Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Momuat, Trully; Kandou, Grace D.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok balita merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi, dan masalah gizi yang terjadi diusia balita dapat bersifat tidak dapat pulih. Salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi balita adalah faktor sosial ekonomi, dimana masyarakat dengan status sosial ekonomi yang rendah lebih cenderung mengalami masalah gizi kurang dibandingkan dengan golongan sosial ekonomi menengah keatas. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi balita di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Populasi penelitian ini adalah balita dengan usia 6-24 bulan, dan sampel dalam penelitian ini yaitu total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik fisher’s Exact pekerjaan ibu (BB/U nilai p = 0,204, PB/U nilai p = 1,000, BB/PB nilai p = 0,090), pendidikan ibu (BB/U niali p = 0,048, PB/U nilai p = 0,183, BB/PB 0,319), pendapatan keluarga (BB/U nilai p = 0,710, PB/U nilai p = 0,509, BB/PB nilai p = 0,645), jumlah anggota keluarga (BB/U nilai p = 0,669), PB/U nilai p = 0,432, BB/PB nilai p = 0,287). Pekerjaan ibu, pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga tidak berhubungan dengan status gizi balita berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), panjang badan menurut umur (PB/U), dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB). Terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U), akan tetapi tidak terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita berdasarkan indeks antropometri panjang badan menurut umur (PB/U) dan berat badan menurut panjang badan (BB/PB).Kata kunci: Pekerjaan Ibu, Pendidikan Ibu, Pendapatan Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Status Gizi BalitaABSTRACTToddlers are susceptible to nutritional problems and nutritional problems that occur in young children is unrecoverable. One of the factors that affected toddler nutrition status is socio-economic factor, where people with low socioeconomic status are more likely to experience less nutritional problem compared with middle and upper socioeconomic class. This research is an analytic survey with cross sectional design. The purpose of this study was to determine the relationship between socio economic status with toddlers nutrition status in Dimembe village, North Minahasa. The population of this study were children 6-24 months, and the samples in this study were using total sampling. Based on fisher’s exact statistical test, occupation of mother (BB / U value p = 0,204, PB / U value p = 1,000, BB / PB value p = 0,090), mother education (BB/U p-value = 0,048, PB/U = 0.183, BB/PB = 0.319), family income (BB/U p-value= 0.710, PB/U p-value= 0,509, BB/PB p-value = 0.645), numbers of family members (BB/U p-value= 0.669) PB/U p-value = 0.432, BB/PB p-value= 0.287). Maternal occupation, family income, and numbers of family member are not related to underweight childhood status based on weight-age anthropometry index (BB/U), body length by age (PB/U), and body weight by body length (BB/PB). There is a correlation between maternal education with weight according to age anthropometry index (BB/U), but there is no correlation between maternal education with nutritional status of toddlers based on anthropometric index of body length according to age (PB/U) and body weight according to body length (BB/PB).Keywords: Mother's Occupation, Mother's Education, Family Income, Numbers of Family Member, Nutritional Status of Toddlers
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI KOTA BITUNG SULAWESI UTARA Tamamilang, Christi Desi; Kandou, Grace D.; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu  sistolik ≥140 mmHg dan atau diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah yang menyebabkan kematian terbanyak dan berada pada urutan nomor tiga di dunia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hipertensi di antaranya adalah umur dan aktivitas fisik. Semakin meningkat usia seseorang maka semakin berisiko untuk mendapatkan hipertensi karena terjadi perubahan alamiah dalam tubuh. Aktivitas fisik yang kurang juga menyebabkan pembuluh darah dalam tubuh kurang elastis sehingga dapat terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur dan aktivitas fisik dengan derajat hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional Study (Studi Potong Lintang) dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dan sampel berjumlah 89 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2018 di Puskesmas Paceda. Instrumen dalam penelitian ini yaitu sphygmomanometer dan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Berdasarkan hasil uji Chi Square  yang  diperoleh yaitu terdapat hubungan antara umur dengan derajat hipertensi ( p-value = 0,003)  dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi( p-value = 0,341). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara umur dengan derajat hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung, dant tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan derajat hipertensi di Puskesmas Paceda Kota Bitung. Kata kunci : Hipertensi, Umur, Aktivitas Fisik, Khi Kuadrat, Kota Bitung ABSTRACTHypertension is blood pressure that exceeds the normal limit, namely systolic 40140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg. Hypertension is the main risk factor for heart and blood vessel disease which causes the most deaths and ranks number three in the world. There are several factors that cause hypertension, including age and physical activity. The increasing age of a person, the more risky to get hypertension because of natural changes in the body. Poor physical activity also causes blood vessels in the body to be less elastic so that hypertension can occur. This study aims to determine the relationship between age and physical activity with the degree of hypertension at the Paceda Health Center in Bitung City. The research used is analytic survey research with the design of the Cross Sectional Study (Sampling Cut Latitude) with sampling techniques consecutive sampling and a sample of 89 respondents. This research was conducted in August-October 2018 at the Paceda Health Center. The instruments in this study were sphygmomanometer and questionnaire. The statistical test used is Chi Square with a confidence level of 95% and α = 0.05. Based on the Chi Square test results obtained, there is a relationship between age and the degree of hypertension (p-value = 0.003) and there is no relationship between physical activity and the degree of hypertension (p-value = 0.341). The conclusion of this study is that there is a relationship between age and the degree of hypertension in the Paceda Community Health Center, Bitung City, and there is no relationship between physical activity and the degree of hypertension at the Paceda City Bitung Health Center. Keyword: Hypertension, Age, Physical Activity, Chi Square, Bitung City
HUBUNGAN MEROKOK DAN PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LAKI-LAKI DEWASA DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA ., Gabriella; Kalesaran, Angela F. C; Kandou, Grace D
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah suatu hasil pengukuran yang diharapkan kesejahteraan umum pasien atau orang yang berfokus pada perasaan dan persepsi individu dalam keadaan hidup. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup baik atau kurang baik adalah gaya hidup seseorang seperti merokok. Merokok merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dihadapi dunia kesehatan. Dampak merokok dapat mengakibatkan menurunnya status kesehatan seseorang dan menyebabkan seseorang mengalami penyakit seperti kanker mulut, esophagus, faring, laring, paru, pankreas, kandung kemih dan penyakit paru obstruktif kronis. Prevalensi perokok dan rerata jumlah batang rokok yang dihisap oleh penduduk umur ≥10 tahun di Kota Manado untuk perokok saat ini 29,5% dengan rerata jumlah batang rokok yang dihisap sebanyak 10,7%. Prevalensi perokok dan rerata jumlah batang rokok yang dihisap oleh penduduk umur ≥10 tahun menurut karakteristik responden tertinggi pada umur 45-54 tahun dengan persentase 39,8%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan kualitas hidup laki-laki perokok dan laki-laki non perokok dan untuk mengetahui apakah ada hubungan kualitas hidup dengan pendidikan di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan menggunakan teknik potong lintang (Cross Sectional Study). Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 111 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling dan instrumen yang dipakai yaitu kuesioner frekuensi merokok dan SF-36v2. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas hidup dengan merokok yaitu nilai p = 0,944, namun terdapat hubungan antara kualitas hidup dengan pendidikan yaitu nilai p = 0,030Kata Kunci : Kualitas Hidup, Merokok, PendidikanABSTRACTQuality of life is a result expected as the general well-being of the patient or a person who focuses on one's feelings and perceptions in a living state. One of the factors which affect the good and the bad of the quality of life is the lifestyle of an individual, such as smoking. Smoking is one of the greatest concerns faced by the world of health. The effects of smoking may result in a decrease in a person's health status and cause a person to experience diseases such as oral cancer, esophageal, pharyngeal, laryngeal, pulmonary, pancreatic, bladder and chronic obstructive pulmonary diseases. The prevalence of smokers and the average number of cigarettes smoked by the ≥ 10 years old population in Manado for current smokers was 29.5% with the average number of cigarettes smoked by 10.7%. The prevalence of smokers and the average number of cigarettes smoked by the population aged ≥ 10 years old according to the highest characteristics of respondents aged 45-54 years old with the percentage of 39.8%. The purpose of this research was to determine the relationship between the quality of life of male smokers and non-smokers, and to determine the relationship between the quality of life towards education in Tatelu village, Dimembe Sub-District, Minahasa Utara District. The type of research was analytic observational research with the use of cross-sectional study design. The number of respondents in this research was 111 respondents, chosen by using simple random sampling technique and the instrument used was smoking frequency questionnaire and SF-36v2. Bivariate analysis was used by using Chi Square test with α = 0,05. The result of analysis indicated that there was no relationship between quality of life towards smoking with the p value = 0,944, but there was a relationship between quality of life towards education with the p value = 0,030.Keywords: Quality of Life, Smoking, Education
HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS (HIPERGLIKEMIA) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KELURAHAN KOLONGAN, KECAMATAN TOMOHON TENGAH, KOTA TOMOHON Anis, Chintya; Sekeon, Sekplin A. S.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup adalah ukuran kesejahteraan hidup seseorang secara keseluruhan baik keadaan fisik, mental dan sosial ekonomi yang dapat dinilai dengan kualitas hidup kurang baik dan baik. Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronik yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah, DM paling sering dialami oleh lansia.DM merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pada lansia secara keseluruhan baik fisik maupun mental. Lansia di Kelurahan Kolongan 35,1% memiliki penyakit DM yang sudah lama diderita dan cukup parah sehingga 22,8% lansia memiliki kualitas hidup kurang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 responden lansia diatas 60 tahun keatas dengan menggunakan teknik pruposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner identitas pasien dan Europa Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L) )serta alat ukur gula darah yaitu glukometer. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon pada bulan Mei-Juli 2017. Analisis bivariat menggunakan uji chi square (∂= 5% dan CI= 95%) dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitiannya adalah diabetes melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada lansia menunjukkan nilai p= 0,000 sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dengan kualitas hidup pada lansia.Kata Kunci: Kualitas Hidup, Diabetes Melitus Tipe 2, Lansia.ABSTRACTQuality of life is a measurement of the overall welfare of someone either it’s physically, mentally, and social economy that can measured with quality of life. Diabetes mellitus type 2 is a disease that caused by the high levels of glucose in blood. Diabetes Mellitus often suffer by the elderly. DM is one of the factor that can affect overall the quality of life of the elderly either it’s physically or mentally. There are 35,1% elderly at Kelurahan Kolongan have DM disease that they have been suffer for a long time and quite severe, so that 22,8% elderly have a bad quality life. The purpose of this study was to analyzed the relationship between diabetes mellitus type 2 and the quality of life of the elderly at Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon. This study is kind of analytical survey with the approach of cross sectional method. Sample was done by using the purposive sampling with a sample size 57 elderly respondents above 60 years old. Instrument that used is patient identity questionnaire and the Europe Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ-5D-5L) and also blood sugar measuring device that was glucometer. This study was held in Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah, city of Tomohon from May-June 2017. Bivariate analyze using chi square test (∂= 5% dan Cl=95%) by application of SPSS 22 . The result of the study that diabetes mellitus type 2 with the quality of life at the elderly showed a p value = 0,000 that mean there is a correlation between Diabetes Mellitus type 2 with the quality of life among the elderly.Keywords : Quality Of Life, Diabetes Melitus Type 2, The Elderly.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Tappi, Valerie Elma; Nelwan, Jeini Ester; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian di dunia, yang paling banyak ditemukan pada negara berkembang dengan pendapatan menengah kebawah, salah satunya adalah Indonesia. PJK adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Terjadinya penyempitan pembuluh darah penyebab PJK dapat dipicu karena adanya beberapa faktor resiko, seperti aktivitas fisik dan riwayat keluarga seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara antivitas fisik dan riwayat keluarga dengan kejadian PJK di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control study dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Agustus s/d September 2018 di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, dengan wawancara terhadap 96 total responden menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square dan dengan perhitungan Odds Ratio (OR) maka, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PJK di BLU RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dimana responden yang memiliki aktivitas fisik yang tidak baik lebih berisiko 4,4 kali dibandingkan yang memiliki aktivitas fisik yang baik dengan nilai p= 0,001 < 0,05 (OR 4,4 95% CI : 1,869-10,356), dan tidak terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian PJK di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado dengan nilai p = 0,203, p > 0,005 (OR 1,889 dengan 95% CI: 0,812-4,394).Kata kunci : Penyakit Jantung Koroner, Aktivitas Fisik, Riwayat KeluargaABSTRACTOne of the causes of death in the world is Coronary Heart Disease (CHD), which is most commonly found in developing countries with lower middle income, which one is Indonesia. CHD is a dysfunction of the heart due to a lack of blood in the heart muscle due to narrowing of the coronary arteries. The occurrence of narrowing of the arteries causing CHD can be triggered due to several risk factors, such as physical activity and a person's family history. The aim of this study was to determine the relationship between physical activity and family history with the incidence of CHD in BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This study uses a case control study research design with purposive sampling method. This research was conducted from August to September 2018 at Prof. RSU BLU Dr. R. D. Kandou Manado, with an interview of 96 total respondents using a questionnaire. Based on the results of chi-square statistical test and with the calculation of Odds Ratio (OR), there is a correlation between physical activity with the incidence of CHD in Prof. RSU BLU dr. R. D. Kandou Manado where respondents who have not good physical activity are 4.4 times more at risk than those who have good physical activity with p value = 0.001 <0.05 (OR 4.4 95% CI: 1.869-10.356), and there is no correlation between family history with the incidence of CHD in Prof. dr. R. D. Kandou Manado with a p value = 0.203, p> 0.005 (OR 1.889 with 95% CI: 0.812-4.393).Keywords: Coronary Heart Disease, Physical Activity, Family History.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS RANOTANA WERU Pitters, Theresia S.; Kandou, Grace Debbie; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah dalam upaya pemberantasan penyakit Tuberculosis Paru (TB Paru) yaitu kepatuhan minum obat. Salah satu faktor yang bisa menunjang penderita TB Paru meminum obat secara teratur yaitu melalui dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mencari tahu apakah dukungan keluarga ada hubungannya dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Ranotana Weru. Pada penelitian ini berupa penelitian observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 83 responden dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Ranotana Weru maka didapatkan bahwa pasien TB Paru yang patuh minum obat ada 66 pasien yang terdiri dari pasien yang memiliki dukungan keluarga yang baik berjumlah 49 (74.2%) sedangkan pasien yang dukungan keluarganga kurang baik berjumlah 17 (25.8%), dan pasien TB Paru yang tidak patuh minum obat berjumlah 17 pasien yang terdiri dari pasien yang memiliki dukungan keluarga yang baik berjumlah 2 (11.8%) sedangkan yang dukungan keluarganya yang kurang baik berjumlah 15 (88.2%). Hasil uji menunjukkan bahwa dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat berhubungan (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dukungan keluarga berperan dalam upaya membuat penderita TB paru untuk patuh minum obat. Berdasarkan hal tersebut maka keluarga harus mengambil peran ikut serta dalam mengawasi pasien TB paru saat mengkonsumsi obat secara teratur sampai pasien sembuh. Kata kunci :Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, TB paru, Manado ABSTRACTOne of the problems in Pulmonary Tuberculosis eradication efforts (Pulmonary TB) is compliance with medication. One factor that could support the Pulmonary TB sufferers drank the medicine on a regular basis through family support.The purpose of this research is to find out if family support have to do with medication compliance in patients of pulmonary TB in Clinics Ranotana Weru. On this research in the form of observational research by using the design of cross sectional. Samples taken in this research totalled 83 respondents using a Simple Random Sampling method. Data analysis using statistical test of Rank Spearman.Based on the results of research in the health Ranotana Weru then acquired Pulmonary TB patients that are dutifully taking the medication there are 66 patients consisting of patients who have a good family support amounted to 49 (74.2%) while the patients support keluarganga less good amounted to 17 (25.8%), and Pulmonary TB patients who do not obey medication amounted to 17 patients consisting of patients who have a good family support totalling 2 (11.8%) whereas that support his less well numbered 15 (88.2%).Test results show that support families with medication compliance related (p = 0.000).The conclusions of this study, namely family support was instrumental in the effort to make lung TB sufferers to dutifully take drugs. Based on the terms of the family should take the role to participate in overseeing the pulmonary TB patients when taking medication on a regular basis until the patient recovers. Keywords: family support, Drug Compliance, Pulmonary TB, Manado
ANALISIS KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENATAL PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Pangalila, Marny C.; Kandou, Grace D; Rompas, Rizald
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja bidan dalam melakukan pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif di tiga Puskesmas pada bulan Mei sampai dengan bulan Juni tahun 2016. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam pada 11 orang informan dan observasi kegiatan pelayanan antenatal pada 6 orang bidan Puskesmas. Selanjutnya data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan ketersediaan sumber daya dan organisasi cukup baik dalam menunjang pelayanan antenatal yang dilakukan oleh bidan. Berdasarkan proses pelayanan diantaranya pelaksanaan standar pelayanan bidan telah patuh dalam melakukan pelayanan antenatal. Berdasarkan berdasarkan cakupan indikator kinerja Cakupan K1 dan K4 mendapatkan hasil yang baik secara keseluruhan. Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja bidan dalam melaksanakan Pelayanan Antenatal di Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara baik. Kata kunci: Kinerja, Bidan, Pelayanan Antenatal ABSTRACTAntenatal care is a health service by a health worker for the mother during her pregnancy, carried out in accordance with antenatal care standards specified in the Standard of Midwifery Service (SPK). The purpose of this research is to know the performance of midwife in doing antenatal service at Puskesmas Kabupaten Minahasa Utara. This research was conducted descriptively qualitative in three Puskesmas from May to June of 2016. Data was collected through in-depth interviews on 11 informants and observation of antenatal care activities at 6 midwives of Puskesmas. Further data is analyzed by content analysis technique. The results showed that based on the availability of resources and organization is good enough to support antenatal services performed by the midwife. Based on the service process such as the implementation of midwife service standard has been obedient in performing antenatal services. Based on coverage of performance indicators K1 and K4 coverage get good overall results. So it can be concluded that the performance of midwives in implementing Antenatal Services in Puskesmas Kabupaten Minahasa North good. Keywords: Performance, Midwife, Antenatal Services
ANALISIS PENERAPAN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT GMIM KALOORAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tamboto, Christi Debora; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kesehatan dan keselamatan kerja dirumah sakit ini perlu karena berkaitan dengan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, akreditasi rumah sakit karena Kesehatan dan kesehatan kerja termasuk sebagai salah satu standar pelayanan yang dinilai di dalam akreditasi rumah sakit, disamping standar pelayanan lainnya. Hasil observasi dan wawancara awal menunjukan belum lengkapnya sarana dan prasarana yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja serta pelaksanaan program Kesehatan dan keselamatan kerja belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan standar pelayanan kesehatan kerja di rumah sakit. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian berjumlah 5 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis data melalui tahap reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil standar pelayanan kesehatan kerja yang sudah terlaksana tapi belum maksimal adalah pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala, khusus, peningkatan kesehatan badan dan kondisi mental, pendidikan/pelatihan tentang kesehatan kerja, evaluasi pencatatan dan pelaporan, dan kemampuan fisik sumber daya manusia, penanganan bagi sumber daya manusia yang sakit, sedangkan yang belum dilaksanakan yaitu koordinasi dengan tim panitia pencegahan pengendalian infeksi. pemantauan lingkungan kerja dan ergonomi, surveilans kesehatan kerja. Kesimpulan penerapan standar pelayanan kesehatan kerja belum terlaksana dengan maksimal sesuai dengan standart pelayanan yang berlaku. Disarankan untuk membuat kebijakan, sosialisasi, dan merencaakan anggaran dana untuk pelaksanaan kegiatan kesehatan kerja.Kata kunci: Standar Pelayanan, Kesehatan KerjaABSTRACTOccupational health and safety at the hospital implementation is necessary because it is related to the quality of health services in hospitals, hospital accreditation for Occupational health and safety is included as one of the service standards assessed in the hospital accreditation, in addition to other service standards. The result of observation and preliminary interviews shows that the facilities and infrastructure related to Occupational health and safety and implementation of Occupational health and safety program not maximal yet. Objective: The purpose of this study was to analyze the implementation of occupational health service standards in hospitals Method: This research uses qualitative research type. Informants in the study amounted to 5 persons. Data collection is obtained through in-depth interviews and has documents. Data analysis through reduction phase, data presentation and conclusion. Outcome: Standards of occupational health service standards are pre-employment health checks, occupational health education / training, evaluation of recording and reporting. periodic medical examinations, special, and improvement of body health, mental condition and physical ability of human resources, handling for sick human resources. Meanwhile, coordination with the infection prevention control committee team. monitoring of work environment and ergonomics, work health surveillance has not been implemented. Conclusion: The implementation of occupational health service standard has not been implemented maximally in accordance with the standard service. Suggestion: build a policy, make socialization and planning budget in order to the implementation of occupational health exercises.Keywords: Standard of Service, Occupational Health
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATELI KABUPATEN MINAHASA Limbong, Valdano A.; Rumayar, Adisti; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus hipertensi di Sulawesi Utara meningkat dari tahun ke tahun. Kabupaten Minahasa termasuk dari wilayah di Sulawesi Utara dengan prevalensi hipertensi. > 40%. Puskemas Tateli yang merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Minahasa, dimana pada tahun 2014 kejadian hipertensi menepati urutan kedua dengan angka kejadian 669 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tateli pada bulan Januari tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Pineleng jumlah 669 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 90 Pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis statistik menggunakan Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% (á½°=0,05). Analisis hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kejadian hipertensi diperoleh p value = 0,000, dan analisis hubungan antara sikap dengan kejadian hipertensi diperoleh p value = 0,003.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kejadian Hipertensi, Hipertensi TateliABSTRACTHypertension cases in North Sulawesi increase from year to year. Minahasa Regency is included in the region in North Sulawesi with the prevalence of hypertension. > 40%. Tateli Puskemas which is one of the Puskesmas in the Minahasa District, where in 2014 the incidence of hypertension kept the second order with an incidence of 669 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the incidence of hypertension in the community in the working area of the Tateli Health Center in Minahasa Regency. This research is an survey analytic study with a cross sectional approach. This research was dilaksanakan out in the Tateli Community Health Center working area in January 2016. The population in this study were patients who settled in Tateli village, Pineleng sub-district with the number 669 people. Sampling was using the Slovin formula as many as 90 patients. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis. Statistical analysis using Chi Square at a 95% confidence level (á½° = 0.05). Analysis of the relationship between community knowledge with the incidence of hypertension obtained p value = 0,000, and an analysis of the relationship between attitudes and the incidence of hypertension was obtained p value = 0.003. there is relationship between knowledge and attitudes of people with the incidence of hypertension in the working area of the Tateli Health Center districts Mandolang Minahasa Regency. for the government further improve counseling programs on hypertension, for side the Puskesmas to be able work together with other health institution how to socialize health in Tateli village. This research would be a motivation for other college student and subsequent researchers to conduct broader research.Keywords: Knowledge, Attitude, Hypertension, Hypertension Tateli
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN MASA BERKENDARA DENGAN PERILAKU SAFETY RIDING PADA TUKANG OJEK DI KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Manopo, Sinta E.; Kandou, Grace D.; Suoth, Lery F.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety Riding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara demi menciptakan suatu kondisi aman dalam berkendara sepeda motor. Pekerjaan tukang ojek banyak dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Langowan Utara. Berdasarkan observasi awal dilihat kebanyakan tukang ojek berkendara dengan tidak aman karena tidak menggunakan alat pelindung diri secara lengkap saat berkendara dan pada saat di wawancarai ada tukang ojek yang sudah pernah mengalami kecelakaan lalulintas dalam berkendara sepeda motor. Tujuan peneliatian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan dan masa berkendara dengan perilaku safety riding pada tukang ojek di kecamatan langowan utara kabupaten minahasa. Metode penelitian menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 101 tukang ojek, untuk pengetahuan, tingkat pendidikan, masa berkendara dan perilaku safety riding diperoleh menggunakan kuesioner melalui wawancara, dengan diuji menggunakan uji korelasi spearman rank dengan CI 95% dan α = 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku safety riding  berhubungan dengan pengetahuan (p =0,002), berhubungan dengan tingkat pendidikan (p =0,002), dan berhubungan dengan masa berkendara (p =0,000). Kata Kunci: Perilaku safety riding, pengetahuan, tingkat pendidikan, masa berkendara. ABSTRACTSafety Riding is an effort carried out of minimizing the level of danger and maximizing safety driving in order to create a safe condition in motorcycle driving. Work of many motorcycle drivers is carried out by the people of North Langowan District. Based on preliminary observations, most motorcycle taxi drivers were driving unsafe because they did not use personal protective fully equipment while driving, and when interviewed there were motorcycle drivers who had experienced traffic accidents in motorbike driving. The aim of this study was to find out the relationship between knowledge, education level and driving period with safety riding behavior in motorcycle drivers in the sub-districts langowan north of Minahasa district. This research method used analytical survey research with cross sectional approach with a total sample of 101 motorcycle taxi drivers, for knowledge, education level, driving period and safety riding behavior obtained using questionnaires through interviews, tested using spearman rank correlation test with 95% CI and α = 0.05. Based on this study it can be concluded that the safety riding behavior is related to knowledge (p = 0.002), is related to the level of education (p = 0.002), and is related to the driving period (p = 0.000). Keywords: Behavior of safety riding, knowledge, education level, driving period.
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow