Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR, STATUS GIZI DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANIKI BAWAH KOTA MANADO Kahfi, Muhammad; Kandou, Grace D.; Rattu, A. J.M
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah suatu penyakit saluran napas bawah (lower respiratory tract) akut yang disebabkan oleh infeksi disertai demam. Menurut World Health Organitation (WHO), pada tahun 2015 terjadi kasus kematian pada anak dibawah usia lima tahun akibat pneumonia sebanyak 922.000 (15%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir, status gizi dan status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak berumur 12-59 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Pada Januari 2017, diperoleh data dari Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado yaitu sebanyak 2506 balita yang datang untuk berobat dan total sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 96 balita. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square (α=0, 05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 (19,8%) balita menderita pneumonia dan sebanyak 77 (80,2%) balita bukan menderita pneumonia. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi (p=0,001) dan status imunisasi (p=0,004) dengan kejadian pneumonia pada balita sedangkan berat badan lahir (p=0,256) tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan kejadian pneumonia pada balita.Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Berat badan lahir, Status Gizi, Status Imunisasi.ABSTRACTPneumonia is a disease of the lower respiratory tract (LRT) caused by acute infection accompanied by fever. According to the World Health Organitation (WHO), by the year 2015 case of death in children under five years of age due to pneumonia as much 922,000 (15%). The purpose of this research is to know the relation between birth weight, nutritional status and the status of immunization with pneumonia on toddlers in the region Paniki Bawah Manado city Clinics. This research use analytic observational method with cross sectional approach. The population in this research is children from 12-59 month in the work of the Paniki Bawah Manado city Clinics. In January 2017, obtained data from Clinics Paniki Bawah Manado city that is as much as the 2506 toddlers who came for medical treatment and the total sample in this research that is as much as 96 toddlers. Bivariat analysis performed using Chi Square test (α = 0, 05). The results showed that as many as 19 (19.8%) toddlers suffering from pneumonia and as much as 77 (80.2%) toddler is not suffering from pneumonia. The results of the analysis of the statistics shows that there is a meaningful relationship between the nutritional status (p = 0.001) and immunization status (p = 0,004) with the incidence of pneumonia on toddlers while birth weight (p = 0,256) there is no meaningful relationship with the incidence of pneumonia in toddlers. There are two independent variables that are associated with the incidence of pneumonia in babies in the region Paniki Bawah Manado city Clinics, namely nutritional status and immunization status while variables unrelated is birth weight.Key Words: Pneumonia, Toddler, Birth Weight, Nutritional Status, Immunization Status
ANALISIS PROSEDUR PENGAJUAN KLAIM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO Manaida, Risky Joko; Rumayar, Adisti A.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klaim BPJS adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak rumah sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Klaim BPJS yang tidak layak untuk rawat jalan dan rawat inap di RSU Pancaran Kasih GMIM selama 1 tahun (2015-2016) sebanyak 67 berkas rawat jalan dan 205 berkas untuk rawat inap. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis prosedur pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rawat Inap RSU Pancaran Kasih GMIM Manado menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview yang diambil dari 4 informan. Pemeriksaan atau pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian diperoleh untuk rekapitulasi pelayanan masih terdapat hal-hal yang perluh diperbaiki antara lain banyak perawat dan juga DPJP yang masih sering salah dalam mengisi tanggal masuk perawatan dan tanggal keluar, berkas yang tidak terisi diagnosa penyakit dan perlu konfirmasi lagi dengan dokter yang menangani pasien tersebut selain itu untuk berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang perluh diperbaiki oleh pihak rumah sakit mulai dari diagosa dari dokter yang tidak tepat, perbedaan koding antara rumah sakit dan koding BPJS dan hasil pemeriksaan penunjang yang tidak ada berkasnya. Kesimpulan yang di dapat adalah Prosedur pengajuan klaim untuk poin rekapitulasi pelayanan dan berkas pendukung pasien dan bukti pelayanan lainnya masih ada hal-hal yang masi perlu di perbaiki lagi oleh pihak rumah sakit. Saran bagi RSU Pancaran Kasih untuk memperkuat kerja sama dengan dokter dan perawat agar tidak terjadi kesalahan penulisan data pasien dan untuk BPJS agar lebih memperbanyak pelatihan mengenai pengajuan klaim BPJS kesehatan dengan pihak RSU Pancaran Kasih GMIM Manado.Kata Kunci: Klaim BPJS, Rawat Inap, Rumah Sakit, BPJS Kesehatan,ABSTRACTClaim BPJS is the Submission of patient care costs BPJS participants by the hospital to the BPJS Health, Done collectively and billed to the BPJS Health every month. Inadequate BPJS for outpatient and inpatient in GMIM Pancaran Kasih General Hospital for 1 year (2015-2016) ofoutpatient and 205 files for hospitalization. This research aims to analyse the procedure of claim submission Social Security Administering Agency (BPJS) Health in Patient Hospital Pancaran Kasih General Hospital GMIM Manado, using qualitative method with indepth interview taken from 4 informants. Examination or checking of data validity using source triangulation and method triangulation. The result obtained for the recapitulation of services there are still that need to be improved among others, many nurses and DPJP are still often wrong in filling the date of admission and the date of exit, files that are not filled with disease diagnoses and need to be confirm again with the doctor who handles the patient in addition to the patient support files and evidencet of other services there are still that need to be repaired by the hospital, ranging from diagnoses from inappropriate doctors, coding differences between hospitals and BPJS coding and results of investigations that have no file. The conclusion that can be obtained are the claiming procedure of service recapitulations points and patient support files and other proof of service there still that need to be fixed by the hospital. Suggestion for Pancaran Kasih General Hospital is to strengthen cooperation with doctors and nurses to avoid errors in writing patient data and for BPJS to further increase training on BPJS Health claim submission with Pancaran Kasih General Hospital GMIM Manado.Keywords: Claim BPJS, Inpantient Care, BPJS Health
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA TERHADAP PENULARAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIRIAN WERU KOTA BITUNG Aprelia, Dwiyanti; Asrifudin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan pemahaman yang kurang tentang pencegahan penularan TB paru menyebabkan ketidak mampuan anggota keluarga untuk melakukan perannya dalam merawat penderita yang akan menyebabkan timbulnya kecemasan kepada anggota keluarga lainnya. Timbulnya reaksi kecemasan pada keluarga yang merawat penderita tuberkulosis akan mengalami ketakutan keluarga dalam merawat penderita. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anggota keluarga terhadap penularan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di di Wilayah Kerja Puskesmas Girian Weru Kota pada bulan Mei - Noember tahun 2019. Untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, umur, pendidikan dan pengetahuan dengan kecemasan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, umur, pendidikan dan pengetahuan dengan kecemasan anggota keluarga terhadap penularan TB paru di wilayah kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung. Kata Kunci: Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Kecemasan, Tuberkulosis ABSTRACTLack of knowledge and understanding of prevention of pulmonary TB transmission causes the inability of family members to perform their role in caring for sufferers which will cause anxiety to other family members. The emergence of anxiety reactions in families who care for tuberculosis sufferers will experience family fears in caring for sufferers. The aims of this study is to determine the factors associated with family members' anxiety about pulmonary TB transmission in the work area of Girian Weru Public Health Center in Bitung City. This research is a quantitative descriptive analytical study. This research was conducted in the Work Area of Girian Weru City Health Center in May – November 2019. To determine the correlation between knowledge, attitude and anxiety using the Spearman Rank test. Results of this study shows that there is a correlation between gender, age, education and knowledge with family members' anxiety about the transmission of pulmonary TB in the work area of the Girian Weru Public Health Center in Bitung City. Keywords: Gender, Age, Education, Knowledge, Anxiety, Tuberculosis
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA MANADO Ekaristi, Pongtuluran; Kandou, Grace D.; Mayulu, Nelly
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI secara optimal sangat penting. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu penentu kesuksesan pemberian ASI eksklusif 6 bulan. Manfaat IMD diantaranya adalah mengurangi resiko terjadinya kematian ibu, meningkatkan kemungkinan keberhasilan ASI eksklusif 6 bulan, mencegah kematian neonatal, dan meningkatkan kedekatan dan rasa kasih sayang antara ibu dan bayi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif di Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik penentuan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di lima wilayah kerja Puskesmas yang ada di Kota Manado, yaitu wilayah kerja Puskesmas Tuminting, wilayah kerja Puskemas Paniki Bawah, wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru, wilayah kerja Puskesmas Kombos, dan wilayah kerja Puskesamas Bahu pada 193 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α = 0,05. Diperoleh nilai p = 0,014, berarti nilai p lebih kecil dibandingkan nilai α. Sehingga dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan pemberian ASI eksklusif di Kota Manado. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) harus dilaksanakan untuk keberhasilan pemberian ASI eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi.Kata kunci: Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Pemberian ASI Eksklusif.ABSTRACTThe optimal breastfeeding is very important. Early initiation of breastfeeding is one of the determinant of successful exclusive breastfeeding for 6 months. The benefits of early initiation of breastfeeding are included by reducing the risk of maternal mortality, increasing the chance of 6 months success exclusive breastfeeding, prevent neonatal death, and increase the sense of closeness and affection between mother and the baby. The purpose of this study is to analyze the relationship of early initiation of breastfeeding with exclusive breastfeeding in Manado. This research is an analytic survey with the approach of cross-sectional study design and using total sampling technique. This research was conducted in 5 work areas of public health care center in Manado; they are Tuminting health care center, Paniki Bawah health care center, Ranotana Weru health care center, Kombos health care center, and Bahu health care center on mothers who have baby 0-12 months. Data analysis using Chi-Square test with α = 0,05. The result of statistical test p-value is 0,014, which means p-value is lower than α. So, it can be concluded that there is a relationship of early initiation of breastfeeding with exclusive breastfeeding in Manado. Early initiation of breastfeeding should be implemented for the successful of exclusive breastfeeding as well as for the sake of health to the mother and the baby.Keywords: Early Initiation of Breastfeeding, Exclusive Breastfeeding.
KEBIASAAN KONSUMSI ALKOHOL DAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 35-59 TAHUN DI KOTA BITUNG Makaremas, Jane Elsada; Kandou, Grace Debbie; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan alkohol yang berlebih dapat meningkatkan resiko hipertensi. Dampak konsumsi alkohol beragam pada setiap orang  tergantung pada durasi konsumsi dan jumlah alkohol yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Subjek penelitian yaitu laki-laki yang berusia 35-59 tahun. Jumlah sampel sebanyak 98 yang dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow. Variabel penelitian yaitu lama konsumsi alkohol, jumlah alkohol yang dikonsumsi dan kejadian hipertensi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 35-59 tahun di Puskesmas Paceda kota Bitung (p= 0,000). Semakin lama konsumsi alkohol maka semakin tinggi tekanan darah (nilai r positif). Keeratan hubungan masuk kategori sedang (r= 0,435). Selanjutnya, ditemukan juga adanya hubungan yang bermakna antara jumlah konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 35-59 tahun di Puskesmas Paceda kota Bitung (p= 0,000). Semakin banyak konsumsi alkohol maka semakin tinggi tekanan darah (nilai r positif). Keeratan hubungan masuk kategori sedang (r= 0,463). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dengan kejadian Hipertensi. Berdasarkan hal ini maka diperlukan tindakan pengendalian konsumsi alkohol melalui kebijakan pembatasan peredaran minuman beralkohol di kota Bitung. Kata Kunci: Kebiasaan konsumsi alkohol, Kejadian Hipertensi, Puskesmas Paceda ABSTRACTExcess alcohol intake can increase the risk of hypertension. The impact of alcohol consumption varied on each person depend on the duration of consumption and the amount of alcohol consumed. The purpose of this research is to know the relation between alcohol consumption habits with occurrence of hypertension. This research is observational research. The subject of research, namely men aged 35-59 years. The number of samples as much as 98 that is calculated by using the formula Lemeshow. Research variables i.e. long consumption of alcohol, the amount of alcohol consumed and the incidence of hypertension. Data analysis using the Spearman Rank test. The results showed that there is a meaningful relationship between the old alcohol consumption with the incidence of hypertension in men aged 35-59 years in the health Paceda the town of Bitung (p = 0.000). The longer the consumption of alcohol then the higher blood pressure (positive r value).Closeness relations go in the category medium (r = 0.435). Furthermore, also found the existence of a meaningful relationship between the amount of alcohol consumption with incident hypertension in men aged 35-59 years in the health Paceda the town of Bitung (p = 0.000). The more alcohol consumption then the higher blood pressure (positive r value). Closeness relations go in the category medium (r = 0.463). The conclusions of this study, namely the existence of a relationship between alcohol consumption habits with occurrence of hypertension. Based on this then required control measures of alcohol consumption through policy restrictions on the circulation of alcoholic drinks in the town of Bitung. Keywords: Alcohol consuption habits, hypertension, Puskesmas Paceda
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DAN STRES DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI DI DESA TARABITAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Manggopa, Renny S.; Ratag, Budi T.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi. Di Indonesia pada tahun 2013 hasil penelitian riset kesehatan dasar menunjukan bahwa dengan menggunakan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan prevalensi tertinggi terdapat pada Provinsi Sulawesi Utara (15,0%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dan stres dengan kejadian penyakit hipertensi di Desa Tarabitan Kecamatan Likupang Barat. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study (studi potong lintang). Penelitian ini dilakukan di Desa Tarabitan Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Tarabiatan dengan Kecamatan Likupang Barat yang berjumlah 938 orang dengan jumlah sampel 145 responden yang diambil menggunakan teknik pengambilan sampel aksidental. Data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder. Alat ukur menggunakan tensimeter untuk mengukur tekanan darah dan kuesioner untuk mengukur kebiasaan merokok dan stres. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi squre (α = 0.05; CI=95%). Hasil uji statistik menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi (p=0,000) dan terdapat hubungan antara stress dengan kejadian hipertensi (p=0,000).Kata kunci : Hipertensi, Kebiasaan merokok, StresABSTRACTOne of the Non Communicable Disease that become a very serious health problem today is hypertension. In 2013 in Indonesia the results of basic health research showed that using individual analytical units shows that nationally 25.8% of population in Indonesia suffer from hypertension. Based on the diagnosis of health workers, the highest prevalence is in North Sulawesi Province (15.0%). The purpose of this research is to determine the relationship between smoking and stress with the incidence of hypertension disease in Tarabitan Village, West Likupang District. Type of descriptive analytic research with cross sectional study design. This research was conducted in Tarabitan Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. The population in this research is the citizens of Tarabiatan Village, West Likupang District, (938 people) with a total sample of 145 respondents taken using accidental sampling technique. The data was collected through primary and secondary data. The measuring instrument used was a tensimeter to measure the blood pressure and the questionnaires to measure the smoking habit and stress. The data analysis that used is univariate and bivariate analysis using chi squre test (α = 0.05; CI = 95%). The result of statistical test shows that there is a associated between smoking habit and hypertension incidence (p = 0,000) and there is associated between stress with incidence of hypertension (p = 0,000).Keywords: Hypertension, Smoking Habit, Stress
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO TAHUN 2017 Wartono, Jarod Ariyanto; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan penyebab kematian menular terbesar pada anak-anak di seluruh dunia dan membunuh 920.139 anak-anak di bawah usia 5 tahun pada tahun 2015. Tingginya angka kasus tersebut maka perlu untuk membuat pemetaan sebaran kasus menggunakan SIG. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran epidemiologi kejadian pneumonia pada balita di puskesmas Tuminting Kota Manado tahun 2017 berdasarkan kepadatan penduduk, ketinggian wilayah dan sosial Ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sitem Informasi Geografi. Sampel dalam penelitian sebanyak 39 kejadian pneumonia pada balita tahun 2017. Data yang digunakan adalah data sekunder Puskesmas Tuminting Kota Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran spasial kejadian pneumonia pada balita paling banyak di kelurahan Sumompo dan paling sedikit di kelurahan Islam. Penderita pneumonia pada balita berdasarkan kepadatan penduduk lebih banyak tinggal di daerah tidak padat penduduk. Penderita pneumonia pada balita berdasarkan ketinggian wilayah bahwa paling banyak kejadian pneumonia pada balita terjadi di daerah dengan ketinggian yang rendah. Penderita pneumonia pada balita berdasarkan sosial ekonomi bahwa paling banyak tingkat pendidikan yang rendah. Saran kepada instansi dan juga masyarakat yaitu melakukan pendidikan dalam bentuk penyuluhan dan masyarakat mengetahui dampak dari bahaya penyakit pneumonia terlebih pada balita.Kata kunci : analisis spasial, kepadatan penduduk, ketinggian wilayah, sosial ekonomiABSTRACTPneumonia is the largest contagious cause of death in children worldwide and killed 920,139 children under 5 years of age in 2015. The high number of cases is necessary for mapping the distribution of cases using GIS. The purpose of this study was to determine the epidemiological distribution of pneumonia in children under five at Tuminting health center in Manado City in 2017 based on population density, regional height and economic social. This study uses a Geographic Information System approach. Samples in the study were 39 cases of pneumonia in toddlers in 2017. The data used were secondary data on Tuminting Health Center in Manado City.The results showed that the spatial picture of the incidence of pneumonia in children under five was highest in Sumompo village and at least in the Islamic ward. Patients with pneumonia in toddlers based on more population density live in non-densely populated areas. Patients with pneumonia in toddlers based on height of the region that the most occurrence of pneumonia in toddlers occurs in areas with low altitude. Patients with pneumonia in children under five years of age are based on socio-economic that the highest level of education is low. Suggestions for institutions and the community are education in the form and danger.Keywords: spatial analysis, population density, regional height, socio-economic
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DOKTER DAN PERAWAT DI PUSKESMAS TANAWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Paulu, Pingkan Prila; Tucunan, A. A.T; Kandou, G. D
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien didefinisikan sebagai respon terhadap ketidak sesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian. Pelayanan yang memuaskan dan berkualitas akan membentuk loyalitas pasien, dan kepuasan sangat erat hubungannya dengan “word of mouth”, maka pelayanan yang memuaskan tersebut juga akan mendatangkan pelanggan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara pelayanan dokter dan perawat dengan kepuasan pasien di Puskesmas Tanawangko. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif yang bersifat survey analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang. Tempat penelitian di Puskesmas Tanawangko Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa. Waktu penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2018. Analisis data adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang menyatakan pelayanan dokter baik 57% dan kurang baik 43%; responden yang menyatakan pelayanan perawat baik 52% dan kurang baik 48%; responden yang meras puas 54% dan kurang puas 46%. Hubungan antara pelayanan dokter dan kepuasan pasien mempunyai p value sebesar 0,001; p value pelayanan perawat dengan kepuasan pasien sebesar 0,001. Hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pelayanan dokter dan perawat dengan kepuasan pasien di Puskesmas Tanawangko. Dokter dan perawat diharapkan agar lebih meningkatkan kedisiplinan yaitu datang tepat waktu agar pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat, sehingga pelayanan yang ada di puskesmas tanawangko menjadi semakin baik. Untuk masyarakat diharapkan agar dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas agar tercapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, serta untuk institusi yaitu dapat menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini.Kata kunci: Pelayanan Dokter, Pelayanan Perawat, Kepuasan PasienABSTRACTPatient satisfaction is defined as a response to a discrepancy between the level of previous importance and the actual performance that he feels after use. Satisfying and quality service will shape patient loyalty, and satisfaction is closely related to “word of mouth”, so that satisfying service will also bring in new customers. There purpose of this study was to find out there was a relationship between the service of doctors and nurses with patient satisfaction of national health insurance participants at the Tanawangko Health Center.Method the research used is quantitative with analytic survey with cross sectional study or cross sectional study. The research site was in the Tanawangko Health Center, Tombariri District, Minahasa Regency. Research time is carried out in September-October 2018. Data analysis is univariate and bivariat with Chi-square statistical tests.The results showed that respondents who stated a good physician services 57% and 43% less well; respondents who stated a good nurse services 52% and 48% less well; respondents who were satisfied 54% and less satisfied 46%. The relationship between doctor and patient satisfaction service have a p value of 0,001; p value patient satisfaction with nurse services of 0,001. Results of the study can be concluded there is a relationship between service doctors and nurses with patient satisfaction in the health Tanawangko. For doctors and nurses are expected to further improve discipline, namely to arrive on time so that the service becomes faster and more accurate, so that the services available at the Tanawangko Health Center are getting better. For the community, it is expected to be able to utilize the existing health services in the Health Center to achieve the highest degree of health, as well as for institutions that can be a reference for further researchers to develop this research.Keywords: Doctor’s Service, Nurse Service, Patient Satisfaction
ANALISIS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA) KOTA BITUNG Marthin, Winda Bellatrix; Kandou, Grace D.; Tucunan, Ardiansa A.T.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun perlu memperhatikan pelaksanaan program penanggulangannya. Keterlibatan pemerintah sangat penting dilakukan mengingat belum adanya kesamaan cara pandang dalam merespons masalah HIV/AIDS, keterbatasan anggaran, belum optimalnya mekanisme koordinasi dalam perencanaan, hingga kurangnya fokus pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memprioritaskan masalah HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan kebijakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bitung, dengan jumlah informan yaitu 5 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam dan observasi dokumen. Analisis data dengan memakai metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan dalam pelaksanaan kebijakan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bitung, untuk penguatan kemitraan, sistem kesehatan dan sistem masyarakat, peningkatan koordinasi antara para pemangku kepentingan dan mobilisasi penggunaan sumber dana di semua tingkat, pengembangan intervensi struktural, dan penerapan perencanaan, prioritas dan implementasi program berbasis data sudah berjalan dengan cukup baik.Kata Kunci: Kebijakan, Pencegahan dan Penanggulangan, HIV/AIDSABSTRACKThe increasing cases of HIV/AIDS from year to year need to pay attention to the implementation of the prevention program. The involvement from the government is very crucial given the lack of equal views in responding HIV/AIDS cases, budget constraints and the lack of coordination mechanism in planning, to the lack of focus from the government whether from the central or local government to prioritized HIV/AIDS issues. The purpose of this research is to determine the implementation of HIV/AIDS policies in terms of prevention and treatment programs in the commission for AIDS control or Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) of Bitung City. The type of research used in this study is qualitative research with the aim to gain in-depth information regarding the implementation of the AIDS prevention program and treatment policies in KPA Bitung, in which there are five different research infomants namely the KPA’s secretary of North Sulawesi, the KPA’s secretary of Bitung city, the manager of HIV/AIDS program of Bitung city, and the counselor of PLWHA and PLHIV. Data analysis using content analysis method. Based on the results of this research that has been done, it could be concl.uded that in the implementation of HIV/AIDS prevention and treatment policies in the Commission for AIDS Control or KPA in the city of Bitung, to improving the partnerships, the health and community systems and to enhanced the coordination between the stakeholders and mobilizing the use of funds in every level, the development of structural interventions, and the implementation of the data-based planning, the prioritization and implementation of programs is working well enough.Keywords: Policy, Prevention and Control, HIV/AIDS
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GIRIAN WERU KOTA BITUNG Hartina, Sitti; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB Paru yaitu penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui percikan dahak. Data dari WHO Indonesia salah satu Negara dengan beban penyakit TB tertinggi di dunia. Tahun 2018, tiga puskesmas dengan kejadian TB Paru tertinggi di Kota Bitung yaitu salah satunya Puskesmas Girian Weru. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor risiko dari pendidikan, pendapatan, riwayat kontak dengan penderita dan kebiasaan merokok. Penelitian ini yaitu penelitian epidemiologis dengan analitik observasional dengan desain case control study dan metode total sampling yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Girian Weru Kota Bitung pada bulan Juli – Agustus 2019. Populasi penelitian yaitu menderita TB Paru yang tecatat di buku register puskesmas bulan Januari - Mei 2019. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 38 kasus yang menderita TB Paru BTA positif dan 38 kontrol yang tidak menderita TB Paru dan tinggal berdekatan dengan penderita dengan matching jenis kelamin dan kelompok umur. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner, dan analisis data dengan menggunakan uji chi-square (a= 0,05), Odds Ratio (OR), dan CI 95%. Hasil penelitian ini pendidikan dengan kejadian TB Paru (p>a = 0,287), pendapatan dengan kejadian TB Paru (p>a = 0,103), riwayat kontak dengan kejadian TB Paru (p>a  = 0,488), dan kebiasaan merokok dengan kejadian TB Paru (p< a = 0,047 OR = 2,727 CI 95% = 0,992 – 7,499). Variabel yang memiliki risiko dengan kejadian TB Paru yaitu kebiasaan merokok dengan OR =  2,727, sedangkan variabel yang tidak memiliki risikodengan kejadian TB Paru yaitu pendidikan, pendapatan dan riwayat kontak. Kata Kunci : TB Paru, Pendidikan, Pendapatan, Riwayat Kontak, Kebiasaan Merokok ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis which is transmitted through sputum splash. Data from WHO Indonesia is one of the countries with the highest TB burden in the world. In 2018, three puskesmas with the highest incidence of pulmonary tuberculosis in Bitung City, one of which was the Puskesmas Girian Weru. The purpose of this study is to determine the risk factors of education, income, history of contact with sufferers and smoking habits. This research is an epidemiological study with observational analytic with case control study design and total sampling method which was carried out in the Girian Weru Community Health Center in Bitung City in July - August 2019. The study population is suffering from pulmonary tuberculosis recorded in the puskesmas register in January - May 2019. The number of samples used were 38 cases with positive smear pulmonary tuberculosis and 38 controls who did not suffer from pulmonary TB and lived close to patients with matching sex and age groups. Research instruments using questionnaires, and data analysis using chi-square test (a = 0.05), Odds Ratio (OR), and Confidence Interval 95%. The results of this study are education with pulmonary tuberculosis is (p> a = 0.287), income with pulmonary tuberculosis is (p> a = 0.103), history of contact with pulmonary tuberculosis is (p> a = 0.488), and smoking habits with pulmonary tuberculosis is (p <a = 0.047 OR = 2.727 95% CI = 0.992 - 7.499). The variables that have a risk of pulmonary tuberculosis incidence are smoking habit with OR = 2.727, while the variables that do not have the risk of pulmonary tuberculosis incidence are education, income and contact history. Keywords : Pulmonary Tuberculosis, Educations, Income, Contact History, smoking habits
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow