Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SENYAWA ANTIBIOTIK DARI JAMUR SIMBION YANG TERDAPAT DALAM ASCIDIANS Didemnum molle DI SEKITAR PERAIRAN BUNAKEN-SULAWESI UTARA Bara, Robert A.; Kandou, Grace D.; Ola, Antonius R. B.; Posangi, Jimmy
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endosymbiont can be interpreted as microbes that live in colonies in the internal tissues of other higher organisms without causing adverse effects directly on the its host. Endosymbiont organisms have a huge potential to be exploited as a new natural products that are useful in medicine, agriculture, and industry. This research is focused on the antibacterial potential. Ascidians Didemnum moll speciments were collected from Manado waters. The fungal isolates were purified followed by screening their antibacterial activity towards Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa. In this study we isolated 3 fungal specimens Acremonium sp. (ADMB-1, 2 and 3). Three isolates showed potential antibacterial activity. Together with the fungal isolates, we also isolated Bacillus galacosidilyticus from the same host. This bacterial isolate also show antibacterial potency.
GAMBARAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA TENTANG PENANGGULANGAN DIARE PADA BALITA DI DESA MANGON KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Mus, Agriati Yulin; Kandou, Grace D.; Maramis, Franckie R. R.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1155

Abstract

Abstract: Diarrhea is a disease characterized by changes in the shape and consistency of stools which becomes soft until watery and increase of the frequency of defecation (more than normal three times a day). North Maluku province is one of the islands in Indonesia which is prone to diarrhea. Data of North Maluku Provincial Health Office showed that most children with diarrhea in Mangon village were under five years. This study aimed to find a description of the housewives’ behaviour in diarrhea management in children under five years in Mangon village, Sanana Sula Islands, North Maluku Province. This study was a descriptive survey. There were 91 respondents in accordance with the number of cases of diarrhea in children under five. The results showed that the knowledge about diarrhea management were categorized as good in 75 respondents (82.4%); the mother's attitude were categorized as good in 48 respondents (52.7%); and the mothers’ actions in diarrhea management were categorized as good enough in 63 respondents (69.2%). Conclusion: Most mothers of children under five in  Mangon village Sanana Sula Islands, North Maluku Province were categorized as good related to their knowledge and attitude in diarrhea management, and were categorized as good enough related to their actions. Keywords: behavior, housewives, handling of diarrhea, children under five Abstrak: Diare adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja lembek atau cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (tiga kali dalam sehari). Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu wilayah kepulauan di Indonesia yang rawan dengan gejala diare. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Propinsi Maluku Utara menunjukkan bahwa kasus diare terbanyak terdapat di Desa Mangon Kecamatan Sanana Kabupaten Sula yang terutama dijumpai pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku ibu rumah tangga tentang penanggulangan diare pada balita di Desa Mangon Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survei. Jumlah sampel sebanyak 91 responden sesuai dengan jumlah kasus diare pada balita. Hasil penelitian memperihatkan bahwa pengetahuan ibu tentang penanggulangan diare pada anak balita di desa Mangon termasuk kategori baik sebanyak 75 responden (82,4 %), sikap ibu balita yang termasuk kategori baik sebanyak 48 responden (52,7%), dan tindakan ibu balita termasuk kategori cukup sebanyak 63 responden (69,2 %). Simpulan: Sebagian besar pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap penanggulangan diare di desa Mangon Kecamatan Sanana Kabupaten Sula Propinsi Maluku Utara termasuk kategori baik sedangkan tindakan penanggulangan diare termasuk kategori cukup. Kata Kunci: perilaku, ibu rumah tangga, penaggulangan diare, balita.
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Siswa dengan Tindakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Usoh, Julita A.; Umboh, Jootje M. L.; Kandou, Grace D.
eBiomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.26547

Abstract

Abstract: Clean and healthy life behavior could be achieved by applying the principles of learning process related to school, family, and community environments. Due to this learning process, it is expected that students could analyze, interpret, and socialize their experiences in their daily lifes. This study was aimed to evaluate the relationship between knowledge and behavior and attitude about clean and healthy life among elementary school students of SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. This was an analytical survey study with a cross sectional design. Population consisted of 63 students of grade IV, V, and VI; all became samples of this study. Data were analyzed by using the chi square test (α=0.05). The chi-square test showed that the relationship between knowledge and clean and healthy life attitude obtained a p-value of 0.004, meanwhile the relationship between behavior and clean and healthy life attitude obtained a p-value of 0.002. In conclusion, there was a significant relationship between knowledge and attitude as well as between behavior and attitude about clean and healthy life among students of SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Keywords: knowledge, behavior, attitude Abstrak: Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan wujud realitas kehidupan manusia dengan menerapkan prinsip-prinsip proses belajar yang didapatkan baik dari lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dengan adanya proses belajar diharapkan siswa mampu untuk menelaah dan menafsirkan sesuatu yang setiap saat dihadapinya serta mensosialisaikan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas IV,V,VI di SD Negeri Tumbak berjumlah 63 siswa. Sampel penelitian ini mencakup seluruh populasi. Data dianalisis menggunakan uji chi square (α=0,05). Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara pengetahuan siswa dengan PHBS mendapatkan nilai p=0,004, sedangkan terhadap hubungan antara sikap siswa dengan PHBS mendapatkan nilai p=0,002. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan
THE INFLUENCE OF EATING HABITS OF MINAHASAN DISHES ON THE OCCURENCE OF CORONARY HEART DISEASE Kandou, Grace D.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 2, No 3 (2010): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.2.3.2010.1196

Abstract

Abstrak: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan masalah kesehatan jantung baik di dunia maupun di Indonesia termasuk Propinsi Sulawesi Utara, dan menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.  Penyebab terjadinya PJK multifaktorial; salah satunya adalah kebiasaan makan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, adat istiadat, agama dan kepercayaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan makan makanan etnik Minahasa terhadap kejadian PJK. Metode case control dengan 128 kasus dan 128 kontrol yang diambil dari RSU Prof. Dr. R.D. Kandou. Dilakukan pengumpulan data frekuensi makan dengan menggunakan Food Frequency Quationnaire (FFQ) untuk melihat hubungan ke-biasaan makan dengan PJK. Umumnya makanan etnik Minahasa mengandung asam lemak jenuh 0,01-10,46 % per 100 gramnya. Seseorang yang mengomsumsi jenis makanan berisiko PJK seperti babi putar dengan frekuensi makan ≥ 2 kali/bulan mempunyai kemungkinan terkena PJK 4,43 kali lebih besar dibanding dengan yang mengonsumsi ≤ 1 kali/bulan, setelah dikontrol oleh babi hutan (OR=4,3 95% CI:1,66-11,05), kotey/sa’ut (OR=7,15 95%CI: 1,70-30,08), merokok (OR=2,76 95% CI: 1,36-5,61), usia (OR=1,96 95%CI: 1,36-2,83), jenis kelamin (OR=2,86 95%CI: 1,41-5,78), dan hipertensi (OR=5,86 95%CI: 2,94-11,66). Berda-sarkan 41 jenis makanan yang dikomposit, seseorang yang mempunyai kebiasaan makan makanan etnik Minahasa dengan frekuensi sering (total skor ≥ nilai mean) mempunyai kemungkinan 5,4 kali lebih besar untuk terkena PJK dibanding dengan yang mempunyai kebiasaan makan jarang (total skor ≤ nilai mean), setelah dikontrol oleh faktor jenis kelamin, riwayat PJK dalam keluarga, dan diabetes. Kata kunci: kebiasaan makan, makanan Minahasa, asam lemak jenuh, penyakit jantung koroner.     Abstract: Coronary Heart Disease (CHD) is the leading cause of disability and mortality in Indonesia and North Sulawesi as well as the rest of the world. There are many factors that contribute to the development of CHD. Eating habits are believed to be risk factors and are influenced by culture and religion. This research explores the influence of eating habits of the Minahasans, particularly of the dishes that contain high level of fats contributing to the development of CHD. The methodology of this research involved case controls. The respondents were taken from Prof. Dr. R.D. Kandou General Hospital in Manado, North Sulawesi. The samples were divided into two groups consisting of 128 cases of CHD and 128 cases without CHD for control. Eating frequencies were obtained through Food Frequency Questionnaires (FFQ). The purpose of using these analyses was to obtain the actual effects of the eating habits involving a variety of Minahasan dishes which were believed to have had some contribution to the risks of CHD. Those who ate whole roasted pigs more than twice a month were 4.43 times more susceptible to develop CHD compared to those who ate whole roasted pigs less than once a month, after being controlled by the eating of wild boar (OR=4.3 95% CI: 1.66-11.05), banana heart and stem (OR=7.15 95% CI: 1.70-30.08), smoking (OR=2.76 95% CI: 1.36-5.61), age (OR=1.96 95% CI: 1.36-2.83), gender (OR=2.86 95% CI: 1.41-5.78),  and hypertension (OR=5.86 95% CI: 2.94-11.66). Based on the consumption of 41 kinds of Minahasan dishes, those who frequently ate these on a daily bases had a 5.4 higher probability of developing CHD with an eating habit score of ≥ mean value, compared to those who ate less frequently with an eating habit score of ≤ mean value, after being controlled by gender, family history of CHD, and diabetes mellitus. Key words: eating habit, Minahasan foods, saturated fatty acid, coronary heart disease.
PELATIHAN UJI TOURNIQUET BAGI KADER KESEHATAN SEBAGAI SALAH SATU CARA DETEKSI DINI DEMAM BERDARAH DENGUE Kandou, Grace D.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 1, No 3 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.1.3.2009.832

Abstract

Abstract: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is still a communicable disease that sometimes becomes an epidemic in certain areas in Indonesia. Although health promotion and information about prevention and erradication of this disease have been carried out by various departments, this disease remains a horrifying one since it is fatal. Deaths due to Dengue Haemorrhagic Fever are mostly caused by the delay of lay people to recognize this disease in its early stages, and as a consequence, the patient is brought to the hospital too late. The aim of this study was to find out the level of knowledge of health providers about Dengue Haemorrhagic Fever and to train them to do a tourniquet test. Methods of educating were: through speeches, health promotion, and doing tourniquet simulations. Pre-tests showed that 64% of the participants still had a low level of knowledge about early signs and symptoms of Dengue Haemorrhagic Fever. Most participants did not know how to do the tourniquet test. After receiving information and doing simulation tourniquet tests there was a significant improvement of the participants? level of knowledge about Dengue Haemorrhagic Fever and early detection of this disease before referring the patients to hospitals. Key words: Dengue Haemorrhagic Fever, tourniquet test, health providers.     Abstrak: Penyakit demam berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah penyakit menular yang kadangkala mewabah di beberapa daerah tertentu. Meskipun penyuluhan dan informasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyakit menular demam berdarah Dengue telah sering dilakukan oleh Departemen terkait, namun penyakit ini masih merupakan penyakit yang  ditakuti masyarakat karena dapat berakibat fatal yaitu kematian. Kematian akibat penyakit demam berdarah Dengue seringkali terjadi oleh karena keterlambatan masyarakat awam mengetahui diagnosis penyakit, sehingga penderita terlambat dibawa ke tempat pelayanan kesehatan (Rumah Sakit). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kader kesehatan tentang demam berdarah Dengue serta memberikan pelatihan uji tourniquet kepada kader kesehatan. Metode kegiatan  berupa ceramah, penyuluhan serta simulasi dan pelatihan. Hasil evaluasi awal (pre-test) menunjukkan bahwa terdapat 64% peserta yang masih kurang mengetahui dan memahami tanda dan gejala awal penyakit demam berdarah Dengue. Selain itu sebagian besar peserta belum mengetahui cara melakukan pemeriksaan uji tourniquet. Setelah diberikan penyuluhan dan simulasi pemeriksaan uji tourniquet terjadi perubahan yang bermakna dimana para kader menjadi tahu dan paham tentang penyakit demam berdarah Dengue serta cara deteksi dini sederhana yang dapat dilakukan sebelum merujuk penderita ke tempat pelayanan kesehatan. Kata kunci: DBD, tes tourniquet, kader kesehatan.  
HUBUNGAN KUALITAS JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS PINELENG KABUPATEN MINAHASA Walukow, Desy N.; Rumayar, Adisti A.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan perasaan pasien yang ada berdasarkan dari kinerja layanan kesehatan yang didapat karena pasien melihatnya sesuai dengan harapannya, dapat dilihat dari kualitas jasa pelayanan kesehatan diukur menggunakan lima dimensi yaitu dimensi kehandalan, jaminan, bukti fisik, empati dan ketanggapan. Tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik dan desain penelitian cross sectional. Populasi yang diambil dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang datang berkunjung di Puskesmas Pineleng pada bulan Januari – Juli 2018 dengan total jumlah 19738 pasien. Dengan menggunakan rumus slovin maka didapatkan sampel dengan jumlah 110 pasien. Analisa yang digunakan yaitu analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square, tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dalam dimensi kehandalan, jaminan, bukti fisik dan ketanggapan dengan kepuasan pasien, sedangkan tidak terdapat hubungan antara dimensi empati dengan kepuasan pasien. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan antara kualitas jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Bagi semua tenaga kesehatan diharapkan untuk dapat memperhatikan pasien dengan empati yang diberikan sehingga puskesmas pineleng dapat memberikan kualitas pelayanan yang memenuhi kepuasan pasien.   Kata kunci: Kualitas Jasa Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien  ABSTRACTPatient satisfaction is the feeling of existing patients based on the performance of health services obtained because patients see it in accordance with expectations, can be seen from the quality of health services measured using five dimensions, namely dimensions of reliability, assurance, physical evidence, empathy and responsiveness. The aim is to find out the relationship between the quality of health care services and patient satisfaction at the Pineleng Health Center in Minahasa Regency. In this study using quantitative research with analytical descriptive method and cross sectional research design. The population taken in this study were all patients who came to Pineleng Health Center in January - July 2018 with a total number of 19738 patients. Using the Slovin formula, a sample of 110 patients was obtained. The analysis used is univariate analysis and bivariate analysis with chi square test, 95% confidence level. The results of this study indicate that there is a relationship between the quality of health services in the dimensions of reliability, assurance, physical evidence and responsiveness to patient satisfaction, whereas there is no relationship between the dimensions of empathy and patient satisfaction. The conclusion is that there is a relationship between the quality of health care services and patient satisfaction at the Pineleng Health Center in Minahasa Regency. For all health workers it is expected to be able to pay attention to patients with empathy given so that the pineleng health center can provide quality services that meet patient satisfaction. Keywords: Quality of Health Services, Patient Satisfaction
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN DALAM PENGGUNAAN GARAM BERYODIUM DI DESA LEMOH UNER KECAMATAN TOMBARIRI TIMUR Oroh, Cendy A.A.; Kandou, Grace D.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kekurangan yodium dapat mengakibatkan berbagai gangguan yang dikenal sebagai GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium). Data dari Puskesmas Lolah 2013-2015 wilayah kerja Lemoh Uner, menyatakan bahwa saat ini ada sekitar 7  orang terkena gondok, 1  orang anak yang retadasi mental di Lemoh ,  1  lahir cacat (bibir sumbing),1 lahir prematur dan meninggal,   ,1 Ibu yang meninggal karena Eklamsi. Salah satu penanggulangan GAKY,  yaitu  pemberian  garam  beryodium.  Mengetahui hubungan  antara  pengetahuan dan  sikap  masyarakat dengan penggunaan garam beryodium diDesa Lemoh Uner Kecamatan Tombariri Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah 178 KK dengan sampel 65 Ibu Rumah Tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Purposive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan cairan iodine test. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Square pengetahuan dengan tindakan dalam penggunaan garam beryodium (p  =  0,01), sikap dengan tindakan dalam penggunaan garam beryodium (p = 0,020. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan dalam penggunaan garam beryodium di Desa Lemoh Uner Kecamatan Tombariri Timur.   Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, dan Garam Beryodium     ABSTRACT   Iodine deficiency can lead to many variety of disorders known as IDD (Iodine Deficiency Disorders). Data from 2013-2015 Lolah’s Puskesmas(clinic) Lemoh Uner’s working area, stating that there are currently about 7 people affected by goiter, 1 child mental retadation in Lemoh, 1 birth defects (cleft lip), 1 was born prematurely and died, one mother died of eclampsia. One of IDD prevention, namely the provision of iodized salt. Knowing the relation between knowledge and attitudes in the use  of iodized salt in Lemoh Uner village District of East Tombariri. This research is descriptive analytic approach is cross sectional. The study population was 178 households with  sample of 65 Housewife. Sampling technique using Sampling Purposive. The instrument used   questionnaire and liquid of iodine test. Based on the results of statistical analysis using Chi Square test, knowledge with action in the use of iodized salt (p = 0.01), attitude with actions in the use of iodized salt (p = 0.020). There is a relation between knowledge and attitudes with actions in the use of iodized salt in the Village Uner Lemoh District of East Tombariri.   Keywords: Knowledge, Attitude, Action, and iodized salt
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA GAMER ONLINE PENGGUNA KOMPUTER DI WARUNG INTERNET M2G SUPERNOVA MALALAYANG Manuputty, Jefrains Ch; Sekeon, Sekplin A. S.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan game online disebabkan oleh individu yang tidak bisa berhenti bermain game dan melakukan hal tersebut secara terus- menerus dan tidak bisa melepaskan kebiasan untuk bermain game online. Seseorang yang bermain game yang terlalu lama dan tidak memperhatiakn waktu untuk tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur. Tidur atau beristirahat sama halnya dengan kebutuhan dasar lainnya dimana jika seseorang mengalami masalah tidur dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur pada gamer online pengguna komputer di warung internet M2G Supernova Malalayang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ini bersifat observasional analitik untuk menganalisis hubungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2019. Subjek penelitian adalah 43 orang. Instrumen atau alat ukur yang digunakan dalam penelitian yaitu kuisoner PSQI dan kuioner kecanduan game. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square dengan p = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecanduan game online 24 orang dengan persentase 55,8% dan yang tidak kecanduan game online  19 orang dengan persentase 44,2%. Hasil uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur dengan nilai p= 0,011. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecanduan game online memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur. Kata kunci : Kecanduan game online, kualitas tidur ABSTRACT Addicted online games are caused by individuals who can not stop playing games and do so continuously and can not let go of the habit to play online games. A person who is playing a game too long and does not notice time to sleep can affect the quality of sleep. Sleep or rest as well as other necessities where if a person is experiencing sleep problems can affect the quality of his sleep. The purpose of this research is to know the relationship between addicted to playing online games with quality sleep on online games computer users in Internet stalls M2G Supernova Malalayang. This type of quantitative study with the research design is analytical observational to analyze relationships. The study was conducted in August-September 2019. The research subject is 43 people. The instrument or measuring device used in the study was the Kuisoner PSQI and Kuioner game addiction. The analysis of the data used is univariate and bivariate analysis using Chi-square with P = 0.05. The results of this study showed that online gaming addiction is 24 people with a percentage of 55.8% and that is not addicted to online gaming 19 people with a percentage of 44.2%. Statistical test results show that there is a link between online game addiction with sleep quality with a value of P = 0.011. The conclusion of this research is that online gaming addiction has a meaningful relationship with the quality of sleep. Keywords: addictde online games, sleep quality
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS PEKERJAAN DAN PENDAPATAN DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS DI DESA WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Nandar, Stenly T.; Kandou, Grace D.; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan puskesmas adalah penggunaan puskesmas sebagai prioritas utama masyarakat ketika mencari pengobatan ataupun pelayanan kesehatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas yaitu tingkat pendidikan, status pekerjaan dan pendapatan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan tingkat pendidikan, status pekerjaan dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Februari – Juli 2018. Populasi berjumlah 833, sampel berjumlah 90 responden. Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proporsional, selanjutnya pengambilan sampel secara simple random sampling. Alat ukur adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Fisher Exact test dengan nilai α = 0,05. Persentase responden pendidikan lanjut 44,4%, pendidikan dasar 55,6%. Persentase responden tidak bekerja 12,2%, bekerja 87,8%. Persentasi responden pendapatan tinggi 42,2%, pendapatan rendah 57,8%. Hasil uji statistik Fisher Exact test terhadap hubungan tingkat pendidikan dan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value = 0.013, terhadap hubungan status pekerjaan dan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value = 0.520, terhadap hubungan pendapatan dan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value = 0.008. Kesimpulannya terdapat hubungan tingkat pendidikan dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara dan tidak terdapat hubungan status pekerjaan dengan pemanfaatan puskesmas di Desa Wori Kabupaten Minahasa Utara. Saran untuk puskesmas harus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat harus melakukan pola hidup sehat dan memanfaatkan puskesmas.Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Pemanfaatan PuskemasABSTRACTUtilization of Health Center is the use of Health Center as the main priority of society when seeking treatment or health service. Several factors influencing the utilization of Health Center are education level, employment status and income. The purpose of this study is to analyze the relationship level of education, employment status and income utilization of Health Centers in Wori Village, Wori Subdistrict, North Minahasa District. This research use analytical survey method withapproach cross sectional. Conducted in Wori Village Wori Subdistrict, North Minahasa District in February - July 2018. Population amounted to 833, the sample amounted to 90 respondents. Determination of sample using probability sampling technique with proportional method, then sampling by simple random sampling. Measuring tool is a questionnaire. Data analysis used Fisher Exact test with α = 0,05. Percentage of respondents of continuing education 44.4%, basic education 55.6%. Percentage of respondents did not work 12.2%, worked 87.8%. Percentage of high income respondents 42.2%, low income 57.8%. The result ofstatistic Fisher Exact test toward the correlation of education level and utilization of Health Center obtained p value = 0.013, to the relationship of occupation status and utilization of Health Center obtained p value = 0.520, to the relation of income and utilization of puskesmas obtained p value = 0.008. In conclusion, there is a correlation between education and income level with utilization of Health Center in Wori village of North Minahasa regency and there is no correlation between employment status and utilization of Health Center in Wori village of North Minahasa regency. Suggestions for Health Center should maximize services to the community and the community should adopt healthy lifestyles and utilize the Health Center.Keywords: Health Center, Health Service, Income, Employment, Education.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDUDUK DI KELURAHAN KINILOW KECAMATAN TOMOHON UTARA KOTA TOMOHON Sampe, Lidya Ferawati; Kandou, Grace D.; Sekeon, Sekplin A.S.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup diartikan sebagai persepsi individu mengenai keberfungsian mereka dalam bidang kehidupan. Indonesia berada pada peringkat ke 19 berdasarkan Indekx Kualitas Hidup 23 Negara di Asia. Salah satu penunjang kualitas hidup adalah dukungan sosial. Dukungan sosial terkait dengan informasi atau nasehat verbal dan non verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat dari kehadiran orang sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penduduk Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon. Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kinilow pada bulan April-Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini yaitu penduduk berusia ≥ 17 tahun dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 96 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan CI = 95% dan α = 0,05. Hasil analisis bivariat antara dukungan sosial dengan kualitas hidup menunjukkan P = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kinolow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.Kata Kunci: Dukungan Sosial, Kualitas HidupABSTRACTQuality of life is defined as the individual's perception of their functioning in the sphere of life. Indonesia is ranked 19th by the Quality of Life Index of 23 Countries in Asia. One of the supporting qualities of life is the social support. Social support is associated with verbal and non-verbal informations or advices, concrete help, or action provided by social intimacy or derived from the presence of people nearby. The purpose of this research was to determine the relationship between social support and quality of life of the residents in Kinilow Sub-District, Tomohon Utara District, Tomohon. This research was an observational study with cross-sectional research design. This research was conducted in Kinilow Sub-District in April-July 2017. The population in this research were residents aged ≥ 17 years old and the sampling technique used was multistage random sampling with the total of 96 respondents. Instrument in this research was questionnaire. Data analysis included univariate and bivariate analysis with the use of Chi-Square test with CI = 95% and α = 0,05. The result of bivariate analysis between social support and quality of life showed P = 0,000. The conclusion of this research was that there was a significant relationship between social support and quality of life of residents in Kinilow Sub-District, Tomohon Utara District, Tomohon.Keywords: Social Support, Quality of Life
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow