lendongan, Sharon Lady; Kandou, Grace D.; Nelwan, Jeini E.
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang bagian pernafasan dan mengakibatkan kematian terutama pada kelompok usia 0-5 tahun di Indonesia. Kasus ISPA di Indonesia terhitung mulai bulan januari hingga september 2023 cukup tinggi, yakni 1,5 sampai 1,8 juta kasus secara nasional. ISPA khusus pada bayi dan balita menurut riskesdas tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara sebanyak 1.989 kasus. sedangkan untuk kota Manado menurut data dari Dinas Kesehatan kota Manado tahun 2023 sebanyak 8.747 kasus ISPA pada balita terjadi di kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita (12-59 Bulan) di Puskesmas Tuminting Tahun 2024. Jenis penelitian adalah kuantatif menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian Cross sectional study. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024 dengan sampel berjumlah 45 responden. Hasil penelitian yang didapat tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian ISPA dengan p-value 0,06, tidak ada hubungan antara pemberian vitamin A dengan Kejadian ISPA dengan p-value 0,387, tidak ada hubungan antara Riwayat Imunisasi dasar dengan Kejadian ISPA dengan p-value 0,257. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara variabel Usia, Pemberian Vitamin A, dan Riwayat Imunisasi Dasar dengan Kejadian ISPA pada Balita (12-59 Bulan) di Puskesmas Tuminting Tahun 2024.
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Afnal Asrifuddin Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Fatimawali . Faustina Lala, Monalisa Febi Kornela Kolibu Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hou, Afiona Aswinda Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Lendongan, Sharon Lady Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marthin, Winda Bellatrix Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Punuh, Maureen I Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Solang, Jonathan Adrian Natanael Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Aprillia Veronica Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow