Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN MAKAN, DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DM TIPE II DI PUSKESMAS MATANI KOTA TOMOHON Elvin, Jesika; Ratag, Budi T.; Kandou, Grace Debbie; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47795

Abstract

Mencapai 422 juta orang secara global dikonfirmasi oleh World Health Organization (WHO) menderita DM tipe II dan tiap tahun menimbulkan 1,5 juta kematian. Indonesia memiliki prevalensi sebesar 1,7% dan Sulawesi Utara sebesar 2,1% (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). DM tipe II adalah kondisi tubuh yang terjadi saat terdapat penumpukan gula dalam darah akibat dari ketidakmampuan hormon insulin untuk memprosesnya. Pola hidup sehat yang diterapkan menjadi cara yang paling tepat untuk mengendalikan penyakit ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan riwayat keluarga terhadap kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon. Studi ini menerapkan metode kuantitatif (observasional analitik) model Cross sectional study yang berlangsung pada Maret hingga Mei 2025. Penelitian dilakukan terhadap seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas Matani dengan sampel sebesar 107 responden yang ditetapkan berdasarkan Purposive Sampling. Penelitian mencakup variabel aktivitas fisik, kebiasaan makan, Riwayat keluarga dan kejadian DM tipe II dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis data dilakukan dengan menganalisis karakteristik tiap variabel dan uji chi-square sebagai analisis korelasi. Hasil yang ditemukan aktivitas fisik terhadap kejadian DM tipe II dihasilkan p value sebesar 0,001, kebiasaan makan dengan p value sebesar 0,003 dan riwayat keluarga dengan p value sebesar 0,000. Kesimpulan didapatkan kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan Riwayat dalam keluarga terhadap kasus kejadian DM tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON Rumengan, Selin R.; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A. T.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48627

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi menurunnya kapasitas fisik dan mental akibat aktivitas kerja yang berlebihan. Kelelahan kerja menjadi salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh tenaga kerja, khususnya perawat, yang memiliki tanggung jawab kompleks dan jam kerja panjang hampir 24 jam. Kondisi kerja ini, berpotensi menimbulkan kelelahan terhadap pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari pekerja. Data dari ILO menunjukkan bahwa sekitar dua juta pekerja di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat kelelahan, sedangkan di Indonesia terjadi rata-rata 414 kasus kecelakaan kerja per hari, dengan 27,8% disebabkan oleh tingkat kelelahan yang tinggi. Tingginya beban kerja yang harus diselesaikan sesuai target dan standar pelayanan turut menjadi faktor pemicu kelelahan. Selain itu, masa kerja yang panjang juga dapat memengaruhi tingkat kelelahan karena adanya akumulasi tugas rutin yang monoton dan bertambahnya beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 63 perawat yang diambil dengan metode total sampling. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,003 < α = 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,066 > α = 0,05). Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN PASANGAN DAN KETERSEDIAAN KONDOM DENGAN PEMAKAIAN KONDOM PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI KOTA MANADO Puasa, Novilius Juniardi; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace Debbie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48707

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius terkait penyebaran HIV. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kasus HIV dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat 36.902 kasus, dan jumlahnya meningkat menjadi 57.299 kasus pada 2023 (Kemenkes RI, 2023). Salah satu kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV adalah Lelaki seks lelaki (LSL), yang didefinisikan sebagai pria yang mengidentifikasi diri sebagai homoseksual, dengan karakteristik perilaku seksual yang berisiko tinggi (Chandra et al., 2018). Berdasarkan data dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara, jumlah LSL di Kota Manado mencapai 7.362 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok LSL tergolong sebagai populasi kunci dengan risiko tinggi penularan HIV/AIDS (PKBI, 2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 97 responden yang diwawancarai dan mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom. Analisis bivariat menunjukkan nilai P untuk dukungan pasangan adalah 0,003 dan untuk ketersediaan kondom adalah 0,002. Penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Dukungan dari pasangan dan ketersediaan kondom dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kebiasaan pemakaian kondom, yang penting untuk pencegahan penularan HIV.
Makanan Etnik Minahasa dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Kandou, Grace Debbie
Kesmas Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner yang menjadi kausa utama kematian di seluruh dunia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Sulawesi Utara. Kebiasaan makan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, adat istiadat, agama dan kepercayaan berperan penting dalam proses kejadian penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kebiasaan makan etnik Minahasa terhadap kejadian penyakit jantung koroner. Penelitian di RSU Prof. Dr. R.D. Kandou ini menggunakan disain studi kasus kontrol dengan ukuran sampel 128 kasus dan 128 kontrol. Data frekuensi makan dikumpulkan dengan Food Frequency Quationnaire (FFQ). Makanan etnik Minahasa ditentukan berdasarkan 41 jenis makanan yang dikompositkan. Asam lemak jenuh pada setiap jenis makanan etnik Minahasa umumnya mengandung ALJ dengan kisaran kadar 0,01-10,46% food per 100 gram. Pengkomsumsi makanan Mihahasa dengan frekuensi makan ≥ 2 kali/ bulan berisiko PJK 4,43 kali lebih besar daripada pengkonsumsi ≤ 1 kali/ bulan setelah dikontrol dengan variabel daging babi hutan(OR=4,3 95%CI:1,66-11,05), kotey(OR=7,15 95%CI: 1,70-30,08), merokok (OR=2,76 95% CI: 1,36-5,61), usia(OR=1,96 95%CI: 1,36-2,83), jenis kelamin(OR=2,86 95%CI: 1,41-5,78) dan hipertensi (OR=5,86 95%CI: 2,94-11,66). Kebiasaan makan dengan frekuensi sering berisiko 5,4 kali lebih besar untuk terkena PJK daripada yang mempunyai kebiasaan makan jarang setelah dikontrol variabel jenis kelamin, riwayat keluarga PJK dan diabetes. Coronary Heart Disease (CHD) is the leading cause of disability and mortality in the world, including Indonesia and North Sulawesi province. There are many factors that has contribution to the development of CHD. Food habit that influenced by culture and religion is known as a risk factor. The objective of this study is to know the effect of food habit and food variety of Minahasan to the risk of CHD. The methodology used in this research was case control, with respondents drawn from the Prof. Dr. R.D. Kandou General Hospital, Manado, North Sulawesi province. The samples were consisted of 128 cases of CHD and 128 controls of noncoronary heart diseases. Eating frequencies were collected through a Food Frequency Questionnaire (FFQ). Those who were eating “ babi putar ” (roasted pork) more than twice a month had potentially 4.43 times to develop CHD compare to those who were eating less than once a month controlled by consumption of “ babi hutan ” (wild boar) (OR=4,3 95% CI: 1,66-11,05), “ kotey/sa’ut ” (OR=7,15 95% CI: 1,70-30,08), smoking (OR=2,76 95% CI: 1,36-5,61), age (OR=1,96 95% CI: 1,36-2,83), gender (OR=2,86 95% CI: 1,41-5,78) and hypertension (OR=5,86 95% CI: 2,94-11,66). Those with food habit which include higher frequency of consumption of composite of “high risk” 41 Minahasan food items has 5.4 times higher risk to develop CHD compared to those who has lower frequency, after controlled by gender, family history of CHD and Diabetes Mellitus.
Socio-economy and Related Factors Influencing Condition and Capacity of Human Excreta Disposal and Sewer Systems: A Case Study in Coastal City of Manado Kandou, Grace Debbie; Lusut, Markus T.
Kesmas Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Manado, limbah cair yang tidak diolah dari rumah tangga termasuk dari kakus dan dari aktivitas-aktivitas lain yang menghasilkan limbah cair seperti rumah makan, hotel, rumah sakit, tempat pembuangan akhir sampah, dan pasar dibuang langsung ke Teluk Manado melalui selokan dan sungai. Kondisi ini diperparah oleh kapasitas kakus yang tidak memadai dan saluran pembuangan limbah cair yang buruk. Untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi dan kapasitas sistem pembuangan yang mungkin mengakibatkan penurunan derajat kesehatan dan lingkungan, telah dilakukan kajian deskriptif di dua kecamatan di Kota Manado yang melibatkan 304 rumah tangga di Wenang dan 300 rumah tangga di Molas. Ditemukan bahwa kebanyakan rumah tangga di kedua kecamatan tersebut telah memiliki toilet, masing-masing sebanyak 83,2% di Wenang dan 75,0% di Molas. Namun, tidak ada toilet yang berteknologi modern melainkan hanya menggunakan lubang dalam, saluran terbuka, dan sungai. Akibatnya, selama tahun 2002 kasus-kasus diare mencapai 1.250 di Wenang dan 513 di Molas. Di Molas, kejadian dematitis, gastritis, dan tifoid masing-masing mencapai 1.618. 272 dan 10 kasus. Secara statistik, kondisi dan kapasitas septic tank berhubungan dengan pendidikan formal dan pengetahuan mengenai limbah cair. Untreated wastewater containing human excreta from households as well as from other wastewater-generating sources such as restaurants, hotels, hospitals, garbage disposal, and markets, is discharged directly into Manado Bay through ditches, sewers, canals, and rivers. This situation is exacerbated by inadequate capacity of human excreta disposal treatment and improper sewage system. To assess factors influencing condition and capacities of this system that may degrade human health and the environment, a descriptive study has been conducted in two districts of the City of Manado. This study involved 304 households in Wenang and 300 households in Molas district. It was found that most households in those districts have their own toilet, 83.2% and 75.0% in Wenang and Molas respectively. However, no modern technology had been adopted where open deep holes, ditches, sewers, or rivers were still being used for toilets, particularly by low income communities. During 2002 there were 513 and 1,250 diarrhoea cases reported in Molas and Wenang respectively. In Molas 1,618 dermatitis cases, 272 gastritis cases, and 10 typhoid cases were also reported. Statistically, the condition and capacity of residential septic tank were significantly correlated with the residents’ level of formal education and wastewater-related knowledge.
Population mobility and COVID-19 incidence in Indonesia: a study from North Sulawesi Province Dampi, Denada Jihan; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kandou, Grace Debbie
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 06 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i06.7802

Abstract

Purpose: The purpose of the study is to determine the relationship between the level of population mobility and the incidence of COVID-19 in 2021 in the North Sulawesi province. Methods: This quantitative research uses an ecological study. This study used secondary data from Google Mobility Reports and COVID-19 incidence data from the North Sulawesi Province Health Department. Univariate analysis describes population mobility variables in various sectors and the incidence of COVID-19, which is presented as a time series graph. In contrast, bivariate analysis is used to test the relationship between the level of mobility in various sectors and the incidence of COVID-19 through non-parametric analysis with the Spearman Rank correlation test. Results: There is a correlation between the incidence of COVID-19 and the level of mobility, with a p-value <0.05, with different levels of correlation amongst each mobility area. The correlation coefficients (r) between the incidence of COVID-19 and various regions of mobility are as follows: retail and recreation (-0.511), wholesale and pharmaceuticals (-0.398), park (-0.454), transportation (-0.570), workplace (-0.332), and housing (0.641). Conclusion: The increase in population mobility has significantly contributed to the high incidence of COVID-19 in North Sulawesi in 2021. To reduce the incidence of COVID-19, strict policies for monitoring and controlling mobility, especially in areas with high mobility, are necessary.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SANITASI KAPAL PENUMPANG DI PELABUHAN SAMUDERA BITUNG Indriya Robot, Melisa; Kandou, Grace D.; Posangi, Jimmy; Manampiring, Aaltje E.; Rombot, Dina V.; Lefrandt, Lucia I. R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31277

Abstract

Data dari KKP di Pelabuhan Samudera Bitung menunjukkan masih adanya kapal dengan vektor penularan penyakit dan sanitasi rendah, terutama terkait penyediaan air bersih dan keberadaan vektor seperti kecoa, lalat, dan tikus. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengetahuan, sikap ABK, ketersediaan SOP, dan peran petugas terkait sanitasi kapal, serta variabel yang paling berpengaruh pada sanitasi kapal penumpang di Pelabuhan Samudera Bitung. Penelitian ini merupakan survei analitik kuantitatif dengan menggunakan cross sectional study dan dilaksanakan di Pelabuhan Samudera Bitung, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, pada bulan Februari-Juli 2024. Digunakan rumus Lemeshow untuk menentukan jumlah populasi yang belum diketahui sehingga diperoleh sampel sebanyak 96 ABK dan diambil keterwakilan 32 ABK dari 3 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Samudera Bitung yaitu Kapal Doro Londa, Tilong Kabila dan Sangiang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dari peneliti sebelumnya dan lembar observasi berupa check list dari Permenkes tentang Sertifikat Sanitasi Kapal. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dan analisis menggunakan komputer dan aplikasi SPSS Versi 24 berupa analisis univariat, bivariat uji chi square dan multivariat uji regresi logistik, hasil akhir data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden umur paling banyak rentang usia ABK 46-55 tahun (36,5%), analisis univariat variabel pengetahuan ABK yang baik paling banyak (56,3%), sikap ABK yang kurang baik paling banyak (52,1%), ketersediaan SOP yang baik paling banyak (67,7%), peranan petugas yang baik paling banyak (53,1%) dan sanitasi kapal penumpang yang baik paling banyak (66,7%). Kesimpulan dari penelitian ini ialah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap ABK, ketersediaan SOP dan peranan petugas dengan sanitasi kapal penumpang di pelabuhan samudera Bitung
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado Kiling, Schwarz Y.; Kaunang, Wulan P. J.; Kandou, Grace D.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/bdnmmg27

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang dan disebabkan oleh virus SARSCoV-2 dengan munculnya kasus pertama di kota Wuhan, Cina, yang kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap hari, sehingga pemerintah Indonesia berupaya untuk dapat mengurangi kasusi COVID-19. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan (persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak dan efikasi diri) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari-September 2021 secara online pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 261 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas denganianalisis data bivariat menggunakan uji Spearman rank Cl=95% dan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi manfaat dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,018), persepsi hambatan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,000), syarat untuk bertindak dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,000) dan tidak adanya hubungan antara persepsi kerentanan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,958), persepsi keparahan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,902) dan efikasi diri dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,055). 
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow